Cara Aman Traveling di Musim Hujan

Hari gini, yang namanya traveling kan lagi hits banget. Coba deh liat di feed instagram, ribuan foto traveling bersliweran setiap saat. Mulai dari tempat wisata di dalam negeri, sampai di luar negeri lengkap tersedia.

Traveling itu membuat kita merasa happy karena bisa mengunjungi tempat-tempat baru yang belum pernah kita lihat. Semua tempat memiliki kesan dan memberikan pengalaman yang berbeda-beda. Saya sendiri menyukai semua tempat-tempat baru yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Mulai dari pantai, gunung, museum maupun kota-kota unik yang asik buat dieksplore.

Memang saya belum banyak pengalaman mendaki gunung. Cuma beberapa kali saja. Saya lebih menyukai udara pantai yang segar dan banyak angin daripada kedinginan di atas gunung. Eh, tapi bukan berarti saya nggak menyukai gunung, lho! Berbeda dengan aktivitas liburan lainnya yang jauh lebih santai, buat saya  mendaki gunung membutuhkan energi dan ketahanan fisik, sehingga saya harus meluangkan waktu untuk rutin berolahraga, selama minimal seminggu sebelum hari pendakian.

Apalagi sekarang lagi musim hujan, kalau ada teman yang mengajak saya naik gunung, sudah pasti saya menolaknya.

Beda lagi kalau traveling di pantai atau menginap di pulau. Meskipun aman dari hawa dingin, tapi saya pernah mengalami hujan badai sewaktu camping di Pulau Air. Pada awalnya cuaca cerah, sampai kap tenda saya buka supaya bisa tidur sambil lihat bintang.

Jpeg

Tiba-tiba saja, pas tengah malam hujan badai sampai air masuk  ke dalam tenda. Dapur yang kita siapkan buat masak-masak di depan tenda pun jadi berantakan. Kejadiannya pas banget di musim hujan seperti sekarang.

Lain halnya kalau traveling seperti city tour. Meski tidak seekstrim seperti naik gunung atau camping di pulau, city tour juga bisa berpotensi memiliki risiko.

Traveling di musim penghujan seperti ini memang butuh persiapan ekstra. Apa saja yang harus disiapkan?

Payung

Benda yang satu ini wajib banget dibawa. Pepatah sedia payung sebelum hujan memang mutlak dilakukan saat traveling. Apalagi cuaca zaman sekarang susah diprediksi. Selain bisa dipakai untuk melindungi hujan, payung juga bisa dipakai untuk property foto.

Jas hujan

Ini penting banget kalau lagi mendaki gunung. Cuaca di gunung yang sering hujan memang bisa berbahaya kalau nggak bawa jas hujan. Bisa berakibat hipotermia.

Vitamin dan obat-obatan

Siapa sih yang pengen sakit sewaktu jalan-jalan. Saya yakin semua orang nggak mau mengalami sakit sewaktu traveling. Namun, yang namanya sakit bisa terjadi kapan saja. Sewaktu ikut city tour ke Jogja saya juga sempat mengalami sakit.

Perlindungan diri

Belum lama ini, sahabat saya menunjukan rekaman video saat tenggelamnya kapal sewaktu musim penghujan. Isi rekaman tersebut membuat saya bergidik ngeri kalau bepergian tanpa memiliki perlindungan. Yang namanya traveling itu nggak cuma senang-senang, tapi risikonya juga banyak, mulai dari kehilangan barang sampai kecelakaan. Amit-amit deh, ya!

Saya jadi berpikir, mungkin saatnya cari asuransi yang bisa melindungi kita saat melakukan traveling. Ini penting banget sih! Biar kalau ada apa-apa nggak bingung. Salah satu rekomendasi saya dalam memilih asuransi perlindungan diri adalah layanan HappyMe dari Happy One ID.  Happy Me adalah layanan asuransi yang disediakan oleh Asuransi Astra. Happy Me akan membantu kita memberikan perlindungan atas risiko kecelakaan diri dengan nilai premi terjangkau.

Jpeg

Generasi Milenial Melek Finansial

fun banget belajar perencanaan keuangan

Ngobrolin generasi milenial alias generasi Y atau orang sering menyebutnya sebagai generasi langgas  memang seru. Meskipun sering kali dicap sebagai generasi instan dan dicap sebagai  experience seekers, toh, masih banyak kok dari mereka yang berpikir jauh ke depan.

Jadi, beberapa hari lalu saya datang ke acara Tomorrow Today Fun(d) Festival. Kenapa mau datang ke acara ini? Saya sih memang seneng banget yang namanya bahas financial planning. Khususnya buat milenial seperti saya. Mumpung kan, mau akhir tahun. Biasanya saya suka buat resolusi tahunan, salah satunya financial goals. Sebenarnya hampir tiap tahun sih bikin resolusi semacam ini.

Dan akhirnya saya ketemu Mbak idola Ligwina Hananto alias @mrshananto. Tau kan, siapa dia? Yap, Mbak Wina ini salah satu financial trainer favorit saya dari dulu. Orangnya seru, smart, lucu dan enerjik kalau lagi bahas keuangan. Nggak bikin boring apalagi ngantuk.

Lalu, belajar apa aja di sana?

Acara Tomorrow Today Fun(d) Festival yang diadakan tanggal 1 Desember lalu, bikin kita melek lagi tentang keuangan. Kita diajari tentang pentingnya financial checkup, cara bikin financial goals yang benar, menabung, berinvestasi dan membiasakan diri tidak berutang untuk hal konsumtif, belajar saham, cash flow, reksadana dan lain-lain.

Mbak Wina ini seru banget kalau lagi jelasin perencanaan keuangan. Peserta yang datang juga diajarin kalau mau bikin financial goals, tetapin dulu tujuannya apa. Tujuan keuangan itu ada tiga yaitu jangka pendek kurang dari (kurang dari dua tahun), menengah (lebih dari satu tahun sampai lima tahun) dan jangka panjang (di atas lima tahun). Biar apa? Ya biar bisa menentukan instrumen investasi apa yang cocok.

Financial goals itu gampangnya gini, kalau kita mau pergi, kita harus tau dulu tujuannya ke mana? Nggak mungkin kan kita langsung naik angkot, terus  ikut saja sama abangnya mau ke mana dan turun di mana. Kita harus tau tujuan kita mau ke mana? Misalnya mau ke Jogja, dari situ kita tau mau pakai kendaraan apa. Kita bisa pakai bus, kereta api atau pesawat terbang.

Begitu juga dengan financial goals. Mau bikin goals apa dalam lima tahun ke depan? Uang muka DP rumah, biaya resepsi pernikahan, beli mobil, atau umroh. Setelah tau tujuannya apa, kita bisa menentukan instrumen investasi yang tepat. Bisa pakai reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran atau reksadan saham.

Sebagai generasi milenial, kita rentan dengan kebutuhan gaya hidup yang tinggi. Biaya gengsi ini yang bikin uang kita cepat habis kalau nggak dianggarkan seperti traveling, shopping dan hangout. Apalagi kalau tinggal di kota besar seperti Jakarta. Sekali ngopi di warung gaul bisa ngabisin Rp 50 ribu. Kalau sehari sekali ngopi tinggal hitung aja dalam sebulan. Berapa besar biaya ngopi dan hangout. Padahal buat sebagian orang itu kebutuhan tersier lho! Bukan primer.

selalu seru kalau diskusi keuangan

Tiga Cara Mengalokasikan Keuangan

Sebenarnya nggak masalah sih ngopi-ngopi cantik dan hangout, sesekali bolehlah. Namun, jangan lupa untuk berinvestasi. Kalau kata Mbak Wina, jangan sampai pas hari tua kita masih ngontrak gara-gara keasikan ngabisin duit buat beli gaya hidup. Hindari prinsip “Biar Tekor Asal Sohor”. Kan, yang susah kita sendiri nantinya.

Di acara Tomorrow Today Fun(d) Festival Mbak Wina memberikan tips tentang buat milenial untuk mengatur penghasilan. Yang pertama jangan lupa untuk membiasakan mencatat pengeluaran. Fungsinya buat apa? Ya, biar kita tau ke mana larinya penghasilan atau gaji kita dalam sebulan. Dari situ kita bisa membuat alokasi penghasilan untuk menabung (besaranya sih minimal 10 persen dari penghasilan, makin besar makin bagus), terus untuk membayar cicilan, maksimum 30 persen dari penghasilan, 40 persennya untuk biaya hidup rutin, 10 persen untuk lifestyle dan terakhir 10 persen untuk tujuan sosial keagamaan.

Proporsi di atas memang tidak harus baku, bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing tentunya. Yang penting jangan sampai besar pasak daripada tiang.

Jangan lupa pula untuk bikin dana pensiun. Meski masih muda, justru semakin dini berinvestasi, semakin kecil nilai yang harus kita sisihkan untuk masa pensiun.

Milenial Bisa Kaya dengan Berinvestasi

Terus, yang bikin saya makin takjub ternyata anggapan tentang generasi milenial yang doyan foya-foya selama ini, nggak sepenuhnya benar. Fyi, data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan kalau sekitar 1,5 juta investor perorangan, sebanyak 34 persennya ternyata generasi milenial which is usianya antara 20-30 tahun.

Contohnya Founder & Creative Director Chic & Darling Kania Annisa Anggiani. Ia mengungkapkan kalau investasi itu juga penting buat mengembangkan bisnis. Ia menyarankan agar menginvestasikan sebagian dari pendapatan bisnis untuk mengantisipasi siklus untung rugi bisnis. Sebagian lagi bisa dipakai untuk modal tambahan untuk mengembangkan bisnis. Intinya jangan taruh telur dalam satu keranjang, biar nggak pecah semua kalau jatuh. Iya,nggak?

Di acara Tomorrow Today Fun(d) Festival saya mendapatkan banyak insight dalam berinvestasi. Investasi itu milik semua orang, bukan orang kaya aja. Kita bisa kok berinvestasi mulai dari Rp 100 ribuan. Caranya juga gampang, buat pemula bisa kok beli reksadana buat investasi. Reksadana ini gampang cara belinya dan gampang pula buat dicairkan. Kalau mau beli reksadana bisa cari infonya ke  Narada Aset Manajeman.

Terakhir yang bikin acara Tomorrow Today Fun(d) Festival makin seru karena menggabungkan edukasi finansial dengan musik dan art. Ada Tulus, HiVi, Jevin Julian feat. Andini ada juga travel blogger Kenny Santana dan banyak lagi.

Nah, kalau kita merasa sebagai generasi milenial jangan sampai dunk ketinggalan untuk belajar berinvestasi.

Baran Energy, Sumber Energi Terbarukan Karya Anak Negeri

Belakangan ini, sejak energi listrik menggunakan sistem top-up, ibu saya sering ngeluh, listrik kok cepat banget habisnya. Belum seminggu isi ulang token, udah habis. Apalagi dalam setahun tarif dasar listrik (TDL) bisa naik beberapa kali sehingga menambah besar pengeluaran dalam membeli pulsa listrik.

Belum lagi beberapa item tambahan biaya macam-macam yang dibebankan kepada konsumen listrik seperti beban biaya administrasi sebesar Rp 1.300-1.600 per transaksi oleh bank, Pajak Penerangan Jalan (PPJ) yang besarnya maksimal 10% sesuai Pemerintah Daerah masing-masing pelanggan, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10%, dan tambahan potongan bea materai untuk pembelian pulsa listrik diatas 300 ribu rupiah. Makin boros deh, ya.

Udah tau kan, ya? Energi yang selama ini kita pakai kan rata-rata sumbernya berasal dari fosil. Dan fosil itu kan jumlahnya terbatas. Lalu, kalau persediaan energi tak terbarukan tersebut habis, kita mau pakai daya apa untuk listrik?

Wajar kan ya kalau kita harus memikirkan sumber energi lain yang bisa digunakan untuk menggantikan energi yang berasal dari fosil itu. Beruntungnya, Indonesia itu dikaruniai Tuhan dengan berbagai sumber energi terbarukan misal sinar matahari, air, angin, panas bumi dan lain sebagainya.

Nah, beberapa hari lalu saya ikut seminar yang diisi oleh Bapak Victor Wirawan. Pak Victor ini punya ide cemerlang untuk mengembangkan sumber energi terbarukan tersebut, supaya suatu hari nanti kita bisa pakai listrik secara gratis.

pak victor dan timnya sedang mengenalkan sumber daya listrik terbarukan

Ide brilian ini memang kadang bikin kita bertanya-tanya. Kok bisa? Caranya gimana? Dulu, sebelum ada pesawat terbang, Wright bersaudara punya mimpi dan berani membuat alat transportasi yang bisa terbang ke angkasa. Saat itu Wright bersaudara ditertawakan karena manusia berpikir mana mungkin besi bisa terbang.

Thomas Alfa Edison juga mengalami ribuan kali percobaan untuk menciptakan bohlam listrik. Dan akhirnya kita mengenal karyanya hingga sekarang. Di dunia ini kan tidak ada yang mustahil. Kalau Tuhan sudah berkehendak, pasti bisa terjadi. Apalagi ide ini bisa membantu jutaan manusia untuk meningkatkan kualitas hidupnya.

Nah, sehabis ngikutin presentasi dari Pak Victor, saya jadi makin yakin ke depan energi listrik konvensional ini bakal bisa diganti dan jauh lebih hemat. Namanya Baran Power, bentuknya seperti baterai tipis atau ‘power bank’ versi jumbo. Sumbernya pun bisa berasal dari angin, air, sinar matahari dan energi lisrik dari PLN. Baran Energy ini jenisnya juga macam-macam.

Baran Powerwall

Yang ini sih sangat praktis buat di rumah. Bentuknya tipis dan bisa ditempel di dinding rumah. Jangan takut bikin tembok jadi jelek karena ditempeli Baran Powerwall. Pak Victor dan timnya juga memikirkan estetika bentuknya supaya enak dipandang mata. Bisa diletakan di dinding seperti pigura. Sistemnya seperti solar panel, energinya bisa didapat dari sinar matahari, air, angin dan panas bumi. Satu panel bbisa mendistribusikan daya listrik ke berbagai alat rumah tangga seperti televisi, ac, lampu, kipas angin dan lain sebagainya. Udah gitu daya tahannya bisa mencapai sepuluh tahun. Hemat banget, kan?

bentuknya praktis dan stylish ya, bisa langsung ditempel di dinding rumah

Barran EV (Electric Vehicle)

Kalau Baran Energy yang ini dipakai untuk kendaraan dengan memanfaatkan kekuatan yang berasal dari Barran EV. Sekali men-charge bisa dipakai untuk jarak ratusan kilometer. Lumayan banget buat yang tinggal di Jabodetabek yang rata-rata menempuh jarak 70 kilometer per hari untuk aktivitas di luar rumah. Nggak perlu takut kehabisan bahan bakar di tengah jalan. Praktis lagi! Barran EV menyediakan efisiensi daya yang luar biasa. Cukup dipasang di sasis mobil dan bisa langsung dipakai.

Barran Property

Nah, kalau Baran Energi ini udah tau kan ya dari namanya dipakai untuk apa. Yup, Baran Property ini dipakai untuk memasok energi listrik dalam satu cluster perumahan. Banyak pengembang yang sudah bekerjasama dengan Baran Property. Enak kan, beli rumah langsung gratis daya listrik? Udah nggak ribet lagi buat pasang listrik konvensional.

Kelebihan Baran Energy ini memiliki daya saing yang patut diacungi jempol bila dibandingkan dengan sumber energi konvensional seperti listrik PLN. Dari segi harga juga jauh lebih murah. Memang sih kalau dihitung-hitung mahal di awal saat beli alatnya, tetapi tetap lebih murah. Sama kayak mau beli kendaraan, sekali beli bisa awet sampai sepuluh tahun. Anggap aja investasi, iya nggak?

elemen yang menjadi sumber energi ini bisa bertahan sampai 10 tahun, lho!

Fyi, Baran Energy hasil karya anak negeri, lho. Orang-orang yang berada di balik layar ini masih muda-muda dan prestasinya sangat membanggakan. Rata-rata berasal dari lulusan universitas ternama di Indonesia, banyak pula yang sudah berpengalaman di luar negeri dan rela kembali untuk berkarya di Tanah air. Jadi nggak sabar kan punya listrik gratis? Tunggu tahun depan, ya! Info terbaru bisa dicek langsung ke @baranenergy

Happy Traveling with HappyOne Id

pura lempuyang luhur
pura gua lawah
sovereign hotel
desa adat panglipuran

Buat saya, traveling itu jeda yang paling menyenangkan untuk memperlambat ritme hidup. Salah satu wishlist tempat yang pengen saya kunjungi adalah Pura Lempuyang Luhur di Bali timur. Kenapa pengen ke sini? Menurut saya, tempat ini unik banget, lokasinya berada di ketinggian dengan latar pemandangan menghadap langsung ke Gunung  Agung.

Selain Lempuyang Luhur, saya juga pengen banget mengunjungi desa adat Panglipuran. Ketika melihat feed instagram dengan hastag desa Panglipuran, rasanya pengen banget tinggal di sana. Desa ini pernah dinobatkan sebagai desa adat terbersih di dunia.

Alhamdulillah wishlist mengunjungi tempat tersebut terwujud beberapa waktu lalu.

Desa Adat Panglipuran

Matahari sudah mulai terbenam ketika mobil kami memasuki desa ini. Sekitar pukul empat sore, memang kami agak terlambat ketika berangkat dari hotel. Maklum, kami baru berangkat pukul dua siang.

Boleh dibilang lokasi desa adat ini cukup jauh dari pusat kota di Denpasar. Kurang lebih sekitar dua jam-an dari hotel tempat saya menginap. Meskipun jauh, saya sangat menikmati perjalanan menuju desa adat tersebut.

Desa adat Panglipuran berada di Bangli, lokasinya cukup sejuk karena berada di ketinggian, sekitar 700 mdpl. Tiket masuknya Cuma 15ribu untuk WNI dan 30ribu untuk WNA. Desa ini masih menjunjung tinggi kearifan lokal.

nonton tari barong
sovereign hotel
gua lawah
pura gua lawah

Pura Lempuyang Luhur

Berawal dari keseringan ngecek feed instagram para traveler, saya tertarik banget sama foto pura ini. Pemandangan gerbang pura ini langsung ke langit luas dengan latar Gunung Agung. Untuk ke sini memang butuh sedikit effort. Namun, semua terbayar kok. Lokasinya sekitar 3 jam dari kota Denpasar.

Beberapa lokasi wisata yang bisa dieksplore sekaligus saat menuju Pura Lempuyang Luhur antara lain: Tirta Gangga, Gua Lawah dan pesisir pantai yang berada di sepanjang jalan. Tirta Gangga adalah kolam ikan, taman dan deretan patung-patung Bali yang berada di tengah kolam. Dulunya, sebelum menjadi tempat wisata, Tirta Gangga adalah tempat persinggahan raja dari Puri Karangasem. Hawanya sejuk dan bersih.

Kalau Gua Lawah sendiri berupa pura yang berada di depan gua yang dipenuhi kelelawar. Pura kuno ini sudah berusia 10 abad. Pura ini dikelilingi pohon rindang, di atas gua juga terdapat pura yang menghadap ke laut lepas. Lokasinya berada di atas bukit kecil.

Saya sangat puas bisa mengunjungi tempat-tempat yang sudah lama saya impikan.

tirta gangga
air mancur tirta gangga
tirta gangga
nonton tari kecak

Traveler punya asuransi? Wajib banget!

Namun, tak lama berselang setelah saya pulang dari liburan di Bali, terjadilah musibah jatuhnya pesawat Lion Air 610 saat terbang menuju Pangkal Pinang. Saya jadi  mikir, kalau sering traveling harusnya kita punya asuransi, nih. Tapi amit-amit, jangan sampai deh kejadian yang nggak-nggak. Ya, minimal buat jaga-jaga supaya bisa traveling dengan aman dan tenang. Iya, nggak?

Hari gini, siapa sih yang nggak mau punya proteksi? Punya asuransi merupakan satu pilihan penting bagi setiap orang, tak terkecuali buat traveler. Asuransi memberi keuntungan dalam bentuk perlindungan terhadap resiko kerugian atas kehilangan dan yang lainnya. Tapi, milih asuransi itu kayak milih jodoh, gampang-gampang susah.

Sebenarnya, ada nggak sih asuransi yang murah dan cocok untuk kantong traveler? Btw, kalau mau lebih cermat milih, ada lho asuransi yang preminya cuma 399ribu per bulan. Premi segitu setara beberapa cangkir kopi yang sering kita habiskan setiap bulan. Iya, nggak?

Terus dengan premi segitu, kita sebagai nasabah dapat proteksi apa aja? Asuransi Astra melalui program happyone.id memberikan solusi all-in-one insurance untuk semua perlindungan. HappyOne id memproteksi semua kebutuhan traveler. Mulai dari resiko keselamatan diri, resiko hal-hal tidak terduga saat perjalanan, resiko keamanan rumah saat ditinggal traveling, hingga perlindungan pendidikan anak.

Dengan premi sebesar 399ribu, kita sebagai nasabah mendapatkan perlindungan all-in-one. Karena Happy One ID menyediakan program perlindungan HappyMe, HappyTrip, HappyHome dan HappyEdu dan semuanya bisa di-bundling mulai dari 399 ribu saja! Tuh, kan! Kurang murah apa coba.

pantai apa lupa 😀
pura lempuyang luhur

Tahaka SiMuda, Nabung Rutin Bebas Biaya Admin

layanan bca memang makin keren

Usia muda seperti mahasiswa atau first jobber bukan berarti tidak bisa memiliki investasi. Banyak kok, produk keuangan yang cocok buat usia tersebut. Toh, semakin muda dalam memulai investasi, semakin besar goals yang bisa diraih.

Menabung adalah salah satu cara untuk meraih goals yang ingin dicapai waktu dekat. Menabung berarti menyisihkan sebagian penghasilan untuk digunakan dalam jangka waktu kurang dari satu tahun. Memang sedikit berbeda dengan investasi yang memiliki waktu lebih lama. Tujuan investasi sendiri adalah untuk mengharapkan kenaikan jumlah aset dalam jangka panjang.

Yang harus dipahami adalah investasi memiliki resiko terjadinya penurunan aset dalam waktu pendek.

tahaka simuda

Kalau mau sedikit mencari informasi, banyak kok pilihan tabungan berjangka yang bisa digunakan untuk menabung. Selain meminimalkan resiko penurunan nilai aset, dengan menabung kita bisa lebih disiplin dalam mengelola keuangan. Salah satunya adalah Tahapan Berjangka SiMuda (Tahaka SiMuda) dari BCA. Hanya dengan menyisihkan 100 ribu (kelipatan 50 ribu) per bulan kita bisa mulai membuat tabungan berjangka.

Mumpung ya, masih belum banyak tanggunan, banyak-banyakin deh nabung. Selain mendisiplinkan diri mengelola keuangan, kelebihan lain dari tabungan berjangka ini adalah kita nggak mudah tergoda untuk membelanjakan uang karena kita tidak dapat melakukan penarikan tabungan selama jangka waktu menabung.

Selain itu, Tahaka SiMuda ini bisa debet otomatis dari rekening sumber dana. Dan kita boleh punya lebih dari satu rekening Tahaka SiMuda. Jangka waktunya mulai dari 12 bulan hingga 240 bulan. Bisa juga autodebet setoran bulanan dari rekening TabunganKu.

Pokoknya, Tahaka SiMuda ini cocok banget buat kalian yang berusia 18-30 tahun. Udah gitu dilengkapi sama asuransi jiwa selama periode menabung. Uang pertanggungan sebesar setoran rutin yang belum disetorkan. Jadi makin tenang, deh. Keuntungan lain dari Tahaka SiMuda ini suku bunganya lumayan tinggi, bebas biaya admin dan bebas biaya tambah dana.

Btw, Tahaka SiMuda ini memang diperuntukan bagi generasi muda yang memiliki banyak keinginan. BCA memang concern dengan kebutuhan nasabah yang berbeda-beda tiap fase kehidupannya. Toh, kalau anak muda terbiasa menabung sejak dini, secara rutin keinginannya pasti terwujud.

Dengan memiliki Tahaka SiMuda kita bisa merencanakan keinginan yang ingin kita wujudkan. Misalnya buat ngumpulin biaya pernikahan atau DP rumah. Yakan?

BCA Luncurkan Mobil Layanan ke Sekolah “SimPel Bank Goes to School”

Bca goes to school

Beberapa waktu lalu, dalam acara OJKFineEXPO & Sundown Run 2018 BCA meluncurkan mobil layanan ke sekolah. Menurut saya sih, layanan BCA sekarang makin keren. Jujur, saya sudah jadi nasabah BCA selama kurang lebih lima belas tahun.

Dari dulu sampai sekarang selalu puas dengan segala layanan yang diberikan BCA. Boleh dibilang BCA selalu terdepan dalam melayani nasabah. Segala printilan-printilan kecil yang dibutuhkan nasabah selalu direspon BCA.

Ya, sebagai nasabah saya makin merasa nyaman ketika harus bertransaksi dengan BCA. Saya setuju banget dengan ungkapan Pak Armand Hartono selaku Wakil Presiden Direktur BCA yang mengatakan bahwa BCA sebagai bank turut mendorong peningkatan literasi keuangan. Toh, mengedukasi masyarakat untuk terus belajar tenang dunia keuangan lewat berbagai program yang diinisiasi OJK merupakan kegiatan positif.

jangan berhenti belajar literasi keuangan

Selain membantu masyarakat menjadi lebih cerdas, tentu saja membantu mereka untuk lebih peduli dengan masa depan melalui aktivitas menabung. Yang pada intinya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu sendiri. Iya, nggak?

Pas di acara FinEXPO kemarin, saya merasa harus terus belajar tentang literasi keuangan. Sebagai nasabah, saya makin puas lagi karena di acara tersebut, BCA raih penghargaan Perlindungan Konsumen di Sektor Jasa Keuangan Tahun 2018. BCA dinilai sebagai salah satu Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) Ter-Kooperatif dalam upaya perlindungan konsumen.

So gimana, sudah siap menabung abis gajian bulan ini?

harus rajin nabung sejak muda

4 Jenis Asuransi yang Cocok bagi Milenial

Manusia boleh berencana, tetapi Tuhan juga yang menentukan takdir. Sering kan, dengar ungkapan itu? Kalau kita perhatikan, ungkapan klasik ini memang benar adanya. Hidup memang penuh resiko, tetapi bukan berarti kita menyerah pada takdir. Bukankah Tuhan juga sudah memerintahkan manusia, untuk mengubah takdir dengan segala kekuatan yang diberikan olehNya.

Apa saja sih, resiko dalam hidup? Contoh dari yang paling kecil: jatuh di kamar mandi, kehilangan motor atau mobil, kebakaran rumah, kehilangan anggota tubuh, atau bahkan kehilangan nyawa. Hidup yang penuh resiko ini, bukan tidak ada tidak ada maksudnya. Dengan adanya resiko tersebut, Tuhan mengajarkan kita untuk selalu berpikir mencari solusi. Supaya menjadi manusia yang tangguh dan kuat

Pertanyaannya sekarang, ketika ada potensi resiko resiko yang akan menimpa kita, apakah sebaiknya pasrah saja, atau justru melakukan persiapan terbaik untuk berjaga-jaga seandainya resiko itu tiba.

Dalam ajaran agama yang saya yakini, Tuhan mengajarkan manusia untuk mempersiapkan diri dalam segala kondisi. Tuhan memberi petunjuk untuk mempersiapkan lima perkara sebelum lima perkara lainnya datang. Yaitu waktu muda sebelum datang waktu tuamu, waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, waktu kayamu sebelum datang waktu miskin, waktu luangmu sebelum datang waktu sibukmu, dan hidupmu sebelum datang matimu.

Perintah tersebut bukan bermaksud untuk mengajak berpikir pesimis, tetapi sebaliknya justru mengajak kita berpikir jauh ke depan. Ada banyak tujuan di depan sana yang masih ingin dicapai. Karena itu, dalam mencapai tujuan-tujuan tadi, seyogianya kita juga mempersiapkan diri menghadapi sejumlah risiko yang mungkin saja terjadi.

Salah satu cara untuk mengantisipasi resiko di atas adalah dengan cara mengambil asuransi. Ya, meskipun masih muda, sebaiknya kita belajar berpikir jauh ke depan. Toh, manfaat asuransi banyak. Btw, apa saja sik asuransi yang cocok untuk milenial seperti kita? Simak uraian berikut:

Asuransi Perjalanan

Milenial zaman now pasti hobi kan, sama yang namanya traveling. Saya juga sik, terus biar kita bisa traveling dengan aman, nyaman dan tenang selama perjalanan, sebaiknya persiapkan dengan asuransi. Bukan untuk apa-apa, tapi yang namanya resiko kan pasti bisa aja terjadi. Minimal kehilangan barang atau koper selama perjalanan. Atau amit-amit kalau sampai sakit dan kenapa-kenapa selama traveling. Jangan sampai deh, ya. Tapi kalau sudah beli asuransi kan jadi lebih tenang. Betul, nggak?

Asuransi Jiwa

Barangkali, banyak di antara kita yang menjadi kepala keluarga. Kepala keluarga tidak berarti harus seorang suami atau ayah. Siapapun yang menanggung nafkah utama dalam keluarga, bisa diartikan sebagai kepala keluarga. Intinya, jika penghasilan dari penanggung utama sebuah terhenti, maka keluarganya bisa mengalami kesulitan. Bisa jadi penanggung utama penghasilan keluarga adalah seorang anak. Maka asuransi jiwa seperti ini harus kita miliki.

Asuransi Pendidikan

Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia. Seberapa buruknya kondisi kita, pendidikan harus tetap diupayakan. Bagi keluarga muda milenial, memiliki asuransi pendidikan untuk anak wajib hukumnya. Toh, dengan memiliki asuransi pendidikan, berarti kita memiliki jaminan untuk masa depan mereka. Dengan menginvestasikan sebagian kecil pendapatan kita untuk pendidikan mereka, berarti kita telah berikhtiar untuk melindungi pendidikan mereka jika hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi.

Asuransi  Kebakaran

Memiliki rumah bagi milenial muda adalah bukti kematangan sebuah keluarga. Namun, ketika sudah memiliki rumah, jangan melupakan aspek proteksi. Potensi kebakaran misalnya, bisa menimpa siapapun, supaya rumah yang kita tinggali aman dari potensi tersebut, kita harus memiliki asuransi kebakaran. Kalau ada hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi, kita masih bisa memperoleh manfaat dari asuransi.

Nah, empat jenis asuransi di atas sebaiknya kita miliki. Bukan berharap untuk yang terburuk, tapi untuk mempersiapkan kondisi yang tidak kita inginkan terjadi.

Memilih Asuransi yang Tepat bagi Milenial

milenial harus punya asuransi untuk melindungi masa depan

Gaya dinamis yang dimiliki milenial memang tak bisa dipisahkan dari kehidupan zaman now. Dengan segala kesibukan yang dimiliki milenial, waktu yang digunakan untuk memilih dan memilah asuransi pun semakin terbatas. Tidak banyak pilihan asuransi yang bisa mengcover semua kebutuhan di atas hanya dengan mengandalkan satu Id.

Salah satu asuransi yang pas dengan kebutuhan di atas adalah HappyOne.id. Dengan konsep perlindungan All in-One  dengan menggunakan satu ID. Jadi tidak perlu repot-repot lagi untuk beli satu per satu asuransi yang kita butuhkan. Mulai dari asuransi perjalanan dengan HappyTrip, asuransi pendidikan atau HappyEdu, asuransi jiwa HappyMe dan asuransi perlindungan rumah HappyHome.

Cukup dengan menggunakan OneID kalian bisa mendapatkan seluruh perlindungan hingga cek riwayat polis yang kalian miliki dengan lebih mudah. Prosesnya pun lebih cepat dengan fitur download e-Policy kapan saja melalui website.

So, buat yang ingin merasa aman, nyaman dan terlindungi, segera miliki asuransi ya!

Hidup Sehat Dimulai dari Kualitas Air yang Kita Konsumsi

penyakit tidak menular diakibatkan oleh gaya hidup yang tidak seimbang

“Ribuan orang bisa hidup tanpa cinta, namun tidak mungkin bisa hidup tanpa air – W.H. Auden”

Ngomongin air, emang benar sih manusia nggak akan bisa hidup tanpa air. Mungkin kalau lapar masih bisa ditahan, tapi, kalau haus siapa sih yang sanggup. Air ibarat kehidupan itu sendiri. Tubuh manusia sendiri 60 puluh persennya terdiri dari air.

Beberapa hari yang lalu, saat menghadiri Hydration Talk, saya jadi tersadar bahwa selama ini sering mengabaikan pentingnya menjaga konsumsi air.  Dalam talkshow tersebut disebutkan bahwa manusia bisa hidup tiga bulan tanpa makan, tapi tidak bisa hidup tanpa air kurang dari tujuh hari.

Tidak hanya jenisnya, tapi juga kadang saya sering minum sembarangan tanpa memperhatikan komposisi kandungan air dalam botol kemasan yang saya minum.

Padahal, kalau sering baca tabel komposisi air kemasan, kadang banyak zat kandungan yang dapat mengakibatkan resiko penyakit tidak menular (PTM) seperti Jantung dan Diabetes Melitus. Salah satu penyebabnya adalah kandungan gula dan kalori berlebih dalam minuman kemasan.

situasi gizi di indonesia

Kalau zaman dulu penyakit yang diderita masyarakat kebanyakan penyakit menular, zaman sekarang sudah berubah. Penyakit tidak menular semakin banyak diderita. Apabila konsumen lebih cermat memilih minuman kemasan yang akan dikonsumsi, maka Penyakit Tidak Menular (PTM) tersebut dapat dicegah.

Saran sih, kalau kita mau minum air kemasan dalam botol, sebaiknya baca dulu gizi dan kandungan yang tercantum dalam tabel. Selain meminimalisir konsumsi zat berbahaya, kualitas minuman kemasan juga mempengaruhi kualitas kesehatan kita. Harus diimbangi dengan pengetahuan terhadap batasan konsumsinya.

Sebaiknya, mulailah minum air mineral. Selain sehat, mengonsumsi air mineral dapat mencegah dehidrasi. Mudah kok, mengecek apakah tubuh kita mengalami dehidrasi atau nggak. Tingkat kejernihan urine bisa menjadi indikator.

Dalam workshop Hydration Talk tersebut disebutkan bahwa Angka Kecukupan Gizi (AKG) orang lndonesia masih rendah. Kemenkes telah mengeluarkan panduan “isi piringku” yaitu 2/3 karbohidrat,1/3 protein dan lemak, ½ sayur dan buah.

Selain itu, Kemenkes juga mengeluarkan panduan tentang takaran gula, garam dan minyak. Batas aman konsumsi gula harian adalah empat sendok makan, garam lima sendok teh dan minyak maksimal lima sendok makan.  

Di lndonesia sendiri, tidak semua produk makanan dan minuman kemasan mencantumkan kandungan  dan komposisi bahan-bahannya.

Lalu gimana solusinya?

Solusi untuk mencegah Penyakit Tidak Menular adalah dengan membatasi mengonsumsi makanan yang tinggi kalori. Selain itu, bisa dengan mengubah gaya hidup dan pola makan. Olah raga dan istirahat yang cukup juga harus diperhatikan. Nggak susah, kan?

Danone-Indonesia, selaku perusahaan yang memiliki misi membawa kesehatan bagi masyarakat, telah memulai kampanye hidup sehat dengan mengajak masyarakat memperhatikan label komposisi pada makanan dan  minuman yang akan dikonsumsi.

Sejalan dengan halt tersebut, Hydration Science Director PT Tirta Investama (Danone-AQUA) dr. Tria Rosemiarti mendukung pentingnya menumbuhkan kesadaran dan perhatian masyarakat terkait asupan nutrisi tubuh yang sehat dan seimbang. Edukasi perlu dilakukan agar masyarakat dapat secara cerdas mengetahui alternative makanan dan minuman yang sebaiknya mereka konsumsi.

Jadi bagaimana, sudah siap untuk hidup lebih sehat?

danone dukung gaya hidup sehat
perhatikan tabel minuman yang akan kita konsumsi

Hepi-hepi dengan HappyOne.id

Bapak Rudy Chen Selaku CEO Asuransi Astra

Saya nggak setuju kalau ada yang bilang Millenial zaman now hobinya cuma foya-foya. Memang sih, dibandingkan generasi sebelumnya Baby Boomers dan Generasi X, kaum Milenial cenderung banyak yang membelanjakan uangnya untuk hal-hal yang bersifat experience-based consumption. Tapi, nggak semua milenial seperti itu kok. Banyak di antara mereka yang menyeimbangkan pengeluarannya dengan belanja produk investasi seperti reksadana dan saham dan tentunya proteksi.

Banyak dari mereka yang concern dengan pengeluaran untuk masa depan. Contohnya belanja produk proteksi alias asuransi. Sebagai milenial, saya sendiri menyeimbangkan pengeluaran untuk belanja investasi dan proteksi. Mengapa? Ya, namanya juga hidup. Kadang nggak selamanya sehat dan selalu “di atas”, apalagi saya juga hobi jalan-jalan. Jangan sampai deh, sakit pas lagi di perjalanan.

Sekedar sharing, saya pernah kok waktu jalan-jalan tiba-tiba ngedrop. Duh, jangan lagi deh. Sumpah ini rasanya nggak enak banget. Untungnya sih, saya jalan pas rame-rame sama teman. Nggak kebayang kalau sendirian. Udah gitu, nyari rumah sakit di tempat wisata kan, gampang-gampang susah. Belum lagi masalah biaya, harus siap-siap uang ekstra.

Beruntungnya, waktu sakit saya punya cadangan dana darurat. Memang sih, dari dulu saya sangat concern dengan perencanaan keuangan. Dana darurat itu, memang saya kumpulkan tiap bulan. Istilahnya nyicil sebanyak tiga sampai enam kali pengeluaran bulanan saya (sebagai orang yang masih single). Beda lagi buat yang udah nikah. Dana darurat yang harus dikumpulkan, jumlahnya 12 kali pengeluaran bulanan.

Happy Moment.

Fungsinya apa? Contohnya ya kayak tadi, pas lagi sakit bisa buat berobat. Kalau ada kondisi emergency, dana darurat tadi bisa dipakai. Asal jangan buat belanja ya! 😀

Terus, kalau ada yang bilang: “Berat euy, nabung buat dana darurat”.  Solusi lainya ya tinggal beli asuransi. Fungsi asuransi di sini nggak menghilangkan esensi dari dana darurat, lho. Cuma memperingan aja, jadi tetap, kalian harus mengalokasikan uang untuk kebutuhan darurat. Sementara kebutuhan proteksi sudah di-cover sama asuransi.

Dana darurat yang kalian kumpulkan, bisa dipakai kalau ada hal-hal seperti: PHK (bagi yang udah kerja), dan hal-hal emergency lain yang nggak dicover sama asuransi. Kalau kalian nggak punya dana darurat, berarti kondisi keuangan kalian “sedang sakit dan dalam bahaya”. Karena, kalau tiba-tiba butuh uang, larinya ke utang. Betul, nggak?

Fyi, dana darurat bisa ditempatkan di tabungan rencana, deposito, emas, atau reksadana pasar uang. Intinya mudah diakses dan dicairkan kapan saja saat darurat.

Nggak mau beli asuransi? Kalian harus nabung lebih gede lagi kalau nggak punya asuransi. Beda halnya kalau kalian sudah diprotek asuransi. Kalau ada apa-apa, udah nggak terlalu pusing. Selain itu, punya asuransi juga akan membuat hidup kalian lebih tenang. Ibaratnya, bayar seribu bisa dapat sepuluh ribu.

Memilih Asuransi yang Cocok untuk Milenial

Zaman now, asuransi kan seabreg-abreg. Nah, gimana tuh memilih asuransi yang cocok. Beberapa hari yang lalu, saya menghadiri peluncuran happyone.id dari Asuransi Astra. Di happyone.id ini ada empat jenis asuransi yang cocok banget dengan gaya milenial. Serunya lagi, asuransi gaya baru ini tersedia dalam satu platform digital dengan cukup menggunakan satu id saja.

peluncuran asuransi astra

Empat jenis asuransi tersebut adalah HappyTrip, Happy Me, HappyEd dan HappyHome. Happyone.id diluncurkan oleh Suparno Djasmin selaku Direktur Astra Internasional dan Rudy Chen sebagai CEO Asuransi Astra. Acara peluncuran berlangsung di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta.

Hari gini, siapa sih yang nggak mau dapat perlindungan maksimal. Buat saya, hobi jalan-jalan boleh, tapi kita juga harus aware. Kalau lagi traveling, selalu ada resiko yang kadang nggak bisa kita hindari. Dengan adanya asuransi perjalanan HappyTrip, kita bisa lebih tenang kalau ada resiko gangguan transportasi. Nggak cuma resiko transportasi. Resiko kehilangan dan kerusakan bagasi juga akan ditanggung oleh HappyTrip. Maksimal banget, kan?

Selain Happy Trip, asuransi HappyMe juga jadi kebutuhan milenial. HappyMe adalah layanan asuransi yang memberikan perlindungan diri dan resiko kecelakaan diri dengan manfaat utama santunan ketika meninggal atau cacat tetap akibat kecelakaan. Enaknya, kita bebas menentukan nilai premi sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Pendidikan adalah salah satu cara kita untuk maju dan berkembang. Nah, ada HappyEdu! dari HappyOne.id. HappyEdu! Ini memberikan penawaran perlindungan pendidikan bagi anak, apabila tertanggung utama, dalam hal ini orang tua meninggal dunia karena kecelakaan. Sama seperti HappyMe, nilai premi dan manfaat bisa disesuaikan dengan kebutuhan yang diinginkan.

HappyOne.id cocok untuk milenial

Yang terakhir adalah layanan asuransi HappyHome. Layanan asuransi ini memberikan perlindungan rumah dari bahaya yang tidak kita inginkan. Seperti resiko kebakaran, kerusuhan, maupun santunan pembelian perabot jika terjadi kebakaran. Paket komplit, kan?

Sudah lengkapkah perlindungan yang kalian miliki? Yuk, buktikan kalau sebagai milenial kita nggak cuma hobi foya-foya. Boleh dunk hepi-hepi, asal kebutuhan akan perlindungan sudah kita miliki. Saatnya kita buktikan kalau generasi milenial, aware dalam mengatur keuangan dan kebutuhan  masa depan. Happy to try!

Kirim Paket Hemat dengan Paxel

Kirim paket jadi makin gampang karena ada Happines Hero (kurir Paxel)

Jujur, saya jarang banget yang namanya kirim-kirim barang. Malah sebaliknya, saya sering banget terima barang kiriman dari kurir alias barang belanja daring. Ya maklumlah, lha wong saya bukan pelaku bisnis online.

Tapiiii, beberapa hari lalu, saya kebingungan ketika teman ketinggalan barang di rumah saya. Mungkin, karena faktor U, dia jadi lupa. 😀 Padahal, lokasi antara rumah kami lumayan jauh. Bukan jauh lagi sih, beda galaksi kalau kata dia. Udah gitu, barang yang ketinggalan mendesak mau dipakai pas akhir pekan buat kondangan.

Kalau hari biasa, nggak mungkin dia bolak-balik hanya sekedar mengambil barang yang ketinggalan di rumah saya. Apalagi saya, nggak mungkin ke rumah dia buat nganter kecuali pas weekend. Itu pun, belum tentu waktunya bisa. Lagian pas weekend barang yang berupa baju itu, mau dipakai kondangan. Mau pakai jasa pengiriman logistik, sayanya juga nggak keburu ke sana-sini. Tau sendiri kan, tinggal di Jakarta. Berangkat kerja harus pagi-pagi, pulangnya juga nggak jelas. *tjurhat detected*

Pas bingung-bingungnya dia nyaranin kirim barang pakai aplikasi Paxel. Jujur, saya sih baru dengar aplikasi ini. Konsepnya kurang lebih seperti ini, saya sebagai konsumen mengisi data pengiriman setelah download aplikasinya, terus nanti ada Happiness Hero (sebutan untuk kurir Paxel) yang datang jemput paket yang akan kita kirim. Enak sih, jadi gak perlu ribet ke konter pengiriman seperti logistik konvensional.

tampilan platform paxel yang user friendly

Setelah barang diterima Happiness Hero kita bisa mantau lewat aplikasi. So, aman banget kalau mau kirim barang. Dan nggak sampai tiga jam barang yang saya kirim sudah sampai dengan selamat di rumah teman.

Jadi, Paxel ini adalah start-up logistik berbasis aplikasi yang mengusung layanan same day delivery dengan ongkos kirim flat (selama di area Jabodetabek ya) dengan jaminan uang kembali. Mirip sih, sama kurir ojek daring, bedanya itu tadi. Jadi, gak perlu takut kemahalan seperti kalau mau kirim lewat kurir ojek daring. Kelebihan lain, pelanggan bisa menentukan sendiri ukuran packaging, sesuai dengan paket yang akan dikirim. Bahkan, jika diperlukan Paxel juga menyediakan extra packaging seperti bubble wrap. Udah gitu, kita bebas nentuin jadwal pick up pengiriman sesuai jadwal yang kita inginkan. Paket komplit sih, kalau saya bilang.

Saat ini Paxel baru mengakomodir area Jabodetabek, Semarang dan Bandung, ke depan jangkauanya bakal makin luas. Pemesanan layanan cukup menggunakan aplikasi. Jadi, kalau mau kirim barang dalam kondisi darurat maksimal dalam 8 jam barang akan sampai ke tempat tujuan. Lebih cepat sih dibanding pakai kurir konvensional.

Paxel memiliki empat jenis model layanan: Door to door, door to locker, locker to home, dan locker to locker. Tapi setau saya sih, sementara ini yang tersedia baru door to door. Yang lainnya masih dalam progres.

Yang bikin saya takjub sih, konsep pengiriman Paxel ini nggak dilakukan oleh satu orang. Jadi si abang Happines Hero sebagai mitra kurir terdedikasi, akan datang ke rumah buat ngambil barang yang akan kita kirim. Abis itu, dia akan menaruhnya di feeder Paxel terdekat. Berikutnya ada mitra dedicated lain yang akan mengantar paket tadi sampai ke tempat tujuan. Fasilitas ini sangat memudahkan saya. Sebab, saya tidak perlu repot datang ke konter jasa pengiriman konvensional untuk kirim barang.

So, konsepnya estafet, dari satu tempat ke tempat lain. Konsep estafet kayak gini meminimalisir keterlambatan pengiriman paket. Karena first mile sama last mile nggak dilakukan sendiri. Sebab antar mitra terdedikasi yang sudah paham kondisi jalanan, akan tahu di mana saja jalan pintasnya.

Kirim paket hemat pakai Paxel, tarifnya flat.

Antarkan Kebaikan

Satu hal yang saya suka dari Paxel ini adalah tagline yang diusung oleh perusahaan: Make the first move untuk #AntarkanKebaikan. Jadi, saya dapat info dari ownernya bahwa beliau terinspirasi untuk mendirikan Paxel ketika melaksanakan perjalanan spiritual umroh. Paxel ini lahir terinspirasi dari surat Al Maun ayat 107. Beliau berpendapat bahwa logistik yang murah dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Indonesia. Dengan berprinsip mengantarkan kebaikan kepada sesama dan membantu orang, akan membuat bisnis bertahan lama.

Nilai plusnya lagi, layanan Paxel ini bisa kita nikmati kapan saja tanpa ada batasan waktu ataupun hari libur. Banyak ya plus-plusnya Paxel ini. Info neh, kalau kalian mau unduh aplikasi Paxel di Playstore dan App Store, kalian bakal dapat free credit sebasar 100K. Mayan, kan bisa buat kirim paket gratis buat teman dan saudara. Udah gitu kalau kalian bagiin referral code, kalian bakalan dapat tambahan free credit 50K kalau ada pelanggan yang berhasil mengunduh aplikasinya. Buruan, gih! Mumpung masih promo.

Belajar lagi di Gelaran Indonesia Knowledge Forum VII

Buat saya, bisa menghadiri acara-acara yang membuat pikiran fresh dan semangat, sangatlah menyenangkan. Seperti acara diskusi Indonesia Knowledge Forum (IKF) yang diadakan oleh BCA misalnya. Kenapa seru? Soale, gelaran IKF VII tahun ini, banyak menghadirkan pembicara yang kompeten dibidangnya. Salah satunya adalah Pak Jahja Setiaatmadja. Tau kan, siapa beliau? Yap, beliau adalah Presdir BCA.

Fyi, gelaran IKF tahun ini ternyata sudah memasuki tahun ke 7. Temanya pas banget sama kondisi kekinian, ‘Fostering Innovation and Creating Value Through Transformation’.  Suka banget pokoknya datang ke acara ini.

Opening IKF VII sendiri dimulai pukul 9 pagi. Tapi berhubung pembicara acara ini keren-keren, saya bela-belain deh, datang pagi. Saking semangatnya jam 8 saya udah sampai di lokasi. Maklum takut macet. Kan sayang kalau sampai ketinggalan.

Speech dari Pak Jahja Setiaatmadja

Setelah daftar ulang (maksudnya ngisi daftar hadir), saya segera masuk. Liat-liat berbagai stan pameran yang kece-kece. Diantara orang-orang yang hadir dengan baju batik, saya cuma pakai kemeja lengan panjang. Padahal sih, niat awalnya mau pakai batik juga.

Sebetulnya, acara ini berlangsung selama dua hari. Dari tanggal 9-10 Oktober 2018. Tapi sayang, saya cuma bisa hadir sehari. Gak papa deh, daripada nggak sama sekali ya, kan?

Serunya lagi, forum ini juga diikuti serangkaian expo dan exhibition yang diikuti exhibitor penyedia pengetahuan dan teknologi. Untuk mengikuti acara ini, ada investasi yang harus kita keluarkan. Sekitar Rp 1 juta per hari, kalau mau ikut full 2 hari Rp 3,5 juta. Lumayan, kan? Maklum sih, lokasinya di Hotel Ritz Carlton, Pasific Place, Jakarta. Tapi, biaya segitu sebanding kok, dengan ilmu keren yang diperoleh.

Waktu opening ceremony-nya, bikin saya takjub. Panggung utamanya super lebar, dilengkapi big screen di bagian belakang. Kalau diitung, mungkin lebarnya hampir tiga kali layar bioskop. Selain panggung utamanya yang megah, yang saya suka dari acara opening IKF ini, karena adanya DJ yang menjadi penampil kolaborasi dengan musik gamelan. Indonesia banget deh, pokoknya!

Selesai opening, acara dibuka oleh Presdir BCA, Bapak Jahja Setiaatmadja, beliau menyampaikan bahwa zaman now, bisnis fintech itu banyak banget. Namun, nggak semua bisnis fintech berkembang. Untuk bisa bertahan di bidang ini nggak mudah, harus tangguh dan kreatif serta memiliki beberapa syarat: Harus user friendly, bisa menciptakan critical mass, memiliki produk yang berkualitas, financing dan dipercaya konsumen.

Memang sih, dengan adanya disrupsi digital kayak sekarang, mau nggak mau kita harus bisa beradaptasi. Kalau nggak mau kegilas zaman, kita harus berubah. Baik swasta maupun pemerintah. BCA sendiri sudah beradaptasi dengan masuk dunia digital.

Selain beradaptasi dengan perubahan zaman, kita juga harus bisa melakukan perubahan mindset. Tetap berprinsip pada gaya hidup yang sudah out of fashion, atau mengikuti kebutuhan ilmu pengetahuan. Ini sih, balik ke prinsip masing-masing.

Terus Financing  tuh, buat apa? Ya kalau mau serius bisnis harus berani burning money buat promosi di awal-awal. #NgomongAlaJaksel. 😀 Tuh, buat yang lagi merintis bisnis start-up, saran Pak Jahja bisa dicontek.

Selesai speech dari Pak Jahja, pembicara selanjutnya dari Kementrian Perhubungan yang diwakili oleh Pak Djoko Sasono selaku Sekjen Kemenhub. Beliau menyampaikan informasi bahwa Pemerintah melalui Kemenhub, ikut menjembatani kegiatan dan pertanggungjawaban terhadap konektifitas dalam dunia digital di seluruh wilayah Indonesia.

Speech dari Pak Djoko Sasono

Kemenhub sendiri juga sudah melakukan berbagai adaptasi, dengan menerapkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam mengambil kebijakan. Misalnya, penerapan TIK dalam pelayanan perijinan online atau daring. Kemenhub menyadari bahwa, aplikasi online bertujuan untuk meningkatkan pelayanan dan menjadi faktor penggerak untuk mewujudkan penyelenggaraan transportasi efisien, efektif, transparan dan akuntabel.

Terobosan lain yang juga dilakukan oleh Kemenhub adalah penerapan Electronic Toll Collection System (ETCS). Sistem pembayaran dengan menggunakan On Board Unit (OBU). Dengan berlakunya ETCS secara otomatis waktu transaksi di gardu tol menjadi lebih singkat dan mengurangi kemacetan.

Selain dua pembicara di atas, masih ada 20 pembicara lain yang inspiratif dari beragam industri. Saya merasa beruntung bisa turut berpartisipasi dan menambah ilmu pengetahuan di gelaran Indonesia Knowledge Forum VII ini. Semoga tahun-tahun berikutnya bisa ikut lagi. Amin.