Begini, Cara Aman dan Bijak Berkendara Bagi Millenials!

Millenials Driving Behaviour

Kalian yang tinggal di kota-kota besar, terutama di ibukota pasti tahu bagaimana ribet dan susahnya mengendarai mobil pada saat rush hours, terutama menjelang keberangkatan dan pulang kantor, butuh waktu minimal satu hingga dua jam untuk sampai di tempat tujuan. Butuh kesabaran dan keterampilan khusus dalam mengendarai mobil, tidak cukup sekedar punya SIM A. Belum lagi kondisi jalanan dan cuaca yang kadang kurang bersahabat, ditambah semrawutnya jalanan ibukota yang campur aduk antara pengendara mobil, angkutan umum dan sepeda motor, hingga sepeda kayuh.

Nah, kalau sudah begini kalian pasti ingin memiliki kendaraan yang tidak saja aman, tapi juga nyaman saat digunakan untuk beraktifitas. Sebagai generasi millenials yang mempunyai mobilitas tinggi, kalian wajib tahu bagaimana cara berkendara secara aman dan bijak, ingatlah pepatah kekinian : #AmanPangkalGaya.

Penting juga untuk kalian ketahui, bahwa untuk berkendara secara aman di jalanan itu membutuhkan softskill dan hardskill, kedua jenis keterampilan ini perlu dilatih, diterapkan serta butuh jam terbang yang cukup.

Sabtu, 16 September 2017 bertempat di The Hook Restaurant, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, PT. Suzuki Indomobil Sales secara resmi mengenalkan fitur-fitur  keselamatan city car keluaran terbaru : Suzuki Ignis. Mengusung tema Millenial’s Driving Behaviour serta tagline #AmanPangkalGaya Suzuki Ignis memberikan jaminan kepada para penggunanya bahwa untuk sekelas city car, safety dan security fiturnya diatas rata-rata.

“Suzuki Ignis menempatkan diri sebagai sahabat berkendara bagi para millennial. Desain yang dibuat sporty, ringan, gesit dan cocok dengan anak muda. Siapapun yang mengendarai Suzuki lgnis dijamin akan terlihat lebih muda..” Ujar Harold Donnel, Head of Brand Development & Marketing Research PT. Suzuki Indomobil Sales.

Suzuki lgnis sahabat berkendara bagi para millennial.

By the way, Suzuki Ignis ini selain desainnya sporty, bentuknya juga compact dan praktis. Berbekal mesin 1250cc, konsepnya didesain leluasa hingga muat untuk lima orang, cocok untuk generasi Y alias kaum millenials yang tinggal di kota-kota besar. Gampang untuk mencari tempat parkir, apalagi di kota besar seperti Jakarta yang minim lahan parkir.

Jika dilihat dari sisi harga, city car ini cukup menarik loh! Dibandrol dengan harga dibawah 200 jutaan dengan spesifikasi yang cukup lengkap, intinya ‘segala kebaikan‘ mobil dengan konsep LCGC dimiliki Suzuki Ignis.

Desain Suzuki lgnis yang compact dan sporty

Ngobrolin standarisasi safety drivenya Suzuki Ignis, berikut beberapa diantaranya : Suzuki lgnis membenamkan teknologi Immobilizer untuk meminimalisir pencurian, sistem ini akan berfungsi jika terjadi pencurian, Immobilizer akan menangkap sinyal dari kunci asli, sehingga mobil tidak dapat dihidupkan kecuali dengan kunci asli.

Selain itu, Suzuki Ignis juga tergolong mobil yang ramah balita, dengan adanya fitur ISOFIX yang terintegrasi di jok bagian belakang, membuat balita aman dan nyaman duduk sendiri. Suzuki lgnis juga dilengkapi fitur Dual SRS air bag, fungsinya untuk melindungi kita dari benturan pada bagian kepala saat terjadi kondisi darurat. SRS air bag ini terletak di bagian depan dan di samping.

Fitur lain yang diterapkan Suzuki Ignis adalah : Anti-lock Braking Sistem (ABS) yang berfungsi sebagai sistem pengereman, dengan tujuan untuk menghindari terjadinya roda mengunci saat dilakukannya hard braking. Sederhananya begini, ketika tiba-tiba kita ingin menghindari jalanan yang kurang bagus dengan ABS, mobil masih bisa dikendalikan untuk melakukan manuver menghindar, sementara dengan menggunakan rem biasa, laju mobil akan berhenti total. Ini bisa menyebabkan selip dan mobil jadi susah untuk dikendalikan.

Oya, Suzuki Ignis juga dilengkapi fitur Electronic Brake-Force Distribution (EDB) dan Brake Assist (BA), dengan beragamnya fitur keselamatan yang diadopsi Suzuki Ignis, dijamin kita akan merasa aman dan lebih percaya diri saat berkendara.

Fakta Pengemudi Millenials

Konsep LCGC yang pas buat kaum millenials.

Ada beberapa fakta menarik tentang karakteristik pengemudi millenials, diantaranya : pengemudi wanita lebih sering menggunakan mood dalam berkendara, selain itu wanita juga lebih mementingkan keamanan diri sendiri saat mengemudikan kendaraan, bahkan beberapa diantaranya melakukan hal yang bersifat multitasking, mulai dari mengemudi sambil menggunakan make up, membalas pesan, menerima panggilan telepon dan lain sebagainya.

Ditambah pula fakta bahwa : kecepatan wanita dalam berkendara tidak konstan. Tentunya ini sangat berbahaya, meskipun sebenarnya hal tersebut bukan monopoli kaum hawa. Fakta yang berseberangan adalah : pengemudi pria lebih banyak membekali diri dengan pengetahuan teknis dan pengetahuan otomotif.  

Fakta lain menyebutkan bahwa penyumbang kecelakaan terbesar di jalan raya adalah mereka generasi Y alias kaum millenials. Hampir 33% kecelakaan berkendara dialami oleh anak muda usia 22-30. Dalam acara #SuzukiBloggerGathering kemarin, Suzuki yang sangat peduli dengan keselamatan memberikan andil dengan berbagi tips bagi millenials supaya aman dalam berkendara, berikut ulasannya :

  1. Bacalah buku panduan sebelum berkendara, ini penting lho! Buku panduan itu bukan hiasan, biasakan kita untuk selalu membaca manual book yang ada di dalam mobil.
  2. Sebaiknya tidak memberikan izin untuk anak dibawah usia 17 tahun untuk mengemudikan kendaraan.
  3. Penting untuk diketahui meskipun secara hardskill mereka mampu, namun anak-anak dibawah usia 17 masih kurang dalam penguasaan emosi dan tanggung jawab dalam berkendara, terutama di jalan raya.
  4. Secara mental dan psikologis, usia 17 tahun adalah usia minimal yang paling ideal untuk mengemudikan kendaraan.
  5. Kenali fitur-fitur dan indikator di dalam mobil sebelum kendaraan melaju di jalan raya.
  6. Sehebat apapun teknologi tidak bisa menjamin keselematan kita, kendali emosi dan sikap preventif wajib dikuasai.
  7. Perlu diketahui bahwa kecepatan diatas 80KM/jam, kemungkinan selamat sangat kecil ketika terjadi kecelakaan, untuk itu pastikan selalu jaga jarak aman.
  8. Fokus dalam berkendara, jangan melakukan hal yang bersifat multitasking saat di jalanan. Selain membahayakan diri sendiri juga berbahaya buat orang lain.
  9. Saat menyetir usahakan mata ‘selalu bergerak’ untuk membaca situasi dan kondisi di sekitar jalanan.
  10. Usahakan untuk selalu waspada dengan kendaraan lain.

Nah, semoga sepuluh guideline dari Suzuki Ignis di atas, bisa membantu kalian menjadi lebih bijak dalam berkendara, tidak hanya mengandalkan kemampuan teknis semata, tapi juga semakin membekali diri dengan softskill, terutama bagi pengemudi wanita. So, #AmanPangkalGaya yay or nay? Sampaikan pendapat kalian.

#SuzukiBloggerGathering

Mengenal Lebih Dekat Layanan Kontak Center

Generasi millenials squad, tetap semangat belajar kapan saja.

Kalian pernah membayangkan nggak sih kalau tiba-tiba berada dalam kondisi darurat? Misalkan dari hal yang paling ringan : kehilangan kartu atm, di sekitar rumah kita terjadi kebakaran, atau di jalanan terjadi huru-hara, tidak usah dalam kondisi darurat deh, misalkan kita ingin komplain tentang paket kiriman yang belum sampai, siapa yang akan kita hubungi? Yang pasti kita membutuhkan bantuan Call Center atau Kontak Center untuk membantu kondisi tersebut. Sudah tahukah kalian kalau di Indonesia mempunyai nomer tunggal 112, yang bisa dihubungi 24 jam sehari dalam kondisi darurat? Sudah tahukah, kalian kalau perusahaan yang bagus itu wajib mempunyai layanan Kontak Center yang siap melayani pelanggannya setiap saat.

Tanggal 27 September 2017 kemarin saya menghadiri undangan seminar New Customer Experience In Digital Era di Hotel JW Luwansa, Kuningan, Jakarta Selatan. Meski hujan mengguyur sepanjang hari, saya tetap semangat untuk datang dan belajar hal baru tentang dunia Kontak Center, selain materinya sangat bermanfaat, dalam seminar ini juga dihadirkan praktisi profesional dunia Kontak Center, mulai dari  Jakarta Siaga 112, BCA, BPJS Ketenagakerjaan, Kemenkominfo sampai konsultan 168 Solutions. Lumayan untuk menambah wawasan tentang karakteristik konsumen di dunia digital.

Di era digital seperti sekarang ini layanan yang cepat dan  inovatif, sudah menjadi kebutuhan bagi sebuah perusahaan maupun instansi pemerintah. Semakin meningkatnya daya kritis konsumen terhadap suatu pelayanan, maka perusahaan maupun instasi pemerintah, mau tidak mau harus berbenah dengan menyediakan layanan berbasis teknologi informasi yang mudah dan cepat diakses dari mana saja dan kapan saja. Dari data yang didapat, pelanggan yang menggunakan sosial media untuk menghubungi kontak center meningkat hingga 60% per tahun.

Seminar New Customer Experience In Digital Era

VIRA, Virtual Assistant Chat Banking BCA, Fitur Chatbox BCA berbasis AI (Artificial Intelligence)

Dalam seminar New Customer Experience In Digital Era ini, BCA sebagai bank swasta dengan layanan prima, juga sudah memanfaatkan sosial media untuk menunjang kebutuhan nasabah, selain itu BCA juga mulai mengembangkan fitur chat bot berbasis AI (Artificial Intelligence) untuk meningkatkan pelayanan. Fitur online chat ini bernama VIRA, nasabah BCA bisa mengakses layanan ini dengan mengunduh melalui apps LINE, Facebook dan Kaskus.

Ibu Wani Sabu, selaku Senior Vice President PT BCA mengungkapkan, BCA setiap hari melayani puluhan ribu panggilan dari nasabahnya, kalau layanan kontak center tidak dikembangkan secara maksimal dalam memenuhi kebutuhan nasabah, lambat laun BCA akan ditinggalkan nasabahnya. Kontak center sebagai garda terdepan dalam hal pelayanan, dituntut untuk selalu mengikuti perkembangan teknologi informasi. Kedepan, BCA akan menerapkan fitur Voice Biometric, fitur ini bisa mendeteksi dini panggilan dari nasabahnya, dengan demikian layanan akan lebih cepat, aman dan maksimal.

Layanan Darurat Tunggal Bebas Pulsa 112

Lain hal dengan BCA, layanan tunggal darurat nasional 112  merupakan kontak center milik pemerintah yang  melayani panggilan darurat. FYI, layanan darurat bebas pulsa ini juga sudah diterapkan di berbagai kota di Indonesia, tidak hanya di Jakarta tapi juga kota lain seperti Bandung, Surabaya, Jogja, Batam dan beberapa kota besar lainnya.

Di Jakarta kita mengenal Jakarta Siaga 112 yang merupakan panggilan Bebas Pulsa untuk membantu masyarakat  Jakarta yang membutuhkan layanan darurat seperti Darurat Keamanan, Darurat Medis, Darurat Kebakaran, Darurat Kecelakaan, hingga Darurat KDRT. Ini adalah bentuk komitmen pemerintah dalam menjamin keamanan masyarakat melalui peningkatan pelayanan publik. Nah, bagi kalian yang membutuhkan layanan tersebut bisa langsung menghubungi kontak center 112, ingat ya! Ini adalah kontak center darurat, jadi jangan sekali-kali membuat Prank Call alias panggilan iseng, kondisi darurat jangan dibuat iseng-iseng!

Meski tidak seideal 911 di US, namun layanan darurat 112 sangat membantu, untuk mencapai tahapan ideal pemerintah membutuhkan investasi yang tidak sedikit, selain itu teknologi di Indonesia belum secanggih di US. Namun secara perlahan layanan darurat 112 ini akan disempurnakan.

Traveloka, Inovasi Akan Membuat Hidup Menjadi Lebih Mudah

Beralih ke Traveloka, perusahaan rintisan ini berawal dari pengalaman founder Traveloka, Ferry Unardi yang seringkali kesulitan ketika mencari tiket untuk mudik ke Indonesia, siapa sangka Traveloka kini sukses menjadi perusahaan yang menyediakan layanan pemesanan tiket pesawat dan hotel secara daring dengan fokus perjalanan domestik di Indonesia. Saat ini Traveloka memiliki basis operasional di Jakarta.

Keunggulan dari Traveloka diantaranya adalah : pelayanan  24 jam melalui email, telepon, media sosial, hingga chatbox. Kesuksesan ini tak lepas dari inovasi yang diterapkan Traveloka dalam melayani pelanggannya, kemudahan akses, kecepatan, hingga layanan kontak center yang inovatif. Kelebihan lainnya : Traveloka memberikan beragam pilihan harga tanpa membebankan biaya transaksi kepada konsumen, serta metode pembayaran yang memudahkan pelanggannya.

Nah, dari sekian materi yang dipaparkan dalam seminar seminar New Customer Experience In Digital Era ini, ada satu kalimat kunci yang bisa kita tarik benang merahnya yaitu : pelayanan yang maksimal dalam bidang kontak center, bahwa kesuksesan suatu perusahaan atau industri tak bisa lepas dari dunia kontak center. Tidak mudah untuk membangun dunia yang profesinya jarang dilirik oleh para first jobber. Profesi dalam dunia kontak center bukanlah profesi cita-cita seperti yang diimpikan banyak orang pada umumnya.

Belajar itu tidak mengenal batasan ruang dan waktu, ruangnya alam semesta, waktunya dari masih dalam kandungan hingga ke liang lahat. tetap semangat.

 

Janadriyah, Ketika Menikahimu Adalah Satu-Satunya Untuk Cara Membunuh Rindu

Bersama Mas Febriandi, penulis novel Janadriyah

“Belajar yang rajin, jangan lupa mengaji, Emak enggak bisa ngasih harta dan warisan, cuma bisa ngasih ilmu karena Emak yakin, cuma ilmu pengetahuan yang bisa mengubah masa depan..”

Kutipan novel Janadriyah ini membuat saya penasaran, awalnya saya enggan untuk membaca novel setebal kurang lebih lima ratus halaman tersebut. Karena sepintas kalau dilihat dari sampul depannya, novel karya Achi TM dan Febriandi Rahmatullah ini, memang lebih mirip buku-buku agama yang sering menjadi penghias rak buku di rumah saya ketimbang dibaca. Inilah alasannya kenapa saya pada awalnya enggan untuk membukanya.

Meskipun ada ungkapan “Don’t judge the books by it’s cover” tapi saya punya pertimbangan pribadi mengapa saya enggan membaca buku-buku yang cover depannya kurang menarik menurut saya. Alasan sederhananya : cover buku merepresentasikan keseluruhan isi buku saat pertama kali kita lihat, kalau desainnya kurang menarik dan terlihat asal-asalan, bagaimana kita akan tertarik dengan isinya. Mungkin banyak yang tidak sependapat, tetapi itu memang alasan pribadi saya sih, alasan lainnya karena saat ini membaca buku-buku religi belum masuk prioritas saya. Jadi kalau melihat buku dengan sampul depan berbau religi belum tentu saya tertarik membacanya.

Launching Novel Janadriyah

Launching Novel Janadriyah bersama Mbak Achi TM dan Mas Febri

Berlokasi di Ef Hive,The Breeze BSD, launching novel pagi itu diawali dengan pertunjukan seni Rudat dari Banten, jujur ini pertama kalinya saya menikmati seni Rudat. Boleh dibilang seni ini sudah hampir punah, Rudat mempunyai kemiripan dengan seni Hadroh dan Terbangan namun dibalut dengan seni beladiri Banten. Iringan solawat dan tari-tarian daerah menjadi bagian dari pertunjukan Rudat. Nuansa religius dan islami memang sengaja dihadirkan sebagai latar dari peluncuran Janadriyah.

Banyak kisah unik dari pembuatan novel ini, Mbak Achi TM dikenal melalui novel yang sudah difilmkan yaitu “Insya Allah, Sah” sudah menulis puluhan novel, dan saat pembuatan novel ini berada di Indonesia sementara Mas Febri sendiri berada di luar negeri, tepatnya di Qatar. Mempunyai latar belakang yang berbeda-beda dan hanya dua kali bertemu muka dalam pembuatan novel ini. Komunikasi hanya dilakukan via whatsapp dan email, tidak heran jika pembuatan novel ini memakan waktu hingga 2 tahun.

Pertunjukan Rudat

Kembali ke Janadriyah, yang menarik dari novel ini ditulis berdasarkan kisah pribadi sang penulis Mas Febriandi Rahmatullah, meskipun terkesan religius namun penulis tetap menyematkan keluguan dan nilai-nilai kultural  yang cukup menggugah rasa. Terinspirasi dari pengalaman pribadinya sebagai seorang  praktisi marketing data analytics Vodafon di Qatar dan mimpi-mimpinya sebagai pemuda Indonesia pada umumnya.

Rahmat yang menjadi tokoh utama dalam novel ini mempunyai kehidupan yang penuh warna, berasal dari keluarga sederhana yang taat dalam beragama, kedua orang tuanya selalu menanamkan nilai-nilai agama sejak kecil. Rahmat kecil kerap berpindah-pindah sekolah lantaran pekerjaan abahnya sebagai tenaga pelaksana di sebuah perusahaan swasta yang sesekali menjadi guru bantu honorer di SD.

Prestasi Rahmat di bidang akademis boleh dibilang biasa saja, tidak secemerlang bintang. Namun keberuntungan seringkali menghampirinya, ketika Rahmat dewasa memutuskan menikah dan tinggal di luar negeri, banyak ‘keajaiban’ yang mereka alami. Tinggal di sebuah apartemen sempit hanya ditemani kasur tiup dan pemanas ruangan yang tidak berfungsi. Saat melahirkan anak ke-duanya kondisi ekonomi keluarganya pun sedang tidak stabil, bahkan nyaris di titik nol, mengalami penipuan, konflik asmara serta jauh dari keluarga dan kerabat.

Alur dalam novel ini mengalir ringan, di beberapa bagian harus flashback ke masa lalu, kisah dan konflik keluarga dalam novel ini mengingatkan saya dengan novel Para Priyayi karyanya Umar Kayam, tidak mirip, boleh dibilang demikian, setting waktu dan latar kulturalnya pun berbeda namun keduanya memiliki kesamaan dalam menyelesaikan konflik dalam keluarga. Nilai-nilai luhur yang ditanamkan keluarga sejak kecil menjadi senjata ampuh dalam mengarungi kehidupan.

Di beberapa bagian saya juga menyukai kutipan-kutipan dari Janadriyah, seperti : “Satu-satunya cara untuk membunuh rindu adalah menikahimu..”, “Jika pernikahan adalah surga dunia, aku ingin ke sana bersamanya..” kata-kata ‘makjleb’ seperti ini sesekali menjadi penyegar ketika membaca sebuah novel yang lumayan panjang.

Banyak pesan moral yang diselipkan Mas Febriandi dalam novel pertamanya ini, sikap optimistis, selalu berpikir positif  dan semangat dalam menjalani kehidupan yang terkadang banyak hal-hal mengejutkan. “Intinya jangan pernah meng-underestimate diri sendiri, jika kita mempunyai impian dan idealisme hendaknya selalu dipegang walaupun iming-iming materi selalu menggoda untuk melunturkannya..” ujar Mas Febri saat peluncuran Janadriyah.

Kata Janadriyah sendiri terinspirasi dari nama sebuah festival tahunan di Riyadh. Akan ada banyak rasa yang bisa kita nikmati ketika membaca novel ini. Susah, sedih, senang, bahagia campur aduk mengolah emosi kita, karena sejatinya hidup adalah perjalanan. Perjuangan dan rasa sakit adalah bumbu yang akan selalu menambah rasa sedap kehidupan.

Janadriyah – Sebuah Perjalanan
Penulis : Achi TM & Febriandi Rahmatullah
Harga :Rp.170.000
Fyi : seluruh keuntungan dari penjualan buku ini disumbangkan untuk kegiatan sekolah dasar.

12 Tahun Qwords, Solusi Cerdas Mewujudkan Kebutuhan Hosting Dengan Budget Terbatas

Keseruan di markas Qwords

Siang yang terik, 24 Agustus 2017 saya melangkahkan kaki menuju lantai 3 gedung Cyber 1 di bilangan Gatot Subroto. Beruntung banget saya bisa hadir dalam acara ulang tahun Qwords yang sekarang genap berusia 12 tahun, diusianya yang sudah cukup dewasa Qwords telah menjadi partner dalam mewujudkan kebutuhan Website, Hosting dan Solusi Data Center untuk pelanggan di dalam maupun di luar negeri, salah satunya oleh Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo). Qwords dipercaya oleh Kemenkominfo untuk layanan penyediaan satu juta domain ID. Sungguh pencapaian yang sangat keren kan?

Qwords merupakan perusahaan internasional dalam bidang teknologi informasi, penyedia layanan hosting yang didirikan sekitar pertengahan tahun 2005. Qwords sendiri sudah tersebar di beberapa kota besar di Indonesia, mulai dari Jakarta, Surabaya, Yogyakarta dan Bandung. Di ulang tahun yang ke 12 ini Qwords banyak sudah banyak perubahan dibandingkan awal berdirinya dulu. Maklum, 12 tahun bukanlah waktu yang singkat, bisa dibilang sudah berpengalaman di bidangnya.

solusi yang cerdas untuk kebutuhan hosting dengan budget terbatas

Pencapaian lain yang juga membanggakan adalah : Qwords telah menjadi salah satu pendiri Asosiasi Clouds Hosting Indonesia (ACHI) pada Februari 2017. Sebagai penyedia Nama Domain, Qwords juga telah resmi terakreditasi  menjadi registrar Domain.ID dari Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) pada September 2016. Tentu saja ini semua demi kenyamanan dan dedikasi Qwords untuk seluruh pelanggannya.

Layanan Terbaru Qwords

Nah, buat kalian yang hobi ngeblog pasti dunk butuh hosting dan domain supaya blognya makin kece dan profesional, Qwords punya layanan terbaru loh yang bisa membantu kebutuhan kamu, dan di hari ulang tahunnya kemarin Qwords mengadakan Salebration dengan memberikan promo diskon diantaranya : untuk pemesanan domain.com plus email hosting cuma 55ribu, masih mikir untuk ganti domain kamu TLD? Apalagi buat kantong mahasiswa, murah kan?

Cloud Hosting
Layanan web hosting ini merupakan salah satu andalan dari Qwords, dengan jaminan server yang terhubung internet berkecepatan tinggi selama 24 jam penuh. Dijamin data website yang kita simpan selalu uptime 99,99%. Teknologi Cloud yang diterapkan Qwords sangat mendukung kebutuhan kamu untuk selalu go online, dan kita pun bebas mengakses dari mana saja, baik di Indonesia maupun di luar negeri.

Qwords juga menawarkan beragam pilihan untuk Cloud Hosting ini, mulai dari Personal Hosting, Bussiness Hosting maupun yang premium Maxx Hosting, ini semua bisa kalian sesuaikan dengan budget dan kebutuhan.

CloudVPS Kernel Based

Satu lagi kabar gembira buat kalian para Developer, Startup, dan IT research yang membutuhkan akses penuh ke server dengan budget terbatas Cloud VPS KVM adalah solusi yang cerdas.  Buat kalian pengguna linux, dengan KVM (Kernel-based Virtual Machine) kalian bisa merasakan fitur kernel terbaru, management memory, juga patch security kernel yang lebih baik.

Bagi kalian yang terbiasa dengan management remote desktop Windows Server, jangan khawatir kalian juga bisa memulai dengan Cloud VPS KVM ini. Dengan full root/administrator akses di VM kalian, kalian bisa menyesuaikan VM  agar lebih pas dengan kebutuhan apapun.

Secure Socket Layer (SSL)
Salah satu cara untuk mengetahui apakah website kita sudah menggunakan Secure Socket Layer (SSL) atau protokol keamanan internet adalah dengan melihat logo ‘gembok’ di alamat webnya, fungsi dari SSL ini adalah untuk meningkatkan trust pengunjung website. Supaya makin secure, SSL ini juga berfungsi untuk mengamankan data antara dua mesin dengan enkripsi.

Email Cloud Collaboration Suite (ECSS)
Email suka-suka ini bisa kalian customize sendiri loh, sepuasnya. Seperti achi@achihartoyo.com dengan kapasitas penyimpanan hingga 25GB. Lengkap dengan feature dokumen pratayang, Free SSL dan mode airplane yang berfungsi untuk membaca email meski tidak terhubung dengan internet (hanya membaca tidak untuk membalas)

Data Center
Di sesi terakhir kemarin kita diajak untuk mengikuti tour singkat ke dalam Data Center Qwords. Lokasinya berada di lantai 3 gedung Cyber 1 dengan Secure Access menggunakan kartu masuk dan Dijaga 24 Jam. Monitoring Kelistrikan, jaringan, dan suhu selama 24 jam, 7hari  seminggu  sangat aman dan terjaga. Penggunaan Raised Floor setinggi 40CM yang dilengkapi panel Air Conditioner dari dasar lantai hingga High Volume Precision Air Conditioning dengan suhu stabil 23-26 Derajad Celcius.

Semoga ke depan Qwords makin sukses, mendunia dan terus meningkatkan kenyamanan bagi 45ribu lebih pelanggannya, Selamat ulang tahun Qwords yang ke 12.

8 Ide Ini Bisa Membuat Konten Kamu Viral

Seseruan bareng ISB

Ada yang belum tau Brilio.Net? Jangan ngaku gaul kalau belum tahu Brilio.Net, Itu loh portal berita online yang selalu mendapatkan view bombastis hingga 120juta kali di beberapa artikelnya, kontennya yang ringan namun berbobot, sangat cocok dengan generasi milenial yang menyukai berita-berita unik dan sedang viral di sosial media. Nah, Sabtu, 19 Agustus 2017 kemarin beruntung sekali saya bisa hadir dan seru-seruan bareng komunitas Sahabat ISB (Indonesian Social Blogpreneur) dalam acara Brilio Corners di kantornya di daerah Kebayoran Baru.

Saya suka sekali dengan suasana kantor Brilio.Net yang berada di Graha Tirtadi lantai 3 ini, sangat nyaman dan homey. Begitu masuk dalam ruangan, kita langsung disambut jajaran Bean Bag warna-warni, bawaannya langsung menyelonjorkan kaki dan menyandarkan badan ke Bean Bag.

Pak Titis Widyatmoko selaku Editor In Chief Brilio berbagi tips

Hari ini kita akan belajar cara membuat konten supaya viral dan dibaca jutaan orang. Siapa sih yang tidak mau tulisan atau videonya dibaca dan dilihat jutaan orang? Nah, jangan sampai sudah capek-capek nulis dan membuat video tapi nggak berfaedah alias nggak dibaca dan dilihat banyak orang. Pak Titis Widyatmoko selaku Editor In Chief Brilio berbagi tips supaya konten yang kita buat menjadi viral. Ada 6 hal yang harus kita ketahui sebelum membuat konten :

1.    Berikan konten yang pas dan disukai audience
2.    Anak muda sekarang suka yang baru dan unik
3.    Anak muda gampang tergugah nuraninya
4.    Anak muda suka kisah inspiratif
5.    Anak muda selalu ingin tahu dan terpuaskan rasa penasarannya
6.    Anak muda mudah terkejut alias kaget

Dari 6 hal diatas kita bisa merumuskan konten seperti apa yang disukai anak muda sehingga mudah menjadi viral di sosial media. Pak Titis juga menambahkan, ada aturan tidak tertulis setiap kita membuat konten : “Jangan pernah membuat konten yang isinya merugikan orang lain”. Bahkan ketika kita terlanjur membuat konten yang ternyata adalah hoax, lebih baik mengaku salah dan meminta maaf. Respon warga net akan positif jika kita mau mengakui salah dan meminta maaf. Pastikan untuk selalu memverifikasi konten sebelum diposting.

Mas Andry Trisardy sedang asik berbagi ide

Sesi selanjutnya adalah cara menggali ide untuk membuat konten menjadi viral. Andry Trisardy yang juga reporter dari Brilio.Net ini memberikan 8 hal yang harus kita ketahui untuk meracik dan meramu sebuah konten menjadi viral.

1.    Bersahabat dengan media sosial
Supaya kita tahu apa yang sedang terjadi dan diminati di luar sana, artinya kita harus selalu update dengan informasi faktual yang sedang berkembang.
2.    Melihat sisi lain dari peristiwa
Pernah melihat berita “Tukang sate jualan di area bekas terjadinya pengeboman” nah, sisi lain yang dimaksud adalah memberitakan hal unik di luar fokus berita utama yang jarang dilihat audience.
3.    Memberi perhatian khusus pada peristiwa yang membangkitkan emosi/simpati
Anak muda selalu tertarik dengan kisah-kisah yang menguras emosi, segala sesuatu yang membangkitkan emosi dan simpati selalu membuat rasa penasaran dan ingin tahu yang besar, jangan lupa untuk selalu menampilkan foto yang mendukung.
4.    Meme, meme & meme
Membuat kreatifitas yang unik dan lucu dengan membandingkan dua hal yang bertolak belakang ataupun mengadopsi jargon-jargon yang sering diucapkan selebriti.
5.    Buatlah artikel yang memuat konten peduli lingkungan
Faktanya anak muda jaman sekarang lebih peduli lingkungan, semua konten yang berbau lingkungan selalu menarik  minat anak muda
6.    Artikel tentang kehidupan para pesohor
Nah, ini adalah konten yang selalu membuat orang kepo, apapun yang sedang dilakukan atau sedang dipakai oleh para pesohor selalu membuat orang ingin tahu
7.    Buatlah informasi yang bernilai praktis
Pernah membaca artikel tentang “9 cara memasak dengan menggunakan rice cooker, anak kos bisa mencobanya” nah ide-ide praktis dan menarik tersebut selalu dimintai warga net.
8.    Pilihlah ide yang familiar di masyarakat
Informasi ringan yang terjadi di sekililing kita lebih diminati daripada informasi yang sama namun terjadinya di luar negeri. Selalu berikan informasi yang lebih mudah dikenali warga net.

Nah, sudah tau kan informasi apa saja yang bisa membuat konten kita menjadi viral? Semoga informasi dari Brilio Corners ini bisa membantu teman-teman dalam membuat konten yang menarik dan berkualitas.

Tips Survival Yang Wajib Kalian Tahu Sebelum Naik Gunung, Cewek Wajib Baca!

Dibahas Dari Sisi Medis Oleh dr. Ridho Adriansyah dari RS. Firdaus

Diskusi santai menguak mitos dan fakta tentang pendakian

Ketika sedang kemping dan bermalam dengan menggunakan tenda, kalian menaburi sekeliling tenda dengan garam, berharap hewan berbahaya semacam ular takut masuk ke dalam tenda, pernahkah kalian pernah melakukan ini? Apakah ular benar-benar takut dengan garam? Sekedar mitos atau fakta? Atau tiba-tiba ketika sedang berada di ketinggian salah seorang teman kita mengalami hypotermia, apa yang harus kita lakukan? Benarkah dengan memeluknya tanpa busana bisa membuatnya sadar? Mitos atau fakta?

Nah, beberapa pertanyaan di atas kemarin dibahas  dan dijawab langsung oleh beberapa narasumber kece diantaranya dr. Ridho Adriansyah, Sp, PD dari RS. Firdaus, Harley B. Sasta seorang penggiat alam, penulis dan pemerhati konservasi alam dari Federasi  Mountaneering Indonesia, Tyo Survival Eks. Host Survival & Jejak Petualang Trans7 serta Siti Maryam seorang wanita tangguh survivor 4 hari 3 malam di Gunung Rinjani dan Edy M. Yamin selaku founder Backpacker Jakarta.

Acara kece tersebut terlaksana berkat kerjasama antara Klub Buku & Blogger (Kubbu) Backpacker Jakarta dengan RS. Firdaus. Acara berlangsung seru di Casapatsong’s Kitchen Express. Mitos dan fakta seputar pendakian dibahas dari sisi medis oleh dr. Ridho Adriansyah, dokter yang juga pernah naik gunung ini dinas di RS. Firdaus. Buat kalian yang belum tahu, RS. Firdaus adalah Rumah Sakit Paru yang berada di bilangan Jakarta Utara.

SEKILAS TENTANG RUMAH SAKIT FIRDAUS
Sebelum dikenal dengan rumah sakit dengan spesialisasi penanganan paru, RS. Firdaus awalnya adalah sebuah klinik yang didirikan pada tahun 1995. Karena kebutuhan pasien akan pelayanan kesehatan yang makin berkembang maka pada tanggal 7 April tahun 1998 beliau mengajak teman-teman dokter umum lain untuk membuka praktek dokter bersama dan pada akhirnya dibukalah ”KLINIK FIRDAUS” dengan pelayanan  Praktek Dokter Bersama 24 Jam.

Dalam perjalanan dan perkembangan klinik FIRDAUS, setelah diamati dan dilakukan evaluasi tentang kebutuhan dasar pelayanan kesehatan masyarakat dan atas dasar data medik yang dievaluasi, maka diperoleh kesimpulan bahwa pasien terbanyak yang datang berobat adalah pasien PARU dimana didalamnya termasuk penyakit yang mendominasi masyarakat lapisan bawah adalah Infeksi saluran napas atas, TBC paru, Pneumonia, Penyakit Paru Obstruksi Khronik, asma dan Kanker Paru.

Berdasarkan fakta dan tuntutan masyarakat akan kebutuhan pelayanan kesehatan khususnya dibidang PARU, maka arah pengembangan pelayanan kesehatan di klinik FIRDAUS lebih diarahkan ke pelayanan PARU dan menjadikan PARU sebagai layanan utama dan unggulan. Fokus RS Firdaus ternyata pada pelayanan BPJS terbaik. “Fungsi rumah sakit tak hanya mengobati, tapi juga memberikan informasi..” Tutur Nanisa selaku Marcom dari RS. Firdaus.

TIPS BERTAHAN HIDUP DI ALAM SERTA MITOS DAN FAKTANYA

Nah, sekarang saya mau lanjutkan tentang tips-tips bertahan hidup di alam serta mitos dan faktanya. Mitos sendiri berarti suatu cerita atau dongeng yang berlatar belakang kisah kejadian masa lalu. Mirip  hubungan kita yang hanya sekedar mitos, oke lupakan!

Mitos yang pertama, benarkah ular takut garam? Mas Tyo Survival yang ahli dalam dunia per-ular-an memberikan contoh langsung dengan mengeluarkan ular yang dia bawa, kemudian meletakkan di lantai yang sudah ditaburi garam. Dengan santainya ular tersebut melintas diatasnya, ternyata ular takut garam hanyalah mitos. Karena sejarah awalnya garam adalah media pemujaan.

Jenis binatang yang sensitif dengan garam adalah binatang yang berlendir. Tubuh ular bersisik tapi tidak berlendir. Ular sangat takut dengan ijuk yang biasa dipakai untuk sapu, karena tubuhnya bersisik dan sangat sensitif. Selain ijuk ular juga sensitif dengan wewangian, cukup semprotkan parfum untuk menghalau ular. Dijamin ular akar kabur menjauh.

Lalu bagaimana menghadapi hewan buas seperti harimau misalnya, Tyo memberikan contoh dengan meniup kantung plastik, ketika sudah mengembang kita bisa memukul kantong hingga meletus dan menimbulkan bunyi ‘dooor’. Trik ini bisa dipakai untuk menakuti hewan karena mirip suara senapan.

Selanjutnya Tyo mencontohkan pentingnya membawa trash bag plastic yang multi fungsi, bisa dipakai untuk pelampung dengan meniupnya dan memasukkan ke dalam tas atau carriel, bisa dipakai alas duduk atau tidur, bisa sebagai pengganti jas hujan dan lain sebagainya.

Di sini mas Tyo juga memberikan contoh jenis tanaman yang aman dikonsumsi saat kondisi darurat di alam diantaranya adalah Begonia dan Nepentes atau yang sering dikenal dengan Kantung Semar. Dua tumbuhan ini banyak ditemukan didalam hutan hujan tropis. Salah satu ciri tumbuhan yang aman atau tidak beracun adalah tumbuhan yang dimakan satwa.

Mitos lain, benarkah wanita dilarang mendaki gunung said haid atau datang bulan? Ini hanyalah faktor medis, karena disaat datang bulan fisik dan psikologi wanita mengalami penurunan. dr. Ridho Adriansyah RS Firdaus menjelaskan beberapa hal yang harus diperhatikan ketika akan mendaki, diantaranya :

1.    Pastikan kondisi fisik dan mental sehat.
2.    Persiapkan penghangat tubuh seperti jaket, celana gunung, siapkan pula makanan, air serta obat-obatan dalam kondisi cukup
3.    Pastikan pula pakaian pengganti tersedia, ini untuk antisipasi ketika sewaktu-waktu cuaca kurang bersahabat.
4.    Hal paling penting adalah jangan lupa menyiapkan tenda, bivak atau tempat berteduh.
5.    Patuhi segala aturan yang disampaikan tim ranger dan hormati adat istiadat penduduk setempat.
6.    Jangan pernah mendaki sendirian, ajaklah minimal 3 orang teman ketika mendaki.
7.    Jangan lupa berdoa.

Ketika mengalami kondisi darurat saat pendakian, tersesat atau terpisah dari rombongan misalnya, apa yang harus dilakukan? Pengalaman ini disampaikan langsung oleh Siti Maryam dan Edy M Yamin, setelah 4 hari 3 malam Siti terpisah dari rombongan Edy  dan menghilang di Gunung Rinjani, awalnya Siti memisahkan diri dari rombongan karena ingin BAB, namun secara tak sengaja dia terperosok ke dalam semak-semak dan terjatuh di pinggiran jurang.

Selama empat hari Siti bertahan hidup dengan mengandalkan madu sachet dan permen yang tersisa di dalam kantung celana, semua barang ia titipkan ke temannya saat ijin ingin BAB, Siti tetap tenang dan tetap berpikir logis untuk mencari jalur kembali ke basecamp. Keinginannya untuk tetap survive dan mentalnya yang tangguh akhirnya membuat dirinya selamat dan ditemukan kembali oleh seorang penggembala. Kemauan yang kuat untuk tetap hidup adalah salah satu kemampuan survival sejati.

Dr. Ridho Adriansyah RS. Firdaus kembali menambahkan, dalam ketinggian tertentu umumnya di atas 3000 MDPL tubuh manusia beradaptasi, ketika gagal beradaptasi, maka kita akan sakit atau istilah yang dikenal adalah High Altitude Sickness (HAS) yang terdiri dari 3 jenis Acute Mountain Sickness (AMS), High Altitude Cerebral Edema (HACE) & High Altitude Pulmonary Edema (HAPE).

Cara mengatasinya adalah dengan beristirahat selama 15 menit sebelum meneruskan pendakian. Jika memaksakan pendakian otak kita akan terasa bengkak dan kesadaran akan menurun. Jika tubuh kekurangan glukosa, cairan dan elektrolit tubuh manusia akan mudah mengalami halusinasi.

Di sisi lain untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan saat mendaki gunung seperti sakit misalnya, dr. Ridho Adriansyah menganjurkan supaya para pendaki membawa P3K standart seperti Paracetamol, obat alergi, obat penyakit khusus pribadi, jangan lupa juga untuk membawa oksigen kaleng, karena semakin tinggi gunung kadar oksigen semakin sedikit.

Tubuh manusia itu memiliki batasan dan masing-masing orang berbeda-beda. Manusia bisa bertahan dengan tidak makan tapi tidak bisa dengan tidak minum. Ketika manusia tidak minum selama 3 hari ginjal bisa rusak. Batas tubuh mengalami dehidrasi dalam dunia medis adalah 3 hari.

Nah, sudah tahu kan mitos dan fakta tentang pendakian? So jangan takut mendaki gunung kalau sudah tahu fakta dan mitosnya.

Tulisan ini dibuat atas kerjasama antara Klub Buku & Blogger Backpacker Jakarta dengan RS. Firdaus

Ranu Kumbolo, Danau Cantik Yang Misterius

Ranu Kumbolo saat matahari terbit

Sudah pernah ikut trip yang penuh drama? Alhamdulillah saya sudah, untungnya sih nggak berlanjut terus-terusan, cukup drama kita aja yang nggak pernah berakhir (lupakan kalimat terakhir!). Yeay! akhirnya kesampaian juga mengunjungi danau paling indah dalam impian saya, Ranu Kumbolo. Sudah tau donk danau yang saya maksud?  Berkat baca novel 5 cm kemudian dilanjut nonton filmnya, akhirnya saya mupeng juga untuk kemping ceria di pinggiran danau tersebut.

Drama sudah  dimulai dari awal merencanakan ikut trip ini, yang pertama dari izin cuti, setelah cuti disetujui, mendadak saya mendapat info kalau tiket kereta kepulangan sudah habis. Duuuh, piye iki? Akhirnya teman-teman sepakat untuk merubah tanggal keberangkatan dan kepulangan. Eh, ladalah, saya kan nggak segampang itu untuk merubah jadwal cuti. Macam pepatah Jawa “esok tempe, sore dele” pagi tempe, sorenya berubah lagi jadi kedelai. Saya harus mencari momen dan alasan yang pas supaya perubahan cuti disetujui. Pe er nomer satu!

Akhirnya setelah urusan revisi percutian disetujui. Saya terus memantau grup whatsapp untuk menunggu perkembangan selanjutnya. Eh, nggak dinyana-nyana ternyata jadwal trip berubah ke tanggal yang disepakati diawal, berhubung tiket kepulangan yang tersedia hanya separuh dari total jumlah peserta trip setelah jadwal dirubah. Dan saya pun harus mengajukan revisi cuti kembali. Pe er nomer dua! Abang lelah, Dek! 

Drama cuta-cuti kelar, drama selanjutnya adalah drama tiket kepulangan. Rencana kepulangan dari stasiun Malang mendadak batal karena kehabisan tiket pulang. Alhasil, demi mengejar waktu liburan berjalan sesuai jadwal cuti, teman-teman memutuskan untuk mengejar tiket balik dari stasiun Semarang. Kebayang dong ya, Malang-Semarang, kita memutuskan untuk sewa mobil elf. Akhirnya setelah rembugan sana-sini, sebagian peserta memutuskan untuk extend di Malang dengan jadwal kepulangan berbeda-beda. Saya dan separuh teman lainnya yang fakir cuti tergabung dalam grup kepulangan via stasiun Semarang. Via darat, eh maksudnya naik mobil elf.

sunrise-nya kece banget
misty

Okay, drama-drama sudah memasuki episode terakhir, saatnya kita fokus untuk menikmati perjalanan. Jakarta-Malang ditempuh dalam waktu kurang lebih 17 jam. Tidur di kereta dengan posisi punggung vertikal, sejujurnya saya nggak bakalan bisa tidur dengan posisi badan begitu. Akhirnya, berhubung kita berada di posisi gerbong paling belakang, saya bertiga teman memutuskan untuk menggelar matras dan tidur di bagian belakang. Baru sekitar satu jam merebahkan badan di atas matras, tiba-tiba saya dibangunkan oleh Polsuska, kami dilarang tidur di bawah karena posisinya mengganggu penumpang yang ingin ke toilet. Pfffttt!!

Balik lagi ke kursi, saya tetap tidak bisa tidur. Akhirnya saya menggelar matras di kolong bangku. Memaksakan diri untuk tidur horizontal, karena besok badan harus bugar supaya kuat trekking menuju Ranu Kumbolo. Tau kan? space kolong bangku kereta itu seluas apa, beruntunglah badan saya ideal jadi muat aja, meskipun nggak bisa bolak-balikin badan saat tidur.

Paginya, sesampainya di Malang impian saya adalah sarapan nasi pecel, sarapan nasi pecel adalah kemewahan bagi saya yang tinggal di Jakarta. Namun sayang banget karena waktunya mepet, pas sampai warung makan, pecelnya keburu habis  Dari stasiun Malang menuju basecamp sementara, kami nyarter angkot menuju Tumpang untuk beristirahat dan belanja logistik.

Oro-Oro Ombo
Ranu Kumbolo dari Tanjakan Cinta

Dari sini kita akan diangkut mobil jeep menuju Ranu Pane, Ranu dalam bahasa jawa berarti air atau sebutan untuk danau yang dalam bahasa sunda sering disebut Situ atau Setu. Di Ranu Pane kami dikumpulkan ke dalam basecamp penampungan, kemudian antri untuk diberi briefing mengenai dos and don’ts selama trekking hingga turun kembali. Intinya jangan pernah meninggalkan apapun kecuali jejak dan jangan mengambil sesuatu kecuali foto. Berhubung tadi pagi belum sempat makan pecel, saya menyempatkan diri untuk membeli pecel sayur untuk bekal makan nanti malam, jangan takut basi karena suhu di sini sangat dingin, jadi pecelnya tetap segar meski ditaruh ke dalam tas.

Trekking dimulai dari gerbang selamat datang, selepas solat ashar atau sekitar setengah lima sore. Jarak antar pos berbeda-beda jauhnya, sekitar satu sampai dua jam-an. Jarak paling jauh adalah dari pos 2 menuju pos 3. Pas di pos 3 ada sedikit tanjakan, harus sedikit ekstra hati-hati karena jalur malam itu licin bekas hujan badai sehari sebelumnya. Sempat sedikit gerimis tapi Alhamdulillah cuaca cerah kembali hingga kami pulang.

Ada 4 pos yang harus kami lewati, di pos pertama dan kedua ada warung yang menjual makanan dan buah-buahan. Lumayan untuk mengisi perut, saya sih lebih suka makan buah selama perjalanan. Selain segar, buah juga mudah diserap tubuh untuk mengembalikan energi yang terpakai. Infonya sih, di setiap pos ada yang menjual makanan tapi hanya di pos 1 dan 2 yang buka sampai malam hari.

Sebenarnya kalau trekking di gunung nggak bawa apa-apa pasti badan enteng, iyalah, tapi kan nggak mungkin ke gunung tanpa perlengkapan. Saya sendiri membawa carriel dan daypack, ditambah tenda dan logistik dari minyak goreng sampai beras. Kebayang dong kalau sudah capek, saya buru-buru nyandar di pohon atau kalau ada tempat luas untuk istirahat saya langsung geletak gitu aja. Gak peduli basah, becek atau kotor. Yang penting –hati– punggung bisa merebah, meski cuma sebentar.

Ranu Kumbolo dingin? Jawaban saya : Enggak, eh maksudnya nggak salah lagi 😀 (abaikan!) sebenarnya ini yang saya takutkan. Hasil browsing sana-sini cuaca dingin di Ranu Kumbolo mencapai puncaknya pas musim kemarau, sekitar Juli-Agustus tepat saat saya berada di sana. Dan saya paling sebel sama cuaca dingin, cukup sikap dia aja yang dingin, kamu jangan! Okay, lupakan curhatan saya.

Demi menahan hawa dingin di Ranu Kumbolo, saya memakai enam lapis baju, tidak langsung saya pakai semuanya sih, tapi bertahap. Sewaktu trekking saya memakai kaos polyester yang saya anggap pengganti Long John kemudian T-shirt lalu dilapisi kemeja flannel baru kemudian jaket gunung. Namun, sewaktu tidur saya memakai tambahan jaket dan jas hujan. By the way, jas hujan ini ampuh lho untuk menahan dingin sikapnya Ranu Kumbolo. Setelah itu baru masuk ke dalam Sleeping bag.

Apa yang menarik di Ranu Kumbolo? Banyak banget, melihat keindahan bulan di atas danau, kebetulan cuaca sedang cerah. Paginya menikmati sunrise yang muncul dari dua bukit, menjelang siang naik sedikit menuju Tanjakan Cinta, mitosnya kalau pas naik ketika dipanggil nggak menoleh cinta kita akan abadi. Saya sih tetap nengok meski nggak ada yang manggil, sayang kalau view danau yang indah dari atas dilewatkan begitu saja.

Dari Tanjakan Cinta turun sedikit kita menuju Oro-Oro Ombo, dalam bahasa Jawa Oro-Oro Ombo berarti padang yang sangat luas. Sumpah, tempat ini keren bin instagramable banget, berupa hamparan padang yang maha luas, ditumbuhi bunga Verbena berwarna ungu, berhubung ini bunga parasit yang tergolong hama, kalian diijinkan loh untuk memetik dan membawanya pulang. Tapi jangan sekali-kali memetik bunga Edelweis ya!.

(Bersambung…)

LG LINEAR Top Freezer, Lemari Es Berteknologi Inverter

Siang yang meriah di sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Jakarta Selatan, sekelompok pemain orchestra berbahan sayuran dan buah baru saja menyanyikan lagu Love-nya Nat King Cole. Ini pertama kalinya bagi saya menyaksikan grup musik yang menggunakan sayuran dan buah sebagai alat musik. Cukup unik dan suaranya juga merdu. Buah-buahan yang dipakai pun beragam, mulai dari Labu, Paprika, Lobak, Wortel dan lain sebagainya.

Grup musik ini berasal dari Korea Selatan, namanya P Brosound. Mereka telah mendesain sedemikian rupa sehingga buah-buahan tadi bisa menghasilkan harmonisasi nada yang indah. Yang membuat saya penasaran adalah bagaimana mereka bisa menjaga alat musik tersebut supaya tetap segar dan tidak layu? Ternyata kuncinya adalah, mereka menyimpan alat musik buah dan sayuran tersebut ke dalam kulkas LG LINEAR Top Freezer, lemari es keluaran terbaru dari LG tersebut digadang-gadang berteknologi inverter.

Teknologi Inverter Pada Lemari Es

Pada umumnya barang elektronik di rumah yang menggunakan teknologi ini adalah Air Conditioner (AC), teknologi New Inverter Linear Compressor ini oleh LG diintregasikan ke dalam lemari es keluaran terbaru LG LINEAR Top Freezer, yang berfungsi untuk mengurangi beban penggunaan energi listrik, sehingga konsumsi listrik menjadi hemat.

Apa kelebihan lain kulkas  LG LINEAR Top Freezer?

Tidak sekedar menyematkan teknologi inverter yang bisa menghemat energy listrik, LG juga menambahkan fitur terbaru dalam lemari es LG LINEAR Top Freezer yaitu Linear Cooling, lemari es ini mampu mempertahankan fluktuasi suhu dalam penyimpanan berkisar +/- 0.5 Celcius. Kompresor ini mampu menekan fluktuasi suhu hingga 50% dibandingkan dengan kulkas lain.

Tampilan LG LINEAR Top Freezer, stylish dan elegan

Selain itu LG juga menambahkan fitur LG DoorCooling, tau donk? Dari namanya sudah bisa ditebak kalau fitur ini diadopsi untuk membuat suhu dingin dalam lemari es tetap stabil dari segala sisi, tidak hanya berhembus dari bagian dalam, berbeda dari kulkas yang biasanya kita jumpai. Hal ini sangat berguna karena seringnya kita membuka dan menutup pintu kulkas yang membuat hawa dingin terbuang dari kabin simpannya. Dalam uji internal LG, perbedaan fitur ini mencapai 35%  jika dibandingkan pendingin konvensional, sehingga suhu lebih cepat dingin dan merata

Pintu bagian luar dilengkapi kabin simpan

Inovasi lain yang dibenamkan LG ke dalam lemari LG LINEAR Top Freezer adalah Hygiene Fresh+ yang mampu membunuh kuman dan bau tidak sedap  dalam lemari es hingga 99,999% pada waktu yang bersamaan.

Oh ya, dalam peluncuran LG LINEAR Top Freezer di Senayan City tempo hari, selain menghadirkan orchestra musik buah dan sayuran, LG juga mengundang  selebriti chef kondang, Chef Marinka. Dalam bincang-bincang santai tersebut, juri kompetisi masak popular Masterchef Indonesia Rinrin Marinka, berbagi tentang pentingnya menjaga kesegaran hidangan.

Bersama Chef Rinrin Marinka sebelum talkshow dimulai

Nah, sudah lengkap kan info tentang kulkas terbaru keluaran LG? Yang berniat mau ganti kulkas lamanya dengan kulkas baru, LG LINEAR Top Freezer sudah bisa didapatkan di gerai elektronik terdekat loh.

Mimpi #KitaSama, Hal Kecil Yang Bisa Kita Lakukan Untuk Disabilitas

Kalau ada yang bertanya, apa sih mimpi terbesar kalian? Apa yang sudah kalian lakukan untuk meraihnya? Seberapa sering teman-teman berusaha mewujudkan impiannya selama ini? Jawaban atas pertanyaan tersebut pastilah sangat beragam. Pastinya setiap orang di dunia ini punya mimpi, mimpi sering disebut juga dengan keinginan atau cita-cita. Walaupun sebagian kecil orang ada yang tidak memiliki keberanian untuk bermimpi, tapi dalam hatinya mereka pasti memiliki banyak impian. Secara pribadi saya memiliki daftar mimpi yang harus saya wujudkan. Meskipun belum sepenuhnya tercapai, tapi saya selalu mencoba untuk meraihnya. Butuh keyakinan serta usaha yang kuat untuk mewujudkannya.

Mimpi untuk sahabat disabilitas!

Dari mana memulai impian kita? Buat saya, ketika pagi hari masih bisa bangun dan bernafas, saya berhak memulai mimpi apapun. Toh, bukankah Tuhan menggratiskan mimpi setiap hari? Impian atau pun keinginan tidak melulu hanya untuk mereka yang hidup dengan anggota badan lengkap, teman-teman kita yang berkebutuhan khusus atau penyandang disabilitas juga bebas untuk bermimpi. Dengan segala keterbatasannya, tentu butuh tantangan tersendiri untuk mereka meraih mimpi. Bukan hal yang mudah tapi juga bukan hal yang tidak mungkin.

Sebagai manusia yang diberi ilham oleh Tuhan untuk saling membantu, tentunya setiap kita memiliki naluri tersebut. Nah, bertepatan dengan bulan Ramadhan kemarin sebuah gerakan sosial #KitaSama yang digagas oleh komunitas anak muda yang aktif #IndonesiaBermimpi, berusaha membantu mewujudkan mimpi teman-teman disabilitas melalui beragam cara.

Mungkin tidak banyak yang tahu, kalau sebagian besar teman-teman disabilitas merasa tidak memiliki teman, bahkan mungkin tidak mau berteman karena kekurangan mereka.

Sadar atau tidak, perlakuan lingkungan yang memandang mereka sebelah mata membuat mereka minder untuk mewujudkan mimpi atau keinginannya. Padahal tidak ada yang salah dengan mereka, karena pada dasarnya kita semua memiliki hak yang sama. Sebenarnya apa yang bisa kita lakukan untuk membantu mereka? Tidak perlu melakukan hal besar, cukup dengan hal kecil seperti berteman dan merangkul mereka, menjadikannya sahabat dalam hidup kita.

Memberikan perlakuan yang sama di ruang publik sama seperti halnya manusia yang tidak memiliki kebutuhan khusus. Membantu mereka menyeberang jalan, memprioritaskan mereka ketika naik kendaraan umum dan lain sebagainya. Intinya, jangan pernah mengucilkan mereka. Memang, harus diakui kalau sebagian besar sarana publik yang ada di Indonesia belum memberikan keramahan bagi masyarakat yang berkebutuhan khusus.

Hal-hal kecil tersebut, saya rasa bisa membuat mereka menjadi lebih nyaman dan percaya diri. Keberadaan mereka di depan publik merasa diperhatikan, sehingga terciptalah keadilan dan kesetaraan sosial di Indonesia. Dengan begitu mereka lebih leluasa berekspresi mewujudkan keinginannya.

Kalau dilihat dari sisi perlindungan hukum, penyandang disabilitas memiliki hak yang wajib dipenuhi oleh negara. Seperti yang tertuang dalam Undang-Undang nomor 8 tahun 2016 yang baru saja disahkan. Namun untuk mewujudkan itu semua membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Satu hal yang paling penting dan seringkali dilupakan keluarga penyandang disabilitas adalah bagaimana membuat mereka menjadi mandiri, karena rasa sayang seringkali menimbulkan rasa tidak tega, sehingga membuat mereka bergantung sepenuhnya dengan kenyamanan. Saya sangat memimpikan teman-teman penyandang disabilitas dapat hidup mandiri, terpenuhi semua haknya, mendapatkan akses pendidikan yang memadai, mendapatkan pekerjaan dan tidak ada lagi diskriminasi.

Nah, bagi kita yang ingin mendukung mereka, gampang loh. Silakan kunjungi situs www.indonesiabermimpi.org. daftarkan data diri kalian di sana. Cukup 5 menit dan tidak butuh waktu lama untuk membantu sahabat disabilitas.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai gerakan sosial #KitaSama, kunjungi
Website: www.indonesiabermimpi.org.
Facebook: Indonesia Bermimpi
Instagram: Id_Bermimpi
Youtube Channel: Indonesia Bermimpi
Media Kontak:
Kantor Pusat Indonesia Bermimpi, Jalan Maleo V Blok JB 2 No 1, Tangerang Selatan;
Telp: (0878 8760 8027); Email: (Nidya@indonesiabermimpi.org)

Liburan Murah di Kandang Godzilla, Ini Biayanya!

Lebaran tahun ini saya tidak menjadwalkan untuk mudik seperti tahun-tahun sebelumnya. Dalam rangka menghabiskan sisa-sisa libur lebaran yang masih 2 hari lagi, akhirnya saya menerima ajakan beberapa teman untuk mengunjungi tempat wisata baru yang katanya sedang hits dan instagramable di daerah Solear, Cisoka, Tangerang, sekitar perbatasan Serang, Banten.

Nama lokasi wisata ini terbilang unik, Kandang Godzilla. Sebenarnya nama asli tempat wisata ini adalah Tebing Koja, entah karena alasan apa hingga akhirnya orang-orang menyebutnya Kandang Godzilla. Mungkin karena penampakannya mirip dunia hewan-hewan purbakala yang sudah punah, seperti dalam film The Lost World.

Awalnya tempat ini adalah lokasi tambang pasir, karena sudah tidak dipakai lagi akhirnya membentuk tebing-tebing curam yang tergenangi air, hingga mirip seperti dunia yang hilang.

Kalau boleh dibilang, akses menuju Kandang Godzilla ini terbilang mudah dan murah. Buat saya dan teman-teman yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya bisa menggunakan KRL tujuan Rangkas Bitung.

Bila ingin pergi bersama rombongan dari Jabodetabek, Stasiun Tanah Abang bisa dijadikan lokasi mepo alias meeting point keberangkatan. Saya sendiri lebih memilih mencegat teman-teman dari Stasiun Kebayoran Lama, karena aksesnya lebih dekat dari rumah dan tidak perlu bolak-balik ke Tanah Abang.

Dari Stasiun Tanah Abang kita turun di Stasiun Tigaraksa. Begitu keluar stasiun kita bisa mencari angkutan umum, taksi online maupun ojek online untuk menuju Kandang Godzilla. Tarifnya bervariasi tergantung pintar-pintarnya kita menawar.

Untuk angkutan umum kisaran harganya sekitar 160.000 – 180.000, tarif tersebut bisa kita bagi  dengan teman-teman, maksimal 14 orang dalam satu mobil angkutan. Kalau datang sendiri atau berdua saya sarankan untuk menggunakan ojek atau taksi online. Selain lebih murah tentu juga lebih efisien.

Di lokasi ini sebenarnya ada tiga tempat wisata yang letaknya berdekatan. Selain Kandang Godzilla, juga ada Danau Biru Cisoka dan Makam Keramat Solear yang letaknya di tengah hutan dan dipenuhi monyet-monyet liar.

Lokasi terakhir tidak saya rekomendasikan, kenapa? Karena selain kurang layak dikunjungi, tempat ini juga kotor dan banyak pungutan liar. Bayangkan, hanya karena kita salah masuk ke lokasi wisata ini, mobil angkutan yang kami sewa dikenakan tarif parkir sebesar 15 ribu rupiah dalam waktu kurang dari 10 menit. Hampir 3 kali lipat tarif parkir mobil 1 jam pertama di Jakarta.

Alhasil, setelah ngotot-ototan dengan jawara tukang parkir, kami berhasil menawar tarif 15 ribu rupiah untuk 2 mobil sekaligus. Lokasi parkirnya pun mirip jalur off road yang berlumpur. Selain itu, sewaktu masuk ke gerbang pertama, setiap mobil yang masuk dikenakan pungli sebesar 10 ribu rupiah.

Jangan pernah tanya tiket bukti masuknya. Tidak akan pernah ada. Bagi kami sebenarnya bukan masalah kalau itu memang tarif resmi dan ada buktinya. Namun kenyataannya tidak demikian, info yang saya dengar dari warga sekitar, pungli-pungli tersebut masuk ke kantong pribadi.

Spot terbaik di Kandang Godzilla

Kembali ke Kandang Godzilla, lokasi ini terbilang masih sepi. Tarif masuknya 3 ribu rupiah per orang. Biaya parkir 5 ribu rupiah. Cukup masuk akal dibanding Makam Keramat Solear. Ada bukti tiketnya pula. Untuk rombongan bisa minta potongan harga semisal lebih dari 10 orang.

Karena tergolong baru dan belum banyak pengunjung jadi pengelolaanya masih sederhana. Sangat disarankan jika berkunjung ke sini untuk memakai topi dan kacamata hitam, karena lokasinya cukup terik. Bawa air mineral yang cukup dan bekal makanan sendiri kalau tidak menyukai jajanan instan di sekitar Kandang Godzilla.

Kalau benar-benar ingin menikmati Kandang Godzilla sebaiknya datang pagi atau sore hari. Cuacanya tidak menyengat dan seterik saat siang hari. Setelah dari Kandang Godzilla bisa lanjut ke Danau Biru Cisoka. Dan kalau benar-benar ingin berziarah ke Makam Keramat Solear bisa dilanjut sore harinya. Lumayan bisa dapat 3 spot sekaligus dalam satu hari.

Danau Biru Cisoka

Dari hasil perjalanan kami, total biaya untuk akomodasi diluar makan tidak lebih dari 50 k. Untuk makan tentunya sangat bervariasi dengan kebutuhan masing-masing. Sekali lagi saya sarankan untuk membawa bekal sendiri, karena tidak banyak pilihan makanan di sana. Untuk lokasi alamnya cukup instagramable lah, kalau ditanya apakah saya mau kembali lagi ke sana? Saya bilang cukup sekali saja.