Ranu Kumbolo, Danau Cantik Yang Misterius

Ranu Kumbolo saat matahari terbit

Sudah pernah ikut trip yang penuh drama? Alhamdulillah saya sudah, untungnya sih nggak berlanjut terus-terusan, cukup drama kita aja yang nggak pernah berakhir (lupakan kalimat terakhir!). Yeay! akhirnya kesampaian juga mengunjungi danau paling indah dalam impian saya, Ranu Kumbolo. Sudah tau donk danau yang saya maksud?  Berkat baca novel 5 cm kemudian dilanjut nonton filmnya, akhirnya saya mupeng juga untuk kemping ceria di pinggiran danau tersebut.

Drama sudah  dimulai dari awal merencanakan ikut trip ini, yang pertama dari izin cuti, setelah cuti disetujui, mendadak saya mendapat info kalau tiket kereta kepulangan sudah habis. Duuuh, piye iki? Akhirnya teman-teman sepakat untuk merubah tanggal keberangkatan dan kepulangan. Eh, ladalah, saya kan nggak segampang itu untuk merubah jadwal cuti. Macam pepatah Jawa “esok tempe, sore dele” pagi tempe, sorenya berubah lagi jadi kedelai. Saya harus mencari momen dan alasan yang pas supaya perubahan cuti disetujui. Pe er nomer satu!

Akhirnya setelah urusan revisi percutian disetujui. Saya terus memantau grup whatsapp untuk menunggu perkembangan selanjutnya. Eh, nggak dinyana-nyana ternyata jadwal trip berubah ke tanggal yang disepakati diawal, berhubung tiket kepulangan yang tersedia hanya separuh dari total jumlah peserta trip setelah jadwal dirubah. Dan saya pun harus mengajukan revisi cuti kembali. Pe er nomer dua! Abang lelah, Dek! 

Drama cuta-cuti kelar, drama selanjutnya adalah drama tiket kepulangan. Rencana kepulangan dari stasiun Malang mendadak batal karena kehabisan tiket pulang. Alhasil, demi mengejar waktu liburan berjalan sesuai jadwal cuti, teman-teman memutuskan untuk mengejar tiket balik dari stasiun Semarang. Kebayang dong ya, Malang-Semarang, kita memutuskan untuk sewa mobil elf. Akhirnya setelah rembugan sana-sini, sebagian peserta memutuskan untuk extend di Malang dengan jadwal kepulangan berbeda-beda. Saya dan separuh teman lainnya yang fakir cuti tergabung dalam grup kepulangan via stasiun Semarang. Via darat, eh maksudnya naik mobil elf.

sunrise-nya kece banget
misty

Okay, drama-drama sudah memasuki episode terakhir, saatnya kita fokus untuk menikmati perjalanan. Jakarta-Malang ditempuh dalam waktu kurang lebih 17 jam. Tidur di kereta dengan posisi punggung vertikal, sejujurnya saya nggak bakalan bisa tidur dengan posisi badan begitu. Akhirnya, berhubung kita berada di posisi gerbong paling belakang, saya bertiga teman memutuskan untuk menggelar matras dan tidur di bagian belakang. Baru sekitar satu jam merebahkan badan di atas matras, tiba-tiba saya dibangunkan oleh Polsuska, kami dilarang tidur di bawah karena posisinya mengganggu penumpang yang ingin ke toilet. Pfffttt!!

Balik lagi ke kursi, saya tetap tidak bisa tidur. Akhirnya saya menggelar matras di kolong bangku. Memaksakan diri untuk tidur horizontal, karena besok badan harus bugar supaya kuat trekking menuju Ranu Kumbolo. Tau kan? space kolong bangku kereta itu seluas apa, beruntunglah badan saya ideal jadi muat aja, meskipun nggak bisa bolak-balikin badan saat tidur.

Paginya, sesampainya di Malang impian saya adalah sarapan nasi pecel, sarapan nasi pecel adalah kemewahan bagi saya yang tinggal di Jakarta. Namun sayang banget karena waktunya mepet, pas sampai warung makan, pecelnya keburu habis  Dari stasiun Malang menuju basecamp sementara, kami nyarter angkot menuju Tumpang untuk beristirahat dan belanja logistik.

Oro-Oro Ombo
Ranu Kumbolo dari Tanjakan Cinta

Dari sini kita akan diangkut mobil jeep menuju Ranu Pane, Ranu dalam bahasa jawa berarti air atau sebutan untuk danau yang dalam bahasa sunda sering disebut Situ atau Setu. Di Ranu Pane kami dikumpulkan ke dalam basecamp penampungan, kemudian antri untuk diberi briefing mengenai dos and don’ts selama trekking hingga turun kembali. Intinya jangan pernah meninggalkan apapun kecuali jejak dan jangan mengambil sesuatu kecuali foto. Berhubung tadi pagi belum sempat makan pecel, saya menyempatkan diri untuk membeli pecel sayur untuk bekal makan nanti malam, jangan takut basi karena suhu di sini sangat dingin, jadi pecelnya tetap segar meski ditaruh ke dalam tas.

Trekking dimulai dari gerbang selamat datang, selepas solat ashar atau sekitar setengah lima sore. Jarak antar pos berbeda-beda jauhnya, sekitar satu sampai dua jam-an. Jarak paling jauh adalah dari pos 2 menuju pos 3. Pas di pos 3 ada sedikit tanjakan, harus sedikit ekstra hati-hati karena jalur malam itu licin bekas hujan badai sehari sebelumnya. Sempat sedikit gerimis tapi Alhamdulillah cuaca cerah kembali hingga kami pulang.

Ada 4 pos yang harus kami lewati, di pos pertama dan kedua ada warung yang menjual makanan dan buah-buahan. Lumayan untuk mengisi perut, saya sih lebih suka makan buah selama perjalanan. Selain segar, buah juga mudah diserap tubuh untuk mengembalikan energi yang terpakai. Infonya sih, di setiap pos ada yang menjual makanan tapi hanya di pos 1 dan 2 yang buka sampai malam hari.

Sebenarnya kalau trekking di gunung nggak bawa apa-apa pasti badan enteng, iyalah, tapi kan nggak mungkin ke gunung tanpa perlengkapan. Saya sendiri membawa carriel dan daypack, ditambah tenda dan logistik dari minyak goreng sampai beras. Kebayang dong kalau sudah capek, saya buru-buru nyandar di pohon atau kalau ada tempat luas untuk istirahat saya langsung geletak gitu aja. Gak peduli basah, becek atau kotor. Yang penting –hati– punggung bisa merebah, meski cuma sebentar.

Ranu Kumbolo dingin? Jawaban saya : Enggak, eh maksudnya nggak salah lagi 😀 (abaikan!) sebenarnya ini yang saya takutkan. Hasil browsing sana-sini cuaca dingin di Ranu Kumbolo mencapai puncaknya pas musim kemarau, sekitar Juli-Agustus tepat saat saya berada di sana. Dan saya paling sebel sama cuaca dingin, cukup sikap dia aja yang dingin, kamu jangan! Okay, lupakan curhatan saya.

Demi menahan hawa dingin di Ranu Kumbolo, saya memakai enam lapis baju, tidak langsung saya pakai semuanya sih, tapi bertahap. Sewaktu trekking saya memakai kaos polyester yang saya anggap pengganti Long John kemudian T-shirt lalu dilapisi kemeja flannel baru kemudian jaket gunung. Namun, sewaktu tidur saya memakai tambahan jaket dan jas hujan. By the way, jas hujan ini ampuh lho untuk menahan dingin sikapnya Ranu Kumbolo. Setelah itu baru masuk ke dalam Sleeping bag.

Apa yang menarik di Ranu Kumbolo? Banyak banget, melihat keindahan bulan di atas danau, kebetulan cuaca sedang cerah. Paginya menikmati sunrise yang muncul dari dua bukit, menjelang siang naik sedikit menuju Tanjakan Cinta, mitosnya kalau pas naik ketika dipanggil nggak menoleh cinta kita akan abadi. Saya sih tetap nengok meski nggak ada yang manggil, sayang kalau view danau yang indah dari atas dilewatkan begitu saja.

Dari Tanjakan Cinta turun sedikit kita menuju Oro-Oro Ombo, dalam bahasa Jawa Oro-Oro Ombo berarti padang yang sangat luas. Sumpah, tempat ini keren bin instagramable banget, berupa hamparan padang yang maha luas, ditumbuhi bunga Verbena berwarna ungu, berhubung ini bunga parasit yang tergolong hama, kalian diijinkan loh untuk memetik dan membawanya pulang. Tapi jangan sekali-kali memetik bunga Edelweis ya!.

(Bersambung…)

LG LINEAR Top Freezer, Lemari Es Berteknologi Inverter

Siang yang meriah di sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Jakarta Selatan, sekelompok pemain orchestra berbahan sayuran dan buah baru saja menyanyikan lagu Love-nya Nat King Cole. Ini pertama kalinya bagi saya menyaksikan grup musik yang menggunakan sayuran dan buah sebagai alat musik. Cukup unik dan suaranya juga merdu. Buah-buahan yang dipakai pun beragam, mulai dari Labu, Paprika, Lobak, Wortel dan lain sebagainya.

Grup musik ini berasal dari Korea Selatan, namanya P Brosound. Mereka telah mendesain sedemikian rupa sehingga buah-buahan tadi bisa menghasilkan harmonisasi nada yang indah. Yang membuat saya penasaran adalah bagaimana mereka bisa menjaga alat musik tersebut supaya tetap segar dan tidak layu? Ternyata kuncinya adalah, mereka menyimpan alat musik buah dan sayuran tersebut ke dalam kulkas LG LINEAR Top Freezer, lemari es keluaran terbaru dari LG tersebut digadang-gadang berteknologi inverter.

Teknologi Inverter Pada Lemari Es

Pada umumnya barang elektronik di rumah yang menggunakan teknologi ini adalah Air Conditioner (AC), teknologi New Inverter Linear Compressor ini oleh LG diintregasikan ke dalam lemari es keluaran terbaru LG LINEAR Top Freezer, yang berfungsi untuk mengurangi beban penggunaan energi listrik, sehingga konsumsi listrik menjadi hemat.

Apa kelebihan lain kulkas  LG LINEAR Top Freezer?

Tidak sekedar menyematkan teknologi inverter yang bisa menghemat energy listrik, LG juga menambahkan fitur terbaru dalam lemari es LG LINEAR Top Freezer yaitu Linear Cooling, lemari es ini mampu mempertahankan fluktuasi suhu dalam penyimpanan berkisar +/- 0.5 Celcius. Kompresor ini mampu menekan fluktuasi suhu hingga 50% dibandingkan dengan kulkas lain.

Tampilan LG LINEAR Top Freezer, stylish dan elegan

Selain itu LG juga menambahkan fitur LG DoorCooling, tau donk? Dari namanya sudah bisa ditebak kalau fitur ini diadopsi untuk membuat suhu dingin dalam lemari es tetap stabil dari segala sisi, tidak hanya berhembus dari bagian dalam, berbeda dari kulkas yang biasanya kita jumpai. Hal ini sangat berguna karena seringnya kita membuka dan menutup pintu kulkas yang membuat hawa dingin terbuang dari kabin simpannya. Dalam uji internal LG, perbedaan fitur ini mencapai 35%  jika dibandingkan pendingin konvensional, sehingga suhu lebih cepat dingin dan merata

Pintu bagian luar dilengkapi kabin simpan

Inovasi lain yang dibenamkan LG ke dalam lemari LG LINEAR Top Freezer adalah Hygiene Fresh+ yang mampu membunuh kuman dan bau tidak sedap  dalam lemari es hingga 99,999% pada waktu yang bersamaan.

Oh ya, dalam peluncuran LG LINEAR Top Freezer di Senayan City tempo hari, selain menghadirkan orchestra musik buah dan sayuran, LG juga mengundang  selebriti chef kondang, Chef Marinka. Dalam bincang-bincang santai tersebut, juri kompetisi masak popular Masterchef Indonesia Rinrin Marinka, berbagi tentang pentingnya menjaga kesegaran hidangan.

Bersama Chef Rinrin Marinka sebelum talkshow dimulai

Nah, sudah lengkap kan info tentang kulkas terbaru keluaran LG? Yang berniat mau ganti kulkas lamanya dengan kulkas baru, LG LINEAR Top Freezer sudah bisa didapatkan di gerai elektronik terdekat loh.

Mimpi #KitaSama, Hal Kecil Yang Bisa Kita Lakukan Untuk Disabilitas

Kalau ada yang bertanya, apa sih mimpi terbesar kalian? Apa yang sudah kalian lakukan untuk meraihnya? Seberapa sering teman-teman berusaha mewujudkan impiannya selama ini? Jawaban atas pertanyaan tersebut pastilah sangat beragam. Pastinya setiap orang di dunia ini punya mimpi, mimpi sering disebut juga dengan keinginan atau cita-cita. Walaupun sebagian kecil orang ada yang tidak memiliki keberanian untuk bermimpi, tapi dalam hatinya mereka pasti memiliki banyak impian. Secara pribadi saya memiliki daftar mimpi yang harus saya wujudkan. Meskipun belum sepenuhnya tercapai, tapi saya selalu mencoba untuk meraihnya. Butuh keyakinan serta usaha yang kuat untuk mewujudkannya.

Mimpi untuk sahabat disabilitas!

Dari mana memulai impian kita? Buat saya, ketika pagi hari masih bisa bangun dan bernafas, saya berhak memulai mimpi apapun. Toh, bukankah Tuhan menggratiskan mimpi setiap hari? Impian atau pun keinginan tidak melulu hanya untuk mereka yang hidup dengan anggota badan lengkap, teman-teman kita yang berkebutuhan khusus atau penyandang disabilitas juga bebas untuk bermimpi. Dengan segala keterbatasannya, tentu butuh tantangan tersendiri untuk mereka meraih mimpi. Bukan hal yang mudah tapi juga bukan hal yang tidak mungkin.

Sebagai manusia yang diberi ilham oleh Tuhan untuk saling membantu, tentunya setiap kita memiliki naluri tersebut. Nah, bertepatan dengan bulan Ramadhan kemarin sebuah gerakan sosial #KitaSama yang digagas oleh komunitas anak muda yang aktif #IndonesiaBermimpi, berusaha membantu mewujudkan mimpi teman-teman disabilitas melalui beragam cara.

Mungkin tidak banyak yang tahu, kalau sebagian besar teman-teman disabilitas merasa tidak memiliki teman, bahkan mungkin tidak mau berteman karena kekurangan mereka.

Sadar atau tidak, perlakuan lingkungan yang memandang mereka sebelah mata membuat mereka minder untuk mewujudkan mimpi atau keinginannya. Padahal tidak ada yang salah dengan mereka, karena pada dasarnya kita semua memiliki hak yang sama. Sebenarnya apa yang bisa kita lakukan untuk membantu mereka? Tidak perlu melakukan hal besar, cukup dengan hal kecil seperti berteman dan merangkul mereka, menjadikannya sahabat dalam hidup kita.

Memberikan perlakuan yang sama di ruang publik sama seperti halnya manusia yang tidak memiliki kebutuhan khusus. Membantu mereka menyeberang jalan, memprioritaskan mereka ketika naik kendaraan umum dan lain sebagainya. Intinya, jangan pernah mengucilkan mereka. Memang, harus diakui kalau sebagian besar sarana publik yang ada di Indonesia belum memberikan keramahan bagi masyarakat yang berkebutuhan khusus.

Hal-hal kecil tersebut, saya rasa bisa membuat mereka menjadi lebih nyaman dan percaya diri. Keberadaan mereka di depan publik merasa diperhatikan, sehingga terciptalah keadilan dan kesetaraan sosial di Indonesia. Dengan begitu mereka lebih leluasa berekspresi mewujudkan keinginannya.

Kalau dilihat dari sisi perlindungan hukum, penyandang disabilitas memiliki hak yang wajib dipenuhi oleh negara. Seperti yang tertuang dalam Undang-Undang nomor 8 tahun 2016 yang baru saja disahkan. Namun untuk mewujudkan itu semua membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Satu hal yang paling penting dan seringkali dilupakan keluarga penyandang disabilitas adalah bagaimana membuat mereka menjadi mandiri, karena rasa sayang seringkali menimbulkan rasa tidak tega, sehingga membuat mereka bergantung sepenuhnya dengan kenyamanan. Saya sangat memimpikan teman-teman penyandang disabilitas dapat hidup mandiri, terpenuhi semua haknya, mendapatkan akses pendidikan yang memadai, mendapatkan pekerjaan dan tidak ada lagi diskriminasi.

Nah, bagi kita yang ingin mendukung mereka, gampang loh. Silakan kunjungi situs www.indonesiabermimpi.org. daftarkan data diri kalian di sana. Cukup 5 menit dan tidak butuh waktu lama untuk membantu sahabat disabilitas.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai gerakan sosial #KitaSama, kunjungi
Website: www.indonesiabermimpi.org.
Facebook: Indonesia Bermimpi
Instagram: Id_Bermimpi
Youtube Channel: Indonesia Bermimpi
Media Kontak:
Kantor Pusat Indonesia Bermimpi, Jalan Maleo V Blok JB 2 No 1, Tangerang Selatan;
Telp: (0878 8760 8027); Email: (Nidya@indonesiabermimpi.org)

Liburan Murah di Kandang Godzilla, Ini Biayanya!

Lebaran tahun ini saya tidak menjadwalkan untuk mudik seperti tahun-tahun sebelumnya. Dalam rangka menghabiskan sisa-sisa libur lebaran yang masih 2 hari lagi, akhirnya saya menerima ajakan beberapa teman untuk mengunjungi tempat wisata baru yang katanya sedang hits dan instagramable di daerah Solear, Cisoka, Tangerang, sekitar perbatasan Serang, Banten. Nama lokasi wisata ini terbilang unik, Kandang Godzilla. Sebenarnya nama asli tempat wisata ini adalah Tebing Koja, entah karena alasan apa hingga akhirnya orang-orang menyebutnya Kandang Godzilla. Mungkin karena penampakannya mirip dunia hewan-hewan purbakala yang sudah punah, seperti dalam film The Lost World. Awalnya tempat ini adalah lokasi tambang pasir, karena sudah tidak dipakai lagi akhirnya membentuk tebing-tebing curam yang tergenangi air, hingga mirip seperti dunia yang hilang.

Kalau boleh dibilang, akses menuju Kandang Godzilla ini terbilang mudah dan murah. Buat saya dan teman-teman yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya bisa menggunakan KRL tujuan Rangkas Bitung. Bila ingin pergi bersama rombongan dari Jabodetabek, Stasiun Tanah Abang bisa dijadikan lokasi mepo alias meeting point keberangkatan. Saya sendiri lebih memilih mencegat teman-teman dari Stasiun Kebayoran Lama, karena aksesnya lebih dekat dari rumah dan tidak perlu bolak-balik ke Tanah Abang.

Dari Stasiun Tanah Abang kita turun di Stasiun Tigaraksa. Begitu keluar stasiun kita bisa mencari angkutan umum, taksi online maupun ojek online untuk menuju Kandang Godzilla. Tarifnya bervariasi tergantung pintar-pintarnya kita menawar. Untuk angkutan umum kisaran harganya sekitar 160.000 – 180.000, tarif tersebut bisa kita bagi  dengan teman-teman, maksimal 14 orang dalam satu mobil angkutan. Kalau datang sendiri atau berdua saya sarankan untuk menggunakan ojek atau taksi online. Selain lebih murah tentu juga lebih efisien.

Di lokasi ini sebenarnya ada tiga tempat wisata yang letaknya berdekatan. Selain Kandang Godzilla, juga ada Danau Biru Cisoka dan Makam Keramat Solear yang letaknya di tengah hutan dan dipenuhi monyet-monyet liar. Lokasi terakhir tidak saya rekomendasikan, kenapa? Karena selain kurang layak dikunjungi, tempat ini juga kotor dan banyak pungutan liar. Bayangkan, hanya karena kita salah masuk ke lokasi wisata ini, mobil angkutan yang kami sewa dikenakan tarif parkir sebesar 15 ribu rupiah dalam waktu kurang dari 10 menit. Hampir 3 kali lipat tarif parkir mobil 1 jam pertama di Jakarta.

Alhasil, setelah ngotot-ototan dengan jawara tukang parkir, kami berhasil menawar tarif 15 ribu rupiah untuk 2 mobil sekaligus. Lokasi parkirnya pun mirip jalur off road yang berlumpur. Selain itu, sewaktu masuk ke gerbang pertama, setiap mobil yang masuk dikenakan pungli sebesar 10 ribu rupiah. Jangan pernah tanya tiket bukti masuknya. Tidak akan pernah ada. Bagi kami sebenarnya bukan masalah kalau itu memang tarif resmi dan ada buktinya. Namun kenyataannya tidak demikian, info yang saya dengar dari warga sekitar, pungli-pungli tersebut masuk ke kantong pribadi.

Spot terbaik di Kandang Godzilla

Kembali ke Kandang Godzilla, lokasi ini terbilang masih sepi. Tarif masuknya 3 ribu rupiah per orang. Biaya parkir 5 ribu rupiah. Cukup masuk akal dibanding Makam Keramat Solear. Ada bukti tiketnya pula. Untuk rombongan bisa minta potongan harga semisal lebih dari 10 orang. Karena tergolong baru dan belum banyak pengunjung jadi pengelolaanya masih sederhana. Sangat disarankan jika berkunjung ke sini untuk memakai topi dan kacamata hitam, karena lokasinya cukup terik. Bawa air mineral yang cukup dan bekal makanan sendiri kalau tidak menyukai jajanan instan di sekitar Kandang Godzilla.

Kalau benar-benar ingin menikmati Kandang Godzilla sebaiknya datang pagi atau sore hari. Cuacanya tidak menyengat dan seterik saat siang hari. Setelah dari Kandang Godzilla bisa lanjut ke Danau Biru Cisoka. Dan kalau benar-benar ingin berziarah ke Makam Keramat Solear bisa dilanjut sore harinya. Lumayan bisa dapat 3 spot sekaligus dalam satu hari.

Danau Biru Cisoka

Dari hasil perjalanan kami, total biaya untuk akomodasi diluar makan tidak lebih dari 50 k. Untuk makan tentunya sangat bervariasi dengan kebutuhan masing-masing. Sekali lagi saya sarankan untuk membawa bekal sendiri, karena tidak banyak pilihan makanan di sana. Untuk lokasi alamnya cukup instagramable lah, kalau ditanya apakah saya mau kembali lagi ke sana? Saya bilang cukup sekali saja.

Ingin Membantu Sahabat Disabilitas? Lakukan ini!

“Tuhan memang tidak pernah terlihat secara fisik oleh mata manusia, seandainya Tuhan terlihat oleh manusia, maka Tuhan tidak adil, karena hanya mereka yang mempunyai penglihatan sempurna yang bisa melihatnya. Bagaimana dengan saudara kita yang tidak bisa melihat? Tapi setiap manusia punya hati, hanya dengan hatilah setiap manusia bisa melihat wujud Tuhan, untuk menunjukkan bahwa Tuhan maha adil”

Continue reading “Ingin Membantu Sahabat Disabilitas? Lakukan ini!”

Kampoeng Wisata Rumah Joglo

Nusantara selalu menyimpan kemegahan arsitektur yang penuh misteri, hingga terkadang membuat kita terkagum-kagum saat melihatnya. Kampoeng Wisata Rumah Joglo misalnya, berlokasi di daerah Bogor yang sejuk, deretan rumah-rumah berarsitektur Jawa dibangun dengan sangat indah. Mulai dari Pendopo, Limasan, Rumah Kudus sampai Gazebo, semuanya bernuansa Jawa.

Ojek online yang kami tumpangi berhenti di sebuah pagar rumah. Dari arah depan, gerbang gapura menyambut kedatangan kami. Mata saya tak henti-hentinya menatap keindahan bangunan klasik tersebut. Begitu memasuki halaman Kampoeng Wisata Rumah  Joglo, mata saya langsung tertuju pada bangunan Joglo. Menikmati setiap detil lekuk-lekuk ukiran rumah Joglo, merupakan kepuasan bagi saya.

Kami melangkahkan kaki menuju pendopo utama, bergabung dengan teman-teman  dari Komunitas Blogger Crony. Suasana malam semakin terasa hangat, saat kami menuangkan nasi ke dalam piring. Menu berupa ikan goreng, lalapan, sayur, tempe-tahu goreng  dan sambal terasi, ludes kita santap. Usai menikmati makan malam, kami duduk lesehan mendengarkan materi Personal Branding dari Mbak Ririn, selaku pengisi acara malam itu.

Ada kesan menakjubkan sewaktu mata saya menatap bagian atas pendopo. Tumpang Sari atau susunan balok-balok kayu berukir, yang menyerupai piramida terbalik  terlihat begitu anggun. Empat buah Soko Guru, kokoh menopang bangunan utama pendopo tersebut. Malam itu kami habiskan dengan bercengkrama, sembari menikmati suasana perkampungan rumah Joglo yang asri. Menyatu dengan alam di Kampoeng Wisata Rumah Joglo yang ramah lingkungan.

Tumpang Sari di pendopo utama
Jalan setapak yang rapi

Malam makin larut, kami menyudahi obrolan untuk berisitirahat. Kami menempati bangunan Joglo berkapasitas 20 orang. Rumah-rumah Joglo di sini memiliki nama sesuai tokoh pewayangan seperti Anila, Anggada, Jembawan dan Joglo yang kami tempati bernama Bodronoyo. Sayang sekali, untuk ruangan sebesar ini hanya terdapat satu buah toilet. Akhirnya, sebagai alternatif saya dan teman-teman menggunakan toilet yang berada di luar pendopo.

Gazebo yang nyaman untuk bersantai
Joglo untuk keluarga kecil

Berada di tepian Kota Bogor, Kampoeng Wisata Rumah Joglo tak hanya menyediakan rumah Joglo, namun juga area camping ground yang dilengkapi tenda dan api unggun. Sekitar enam buah bangunan Joglo berukuran sekitar 9 meter persegi dibangun saling berhadapan. Ini adalah kamar-kamar bagi mereka yang menginap bersama keluarga kecil. Bagi tamu yang membawa rombongan, mereka bisa menginap di Joglo utama yang berkapasitas hingga 50 orang.

Di sisi kiri pendopo utama, sebuah kereta kuda sengaja dibiarkan kosong tanpa kuda. Keberadaan kereta tanpa kuda ini, mengingatkan  saya akan suasana pedesaan di Jawa. Menuju ke bawah, di bagian belakang pendopo, terdapat sebuah kolam renang dengan pemandangan bukit-bukit dan kebun yang menghijau. Untuk menuju kolam, kita harus melewati jalanan setapak yang dibuat dari susunan batu-bata dan kerikil, tepat berada di sisi kolam renang sebuah jembatan mini menyambut langkah kaki kita.

Kereta tanpa kuda
Sejuknya kolam renang

Menariknya, kawasan Kampoeng Wisata Rumah Joglo ini berada di tataran Sunda Kota Bogor yang mayoritas penduduknya adalah orang Sunda, bukan orang Jawa. Usut punya usut, ternyata pemilik  Kampoeng Wisata Rumah Joglo ini ternyata pasangan suami istri yang berdarah Jawa dan Sunda. Terinspirasi dari kampung sang suami yang berasal dari Jawa, akhirnya dibangunlah Kampoeng Wisata Rumah Joglo di tanah Pasundan yang notabene adalah darah sang istri. Namun, perpaduan arsitektur rumah asli Jawa di tataran Sunda yang sejuk, memberikan pesan bahwa keragaman budaya justru memperkuat tali ke-Indonesia-an. Suatu hal yang layak untuk dilestarikan.

Kampoeng Wisata Rumah Joglo

Jl. Situ Hiang No.1B, Tegal Waru, Ciampea, Bogor, Jawa Barat 16620

phone  : (0251) 8620698

Padang Merdeka, Restoran Padang Kekinian di Kawasan Kota Tua

Seruas jalan yang membujur dari ujung jalan Lada menuju stasiun Kota selalu ramai dipadati pejalan kaki yang berlalu-lalang. Jalur satu arah ini juga marak dengan pedagang kaki lima dan pengunjung kawasan wisata Kota Tua. Berdiri tepat di seberang gedung bank BNI 46, sebuah restoran bernuansa Indonesia baru saja dibuka. Padang Merdeka, cukup unik untuk sebuah nama restoran dengan menu andalan masakan Padang. Ini adalah tempat yang tepat untuk menikmati kuliner Padang dengan nuansa modern nan nyaman. Continue reading “Padang Merdeka, Restoran Padang Kekinian di Kawasan Kota Tua”