Pendekar Nusantara Menantang Sun Tzu

Zaman dahulu, senjata modern dan teknologi bukanlah barang yang mudah ditemukan. Bagi seorang panglima militer, untuk memenangkan suatu peperangan tidak cukup hanya mengandalkan senjata. Kunci utama dari kemenangan dalam sebuah peperangan adalah strategi.

Jauh sebelum nusantara dikenal oleh dunia, tersebutlah seorang panglima perang bernama Sun Tzu atau Sun Zi (nama lain Sun Tzu). Sun Tzu adalah seorang jenderal yang ahli dalam strategi perang dari Tiongkok. Gaya kepemimpinannya sudah sangat tua, karena dia lahir sekitar enam abad sebelum Masehi.

Baca juga Sroedji, Sang Patriot

Sejarah Sun Tzu memiliki beberapa versi. Namun, secara umum sejarawan meyakini bahwa buku Seni Perang Sun Tzu (The Art of War) diperkirakan ditulis sekitar abad ke-6 SM. Meskipun sebagai pengarang, nama Sun Tzu sendiri masih menjadi perdebatan di kalangan sejarawan.

Beberapa hal yang menjadi alasan diantaranya adalah suku kata “Zi” dalam nama Sun Zi (nama lain Sun Tzu) dalam kosakata Tiongkok mengacu pada kedudukan seorang filsuf atau ahli pikir. Sehingga Sun Zi bisa diartikan sebagai “Filsuf Sun” atau ahli pikir bernama Sun.

Bila ditelaah lebih jauh, keberadaan Sun Tzu memiliki rentang waktu yang cukup lama bila dibandingkan dengan eksistensi bumi nusantara. Ada satu hal yang sangat menarik, ketika saya membaca buku berjudul “Pendekar Nusantara Menantang Sun Tzu” karya Singgih Pambudi Arinto dan Dawit Tornado Pidjath. Kumpulan strategi perang yang tertulis dalam buku The Art of War karya Sun Tzu, ternyata berabad-abad kemudian diterapkan oleh pendekar nusantara dalam meraih kekuasan maupun mengusir penjajah.

Apakah ini berarti para pendahulu nusantara membaca buku The Art of War? Saya tidak yakin, rentang waktu dan jarak antara bumi nusantara dengan Tiongkok terlalu jauh. Selain itu, teknologi serta transportasi belum secanggih dan secepat sekarang untuk melakukan pertukaran informasi. Belum lagi dengan perbedaan bahasa dan huruf atau alfabet.

Nusantara, pada masa-masa kerajaan abad ke-8 sampai dengan abad ke-16, telah menorehkan sejarah emas sebagai kekuatan yang disegani di Asia Tenggara. Sebagai contoh, Kertanegara yang mampu melaksanakan Ekspedisi Pamalayu dan berhasil menaklukan puluhan kerajaan, tentulah ahli strategi yang mumpuni. Raden Wijaya, pendiri kerajaan Majapahit yang merupakan kerajaan terbesar di Asia Tenggara, pada saat itu tentulah ahli strategi yang hebat.

Selain Kertanegara dan Raden Wijaya, masih banyak tokoh lain yang secara tidak langsung menerapkan strategi perang yang telah ditulis oleh Sun Tzu. Beberapa karya gemilang yang berisi strategi perang, yang kemudian dijadikan acuan para raja dan panglima perang, salah satunya adalah Kakawin Bharatayudha.

Karya termashyur tersebut ditulis oleh Mpu Sedah dan Mpu Panuluh dari Kerajaan Kediri, yang saat itu dipimpin oleh Prabu Jayabaya sekitar tahun 1157 Masehi. Dalam Kakawin ini ada 10 strategi (disebut “wyuha”), antara lain:

  1. Wukir Sagara Wyuha (strategi perang dengan susunan pasukan berbentuk bukit dan samudera).
  2. Wajratiksna Wyuha (strategi perang dengan susunan pasukan berbentuk wajra).
  3. Kagapati/Garuda Wyuha (strategi perang dengan susunan pasukan berbentuk garuda).
  4. Gajendramatta/Gajamatta Wyuha (strategi perang dengan susunan pasukan berbentuk gajah mengamuk).
  5. Cakra Wyuha (strategi perang dengan susunan pasukan berbentuk cakra).
  6. Makara Wyuha (strategi perang dengan susunan pasukan berbentuk makara/udang).
  7. Sucimuka Wyuha (strategi perang dengan susunan pasukan yang ujungnya berbentuk jarum).
  8. Padma Wyuha (strategi perang dengan susunan pasukan berbentuk bunga teratai).
  9. Ardhacandra Wyuha (strategi perang dengan susunan pasukan berbentuk bulan sabit).
  10. Kannaya Wyuha (strategi perang dengan susunan pasukan berbentuk lingkaran berlapis).

Bumi nusantara tercinta ini, menyimpan ribuan misteri dan kisah heroik yang membuat kita merasa bangga. Dalam buku “Pendekar Nusantara Menantang Sun Tzu”, kita juga diajak untuk lebih mengenal kearifan lokal, tentang nilai-nilai kepahlawanan yang inspiratif. Dari Sabang sampai Marauke, puluhan strategi perang maupun strategi untuk memperoleh kekuasaan, telah diimplementasikan para pendekar nusantara.

Satu hal yang menjadi catatan penting adalah, para tokoh nusantara ini, pada saat melaksanakan strategi perang, tidaklah dipengaruhi oleh ajaran Sun Tzu.

Strategi tersebut, bisa jadi mirip dengan apa yang telah ditulis Sun Tzu, namun, bukan berarti para pendekar nusantara ‘mencontek’ ataupun membaca teori Sun Tzu sebelumnya. Beberapa di antaranya adalah:

Strategi Sun Tzu ke-1:

“Perdaya Langit untuk Melewati Samudera”

Bergerak dalam kegelapan dan bayang-bayang, menggunakan tempat-tempat tersembunyi, atau bersembunyi di belakang layar, hanya akan menarik kecurigaan. Untuk memperlemah pertahanan musuh, Anda harus bertindak di tempat terbuka menyembuyikan maksud tersembunyi Anda, dengan aktivitas biasa sehari-hari. Bersikap natural seperti biasanya.

Strategi Nusantara:

“Siasat Sang Teuku perdaya Kompeni”

Pada tahun 1883, Belanda berdamai dengan pasukan Teuku Umar. Selama berdamai dengan Belanda, Teuku Umar masuk dinas militer dan justru banyak membantu pejuang Aceh melawan Belanda, dengan jalan melatih mereka bertempur.

Tahun 1884, Teuku Umar berhasil merampas senjata dan perlengkapan perang milik Belanda yang dipercayakan kepadanya, saat Belanda membebaskan kapal Niecro milik lnggris dari Raja Teunom. Pada saat berdamai dengan Belanda, Teuku Umar menunjukkan kesetiaanya dengan sangat meyakinkan. Setiap pejabat Belanda yang datang ke rumahnya, selalu disambut dengan menyenangkan. Ia selalu memenuhi setiap panggilan dari Gurbenur Belanda di Kutaraja, dan memberikan laporan yang memuaskan, sehingga ia mendapat kepercayaan yang besar dari Gurbenur Belanda.

Istrinya, Cut Nyak Dien sempat malu, bingung dan marah atas keputusan yang diambil suaminya tersebut. Namun, kepercayaan yang diberikan Belanda tersebut, dimanfaatkan dengan baik demi kepentingan perjuangan rakyat Aceh.

Dalam peperangan, Teuku Umar hanya melakukan perang pura-pura dan hanya memerangi Ulee Balang yang memeras rakyat (misalnya Teuku Mat Amien). Pasukan yang ia sebar bukan untuk mengejar musuh, melainkan untuk menghubungi para pemimpin dan pejuang Aceh dan menyampaikan pesan rahasia.

Cut Nyak Dien pun sadar, bahwa selama ini suaminya hanya bersandiwara di hadapan Belanda, kesetiaanya kepada Belanda hanyalah strategi untuk membantu perjuangan rakyat Aceh.

Analisis:

Strategi Teuku Umar ialah berpura-pura tunduk pada Belanda. Hal ini sama saja dengan memperdaya langit (Belanda) untuk melewati samudra (mendapatkan dana dan senjata perang serta peluru). Dengan modal inilah Teuku Umar berhasil mendapatkan modal yang cukup untuk berperang melawan Belanda.

Strategi Sun Tzu ke-13:

“Pinjam Mayat Orang Lain untuk Menghidupkan Kembali Jiwanya”

Menghidupkan kembali orang mati. Ambil sebuah lembaga, teknologi atau satu cara yang telah dilupakan atau tidak digunakan lagi untuk kepentingan diri sendiri. Hidupkan kembali sesuatu dari masa lalu dengan member tujuan baru dan bawa ide-ide lama, kebiasaan, dan tradisi ke dalam kehidupan sehari-hari.

Strategi Nusantara:

“Siasat Usung Tandu Untung Surapati”

Pada bulan September 1706 gabungan VOC, Kartasura, Madura, dan Surabaya dipimpin Mayor Goovert Knole menyerbu Pasuruan. Pertempuran tersebut menewaskan Untung Surapati alias Wiranegara. Namun, ia berwasiat kematiannya dirahasiakan. Makamnya diratakan dengan tanah. Perjuangan dilanjutakan putra-putranya dengan membawa tandu berisi Surapati palsu. Hasilnya pihak Belanda tertipu. Anak buah Surapati pun tetap semangat bertempur.

Analisis:

Strategi Untung Surapati yang mewasiatkan untuk merahasiakan kematiannya dilaksanakan dengan baik oleh keturunannya. Sehingga pengikutnya tetap setia berjuang melawan Belanda dan Belanda tertipu oleh tandu kosong. Melihat tandu yang diusung anak-anak Surapati, semangat juang pengikutnya semakin bertambah.

Teuku Umar dan Untung Surapati hanyalah salah satu dari sekian banyak pendekar nusantara. Dalam buku “Pendekar Nusantara Menantang Sun Tzu” disebutkan bahwa Sun Tzu memiliki 36 strategi perang lainnya. Semua strategi tersebut berhasil diterapkan oleh para pendekar nusantara dalam merebut kekuasaan. Tidak hanya Teuku Umar dan Untung Surapati, tapi juga ada Raden Inten, Ken Arok, Ra Kuti, Gajah Mada hingga Pattimura dan pendekar-pendekar lainnya.

Pada saat ini, sejarah keemasan lndonesia sudah mulai dilupakan oleh generasi muda. Sebagai imbas dari efek negatif globalisasi, serta masuknya budaya asing ke lndonesia. Alangkah baiknya, bila generasi milenial seperti saya, kembali mempelajari khasanah budaya dan kearifan lokal. Tidak perlu mengagung-agungkan sejarah bangsa lain yang belum tentu lebih hebat dari yang kita miliki.

Untuk menjadi bangsa yang besar, kita telah memiliki modal yang besar, serta perjalanan panjang sejarah perjuangan bangsa. Mari mengenal nusantara dengan lebih baik, sehingga membentuk warganegara yang berbudaya dan berkepribadian di abad modern ini.

Judul Buku: Pendekar Nusantara Menentang Sun Tzu

Pengarang: Singgih Pambudi Arinto & Dawit Tornadi Pidjath

Penerbit: Gramedia

Serunya Belajar Food Photography

Selama ini, saya menganggap kalau yang namanya food photography itu, cuma sekedar memotret makanan. Setelah mengikuti kelas food photography yang diadakan oleh Sigma yang bertempat di Grom Gelato, lotte Shopping avenue lantai GF, saya jadi tahu kalau food photography terbagi dua jenis yaitu Still food dan food style.

Dua genre food photography tersebut mempunyai arti yang berbeda. Still food yaitu jenis fotografi yang hanya mengandalkan makanan sebagai objek. Sementara Food style sendiri jenis fotografi makanan dengan menambahkan property atau talent untuk membuat tampilan semakin menarik.

Food Photography sendiri adalah sebuah genre dari still life photography. Intinya sih, bagaimana membuat makanan yang merupakan benda mati, bisa tampak hidup dan bercerita.

Tips Memotret Makanan

Terus gimana sih, supaya foto makanan tampak menarik? Ternyata gampang, supaya hasil fotonya maksimal ada beberapa teknik yang harus diperhatikan. Tantangan terberatnya adalah bagaimana membuat objek makanan sebagai benda mati bisa terlihat menggiurkan. Buat kalian yang ingin mencoba menjadi food photographer, perhatikan detil berikut ini:

Pencahayaan

Biasanya kan, kalau motret makanan itu seringnya di dalam ruangan. Sudah pasti pencahayaanya kurang maksimal. Nah, saran dari food fotografer Mas Antonius Adisubroto, perhatikan sumber cahaya berasal. Hindari menggunakan cahaya flash, karena akan memberikan efek yang kurang bagus pada makanan.

Ketahui sumber pencahayaan, apakah pencahayaan berasal depan, belakang atau dari samping. Kuncinya, hindari sumber cahaya yang terlalu besar karena akan membuat obyek makanan menjadi over. Disamping itu juga, jangan terlalu sedikit, karena akan membuat tampilan makanan menjadi rusak. Ingat! Cahaya adalah raja, karena dia yang akan memberikan atmosfir dalam setiap foto.

Subyek

Pemilihan subyek, apakah bentuknya bulat, oval atau kubus. Memperhatikan bentuk subyek sangat mempengaruhi hasil foto. Selain itu, bayangkan dulu hasil foto yang kita inginkan, dengan begitu, kita bisa dengan mudah menempatkan subyek foto. Dengan konsep yang baik akan memudahkan kita menentukan background, foreground, dan pengaturan makanannya.

Komposisi

Komposisi juga wajib diperhatikan. Contohnya nih, kalau ingin hasil foto tampak seimbang, atur sedemikian rupa supaya komposisi warna dan gradasinya pas. Jika ada elemen makanan yang ingin di-highlight, atur kontras warnanya supaya tidak bertubrukan. Tampilan wadah dan susunannya juga harus diatur karena akan mempengaruhi hasil foto.

Angle

Manfaatkan setiap angle (sudut foto) supaya tidak kehilangan elemen penting dari suatu makanan. Contoh: jika subyek makanannya ingin terlihat banyak, ambil angle dari atas.

Memang sih, buat saya belajar food photography itu gampang-gampang susah. Tapi, sangat menyenangkan kalau hasil fotonya bisa maksimal.

Belajar Memotret Gelato dengan Grom Gelato

Pada awalnya, saya mengira, yang namanya nama es krim dari ltalia ini, identik dengan es krim gelato pada umumnya. Yang namanya es krim, pasti rasanya super manis dengan pemanis tambahan. Kandungan buah yang sekedarnya, asal ada. Terus ditambah bahan pengawet ini itu, supaya tidak cepat lumer.

Ternyata Grom Gelato ini beda banget. Grom Gelato adalah gelato organik yang kandungan buahnya, dihasilkan dari kebun buah milik sendiri. Nama kebunnya Mura-mura yang berada di Italia dan ditanam secara organik. Luasnya sekitar dua puluh hektar dengan berbagai jenis buah-buahan. Mulai dari Pear, Apricot, Peach, Melon hingga Stroberi.

By the way, Grom Gelato dibuat secara natural tanpa pengawet, pengental atau emulsifier dan pewarna buatan. Selain bahan bakunya yang alami, penggunaan cup dan sendoknya pun juga didesain supaya gampang terurai dengan alam. Nama Grom sendiri, berasal dari nama foundernya, Frederico Grom.

Gampang sih, membedakan gelato dengan pengawet atau bukan. Tunggu saja beberapa menit setelah gelato dihidangkan. Kalau dia tidak mudah lumer, pasti ada tambahan pengental dan pengawet. Beda halnya dengan Grom Gelato. Karena ini gelato organik, kalau didiamkan gampang lumer. Sewaktu belajar pemotretan, kita menggunakan gelato dummy supaya ‘gelatonya’ tidak lumer.

Pilihan rasanya juga macam-macam. Mulai dari Crema Grom, Stracciatella, Fruit Sorbets dan Hot chocolate.

Grom Gelato juga menyediakan affogato organik. Itu lho, minuman unik yang merupakan perpaduan es krim vanilla dengan espresso. Rasanya? Unik kok, karena campuran panas, dingin, manis dan pahit. Bikin penasaran, kan? Selain itu juga ada hot chocolate, shake, granita siciliana dan sorbetto atau sorbet.

Tertarik ingin mencoba?

Mengenal Wakaf Tunai Berkala

Penandatanganan kerjasama pengelolaan dana wakaf antara Sun Life Financial Syariah dengan Dompet Dhuafa

Setiap hari Selasa dan Jumat, di kantor tempat saya bekerja, selalu diadakan pengajian rutin. Buat saya pengajian rutin seperti ini semacam vitamin jiwa yang membuat hidup lebih seimbang. Karena pada hakikatnya bekerja adalah bagian dari ibadah. Beberapa waktu lalu di pengajian kantor sempat membahas mengenai aspek perencanaan financial secara islami. Sebagai seorang muslim, kita diwajibkan untuk selalu terus belajar. Termasuk dalam hal ini merencanakan keuangan.

Satu hal yang saya ingat dalam kajian tersebut adalah mempelajari apa itu rezeki. Dalam pandangan orang awam, makna rezeki selalu dikaitkan dengan uang maupun materi. Tidak salah memang, uang dan materi adalah bagian rezeki yang terlihat. Sedangkan rezeki yang tidak terlihat meliputi kesehatan, teman baik, rasa aman dan semua hal yang bisa kita nikmati.

Sedangkan yang menjadi milik kita sesungguhnya hanya 3: apa yang kita makan, apa yang kita pakai dan apa yang kita sedekahkan.

Dalam pengelolaan perencanaan keuangan secara islami, ada aspek yang harus kita perhatikan setelah kita tiada. Diantaranya adalah mengeluarkan zakat yang merupakan hak Allah, membayar hak dan kewajiban kita terhadap orang lain yang berupa hutang, membayar hak dan kewajiban kita di dunia maupun di akhirat.

Setelah memenuhi kewajiban investasi untuk keluarga yang meliputi pasangan, anak dan orang tua atau siapa pun yang hidupnya bergantung kepada kita, ada baiknya di akhir perencanaan keuangan, dilengkapi dengan perencanaan wakaf. Mengapa perlu merencanakan wakaf?

Saya teringat, ustaz menyebutkan tiga hal yang akan menemani kita setelah tiada kelak yaitu: doa dari anak yang soleh dan solehah, ilmu yang bermanfaat dan amal jariyah. Dalam hal ini, wakaf termasuk bagian dari amal jariyah yang pahalanya akan terus mengalir, setelah kita tiada. Ibarat berinvestasi, kita hanya ‘menanamkan modal’ berupa wakaf dan pahalanya tidak akan pernah putus.

Dalam pandangan awam saya selama ini, saya menganggap bahwa yang namanya wakaf itu harus dalam bentuk lahan, tanah pemakaman atau bangunan seperti masjid, pesantren, rumah sakit yang kalau dipikir-pikir nominal dananya relative besar. Kalau begini, sampai kapan kita akan bisa menunaikan wakaf? Dan ternyata, pandangan saya yang sempit itu keliru. Objek wakaf tidak harus dalam bentuk tanah atau bangunan, tapi bisa dalam bentuk uang. Itu pun tidak harus dalam jumlah banyak.

Orang yang ingin menunaikan wakaf juga tidak harus beragama lslam, agama apa pun boleh, lho. Karena ini adalah hal yang baik. Siapa pun yang memiliki rasa peduli, tentunya ingin berwakaf.

Satu contoh gampangnya adalah jika kita menyumbang pembangunan masjid atau rumah sakit dengan cara ikut membeli semen, pasir atau pun keramik, itu sudah termasuk wakaf yang insha Allah pahalanya akan terus mengalir. Ikut membangun fasilitas umum di daerah terpencil seperti fasilitas mck, rumah sakit atau pun bangunan yang memiliki manfaaat bagi umat juga bagian dari wakaf.

Dari mana alokasi investasi untuk wakaf? Nah, di sinilah kita harus cerdas, supaya tidak mengganggu jalannya kewajiban yang lain, pos wakaf bisa diambil dari pos investasi. Perencanaan dananya pun harus disesuaikan dengan pendapatan masing-masing. Jika kita alokasi investasi wakaf kita sebesar Rp. 500.000 ya jangan merencanakan wakaf yang dananya melebihi Rp. 500.000 setiap bulan.

Konsep wakaf tunai berkala semacam tersebut, bisa kita lakukan secara rutin setelah menerima gaji. Jika alokasi dananya belum mencukupi, cukup diturunkan standar wakafnya. Selain itu, amal yang akan menemani kita nanti tidak semata-mata wakaf. Masih ada doa-doa dari anak-anak yang soleh, ilmu yang memiliki manfaat bagi banyak orang dan sedekah-sedekah lainnya.

Memilih Instrumen Wakaf yang Bisa Mengakomodir Kebutuhan Perencanaan Keuangan

Sharing mengenai edukasi wakaf tunai berkala dengan para blogger

Setelah memiliki pos perencanaan wakaf tunai berkala, kini saatnya memilih instrument wakaf yang tepat dan terpercaya. Beberapa produk keuangan memang memiliki produk hybrid yang menggabungkan antara proteksi dan investasi. Produk hybrid ini sering kita kenal dengan unitlink, Namun produk yang menggabungkan antara proteksi dengan wakaf tunai berkala belumlah banyak (atau mungkin baru satu dua).

Satu-satunya yang saya ketahui adalah produk Asuransi Brilliance Hasanah Maxima (ABHM) dari Sun Life Financial Syariah. Dengan hadirnya produk ini, nasabah tidak perlu repot-repot untuk melakukan wakaf tunai berkala setiap bulannya.

Beberapa kelebihan dari wakaf tunai yang dimiliki Sun Life Financial Syariah ini diantaranya: tanpa potongan, pasti aman dengan tenaga pemasar tersertifkasi, serta aman dalam penyalurannya karena Sun Life Financial Syariah bekerjasama dengan Dompet Dhuafa. Reputasi Dompet Dhuafa dalam penyaluran dana wakaf tidak perlu diragukan lagi. Selain Dompet Dhuafa masih ada pengelola asset wakaf seperti: Rumah Wakaf, Daarut Tauhid (DT), Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan 174 lembaga sejenis yang telah terdaftar.

Dana wakaf dari nasabah ini nantinya akan disalurkan oleh nazhir (pengelola asset wakaf) ke berbagai sektor sosial yang membutuhkan seperti: kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi. Di antaranya yang sudah berjalan adalah pembangunan rumah sakit di Lampung Timur. Daerah Lampung Timur dipilih Dompet Dhuafa dan Sun Life Financial Syariah karena mutu kesehatan di propinsi ini paling rendah di Lampung.

Ide Sun Life Financial Syariah dalam memberikan fitur wakaf bagi pemegang polis syariah ini mendapat dukungan dari Dewan Syariah Nasional (DSN)-MUI.

Jadi, ingat ya! Berwakaf tidak harus menunggu punya tanah atau bangunan. Dengan membeli Asuransi Brilliance Hasanah Maxima (ABHM) dari Sun Life Financial Syariah, selain mendapatkan proteksi, kita pun bisa mendapatkan manfaat wakaf pasti kini nanti. Karena, orang yang berbahagia adalah orang yang sudah berhenti napasnya, namun pahalanya tetap mengalir.

Mengunjungi Pameran Seni, Ketahui 6 Aturan Dasar Ini

“Art is something that makes you breathe with a different kind of happiness” — Anni Albers

Memang benar adanya bahwa seni adalah segala sesuatu yang membuat kita bernapas dengan berbagai kebahagiaan yang berbeda. Seni buat saya adalah ekspresi paling jujur dari manusia yang menciptakannya. Seni menggambarkan siapa kita sesungguhnya. Seni adalah keindahan yang membuat dunia terasa lebih lentur tanpa sekat, tidak kaku.

Buat saya, mengunjungi pameran seni menjadi hal yang menyenangkan. Selain bisa menemukan inspirasi, memahami makna yang tersembunyi dibalik sebuah karya seni, membuat saya betah berlama-lama di ruang pameran.

Aturan Tak Tertulis Ketika Menikmati Sebuah Seni

Karya seni yang indah, selain memanjakan mata, pastinya juga mengundang kita untuk mengabadikannya dengan menggunakan gadget. Tapi, perlu diingat bahwa di setiap pameran seni terdapat beberapa aturan dasar yang harus kita ketahui. 6 hal berikut ini, mungkin bisa menjadi panduan saat berkunjung ke sebuah pameran atau galeri seni:

  1. Jangan pernah menyentuh sebuah karya seni. Ini sudah menjadi aturan wajib ketika mengunjungi pameran seni, kecuali seni yang dipamerkan merupakan karya seni yang bersifat interaktif yang membutuhkan interaksi dengan pengunjung. Aturan ini semata-mata untuk menghargai karya seniman dan menjaga supaya kualitas benda seni yang dipamerkan tetap terjaga.
  2. Jangan pernah memotret dengan lampu flash, cahaya lampu kamera secara tidak langsung dapat mengurangi kualitas benda seni yang dipamerkan. Terutama untuk seni lukis, cahaya kamera akan mempengaruhi kualitas warna. Itulah mengapa kita seringkali membaca aturan ini di berbagai galeri seni.
  3. Titipkan tas dan barang bawaan sebelum memasuki ruang pameran. Dengan menitipkan barang bawaan, berarti meminimalisir resiko rusak atau pecahnya benda seni dari kecerobohan kita. Selain itu juga memudahkan kita mengeksplorasi sebuah karya seni tanpa perlu membawa barang tentengan.
  4. Jangan membawa makanan dan minuman ke dalam ruang pameran. Resiko tumpahnya makanan dan minuman menjadi kesalahan fatal ketika kita sedang menikmati karya seni. Untuk itu jangan pernah sekali-kali membawa makanan dan minuman masuk ke dalam pameran atau galeri seni.
  5. Patuhi aturan yang diterapkan oleh penyelenggara pameran. Setiap pameran seni memiliki aturan yang berbeda-beda. Ada yang sifatnya interaktif namun ada pula yang bersifat non-interaktif di mana pengunjung hanya diperbolehkan melihat tanpa menyentuh.
  6. Ketahui garis pembatas di setiap ruang pameran. Untuk menjaga jarak aman pandang, sebaiknya ketahui garis batas yang sudah ditetapkan pihak penyelenggara.

Nah, dengan mengetahui aturan dasar tersebut, kita bisa menjadi pengunjung yang menghargai sebuah karya seni yang dipamerkan.

Art Jakarta 2018 Hadir Kembali bagi Pelaku dan Pecinta Seni lndonesia Melalui Pergelaran 10 tahun yang Lebih Komprehensif

Beberapa waktu yang lalu, saya mengunjungi Art Jakarta 2018. Saya suka banget menikmati beragam karya seni yang dipamerkan dalam ajang tersebut. Lebih dari seribu benda seni dari sekitar lima puluh stand dipamerkan. Ajang tahunan ini ternyata sudah satu dasawarsa diselenggarakan. Memasuki usianya yang ke-10, Art Jakarta 2018 semakin mengalami proses penyempurnaan.

Dilihat dari ragam stand yang ada, Art Jakarta 2018 semakin memanjakan mata dengan ditampilkannya beragam seni modern yang kekinian dan kontemporer dari lndonesia dan internasional. Gelaran tahunan ini menempatkan Jakarta sebagai pusat seni terkemuka di Asia.

Selain menempatkan Jakarta sebagai pusat seni, Art Jakarta 2018 juga menjadi ajang reuni yang bergengsi bagi para kolektor, art dealer, seniman, penikmat dan pecinta seni.

Benda seni yang ditampilkan pun tidak hanya sekedar lukisan atau benda pajangan, tetapi juga perkakas rumah tangga yang sudah diberikan sentuhan seni. Salah satunya yang menarik perhatian saya adalah lemari pendingin dari Modena. Jika biasanya lemari pendingin tampil ‘flat’ dan cenderung berwarna solid, kali ini Modena membuat kulkas produksinya tampil lebih stylish dan elegan. Tiga buah lemari pendingin dilukis secara artistik.

Selain ragam seni rupa, Art Jakarta 2018 juga menghadirkan Art Gram yaitu persona-persona instagram dengan tampilan posting bernuansa seni seperti; NAFA, Biennale Yogya, Museum & Educational (MACAN, Ciputra Artpreuner Museum, SCAD dan Erudio School of Art). Selain itu, Art Jakarta juga mengadakan art talkshow, special exhibition dan art workshop supaya pengunjung mendapatkan insight yang lebih komprehensif.

Dari tahun ke tahun, antusiasme masyarakat terhadap Art Jakarta semakin meningkat. Ini terbukti tidak hanya para pengunjung yang semakin banyak, namun juga para pelaku seni yang mengikuti ajang tahunan ini.

Setiap tahunnya Art Jakarta selalu diselenggarakan di Hotel Ritz-Carlton, Pasific Place, di kawasan Sudirman Central Bussiness District (SCBD), Jakarta. Terhitung mulai dari tahun 2009 hingga sekarang dengan total area sekitar 7500 meter persegi.

Ritz-Carlton sendiri merupakan salah satu ikon hotel bergengsi di kawasan SCBD. Sementara Pasific Place sendiri merupakan mal yang memadukan gaya hidup dan hiburan mewah di Jakarta Selatan. Lokasinya sangat strategis dan memiliki konsep layanan dan sarana yang terbaik.

Dengan adanya kerjasama yang baik antara Art Jakarta, Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), The Ritz-Carlton dan Pasific Place, gelaran Art Jakarta 2018 boleh dibilang sukses. Semoga gelaran tahun berikutnya semakin memberikan wawasan terhadap dunia senirupa yang lebih baik.

Kreativitas Budaya lndonesia dalam Pembukaan Asian Games 2018

Banyak hal menarik selama penyelenggaraan Asian Games 2018, buat saya yang paling seru adalah Opening ceremony  (upacara pembukaan) Asian Games. Diperkirakan milyaran orang di dunia menonton acara tersebut. Saking takjubnya, saya sampai mencari tau bagaimana video reaction para youtuber asing ketika melihat videonya. Sebagai orang lndonesia asli, tentunya saya bangga, takjub, sekaligus terharu saat menikmati tontonan langka tersebut. Terus, bagaimana sih reaksi orang asing ketika menyaksikan acara tersebut? Apakah reaksinya biasa saja, kagum atau juga penasaran.

Dari semua video reaction yang saya lihat, hampir semua reaksi orang asing yang menonton siaran ulang opening asian games begitu kagum, salut, bingung sekaligus kaget. Mereka tidak menyangka kalau negara kita mampu menyelenggarakan acara opening dengan waktu persiapan yang begitu singkat. Ya, kurang lebih sekitar setahun. Selain waktu yang sangat singkat, keterbatasan dana juga menjadi tantangan tersendiri bagi tuan rumah sebagai penyelenggara acara.

Namun, di balik kekurangan, kemeriahan serta kemegahan acara, banyak cerita seru yang bisa saya ulas dibalik persiapan acara tersebut. So, apa saja yang menarik  hingga para youtuber berdecak kagum? Baca ulasannya berikut ini.

Opening ceremony Asian Games 2018 begitu memukau, diawali oleh adegan Presiden Joko Widodo yang mengendarai sepeda motor ke GBK karena terjebak macet. Sosok Pak Jokowi terlihat humble saat membantu menyeberangkan murid-murid sekolah. Adegan ini menjadi topik hangat di seluruh dunia

Acara opening yang berlangsung sekitar tiga jam tersebut, menampilkan sentuhan budaya lndonesia yang dirangkum dalam sebuah gelaran kolosal. Mulai dari tari Ratoeh Jaroe dengan kostum yang colorful, kekompakan pemain, hingga musik latarnya yang sangat unik. Tentunya yang paling unik dan menarik adalah pergantian kostum para penari karena dalam hitungan detik mereka harus sigap mengganti kostum.

Penari yang terbagi dalam beberapa kelompok tersebut membentuk formasi belah ketupat, formasi kubus, diagonal dengan gradasi warna yang menarik, hingga lambang negara kita bendera merah putih. Nggak kebayang betapa rumit, detil dan cerdasnya mereka yang membuat konsep tersebut, sehingga yang terlihat dari kamera adalah formasi sempurna.

Begitu tarian Ratoeh Jaroe selesai, panggung megah di tengah Gelora Bung Karno, kembali menyuguhkan alam lndonesia dengan latar lautan luas. Pertunjukan tersebut melambangkan bahwa negara kita adalah negara bahari dengan kekayaan fauna yang begitu beragam. Di tengah panggung ditampilkan pula replika kapal Phinisi yang sangat indah. Beberapa pendekar dan prajurit nusantara dengan kostum tempo dulu melengkapi adegan tersebut.

Pemilihan latar panggung juga tidak main-main. Untuk menunjukan betapa indahnya alam lndonesia, dibuatlah air terjun buatan sebagai latar panggung. Di kanan-kirinya dibuat bukit-bukit indah serta gunung-gunung yang menyerupai demografi wilayah nusantara. Nggak kebayang kan, cara pembuatannya?

Parade atlet dari seluruh negara, juga menjadi salah satu dari kemeriahan acara tersebut. Para kontingen dipimpin oleh orang dengan kostum garuda lndonesia berwarna emas.

Best moments Asian Games 2018 tidak hanya menunjukan kekayaan tradisi dan budaya. Beberapa atraksi lainnya justru menunjukkan bahwa budaya lndonesia juga mampu mengikuti selera internasional. Konsep penampil, lighting, pertunjukkan kembang api dan modern dance juga menjadi bagian dari pertunjukkan

Dari rangkaian acara pembukaan Asian Games 2018 tersebut, membuktikan bahwa lndonesia mampu menyelenggarakan pertunjukan kelas dunia.  Boleh dibilang, kesuksesan acara tersebut menjadi salah satu pertunjukan terbaik di dunia. Bravo lndonesia!

Throwback Konser The Professor Band di Makara UI

“Music expresses that which cannot be said and on which it is impossible to be silent” – Victor Hugo

Ungkapan Victor Hugo di atas memang benar adanya. Musik adalah salah cara kita untuk mengekpresikan diri apa yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata dan tidak mungkin didiamkan. Saya sendiri menyukai musik dan juga sesekali menikmati konser musik hidup. Sementara untuk bermain musik saya lebih menyukai gamelan. Musik adalah bahasa yang paling universal untuk saling memahami.

Meskipun tergolong generasi millenial, saya juga suka kok lagu-lagu jadul seperti Koes Plus & Panbers. By the way, Jumat 27 Juli 2018 kemarin, saya dan teman-teman seseruan bareng liat konser The Professor Band (TPB) Plus bawain lagu-lagunya band legendaris Koes Plus & Panbers. Konser selama kurang lebih 3 jam di Auditorium Makara Art Center Universitas Indonesia berlangsung sukses dan meriah. Kita throwback yuk, mengingat-ingat keseruan konsernya yang lalu.

Buat kalian yang belum tau The Professor Band (TPB), nih saya kasih bocoran. Grup band ini memiliki personel dari kalangan akademisi mulai dari professor, dosen hingga mahasiswa dari civitas akademika Universitas lndonesia (Ul).  Dibentuk dari tahun 2002 dan masih eksis hingga sekarang. So, kurang lebih sudah lima belas tahun berkarya.

Hingga sekarang TPB sudah memiliki banyak anggota. Beberapa nama yang ikut tampil dalam konser malam itu diantaranya: Prof. DR. Triyatno Yudoharyoko dan Prof. DR. Agus Sardjono, SH. MH sebagai gitaris, Prof. DR. Roni Nitibaskara – Mandolin, Prof. DR. Paulus Wiroutomo. MSc. Sebagai drummer sekaligus ketua TPB, Prof. DR. Budi Susilo Supanji – Flute, sedangkan vokalis digawangi oleh Dr. Iriani Shopiaan, MSi, Drs. AG. Sudibyo, MSi dan Eki Melinawati, dan masih banyak lagi.

Meskipun personelnya dari kalangan akademisi yang terkenal kaku dan serius, namun penampilan mereka malam itu sangat cair dan menghibur, nggak main-main dan sekedar asal lho! Semua personel tampil maksimal. Kostumnya pun sangat elegan, seperti laiknya konser musik pada umumnya. Paduan blazer hitam untuk pemain musik dan warna merah untuk para vokalis. Sangat stylish dan ciamik serta tidak meninggalkan unsur lndonesia dengan pemilihan kostum lurik. Sementara untuk choir yang digawangi ibu rektor tampil dengan kostum warna hijau.

Filosofi dibentuknya grup band ini adalah untuk menyeimbangkan kinerja otak kanan dan otak kiri. Ya maklumlah, sebagai pendidik, keseharian mereka lebih banyak dihabiskan untuk mengajar yang notabene lebih dominan menggunakan otak kiri, mulai dari kata-kata, logika, matematika, urutan, analisis dan lain sebagainya.  Nah, supaya otak kanan dan kiri seimbang, maka dibentuklah band TPB ini untuk menyeimbangkan kinerja otak kanan.  Tau kan, kalau musik dan semua kegiatan yang meliputi kreativitas, irama dan imajinasi adalah tugas otak kanan.

Dengan bermusik membuat para akademis tampak awet muda karena menyenangkan. Satu hal yang harus diingat: belajar dan bermain musik itu sama pentingnya.

Kiprah The Professor Band Plus pun sudah mendunia. Beberapa kali diundang manggung ke luar negeri dan sudah menelurkan album pada tahun 2015 yang berjudul Seribu Satu Malam. Selain tampil di ‘kandang sendiri’ di UI untuk berbagai event kampus, TPB juga sudah 3 kali ikut Jakarta Jazz Festival dan 6 kali Java Jazz Festival. TPB juga pernah mendapat penghargaan dari Muri sebagai band dengan jumlah anggota professor terbanyak. Keren ya!

Konser yang berlangsung beberapa waktu yang lalu, memang dipersembahkan untuk band legendaris: Koes Plus dan The Panbers. Konser langsung digeber dengan lagu Muda Mudi-nya Koes Plus. Beberapa hits yang pernah menjadi andalan band tersebut sukses ditampilkan. Lagu-lagu seperti: Bujangan, Kisah Sedih di Hari Minggu, Andaikan Kau Datang Kembali, Kembali ke Jakarta dan masih banyak lagi membuat antusias penonton semakin meriah.

Satu pesan yang dititipkan TPB kepada para penonton adalah mari turut melestarikan lagu-lagu Indonesia pop-klasik ditengah menjamurnya lagu-lagu pop sekarang yang cepat popular namun cepat pula dilupakan. TPB juga ingin berperan aktif agar lagu-lagu lndonesia kembali berjaya di ’rumah’-nya sendiri.

Lagu Bujangan – Koes Plus yang menjadi penutup konser malam itu, sukses mengajak penonton bergoyang. Wah, senang banget rasanya bisa melihat langsung konser TPB. Semoga tahun depan TPB bisa menghibur kembali.

A Spiritual Journey to Mecca and Medina part 2 (Tamat)

Perjalanan umrah saya boleh dibilang lancar tanpa hambatan yang berarti. Selama empat hari di Madinah, kami menyempatkan diri untuk mengeksplorasi tempat-tempat bersejarah. Selain Masjid Nabawi, kami juga mengunjungi beberapa masjid yang menjadi tonggak peradaban lslam di kota Madinah. Salah satunya adalah Masjid Quba, masjid ini merupakan bangunan tempat ibadah yang pertama kali dibangun oleh Rasulullah ketika tiba di Madinah.

Selain masjid Quba, masjid Qiblatain juga menjadi tempat bersejarah yang kami kunjungi. Berada di sekitar sini membuat saya penasaran dengan bentuk pemukiman asli warga Madinah. Karena selama tinggal di Madinah, bangunan yang saya lihat hanya hotel, masjid dan pertokoan. Akhirnya dengan penuh harap saya meminta driver untuk berhenti sejenak di dekat pemukiman.

Salah satu sudut pemukiman orang arab
Suatu sore di Madina

Sejujurnya, mengeksplorasi pemukiman warga dengan kondisi mobil parkir di sembarang tempat membuat driver dan mutawif was-was. Di Saudi Arabia, banyak aturan dan denda jika kita berhenti parkir tidak sesuai rambu-rambu. Driver dan mutawif bisa didenda sekitar lima ribu riyal jika ketahuan oleh petugas. Akhirnya driver dan mutawif mengizinkan saya turun dan saya berjanji kepada mereka untuk hunting foto tidak lebih dari lima menit.

Tidak banyak yang saya lihat, namun cukup untuk menghilangkan rasa penasaran saya seperti apa bentuk pemukiman warga asli. Selesai hunting foto saya segera kembali ke mobil dan pulang ke hotel.

Miqat di Bír Ali
Sholat jumat terakhir di masjid nabawi

Setelah empat hari berada di Madinah, tiba saatnya untuk menunaikan ibadah umroh yang wajib di Kota Mekkah. Sholat Jumat terakhir di Masjid Nabawi membuat saya terharu dan sedih karena harus meninggalkan Madinah. Kami menunaikan sholat Jumat dengan berpakaian ihram. Yaitu dua helai kain putih tanpa jahitan untuk laki-laki dan baju tertutup untuk wanita sesuai batas aurat. Selama memakai pakaian ihram bagi laki-laki tidak diperbolehkan memakai pakaian dalam. Mutawif mengingatkan kami untuk tidak memakai wewangian, lotion, menggunting kuku, mencukur ataupun mencabut bulu di badan setelah mengenakan pakaian ihram.

Baca juga: A Spiritual Journey to Mecca and Medinna part 1

Selesai sholat Jumat kami menuju kota Mekah dan mengambil miqat (lokasi untuk mengambil niat yang sudah ditentukan) di Masjid B’ir Ali. Suhu di sekitar Masjid B’ir Ali sekitar empat puluh derajat celcius. Ketika ada angin berhembus dan mengenai muka rasanya seperti ditampar exhaust AC. Di masjid ini kami menunaikan sholat sunnah ihram.

Dari kota Madinah menuju Mekkah perjalanan ditempuh sekitar lima jam tanpa istirahat. Mobil hanya berhenti sekitar lima menit di sebuah SPBU. Tidak banyak yang kami lakukan di dalam mobil selain berdoa, berdzikir dan tidur. Di sepanjang jalan, pemandangan yang kita lihat kurang lebih sama seperti jalur yang kita lalui dari Jeddah menuju Madinah yaitu gunung batu dan padang tandus.

Sekitar pukul tujuh malam kami tiba di hotel. Makan malam sudah tersedia, kami makan dan beristirahat sejenak, kemudian langsung menuju Masjidil Haram untuk sholat dan tawaf. Inilah kali pertama bagi saya melihat langsung keagungan dan kemegahan Masjidil Haram. Rasa haru dan bahagia yang tak terkira ketika melihat langsung bangunan Kabbah, hingga tak terasa mata saya meneteskan airmata. Bangunan yang menjadi kiblat sholat umat lslam di seluruh dunia.

Bangunan berbentuk kubus berlapis kain kiswah hitam itu begitu mengharukan. Salah satu sisinya memiliki talang air yang terbuat dari emas murni. Di sekelilingnya terdapat bangunan setengah lingkaran yang disebut Hijr Ismail dan Maqam lbrahim (bukan makam dalam bahasa lndonesia). Maqam lbrahim adalah  batu yang memiliki bekas tapak kaki Nabi lbrahim ketika beliau meninggikan bangunan Kabbah. Maqam lbrahim ini disimpan dalam tabung keemasan yang memiliki kubah. Bekas tapaknya bisa terlihat dari kaca bening yang melindunginya.

Selesai tawaf, kami melanjutkan ibadah Sai. Lokasi untuk menunaikan Sai tidak jauh dari Kabbah. Dimulai dari bukit Safa menuju bukit Marwah. Kami berlari-lari kecil dari Safa ke Marwah. Tepat di bagian dinding yang memiliki lampu berwarna hijau kita disunnahkan untuk mempercepat lari sampai lampu hijau berikutnya. Total tiga setengah putaran dengan jarak sekitar tiga setengah kilometer. Disunnahkan untuk berdoa sambil melihat Kabbah bila mencapai salah satu sisi bukit.

Selesai Sai sekitar pukul satu malam dan dilanjutkan memotong rambut untuk melengkapi syarat sahnya ibadah umrah. Dengan berakhirnya ibadah Sai dan memotong rambut maka berakhir pula ibadah wajib umrah. Selebihnya kami sholat dan berdoa di dalam masjid.

Sekitar pukul dua malam kami kembali ke hotel dan beristirahat.

Sekedar informasi penjagaan di Masjidil Haram ini cukup ketat. Semua tas diperiksa oleh polisi masjid yang bertugas. Stroller bayi tidak diperkenankan untuk dibawa masuk. Teman saya yang nekat membawa stroller, akhirnya terpaksa menitipkan di box penitipan berbayar yang terletak di luar masjid.

Pertama kali tawaf di depan Kabbah
Di depan Masjidil Haram

Mutawif saya menjelaskan, ketika kita sudah selesai umroh untuk diri sendiri, kita boleh mengumrohkan anggota keluarga maupun saudara. Akhirnya kami semua sepakat untuk ‘menghadiahkan umroh’ untuk anggota keluarga kita yang sudah berpulang, maupun anggota keluarga yang tidak bisa ke tanah suci karena alasan kesehatan. Umroh kedua kita laksanakan pada hari berikutnya dengan mengambil miqat di Masjid Aisyah. Salah satu tempat terdekat dari Masjidil Haram untuk mengambil miqat.

Di sela-sela ibadah di Masjidil haram kami juga berziarah di tempat-tempat bersejarah bagi umat lslam. Salah satunya adalah Jabal Rahmah. Salah satu tempat yang paling romantis menurut sejarah. Karena di sinilah Nabi Adam dan Hawa dipertemukan kembali setelah diturunkan ke bumi.

Di Jabal Rahmah ini banyak peziarah yang berdoa meminta pasangan. Jabal Rahmah sendiri berupa bukit batu yang di bagian puncaknya terdapat sebuah tugu sebagai penanda. Satu hal yang amat disayangkan adalah banyak sekali tangan-tangan jahil yang mencoret-coret situs bersejarah ini.

Jabal Rahmah
Sore di Mekkah

Hari-hari terakhir di Kota Mekkah kami maksimalkan untuk beribadah dan melakukan kontemplasi. Terasa menyedihkan memang ketika kita harus berpisah dengan kota suci Mekkah dan Masjidil Haram. Di sela-sela waktu luang, kami juga menyempatkan diri mencari oleh-oleh di sekitar hotel. Maklum sepanjang jalan menuju Masjidil Haram banyak sekali toko yang menawarkan oleh-oleh dan jajanan khas.

Selain oleh-oleh, saya juga menyempatkan diri untuk menikmati “KFC” ala Arab yang bernama Al Baiq. Selain  ayam ala “KFC” saya juga sempat menikmati jus Arab yang terdiri dari campuran berbagai buah dengan topping menggoda seperti buah kiwi, anggur, apel dan kacang almond. Rasaya segar banget menikmati jus di tengah cuaca panas kota Mekkah yang mencapai empat puluh derajat celcius.

Jus dengan topping buah-buahan
Masjid Qisos

Dan pada akhirnya kami harus berpisah dengan tanah suci. Banyak kenangan dan rasa haru yang tidak bisa saya lukiskan dengan kata-kata. Pun sewaktu menulis cerita ini, saya begitu rindu dengan kota suci. Semoga Allah memberikan rezeki dan kesempatan untuk kembali lagi ke sana.

lnterior Masjid Qisos

Saya hanya berharap, semoga kalian yang ingin menunaikan ibadah umroh, bisa terlaksana ketika masih muda. Mengapa? Karena umroh maupun haji merupakan ibadah yang sangat mengandalkan kekuatan fisik. Selagi bisa umroh ketika masih muda, kenapa harus menunggu usia lanjut.

Baca juga: A Spiritual Journey to Mecca and Medinna part 1

Sara & Fe, Stadhuis Schandaal, Roman Tragis Berlatar Sejarah

Saya selalu menyukai hal-hal yang berbau sejarah, buat saya sejarah mempunyai kekuatan untuk mengajak kita kembali menjelajahi masa lalu. Seperti film “Sara & Fe, Stadhuis Schandaal” film yang bergenre drama thriller dengan latar sejarah ini sangat menarik. Bercerita tentang kisah romansa klasik sekitar abad 17-an atau zaman-zaman VOC menjajah nusantara.

Meskipun menyelipkan kisah romansa klasik, namun ini bukan film sejarah. Konsepnya tetap kekinian, Fei sang pemeran utama film ini adalah seorang mahasiswi jurusan Ilmu Budaya UI. Dia sangat tertarik dengan tugas kampus untuk meneliti The Old Batavia.

Penggunaan judul dalam bahasa Belanda bukan tanpa alasan, ini memang disengaja supaya dari awal penonton tau kalau film ini memang berlatar zaman Belanda. Sewaktu Fei meneliti sebuah ruangan di Museum Fatahillah atau yang dalam bahasa belanda Stadhuis, tiba-tiba dia dikejutkan dengan kehadiran noni-noni cantik dengan gaun eropa abad pertengahan yang bernama Sarah. Eh, tapi bukan film horror lho, gadis cantik dari ‘masa lalu’ itu ternyata leluhur Fei. Dia hadir untuk mengajak Fe melihat kisah leluhurnya di masa lalu yang pernah menjadi bagian dari sejarah Batavia. Fei dan Sarah kemudian masuk ke lorong waktu abad 17. Kenapa harus Fei? Penasaran kan, kisahnya?

Konfliknya tidak hanya seputar kisah klasik leluhur Fei, namun juga ada kisah cinta segitiga antara Fei, Chiko dan Danny. Chiko adalah mantan pacar Fei dengan latar masa lalu yang suram. Sementara Danny adalah partner bisnis ayah Fei yang ia temui di Shanghai. Konflik pun semakin rumit karena Chiko terlibat cyber crime dan pemerasan.

Film Sara & Fe, Stadhuis Schandaal ini mengambil setting di tiga tempat; Shanghai, Museum Fatahillah Jakarta dan perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Tengah.

Dua kekuatan yang menjadi andalan film ini adalah kehadiran sang sutradara Adi Surya Abdy dan kehadiran pemain-pemain muda yang fresh. Mas Adi ini dulunya adalah sutradara senior yang sudah belasan tahun berkarya di era 80-90-an. Buat kalian yang besar di tahun-tahun tersebut pasti nggak asing dengan film “Bangku Kosong”, “Perjanjian Terlarang”, “Macan Kampus”, “Ketika Cinta Telah Berlalu”, “Roman Picisan”. Setelah sekian tahun vakum dari dunia sinetron, Mas Adi kini kembali ke layar lebar dengan film barunya “Sara & Fe, Stadhuis Schandaal”.

Sementara pemain-pemain baru seperti: Amanda Rigby dan Tara Adia dipercaya Mas Adi untuk menjadi pemeran utama. Wajah Amanda tak asing lagi di dunia sitkom, sementara Tara Adia adalah seorang penyanyi dan pemain biola. Dalam film “Sara & Fe, Stadhuis Schandaal” Tara juga menunjukan kepiawaianya bermain biola. Akting  kedua pemain ini tak perlu diragukan lagi.

Dukungan pemain senior seperti Rency Milano, Septian Dwi Cahyo, Tio Duarte dan Rowena Umboh membuat film ini semakin menarik. Kepiawaian mereka dalam berakting tak perlu diragukan lagi.

Demi totalitas, film ini juga membuat set sendiri untuk menyesuaikan adegan. Setting berupa benteng Belanda dan tangsi abad 17-an dibangun untuk memenuhi unsur artistik. Tidak hanya mengandalkan bangunan Museum Fatahillah atau Kota Tua. Pemilihan kostum dan detil property juga sangat diperhatikan.

“Saya memang tidak ingin membuat film sejarah, tetapi membuat film yang menggambarkan sebuah situasi atau sebuah episode yang konon pernah terjadi di zaman kolonial, yakni tentang gedung yang penuh skandal” ujar Mas Adi, sang sutradara. “Film ini menawarkan sesuatu yang berbeda dengan format kekinian, tapi tidak melupakan unsur histori”.

Meskipun judul filmnya berbahasa Belanda, namun tidak semua dialognya menggunakan bahasa Belanda, hanya beberapa adegan yang menyuguhkan bahasa Belanda, supaya unsur filmnya terpenuhi. So, kalian tidak perlu khawatir.

Film “Sara & Fe, Stadhuis Schandaal” tayang serentak pada tanggal 26 Juli 2018. Konon, film ini nantinya juga akan ditayangkan di Tiongkok. Buat kalian yang penasaran, buruan nonton di bioskop terdekat.

Sroedji, Sang Patriot

“Untuk mengalahkan bangsa yang besar tidak dengan mengirimkan pasukan perang, tetapi dengan cara menghapus pengetahuan mereka atas kejayaan para leluhurnya, maka mereka akan hancur dengan sendirinya..”

Kutipan di atas cukup jitu digunakan penjajah untuk menghancurkan nusantara. Banyak generasi muda sekarang enggan dan malu mempelajari sejarah dan wawasan kebangsaan. Padahal, kalau mau mengkaji lebih jauh dan mau belajar lagi, betapa para leluhur kita adalah orang-orang yang sangat luar biasa.

Sebelum nusantara terbebas dari penjajahan, tingkat buta huruf aksara latin masyarakat lndonesia memang di bawah 10 persen. Namun, mereka tidak buta huruf dengan aksara leluhurnya. Banyak sekali para pejuang yang bisa membaca dan menulis dengan aksara warisan leluhurnya seperti: hanacaraka. Output yang mereka hasilkan pun sangatlah besar. Kemerdekaan yang kita nikmati sekarang adalah buah dari kegigihan para pendahulu kita.

Buta huruf aksara latin bukan berarti mereka bodoh dan terbelakang. Justru sebaliknya, dengan mengenali mereka, membuat kita semakin tangguh dan percaya diri.

Pada tanggal 9 Juli 2018 yang lalu, saya mengikuti workshop tentang “Penelusuran  Jejak Perjuangan Letkol Moch. Sroedji”. Selain menumbuhkan rasa nasionalisme, acara tersebut juga membantu saya untuk mengenal lebih jauh tentang siapa beliau.

Letnan Kolonel Mochammad Sroedji atau yang sering dikenal dengan Suradji adalah salah satu tokoh bangsa yang mungkin tidak banyak kita tahu. Sosoknya yang pantang menyerah dan rela berkorban sangat menginspirasi saya untuk melakukan hal yang sama. Beliau adalah salah satu tentara yang hijrah, kemudian kembali lagi ke kampung halamannya, untuk melawan militer Belanda yang melakukan penyerangan ibu kota Republik lndonesia pada tahun 1948, yang pada waktu itu terletak di Yogyakarta.

Letkol Sroedji sendiri lahir di Bangkalan, Madura pada tanggal 1 Februari 1915. Lahir di masa Indonesia belum merdeka, semasa kecil Letkol Sroedji juga mengenyam pendidikan di Hollandse Inlandshe School (HIS) di Kediri kemudian melanjutkan pendidikan di Ambacthsleergang dan menjadi anggota Pembela Tanah Air (PETA) di Bogor angkatan 1 dengan gelar: Chuudanchoo Dai II Daidan 1 – Kencong Jember.

Dengan segala keterbatasan yang ada, Sroedji mampu menembus bumi Jawa Timur dan memimpin sekira 5000 anak buah. Memulai lagi perlawanan dari nol dengan membawahi empat batalyon: Yon 25 yang dipimpin Mayor Syaifuddin, Yon 26 pimpinan Mayor Magenda, Yon 27 Pimpinan Letkol Abdul Rivai dan Yon Depo pimpinan Mayor Darsan.

Sebagai komandan, Letkol Sroedji tidak hanya dituntut untuk memimpin anak buah, tapi juga harus mampu memberikan teladan. Selain itu beliau juga harus bisa mengatur strategi agar pasukannya bisa selamat dan memenangkan pertempuran.

Berbagai pertempuran dahsyat untuk merebut kembali kemerdekaan bangsa telah dilalui letkol Sroedji hingga pada akhirnya beliau gugur di desa Karang Kedawung, Kabupaten Jember. Hal yang paling tragis dan menyedihkan adalah jenazahnya dijadikan alat propaganda Belanda dengan cara diseret dan dipertontonkan selama tiga hari berturut-turut.

Beliau juga memperoleh penghargaan Tanda Jasa Pahlawan pada tanggal 5 Oktober 1949 oleh Presiden Soekarno. Tanda Kehormatan Bintang Sakti pada tanggal 18 Maret 1975 oleh Presiden Soeharto. Tanda Jasa Bintang Mahaputra Utama dari Presiden Jokowi. Dan masih banyak lagi bintang kehormatan yang beliau peroleh. Hingga kini namanya diabadikan sebagai nama jalan di seluruh jalur pertempuran beliau. Nama Letkol Mochammad Sroedji juga diabadikan sebagai nama sebuah universitas swasta, Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Jember.

Sekilas kisah heroik Letkol Sroedji tadi, bisa kita baca dalam novel Sang Patriot karya Irma Devita. Sang pengarang sendiri tak lain dan tak bukan adalah cucu dari Sang Letkol Sroedji. Dengan semangat menanamkan rasa cinta dan bangga kepada para pendahulu bangsa, kita sebagai anak-anak muda diajak kembali untuk menggali lagi rasa nasionalisme, rasa bangga akan bangsa dan rasa cinta tanah air yang semakin pudar.

Wisata Napak Tilas Sejarah

Satu hal yang membuat saya tertarik untuk menelisik lebih jauh tentang sejarah adalah betapa negara kita ‘kaya’akan orang-orang hebat pada masa lalu. Mereka adalah sosok-sosok yang patut untuk dijadikan teladan.

Buat kalian yang menyukai sejarah, cobalah sesekali melakukan wisata napak tilas. Seru lho mengikuti wisata seperti ini. Wisata napak tilas membuat kita seperti bertamasya ke masa lalu.

Selain mengenal lebih jauh tentang sosok pahlawan bangsa seperti Sroedji, dalam workshop “Penelusuran  Jejak Perjuangan Letkol Moch. Sroedji“, saya jadi tau lebih banyak mengenai potensi wisata sejarah yang berada di Jawa Timur. Peninggalan-peninggalan Letkol Sroedji banyak terdapat di Kabupaten Jember.

Beberapa situs bersejarah peninggalan Letkol Sroedji di Jawa Timur terbuka untuk pengunjung. Mulai dari Monumen Bambu Runcing, Monumen Kaliwates, Monumen Mastrip, Monumen Gumuk Baung Sukoreno, Monumen Letnan Suyitman, Tugu Monumen Curah Buntu, Monumen Palagan hingga Tugu Monumen Kopral Soetomo. Belum lagi peninggalan-peninggalan yang tersebar di wilayah Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Gresik, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Lamongan.

Dengan adanya wisata napak tilas seperti ini, generasi muda akan digugah kembali tentang pemahaman nilai-nilai kepahlawanan dan perjalanan sejarah bangsa. Salah satu cara untuk mencintai lndonesia dan memaknai nasionalisme.

Staycation Hemat di Kota Bogor

    staycation di sebuah hotel adalah liburan yang sedang hits sekarang

Traveling buat saya adalah hobi yang membuat hidup makin produktif. Memang sih, secara sepintas seperti menghambur-hamburkan uang. Eh, itu kan yang terlihat? Hasil yang tidak terlihat dari traveling kan banyak. Setelah liburan, otak fresh, hidup makin produktif, pengalaman  dan pertemanan juga bertambah dan tentunya hati makin bahagia. Ya, nggak? Iya-in aja deh, biar nggak ribet, hehehe.

Banyak cara lho, supaya traveling tidak membuat kantong jadi boros. Diantaranya dengan membuat travel plan jauh-jauh hari sebelum keberangkatan. Dengan begitu kita bisa menyiasati anggaran yang paling besar yaitu biaya hotel, villa atau penginapan, biaya transportasi seperti tiket pesawat ataupun kereta api. Dengan mem-booking tiket pesawat, hotel atau villa jauh-jauh hari, harganya jauh lebih murah. Untuk keperluan tersebut, biasanya saya mencari informasi tiket murah melalui Traveloka.

Selain mem-booking tiket jauh-jauh hari supaya anggaran traveling hemat, hindari traveling pada saat musim liburan. Tau sendiri, kan? Harga-harga tiket kalau musim liburan seperti liburan sekolah pada bulan Juli-Agustus, libur lebaran, libur natal ataupun libur tahun baru. Ingat prinsip ekonomi! Semakin tinggi permintaan, semakin tinggi pula harga yang ditawarkan.

booking hotel makin gampang dengan traveloka

Staycation di Bogor bersama teman-teman komunitas

Nah, kali ini saya ingin merencanakan liburan yang nggak terlalu jauh dari Jakarta. Sebenarnya sih, ini untuk merayakan ulang tahun komunitas. Pada awalnya, ada beberapa lokasi pilihan yang akan kita jadikan lokasi untuk staycation seperti: Bogor, Bandung, Jogja dan Malang. Namun, berhubung pesertanya cukup banyak, dan kami semua memiliki kesibukan masing-masing, jadi kami merencanakan liburan yang lokasinya dekat dan terjangkau untuk semua peserta. Tidak perlu jauh-jauh dan supaya tidak berakhir sebagai wacana, toh, yang penting kan kebersamaannya. Betul, nggak?

Liburan kami nanti rencananya akan menginap di sebuah villa di kota Bogor. Untuk lokasi villanya seperti biasa akan saya book melalui  Villa Traveloka. Praktis dan nggak ribet, daripada harus mencari lokasi on the spot. Ya, kan? Untuk konsep acara, kita akan membuat liburan ala staycation. Kumpul, masak bareng, makan-makan dan menikmati suasana di sekitar Kota Bogor.

Buat yang pengen tau staycation itu apa? baca di sini.

Setelah membandingkan beberapa daftar rate villa dari online travel agent (OTA) dan cek sana sini, akhirnya kita menemukan lokasi yang representative. Lokasi villa sudah saya peroleh melalui  situs online ternama Villa Traveloka. Buat yang belum pernah coba, cara carinya seperti ini, praktis kok!

mudah banget booking tiket, hotel atau penginapan dengan traveloka
pilihan penginapan di traveloka beragam, bisa disesuaikan dengan budget liburan

 

Kenapa sih suka booking dari Villa Traveloka? Begini lho, online travel agent (OTA) yang satu ini selain praktis, pembayarannya juga mudah. Selain itu, pilihan hotel dan villanya juga banyak. Paling lengkap di seluruh lndonesia bahkan dunia. Asyiknya lagi, beberapa penginapan menawarkan promo dengan biaya yang dapat memangkas budget perjalanan.

Kelebihan lain pakai  Villa Traveloka adalah metode pembayarannya yang banyak pilihan. Bisa transfer melalui mesin atm, transfer via internet banking, virtual account, kartu kredit bahkan uang cash. Tuh, buat kalian yang nggak punya kartu kredit ataupun kartu atm, bisa kok bayar cash.

Kembali ke rencana staycation, mengapa kita memilih Kota Bogor? Karena Bogor adalah salah satu daerah tujuan yang sangat indah. Kota hujan yang berada di Jawa Barat memiliki banyak daerah wisata. Meskipun saya sudah berkali-kali ke ke Bogor, namun tidak pernah bosan. Pergi ke kota ini memang membawa kesenangan tersendiri. Selain hawanya yang relative sejuk, Bogor juga mempunyai ragam kuliner kekinian yang tentunya sayang bila dilewatkan. Cocok banget deh pokoknya buat kita para milenial.

Salah satu objek wisata yang akan kita kunjungi adalah Istana Bogor, di halaman Istana Bogor terdapat danau cantik yang dihiasi bunga-bunga teratai. Kolam air dan air mancur juga menambah daya tarik landmark Kota Bogor. Saking cantiknya, tempat ini sering dimanfaatkan untuk foto pre wedding. Barangkali, bisa jadi inspirasi buat kalian yang ingin foto pre-wed.

Orang-orang yang datang ke sini bukan hanya warga sekitar, tapi juga banyak yang berasal dari luar kota Bogor. Lengkapnya faslitas umum yang ada di sekitar Istana Bogor, semakin membuat kawasan wisata ini tak pernah sepi pengunjung.

Kota Bogor juga memiliki berbagai kuliner yang terkenal. Salah satunya adalah lapis talas, kue kekinian yang memiliki tekstur lembut ini, bakal menjadi kuliner favorit yang akan kita buru saat staycation nanti. Bogor memang salah satu surga kuliner yang  mudah dijangkau dari Jakarta. Pertimbangan ini pula yang membuat kami memilihnya.

Nah, buat kalian yang belum pernah staycation dengan teman-teman komunitas, boleh lho dicoba tips saya di atas! Dengan Villa Traveloka, dijamin deh, liburan kita menjadi hemat.

menikmati suasana hotel adalah bagian dari staycation