Napak Tilas di Bumi Majapahit

“Untuk mewujudkan mimpi kita semua, aku bersumpah akan menjauhi hamukti wiwaha sebelum cita-citaku dan cita-cita kita bersama itu terwujud… Aku bersumpah untuk tidak beristirahat. Lamun huwus kalah Nusantara ingsun amukti palapa…” –Sumpah Palapa

Gelegar suara Maha Patih Gajah Mada serasa menggema saat saya dan teman-teman menyusuri kawasan Trowulan Mojokerto. Kutipan dari novel Gajah Mada itu mampu membuat kami melakukan perjalanan napak tilas di bumi Majapahit. Tujuh abad lalu kawasan ini merupakan wilayah ibukota kerajaan Majapahit dengan sebutan Kotaraja Continue reading “Napak Tilas di Bumi Majapahit”

Cinta? Embuhlah..

“I didn’t mean to fall in love, but you made it so easy…”

Jika ada yang mengatakan bahwa jatuh cinta membuat manusia gila, mungkin aku sudah masuk rumah sakit jiwa. Entahlah, ini cangkir kopi yang kesekian kalinya aku nikmati bersamamu, namun pahitnya tetap setia membumbui lidahku. Di luar sana, rintik hujan tak peduli tentang Jonggrang yang sering kau sebutkan. Tidak pula tentang fragmen Mendut yang seringkali kau impi-impikan. Dari dulu wanita memang berkuasa menaklukan laki-laki. Pikiranku muak dengan segala pongah mimpi-mimpimu. Continue reading “Cinta? Embuhlah..”

Pendakian Via Ferrata Tebing Parang

“You can’t fall if you don’t climb, but there’s no joy in living your whole life on the ground – unknown”

Di sebuah warung makan, kami menatap hujan yang jatuh sepanjang pagi itu. Tebing Parang di seberang sana tampak menjulang dengan diselimuti kabut. Kami semua menuggu dengan cemas, akankah hujan akan berhenti atau tetap mengguyur sepanjang hari?

Yak, Ini pertama kalinya bagi saya mengikuti kegiatan rock climbing via ferrata. Rasanya sudah tidak sabar untuk memanjat tebing Parang setinggi lebih dari 300 meter atau hampir tiga kali lipat tinggi Monas. Continue reading “Pendakian Via Ferrata Tebing Parang”

Wonderful Life Movie

Sebuah film yang diadaptasi dari kisah nyata yang dituangkan dalam novel oleh Amalia Prabowo. Berkisah tentang seorang ibu muda yang memiliki anak dengan gangguan disleksia. Adalah Amalia, seorang wanita perfeksionis yang dalam perjalanan hidupnya selalu dituntut untuk sempurna. “Harus pintar. Harus berprestasi. Harus jadi orang”. Predikat itu harus selalu dia dapatkan. Berkat didikan dari ayahnya yang keras, Amalia tumbuh menjadi sosok yang kuat dan cerdas. Prinsip hidupnya itu lalu ia terapkan kepada Aqil, anak semata wayangnya. Continue reading “Wonderful Life Movie”

Berburu Kuliner Korea di Mujigae Resto

Bingung ingin mencicipi hidangan Korea? Mungkin rekomendasi ini bisa jadi pilihan. Sejak booming drama Korea di Indonesia, popularitas kuliner Korea pun ikut meningkat. Tidak mengherankan karena makanan Korea memang punya kelezatan yang sangat khas. Meski aslinya kebanyakan masakan Korea itu mengandung pork, tapi ternyata banyak restoran Korea di Jakarta yang menyajikan hidangan Korea dengan rasa autentik yang halal. Continue reading “Berburu Kuliner Korea di Mujigae Resto”

I Dreamed I Could Fly…

Kalau ditanya apakah saya takut ketinggian? Pasti jawaban saya seperti kebanyakan orang pada umumnya: saya takut ketinggian. Meskipun takut ketinggian tapi tiga tahun lalu saya pernah menuliskan whislist ke dalam buku bahwa suatu saat saya harus mencoba terbang dengan paralayang atau paragliding.

Memang, saya memang suka menuliskan ‘mimpi-mimpi’ aneh yang harus dicoba setidaknya sekali seumur hidup. Mimpi terbang dengan paragliding hampir terwujud dua tahun lalu di Gunung Banyak, Malang. Sayang sekali saat itu begitu sampai di sana situasi dan kondisi sangat tidak memungkinkan. Jadilah mimpi terbang dengan paragliding itu kandas. Continue reading “I Dreamed I Could Fly…”

Tontonan Ramadan

Mumpung masih Ramadan saya ingin menulis tentang sesuatu yang sedikit bernuansa Ramadan. Saya memang bukan orang yang religius tapi sebagai manusia biasa atau orang jawa menyebutnya ‘islam abangan’ saya membutuhkan penyeimbang spiritual sebagai asupan jiwa. Dan setiap kali Ramadan tiba televisi berlomba menyuguhkan tayangan-tayangan yang berbau religi. Mulai dari tayangan hedon yang dibalut religi sampai tayangan religi yang benar-benar mencerahkan. Walaupun saya jarang banget nonton televisi tapi ada satu tayangan yang membuat saya selalu menantikannya disaat bulan Ramadan seperti ini yaitu Tafsir Al Misbah. Menurut saya ini adalah salah satu tayangan favorit yang sangat mencerahkan selain adzan magrib (tentunya 🙂 ). Kenapa? Karena meskipun judul acara ini terkesan ‘berat’ tapi sebenarnya bahasannya sangat ringan dan seringkali membantu mengoreksi pandangan-pandangan saya yang selama ini salah dalam memahami agama. Continue reading “Tontonan Ramadan”

Backpacker with Nenek-Nenek

Istilah backpacker memang identik dengan anak muda, tas ransel dengan isi kantong yang terbatas alias seorang budget traveler, apa jadinya jika kita traveling ala backpacker bareng sama nenek-nenek? Tahun lalu bermodal tiket promo CGK-KL saya berdua teman liburan ke KL. Awalnya kita hanya berdua, lalu teman kantor teman saya (agak ribet, teman saya sebut saja Eko) tiga cewek teman kantor Eko ingin ikut, akhirnya setelah hunting tiket mereka dapat tiket promo sehari lebih awal dari jadwal kita karena tiket pada hari H sudah habis. Continue reading “Backpacker with Nenek-Nenek”

Samurti, Oase Budaya di Jakarta

Matahari sudah mulai tinggi saat sekumpulan anak-anak muda Jakarta berduyun-duyun mendatangi sebuah pendopo di kawasan Duren Tiga. Ya, mereka adalah komunitas pecinta gamelan muda di Jakarta yang menamakan diri Samurti Andaru Laras  yang memiliki arti Harmonisasi Cahaya Rembulan. Setiap Minggu pagi mereka rutin berlatih gamelan. Disaat anak muda lainnya mengidolakan musik-musik asing, mereka justru dengan bangga melestarikan warisan budaya bangsa. Continue reading “Samurti, Oase Budaya di Jakarta”