Menelisik Pekalongan, Kota Batik yang Autentik

“Penumpang yang kami hormati, selamat datang di Kereta Api Tawang Jaya, yang akan mengantar kita ke tujuan akhir Stasiun Tawang. Perjalanan kali ini menempuh waktu sekitar 4 jam 58 menit. Jika Anda memerlukan bantuan atau informasi lainnya, Anda dapat menghubungi awak kru kami yang bertugas, pada perjalanan kali ini. Terima kasih.”

Continue reading “Menelisik Pekalongan, Kota Batik yang Autentik”

Menguak Misteri dan Eksotisme Bumi Sriwijaya

Gending Sriwijaya terdengar merdu dari sudut kamar. Ya, sore ini saya meluangkan waktu barang sejenak, untuk menikmati sebuah novel karya Langit Kresna Hariadi, yang berjudul “Amurwa Bhumi, Lintang Panjer Sore”. Novel berdasarkan catatan sejarah Kerajaan Mataram kuno hingga Kerajaan Singhasari (Kerajaan Tumapel) yang didirikan oleh Ken Arok ini sangat menarik buat saya.

Baca juga Menelusuri Jejak Pelarian Prajurit Majapahit di Candi Sukuh

Continue reading “Menguak Misteri dan Eksotisme Bumi Sriwijaya”

Menelusuri Jejak Pelarian Prajurit Majapahit di Candi Sukuh

Matahari pagi sudah beranjak di atas kepala. Dengan setengah mengantuk, saya melangkahkan kaki menuju sebuah warung di depan Stasiun Jebres. Jalanan kecil yang menuju sebuah pasar ini ramai dilintasi pedagang dan pembeli. Mata saya menggeliat begitu melihat deretan jajan pasar dan lauk pauk yang masih fresh dari penggorengan tertata apik di atas meja. Botok, tempe goreng tanpa tepung, sosis solo, perkedel kentang dan sederet makanan dalam baskom-baskom blirik berwarna hijau, terlihat sangat menggiurkan. Perut pun sudah memprotes dengan musik keroncong bernada sumbang.

Continue reading “Menelusuri Jejak Pelarian Prajurit Majapahit di Candi Sukuh”

Menyambangi Eksotisme Bumi Jember (Bag. 1)

Matahari belum terlalu tinggi saat kereta api Probowangi jurusan Surabaya-Banyuwangi menapaki bumi Jawa Timur. Di luar jendela kereta, tampak bagaskara bersinar teduh. Lingkarannya penuh berwarna jingga. Bang Eka, salah satu peserta trip ke Jember membangunkan kami berenam untuk menikmati keindahan sunrise pagi itu. Masih setengah terpejam, saya berusaha untuk membuka kelopak mata. Kami takjub dengan pemandangan yang disuguhkan. Hamparan sawah menghijau dipenuhi kabut dan embun pagi. Sayup-sayup derit roda kereta api berjalan melambat mengantarkan perjalanan kami menuju Stasiun Jember.

Continue reading “Menyambangi Eksotisme Bumi Jember (Bag. 1)”

Traveling Hemat ke Jepang

Alhamdulillah, beberapa bulan lalu saya bisa mengunjungi salah satu negara impian: Jepang. Ada apa dengan Jepang? Ya, menurut saya, banyak banget yang bisa dipelajari dari Negeri Matahari Terbit ini. Nggak cuma tata kotanya yang super bersih dan rapi, tapi juga attitude dari penduduk negara Sakura ini patut dicontoh. Salah satunya dalam hal pelayanan.

Sepanjang yang saya tau, mulai dari petugas bandara, hotel, petugas parkir, SPG toko maupun minimarket, dan semua pekerja di Jepang, mereka sangat antusias, ramah, murah senyum, quick response, helpful dan melayani sampai tuntas. Entah itu untuk warga lokal maupun WNA. Nggak ada tuh mereka pilih-pilih dalam melayani.

Continue reading “Traveling Hemat ke Jepang”

Umrah Selagi Muda, Kenapa Nggak?

Yeay! Ramadan tiba. Bulan suci yang dinantikan umat Muslim sedunia ini memang spesial. Beragam cara dilakukan umat Muslim untuk bisa mendekatkan diri sama Yang Di Atas. Salah satunya dengan melaksanakan perjalanan spiritual umrah. Tapi, yang namanya umrah enggak harus di bulan Ramadan. Bulan-bulan lain juga bisa kok. Sepanjang tahun! Misalnya dengan mengambil paket umroh November Karena pada bulan November, cuaca di Makkah relatif lebih sejuk. Suhunya sekitar 24-36 derajat.

Beberapa waktu lalu, saya nggak sengaja bongkar-bongkar file lama di laptop. Saat membereskan folder-folder foto yang berantakan, tiba-tiba mata saya tertuju pada sebuah folder berlabel umrah. Pas banget dibuka, saya jadi teringat bahwa perjalanan umrah ini sudah setahun lalu. Perjalanan umrah saya selesai tepat sehari sebelum Ramadan. Di mana saya harus kembali ke Tanah Air setelah kurang lebih 11 hari di Tanah Suci.

Continue reading “Umrah Selagi Muda, Kenapa Nggak?”

Solo Traveling, Jangan Lupakan Ini

“To travel is to take a journey into yourself.”

Mumpung masih single, banyak lho kegiatan yang bisa dilakukan. Sesekali dalam hidup, coba lakukan hal-hal yang di luar kebiasaan. Solo traveling misalnya. Saya sih pernah beberapa kali melakukannya. Bukan buat sok-sokan atau apa, tapi emang benar-benar pengen melakukan hal-hal yang antimainstream. 

Dan solo traveling adalah jawaban yang paling ampuh menurut saya.

Mengapa? 

Karena dengan solo traveling saya bisa bertemu dengan banyak orang. Orang-orang baru yang bisa ditemui di sepanjang jalan. Ngobrol ngalor-ngidul dan tentunya saya bisa “ngangsu kawruh lan pitutur” (menimba inspirasi) dari mereka. 

Buat saya solo traveling mengajarkan banyak hal: kemandirian, kebebasan, dan kebahagiaan bertemu dengan orang-orang baru. 

Namun, buat sebagian orang solo traveling itu nggak mudah. Khususnya buat wanita, perlu pertimbangan matang-matang sebelum melakukannya. Ya izin dari orangtualah, izin dari suami dan anak-anak (kalau sudah berkeluarga). Bukan berarti nggak boleh lho,ya!

Kalau belum berani sendiri beberapa tips ini bisa lho buat panduan:

Minta Satu Hari Bebas

Kalau traveling sama teman-teman sudah mainstream-lah. Coba deh kalau lagi traveling ramai-ramai, minta ke tour leader buat nyisihin satu hari bebas. 

Bebas ke mana aja dan bebas ngapain apa aja. Yang penting tetap sesuai kesepakatan di awal. Jangan nyusahin teman dan kembali ke penginapan sesuai jadwal yang dijanjikan. Biar teman-teman yang lain nggak bingung nyariin posisi kita. 

Cari Informasi Sebanyak-banyaknya.

Mengumpulkan informasi selengkap-lengkapnya tentang tempat tujuan kita untuk solo traveling merupakan hal yang sangat penting dan membantu biar nggak terlihat ceroboh. Informasi tempat menginap, transportasi di sekitar lokasi wisata hingga jam malam yang mungkin berlaku di sana. Zaman sekarang juga gampang kan nyari infonya di internet. Atau bisa juga tanya ke teman yang pernah ke sana sebelumnya.

Jangan Menundang Perhatian Penjahat

Khusus buat wanita, sebisa mungkin jangan menggunakan perhiasan berlebihan. Gunakan baju yang membuat aman dan nyaman jangan sampai mengundang penjahat mendekat deh, pokoknya. Yang wajar-wajar aja. Kalaupun sedang dalam situasi yang kurang aman, segera mencari tempat aman seperti kantor polisi, pos satpam atau keramaian. Cara lain adalah bisa langsung masuk ke restoran. Intinya sebisa mungkin bersikap tenang dan tidak gegabah.

Pelajari Bahasa Lokal

Jika kalian memutuskan untuk melakukan solo traveling ke daerah tertentu yang bahasanya berbeda dengan bahasa ibu, pelajari dulu bahasa dasarnya. Minimal tahulah cara mengucapkan terima kasih, beberapa kalimat pertanyaan dasar. Hal ini bisa membantu kalau kalian dalam kesulitan.

Jangan Lupakan Proteksi

Kalau belum berani solo trip ke luar negeri, cobain dulu solo trip di dalam negeri. Simpel kan? Eh, tapi satu hal yang perlu diperhatikan adalah faktor perlindungan. Yah, namanya juga keluyuran di kota atau negara orang lain. Kan, serem kalau ada apa-apa. Amit-amit, deh!

Cara yang paling gampang adalah beli asuransi perjalanan. Contohnya bisa beli HappyTrip dari HappyOne ini sih yang paling gampang dan harganya lumayan terjangkau di kantong.

Suntuk? Liburan Murah Aja ke Bandung

“Duh, sumpek banget ya Jakarta, pengen kabur sejenak deh kayaknya,”  kalimat itu sering banget saya ucapin kalau udah bosan banget sama aktivitas di ibukota. Maklum ya, sebagai orang yang masih menjemput rezeki from nine to five plus-plus, yang namanya liburan di luar kota seperti saya, kok rasanya wajib banget.

Nggak usah jauh-jauh juga sih, yang penting otak bisa segar lagi balik liburan. Btw, Happy New Year 2019, masih awal tahun, kan? Semoga di tahun baru, rezeki makin berlimpah, amin. Gimana liburan tahun barunya? Masih pengen diperpanjang? Uhuhu saya juga mau. 😀

Kegiatan masih sepi kan, di awal tahun?

Bersyukur deh, buat yang masih sepi. Saya mah, teteup. :D. Pas di meja kantor, kalau lagi sepi kegiatan yang paling seru buat saya adalah lingkarin kalender. Apalagi kalau bukan nyari tanggal merah, terus belakangan ini tiba-tiba kepikiran banget pengen ke Bandung. Tumbenan amat, ya?

kuote yang bikin kangen bandung

Ngomongin Bandung, kan, nggak jauh banget dari Jakarta. Seringnya kalau ke Bandung itu nebeng mobil sama teman. Kalau nggak ya naik travel atau bus, yang paling cepat sih naik kereta. Eh, bisa juga sih pakai pesawat, tapi kan? You know-lah, mahal dan pe-er banget ke bandaranya.

Saya pengen banget ke Bandung nyobain transportasi lain. Yang belum pernah dicoba sih xtrans shuttle.

Terus, ke Bandung mau ngapain? Incaran saya sih tiga kegiatan di bawah ini:

Jalan-jalan di Braga

Sebenarnya nggak ada tujuan yang adventurous banget di Bandung. Seperti halnya Yogyakarta, Bandung buat saya sekadar tempat untuk melepas penat. Jalan-jalan santai di sekitaran jalan Braga merupakan kegiatan yang asik. Apalagi sejak ada program Braga Culinary Night sejak 2014 lalu.

Boleh dibilang, jalan Braga yang merupakan jalan hits di Bandung ini, seperti Malioboro-nya Jogja. Saya pengen menikmati suasanan malam di Braga. Menikmati pemandangan dan hilir mudik traveler dari luar kota Bandung. Sesederhana itu? Iya, buat saya menikmati bangunan tua di kiri kanan jalan Braga adalah kegiatan yang mengasyikan. Toh, jalan ini hidup dan nggak pernah sepi selama 24 jam. Rasanya nggak sabar jalan-jalan ke Jalan Braga buat menikmati keramaian dan sejumlah wisata di dalamnya.

ramainya bandung beda sama jakarta

Ngopi atau Ngeteh di Dago Pakar

Sebenarnya saya kurang menyukai kopi. Tapi entah kenapa kalau ke Bandung, rasanya pengen banget ngopi-ngopi, sesekali aja. Atau kalau nggak, ngeteh juga boleh. Suasana Dago Pakar yang sejuk kayaknya cocok buat ngopi atau ngeteh di sore menjelang malam.

Apalagi di bawah pohon pinus sambil liatin pemandangan. Pokoknya wajib banget ini kalau kabur ke Bandung. Nggak boleh kelewatan kalau nongkrong di Bandung.

kafe di bandung lucu-lucu, nggak kalah sama jakarta

Ngicipin Kuliner Sunda

Nyari makanan Sunda di Jakarta emang banyak sih. Tapi kan, makan masakan Sunda di daerah asal, rasanya pasti nggak pernah salah. Nasi tutug oncom, nasi liwet atau nasi bakar. Ditambah lagi dengan gurame goreng dan berbagai jenis pepes. Duh, saya nulis ini kok jadi ngiler sambil ngebayangin. Apalagi terakhir ke Bandung malah nggak sempat kulineran masakan Sunda.

terakhir ke bandung malah makan soto betawi

Awal tahun gini seru ya kalau bisa kabur buat relaksasi. Apalagi saya akhir tahun kemarin masih nguli, nggak kebagian deh itu yang namanya long weekend. Libur cuma pas tahun baru aja, itupun masih lembur di kantor malamnya.

Pokoknya tiga keinginan sederhana di atas cukuplah buat ngilangin stres. Semoga dalam waktu dekat ini bisa segera kabur ke Bandung. Lagian juga nggak terlalu mahal, kan? Kuy, ke Bandung!

Museum di Tengah Kebun, Koleksi Pribadi yang Dilindungi


ruang tamu museum tengah kebun

Matahari belum terlalu tinggi, ketika saya menginjakkan kaki di depan sebuah gerbang rumah dengan ornamen kayu yang sangat khas. Ya, ini adalah kali ke-3 saya mengunjungi Museum di Tengah Kebun yang berlokasi di daerah Kemang. Dari arah pintu gerbang saya menyusuri jalan setapak sepanjang kurang lebih 40 meter menuju sebuah teras dengan pintu kayu dari abad ke-10.

Di sisi kanan kirinya terdapat soko guru (tiang) yang berhiaskan topeng-topeng kayu dari abad 18-an akhir. Di depan kuncung (teras luar untuk drop off tamu) pada bagian tengahnya terdapat sebuah patung Dwarapala. Bila kita sering mengunjungi rumah joglo atau berasitektur Jawa, tentu sering melihat dua buah arca yang berada di bagian kanan dan kiri gerbang. Ya, arca tersebut bernama Dwarapala.

Mengapa di Museum Tengah Kebun ini arcanya berjumlah satu?

Ternyata, sang pemilik museum Bapak Sjahrial Djalil menghendaki semua koleksinya harus asli dan autentik. Arca Dwarapala yang merupakan koleksi Museum di Tengah Kebun merupakan arca asli dan tidak memiliki kembaran.

Begitu masuk ke dalam ruangan pertama, mata saya langsung disuguhkan dengan ruang Loro Blonyo. Ikon di ruang tersebut merupakan sepasang patung pengantin Jawa yang terbuat dari kayu dari abad 19-an. Di tengah ruang, terdapat sebuah patung Buddha yang terbuat dari perunggu.

Menuju ruang makan, sebuah meja dari kayu abad ke 18-an yang berasal dari Denmark menjadi penanda utama ruang Dewi Sri. Peralatan makan yang terbuat dari kayu disusun rapi dengan jarak yang sama. “Beliau masih menggunakan ruang makan ini, bisa dilihat tatanan piring, gelas, sendok, pisau dan berbagai peralatan lainnya masih tersedia lengkap,” ungkap Afifah, sang tour guide dari Museum di Tengah Kebun.

Berseberangan dengan meja makan, deretan wayang golek tampak berjejer rapi. Sebuah kaca besar diletakkan di belakang barisan wayang. Salah satu sisi dindingnya dihiasi lukisan-lukisan dan stupa kecil yang terbuat dari batu.

Begitu keluar dari ruang makan, saya diantar Afifah menuju ke ruangan berikutnya. Akses yang menuju ruang kerja tersebut dibatasi oleh sebuah “pringgitan”. Mata saya langsung tertuju pada sesosok patung wanita dengan ukiran halus. Nandiswara, salah satu arca tercantik dan terhalus yang pernah saya lihat. Ia berdiri di sebelah kiri pintu masuk.

Menurut informasi dari tour guide, Nandiswara ditemukan di daerah Kedu era Mataram Kuno.  Dari sini saya dibawa Afifah menjelajahi ruangan demi ruangan. Ratusan artefak disusun secara estetis, tidak seperti pada umumnya sebuah museum. Mulai dari peninggalan-peninggalan sebelum masehi hingga buku asli milik sufi kenamaan Jalaludin Rumi.

ruang tidur dan koleksi artefak yang ternilai

Museum di Tengah Kebun menurut saya adalah salah satu museum terbaik yang pernah saya kunjungi. Meskipun sebenarnya ini merupakan  rumah pribadi dari Bapak Sjarial Djalil, tetapi dikelola dengan sangat baik dan professional.

Sepulangnya dari museum, saya jadi berpikir jika terjadi hal-hal buruk (semoga tidak pernah) misalnya kebakaran, kehilangan, pencurian atau berbagai kejadian merugikan lainnya, saya yakin Bapak Sjahrial Djalil telah mengantisipasinya dengan berbagai perlindungan termasuk asuransi. Asuransi adalah hal yang mutlak diperlukan untuk melindungi koleksinya yang begitu luar biasa dan tak ternilai.

kuncung, area teras untuk drop off tamu dihiasi topeng-topeng klasik

Berkaca dari situ, memang sudah sewajarnya kita memiliki upaya untuk melindungi tempat tinggal. Meskipun tidak memiliki koleksi artefak yang tak ternilai, memang sudah sepatutnya tempat-tinggal wajib dilindungi dari berbagai kejadian yang merugikan dan tidak terduga.

ruang makan dewi sri

jajaran wayang golek menjadi penanda salah sisi ruang makan

Salah satu produk perlindungan rumah yang mudah untuk didapatkan dan terjangkau untuk semua kalangan adalah asuransi HappyHome dari HappyOneID. Dengan premi mulai dari Rp 98.750 – Rp 750.000, bisa melindungi rumah dari kerugian akibat kebakaran, sambaran petir, ledakan hingga santunan bagi pemilik rumah jika terjadi kecelakaan diri akibat kebakaran.

Selain itu, HappyHome juga memberikan jaminan jika ada kerusuhan, pemogokan, perbuatan jahat dan huru-hara. Dengan manfaat yang beragam HappyHome bisa menjadi pilihan untuk melindungi rumah dan memberikan ketenangan akibat kejadian yang tidak diinginkan.

halaman belakang museum tengah kebun

arca dwarapala di depan kuncung

 

 

 

Hobi Traveling? Jangan Lupa Bekali dengan Asuransi

Terkadang, banyak hal di dunia ini yang tidak diinginkan terjadi. Kecelakaan, kehilangan, jatuh sakit, sampai pembatalan mendadak dari sebuah moda transportasi saat melakukan perjalanan bisa saja terjadi dan menimpa siapa saja.

Sebagai orang yang punya hobi jalan-jalan, saya memang pernah merasakan sakit ketika traveling, tepatnya di Yogyakarta, kurang lebih setahun lalu dan semoga cukup sekali saja. Rasanya? Hmm, nggak usah dibayangkan. Pokoknya, begitu sampai Jogja, saya segera memutuskan untuk mencari klinik atau rumah sakit terdekat. Nggak kepikiran lagi untuk jalan-jalan atau menikmati traveling. Yang penting segera sembuh.

Saat itu, dalam pikiran saya cuma pengen istirahat dan bisa segera kembali ke Jakarta dengan sehat. Beruntungnya, saya memang punya asuransi dari kantor lama. Jadi ya gak banyak mikir biaya, tapi kenyataanya  nyari klinik atau rumah sakit yang bekerjasama dengan perusahaan asuransi dengan kantor saya itu gampang-gampang susah.

Karena sudah nggak kuat, akhirnya saya langsung masuk ke klinik yang paling strategis. Saya putuskan untuk membayar sendiri semua keperluan di klinik. Begitu kondisinya membaik, saya segera beristirahat di penginapan. Meskipun banyak teman yang membantu di sana, tapi saya nggak ingin merepotkan mereka. Rasanya pengen buru-buru pulang ke Jakarta.

Tips Mencari Asuransi Perjalanan

Pada dasarnya, asuransi perjalanan dibutuhkan untuk meng-cover biaya jika ada kejadian yang nggak diinginkan seperti yang saya alami di atas. Jenis asuransi perjalanan itu sendiri beragam sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, tergantung juga pada lamanya perjalanan dan destinasi yang ingin kita tuju.

Sebelum mendaftar asuransi perjalanan, ketahui dulu perbedaan asuransi travel dengan asuransi kesehatan yang merupakan fasilitas dari maskapai penerbangan, serta asuransi jiwa. Asuransi kesehatan yang berasal dari maskapai penerbangan hanya meng-cover dari spot keberangkatan hingga ke spot kedatangan.

Sementara asuransi  jiwa meng-cover semua aspek medis. Lain halnya dengan asuransi perjalanan meng-cover semua kerugian dan gangguan medis  selama traveling. Harganya pun bermacam-macam, sesuai dengan kebutuhan. Dari yang paling murah hingga yang paling mahal lengkap tersedia.

Keuntungan menggunakan asuransi perjalanan itu banyak. Biasanya, biaya yang keluar saat ada insiden yang nggak diinginkan saat traveling lumayan besar. Seperti yang pernah saya alami. Membekali diri dengan  asuransi perjalanan setidaknya membuat kita lebih tenang. Selain itu juga untuk melindungi diri dari kondisi yang tidak terduga dan kerugian-kerugian yang bisa saja terjadi saat melakukan perjalanan.

Bandingkan harga dengan fasilitas yang dijamin

Pada dasarnya, fasilitas-fasilitas yang ditawarkan perusahaan asuransi memiliki kebijakan yang nggak jauh berbeda kok. Mulai dari biaya medis akibat kecelakaan hingga santunan rawat inap akibat kecelakaan.

Satu hal yang harus diperhatikan adalah sistem asuransi. Biasanya asuransi memakai sistem reimburse alias traveler harus membayar lebih dulu baru kemudian direimburse. Selain itu jangan lupa cek harga-harga yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi. Bisa kok membandingkan harga-harga dari beberapa produk yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi. Sehingga beban yang yang dikenakan nggak terlalu besar.

Pilih asuransi yang tepat

Meski banyak perusahaan asuransi di Indonesia, tapi nggak banyak yang menyediakan asuransi perjalanan. Salah satu asuransi yang menawarkan kebutuhan bagi traveler adalah asuransi HappyTrip dari happyone.id. HappyTrip adalah asuransi yang menawarkan perlindungan perjalanan dalam negeri (domestic) dan luar negeri (international).

Beberapa kelebihan asuransi HappyTrip ini adalah biayanya yang murah dan terjangkau menurut saya dibandingkan dengan asuransi sejenis. Dilihat dari fasilitasnya juga lumayan oke. Untuk lebih detilnya, simak deh, tabel berikut ini.

Nah, kalau sudah tau fungsi dan cara memilih asuransi perjalanan yang tepat. Jangan lupa, selalu bekali diri dengan asuransi perjalanan sebelum traveling.

Btw, happyone.id ini juga menawarkan pilihan asuransi lain kok. Ada HappyHome (asuransi kebakaran) HappyMe (asuransi kecelakaan diri) dengan manfaat santunan meninggal dunia karena kecelakaan dan HappyEdu dengan manfaat santunan biaya pendidikan anak.

Oya, untuk mendapatkan empat jenis asuransi di atas, caranya gampang banget. Kita cukup menggunakan fitur OneID untuk melakukan proses pembelian asuransi. Fitur ini memudahkan kita untuk cek semua riwayat polis yang kita miliki. Gampang kan?