Sajak-mu piye?

Kelak, apa yang disebut cinta ialah saat bahuku menjadi tempat singgah bebanmu, dan kita bahu membahu @samudra_hening

Pada roda yang berputar, kita adalah jeruji yang saling mengejar, berdekatan namun saling menghindar. ~ @samudra_hening

Matamu mulai terlihat hujan, disini aku berteduh dibawah payung rindu @samudra_hening

Puisi adalah baju, caramu untuk mempercantik rindu, caraku merindukanmu. – @samudra_hening

Sajak memang tak pernah mencintaimu, namun ia setia menghiburmu. ~ @samudra_hening

Bekas pelukmu, serupa takbir malam ini, menggema di penjuru langit ingatanku. – @samudra_hening

Cinta itu cuma pinjaman, jaminannya hati, kalo jatuh tempo lunasilah dengan ikhlas,kembalikan hati kepada yang punya hak milik #random

Di sini, rindu diciptakan waktu, direkatkan jarak dalam langit ingatanku. – @samudra_hening

Hatimu, tempat tidur yang nyaman tanpa takut diberi mimpi. – @samudra_hening

Saat matamu terlihat mendung, buru-buru aku berteduh di hatimu. – @samudra_hening

Bola matamu, ruang santai tempat pikiranku berbaring tanpa diam @samudra_hening

Mencintaimu, seperti memamah biak waktu, tak cukup menelan ribuan jam untuk mencernamu. – @samudra_hening

Bahkan gulapun berteman kopi, tak nikmat jika diseduh sendirian,habis pahit terbitlah manis,berlaku juga untuk hidup #NgomyangSamaKopi

Barangkali inilah rindu yang dikacaukan waktu, seperti Adam menunggu tulang rusuk seratus juta tahun lalu. – @samudra_hening

Disudut meja, seringkali anganku terjebak, akankah kau sang sosok yang berada diantara asbak dan puntung rokok? @samudra_hening

Wudhu yang aneh

Melakukan ibadah di negara yang umat muslimnya minoritas itu gampang-gampang susah. Boro – boro ada musola di setiap tempat atau mall seperti di Indonesia, mencari masjidpun juga susah. Setelah keliling Mustafa Center di Singapura saya dan teman-teman ingin menunaikan solat dzuhur karena waktu solat sudah tiba. Capek keliling dan nanya orang sana-sini akhirnya ketemulah sebuah masjid di sekitar kawasan belanja tersebut. Cukup luas dan lumayan buat leyeh-leyeh sejenak. Continue reading “Wudhu yang aneh”

Toilet oh Toilet

Traveling dengan perut mules itu benar-benar menyiksa, saya pernah mengalami kejadian ini sewaktu ke Bangkok. Pagi itu saya dan tiga orang teman yang baru nemu di bandara berencana mengunjungi Grand Palace, karena ada beberapa tempat yang harus kita kunjungi dalam satu hari maka disepakati kita akan berangkat dari hotel di kawasan Sukhumvit sepagi mungkin.

Continue reading “Toilet oh Toilet”