Solo Traveling, Jangan Lupakan Ini

“To travel is to take a journey into yourself.”

Mumpung masih single, banyak lho kegiatan yang bisa dilakukan. Sesekali dalam hidup, coba lakukan hal-hal yang di luar kebiasaan. Solo traveling misalnya. Saya sih pernah beberapa kali melakukannya. Bukan buat sok-sokan atau apa, tapi emang benar-benar pengen melakukan hal-hal yang antimainstream. 

Dan solo traveling adalah jawaban yang paling ampuh menurut saya.

Mengapa? 

Karena dengan solo traveling saya bisa bertemu dengan banyak orang. Orang-orang baru yang bisa ditemui di sepanjang jalan. Ngobrol ngalor-ngidul dan tentunya saya bisa “ngangsu kawruh lan pitutur” (menimba inspirasi) dari mereka. 

Buat saya solo traveling mengajarkan banyak hal: kemandirian, kebebasan, dan kebahagiaan bertemu dengan orang-orang baru. 

Namun, buat sebagian orang solo traveling itu nggak mudah. Khususnya buat wanita, perlu pertimbangan matang-matang sebelum melakukannya. Ya izin dari orangtualah, izin dari suami dan anak-anak (kalau sudah berkeluarga). Bukan berarti nggak boleh lho,ya!

Kalau belum berani sendiri beberapa tips ini bisa lho buat panduan:

Minta Satu Hari Bebas

Kalau traveling sama teman-teman sudah mainstream-lah. Coba deh kalau lagi traveling ramai-ramai, minta ke tour leader buat nyisihin satu hari bebas. 

Bebas ke mana aja dan bebas ngapain apa aja. Yang penting tetap sesuai kesepakatan di awal. Jangan nyusahin teman dan kembali ke penginapan sesuai jadwal yang dijanjikan. Biar teman-teman yang lain nggak bingung nyariin posisi kita. 

Cari Informasi Sebanyak-banyaknya.

Mengumpulkan informasi selengkap-lengkapnya tentang tempat tujuan kita untuk solo traveling merupakan hal yang sangat penting dan membantu biar nggak terlihat ceroboh. Informasi tempat menginap, transportasi di sekitar lokasi wisata hingga jam malam yang mungkin berlaku di sana. Zaman sekarang juga gampang kan nyari infonya di internet. Atau bisa juga tanya ke teman yang pernah ke sana sebelumnya.

Jangan Menundang Perhatian Penjahat

Khusus buat wanita, sebisa mungkin jangan menggunakan perhiasan berlebihan. Gunakan baju yang membuat aman dan nyaman jangan sampai mengundang penjahat mendekat deh, pokoknya. Yang wajar-wajar aja. Kalaupun sedang dalam situasi yang kurang aman, segera mencari tempat aman seperti kantor polisi, pos satpam atau keramaian. Cara lain adalah bisa langsung masuk ke restoran. Intinya sebisa mungkin bersikap tenang dan tidak gegabah.

Pelajari Bahasa Lokal

Jika kalian memutuskan untuk melakukan solo traveling ke daerah tertentu yang bahasanya berbeda dengan bahasa ibu, pelajari dulu bahasa dasarnya. Minimal tahulah cara mengucapkan terima kasih, beberapa kalimat pertanyaan dasar. Hal ini bisa membantu kalau kalian dalam kesulitan.

Jangan Lupakan Proteksi

Kalau belum berani solo trip ke luar negeri, cobain dulu solo trip di dalam negeri. Simpel kan? Eh, tapi satu hal yang perlu diperhatikan adalah faktor perlindungan. Yah, namanya juga keluyuran di kota atau negara orang lain. Kan, serem kalau ada apa-apa. Amit-amit, deh!

Cara yang paling gampang adalah beli asuransi perjalanan. Contohnya bisa beli HappyTrip dari HappyOne ini sih yang paling gampang dan harganya lumayan terjangkau di kantong.

Suntuk? Liburan Murah Aja ke Bandung

“Duh, sumpek banget ya Jakarta, pengen kabur sejenak deh kayaknya,”  kalimat itu sering banget saya ucapin kalau udah bosan banget sama aktivitas di ibukota. Maklum ya, sebagai orang yang masih menjemput rezeki from nine to five plus-plus, yang namanya liburan di luar kota seperti saya, kok rasanya wajib banget.

Nggak usah jauh-jauh juga sih, yang penting otak bisa segar lagi balik liburan. Btw, Happy New Year 2019, masih awal tahun, kan? Semoga di tahun baru, rezeki makin berlimpah, amin. Gimana liburan tahun barunya? Masih pengen diperpanjang? Uhuhu saya juga mau. 😀

Kegiatan masih sepi kan, di awal tahun?

Bersyukur deh, buat yang masih sepi. Saya mah, teteup. :D. Pas di meja kantor, kalau lagi sepi kegiatan yang paling seru buat saya adalah lingkarin kalender. Apalagi kalau bukan nyari tanggal merah, terus belakangan ini tiba-tiba kepikiran banget pengen ke Bandung. Tumbenan amat, ya?

kuote yang bikin kangen bandung

Ngomongin Bandung, kan, nggak jauh banget dari Jakarta. Seringnya kalau ke Bandung itu nebeng mobil sama teman. Kalau nggak ya naik travel atau bus, yang paling cepat sih naik kereta. Eh, bisa juga sih pakai pesawat, tapi kan? You know-lah, mahal dan pe-er banget ke bandaranya.

Saya pengen banget ke Bandung nyobain transportasi lain. Yang belum pernah dicoba sih xtrans shuttle.

Terus, ke Bandung mau ngapain? Incaran saya sih tiga kegiatan di bawah ini:

Jalan-jalan di Braga

Sebenarnya nggak ada tujuan yang adventurous banget di Bandung. Seperti halnya Yogyakarta, Bandung buat saya sekadar tempat untuk melepas penat. Jalan-jalan santai di sekitaran jalan Braga merupakan kegiatan yang asik. Apalagi sejak ada program Braga Culinary Night sejak 2014 lalu.

Boleh dibilang, jalan Braga yang merupakan jalan hits di Bandung ini, seperti Malioboro-nya Jogja. Saya pengen menikmati suasanan malam di Braga. Menikmati pemandangan dan hilir mudik traveler dari luar kota Bandung. Sesederhana itu? Iya, buat saya menikmati bangunan tua di kiri kanan jalan Braga adalah kegiatan yang mengasyikan. Toh, jalan ini hidup dan nggak pernah sepi selama 24 jam. Rasanya nggak sabar jalan-jalan ke Jalan Braga buat menikmati keramaian dan sejumlah wisata di dalamnya.

ramainya bandung beda sama jakarta

Ngopi atau Ngeteh di Dago Pakar

Sebenarnya saya kurang menyukai kopi. Tapi entah kenapa kalau ke Bandung, rasanya pengen banget ngopi-ngopi, sesekali aja. Atau kalau nggak, ngeteh juga boleh. Suasana Dago Pakar yang sejuk kayaknya cocok buat ngopi atau ngeteh di sore menjelang malam.

Apalagi di bawah pohon pinus sambil liatin pemandangan. Pokoknya wajib banget ini kalau kabur ke Bandung. Nggak boleh kelewatan kalau nongkrong di Bandung.

kafe di bandung lucu-lucu, nggak kalah sama jakarta

Ngicipin Kuliner Sunda

Nyari makanan Sunda di Jakarta emang banyak sih. Tapi kan, makan masakan Sunda di daerah asal, rasanya pasti nggak pernah salah. Nasi tutug oncom, nasi liwet atau nasi bakar. Ditambah lagi dengan gurame goreng dan berbagai jenis pepes. Duh, saya nulis ini kok jadi ngiler sambil ngebayangin. Apalagi terakhir ke Bandung malah nggak sempat kulineran masakan Sunda.

terakhir ke bandung malah makan soto betawi

Awal tahun gini seru ya kalau bisa kabur buat relaksasi. Apalagi saya akhir tahun kemarin masih nguli, nggak kebagian deh itu yang namanya long weekend. Libur cuma pas tahun baru aja, itupun masih lembur di kantor malamnya.

Pokoknya tiga keinginan sederhana di atas cukuplah buat ngilangin stres. Semoga dalam waktu dekat ini bisa segera kabur ke Bandung. Lagian juga nggak terlalu mahal, kan? Kuy, ke Bandung!

Museum di Tengah Kebun, Koleksi Pribadi yang Dilindungi


ruang tamu museum tengah kebun

Matahari belum terlalu tinggi, ketika saya menginjakkan kaki di depan sebuah gerbang rumah dengan ornamen kayu yang sangat khas. Ya, ini adalah kali ke-3 saya mengunjungi Museum di Tengah Kebun yang berlokasi di daerah Kemang. Dari arah pintu gerbang saya menyusuri jalan setapak sepanjang kurang lebih 40 meter menuju sebuah teras dengan pintu kayu dari abad ke-10.

Di sisi kanan kirinya terdapat soko guru (tiang) yang berhiaskan topeng-topeng kayu dari abad 18-an akhir. Di depan kuncung (teras luar untuk drop off tamu) pada bagian tengahnya terdapat sebuah patung Dwarapala. Bila kita sering mengunjungi rumah joglo atau berasitektur Jawa, tentu sering melihat dua buah arca yang berada di bagian kanan dan kiri gerbang. Ya, arca tersebut bernama Dwarapala.

Mengapa di Museum Tengah Kebun ini arcanya berjumlah satu?

Ternyata, sang pemilik museum Bapak Sjahrial Djalil menghendaki semua koleksinya harus asli dan autentik. Arca Dwarapala yang merupakan koleksi Museum di Tengah Kebun merupakan arca asli dan tidak memiliki kembaran.

Begitu masuk ke dalam ruangan pertama, mata saya langsung disuguhkan dengan ruang Loro Blonyo. Ikon di ruang tersebut merupakan sepasang patung pengantin Jawa yang terbuat dari kayu dari abad 19-an. Di tengah ruang, terdapat sebuah patung Buddha yang terbuat dari perunggu.

Menuju ruang makan, sebuah meja dari kayu abad ke 18-an yang berasal dari Denmark menjadi penanda utama ruang Dewi Sri. Peralatan makan yang terbuat dari kayu disusun rapi dengan jarak yang sama. “Beliau masih menggunakan ruang makan ini, bisa dilihat tatanan piring, gelas, sendok, pisau dan berbagai peralatan lainnya masih tersedia lengkap,” ungkap Afifah, sang tour guide dari Museum di Tengah Kebun.

Berseberangan dengan meja makan, deretan wayang golek tampak berjejer rapi. Sebuah kaca besar diletakkan di belakang barisan wayang. Salah satu sisi dindingnya dihiasi lukisan-lukisan dan stupa kecil yang terbuat dari batu.

Begitu keluar dari ruang makan, saya diantar Afifah menuju ke ruangan berikutnya. Akses yang menuju ruang kerja tersebut dibatasi oleh sebuah “pringgitan”. Mata saya langsung tertuju pada sesosok patung wanita dengan ukiran halus. Nandiswara, salah satu arca tercantik dan terhalus yang pernah saya lihat. Ia berdiri di sebelah kiri pintu masuk.

Menurut informasi dari tour guide, Nandiswara ditemukan di daerah Kedu era Mataram Kuno.  Dari sini saya dibawa Afifah menjelajahi ruangan demi ruangan. Ratusan artefak disusun secara estetis, tidak seperti pada umumnya sebuah museum. Mulai dari peninggalan-peninggalan sebelum masehi hingga buku asli milik sufi kenamaan Jalaludin Rumi.

ruang tidur dan koleksi artefak yang ternilai

Museum di Tengah Kebun menurut saya adalah salah satu museum terbaik yang pernah saya kunjungi. Meskipun sebenarnya ini merupakan  rumah pribadi dari Bapak Sjarial Djalil, tetapi dikelola dengan sangat baik dan professional.

Sepulangnya dari museum, saya jadi berpikir jika terjadi hal-hal buruk (semoga tidak pernah) misalnya kebakaran, kehilangan, pencurian atau berbagai kejadian merugikan lainnya, saya yakin Bapak Sjahrial Djalil telah mengantisipasinya dengan berbagai perlindungan termasuk asuransi. Asuransi adalah hal yang mutlak diperlukan untuk melindungi koleksinya yang begitu luar biasa dan tak ternilai.

kuncung, area teras untuk drop off tamu dihiasi topeng-topeng klasik

Berkaca dari situ, memang sudah sewajarnya kita memiliki upaya untuk melindungi tempat tinggal. Meskipun tidak memiliki koleksi artefak yang tak ternilai, memang sudah sepatutnya tempat-tinggal wajib dilindungi dari berbagai kejadian yang merugikan dan tidak terduga.

ruang makan dewi sri

jajaran wayang golek menjadi penanda salah sisi ruang makan

Salah satu produk perlindungan rumah yang mudah untuk didapatkan dan terjangkau untuk semua kalangan adalah asuransi HappyHome dari HappyOneID. Dengan premi mulai dari Rp 98.750 – Rp 750.000, bisa melindungi rumah dari kerugian akibat kebakaran, sambaran petir, ledakan hingga santunan bagi pemilik rumah jika terjadi kecelakaan diri akibat kebakaran.

Selain itu, HappyHome juga memberikan jaminan jika ada kerusuhan, pemogokan, perbuatan jahat dan huru-hara. Dengan manfaat yang beragam HappyHome bisa menjadi pilihan untuk melindungi rumah dan memberikan ketenangan akibat kejadian yang tidak diinginkan.

halaman belakang museum tengah kebun

arca dwarapala di depan kuncung

 

 

 

Hobi Traveling? Jangan Lupa Bekali dengan Asuransi

Terkadang, banyak hal di dunia ini yang tidak diinginkan terjadi. Kecelakaan, kehilangan, jatuh sakit, sampai pembatalan mendadak dari sebuah moda transportasi saat melakukan perjalanan bisa saja terjadi dan menimpa siapa saja.

Sebagai orang yang punya hobi jalan-jalan, saya memang pernah merasakan sakit ketika traveling, tepatnya di Yogyakarta, kurang lebih setahun lalu dan semoga cukup sekali saja. Rasanya? Hmm, nggak usah dibayangkan. Pokoknya, begitu sampai Jogja, saya segera memutuskan untuk mencari klinik atau rumah sakit terdekat. Nggak kepikiran lagi untuk jalan-jalan atau menikmati traveling. Yang penting segera sembuh.

Saat itu, dalam pikiran saya cuma pengen istirahat dan bisa segera kembali ke Jakarta dengan sehat. Beruntungnya, saya memang punya asuransi dari kantor lama. Jadi ya gak banyak mikir biaya, tapi kenyataanya  nyari klinik atau rumah sakit yang bekerjasama dengan perusahaan asuransi dengan kantor saya itu gampang-gampang susah.

Karena sudah nggak kuat, akhirnya saya langsung masuk ke klinik yang paling strategis. Saya putuskan untuk membayar sendiri semua keperluan di klinik. Begitu kondisinya membaik, saya segera beristirahat di penginapan. Meskipun banyak teman yang membantu di sana, tapi saya nggak ingin merepotkan mereka. Rasanya pengen buru-buru pulang ke Jakarta.

Tips Mencari Asuransi Perjalanan

Pada dasarnya, asuransi perjalanan dibutuhkan untuk meng-cover biaya jika ada kejadian yang nggak diinginkan seperti yang saya alami di atas. Jenis asuransi perjalanan itu sendiri beragam sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, tergantung juga pada lamanya perjalanan dan destinasi yang ingin kita tuju.

Sebelum mendaftar asuransi perjalanan, ketahui dulu perbedaan asuransi travel dengan asuransi kesehatan yang merupakan fasilitas dari maskapai penerbangan, serta asuransi jiwa. Asuransi kesehatan yang berasal dari maskapai penerbangan hanya meng-cover dari spot keberangkatan hingga ke spot kedatangan.

Sementara asuransi  jiwa meng-cover semua aspek medis. Lain halnya dengan asuransi perjalanan meng-cover semua kerugian dan gangguan medis  selama traveling. Harganya pun bermacam-macam, sesuai dengan kebutuhan. Dari yang paling murah hingga yang paling mahal lengkap tersedia.

Keuntungan menggunakan asuransi perjalanan itu banyak. Biasanya, biaya yang keluar saat ada insiden yang nggak diinginkan saat traveling lumayan besar. Seperti yang pernah saya alami. Membekali diri dengan  asuransi perjalanan setidaknya membuat kita lebih tenang. Selain itu juga untuk melindungi diri dari kondisi yang tidak terduga dan kerugian-kerugian yang bisa saja terjadi saat melakukan perjalanan.

Bandingkan harga dengan fasilitas yang dijamin

Pada dasarnya, fasilitas-fasilitas yang ditawarkan perusahaan asuransi memiliki kebijakan yang nggak jauh berbeda kok. Mulai dari biaya medis akibat kecelakaan hingga santunan rawat inap akibat kecelakaan.

Satu hal yang harus diperhatikan adalah sistem asuransi. Biasanya asuransi memakai sistem reimburse alias traveler harus membayar lebih dulu baru kemudian direimburse. Selain itu jangan lupa cek harga-harga yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi. Bisa kok membandingkan harga-harga dari beberapa produk yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi. Sehingga beban yang yang dikenakan nggak terlalu besar.

Pilih asuransi yang tepat

Meski banyak perusahaan asuransi di Indonesia, tapi nggak banyak yang menyediakan asuransi perjalanan. Salah satu asuransi yang menawarkan kebutuhan bagi traveler adalah asuransi HappyTrip dari happyone.id. HappyTrip adalah asuransi yang menawarkan perlindungan perjalanan dalam negeri (domestic) dan luar negeri (international).

Beberapa kelebihan asuransi HappyTrip ini adalah biayanya yang murah dan terjangkau menurut saya dibandingkan dengan asuransi sejenis. Dilihat dari fasilitasnya juga lumayan oke. Untuk lebih detilnya, simak deh, tabel berikut ini.

Nah, kalau sudah tau fungsi dan cara memilih asuransi perjalanan yang tepat. Jangan lupa, selalu bekali diri dengan asuransi perjalanan sebelum traveling.

Btw, happyone.id ini juga menawarkan pilihan asuransi lain kok. Ada HappyHome (asuransi kebakaran) HappyMe (asuransi kecelakaan diri) dengan manfaat santunan meninggal dunia karena kecelakaan dan HappyEdu dengan manfaat santunan biaya pendidikan anak.

Oya, untuk mendapatkan empat jenis asuransi di atas, caranya gampang banget. Kita cukup menggunakan fitur OneID untuk melakukan proses pembelian asuransi. Fitur ini memudahkan kita untuk cek semua riwayat polis yang kita miliki. Gampang kan?

Cara Aman Traveling di Musim Hujan

Hari gini, yang namanya traveling kan lagi hits banget. Coba deh liat di feed instagram, ribuan foto traveling bersliweran setiap saat. Mulai dari tempat wisata di dalam negeri, sampai di luar negeri lengkap tersedia.

Traveling itu membuat kita merasa happy karena bisa mengunjungi tempat-tempat baru yang belum pernah kita lihat. Semua tempat memiliki kesan dan memberikan pengalaman yang berbeda-beda. Saya sendiri menyukai semua tempat-tempat baru yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Mulai dari pantai, gunung, museum maupun kota-kota unik yang asik buat dieksplore.

Memang saya belum banyak pengalaman mendaki gunung. Cuma beberapa kali saja. Saya lebih menyukai udara pantai yang segar dan banyak angin daripada kedinginan di atas gunung. Eh, tapi bukan berarti saya nggak menyukai gunung, lho! Berbeda dengan aktivitas liburan lainnya yang jauh lebih santai, buat saya  mendaki gunung membutuhkan energi dan ketahanan fisik, sehingga saya harus meluangkan waktu untuk rutin berolahraga, selama minimal seminggu sebelum hari pendakian.

Apalagi sekarang lagi musim hujan, kalau ada teman yang mengajak saya naik gunung, sudah pasti saya menolaknya.

Beda lagi kalau traveling di pantai atau menginap di pulau. Meskipun aman dari hawa dingin, tapi saya pernah mengalami hujan badai sewaktu camping di Pulau Air. Pada awalnya cuaca cerah, sampai kap tenda saya buka supaya bisa tidur sambil lihat bintang.

Jpeg

Tiba-tiba saja, pas tengah malam hujan badai sampai air masuk  ke dalam tenda. Dapur yang kita siapkan buat masak-masak di depan tenda pun jadi berantakan. Kejadiannya pas banget di musim hujan seperti sekarang.

Lain halnya kalau traveling seperti city tour. Meski tidak seekstrim seperti naik gunung atau camping di pulau, city tour juga bisa berpotensi memiliki risiko.

Traveling di musim penghujan seperti ini memang butuh persiapan ekstra. Apa saja yang harus disiapkan?

Payung

Benda yang satu ini wajib banget dibawa. Pepatah sedia payung sebelum hujan memang mutlak dilakukan saat traveling. Apalagi cuaca zaman sekarang susah diprediksi. Selain bisa dipakai untuk melindungi hujan, payung juga bisa dipakai untuk property foto.

Jas hujan

Ini penting banget kalau lagi mendaki gunung. Cuaca di gunung yang sering hujan memang bisa berbahaya kalau nggak bawa jas hujan. Bisa berakibat hipotermia.

Vitamin dan obat-obatan

Siapa sih yang pengen sakit sewaktu jalan-jalan. Saya yakin semua orang nggak mau mengalami sakit sewaktu traveling. Namun, yang namanya sakit bisa terjadi kapan saja. Sewaktu ikut city tour ke Jogja saya juga sempat mengalami sakit.

Perlindungan diri

Belum lama ini, sahabat saya menunjukan rekaman video saat tenggelamnya kapal sewaktu musim penghujan. Isi rekaman tersebut membuat saya bergidik ngeri kalau bepergian tanpa memiliki perlindungan. Yang namanya traveling itu nggak cuma senang-senang, tapi risikonya juga banyak, mulai dari kehilangan barang sampai kecelakaan. Amit-amit deh, ya!

Saya jadi berpikir, mungkin saatnya cari asuransi yang bisa melindungi kita saat melakukan traveling. Ini penting banget sih! Biar kalau ada apa-apa nggak bingung. Salah satu rekomendasi saya dalam memilih asuransi perlindungan diri adalah layanan HappyMe dari Happy One ID.  Happy Me adalah layanan asuransi yang disediakan oleh Asuransi Astra. Happy Me akan membantu kita memberikan perlindungan atas risiko kecelakaan diri dengan nilai premi terjangkau.

Jpeg

Happy Traveling with HappyOne Id

pura lempuyang luhur

pura gua lawah

sovereign hotel

desa adat panglipuran

Buat saya, traveling itu jeda yang paling menyenangkan untuk memperlambat ritme hidup. Salah satu wishlist tempat yang pengen saya kunjungi adalah Pura Lempuyang Luhur di Bali timur. Kenapa pengen ke sini? Menurut saya, tempat ini unik banget, lokasinya berada di ketinggian dengan latar pemandangan menghadap langsung ke Gunung  Agung.

Selain Lempuyang Luhur, saya juga pengen banget mengunjungi desa adat Panglipuran. Ketika melihat feed instagram dengan hastag desa Panglipuran, rasanya pengen banget tinggal di sana. Desa ini pernah dinobatkan sebagai desa adat terbersih di dunia.

Alhamdulillah wishlist mengunjungi tempat tersebut terwujud beberapa waktu lalu.

Desa Adat Panglipuran

Matahari sudah mulai terbenam ketika mobil kami memasuki desa ini. Sekitar pukul empat sore, memang kami agak terlambat ketika berangkat dari hotel. Maklum, kami baru berangkat pukul dua siang.

Boleh dibilang lokasi desa adat ini cukup jauh dari pusat kota di Denpasar. Kurang lebih sekitar dua jam-an dari hotel tempat saya menginap. Meskipun jauh, saya sangat menikmati perjalanan menuju desa adat tersebut.

Desa adat Panglipuran berada di Bangli, lokasinya cukup sejuk karena berada di ketinggian, sekitar 700 mdpl. Tiket masuknya Cuma 15ribu untuk WNI dan 30ribu untuk WNA. Desa ini masih menjunjung tinggi kearifan lokal.

nonton tari barong

sovereign hotel

gua lawah

pura gua lawah

Pura Lempuyang Luhur

Berawal dari keseringan ngecek feed instagram para traveler, saya tertarik banget sama foto pura ini. Pemandangan gerbang pura ini langsung ke langit luas dengan latar Gunung Agung. Untuk ke sini memang butuh sedikit effort. Namun, semua terbayar kok. Lokasinya sekitar 3 jam dari kota Denpasar.

Beberapa lokasi wisata yang bisa dieksplore sekaligus saat menuju Pura Lempuyang Luhur antara lain: Tirta Gangga, Gua Lawah dan pesisir pantai yang berada di sepanjang jalan. Tirta Gangga adalah kolam ikan, taman dan deretan patung-patung Bali yang berada di tengah kolam. Dulunya, sebelum menjadi tempat wisata, Tirta Gangga adalah tempat persinggahan raja dari Puri Karangasem. Hawanya sejuk dan bersih.

Kalau Gua Lawah sendiri berupa pura yang berada di depan gua yang dipenuhi kelelawar. Pura kuno ini sudah berusia 10 abad. Pura ini dikelilingi pohon rindang, di atas gua juga terdapat pura yang menghadap ke laut lepas. Lokasinya berada di atas bukit kecil.

Saya sangat puas bisa mengunjungi tempat-tempat yang sudah lama saya impikan.

tirta gangga

air mancur tirta gangga

tirta gangga

nonton tari kecak

Traveler punya asuransi? Wajib banget!

Namun, tak lama berselang setelah saya pulang dari liburan di Bali, terjadilah musibah jatuhnya pesawat Lion Air 610 saat terbang menuju Pangkal Pinang. Saya jadi  mikir, kalau sering traveling harusnya kita punya asuransi, nih. Tapi amit-amit, jangan sampai deh kejadian yang nggak-nggak. Ya, minimal buat jaga-jaga supaya bisa traveling dengan aman dan tenang. Iya, nggak?

Hari gini, siapa sih yang nggak mau punya proteksi? Punya asuransi merupakan satu pilihan penting bagi setiap orang, tak terkecuali buat traveler. Asuransi memberi keuntungan dalam bentuk perlindungan terhadap resiko kerugian atas kehilangan dan yang lainnya. Tapi, milih asuransi itu kayak milih jodoh, gampang-gampang susah.

Sebenarnya, ada nggak sih asuransi yang murah dan cocok untuk kantong traveler? Btw, kalau mau lebih cermat milih, ada lho asuransi yang preminya cuma 399ribu per bulan. Premi segitu setara beberapa cangkir kopi yang sering kita habiskan setiap bulan. Iya, nggak?

Terus dengan premi segitu, kita sebagai nasabah dapat proteksi apa aja? Asuransi Astra melalui program happyone.id memberikan solusi all-in-one insurance untuk semua perlindungan. HappyOne id memproteksi semua kebutuhan traveler. Mulai dari resiko keselamatan diri, resiko hal-hal tidak terduga saat perjalanan, resiko keamanan rumah saat ditinggal traveling, hingga perlindungan pendidikan anak.

Dengan premi sebesar 399ribu, kita sebagai nasabah mendapatkan perlindungan all-in-one. Karena Happy One ID menyediakan program perlindungan HappyMe, HappyTrip, HappyHome dan HappyEdu dan semuanya bisa di-bundling mulai dari 399 ribu saja! Tuh, kan! Kurang murah apa coba.

pantai apa lupa 😀

pura lempuyang luhur

Bus, Solusi Mobilitas Kaum Urban

Sebagai ibu kota negara, Jakarta memiliki sejumlah masalah yang cukup pelik dan memerlukan solusi yang begitu kompleks. Masalah transportasi misalnya. Jika kita diminta untuk menyebutkan satu hal yang identik dengan Jakarta selain Monas, maka pastilah macet yang terlintas. Yah, karena macet Jakarta seolah sudah menjadi identitas. Padahal kalau kita cermati, sumber kemacetan bukan berasal dari Jakarta. Kenapa? Kalian taulah dari mana asalnya kendaraan yang menumpuk di Jakarta pada hari kerja dan seolah lenyap saat hari libur. Kota penyangga seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi merupakan penyumbang utama kemacetan Jakarta. Sistem transportasi dari 5 wilayah perkotaan yang kerap kita kenal dengan Jabodetabek ini memang harus diperbaharui.

Sistem transportasi wilayah perkotaan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi merupakan bagian dari sistem transportasi nasional mempunyai peran yang strategis dalam mendukung pembangunan nasional. Peningkatan pelayanan, konektivitas, dan mobilitas harian orang dan barang, di wilayah perkotaan memerlukan perencanaan, pembangunan, pengembangan, pengelolaan, pengawasan, dan evaluasi sistem transportasi yang terintegrasi, efelitif, efisien, dan terjangkau oleh masyarakat dengan tidak dibatasi oleh wilayah administrasi pemerintahan. Bayangkan jika peningkatan itu terus terjadi seperti air yang mengalir tanpa kran yang mengatur laju alirannya, maka akan semakin runyamlah hidup di daerah Jabodetabek. Utamanya di Jakarta yang menjadi pusat dari semuanya.

Sadar perlu adanya kran, dalam hal ini adalah kebijakan untuk mengatur peningkatan daya fungsi transportasi, pemerintah pun berbenah dan terus mencari solusi. Karena tanpa atribut pemerintahan mereka juga bagian dari masyarakat yang mengeluhkan masalah transportasi ini bukan? Mereka tetap bagian dari kita.

Belum lama ini Pak Jokowi mengeluarkan Peraturan Presiden yang konsen untuk memperbaiki sistem transportasi. Perpres Nomor 55 Tahun 2018 tentang Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (RITJ) untuk memberikan kejelasan tentang bagaimana pembenahan dan pengelolaan transportasi Jabodetabek harus dilakukan. Keseriusan pemerintah menangani hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Pengelolaan Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Bambang Prihartono saat Perpres ini disosialisasikan. Beliau menyampaikan hanya dalam 1 minggu rancangan perpres ini diajukan, presiden telah menandatanganinya. Boleh dibilang, ini adalah bukti besarnya perhatian presiden tentang pembenahan transportasi Jabodetabek.

RITJ merupakan pedoman bagi pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam perencanaan pembangunan, pengembangan, dan pengelolaan, serta pengawasan dan evaluasi transportasi di wilayah perkotaan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Pelaksanaan RITJ dilaksanakan secara bertahap, tidak bisa simsalabim dalam semalam. Kenapa? Karena ini bangun sistem, bukan bangun candi. Lagipula pemerintah bukan Bandung Bondowoso. RITJ memiliki 3 tahapan: Tahap I tahun 2018–2019. Tahap II tahun 2020–2024. Tahap III tahun 2025-2029.

Kenapa harus terintegrasi? Karena masing-masing wilayah tersebut memiliki Pemerintahannya masing-masing, jika tidak ada aturan khusus yang menjembatani, akan sangat sulit mewujudkan transportasi yang lancar, nyaman dan maju di ibu kota dan kota-kota satelitnya.

Pepres ini memiliki misi dimana penyelenggaraan dan pengelolaan transportasi Jabodetabek perlu memadukan pembangunan dan pengembangan sistem jaringan prasarana transportasi dan jaringan pelayanan transportasi baik intra moda maupun antar moda.Memadukan pembangunan dan pengembangan transportasi perkotaan antar wilayah Jabodetabek dalam satu kesatuan wilayah perkotaan. Mengintegrasikan pengoperasian transportasi perkotaan dan mengintegrasikan rencana pembiayaan transportasi perkotaan.

Pada 2029, pemerintah berjanji untuk sasaran terukur dalam penyelenggaraan transportasi di kawasan Jabodetabek, seperti sebagai berikut:

  1. Pergerakan orang dengan menggunakan angkutan umum perkotaan harus mencapai 60% (enam puluh persen) dari total pergerakan orang,
  2. Waktu perjalanan orang rata-rata di dalam kendaraan angkutan umum perkotaan adalah 1 (satu) jam 30 (tiga puluh) menit pada jam puncak dari tempat asal ke tujuan,
  3. Kecepatan rata-rata kendaraan angkutan umum perkotaan pada jam puncak di seluruh jaringan jalan minimd 30 (tiga puluh) kilometer per jam,
  4. Cakupan pelayanan angkutan umum perkotaan mencapai 80% (delapan puluh persen) dari panjang jalan,
  5. Akses jalan kaki ke angkutan umum maksimal 500 m (lima ratus meter),
  6. Setiap daerah harus mempunyai jaringan layanan lokal jaringan pengumpan (feeder) yang diintegrasikan dengan jaringan utama (trunk), melalui satu simpul transportasi perkotaan,
  7. Simpul transportasi perkotaan harus memiliki fasilitas pejalan kaki dan fasilitas parkir pindah moda (park and ride) dengan jarak perpindahan antar moda tidak lebih dari 500 m (lima ratus meter),
  8. Perpindahan moda dalam satu kali perjalanan maksimal 3 (tiga) kali.

Untuk mewujudkan RITJ, kini mulai dibangun terminal-terminal yang terintegrasi. Misal di beberapa stasiun, kini sudah ada halte transjakarta feeder, akses ke bandara dibuka dari berbagai titik, halte MRT dekat dengan perkantoran dan jalur TransJakarta, penambahan rel ganda di beberapa stasiun, dan lain lain. Bahkan ke depannya, fasilitas  terminal dan stasiun akan dikembangkan tidak saja sesuai fungsinya, tetapi juga dibangun pusat perbelanjaan dan perkantoran di dalamnya.

Jika sasaran RITJ itu dapat terlaksana dengan baik, pasti hidup di Jabodetabek khususnya di Jakarta akan semakin nyaman, semakin terukur kalau mau kemana-mana, semakin hemat, dan tentu semakin sehat karena terhindar dari stress macet. Selagi menunggu hal itu terwujud kita bisa lakukan akselerasi penyelesaian masalah juga kok, dengan naik kendaraan umum.

Memang sulit beralih, jika sudah terbiasa naik kendaraan pribadi. Tapi daripada kita sekedar mengkritik pemerintah karena Jakarta macet, lebih baik kita bantu pemerintah dengan apa yang bisa kita lakukan. Salah satunya dengan “Happy naik kendaraan umum”. Fasilitas kendaraan umum ini terus dibenahi, jalanan macet pun terus diatasi. Kalau kita membantu dengan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, pasti kemacetan lebih mudah diatasi.

A Spiritual Journey to Mecca and Medina part 2 (Tamat)

Perjalanan umrah saya boleh dibilang lancar tanpa hambatan yang berarti. Selama empat hari di Madinah, kami menyempatkan diri untuk mengeksplorasi tempat-tempat bersejarah. Selain Masjid Nabawi, kami juga mengunjungi beberapa masjid yang menjadi tonggak peradaban lslam di kota Madinah. Salah satunya adalah Masjid Quba, masjid ini merupakan bangunan tempat ibadah yang pertama kali dibangun oleh Rasulullah ketika tiba di Madinah.

Selain masjid Quba, masjid Qiblatain juga menjadi tempat bersejarah yang kami kunjungi. Berada di sekitar sini membuat saya penasaran dengan bentuk pemukiman asli warga Madinah. Karena selama tinggal di Madinah, bangunan yang saya lihat hanya hotel, masjid dan pertokoan. Akhirnya dengan penuh harap saya meminta driver untuk berhenti sejenak di dekat pemukiman.

Salah satu sudut pemukiman orang arab

Suatu sore di Madina

Sejujurnya, mengeksplorasi pemukiman warga dengan kondisi mobil parkir di sembarang tempat membuat driver dan mutawif was-was. Di Saudi Arabia, banyak aturan dan denda jika kita berhenti parkir tidak sesuai rambu-rambu. Driver dan mutawif bisa didenda sekitar lima ribu riyal jika ketahuan oleh petugas. Akhirnya driver dan mutawif mengizinkan saya turun dan saya berjanji kepada mereka untuk hunting foto tidak lebih dari lima menit.

Tidak banyak yang saya lihat, namun cukup untuk menghilangkan rasa penasaran saya seperti apa bentuk pemukiman warga asli. Selesai hunting foto saya segera kembali ke mobil dan pulang ke hotel.

Miqat di Bír Ali

Sholat jumat terakhir di masjid nabawi

Setelah empat hari berada di Madinah, tiba saatnya untuk menunaikan ibadah umroh yang wajib di Kota Mekkah. Sholat Jumat terakhir di Masjid Nabawi membuat saya terharu dan sedih karena harus meninggalkan Madinah. Kami menunaikan sholat Jumat dengan berpakaian ihram. Yaitu dua helai kain putih tanpa jahitan untuk laki-laki dan baju tertutup untuk wanita sesuai batas aurat. Selama memakai pakaian ihram bagi laki-laki tidak diperbolehkan memakai pakaian dalam. Mutawif mengingatkan kami untuk tidak memakai wewangian, lotion, menggunting kuku, mencukur ataupun mencabut bulu di badan setelah mengenakan pakaian ihram.

Baca juga: A Spiritual Journey to Mecca and Medinna part 1

Selesai sholat Jumat kami menuju kota Mekah dan mengambil miqat (lokasi untuk mengambil niat yang sudah ditentukan) di Masjid B’ir Ali. Suhu di sekitar Masjid B’ir Ali sekitar empat puluh derajat celcius. Ketika ada angin berhembus dan mengenai muka rasanya seperti ditampar exhaust AC. Di masjid ini kami menunaikan sholat sunnah ihram.

Dari kota Madinah menuju Mekkah perjalanan ditempuh sekitar lima jam tanpa istirahat. Mobil hanya berhenti sekitar lima menit di sebuah SPBU. Tidak banyak yang kami lakukan di dalam mobil selain berdoa, berdzikir dan tidur. Di sepanjang jalan, pemandangan yang kita lihat kurang lebih sama seperti jalur yang kita lalui dari Jeddah menuju Madinah yaitu gunung batu dan padang tandus.

Sekitar pukul tujuh malam kami tiba di hotel. Makan malam sudah tersedia, kami makan dan beristirahat sejenak, kemudian langsung menuju Masjidil Haram untuk sholat dan tawaf. Inilah kali pertama bagi saya melihat langsung keagungan dan kemegahan Masjidil Haram. Rasa haru dan bahagia yang tak terkira ketika melihat langsung bangunan Kabbah, hingga tak terasa mata saya meneteskan airmata. Bangunan yang menjadi kiblat sholat umat lslam di seluruh dunia.

Bangunan berbentuk kubus berlapis kain kiswah hitam itu begitu mengharukan. Salah satu sisinya memiliki talang air yang terbuat dari emas murni. Di sekelilingnya terdapat bangunan setengah lingkaran yang disebut Hijr Ismail dan Maqam lbrahim (bukan makam dalam bahasa lndonesia). Maqam lbrahim adalah  batu yang memiliki bekas tapak kaki Nabi lbrahim ketika beliau meninggikan bangunan Kabbah. Maqam lbrahim ini disimpan dalam tabung keemasan yang memiliki kubah. Bekas tapaknya bisa terlihat dari kaca bening yang melindunginya.

Selesai tawaf, kami melanjutkan ibadah Sai. Lokasi untuk menunaikan Sai tidak jauh dari Kabbah. Dimulai dari bukit Safa menuju bukit Marwah. Kami berlari-lari kecil dari Safa ke Marwah. Tepat di bagian dinding yang memiliki lampu berwarna hijau kita disunnahkan untuk mempercepat lari sampai lampu hijau berikutnya. Total tiga setengah putaran dengan jarak sekitar tiga setengah kilometer. Disunnahkan untuk berdoa sambil melihat Kabbah bila mencapai salah satu sisi bukit.

Selesai Sai sekitar pukul satu malam dan dilanjutkan memotong rambut untuk melengkapi syarat sahnya ibadah umrah. Dengan berakhirnya ibadah Sai dan memotong rambut maka berakhir pula ibadah wajib umrah. Selebihnya kami sholat dan berdoa di dalam masjid.

Sekitar pukul dua malam kami kembali ke hotel dan beristirahat.

Sekedar informasi penjagaan di Masjidil Haram ini cukup ketat. Semua tas diperiksa oleh polisi masjid yang bertugas. Stroller bayi tidak diperkenankan untuk dibawa masuk. Teman saya yang nekat membawa stroller, akhirnya terpaksa menitipkan di box penitipan berbayar yang terletak di luar masjid.

Pertama kali tawaf di depan Kabbah

Di depan Masjidil Haram

Mutawif saya menjelaskan, ketika kita sudah selesai umroh untuk diri sendiri, kita boleh mengumrohkan anggota keluarga maupun saudara. Akhirnya kami semua sepakat untuk ‘menghadiahkan umroh’ untuk anggota keluarga kita yang sudah berpulang, maupun anggota keluarga yang tidak bisa ke tanah suci karena alasan kesehatan. Umroh kedua kita laksanakan pada hari berikutnya dengan mengambil miqat di Masjid Aisyah. Salah satu tempat terdekat dari Masjidil Haram untuk mengambil miqat.

Di sela-sela ibadah di Masjidil haram kami juga berziarah di tempat-tempat bersejarah bagi umat lslam. Salah satunya adalah Jabal Rahmah. Salah satu tempat yang paling romantis menurut sejarah. Karena di sinilah Nabi Adam dan Hawa dipertemukan kembali setelah diturunkan ke bumi.

Di Jabal Rahmah ini banyak peziarah yang berdoa meminta pasangan. Jabal Rahmah sendiri berupa bukit batu yang di bagian puncaknya terdapat sebuah tugu sebagai penanda. Satu hal yang amat disayangkan adalah banyak sekali tangan-tangan jahil yang mencoret-coret situs bersejarah ini.

Jabal Rahmah

Sore di Mekkah

Hari-hari terakhir di Kota Mekkah kami maksimalkan untuk beribadah dan melakukan kontemplasi. Terasa menyedihkan memang ketika kita harus berpisah dengan kota suci Mekkah dan Masjidil Haram. Di sela-sela waktu luang, kami juga menyempatkan diri mencari oleh-oleh di sekitar hotel. Maklum sepanjang jalan menuju Masjidil Haram banyak sekali toko yang menawarkan oleh-oleh dan jajanan khas.

Selain oleh-oleh, saya juga menyempatkan diri untuk menikmati “KFC” ala Arab yang bernama Al Baiq. Selain  ayam ala “KFC” saya juga sempat menikmati jus Arab yang terdiri dari campuran berbagai buah dengan topping menggoda seperti buah kiwi, anggur, apel dan kacang almond. Rasaya segar banget menikmati jus di tengah cuaca panas kota Mekkah yang mencapai empat puluh derajat celcius.

Jus dengan topping buah-buahan

Masjid Qisos

Dan pada akhirnya kami harus berpisah dengan tanah suci. Banyak kenangan dan rasa haru yang tidak bisa saya lukiskan dengan kata-kata. Pun sewaktu menulis cerita ini, saya begitu rindu dengan kota suci. Semoga Allah memberikan rezeki dan kesempatan untuk kembali lagi ke sana.

lnterior Masjid Qisos

Saya hanya berharap, semoga kalian yang ingin menunaikan ibadah umroh, bisa terlaksana ketika masih muda. Mengapa? Karena umroh maupun haji merupakan ibadah yang sangat mengandalkan kekuatan fisik. Selagi bisa umroh ketika masih muda, kenapa harus menunggu usia lanjut.

Baca juga: A Spiritual Journey to Mecca and Medinna part 1

Staycation Hemat di Kota Bogor

    staycation di sebuah hotel adalah liburan yang sedang hits sekarang

Traveling buat saya adalah hobi yang membuat hidup makin produktif. Memang sih, secara sepintas seperti menghambur-hamburkan uang. Eh, itu kan yang terlihat? Hasil yang tidak terlihat dari traveling kan banyak. Setelah liburan, otak fresh, hidup makin produktif, pengalaman  dan pertemanan juga bertambah dan tentunya hati makin bahagia. Ya, nggak? Iya-in aja deh, biar nggak ribet, hehehe.

Banyak cara lho, supaya traveling tidak membuat kantong jadi boros. Diantaranya dengan membuat travel plan jauh-jauh hari sebelum keberangkatan. Dengan begitu kita bisa menyiasati anggaran yang paling besar yaitu biaya hotel, villa atau penginapan, biaya transportasi seperti tiket pesawat ataupun kereta api. Dengan mem-booking tiket pesawat, hotel atau villa jauh-jauh hari, harganya jauh lebih murah. Untuk keperluan tersebut, biasanya saya mencari informasi tiket murah melalui Traveloka.

Selain mem-booking tiket jauh-jauh hari supaya anggaran traveling hemat, hindari traveling pada saat musim liburan. Tau sendiri, kan? Harga-harga tiket kalau musim liburan seperti liburan sekolah pada bulan Juli-Agustus, libur lebaran, libur natal ataupun libur tahun baru. Ingat prinsip ekonomi! Semakin tinggi permintaan, semakin tinggi pula harga yang ditawarkan.

booking hotel makin gampang dengan traveloka

Staycation di Bogor bersama teman-teman komunitas

Nah, kali ini saya ingin merencanakan liburan yang nggak terlalu jauh dari Jakarta. Sebenarnya sih, ini untuk merayakan ulang tahun komunitas. Pada awalnya, ada beberapa lokasi pilihan yang akan kita jadikan lokasi untuk staycation seperti: Bogor, Bandung, Jogja dan Malang. Namun, berhubung pesertanya cukup banyak, dan kami semua memiliki kesibukan masing-masing, jadi kami merencanakan liburan yang lokasinya dekat dan terjangkau untuk semua peserta. Tidak perlu jauh-jauh dan supaya tidak berakhir sebagai wacana, toh, yang penting kan kebersamaannya. Betul, nggak?

Liburan kami nanti rencananya akan menginap di sebuah villa di kota Bogor. Untuk lokasi villanya seperti biasa akan saya book melalui  Villa Traveloka. Praktis dan nggak ribet, daripada harus mencari lokasi on the spot. Ya, kan? Untuk konsep acara, kita akan membuat liburan ala staycation. Kumpul, masak bareng, makan-makan dan menikmati suasana di sekitar Kota Bogor.

Buat yang pengen tau staycation itu apa? baca di sini.

Setelah membandingkan beberapa daftar rate villa dari online travel agent (OTA) dan cek sana sini, akhirnya kita menemukan lokasi yang representative. Lokasi villa sudah saya peroleh melalui  situs online ternama Villa Traveloka. Buat yang belum pernah coba, cara carinya seperti ini, praktis kok!

mudah banget booking tiket, hotel atau penginapan dengan traveloka

pilihan penginapan di traveloka beragam, bisa disesuaikan dengan budget liburan

 

Kenapa sih suka booking dari Villa Traveloka? Begini lho, online travel agent (OTA) yang satu ini selain praktis, pembayarannya juga mudah. Selain itu, pilihan hotel dan villanya juga banyak. Paling lengkap di seluruh lndonesia bahkan dunia. Asyiknya lagi, beberapa penginapan menawarkan promo dengan biaya yang dapat memangkas budget perjalanan.

Kelebihan lain pakai  Villa Traveloka adalah metode pembayarannya yang banyak pilihan. Bisa transfer melalui mesin atm, transfer via internet banking, virtual account, kartu kredit bahkan uang cash. Tuh, buat kalian yang nggak punya kartu kredit ataupun kartu atm, bisa kok bayar cash.

Kembali ke rencana staycation, mengapa kita memilih Kota Bogor? Karena Bogor adalah salah satu daerah tujuan yang sangat indah. Kota hujan yang berada di Jawa Barat memiliki banyak daerah wisata. Meskipun saya sudah berkali-kali ke ke Bogor, namun tidak pernah bosan. Pergi ke kota ini memang membawa kesenangan tersendiri. Selain hawanya yang relative sejuk, Bogor juga mempunyai ragam kuliner kekinian yang tentunya sayang bila dilewatkan. Cocok banget deh pokoknya buat kita para milenial.

Salah satu objek wisata yang akan kita kunjungi adalah Istana Bogor, di halaman Istana Bogor terdapat danau cantik yang dihiasi bunga-bunga teratai. Kolam air dan air mancur juga menambah daya tarik landmark Kota Bogor. Saking cantiknya, tempat ini sering dimanfaatkan untuk foto pre wedding. Barangkali, bisa jadi inspirasi buat kalian yang ingin foto pre-wed.

Orang-orang yang datang ke sini bukan hanya warga sekitar, tapi juga banyak yang berasal dari luar kota Bogor. Lengkapnya faslitas umum yang ada di sekitar Istana Bogor, semakin membuat kawasan wisata ini tak pernah sepi pengunjung.

Kota Bogor juga memiliki berbagai kuliner yang terkenal. Salah satunya adalah lapis talas, kue kekinian yang memiliki tekstur lembut ini, bakal menjadi kuliner favorit yang akan kita buru saat staycation nanti. Bogor memang salah satu surga kuliner yang  mudah dijangkau dari Jakarta. Pertimbangan ini pula yang membuat kami memilihnya.

Nah, buat kalian yang belum pernah staycation dengan teman-teman komunitas, boleh lho dicoba tips saya di atas! Dengan Villa Traveloka, dijamin deh, liburan kita menjadi hemat.

menikmati suasana hotel adalah bagian dari staycation

A Spiritual Journey to Mecca and Medina part 1

Welcome to KSA, negara yang secara resmi bernama The Kingdom of  Saudi Arabia. Salah satu negara yang menjadi impian bagi jutaan umat muslim untuk mengunjunginya. Negara yang bagi saya, ketika menyalakan channel NatGeo, seperti sedang dibacakan doa oleh seorang kyai.

rombongan kami

Cuaca musim panas dengan suhu 40 derajat menyambut saya di bandara King Abdulaziz International Airport (KAIA). Kedatangan saya ke salah satu negara di Timur Tengah ini, tak lain dan tak bukan adalah untuk menunaikan ibadah umroh. Rombongan kami berjumlah 6 orang, yang terdiri dari 4 anak muda, 1 balita  dan 1 lansia, ayah dari salah satu jamaah.  Memang, tidak seperti jamaah umroh pada umumnya yang bisa berjumlah puluhan bahkan ratusan.

Setelah lolos melewati imigrasi dan security check point. Saya dan rombongan disambut oleh Pak Sudirman, beliau ini yang bertugas mengurus semua akomodasi kami selama di Mekkah dan Madinah. Mulai dari hotel hingga mobil Elf yang akan kami gunakan untuk city tour atau berziarah. Bahasa arabnya sangat fasih, meskipun wajahnya sangat khas orang lndonesia.

Kami hanya termangu, saat Pak Sudirman cas cis cus ngobrol dengan petugas bandara. Di antara kami berenam tidak ada satupun yang bisa berbahasa arab. Lebih dari 10 tahun beliau tinggal di Saudi Arabia. Selesai dengan urusan bagasi kami segera masuk mobil Elf yang sudah menanti di terminal kedatangan. Di dalam mobil, Mas Abdurrahman, selaku mutawif alias pembimbing ibadah umrah yang ditunjuk agen travel, sudah menanti.

Sekedar flashback, niat beribadah umroh ini sebenarnya sudah lama saya impikan. Akhir tahun lalu saya sengaja menuliskan keinginan ini dalam resolusi tahunan. Alhamdulillah di bulan ke 5 ini bisa terlaksana. Saya sangat percaya, bahwa semua doa-doa yang baik, yang tulus kita tulis, pasti akan dikabulkan olehNya. Entah mungkin dikabulkan secara langsung, dikabulkan nanti, ataupun diganti dengan yang lebih baik.

Banyak insight ketika saya melakukan perjalanan spiritual. Harap maklum, saya sendiri bukan tipikal orang yang religius. Beribadah saja masih belum sempurna, alhamdulillah diberi rezeki bisa mengunjungi Baitullah. Buat saya ini adalah puncak perjalanan hidup, agar saya selalu belajar bersyukur dengan kehidupan yang begitu indah, yang diberikan olehNya.

Dalam hidup kita membutuhkan jeda. Terlalu membosankan jika hidup berjalan lurus tanpa jeda. Umroh buat saya adalah jeda, mengistirahatkan sejenak beban pikiran dan fokus pada keikhlasan beribadah.

Mobil Elf membawa kami berenam menuju kota Madinah. Ya, perjalanan umroh saya akan dimulai dari kota Madinah Al Munawaroh. Kota di mana Rasulullah Saw dimakamkan. Kota Madinah berjarak sekitar 5 jam dari Jeddah. Pada mulanya, saya mengira negara arab itu seperti yang tergambar dalam film Aladin, di mana wilayahnya hanya terdapat gundukan gurun pasir dan unta-unta yang berbaris. Pemandangan yang terlintas dalam benak saya itu ternyata salah besar.

Jalur sepanjang Jeddah-Madinah lebih banyak didominasi bukit batu gersang. Sejauh mata memandang yang terlihat hanyalah gunung-gunung batu tanpa penghijauan. Kalaupun ada tanaman yang tumbuh, mungkin hanyalah tanaman gurun, itupun tidak banyak. Gurun pasir yang indah, seperti yang saya bayangkan sebelumnya, jarang terlihat. Beberapa ekor hewan gurun  liar, seperti unta dan domba, kadang terlihat di kiri-kanan jalan. Berteduh di balik pohon yang kuat tumbuh di panasnya gunung batu.

Saya jarang sekali menemukan pemukiman warga di sepanjang jalur Jeddah-Madinah. Kalaupun ada hanyalah satu dua bangunan yang sudah ditinggalkan pemiliknya. Langitnya bersih tanpa awan. Boleh dibilang tempat ini memiliki “kesenjangan produktivitas” bila dibandingkan dengan bumi nusantara yang gemah ripah loh jinawi.

Mobil elf membawa kami dengan kecepatan 100-110 km per jam. Di jalur utama ini jarang terlihat kendaraan melintas. Jalur yang sepi ini membujur sepanjang 417 km dari kota Jeddah. Setara dengan jarak Jakarta-Banjarnegara. Tidak ada hiburan semacam musik di dalam mobil. Karena musik hukumnya haram di sini. Aktivitas utama yang bisa kami lakukan hanyalah berdoa ataupun membaca buku panduan ibadah umroh. Selebihnya kami istirahat tidur.

pemandangan sepanjang jeddah madinah

sepinya jalur utama

Sesekali Mas Abdurrahman memberikan arahan dos and don’ts selama beribadah. Di tengah perjalanan kami kelaparan. Saya meminta Mas Abdu mencarikan lokasi rest area supaya kami bisa makan. Yang saya ingat, terakhir kali kami mengisi perut saat berada di atas pesawat. Jangan dibayangkan jalur Jeddah-Madinah ini seperti Pantura yang dengan mudah menepi, dan mencari restoran ataupun rest area.

Beruntungnya, karena Mas Abdu ini tinggal di Mekkah, jadi dia tahu tempat makan yang cukup enak dan cocok dengan lidah kita. Dia memesankan kami nasi Mandhi, 2 nampan nasi Mandhi dengan topping ayam bakar dan daging domba, habis kami lahap. Saya sendiri memilih nasi Mandhi dengan topping  ayam bakar, karena memang enggak doyan kambing. Nasi Mandhi ini terbuat dari beras Basmati yang memiliki tekstur panjang. Soal rasa, boleh dibilang sangat enak. Jauh lebih enak ketimbang yang pernah saya makan di Jakarta.

nasi mandhi

lahap menghabiskan nasi mandhi

Kami menyudahi makan siang yang dilanjutkan sholat dhuhur dan ashar dengan cara dijamak. Jika tidak meleset, kita akan sampai kota Madinah sekitar pukul 5 sore.

Memulai ibadah dari Kota Madinah

Tepat sekitar pukul 5 sore, mobil kami tiba di depan hotel. Dengan sigap petugas hotel membantu kami memindahkan koper-koper menuju kamar di lantai 9. Pemandangan dari kamar hotel adalah jalanan di depan masjid. Hotel kami berada tepat di gate 15 Masjid Nabawi. Sekumpulan burung merpati terbang menghiasi jalanan.

Boleh dibilang suasana kota Madinah ini lebih syahdu bila dibandingkan degan kota Mekkah. Suhunya berkisar 35 derajat celcius, cukup panas memang, tapi tidak membuat badan kita berkeringat. Ini dikarenakan tingkat humiditynya yang rendah.

pelataran masjid nabawi

interior masjid nabawi

Sesuai rencana kami akan tinggal di Madinah selama 4 hari 3 malam. Hari pertama lebih banyak dihabiskan beribadah di masjid Nabawi. Energi dan semangat untuk beribadah sangat terasa di sini. Jika azan berkumandang, seluruh toko akan tutup, semua orang akan segera menuju masjid Nabawi untuk menunaikan sholat. Masjid ini terbuka untuk umum selama 24 jam. Tidak perlu takut haus karena ratusan galon air zamzam tersedia penuh. Petugas akan segera menggantinya jika kosong. Saya sendiri selalu berbekal tumbler untuk mengambil air zamzam dari masjid, supaya bisa diminum jika sedang di hotel.

Masjid Nabawi ini sangat luas, bisa menampung sekitar 600.000 jamaah lebih. Di pelataran masjid, puluhan payung-payung raksasa akan terbuka secara otomatis selepas azan subuh, dan kembali menutup menjelang magrib. Info yang saya tahu, pada pinggiran payung raksasa itu terdapat pita biru yang terbuat dari material khusus. Pita ini berfungsi menurunkan suhu hingga 8 derajat celcius. Maklum, suhu di Madinah bisa mencapai 50 derajat celcius pada saat musim panas.

Di dalam masjid suhunya jauh lebih dingin. Tidak seperti umumnya masjid-masjid di Indonesia yang sering dibuat bertingkat, masjid Nabawi hanya memiliki 1 lantai. 2 lantai di bagian basement hanya digunakan sebagai toilet dan tempat untuk berwudhu. Bukan area untuk beribadah. Untuk ke toilet kita menggunakan eskalator. Baru kali ini saya menemukan eskalator yang berfungsi khusus untuk menuju toilet.

Keunikan lain ketika beribadah di masjid Nabawi adalah: jika selepas sholat wajib kita akan dianjurkan imam untuk melakukan sholat jenazah. Mengapa? Karena jamaah di masjid ini berasal dari semua negara, dan bisa dipastikan ada yang meninggal di sana setiap harinya, karena jumlahnya puluhan hingga ratusan ribu. Imam akan memberitahukan jamaah untuk memimpin sholat jenazah selepas sholat wajib.

Hari kedua di Madinah, Mas Abdu mengajak kami mengunjungi Raudhah. Raudhah yang memiliki arti taman surga ini adalah, sebuah ruangan yang berjarak antara bekas mimbar Nabi Muhammad dan rumahnya yang sekarang menjadi makam beliau. Luasnya hanya sebesar lapangan bola basket. Penanda utama adalah ruangan ini diberi karpet berwarna hijau. Sementara semua karpet di masjid Nabai berwarna merah. Lokasinya berada di dalam masjid Nabawi.

area raudhah

antrean menuju raudhah

makam nabi muhammad

Keistimewaan berdoa dan beribadah di sini adalah kita seperti di taman surga. Salah satu tempat yang paling mustajab untuk berdoa. Area di mana doa-doa akan dikabulkan. Itu sebabnya tempat ini tidak pernah sepi selama 24 jam. Jamaah umroh dan haji hanya memiliki waktu sekitar 30 menit untuk beribadah dan berdoa. Antreanya? Jangan ditanya, jamaah dari seluruh dunia tumplek blek di area yang hanya seluas 140an meter persegi. Apalagi untuk jamaah wanita yang waktunya dibatasi hanya selepas sholat subuh, dzuhur dan isya.

Untuk beribadah di sini kita bisa antre sekitar 1 jam-an. Pengunjung malam hari lebih sepi, tapi bukan berarti tidak berebutan dan berdesak-desakan. Antrean utama dibagi menjadi 2 ruang. Di luar itu antrean lebih panjang dan mengular. Butuh kesabaran memang, sebanding dengan mustajabnya doa-doa yang akan dikabulkan.

(bersambung..)