I Dreamed I Could Fly…

Kalau ditanya apakah saya takut ketinggian? Pasti jawaban saya seperti kebanyakan orang pada umumnya: saya takut ketinggian. Meskipun takut ketinggian tapi tiga tahun lalu saya pernah menuliskan whislist ke dalam buku bahwa suatu saat saya harus mencoba terbang dengan paralayang atau paragliding.

Memang, saya memang suka menuliskan ‘mimpi-mimpi’ aneh yang harus dicoba setidaknya sekali seumur hidup. Mimpi terbang dengan paragliding hampir terwujud dua tahun lalu di Gunung Banyak, Malang. Sayang sekali saat itu begitu sampai di sana situasi dan kondisi sangat tidak memungkinkan. Jadilah mimpi terbang dengan paragliding itu kandas. Continue reading “I Dreamed I Could Fly…”

Tontonan Ramadan

Mumpung masih Ramadan saya ingin menulis tentang sesuatu yang sedikit bernuansa Ramadan. Saya memang bukan orang yang religius tapi sebagai manusia biasa atau orang jawa menyebutnya ‘islam abangan’ saya membutuhkan penyeimbang spiritual sebagai asupan jiwa. Dan setiap kali Ramadan tiba televisi berlomba menyuguhkan tayangan-tayangan yang berbau religi. Mulai dari tayangan hedon yang dibalut religi sampai tayangan religi yang benar-benar mencerahkan. Walaupun saya jarang banget nonton televisi tapi ada satu tayangan yang membuat saya selalu menantikannya disaat bulan Ramadan seperti ini yaitu Tafsir Al Misbah. Menurut saya ini adalah salah satu tayangan favorit yang sangat mencerahkan selain adzan magrib (tentunya 🙂 ). Kenapa? Karena meskipun judul acara ini terkesan ‘berat’ tapi sebenarnya bahasannya sangat ringan dan seringkali membantu mengoreksi pandangan-pandangan saya yang selama ini salah dalam memahami agama. Continue reading “Tontonan Ramadan”

Backpacker with Nenek-Nenek

Istilah backpacker memang identik dengan anak muda, tas ransel dengan isi kantong yang terbatas alias seorang budget traveler, apa jadinya jika kita traveling ala backpacker bareng sama nenek-nenek? Tahun lalu bermodal tiket promo CGK-KL saya berdua teman liburan ke KL. Awalnya kita hanya berdua, lalu teman kantor teman saya (agak ribet, teman saya sebut saja Eko) tiga cewek teman kantor Eko ingin ikut, akhirnya setelah hunting tiket mereka dapat tiket promo sehari lebih awal dari jadwal kita karena tiket pada hari H sudah habis. Continue reading “Backpacker with Nenek-Nenek”

Samurti, Oase Budaya di Jakarta

Matahari sudah mulai tinggi saat sekumpulan anak-anak muda Jakarta berduyun-duyun mendatangi sebuah pendopo di kawasan Duren Tiga. Ya, mereka adalah komunitas pecinta gamelan muda di Jakarta yang menamakan diri Samurti Andaru Laras  yang memiliki arti Harmonisasi Cahaya Rembulan. Setiap Minggu pagi mereka rutin berlatih gamelan. Disaat anak muda lainnya mengidolakan musik-musik asing, mereka justru dengan bangga melestarikan warisan budaya bangsa. Continue reading “Samurti, Oase Budaya di Jakarta”

Ngojek Ke Bandara Soetta

Selama ini saya hanya tahu kalau akses ke Bandara Soetta hanya bisa menggunakan mobil pribadi,taksi dan bus Damri. Belum pernah terpikirkan oleh saya kalau ada moda transportasi lain yang lebih praktis ke bandara Soetta, bandara internasional yang tidak mempunyai moda transportasi massal seperti kereta api atau MRT (mass rapid transit) kecuali bus damri. Suatu hari, dikarenakan satu dan lain hal saya harus ke bandara dengan kondisi buru-buru dan baru sadar kalau saya bisa ke bandara Soetta dengan jasa ojek online. Continue reading “Ngojek Ke Bandara Soetta”

Sudut lain Jogja part 1

Sudah lama sekali saya pengen menulis tentang Jogja, salah satu kota favorit saya. Mungkin tulisan ini terlalu subyektif karena memang berdasarkan kecintaan saya dengan kota Gudeg ini. Meskipun sudah sering bolak-balik ke Jogja, tapi tak pernah ada kata bosan dalam kamus saya. Jogja mempunyai sejuta magnet yang membuat saya selalu kembali ke sana, benarlah pula kata Anies Baswedan bahwa setiap sudut kota Jogja itu romantic. Ribuan posting tentang wisata kota pelajar ini mungkin sudah sering kita baca di berbagai blog maupun artikel. Kali ini saya akan menuliskan tentang sudut-sudut dan kegiatan favorit saya ketika mengunjungi Jogja. Continue reading “Sudut lain Jogja part 1”

Para Priyayi, Sebuah Novel

Jpeg
Jpeg

Apakah arti dari sebuah kata “Priyayi”?

Priyayi dalam budaya Jawa adalah kalangan yang berasal dari keturunan bangsawan atau memiliki trah langsung dari anggota kerajaan. Dalam novel Para Priyayi, arti priyayi bisa sangat berlainan dengan yang diistilahkan oleh Wikipedia.

Adalah Sastrodarsono yang memiliki nama kecil Soedarsono mengawali jenjang kepriyayiannya dari seorang anak buruh tani. Tekad dan dorongan yang kuat dari anggota keluarga membuat Sastrodarsono berhasil menjadi orang yang pertama kali mbubak kawah (menjadi pembuka jalan) bagi keluarganya untuk menapaki dunia kepriyayian. Continue reading “Para Priyayi, Sebuah Novel”

Sarangan, telaga surga di kaki Gunung Lawu

Dari kecil saya selalu berpikir kalau ingin melihat tempat-tempat yang indah di tanah Jawa secara otomatis otak saya langsung berkiblat kearah barat dari tempat kelahiran saya, kebetulan saya lahir di Ngawi Jawa Timur, maka saya selalu menganggap kota-kota di Jawa Tengah atau Jogja selalu lebih menarik daripada di tanah kelahiran saya, karena kedua propinsi tersebut berada di sebelah barat kota Ngawi, belakangan justru saya baru mengetahui kalau di sekitar timur selatan kota Ngawi ada sebuah tempat yang indah bernama Telaga Sarangan. Continue reading “Sarangan, telaga surga di kaki Gunung Lawu”