Sajak-mu Piye? Part 4

Cangkir matamu yang manis, tempatku menyeduhkan puisi, tempatku pulang mengaduhkan tangis @samudra_hening

Tubuh yang tabah, menasbihkan namaMu, menisbahkan seluruh rindu. PadaMu @samudra_hening

Di rekah udara subuh, kuderetkan namaMu dari bait-bait sunyi, yang ditadabburkan sepi, ditadarruskan pagi @samudra_hening

Rinduku terdalam lalu lalang menuju pulang, di bening keningmu yang hening @samudra_hening

Ing reh pepuntoning tekad, santa-santosipun kapti, wijanging ngelmu jatmika, neng kaanan eneng ening, atilar wasita jati ~Kinanti/SS Djenar

Bertamulah di kerinduanku, cicipi secangkir sepi dingin, semaumu. @samudra_hening

Serupa bahtera Nuh, kita adalah sepasang, yang terselamatkan dari banjir rindu, lalu berlabuh di bukit-bukit pelukmu @samudra_hening

Di altar Prambanan, kau serupa kinanthi yang kunantikan, senyummu, seribu rindu yang kucandikan @samudra_hening

Di wajahmu, musim gugur telah tiba, daun-daun berjatuhan. Di kakimu, aku tertunduk memunguti harapan. – @samudra_hening

Di bening matamu, maut adalah airmata yang menembus dinding hati. Mencerabut nyawa dari sebuah mimpi @samudra_hening

Kangen kuwi pengen ketemu, nek rindu gak pengen ketemu biar tetap ada dihati #fatwarindu

Ingin kucium bening maut di keningmu, menemani rindu yang dihijrahkan hati, mengamini mimpi-mimpi sunyi @samudra_hening

Akan kurawat cemas ini, supaya aku terus menikmati rindu #fatwarindu

Kecemasan adalah rindu, yang tenggelam dalam doa masing-masing @samudra_hening

Sajak ini, pusara paling diam, peristirahatan terakhir dimana kesedihan dimakamkan. @samudra_hening

Aku terdampar di tepian matamu, tempat terindah untukku terjatuh, di kedalaman cintamu @samudra_hening

Rindu adalah nikmat yang tertunda, dari kumpulan sajak-sajak yang terbuang @samudra_hening

“1000 puisi dalam satu malam..!” pintamu. Fajar terbit, tubuhmu menjelma bait-bait, terperangkap melengkapi kutukan puisi terakhir @samudra_hening

Tak bisa kupadamkan nyala rindu yang berapi-api, yang berpijar diam-diam dalam pejam @samudra_hening

Tak ada yang lebih tabah selain sinar bulan, yang tak pernah mengeluh untuk apa dia diciptakan sendirian @samudra_hening

Inilah aminku, langkahku mengamankanmu, meneguhkan takdirmu yang setia menemani imanku @samudra_hening

Pada hening subuh, aku mencintai namamu, yang disyahdukan butiran tasbih, dibeningkan hati penuh gigih @samudra_hening

Kutipan Tafsir Al Misbah

Berikut ini adalah kutipan-kutipan dari #TafsirAlMisbah yang disampaikan oleh Pak Quraish Shihab selama bulan Ramadan kemarin

Jangan pernah merasa kau bisa membalas jasa orangtua, karena yang mampu melakukannya hanyalah Tuhan. #TafsirAlMisbah

Membalas itu menciptakan musuh, memaafkan itu menciptakan teman. #TafsirAlMisbah

Setan selalu berusaha mengajak manusia kejalan keburukan, oleh krn itu dimana ada keburukan disitu ada setan #TafsirAlMisbah

Jangan menafsirkan Quran secara harafiah. Karena banyak sekali makna luas yang terkandung di dalamnya. #TafsirAlMisbah

Kalau iblis yg membuat kedurhakaan saja doanya dikabulkan Tuhan, apalagi doa orang yang taat kepadaNya. #TafsirAlMisbah

Manusia dapat berusaha memperpanjang ajalnya (batas umur) salah satunya dengan silaturahim (menjaga hub baik) #TafsirAlMisbah

Dalam agama tidak diajarkan 5+5:10 tp 10 itu berapa tambah berapa? Semua mengandung kemungkinan benar jk hasilnya 10 #TafsirAlMisbah

Kitab suci mengandung berbagai macam penafsiran supaya kita mempunyai pilihan #TafsirAlMisbah

Orang yang putus asa seakan-akan tidak percaya Tuhan mampu mengubah hidupnya #TafsirAlMisbah

Seseorang jika melihat kekurangan pada pasangannya hendaknya menutup mata sambil berusaha menyempurnakannya #TafsirAlMisbah

Cara agar keinginan kita bisa sinkron dg Tuhan: buat Tuhan mencintai kita lewat doa #tafsiralmisbah

Jangan mau mengalah dengan mengorbankan prinsip #TafsriAlMisbah

tugas manusia itu sangatlah berat didunia,kecuali dia mendekat kpd penciptanya #tafsiralmisbah

Sajak-Mu Piye? Part 3

Tubuh yang tabah, menasbihkan namaMu, menisbahkan seluruh rindu. PadaMu @samudra_hening

Rinduku terdalam lalu lalang menuju pulang, di bening keningmu yang hening @samudra_hening

Bertamulah di kerinduanku, cicipi secangkir sepi dingin, semaumu. @samudra_hening

Serupa bahtera Nuh, kita adalah sepasang, yang terselamatkan dari banjir rindu, lalu berlabuh di bukit-bukit pelukmu @samudra_hening

Di altar Prambanan, kau serupa kinanthi yang kunantikan, senyummu, seribu rindu yang kucandikan @samudra_hening

Tak lagi kudongengkan tentang Jonggrang,jika rindu ini menggenapi seribu kutukan dalam wujud Bondowoso yang berbeda @samudra_hening

Yang tersisa dari udara subuh ialah rindu yang tak lagi rapuh. Nun jauh, puasamu mencipta puisiku. @samudra_hening

Dalam setangkup doa, rindu adalah kejap matamu, yang setia menangkap aminku, yang setia nenemani imanku @samudra_hening

Telah tiba masanya, segala yang disingkirkan rindu satu per satu akan disangkarkan waktu @samudra_hening

Kutemukan senja lain, terbenam disudut matamu,cahayanya redup sejak rindu sering bertiup @samudra_hening

Secangkir puisi kau buatkan, barangkali syair hanyalah pemanis bagi kopi yang kau seduhkan dalam kata @samudra_hening

Di pelupuk matamu, awan hujan mulai turun, rintik airnya tergenang hingga ke dasar hatiku @samudra_hening

Sore ini, kulihat matahari terbenam di mata kananmu, gerimis mulai turun di mata kirimu, dan hatiku mulai basah oleh airmata @samudra_hening

Sajak-Mu Piye? Part 2

Hatimu memang terlampau dalam, namun disana aku rindu rasanya tenggelam @samudra_hening

Lepas senja seorang lelaki pergi ke bulan “langitnya dicat warna apa sayang?” Sang kekasih menggantungkan pelangi @samudra_hening

Pergilah ke langit, disana puisi tak pernah kehilangan sunyi. Tertanda – penyair bumi @samudra_hening

Memang, senyum mautmu selalu ditebar diam-diam, namun ia mampu membunuhku hidup-hidup @samudra_hening

Berhati-hatilah mencintaiku karena aku tak mampu mencintaimu setengah hati @samudra_hening

Disini, rindu membeku diantara bongkahan waktu, jangan biarkan ia meleleh lalu menggenangi sudut matamu @samudra_hening

Disini, rindu membeku diantara bongkahan waktu, jangan biarkan ia meleleh lalu menggenangi sudut matamu @samudra_hening

Di sudut meja, secangkir kopi panas perlahan mendingin, kekasihnya pergi mencari pemanis lain @samudra_hening

Dalam sekotak wayang, kita adalah sepasang peran yang saling mempermainkan dalang,dan penonton siap berkisah @samudra_hening

Sore ini, kulihat matahari terbenam di mata kananmu, gerimis mulai turun di mata kirimu, dan hatiku mulai basah oleh airmata @samudra_hening

Tak perlu lagi asam cuka jika senyum yang kau masamkam terfermentasi hingga detik yang kesekian. — @samudra_hening

Tak lagi kudongengkan tentang Jonggrang,jika rindu ini menggenapi seribu kutukan dalam wujud Bondowoso yang berbeda @samudra_hening

Berhati-hatilah mencintaiku karena aku tak mampu mencintaimu setengah hati @samudra_hening

Sementara aku mencemaskanmu diam-diam,rinduku kau kubur hidup-hidup @samudra_hening

Saat embun berebut turun, sepiring senyum dan secangkir puisi sudah kau hidangkan pagi ini @samudra_hening

Tatuning Ibu

Lakon lelaku..

Laku jantraning kodrat,

Kodrating wanito, tinoto toto neng tatu..

Tatu tetesing eluh, eluh tangis

Nanging dudu tangis kanalungso

Nanging.. Nanging tangising ibu kang kebak esem

Esem sinawung ngidung

Ngidung tembanging kaswargan

Oh ibu kowe loro nanging ora kok roso

Rasane njerit koyo diiris

Sakujur badan adus kringet.. kringet..

Kringeting getih.. getih..

Getih pangorbanan

babu babon, babuning urip kang sejati

Luka Ibu

Cerita

Cerita tentang sebuah kodrat

Kodrat wanita, begitu tertata namun terluka

Luka meneteskan airmata, airmata tangis

Namun bukan tangis kesedihan

Namun, namun tangis seorang ibu yang penuh senyum

Tersenyum sambil bernyanyi

Nyanyian tembang surgawi

Oh ibu.. Engkau terluka namun tidak kau rasakan

Rasanya menjerit seperti teriris

Sekujur badan berpeluh keringat, keringat

Keringat darah.. darah

Darah pengorbanan

Pengabdian ibu, pengabdian sejatinya hidup

Fiksi mini

DI GEDUNG BIOSKOP – “Kami tidak mendapatkan kursi”, para penonton masuk ke dalam layar, memerankan tokoh masing-masing @fiksimini

BANYAK DOSA – Di pundak kiri, malaikat pencatat amal meminta asisten kepada Tuhan @fiksimini

TOKO MOTIVASI – Big Sale akhir tahun, jual semangat dalam bentuk kemasan isi tiga @FMRush

MIMPI BASAH – Ada payung dibalik selimutnya @FMRush

DIALOG IMAJINER – Ritual pemangggilan sudah dilakukan, para arwah mulai kesurupan @fiksimini

BALAS DENDAM – Para wayang memainkan dalang, sebagian duduk bersorak sorai di barisan penonton @FMRush

LANGIT KETUJUH – Malaikat menyodorkan sekotak uang receh amalnya,pintu surga tak bisa dibuka. “Tiket promo belakangan”tegur malaikat @FMRush

UNDANGAN PERNIKAHAN – NB : Maaf, ungkapan kasih yang diberikan tdk dalam bentuk cinderamata,penerima tamu kami lengkapi mesin EDC @Liputan9

RUMAH TUA Atapnya mulai beruban, garis jendelanya semakin berkerut @fiksimini

SOEMPAH PEMOEDA – Takut diberi mimpi, para pemuda mengikrarkan sumpah pocong @FMRush

MONEY LAUNDRY – 2 Saksi dihadirkan dalam persidangan, setrika dan mesin cuci saling bungkam @FMRush

UANG PALSU 3 – Bapak proklamator menitikkan airmata, sesaat usai pembacaan sumpah pemuda. @FMRush

WNI NASIONALIS – Sudah satu jam terlambat “kami belum ganti kewarganegaraan, ini budaya kami” rapat dipertahankan. @fiksimini

UANG PALSU 2 – Jubah sang pangeran terlepas,beberapa lembar ubannya tergerai di dalam dompet @fiksimini

UANG PALSU – Kacamata plokamator itu retak saat aku melipatnya @fiksimini

BUKU NIKAH – 7 hari setelah jasadnya dikebumikan, ayah minta buku barunya segera dibuat @fiksimini

DOA CATATAN AMAL – Semoga malaikat penghuni bahu kanan ini menjadi penulis best seller bukuku kelak. Amin @fiksimini

REKENING GENDUT – Mulai diet ketat dan mati-matian belajar sit up supaya terlihat sixpacks @FMRush

PENGADILAN MAYA – Begitu disidang, ia terbangun dari mimpi @fiksimini

PROMO KE SURGA – Kotak amal berkeliling memungut tarif, pecahan ribuan mendominasi @fiksimini

Sajak-mu piye?

Kelak, apa yang disebut cinta ialah saat bahuku menjadi tempat singgah bebanmu, dan kita bahu membahu @samudra_hening

Pada roda yang berputar, kita adalah jeruji yang saling mengejar, berdekatan namun saling menghindar. ~ @samudra_hening

Matamu mulai terlihat hujan, disini aku berteduh dibawah payung rindu @samudra_hening

Puisi adalah baju, caramu untuk mempercantik rindu, caraku merindukanmu. – @samudra_hening

Sajak memang tak pernah mencintaimu, namun ia setia menghiburmu. ~ @samudra_hening

Bekas pelukmu, serupa takbir malam ini, menggema di penjuru langit ingatanku. – @samudra_hening

Cinta itu cuma pinjaman, jaminannya hati, kalo jatuh tempo lunasilah dengan ikhlas,kembalikan hati kepada yang punya hak milik #random

Di sini, rindu diciptakan waktu, direkatkan jarak dalam langit ingatanku. – @samudra_hening

Hatimu, tempat tidur yang nyaman tanpa takut diberi mimpi. – @samudra_hening

Saat matamu terlihat mendung, buru-buru aku berteduh di hatimu. – @samudra_hening

Bola matamu, ruang santai tempat pikiranku berbaring tanpa diam @samudra_hening

Mencintaimu, seperti memamah biak waktu, tak cukup menelan ribuan jam untuk mencernamu. – @samudra_hening

Bahkan gulapun berteman kopi, tak nikmat jika diseduh sendirian,habis pahit terbitlah manis,berlaku juga untuk hidup #NgomyangSamaKopi

Barangkali inilah rindu yang dikacaukan waktu, seperti Adam menunggu tulang rusuk seratus juta tahun lalu. – @samudra_hening

Disudut meja, seringkali anganku terjebak, akankah kau sang sosok yang berada diantara asbak dan puntung rokok? @samudra_hening

Wudhu yang aneh

Melakukan ibadah di negara yang umat muslimnya minoritas itu gampang-gampang susah. Boro – boro ada musola di setiap tempat atau mall seperti di Indonesia, mencari masjidpun juga susah. Setelah keliling Mustafa Center di Singapura saya dan teman-teman ingin menunaikan solat dzuhur karena waktu solat sudah tiba. Capek keliling dan nanya orang sana-sini akhirnya ketemulah sebuah masjid di sekitar kawasan belanja tersebut. Cukup luas dan lumayan buat leyeh-leyeh sejenak. Continue reading “Wudhu yang aneh”

Toilet oh Toilet

Traveling dengan perut mules itu benar-benar menyiksa, saya pernah mengalami kejadian ini sewaktu ke Bangkok. Pagi itu saya dan tiga orang teman yang baru nemu di bandara berencana mengunjungi Grand Palace, karena ada beberapa tempat yang harus kita kunjungi dalam satu hari maka disepakati kita akan berangkat dari hotel di kawasan Sukhumvit sepagi mungkin.

Continue reading “Toilet oh Toilet”