Serunya Ngopi Sore Bareng Tiket.com

“Traveling begins after coffee..”

Apa yang kita rindukan dari sebuah perjalanan? Tempatnya? Makanannya? Atau orang-orangnya? Pasti setiap orang akan menjawabnya dengan apa yang membuatnya terkesan selama perjalanan. Baik itu tempat, makan, ataupun orang-orang yang ditemui dalam perjalanannya.

Begitu pula dengan seorang Marischka Prudence yang akrab disapa Prue, mantan jurnalis dan reporter dari sebuah TV swasta ini berbagi pengalamannya selama menjadi seorang travel blogger dalam acara gathering bertajuk #NgopiBarengTiket. Berlokasi di 100 Eatary & Bar Hotel Atlet Century Park, Senayan acara yang dipersembahkan https://www.tiket.com/pesawat itu berlangsung dalam suasana yang hangat dan meriah.

Prue berbagi tips sebagai travel blogger

Kenapa Marischka Prudence? Pak Gaery Undarsa sebagai Co-founder dan Chief Communication dari www.tiket.com melihat sosok Prue sebagai travel blogger wanita yang penuh inspirasi. Personal branding Prue sudah bagus dan sejalan dengan misi www.tiket.com ujarnya.

Bagi seorang Marischka Prudence traveling adalah bagian dari hidupnya. Meski sempat mencicipi dunia perkantoran yang monoton, namun jiwanya adalah petualang sejati. Melompat dari comfort zone ke zona bebas adalah impiannya, memang pada awalnya banyak pihak yang tidak mendukung terutama orang-orang disekitarnya, namun usahanya untuk menjadi dirinya sendiri kini mulai membuahkan hasil.

Pak Gaery Undarsa, Co-founder dan Chief Communication dari www.tiket.com sedang membuka acara

Marischka Prudence mulai dikenal sebagai travel blogger dengan brand petualang cantik. Ya, meskipun petualangan lebih identik dengan maskulinitas yang cenderung cuek, namun tidak bagi Marischka, ia tetap tidak melupakan kodratnya sebagai wanita sejati, tetap mengenakan make up saat bertualang, tetap modis dan cantik dalam setiap momen yang ia abadikan.

Prue juga tak segan-segan berbagi tips tentang foto traveling “Foto traveling itu tergantung cuaca,harus pintar-pintar mencari waktu yang tepat untuk mengunjungi sebuah destinasi, selain itu jangan pelit dengan storage kamera, ambil sebanyak mungkin pose yang kita inginkan, setelah selesai baru kita pilih yang paling bagus, terkadang tempat yang bagus membutuhkan pengorbanan untuk mendapatkan angle yang pas. Ingat, dibalik foto yang indah ada perjuangan disana…”  Tutur wanita yang lebih sering menghabiskan waktu liburnya dengan tidur.

Bagi seorang travel blogger yang kesehariannya lebih banyak melakukan aktivitas traveling, jadwal tidur yang cukup adalah sebuah kemewahan bagi Prue. Selain tidur, Prue juga sering menghabiskan waktu liburnya dengan mengunjungi keluarga maupun sahabat. Saking padatnya jadwal traveling, Prue bahkan pernah ‘dibooking’ enam bulan sebelumnya untuk menghadiri pesta pernikahan sahabat dekatnya. Quality time singkat itu cukup untuk membayar ‘hutang ngumpul’ bersama mereka, hal yang jarang ia lakukan saat sibuk traveling.

Prue juga berbagi pengalaman pribadinya bagaimana menciptakan personal branding yang pas, “kita boleh saja menjadikan orang lain sebagai inspirasi, tapi jangan meng-copy habis-habisan, kita bukan mereka dan tidak akan pernah bisa menjadi mereka, menjadi diri sendiri dan tetap konsisten dengan apa yang sudah kita jalankan adalah hal yang paling penting..” ujar wanita berambut panjang ini.

Acara #NgopiBarengTiket yang berlangsung pada tanggal 20 Maret kemarin, selain menghadirkan Marischka Prudence Prue sebagai narasumber juga dihadiri langsung oleh Pak Gaery dari https://www.tiket.com/pesawat Sesi pertama dibuka dengan cerita  tentang asyiknya #SobatJalan dan #AussieBanget, detil videonya bisa dilihat disini https://go.tiket.com/sj-aussiebanget

Kemudian dilanjutkan dengan sosialiasi program-program dari https://www.tiket.com/pesawat Strategi pemasaran yang canggih sehingga memudahkan customer untuk mendapatkan layanan pembelian tiket pesawat, hotel, sewa mobil bahkan konser musik ataupun event.

Ngopi bareng www.tiket.com dan blogger

Di era kekinian, aktivitas traveling bukanlah hal yang susah untuk dilakukan. Terutama bagi kaum hawa. Hadirnya https://www.tiket.com/pesawat membuat traveling menjadi mudah, nyaman, dan praktis. Tidak perlu repot antri untuk mendapatkan tiket yang kita butuhkan, tinggal klik www.tiket.com lalu kita sudah bisa mendapatkan tiket hotel, kereta api maupun tiket pesawat bahkan pada saat injury times hingga 2 jam sebelum keberangkatan. Kelebihan lain jika membeli tiket dari www.tiket.com kita bisa mendapatkan makanan dan minuman gratis dari Maxx Coffee di Bandara Jakarta, Medan dan Lombok.

Bagi kalian yang sudah tidak sabar ingin mengisi liburan, namun tidak memiliki banyak waktu luang,  langsung saja klik www.tiket.com Banyak promo menarik dan pastinya tidak perlu takut kehabisan tiket, karena saat ini www.tiket.com sudah bekerja sama dengan 30 maskapai penerbangan dan melayani lebih dari 18.000 rute penerbangan. Baik domestik maupun internasional, serta lebih dari 180.000 jaringan hotel lokal dan internasional.

Nah, tunggu apalagi? Selamat berlibur.

Prue

Yuk, Ngintip Pembuatan Terowongan MRT Jakarta!

Berawal dari melihat postingan instagram beberapa teman yang memajang foto di dalam terowongan MRT Jakarta, membuat saya penasaran seperti apa sih pembuatan terowongan MRT alias Mass Rapid Transit. Pun ketika melintasi jalur protokol Sudirman – Thamrin yang sedang dilakukan pengerjaan proyek MRT, saya selalu melipir ke jendela Transjakarta untuk sekedar melongok bentuk terowongan MRT. Dan selalu yang terlihat hanyalah mobil-mobil proyek serta alat berat, sementara terowongan yang membuat saya penasaran tak pernah terlihat. Continue reading “Yuk, Ngintip Pembuatan Terowongan MRT Jakarta!”

Mencicipi Kuliner Jawa di Rumah Sarwono

Tradisi kuliner nusantara khususnya di Jawa memang susah dipisahkan dari budaya ‘ngiras’ di warung-warung jalanan. Entah hanya sekedar ngopi atau ngeteh sore-sore di angkringan maupun sekedar menikmati camilan ubi rebus, sate usus, gorengan dan sejenisnya. Nuansa seperti itu akan sangat mudah ditemui saat kita berada di Jogja ataupun di Solo. Dua kota yang notabene mewarisi akar budaya Jawa yang sangat kuat. Lain halnya jika kita tinggal di ibukota, akan sangat sulit mencari tempat nongkrong yang bernuansa homey layaknya rumah eyang di pedalaman Jawa. Continue reading “Mencicipi Kuliner Jawa di Rumah Sarwono”

Pupuh Rindu, The Anguish of Love

“I’m sick of it…”

Dua cangkir kopi saling beradu tatap. Entahlah, satu diantara mereka menyimpan dingin dendam, sedangkan cangkir lain menuangkan kehangatan. Hei! Berapa gulir waktu yang kamu diamkan di seberang meja? Sudah lama kita sepi dari sapa. Aku tahu ini bukan hal yang mudah, membebaskanmu merupakan pilihan tersulit dari yang paling sulit. Namun otakku kian sadar bahwa kebebasanmu adalah kebahagiaanmu. Tak kupungkiri bahwa sedikit hari-hari kemarin adalah anugrah singkat yang diberikan Tuhan untuk mengenalmu. Mengenalkan kerinduan yang belum pernah kutemui sebelumnya. Ah, rindu adalah jarak tersingkat untuk menyapamu, meski menurutmu itu adalah kata yang paling absurd. Di atas meja cangkir-cangkir kopi sudah mulai mendingin, untuk terakhir kalinya aku membayarkan tagihanmu. Menatapmu lekat sebelum hujan bulan desember menghapus segala keluku.

Continue reading “Pupuh Rindu, The Anguish of Love”

Napak Tilas di Bumi Majapahit

“Untuk mewujudkan mimpi kita semua, aku bersumpah akan menjauhi hamukti wiwaha sebelum cita-citaku dan cita-cita kita bersama itu terwujud… Aku bersumpah untuk tidak beristirahat. Lamun huwus kalah Nusantara ingsun amukti palapa…” –Sumpah Palapa

Gelegar suara Maha Patih Gajah Mada serasa menggema saat saya dan teman-teman menyusuri kawasan Trowulan Mojokerto. Kutipan dari novel Gajah Mada itu mampu membuat kami melakukan perjalanan napak tilas di bumi Majapahit. Tujuh abad lalu kawasan ini merupakan wilayah ibukota kerajaan Majapahit dengan sebutan Kotaraja Continue reading “Napak Tilas di Bumi Majapahit”

Cinta? Embuhlah..

“I didn’t mean to fall in love, but you made it so easy…”

Jika ada yang mengatakan bahwa jatuh cinta membuat manusia gila, mungkin aku sudah masuk rumah sakit jiwa. Entahlah, ini cangkir kopi yang kesekian kalinya aku nikmati bersamamu, namun pahitnya tetap setia membumbui lidahku. Di luar sana, rintik hujan tak peduli tentang Jonggrang yang sering kau sebutkan. Tidak pula tentang fragmen Mendut yang seringkali kau impi-impikan. Dari dulu wanita memang berkuasa menaklukan laki-laki. Pikiranku muak dengan segala pongah mimpi-mimpimu. Continue reading “Cinta? Embuhlah..”