Sudut lain Jogja part 1

Sudah lama sekali saya pengen menulis tentang Jogja, salah satu kota favorit saya. Mungkin tulisan ini terlalu subyektif karena memang berdasarkan kecintaan saya dengan kota Gudeg ini. Meskipun sudah sering bolak-balik ke Jogja, tapi tak pernah ada kata bosan dalam kamus saya. Jogja mempunyai sejuta magnet yang membuat saya selalu kembali ke sana, benarlah pula kata Anies Baswedan bahwa setiap sudut kota Jogja itu romantic. Ribuan posting tentang wisata kota pelajar ini mungkin sudah sering kita baca di berbagai blog maupun artikel. Kali ini saya akan menuliskan tentang sudut-sudut dan kegiatan favorit saya ketika mengunjungi Jogja. Continue reading “Sudut lain Jogja part 1”

Para Priyayi, Sebuah Novel

Jpeg
Jpeg

Apakah arti dari sebuah kata “Priyayi”?

Priyayi dalam budaya Jawa adalah kalangan yang berasal dari keturunan bangsawan atau memiliki trah langsung dari anggota kerajaan. Dalam novel Para Priyayi arti priyayi bisa sangat berlainan dengan yang diistilahkan oleh Wikipedia. Adalah Sastrodarsono yang memiliki nama kecil Soedarsono mengawali jenjang kepriyayiannya dari seorang anak buruh tani. Tekad dan dorongan yang kuat dari anggota keluarga membuat Sastrodarsono berhasil menjadi orang yang pertama kali mbubak kawah (menjadi pembuka jalan) bagi keluarganya untuk menapaki dunia kepriyayian. Continue reading “Para Priyayi, Sebuah Novel”

Sarangan, telaga surga di kaki Gunung Lawu

Dari kecil saya selalu berpikir kalau ingin melihat tempat-tempat yang indah di tanah Jawa secara otomatis otak saya langsung berkiblat kearah barat dari tempat kelahiran saya, kebetulan saya lahir di Ngawi Jawa Timur, maka saya selalu menganggap kota-kota di Jawa Tengah atau Jogja selalu lebih menarik daripada di tanah kelahiran saya, karena kedua propinsi tersebut berada di sebelah barat kota Ngawi, belakangan justru saya baru mengetahui kalau di sekitar timur selatan kota Ngawi ada sebuah tempat yang indah bernama Telaga Sarangan. Continue reading “Sarangan, telaga surga di kaki Gunung Lawu”

Trip Dadakan ke Pulau Seribu

Membatalkan rencana liburan yang sudah kita susun rapi memang tidak menyenangkan. Beberapa waktu lalu saya dan teman-teman merencanakan liburan ke Dieng Wonosobo, apa daya mendekati hari H jumlah personel yang tadinya 12 orang satu persatu rontok tinggal 2 orang dan saya salah satu yang batal ikut dikarenakan satu dan lain hal. Terpaksa mendekati long weekend yang tinggal 1 hari lagi saya dan teman-teman mengubah haluan menuju Pulau Seribu. Rencana awal liburan ke gunung kini berubah menjadi ke pulau dan camping di pantai. Looking good! Setidaknya long weekend tidak terlewatkan hanya diatas kasur. Ada dua pulau pilihan yaitu Pulau Semak Daun dan Pulau air. Persiapan sangat mepet mulai dari sewa tenda yang baru didapat malam sebelum berangkat kemudian belanja logistic jam 3 subuh, itupun hanya makanan instan, tidak berbekal kompor dan teman-temannya. Kapal menuju pulau berangkat jam 7 pagi, guna menghindari kesiangan dan sebagainya akhirnya kita putuskan untuk begadang di salah satu resto cepat saji di kawasan Jakarta Pusat, baru jam 4 subuh kita menuju Pelabuhan Kaliadem. Jam 6 pagi antrian tiket kapal sudah mengular, niat awal bergabung satu kapal dengan teman-teman trip lain menjadi terpisah karena beda kapal. Perjalanan menuju Pulau Semak Daun ditempuh dalam waktu 3 jam, kapal berlabuh di Pulau Pramuka, kemudian kami melanjutkan perjalanan ke Pulau Semak Daun dengan menggunakan kapal kecil. Continue reading “Trip Dadakan ke Pulau Seribu”

Nguri(p)-uri(p) Kabudayan Jawi

Pesatnya perkembangan dunia teknologi informasi dalam kurun waktu satu dasawarsa ini telah membuat kita menjadi manusia yang serba instan dan digital. Tanpa kita sadari, perlahan tapi pasti banyak peninggalan budaya yang kita warisi kian terkikis. Ditengah kondisi yang kekinian, produk budaya adalah sesuatu yang semakin tampak kekunoan di mata generasi muda, tidak banyak yang mau melestarikannya. Continue reading “Nguri(p)-uri(p) Kabudayan Jawi”

Macapat, our life cycle

Sudah lama saya ingin menulis tentang macapat, beruntung masa kecil saya masih sempat mendengar tembang-tembang asli Jawa tersebut. Almarhumah Mbah Buyut dan Mbah Kakung sewaktu saya kecil sering nembang macapat, meskipun pada saat itu saya tidak begitu tertarik dan menyukai macapat. Tetapi memori masa kecil itu membuat saya kangen saat dewasa dan ketika saya belajar gamelan. Macapat merupakan tembang yang penuh filsafat dan ajaran Jawa. Urutan macapat merupakan tahapan atau fase kehidupan manusia dari jabang bayi hingga alam barzah. Macapat berasal dari ‘maca papat-papat’ atau membaca empat-empat. Berikut ini adalah 11 urutan macapat yang merupakan fase kehidupan manusia. Continue reading “Macapat, our life cycle”

Kota Solo

Kalau mendengar kota Solo mungkin dalam bayangan kita yang muncul adalah kota tempat presiden RI ketujuh berasal. Apa yang menarik dari kota kecil ini? Kota yang memiliki slogan The Spirit of Java ini ternyata memiliki banyak destinasi wisata yang mungkin kurang populer di banding Jogja tapi tak kalah menariknya untuk dikunjungi. Berikut ini beberapa diantaranya Continue reading “Kota Solo”

Peringatan Unik di Malaysia

Indonesia dan Malaysia memang bertetangga, walau bahasa kedua Negara tersebut berasal dari rumpun yang sama yaitu bahasa melayu tetapi pada kenyataannya artinya bisa sangat jauh berbeda, saat keliling KL kemarin saya sempat mendokumentasikan beberapa papan informasi atau penunjuk yang sering membuat saya tersenyum sendiri. Berikut ini catatan saya :

BALAI KETIBAAN — Mungkin maksudnya terminal kedatangan

TUNTUTAN BAGASI — kalau di Indonesia tempat pengambilan bagasi, kasian kalau bagasi dituntut beneran

AMARAN. LIF ATAU ESKALATOR SEDANG DISELENGGARAKAN,SEGALA KESULITAN ADALAH AMAT DIKESALI — Terjemahan bebas ala saya mungkin : Peringatan, lift sedang dalam perbaikan, mohon maaf atas ketidaknyamanannya

AMARAN. DILARANG MASUK TANPA KEBENARAN — Peringatan, dilarang masuk tanpa izin

PAPAN KENYATAAN — Papan informasi. Bukan papan lari dari kenyataan ya hehehe..

SEWA KERETA — Rental mobil. Hebat kalau jalan-jalan bisa sewa kereta

PINTU KECEMASAN — Pintu darurat

TEMPAT LETAK KERETA — Parkir Mobil

BUKA SEMASA KECEMASAN SAHAJA — Pecahkan dalam kondisi darurat. Peringatan ini saya lihat di kaca LRT

DILARANG MASUK TANPA KEBENARAN — Dilarang masuk tanpa izin

PENGKHIDMATAN PERCUMA — Layanan gratis. Tulisan ini saya baca di bus GO KL, saya dan teman-teman suka memplesetkanya menjadi bus GOKIL

Oya, jangan sekali-kali meminta air putih kepada pelayan restoran kalau tidak mau dipelototi mereka, karena dalam bahasa Malaysia, air putih adalah air sperma. Kata-kata berikut juga jangan diucapkan ketika di Malaysia : Butuh yang artinya P*nis dan Pantat yang berarti v*gin*. Selain itu ada beberapa penggunaan kata yang tak biasa kita gunakan untuk penyebutan suatu benda atau tempat. Seperti penggunaan kata kedai yang dalam bahasa indonesia lazim digunakan untuk menyebut warung makan, di malaysia kata kedai bisa dipakai untuk salon menjadi kedai potong rambut atau toko furniture menjadi kedai perabot, minimart biasa disebut pasar mini. Terkadang kalau membaca kata-kata tersebut saya suka ngikik sendiri. Hihihi.

note : tulisan ini dibuat tidak untuk mendiskreditkan bahasa suatu bangsa

Jpeg
Jpeg
Jpeg
Jpeg
Jpeg
Jpeg
Jpeg
Jpeg

bandara

Jpeg
Jpeg
Jpeg
Jpeg
Jpeg
Jpeg
Jpeg
Jpeg

Pertama ke luar negeri

Menjejakkan kaki di negara lain memang menjadi impian saya dari dulu, hamdalah keinginan itu terwujud tanpa sengaja. Berawal dari iseng-iseng bikin paspor yang entah kapan akan dipakai. Sebulan setelah paspor jadi, dua orang teman dekat saya menawarkan tiket promo CGK-SIN pp seharga IDR 700K. Tanpa pikir panjang sayapun mengiyakan ajakan tersebut. Mulailah saya mengumpulkan informasi tentang Singapura dan berikut ini adalah Do’s and Don’ts ketika di Negara kota tersebut Continue reading “Pertama ke luar negeri”