Fiksi mini

DI GEDUNG BIOSKOP – “Kami tidak mendapatkan kursi”, para penonton masuk ke dalam layar, memerankan tokoh masing-masing @fiksimini

BANYAK DOSA – Di pundak kiri, malaikat pencatat amal meminta asisten kepada Tuhan @fiksimini

TOKO MOTIVASI – Big Sale akhir tahun, jual semangat dalam bentuk kemasan isi tiga @FMRush

MIMPI BASAH – Ada payung dibalik selimutnya @FMRush

DIALOG IMAJINER – Ritual pemangggilan sudah dilakukan, para arwah mulai kesurupan @fiksimini

BALAS DENDAM – Para wayang memainkan dalang, sebagian duduk bersorak sorai di barisan penonton @FMRush

LANGIT KETUJUH – Malaikat menyodorkan sekotak uang receh amalnya,pintu surga tak bisa dibuka. “Tiket promo belakangan”tegur malaikat @FMRush

UNDANGAN PERNIKAHAN – NB : Maaf, ungkapan kasih yang diberikan tdk dalam bentuk cinderamata,penerima tamu kami lengkapi mesin EDC @Liputan9

RUMAH TUA Atapnya mulai beruban, garis jendelanya semakin berkerut @fiksimini

SOEMPAH PEMOEDA – Takut diberi mimpi, para pemuda mengikrarkan sumpah pocong @FMRush

MONEY LAUNDRY – 2 Saksi dihadirkan dalam persidangan, setrika dan mesin cuci saling bungkam @FMRush

UANG PALSU 3 – Bapak proklamator menitikkan airmata, sesaat usai pembacaan sumpah pemuda. @FMRush

WNI NASIONALIS – Sudah satu jam terlambat “kami belum ganti kewarganegaraan, ini budaya kami” rapat dipertahankan. @fiksimini

UANG PALSU 2 – Jubah sang pangeran terlepas,beberapa lembar ubannya tergerai di dalam dompet @fiksimini

UANG PALSU – Kacamata plokamator itu retak saat aku melipatnya @fiksimini

BUKU NIKAH – 7 hari setelah jasadnya dikebumikan, ayah minta buku barunya segera dibuat @fiksimini

DOA CATATAN AMAL – Semoga malaikat penghuni bahu kanan ini menjadi penulis best seller bukuku kelak. Amin @fiksimini

REKENING GENDUT – Mulai diet ketat dan mati-matian belajar sit up supaya terlihat sixpacks @FMRush

PENGADILAN MAYA – Begitu disidang, ia terbangun dari mimpi @fiksimini

PROMO KE SURGA – Kotak amal berkeliling memungut tarif, pecahan ribuan mendominasi @fiksimini

Sajak-mu piye?

Kelak, apa yang disebut cinta ialah saat bahuku menjadi tempat singgah bebanmu, dan kita bahu membahu @samudra_hening

Pada roda yang berputar, kita adalah jeruji yang saling mengejar, berdekatan namun saling menghindar. ~ @samudra_hening

Matamu mulai terlihat hujan, disini aku berteduh dibawah payung rindu @samudra_hening

Puisi adalah baju, caramu untuk mempercantik rindu, caraku merindukanmu. – @samudra_hening

Sajak memang tak pernah mencintaimu, namun ia setia menghiburmu. ~ @samudra_hening

Bekas pelukmu, serupa takbir malam ini, menggema di penjuru langit ingatanku. – @samudra_hening

Cinta itu cuma pinjaman, jaminannya hati, kalo jatuh tempo lunasilah dengan ikhlas,kembalikan hati kepada yang punya hak milik #random

Di sini, rindu diciptakan waktu, direkatkan jarak dalam langit ingatanku. – @samudra_hening

Hatimu, tempat tidur yang nyaman tanpa takut diberi mimpi. – @samudra_hening

Saat matamu terlihat mendung, buru-buru aku berteduh di hatimu. – @samudra_hening

Bola matamu, ruang santai tempat pikiranku berbaring tanpa diam @samudra_hening

Mencintaimu, seperti memamah biak waktu, tak cukup menelan ribuan jam untuk mencernamu. – @samudra_hening

Bahkan gulapun berteman kopi, tak nikmat jika diseduh sendirian,habis pahit terbitlah manis,berlaku juga untuk hidup #NgomyangSamaKopi

Barangkali inilah rindu yang dikacaukan waktu, seperti Adam menunggu tulang rusuk seratus juta tahun lalu. – @samudra_hening

Disudut meja, seringkali anganku terjebak, akankah kau sang sosok yang berada diantara asbak dan puntung rokok? @samudra_hening

Wudu yang aneh

Melakukan ibadah di negara yang umat Muslimnya minoritas itu gampang-gampang susah. Boro–boro ada musala di setiap tempat atau mall seperti di Indonesia, mencari masjid pun susah. Setelah keliling Mustafa Center di Singapura, saya dan teman-teman ingin menunaikan salat zuhur karena waktu salat sudah tiba. Capek keliling dan nanya orang sana-sini akhirnya ketemulah sebuah masjid di sekitar kawasan belanja tersebut. Cukup luas dan lumayan buat leyeh-leyeh sejenak. Continue reading “Wudu yang aneh”

Toilet oh Toilet

Traveling dengan perut mules itu benar-benar menyiksa, saya pernah mengalami kejadian ini sewaktu ke Bangkok. Pagi itu saya dan tiga orang teman yang baru nemu di bandara berencana mengunjungi Grand Palace, karena ada beberapa tempat yang harus kita kunjungi dalam satu hari maka disepakati kita akan berangkat dari hotel di kawasan Sukhumvit sepagi mungkin.

Continue reading “Toilet oh Toilet”