Liburan Murah di Kandang Godzilla, Ini Biayanya!

Lebaran tahun ini saya tidak menjadwalkan untuk mudik seperti tahun-tahun sebelumnya. Dalam rangka menghabiskan sisa-sisa libur lebaran yang masih 2 hari lagi, akhirnya saya menerima ajakan beberapa teman untuk mengunjungi tempat wisata baru yang katanya sedang hits dan instagramable di daerah Solear, Cisoka, Tangerang, sekitar perbatasan Serang, Banten.

Nama lokasi wisata ini terbilang unik, Kandang Godzilla. Sebenarnya nama asli tempat wisata ini adalah Tebing Koja, entah karena alasan apa hingga akhirnya orang-orang menyebutnya Kandang Godzilla. Mungkin karena penampakannya mirip dunia hewan-hewan purbakala yang sudah punah, seperti dalam film The Lost World.

Awalnya tempat ini adalah lokasi tambang pasir, karena sudah tidak dipakai lagi akhirnya membentuk tebing-tebing curam yang tergenangi air, hingga mirip seperti dunia yang hilang.

Kalau boleh dibilang, akses menuju Kandang Godzilla ini terbilang mudah dan murah. Buat saya dan teman-teman yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya bisa menggunakan KRL tujuan Rangkas Bitung.

Bila ingin pergi bersama rombongan dari Jabodetabek, Stasiun Tanah Abang bisa dijadikan lokasi mepo alias meeting point keberangkatan. Saya sendiri lebih memilih mencegat teman-teman dari Stasiun Kebayoran Lama, karena aksesnya lebih dekat dari rumah dan tidak perlu bolak-balik ke Tanah Abang.

Dari Stasiun Tanah Abang kita turun di Stasiun Tigaraksa. Begitu keluar stasiun kita bisa mencari angkutan umum, taksi online maupun ojek online untuk menuju Kandang Godzilla. Tarifnya bervariasi tergantung pintar-pintarnya kita menawar.

Untuk angkutan umum kisaran harganya sekitar 160.000 – 180.000, tarif tersebut bisa kita bagi  dengan teman-teman, maksimal 14 orang dalam satu mobil angkutan. Kalau datang sendiri atau berdua saya sarankan untuk menggunakan ojek atau taksi online. Selain lebih murah tentu juga lebih efisien.

Di lokasi ini sebenarnya ada tiga tempat wisata yang letaknya berdekatan. Selain Kandang Godzilla, juga ada Danau Biru Cisoka dan Makam Keramat Solear yang letaknya di tengah hutan dan dipenuhi monyet-monyet liar.

Lokasi terakhir tidak saya rekomendasikan, kenapa? Karena selain kurang layak dikunjungi, tempat ini juga kotor dan banyak pungutan liar. Bayangkan, hanya karena kita salah masuk ke lokasi wisata ini, mobil angkutan yang kami sewa dikenakan tarif parkir sebesar 15 ribu rupiah dalam waktu kurang dari 10 menit. Hampir 3 kali lipat tarif parkir mobil 1 jam pertama di Jakarta.

Alhasil, setelah ngotot-ototan dengan jawara tukang parkir, kami berhasil menawar tarif 15 ribu rupiah untuk 2 mobil sekaligus. Lokasi parkirnya pun mirip jalur off road yang berlumpur. Selain itu, sewaktu masuk ke gerbang pertama, setiap mobil yang masuk dikenakan pungli sebesar 10 ribu rupiah.

Jangan pernah tanya tiket bukti masuknya. Tidak akan pernah ada. Bagi kami sebenarnya bukan masalah kalau itu memang tarif resmi dan ada buktinya. Namun kenyataannya tidak demikian, info yang saya dengar dari warga sekitar, pungli-pungli tersebut masuk ke kantong pribadi.

Spot terbaik di Kandang Godzilla

Kembali ke Kandang Godzilla, lokasi ini terbilang masih sepi. Tarif masuknya 3 ribu rupiah per orang. Biaya parkir 5 ribu rupiah. Cukup masuk akal dibanding Makam Keramat Solear. Ada bukti tiketnya pula. Untuk rombongan bisa minta potongan harga semisal lebih dari 10 orang.

Karena tergolong baru dan belum banyak pengunjung jadi pengelolaanya masih sederhana. Sangat disarankan jika berkunjung ke sini untuk memakai topi dan kacamata hitam, karena lokasinya cukup terik. Bawa air mineral yang cukup dan bekal makanan sendiri kalau tidak menyukai jajanan instan di sekitar Kandang Godzilla.

Kalau benar-benar ingin menikmati Kandang Godzilla sebaiknya datang pagi atau sore hari. Cuacanya tidak menyengat dan seterik saat siang hari. Setelah dari Kandang Godzilla bisa lanjut ke Danau Biru Cisoka. Dan kalau benar-benar ingin berziarah ke Makam Keramat Solear bisa dilanjut sore harinya. Lumayan bisa dapat 3 spot sekaligus dalam satu hari.

Danau Biru Cisoka

Dari hasil perjalanan kami, total biaya untuk akomodasi diluar makan tidak lebih dari 50 k. Untuk makan tentunya sangat bervariasi dengan kebutuhan masing-masing. Sekali lagi saya sarankan untuk membawa bekal sendiri, karena tidak banyak pilihan makanan di sana. Untuk lokasi alamnya cukup instagramable lah, kalau ditanya apakah saya mau kembali lagi ke sana? Saya bilang cukup sekali saja.

Ingin Membantu Sahabat Disabilitas? Lakukan ini!

“Tuhan memang tidak pernah terlihat secara fisik oleh mata manusia, seandainya Tuhan terlihat oleh manusia, maka Tuhan tidak adil, karena hanya mereka yang mempunyai penglihatan sempurna yang bisa melihatnya. Bagaimana dengan saudara kita yang tidak bisa melihat? Tapi setiap manusia punya hati, hanya dengan hatilah setiap manusia bisa melihat wujud Tuhan, untuk menunjukkan bahwa Tuhan maha adil”

Continue reading “Ingin Membantu Sahabat Disabilitas? Lakukan ini!”

Kampoeng Wisata Rumah Joglo

Nusantara selalu menyimpan kemegahan arsitektur yang penuh misteri, hingga terkadang membuat kita terkagum-kagum saat melihatnya. Kampoeng Wisata Rumah Joglo misalnya, berlokasi di daerah Bogor yang sejuk, deretan rumah-rumah berarsitektur Jawa dibangun dengan sangat indah. Mulai dari Pendopo, Limasan, Rumah Kudus sampai Gazebo, semuanya bernuansa Jawa.

Ojek online yang kami tumpangi berhenti di sebuah pagar rumah. Dari arah depan, gerbang gapura menyambut kedatangan kami. Mata saya tak henti-hentinya menatap keindahan bangunan klasik tersebut. Begitu memasuki halaman Kampoeng Wisata Rumah  Joglo, mata saya langsung tertuju pada bangunan Joglo. Menikmati setiap detil lekuk-lekuk ukiran rumah Joglo, merupakan kepuasan bagi saya.

Kami melangkahkan kaki menuju pendopo utama, bergabung dengan teman-teman  dari Komunitas Blogger Crony. Suasana malam semakin terasa hangat, saat kami menuangkan nasi ke dalam piring. Menu berupa ikan goreng, lalapan, sayur, tempe-tahu goreng  dan sambal terasi, ludes kita santap. Usai menikmati makan malam, kami duduk lesehan mendengarkan materi Personal Branding dari Mbak Ririn, selaku pengisi acara malam itu.

Ada kesan menakjubkan sewaktu mata saya menatap bagian atas pendopo. Tumpang Sari atau susunan balok-balok kayu berukir, yang menyerupai piramida terbalik  terlihat begitu anggun. Empat buah Soko Guru, kokoh menopang bangunan utama pendopo tersebut. Malam itu kami habiskan dengan bercengkrama, sembari menikmati suasana perkampungan rumah Joglo yang asri. Menyatu dengan alam di Kampoeng Wisata Rumah Joglo yang ramah lingkungan.

Tumpang Sari di pendopo utama
Jalan setapak yang rapi

Malam makin larut, kami menyudahi obrolan untuk berisitirahat. Kami menempati bangunan Joglo berkapasitas 20 orang. Rumah-rumah Joglo di sini memiliki nama sesuai tokoh pewayangan seperti Anila, Anggada, Jembawan dan Joglo yang kami tempati bernama Bodronoyo. Sayang sekali, untuk ruangan sebesar ini hanya terdapat satu buah toilet. Akhirnya, sebagai alternatif saya dan teman-teman menggunakan toilet yang berada di luar pendopo.

Gazebo yang nyaman untuk bersantai
Joglo untuk keluarga kecil

Berada di tepian Kota Bogor, Kampoeng Wisata Rumah Joglo tak hanya menyediakan rumah Joglo, namun juga area camping ground yang dilengkapi tenda dan api unggun. Sekitar enam buah bangunan Joglo berukuran sekitar 9 meter persegi dibangun saling berhadapan. Ini adalah kamar-kamar bagi mereka yang menginap bersama keluarga kecil. Bagi tamu yang membawa rombongan, mereka bisa menginap di Joglo utama yang berkapasitas hingga 50 orang.

Di sisi kiri pendopo utama, sebuah kereta kuda sengaja dibiarkan kosong tanpa kuda. Keberadaan kereta tanpa kuda ini, mengingatkan  saya akan suasana pedesaan di Jawa. Menuju ke bawah, di bagian belakang pendopo, terdapat sebuah kolam renang dengan pemandangan bukit-bukit dan kebun yang menghijau. Untuk menuju kolam, kita harus melewati jalanan setapak yang dibuat dari susunan batu-bata dan kerikil, tepat berada di sisi kolam renang sebuah jembatan mini menyambut langkah kaki kita.

Kereta tanpa kuda
Sejuknya kolam renang

Menariknya, kawasan Kampoeng Wisata Rumah Joglo ini berada di tataran Sunda Kota Bogor yang mayoritas penduduknya adalah orang Sunda, bukan orang Jawa. Usut punya usut, ternyata pemilik  Kampoeng Wisata Rumah Joglo ini ternyata pasangan suami istri yang berdarah Jawa dan Sunda. Terinspirasi dari kampung sang suami yang berasal dari Jawa, akhirnya dibangunlah Kampoeng Wisata Rumah Joglo di tanah Pasundan yang notabene adalah darah sang istri. Namun, perpaduan arsitektur rumah asli Jawa di tataran Sunda yang sejuk, memberikan pesan bahwa keragaman budaya justru memperkuat tali ke-Indonesia-an. Suatu hal yang layak untuk dilestarikan.

Kampoeng Wisata Rumah Joglo

Jl. Situ Hiang No.1B, Tegal Waru, Ciampea, Bogor, Jawa Barat 16620

phone  : (0251) 8620698

Padang Merdeka, Restoran Padang Kekinian di Kawasan Kota Tua

Seruas jalan yang membujur dari ujung jalan Lada menuju stasiun Kota selalu ramai dipadati pejalan kaki yang berlalu-lalang. Jalur satu arah ini juga marak dengan pedagang kaki lima dan pengunjung kawasan wisata Kota Tua. Berdiri tepat di seberang gedung bank BNI 46, sebuah restoran bernuansa Indonesia baru saja dibuka. Padang Merdeka, cukup unik untuk sebuah nama restoran dengan menu andalan masakan Padang. Ini adalah tempat yang tepat untuk menikmati kuliner Padang dengan nuansa modern nan nyaman. Continue reading “Padang Merdeka, Restoran Padang Kekinian di Kawasan Kota Tua”

Serunya Ngopi Sore Bareng Tiket.com

“Traveling begins after coffee..”

Apa yang kita rindukan dari sebuah perjalanan? Tempatnya? Makanannya? Atau orang-orangnya? Pasti setiap orang akan menjawabnya dengan apa yang membuatnya terkesan selama perjalanan. Baik itu tempat, makan, ataupun orang-orang yang ditemui dalam perjalanannya.

Begitu pula dengan seorang Marischka Prudence yang akrab disapa Prue, mantan jurnalis dan reporter dari sebuah TV swasta ini berbagi pengalamannya selama menjadi seorang travel blogger dalam acara gathering bertajuk #NgopiBarengTiket. Berlokasi di 100 Eatary & Bar Hotel Atlet Century Park, Senayan acara yang dipersembahkan https://www.tiket.com/pesawat itu berlangsung dalam suasana yang hangat dan meriah.

Prue berbagi tips sebagai travel blogger

Kenapa Marischka Prudence? Pak Gaery Undarsa sebagai Co-founder dan Chief Communication dari www.tiket.com melihat sosok Prue sebagai travel blogger wanita yang penuh inspirasi. Personal branding Prue sudah bagus dan sejalan dengan misi www.tiket.com ujarnya.

Bagi seorang Marischka Prudence traveling adalah bagian dari hidupnya. Meski sempat mencicipi dunia perkantoran yang monoton, namun jiwanya adalah petualang sejati. Melompat dari comfort zone ke zona bebas adalah impiannya, memang pada awalnya banyak pihak yang tidak mendukung terutama orang-orang disekitarnya, namun usahanya untuk menjadi dirinya sendiri kini mulai membuahkan hasil.

Pak Gaery Undarsa, Co-founder dan Chief Communication dari www.tiket.com sedang membuka acara

Marischka Prudence mulai dikenal sebagai travel blogger dengan brand petualang cantik. Ya, meskipun petualangan lebih identik dengan maskulinitas yang cenderung cuek, namun tidak bagi Marischka, ia tetap tidak melupakan kodratnya sebagai wanita sejati, tetap mengenakan make up saat bertualang, tetap modis dan cantik dalam setiap momen yang ia abadikan.

Prue juga tak segan-segan berbagi tips tentang foto traveling “Foto traveling itu tergantung cuaca,harus pintar-pintar mencari waktu yang tepat untuk mengunjungi sebuah destinasi, selain itu jangan pelit dengan storage kamera, ambil sebanyak mungkin pose yang kita inginkan, setelah selesai baru kita pilih yang paling bagus, terkadang tempat yang bagus membutuhkan pengorbanan untuk mendapatkan angle yang pas. Ingat, dibalik foto yang indah ada perjuangan disana…”  Tutur wanita yang lebih sering menghabiskan waktu liburnya dengan tidur.

Bagi seorang travel blogger yang kesehariannya lebih banyak melakukan aktivitas traveling, jadwal tidur yang cukup adalah sebuah kemewahan bagi Prue. Selain tidur, Prue juga sering menghabiskan waktu liburnya dengan mengunjungi keluarga maupun sahabat. Saking padatnya jadwal traveling, Prue bahkan pernah ‘dibooking’ enam bulan sebelumnya untuk menghadiri pesta pernikahan sahabat dekatnya. Quality time singkat itu cukup untuk membayar ‘hutang ngumpul’ bersama mereka, hal yang jarang ia lakukan saat sibuk traveling.

Prue juga berbagi pengalaman pribadinya bagaimana menciptakan personal branding yang pas, “kita boleh saja menjadikan orang lain sebagai inspirasi, tapi jangan meng-copy habis-habisan, kita bukan mereka dan tidak akan pernah bisa menjadi mereka, menjadi diri sendiri dan tetap konsisten dengan apa yang sudah kita jalankan adalah hal yang paling penting..” ujar wanita berambut panjang ini.

Acara #NgopiBarengTiket yang berlangsung pada tanggal 20 Maret kemarin, selain menghadirkan Marischka Prudence Prue sebagai narasumber juga dihadiri langsung oleh Pak Gaery dari https://www.tiket.com/pesawat Sesi pertama dibuka dengan cerita  tentang asyiknya #SobatJalan dan #AussieBanget, detil videonya bisa dilihat disini https://go.tiket.com/sj-aussiebanget

Kemudian dilanjutkan dengan sosialiasi program-program dari https://www.tiket.com/pesawat Strategi pemasaran yang canggih sehingga memudahkan customer untuk mendapatkan layanan pembelian tiket pesawat, hotel, sewa mobil bahkan konser musik ataupun event.

Ngopi bareng www.tiket.com dan blogger

Di era kekinian, aktivitas traveling bukanlah hal yang susah untuk dilakukan. Terutama bagi kaum hawa. Hadirnya https://www.tiket.com/pesawat membuat traveling menjadi mudah, nyaman, dan praktis. Tidak perlu repot antri untuk mendapatkan tiket yang kita butuhkan, tinggal klik www.tiket.com lalu kita sudah bisa mendapatkan tiket hotel, kereta api maupun tiket pesawat bahkan pada saat injury times hingga 2 jam sebelum keberangkatan. Kelebihan lain jika membeli tiket dari www.tiket.com kita bisa mendapatkan makanan dan minuman gratis dari Maxx Coffee di Bandara Jakarta, Medan dan Lombok.

Bagi kalian yang sudah tidak sabar ingin mengisi liburan, namun tidak memiliki banyak waktu luang,  langsung saja klik www.tiket.com Banyak promo menarik dan pastinya tidak perlu takut kehabisan tiket, karena saat ini www.tiket.com sudah bekerja sama dengan 30 maskapai penerbangan dan melayani lebih dari 18.000 rute penerbangan. Baik domestik maupun internasional, serta lebih dari 180.000 jaringan hotel lokal dan internasional.

Nah, tunggu apalagi? Selamat berlibur.

Prue

Yuk, Ngintip Pembuatan Terowongan MRT Jakarta!

Berawal dari melihat postingan instagram beberapa teman yang memajang foto di dalam terowongan MRT Jakarta, membuat saya penasaran seperti apa sih pembuatan terowongan MRT alias Mass Rapid Transit. Pun ketika melintasi jalur protokol Sudirman – Thamrin yang sedang dilakukan pengerjaan proyek MRT, saya selalu melipir ke jendela Transjakarta untuk sekedar melongok bentuk terowongan MRT. Dan selalu yang terlihat hanyalah mobil-mobil proyek serta alat berat, sementara terowongan yang membuat saya penasaran tak pernah terlihat. Continue reading “Yuk, Ngintip Pembuatan Terowongan MRT Jakarta!”

Mencicipi Kuliner Jawa di Rumah Sarwono

Tradisi kuliner nusantara khususnya di Jawa memang susah dipisahkan dari budaya ‘ngiras’ di warung-warung jalanan. Entah hanya sekedar ngopi atau ngeteh sore-sore di angkringan maupun sekedar menikmati camilan ubi rebus, sate usus, gorengan dan sejenisnya. Nuansa seperti itu akan sangat mudah ditemui saat kita berada di Jogja ataupun di Solo. Dua kota yang notabene mewarisi akar budaya Jawa yang sangat kuat. Lain halnya jika kita tinggal di ibukota, akan sangat sulit mencari tempat nongkrong yang bernuansa homey layaknya rumah eyang di pedalaman Jawa. Continue reading “Mencicipi Kuliner Jawa di Rumah Sarwono”