Fakta dan Mitos Seputar Diabetes

12 indikator keluarga sehat
jumlah kandungan gula dalam makanan dan minuman

Kapan terakhir kali check up kesehatan? Rasanya memang agak aneh membahas kesehatan disaat kondisi tubuh sedang sehat. Tapi, bukankah kesehatan merupakan aset utama? Enggak ada salahnya minimal 6 bulan sekali check up kesehatan. Beberapa  standar pemeriksaan kesehatan yang seharusnya rutin kita lakukan adalah, pemeriksaan gula darah, pemeriksaan BMR dan pemeriksaan BMI. Tentunya, masih banyak lagi  jenis check up kesehatan kalau mau lebih aware.

Beberapa waktu yang lalu saya melakukan pemeriksaan kesehatan. Alhamdulilah setelah dicek, semua indikator masih normal. Gula darah 120 dan BMI 22,9. Ngomong-ngomong, ada yang tau enggak sih, kalau batas konsumsi gula itu 50 gram atau 4 sendok makan per hari? Ini setara dengan 2 cangkir teh atau kopi, atau 2 potong donat setiap hari. Lebih dari itu sudah enggak sehat, memang sih teh atau kopi yang kita minum belum tentu manis. Tapi intinya, jangan sering-sering ya cari yang manis-manis, karena manis lebih dekat dekat dengan diabetes, meskipun manis itu enggak haram.

Mitos dan Fakta Diabetes

Mungkin banyak yang belum tau kalau lndonesia menempati urutan ke-6 di dunia dengan jumlah diabetesi sebanyak 10,3 juta jiwa. Wajib diketahui bahwa diabetes adalah ibu dari segala penyakit tidak menular. Banyak mitos dan fakta seputar diabetes yang sering dianggap enteng, padahal diabetes jika tidak segera ditangani secara serius, bisa menyebabkan kematian. Simak yuk, beberapa mitos dan fakta seputar diabetes. Data ini saya dapatkan dari talkshow mengenai diabetes beberapa waktu lalu, yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan.

Mitos

“Diabetes bukan masalah besar”

Fakta

Jika tidak diperiksa, diabetes dapat menyebabkan komplikasi serius dan menyebabkan kematian lebih cepat dari yang seharusnya. Penderita diabetes mempunyai kemungkinan 2 kali lebih besar terkena serangan jantung, kebutaan, gagal ginjal dan kualitas hidup menjadi lebih rendah.

Mitos

“Ada menu diet khusus untuk penderita diabetes”

Fakta

Diet makanan sehat bermanfaat bagi siapa saja.  Enggak harus nunggu sakit untuk mengatur pola makan yang benar dan sehat. Perbanyak konsumsi sayur dan kurangi gula.

Mitos

“Olah raga pasti menurunkan berat badan”

Fakta

Olah raga belum tentu menurunkan berat badan. Bagi sebagian orang yang memiliki tubuh ectomorph (susah gemuk mudah kurus) seperti saya, perlu olah raga untuk meningkatkan berat badan. Terutama olah raga yang berkaitan dengan angkat beban.

Mitos

“Penyandang diabetes tidak boleh mendonorkan darah”

Fakta

Penyandang diabetes tetap dapat mendonorkan darah selama kadar gula darahnya terkendali.

Mitos

“Penyandang diabetes hanya boleh mengonsumsi gandum, tapi tidak untuk nasi”

Fakta

Gandum maupun nasi sama-sama mengandung karbohidrat dan indeks glikemi yang sama. Keduanya bisa meningkatkan kadar gula darah.

Mitos

“Makanan dengan starch seperti mie, pasta, kentang, roti dilarang bagi penyandang diabetes”

Fakta

Starch adalah sejenis tepung yang antara lain berfungsi sebagai pengawet alami. Penyandang diabetes dapat mengonsumsi makanan yang mengandung starch dalam porsi kecil.

Nah, sudah tau kan, fakta dan mitos seputar diabetes? Saatnya menjaga gula darah supaya tetap normal, karena ini penting untuk menjaga kelangsungan kualitas hidup sehat. Mengurangi konsumsi gula bisa dimulai dengan membuat batasan setiap harinya. Misalnya : batasi minum kopi atau teh manis, cukup 1 cangkir sehari. Ngemil donat, klepon, martabak manis, lapis legit cukup sepotong. Jangan diborong semuanya, cukup pilih salah satu jenis kue, dan cukup satu potong.

Kurangi minuman bersoda atau teh dalam kemasan. Penting diingat, dalam 1 botol minuman bersoda mengandung 33 gram gula. Sementara batasan maksimal konsumsi gula harian hanya 50 gram. Itu setara dengan 1 botol minuman bersoda dan sepotong martabak manis. Cobalah belajar menahan diri untuk tidak mengonsumsi camilan yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh tubuh. Susah? Memang iya, tapi kalau enggak kita mulai, mau tunggu hingga sakit?

Yuk, mulai belajar hidup sehat. Enggak perlu nunggu sakit, supaya tau bahwa sehat adalah harta yang sangat berharga.

periksa gula darah secara rutin

Dukungan Nutrifood untuk Penyandang Diabetes

Memiliki tubuh yang sehat tentunya harapan semua manusia. Kebiasaan hidup sehat dimulai dari pola konsumsi yang seimbang. Penting banget untuk selalu memilih asupan yang bernutrisi, tidak hanya enak di lidah tetapi juga mengandung gizi dan vitamin yang dibutuhkan tubuh. Nutrifood sebagai produsen makanan dan minuman kesehatan yang memiliki misi “Inspiring a Nutritious Life” telah berkomitmen untuk mengedukasi keluarga lndonesia agar selalu menjalani gaya hidup sehat.

Salah satu bentuk dukungan Nutrifood untuk penyandang diabetes adalah, dengan menjalin kerjasama dengan Kementrian Kesehatan Republik lndonesia. Dalam hal ini, Nutrifood mengedukasi keluarga lndonesia melalui program “Lindungi Keluarga dari Diabetes”.

Beberapa program yang telah berjalan diantaranya adalah : Kampanye #Hands4Diabetes, Edukasi Cermati Label Kemasan Makanan dan Batasi Konsumsi Gula, Garam dan Lemak (GGL), Seminar Ahli Gizi dan lain sebagainya.

*sumber data Kemenkes RI

*tulisan ini dibuat atas kerjasama dengan Kemenkes RI dan Nutrifood guna meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya diabetes

11 Tradisi Jawa yang Sudah Langka

Malam ini, hujan deras membasahi bumi Jakarta. Di atas tempat tidur, ingatan saya kembali muncul puluhan tahun silam saat saya tinggal di Jawa. Dan saat ini pun saya sebenarnya masih tinggal di Jawa, karena kota Jakarta masih berada di pulau Jawa. Belum pindah ke pulau lain. Sebutan Jawa yang saya maksud adalah daerah pedalaman yang masih menjunjung tinggi budaya dan bahasa Jawa dalam kesehariannya.

Secara geografis yang dimaksud dengan daerah Jawa adalah bagian Propinsi Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Timur. Di ketiga propinsi tersebut suku Jawa masih dominan melestarikan budaya dan tradisi Jawa, sementara propinsi Jawa Barat dan Banten banyak didominasi suku Sunda. Meskipun pada kenyataanya suku Jawa menyebar di seluruh pelosok nusantara, bahkan di belahan dunia lain.

Saya lahir dan besar di Ngawi, sebuah kota kabupaten di bagian barat propinsi Jawa Timur. Lebih tepatnya di desa Walikukun, di kaki Gunung Lawu yang membelah propinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Budaya dan tradisinya pun masih mengikuti tradisi Mataraman, karena hanya berjarak satu jam-an dengan kota Solo atau Surakarta.

Almarhum simbah saya memang berasal dari Solo. Boleh dibilang masih kuat sekali budaya kejawennya. Sambil ditemani hujan, saya ingin mengenang masa kecil saya yang sangat akrab dengan budaya Jawa yang masih dilestarikan simbah saat mereka masih hidup. Masa kecil saya memang banyak dihabiskan di kampung, banyak kenangan yang saya rindukan dan ingin saya  tuliskan kembali. Yuk, diingat lagi 11 tradisi budaya yang mungkin pernah kalian alami berikut ini.

  1. Bancakan Weton

Biasanya pada hari Jumat Legi, saya dan beberapa teman SD waktu itu suka diundang bancakan di rumah almarhumah Mbah Kusni, tetangga rumah ini rutin menggelar bancakan setiap Jumat Siang sebelum sholat. Menu bancakannya sangat sederhana seperti : nasi urap, telur rebus yang diiris empat biji, gereh, dawet merah, opak dan beberapa jajanan pasar. Tapi buat saya dan teman-teman ini merupakan hal yang paling dinanti-nantikan.

  1. Inthuk-inthuk

Mungkin sudah banyak yang tidak tahu apa itu inthuk-inthuk. Hari weton kelahiran saya Minggu Legi, setiap hari itu pula almarhum simbah putri selalu membuat inthuk-inthuk, kemudian diletakkan di kolong tempat tidur saya. Inthuk-inthuk itu semacam tumpeng kecil yang ujung puncaknya dihiasi cabe dan bawang merah yang ditusuk lidi, lauknya telur rebus dan urap-urapan. Saya paling suka nyurut (ngambil tanpa bilang-bilang) telur rebusnya. Soale, kalau ketahuan pasti dimarahin simbah hehehe.

kira-kira seperti inilah bentuk inthuk-inthuk. foto saya ambil dari www.iansrama-wordpress.com
  1. Mandi malam 1 Suro

Memang agak serem ya, tapi serius saya pernah melakukan ini bareng teman-teman. Mandinya tepat jam 12 malam di 7 sumur. Mengelilingi sumur-sumur tetangga dan menimba langsung dari sumur untuk mandi. Entah fungsinya untuk apa, yang jelas katanya ini semacam laku prihatin orang Jawa. Hahaha.

  1. Tidur di lantai beralas tikar

Gosipnya hantu itu tidak napak tanah, jadi setiap malam selama bulan Suro, kita disuruh tidur di lantai dengan alas kloso (tiker) supaya tidak diganggu makhluk halus. Entahlah.

  1. Menabur garam dan sekepal nasi saat hujan deras

Ini sih kebiasaan almarhumah simbah saya, kalau hujan lebat bercampur angin, beliau mengambil nasi sekepal dicampur garam dan dilempar di depan pintu sambil ngucap apa, saya lupa. Enggak cuma itu, beliau juga mengikat cagak soko guru (tiang) rumah dengan selendang batik. Kata simbah supaya tidak ada bencana yang menimpa kita di rumah. Wallahualam.

  1. Petung

Simbah saya selalu menerapkan ini dalam ritual hal-hal besar dalam kehidupan. Mulai dari kelahiran, pernikahan, pindah rumah, perjalanan, bercocok tanam hingga selamatan kematian dan lain sebagainya. Petung (cara baca huruf E-nya seperti baca Petruk), yang berarti melakukan perhitungan tanggal selalu diterapkan dalam keluarga besar.

Orang Jawa mempercayai semua hari itu baik, tapi akan lebih baik jika melakukan suatu hal setelah dicari dulu perhitungannya untuk menghindari naga dino. Supaya tepat sesuai perhitungan kalender jawa dan masehi. Saya sih menerjemahkan petung sebagai analisa berdasarkan riset atau trend keadaan, yang diamati oleh orang Jawa selama ratusan tahun, bukan mengarah ke sisi klenik atau mistis.

  1. Tumbuk weton

Sebenarnya saya tidak pernah mengalami tradisi ini, saya cuma tahu dari cerita Ibu. Jadi intinya weton paklek saya dengan simbah putri itu sama, Kamis Kliwon. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan maka diadakan upacara ini, mungkin semacam ruwatan, intinya sih paklek saya yang masih bayi pura-puranya dibuang oleh simbah putri. Paklek diletakkan ke dalam cikrak bambu (semacam pengki dari anyaman bambu) yang masih baru. Kemudian diletakkan di persimpangan jalan dan pura-puranya ditemukan oleh tetangga kemudian pura-pura diasuh.

Nah, setelah dewasa dan disunat paklek saya harus balas budi dengan membawakan ubo rampe (dalam bentuk kelapa, beras dan sembako) yang dipikul dan diberikan kepada tetangga saya yang pura-puranya menemukan dia sewaktu bayi. Lucu dan unik menurut saya, zaman sekarang mungkin sudah tidak ada. Upacara ini terjadi sekitar tahun 70-an. Karena paklek saya lahir pada tahun tersebut.

  1. Mitoni atau tingkeban

Saya pernah menyasikan ini saat bulek saya hamil bulan ke 7. Waktu itu hasil petung simbah saat acara mitoni, jatuh selepas magrib. Dan memang benar acara mitoni atau tingkeban bulek dilakukan setelah sholat magrib. Mulai dari mandi kembang, procotan telur ayam dan kelapa yang dimasukan ke dalam jarik yang sedang dipakai bulek, dan lain sebagainya. Terus paklek saya memecah 2 butir kelapa gading yang diukir gambar wayang Janaka dan Srikandi tepat di tengah pintu rumah.

seperti inilah bentuk kelapa yang dibelah paklek. foto diambil dari Instagram Nur Pratama Oktaviana
  1. Hiasan padi di atas blandar atau tiang penyangga atap

Kalau kalian pernah masuk ke rumah adat Jawa pada zaman dahulu, pasti kalian akan melihat ada seikat padi yang menguning diletakkan di atas blandar atau tiang penyangga atap rumah. Selain padi juga ada bendera gula kelapa alias bendera merah putih dililit diatas tiang penyangga. Hiasan lain yang lazim ada di rumah adat Jawa adalah tanduk rusa.

Kalau hari-hari lebaran pasti simbah saya menggantungkan seikat ketupat dan lepet yang sudah matang di atas pintu rumah. Saya kurang paham maknanya, mungkin semacam simbol atau doa pengharapan kemakmuran dan membuka pintu maaf. Mengingat padi simbol bahan pangan sedangkan lepet atau lepat berarti kesalahan.

hiasan tanduk rusa yang saya maksud. gambar saya ambil dari www.rumahjoglo.net
  1. Selamatan

Tradisi ini sih masih lazim diadakan ketika orang Jawa mempunyai hajat. Mulai dari selamatan kelahiran yang disebut Brokohan, ketika orang Jawa merayakan kelahiran, mereka akan membuat bancakan yang berisi nasi, urap, telur rebus, gereh yang kemudian dibagikan ke tetangga sekitar. Setelah Brokohan ada acara sepasaran (5 hari) dan selapanan (35 hari). Ketika acara sepasaran atau selapanan bayi, pasti ada kue lwel-iwel. Saat nulis inipun saya kangen banget sama kue lwel-iwel, kue sederhana yang terbuat dari beras ketan berisi gula jawa dan kelapa parut, dibungkus daun pisang yang kemudian dikukus. Hmmm enak bangetlah pokoknya buat saya.

Kemudian selamatan Kumbokarnan ketika orang Jawa akan mantu. Ini semacam pemberitahuan resmi ke tetangga bahwa mereka akan memiliki hajat mantu. Pada saat Kumbokarnan para tetangga dengan sukarela akan membantu pelaksanaan acara tersebut dengan membentuk tim wedding organizer. Pada hari H pemangku hajat akan membagikan nasi lengkap dengan lauk pauk yang disebut Iter-iter kepada semua tetangga yang ikut rewang, karena mereka sama sekali tidak dibayar. Selepas mantu pemangku hajat akan mengadakan Sumsuman dengan membagikan bubur sumsum ke tetangga sekitar, sebagai ucapan terima kasih setelah dibantu rewang pada saat mereka mantu.

Selamatan memperingati hari kematian seseorang. Mulai dari selamatan 1 hari, 3 hari, 7 hari, 40 hari, 100 hari, mendak pisan (satu tahun pertama) mendak pindo (tahun kedua) dan terakhir nyewu alias 1000 hari.

menu makanan yang lazim ada saat acara selamatan
  1. Sinoman

Sebelum awal tahun 2000-an di daerah Jawa, jarang sekali ada pesta pernikahan yang menggunakan jasa catering. Kalaupun ada hanyalah di kota-kota besar. Pesta pernikahan lazim dengan tradisi piring terbang (istilah gampangnya seperti itu). Jadi seluruh tamu yang hadir duduk khidmat selama acara, makanan akan diantarkan satu per satu mulai dari kue-kue, menu pembuka, makanan utama hingga dessert. Jadi kalau ada 1000 tamu, bakalan ada 1000 piring, gelas, sendok dan teman-temannya. Nah, siapa yang akan melayani tamu sebanyak itu? Itulah tugas sinoman yang terdiri dari pemuda pemudi karang taruna.

Nah, itu tadi sebelas tradisi Jawa yang mungkin sudah langka bahkan sebagian sudah punah. Tidak ada yang salah dengan tradisi, selama tidak dimaksudkan untuk hal-hal negatif, ambil saja sisi positifnya. Sebenarnya masih banyak lagi, kali lain akan saya tuliskan sambil mengingat-ingat. Jadi, tradisi mana yang pernah kalian lakukan? Yuk, bernostalgia.

WISGR, Game Baru Karya Anak Bangsa

Saya paling suka kalau ada informasi yang bagus dari karya anak bangsa. Memang banyak sisi positif anak bangsa yang seharusnya dipublikasikan. Seperti yang baru-baru ini ramai diperbincangkan di jagat maya, Guklabs Game Developer asal Jakarta  tengah merancang games Action Adventure yang diberi judul WISGR.

Kabarnya sih kekuatan game WISGR ini terletak pada storyline dan maps-nya. Story-nya dibuat seoriginal mungkin dan desain maps yang ditangani langsung oleh orang-orang yang berpengalaman di bidangnya.

WISGR ini mengingatkan kita dengan games yang pernah berjaya pada masanya seperti Bastion dan Diablo II. Kalau Bastion dijuluki action role-playing yang mana dalam game ini pemain dapat mengontrol  si jagoan “the Kid” saat dia bergerak melayang, melawan berbagai jenis musuh serta memiliki tema lingkungan yang penuh fantasi. Selain itu, game ini juga memiliki fitur alih suara yang dinamis dari seorang narator.  Ceritanya mengikuti alur “the Kid” yang mengumpulkan pecahan batu khusus untuk membuat benteng di tengah bencana akopaliptik atau kehancuran total dunia.

Sementara game Diablo II memiliki tema horor atau sejenis dark fantasy. Game ini didesain dan dikonsep oleh David Brevik dan Erich Schaefer. Plot cerita yang diambil sebenarnya kelanjutan dari versi pertamanya. Di versi pertamanya sang ksatria yang tidak memiliki nama berhasil mengalahkan Disablo dan mengembalikan kedamaian dunia.

Dalam game ini sang ksatria memasukan elemen Disablo untuk menambahkan kekuatan. Sayangnya elemen ini menjadi ancaman bagi sang ksatria yang pada akhirnya bisa meracuni dan mengambil alih tubuh sang ksatria

Sementara WISGR, adalah games yang digadang-gadang menjadi PC Games bergenre action adventures terbaik keluaran Indonesia, dan diprediksi mampu sepopuler Diablo II dan Bastion. Games ini berlatar belakang Planet WISGR, dengan anak muda bernama Boghe sebagai karakter utamanya. Boghe memiliki keinginan untuk dapat menjadi seorang pemburu terbaik di Planet WISGR seperti ayahnya. Dalam perjalanannya, Boghe akan diuji oleh beragam musuh yang bervariasi serta twist story yang belum pernah ada pada games sejenis lainnya.

Demo test dari WISGR pun sampai sekarang terus ramai diunduh melalui laman resmi wisgr.guklabs.com. Ulasan mengenai Demo test tersebut bahkan sempat menjadi posisi ke-2 Trending Topic Twitter pada hari Sabtu (30/2/2018) lalu dengan tagar #WISGRKaryaIndonesia

Kekuatan yang ditawarkan dari game ini adalah story-nya yang mampu menyentuh sisi emosinal pemainnya, cerita yang dibuat juga full original. Saat ini tinggal menunggu waktu untuk membandingkan full version WISGR dengan Diablo II dan Bastion. Rencananya WISGR Full Version akan diunduh pada Platform Steam. Yang masih penasaran dengan versi demonya bisa mengunduh langsung secara gratis di wisgr.guklabs.com

Mengenal Sosok Pak Onggy melalui “VALUE YOUR LIFE – A Life Changing Bootcamp”

Seminar Value Your Life

Kalau ada pertanyaan : Pernah enggak sih merasa gagal dalam hidup? Saya yakin hampir semua orang pernah mengalaminya. Entah itu gagal dalam percintaan, bisnis, keluarga, pendidikan atau gagal dalam membina keluarga. Baiklah, saya tidak akan bercerita tentang motivasi, saya hanya ingin sharing tentang sebuah value kehidupan. Saya sangat yakin cerita motivasi sudah ribuan jumlahnya. Dalam sebuah kesempatan saya menerima email untuk mengikuti acara Life sharing. Ini adalah kali pertama bagi saya hadir dalam sebuah acara bertajuk “Value Your Life” yang digagas oleh Onggy Hianata Chunnardy.

Pada awalnya saya kurang mengenal sosok Pak Onggy Hianata. Siapa beliau pun saya tidak tahu sama sekali, baru ketika sampai di lokasi acara, saya sempat membaca profilnya. Pria kelahiran Tarakan, Kalimantan Timur ini adalah pemilik EDUNET GLOBAL. Sebuah wadah yang menyentuh kehidupan orang lain melalui pembinaan mental VALUE YOUR LIFE – A Life Changing Bootcamp”.

bersama pak onggy hianata

Saya merasa beruntung sekali mengikuti acara tersebut. Ini bukan sebuah seminar motivasi yang sering saya dengar. Pun, saya sendiri kurang menyukai acara atau seminar motivasi. Bukan apa-apa, mungkin sudah lewat masanya bagi saya untuk mendengarkan motivasi. Motivasi bagi saya hanyalah sebuah dorongan yang seharusnya muncul setiap saat dari pribadi seseorang. Lebih dari itu, Pak Onggy adalah seorang inspirator yang mengajarkan banyak hal dalam menata kehidupan. Inspirator bagi saya adalah contoh nyata.

Melalui kisahnya dan sharing dari beberapa alumnus “VALUE YOUR LIFE – A Life Changing Bootcamp”, saya banyak mendapatkan pelajaran. Tentang bagaimana caranya bangkit dari sebuah kegagalan, merubah sudut pandang kita yang salah dalam memahami pencapaian hidup. Bukan hanya kebebasan waktu dan finansial tapi juga kita bisa mendapatkan banyak nilai kehidupan.

Pak Onggy Hianata sendiri telah menjadi pembicara dalam berbagai forum kelas dunia. Dari Asia hingga Afrika. Beliau mengajarkan : “Bahwa untuk bangkit dan meraih kesuksesan hidup sesungguhnya terletak pada pola pikir, ini yang menjadi kunci utama untuk membangkitkan motivasi dan membangun karakter hidup”. Bagaimana cara menghilangkan ‘sampah-sampah’ virtual yang seringkali menumpuk dalam pikiran kita. Menyederhanakan kehidupan kita supaya lebih efektif dan efisien.

Tidak berlebihan rasanya saya menganggap Pak Onggy Hianata sebagai life coach. Perjuangannya untuk meraih sukses memang penuh kegagalan. Tetapi beliau tidak pernah berputus asa, bagaimana ia bangkit dan menata lagi hidupnya dari nol. Bagaimana ia harus tetap berdiri dan bertahan kemudian berlari untuk mengejar impiannya. Hingga akhirnya menjadi salah satu pembicara tamu dalam program John C Maxwell di Amerika Serikat.

Kisah Dr. Erry Gautama dan Dr.dr. Anggraini Dwi S., Sp.Rad.(K)

Dalam acara life sharing tersebut juga dikisahkan pasangan keluarga yang secara finansial sangat mapan dan bisa dibilang sukses. Sang suami Dr. Erry Gautama adalah seorang direktur sebuah rumah sakit, sedangkan istrinya Dr. dr. Anggraini Dwi S., Sp.Rad. (K) adalah seorang dokter spesialis neurologi. Namun apa yang terjadi dengan keluarganya? Karena mereka menganggap anaknya cukup diberi harta tanpa pernah sedikitpun meluangkan waktu dengan mereka, apa yang terjadi? Anaknya mulai kecanduan games dan narkoba. Nilai-nilai di sekolahnyapun berantakan. Namun setelah mengikuti VALUE YOUR LIFE – A Life Changing Bootcamp, Kondisi keluarganya pun perlahan membaik. Sekali lagi ini bukan tentang motivasi bagaimana meraih sukses secara finansial. Lebih dari itu, ini adalah cara menyeimbangkan kehidupan.

Masih banyak orang yang menganggap kebebasan finansial adalah satu-satunya tujuan hidup. Mereka lupa bahwa berjuang untuk meraih keseimbangan antara kehidupan di rumah dan di tempat kerja itu mutlak diperlukan. Keseimbangan bukan berarti 50:50 namun, keseimbangan adalah menempatkan kebutuhan sesuai dengan porsinya masing-masing. Jangan pernah membawa urusan pekerjaan ke dalam rumah, begitu juga sebaliknya.

Mengenal Pak Onggy Hianata Melalui Film

Kisah sukses Pak Onggy Hianata akhirnya diangkat ke dalam layar lebar. Dion Wiyoko boleh dibilang sukses memerankan Pak Onggy dalam film berjudul Terbang Menembus Langit. Banyak value yang bisa kita dapatkan dari film ini. Bahwa terlahir dalam keluarga miskin atau berkekurangan bukanlah hal yang salah. Kita tidak bisa memilih dari keluarga mana kita dilahirkan, namun kita bisa mengubah hidup keluarga kita.

Film Terbang Menembus Langit bisa menjadi inspirasi bagi semua orang untuk meraih sukses. Kegagalan dalam kehidupan adalah hal yang lumrah. Poin yang paling penting adalah merubah mindset kita untuk menghadapi kegagalan supaya tidak mudah rapuh dan putus asa.

Semoga suatu saat bisa berjodoh untuk mengikuti program bootcampdahsyat-nya Pak Onggy.

 

Mau Nonton Tour Mamma Mia? Simak dulu Panduannya

Jingkrak-jingkrak bareng teman dalam sebuah konser musik atau pagelaran musik hidup pastinya sangat seru. Bernyanyi dan bernostalgia dengan lagu-lagu yang menjadi favorit bersama di depan idola, bakal menjadi pengalaman yang takkan tergantikan. Anyway, sebelum nonton sebuah pagelaran musik, simak dulu yuk, apa yang harus dipersiapkan sebelum nonton konser. Supaya pengalaman kalian menikmati pagelaran musik menjadi lebih menyenangkan.

 

  1. Pastikan tiket sudah di tangan

Ini adalah syarat utama, kalian enggak bakal bisa nonton konser tanpa memiliki tiket. Pesanlah tiket jauh-jauh hari sebelum konser. Biasanya para promotor memberikan diskon yang lumayan untuk pembelian tiket pre sale atau early bird. Hindari membeli tiket mendekati acara konser berlangsung, pasti banyak calo yang menjual tiket dengan harga yang berlipat. Kalian juga bisa kok mendapatkan tiket gratis dengan mengikuti kuis-kuis yang diadakan promotor melalui sosial media. Coba uji keberuntungan kalian, siapa tau menang.

  1. Lihat jadwal konser atau pagelaran musik

Setelah tiket ditangan, jangan lupa untuk segera melingkari kalender sesuai jadwal konser yang akan ditonton. Pagelaran musik berskala internasional biasanya memiliki jadwal lebih dari satu. Apalagi pagelaran tersebut bertajuk festival. Biasanya tiket hanya berlaku sesuai tanggal yang tercantum dalam tiket. Pastikan jangan salah tanggal ya.

  1. Memakai dresscode untuk seru-seruan

Memakai dresscode yang sesuai dengan tema konser atau pagelaran musik pastilah seru. Enggak lucu kan ketika sedang nonton konser musik 90an, kita asik sendiri menggunakan cosplay atau baju koko. Selain untuk seru-seruan, menggunakan dresscode juga membuat kita lebih semangat untuk menikmati konser. Benar enggak?

Jadi gimana? Sudah siap nonton konser? Kalau 3 hal di atas sudah siap, itu artinya kalian sudah siap menikmati sebuah pagelaran musik hidup atau konser. Jangan lupa menjaga barang bawaan saat nonton konser. Bawa seminimalis mungkin barang bawaan, karena kalian akan bersiap untuk jingkrak-jingkrak selama konser berlangsung.

Bersiaplah untuk Memanjakan Mata dan  Telinga di Pertunjukan Musikal Mamma Mia 2018

Banyak yang spesial di tahun 2018 ini. Banyak event-event bagus yang bakal kita saksikan di Jakarta.  Gelaran akbar yang pastinya kita tunggu-tunggu adalah Asian Games 2018. Selain itu, tanggal 28 Agustus – 9 September nanti bakalan ada pertunjukan musikal  MAMMA MIA yang akan memanjakan mata dan telinga kita di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta. Waaah, pastinya enggak sabar nunggu.

Pertunjukan musikal Mamma Mia ini adalah untuk pertama kalinya di Teater Ismail Marzuki dan pertama kalinya di lndonesia. Sebagai pagelaran musikal kelas dunia, Mamma Mia diproduksi pertama kali di West End London. Lebih dari 10 tahun bertahan dimainkan di Broadway (New York). Keren kan? Mamma Mia merupakan pertunjukan musikal yang menggabungkan talenta yang menakjubkan dan alur cerita yang tak lekang oleh waktu. Mamma Mia sendiri mengisahkan cinta lintas generasi yang berpusat pada sepasang ibu dan anak.  Bocoran nih, Mamma Mia nanti bakalan membawakan lagu-lagu favorit dari musisi legendaries ABBA. Hafalin ya lirik lagu-lagunya seperti : I Have a Dream, Dancing Queen dan tentunya Mamma Mia. Konsep pertunjukannya nanti bakalan dibuat ceria dengan nuansa Yunani yang cerah.

FYI, Mamma Mia ini menjadi satu-satunya pertunjukan musikal yang sukses digelar di 85 kota di 38 negara dan ditonton lebih dari 60 juta orang. Bangga dong, Jakarta menjadi salah satu kota yang dianggap representativ untuk menampilkan pertunjukan kelas dunia. Teater Jakarta (TIM) akan semakin diakui sebagai panggung teater bertaraf internasional.

Nah, mumpung acaranya masih lama, kalian bisa kok nabung dulu untuk beli tiketnya. So, enggak usah jauh-jauh ke West End London atau Broadway-New York. Pertunjukannya dijamin asli seperti di sana. Mulai dari alur cerita, talent, kostum dan desain panggungnya dibuat sesuai dengan aslinya.

Dukungan Penuh SGE untuk Mamma Mia

Acara keren yang bakal berlangsung tanggal 28 Agustus – 9 September nanti didukung penuh oleh Sorak Gemilang Entertainment (SGE). Direktur SGE, Denny Sumali menyatakan, “Kami sangat bangga membawa Mamma Mia ke lndonesia. Ini adalah hiburan keluarga yang bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat lndonesia”. Konsep edutainment yang dibawa SGE sendiri merupakan fokus dari Sorak Gemilang Entertainment, supaya penonton mendapat insight yang berbeda dari sebuah pertunjukan.

Nah, makin gak sabar kan? Yuk, segera beli tiketnya sekarang di www.mammamiajkt.com Buat kalian yang punya kartu kredit BCA dapatkan diskon khusus early bird s/d 25%. Tentunya dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

So, are you ready for the show of the year?

INFORMASI TIKET DAN PERTUNJUKAN

Pertunjukan ini berdurasi 2 jam 35 menit (termasuk jeda 20 menit)

ACARA                MAMMA MIA!

                              THE SMASH HIT MUSICAL BASED ON THE SONGS OF ABBA

TANGGAL            28 AGUSTUS – 9 SEPTEMBER 2018

                              HANYA 16 KALI PERTUNJUKAN

LOKASI                 TEATER JAKARTA, TIM

WAKTU PERTUNJUKAN

SELASA – KAMIS                20.00 WIB

SABTU                                  14.30 dan 19.30 WIB

MINGGU                             13.00 dan 18.30 WIB

HARGA TIKET:

VIP Platinum Gold Silver
Harga Presale 1 Mulai dari

1,987,500

Mulai dari

1,762,500

Mulai dari

1,320,000

850,000
Harga Tiket Normal 2,650,000 2,350,000 1,650,000 850,000

Harga diatas sudah termasuk pajak hiburan dan belum termasuk biaya admin tiket 3,3%

PEMESANAN

SITUS WEB             www.mammamiajkt.com

TELP.                      0813- 2587 5388

LANGSUNG         TEATER JAKARTA, TIM

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi www.mamma-mia.com

Atau ikuti

Instagram @sgelive.id

Website:               www.mamma-mia.com

Facebook:          www.facebook.com/mammamiamusical

Twitter: www.twitter.com/MammaMiaMusical

FWD LooP, Membeli Asuransi dan Investasi Semudah Memesan Transportasi Daring

Kebayang nggak sih, kalau kita lagi asyik jalan-jalan tiba-tiba hujan dan nggak bawa payung ataupun jas hujan? Ya, kalau kehujanannya lagi jalan-jalan di kota sih, mungkin bisa neduh di warung atau mall, tapi kalau lagi jalan-jalan di hutan atau gunung? Tanpa sedia jas hujan atau minimal payung, kebayang kan? Pepatah lama mengatakan “sedia payung sebelum hujan” memang ampuh tak lekang zaman. Intinya sih, kita wajib menyiapkan bekal sebelum masa tidak diinginkan terjadi.

Well, saya sedang tidak ingin membicarakan masalah traveling, tapi masih related kok topiknya. Beberapa waktu yang lalu saya sempat “window shopping” beberapa produk keuangan. Lumayan buat nambah-nambah referensi tentang produk keuangan yang kebetulan saya butuhkan. Anyway, produk keuangan kan gak cuma tabungan, deposito atau produk investasi, tapi juga meliputi produk proteksi.

Memang benar sih, secara proteksi saya di-cover oleh asuransi dari kantor. Maklumlah masih jadi kuli perusahaan, sebagai tambahan, saya juga peserta BPJS yang preminya juga ditanggung kantor. Cukup? Bisa jadi iya, bisa jadi nggak. Kenapa? Karena saya pernah mengalami sakit hingga harus dirawat inap. Secara logika dengan dua jenis proteksi seharusnya sudah cukup aman.

FWD Life hari ini (12/02) meluncurkan FWD LooP, produk asuransi inovatif yang memberikan perlindungan yang lengkap, harga terjangkau dan proses pembelian yang mudah.

Namun yang saya rasakan adalah, ketika biaya rawat inap bisa dibilang gratis, ternyata biaya rawat jalan itu juga tak kalah fantastisnya. Alhamdulillah, setelah diizinkan pulang saya tetap harus menjalani rawat jalan dan kontrol rutin selama beberapa waktu. Dan biaya rawat jalan ini kadang melebihi limit asuransi yang difasilitasi kantor. Beruntungnya saya masih punya cadangan dana darurat, sehingga kalaupun ada kekurangan, saya masih bisa menggunakan dana darurat tersebut.

 Jika kalian tanya, kenapa tidak menggunakan asuransi BPJS? Jawabannya adalah : rumah sakit yang paling strategis dengan tempat tinggal saya, membatasi jumlah pelayanan pasien berasuransi BPJS setiap harinya. Kalau tetap ingin menggunakan fasilitas BPJS saya harus antri dari subuh, sementara kondisi fisik masih belum pulih, tidak mungkin bagi saya untuk antri dari pagi hingga siang.

Dengan pengalaman ini saya jadi berpikir, jangan sampailah hal-hal buruk terjadi. Sebagai anak sulung saya merasa berkewajiban membantu keluarga. Disinilah saya merasa perlu produk proteksi yang komprehensif, tidak sekedar melindungi tapi juga memiliki kelebihan lain : proses mudah, tidak berbelit, harga premi terjangkau dan mengerti kebutuhan praktis jiwa muda millennial seperti saya.

FWD LooP mengombinasikan jalur distribusi online dan keagenan sehingga memberikan pengalaman baru dalam berasuransi.

FWD LooP, Memahami kebutuhan proteksi dan investasi bagi millennial.

Saat ini, Indonesia tengah menikmati bonus demografi yang ditandai dengan meningkatnya jumlah penduduk berusia muda dan produktif. Bagi mereka yang lahir pada tahun 1980-2000, atau boleh dibilang generasi millennial, jumlahnya melebihi usia non produktif. Generasi yang menguasai dunia digital ini membutuhkan kepraktisan dalam segala hal. Termasuk dalam memenuhi kebutuhan investasi dan proteksi.

Kebutuhan akan produk investasi plus proteksi yang mengerti dunia para millennial inilah yang akhirnya membuat FWD Life meluncurkan FWD LooP. Diantara produk hibrid lain, FWD LooP memiliki 3 keunggulan yang jarang dimiliki unitlink lain. 3 keunggulan tersebut adalah :

  1. Value, dengan harga yang sangat terjangkau FWD LooP bisa meraih pasar besar dari kalangan millennial yang berkategori first jobber. Dijamin tidak akan menguras dompet, setara kok dengan 5 cup kopi amerika yang kalian minum setiap akhir pekan. Bayangkan cuma dengan setoran premi mulai dari Rp. 250K kalangan millennial sudah bisa mendapatkan fasilitas komplit. Coba baca detilnya berikut ini :
  • IDR 250.000 per bulan untuk usia 18-25 tahun
  • IDR 500.000 per bulan untuk usia 26-40 tahun
  • IDR 750.000 per bulan untuk usia 41-45 tahun
  • IDR 1.000.000 per bulan untuk usia 46-55 tahun

Dengan setoran premi diatas, kalian bisa mendapatkan 4 (empat) manfaat asuransi sekaligus. Yaitu: manfaat meninggal dunia senilai IDR125 juta, manfaat cacat total karena kecelakaan senilai IDR125 juta, manfaat penyakit kritis senilai IDR125 juta dan penggantian biaya rawat inap sampai kamar IDR500 ribu per hari. Dijamin paket komplit banget sih ini, ibaratnya dengan sekali bayar langsung dapat 4 paket.

  1. Fairness, perlindungan tanpa banyak syarat embel-embel seperti produk hibrid lain.

Sering kan kalau ada produk bagus sering ditambahi embel-embel bla..bla..blaa. Belum lagi suka dikasih syarat yang njelimet. Beda halnya dengan FWD LooP, sangat sedikit pengecualian dan tidak ada potongan didepan, semua setoran premi yang dibayarkan langsung diinvestasikan sejak tahun pertama

  1. Simplicity, kalian bakal menikmati segala kemudahan yang diberikan FWD LooP. Dengan dukungan inovasi digital, kaum millennial seperti kita dengan mudah membeli FWD LooP semudah belanja daring. Kalian tidak perlu bingung untuk mempelajari produk dan manfaatnya. Tinggal klik fwd.co.id/FWDLooP

Nah, dengan 3 keunggulan diatas, gak perlu bingung lagi kalau ingin belanja produk investasi dan proteksi sekaligus. Keunggulan lain yang jarang dimiliki produk serupa adalah: kombinasi jalur distribusi secara daring dan keagenan yang mempersingkat dan mempercepat proses pembelian asuransi. Melalui  media daring, sebagai nasabah zaman now  kita dipermudah untuk memilih agen dan membuat janji untuk bertemu. Nggak perlu ribet seperti membeli asuransi konvensional zaman old.

Singkatnya, membeli asuransi dan proteksi sekaligus, semudah menggunakan transportasi daring. Cukup melalui gawai kalian dan klik www.fwd.co.id/FWDLooP setelah itu kalian cukup bertemu 1 kali dengan agen dan semua kebutuhan asuransi serta investasi langsung terpenuhi. Selamat berbelanja.

Serupa tapi tak Sama, Inilah 7 Perbedaan Solo dan Yogya

Yogya dan Solo, dua kota yang mewarisi budaya Jawa ini seolah merupakan dua kota yang serupa tapi tak sama. Sejak Perjanjian Giyanti tahun 1775, yang memecah kekuasaan Mataram menjadi dua yaitu Keraton Surakarta Hadiningrat atau Solo, nama lain dari kota Surakarta dan Ngayogyakarta Hadiningrat, keduanya, Yogya dan Solo kemudian menerima konsekuensi atas perjanjian tersebut.

Pakubuwono lll yang kala itu menjadi penguasa Mataram, memberikan semua warisan budaya Mataram lama kepada adiknya, Pangeran Mangkubumi yang berkuasa di Yogya, kelak bergelar Hamengkubuwono I. Semua budaya Mataram lslam Jawa klasik diteruskan sang adik, sementara Solo sebagai kakak, mengalah dan kemudian menciptakan budaya Mataram lslam Jawa yang baru yang banyak dipengaruhi budaya eropa. Hal ini tercermin dari peninggalan-peninggalan patung bergaya eropa yang terdapat di sekitar halaman Keraton Surakarta.

seorang abdi dalem keraton solo tampak duduk mengenakan samir berwarna kuning di lehernya
patung bergaya eropa tampak di pendopo utama keraton, bukti adanya pengaruh dan kedekatan keraton surakarta dengan eropa

Jadi, jika kalian ingin melihat budaya Mataram lslam yang klasik, silakan kunjungi kota Yogya. Meskipun berbeda, Solo dan Yogya mempunyai banyak kesamaan. Keduanya sama-sama menjadi poros budaya Jawa yang dianut seluruh masyarakat Jawa. Jika bicara tentang pakem budaya Jawa, yang pertama kali menjadi pertanyaan adalah pakem gagrak (aliran), menggunakan gagrak Yogya atau gagrak Solo. Ini meliputi segala hal, mulai dari baju, gamelan, batik, wayang, adat pernikahan dan lain sebagainya.

Disisi lain, keduanya mempunyai kesamaan dari segi bahasa, kosakatanya tidak jauh berbeda. Beberapa terminologi yang sering saya dengar berbeda adalah penggunaan kata “nuwun sewu” untuk Solo dan “nderek langkung” untuk Yogya. Keduanya mengandung makna yang sama yaitu : permohonan permisi. Sementara dari segi citarasa makanan, kedua kota tersebut cenderung sama : manis. Ngomong-ngomong kalian tahu nggak sih perbedaan antara budaya Yogya dan Solo? Simak yuk 7 perbedaannya berikut ini

Blangkon

Blangkon adalah penutup kepala bagi masyarakat Jawa. Masyarakat nusantara, khususnya suku Jawa menganggap kepala merupakan bagian terhormat, untuk itu perlu diberikan pakaian khusus. Sebelum ada blangkon masyarakat Jawa selalu menggunakan ikat kepala yang dibentuk sedemikian rupa menyerupai blangkon atau topi. Pada zaman kolonial seni lipat ini membutuhkan waktu lama untuk memakainya. Demi kepraktisan diciptakanlah blangkon seperti yang kita kenal sekarang.

Ciri khas blangkon kota Yogya adalah bagian belakangnya yang terdapat mondolan (benjolan) sebagai tempat gelungan rambut, karena adat zaman dahulu tradisi rambut pria dipanjangkan, sementara blangkon Solo cenderung trepes (rata) karena pada masa kolonial masyarakat Solo atau Surakarta mengikuti budaya cukur seperti orang eropa. Ciri lain jika dilihat dari depan blangkon Yogya lebih membentuk huruf “A” di bagian dahi, sementara blangkon Solo lebih melebar.

perlengkapan baju jawa pria blangkon, sabuk timang, lonthong atau stagen, jarik dan samir solo
surjan kembang, lurik dan blangkon jogja

Surjan dan Beskap

Surjan merupakan baju laki-laki Jawa khas Yogya. Sering pula disebut baju takwa, surjan lebih banyak menggunakan motif bunga-bunga seperti yang sering dipakai Sri Sultan Hamengkubuwono. Sementara beskap merupakan baju laki-laki Jawa gaya Solo. Warnanya cenderung hitam, gelap atau solid. Baju lurik yang sering kita jumpai, umumnya dipakai oleh rakyat biasa, baju lurik terdapat di Jogja maupun Solo.

blangkon solo, beskap dan jarik solo
beskap dan blangkon solo

surjan, blangkon dan jarik jogja
jarik, blangkon dan surjan jogja

Wayang

Secara postur tubuh, bentuk wayang Jogja lebih kekar sedangkan wayang Solo berpostur jangkung dan lebih langsing. Bahu dan wajah wayang jogja lebih menunduk. Jika kalian hobi menonton wayang, dari tata cara memainkan hingga suara kecrekan dalang, juga bisa dilihat perbedaan antara wayang Solo dan Yogya.

Wayang solo
btara kala, foto saya ambil dari http://www.hadisukirno.co.id karena saya tidak mempunyai contoh foto wayang Yogya

Batik

Batik Solo cenderung berwarna coklat sogan, sementara ciri khas batik jogja berwarna dasar putih. Motif batik Jogja cenderung lebih besar, sementara motif Solo batik lebih kecil. Cara mewiru atau melipat kainnya pun berbeda. Wiru atau hiasan lipatan kain batik atau jarik Solo, pada bagian pinggiran yang berwarna putih disembunyikan, sehingga tidak terlihat dari luar. Sedangkan wiru kain jarik Yogya, bagian pinggiran kain yang berwarna putih ditampakkan atau diperlihatkan.

Blangkon jogja, surjan dan batik jogja

Gamelan

Secara sepintas gamelan Yogya dan Solo terlihat sama. Bagi orang awam yang tidak biasa melihat atau mendengarkan gamelan Yogya dan Solo, pasti susah membedakannya. Dari bentuk fisiknya, gamelan Solo cenderung lebih rapat susunannya, sementara Yogya justru sebaliknya, lebih renggang atau lebar. Selain itu warna dasar gamelan Solo umumnya berwarna coklat atau warna asli kayu dengan hiasan warna emas. Gamelan Yogya cenderung berwarna cerah seperti merah, hijau serta hiasan warna emas.

gamelan jogja di rumah kanjeng ratu hemas

bonang panerus
gamelan solo
belajar gamelan solo

Bagi penikmat musik gamelan seperti saya, sangat mudah membedakan suara gamelan dari jenis gending-gendingnya serta cara memainkan alatnya. Gending-gending Solo cenderung dinamis dan berkembang, sementara gending-gending Yogya sangat klasik karena harus melestarikan pakem dan tidak boleh diubah.

Adat pernikahan

Jika dilihat dari runutan upacara pernikahan, adat Solo dan Yogya tidak jauh berbeda. Satu-satunya perbedaan yang mudah terlihat adalah riasan dahi pengantin wanita. Solo menggunakan riasan dahi (paes) berwarna hijau atau hitam pekat dan Yogya menggunakan hiasan emas pada pinggiran paes

pengantin solo
pengantin yogya

Keris

Keris sebagai pelengkap busana pria Jawa merupakan penanda kematangan bagi seseorang. Keris adalah senjata, diletakkan dibagian belakang saat menggunakannya bukan tanpa alasan. Ini adalah symbol bagi orang Jawa untuk tidak mengedapankan amarah yang membabi buta, hingga melukai seseorang dalam menyelesaikan suatu masalah. Sehingga posisi keris diletakkan di bagian belakang. Lain halnya jika dalam kondisi perang keris diletakkan di bagian depan.

keris solo
keris jogja, surjan dan blangkon jogja

Perbedaan besar antara keris Solo dan Yogya, dapat dilihat dari sarung penyimpannya atau biasa disebut warangka. Warangka pada bagian pangkal keris Solo cenderung lancip, sementara Yogya cenderung tumpul. Ornamen ukiran keris Yogya lebih sederhana, sedangkan keris Solo lebih bermotif dan halus.

Sudah tau kan perbedaan budaya Solo dan Yogya? Jika sudah paham, sebaiknya jangan sampai mencampuradukkan pemakaian simbol budaya tersebut. Menggunakan surjan Jogja dengan blangkon Solo adalah komposisi yang buruk. Selain tidak pas, umumnya nanti akan jadi bahan guyonan atau obrolan, so hati-hati ya sebelum memakai, jangan asal :). Bukan bermaksud untuk memperlebar perbedaan, tetapi, justru buat saya perbedaan dapat memperkaya khasanah budaya, serta tidak menghilangkan identitas.

Sebagai orang yang berdarah Jawa, sebisa mungkin saya berusaha untuk tidak menghilangkan apa yang sudah diwariskan oleh para leluhur. Jika ingin dijabarkan lebih detil lagi, tentunya akan sangat banyak perbedaannya. Apalagi perbedaan dalam upacara adat pernikahan, kelahiran hingga prosesi kematian.

Saya hanya mengambil perbedaan dari simbol yang mudah dilihat. Mudah-mudahan suatu saat bisa menuliskannya lagi. Sesungguhnya budaya adalah warisan untuk anak cucu kita, tidak selayaknya kita memutus warisan tersebut hingga berhenti sampai di zaman kita. Yuk, lestarikan budaya kita. Salam budaya.

Prosa Sunyi Untukmu Puanku

Jpeg

Wahai Puanku,
Seribu juta tahun lalu, nun jauh di lauhul mahfuz, Tuhan melukiskan takdir kita.
Seperti daun rapuh yang jatuh, takkan pernah lepas dari catatan-Nya.

Wahai Puanku, bumi yang kita pijak saat ini, menyatukan kita dalam takdir-Nya. Takdir yang entah di mana ujungnya.

Puanku, kutemukan gelora api dalam gelapmu. Tumpukan bara yang tersulut nestapa.
Dalam papa doaku, gelapnya pun sama. Namun, minyak dan air takkan pernah bisa bersama.
Kunyalakan suluh-suluh yang enggan membara, sungguh aku pun tak bisa berdusta.

Puanku, seringkali aku mencumbuimu dalam doa. Pun jua dalam tangis dan tawa. Namun, aku tak hendak memadamkan unggun yang menyala.

Puanku, tahukah engkau arti cinta? Seribu lembar kertas takkan cukup menuliskannya.
Kamarku sepi, namun, gila karenamu semakin ramai menemani. Malam ini, seperti malam-malam yang lalu, selalu kusujudkan rindu.

Puanku, minyak dan air takkan pernah bersatu, namun bisa bersisian setiap waktu.

Puanku, pernahkah kau bertanya? Mengapa takdir mendekatkan sekaligus menjauhkan? Jagad pramudita seringkali bercerita, bagaskara dan sasadara yang takkan pernah bersama, hanya bersisian waktu, kisah anak cucu Adam selalu berulang, takkan pernah padam. Hingga sangkakala diteriakkan waktu.

Dalam gema doa aku bercerita, semoga kita tetap bersama. Aku tak ingin suluh rindu kita penuh nafsu, biarkan Tuhan bercerita dengan takdir-Nya.

Puanku, api yang membara sulit padam. Biarkan ia dipeluk doa yang diam. Biarkan dia menjadi hangat untuk kita berdiang.

Tatkala senja kulabuhkan doa, kusauhkan dera rindu yang enggan reda.

Puanku, penaku mungkin takkan pernah habis tintanya untuk menyapamu. Dalam diam, dalam rindu, aku selalu melukiskanmu.

Puanku, jarak diantara kita begitu dekat, bagaikan Kamaratih dan Kamajaya. Bagaikan Loro-Blonyo, bagaikan Mimi dan Mintuno.
Namun puanku, minyak dan air takkan pernah bisa menyatu, hanya bisa bersisian, biarlah itu tugas sang waktu.

Puanku, kujaga engkau seperti api dalam sekam. Semoga tak menghanguskan dan memusnahkan.
Aku takut baraku tersiram hujan. Meskipun nyalanya tak pernah sempurna. Kejap-kejap sang waktu seolah begitu cepat berlalu. Sungguh aku tak ingin padam hanya karena diam. Sungguh apa yang ingin kusimpan, takkan pernah ingin kuenyahkan.

Wahai puanku, seribu juta kali pun engkau tahu. Minyak dan air takkan bisa bersatu, kugelintirkan gabah dalam nyiru, seperti itu rinduku beradu, biarlah aku dan Tuhan yang tahu.

Mendaki Gunung Salak : Kemah di Gunung Bunder, Naik ke Puncak Manik

Dikenal sebagai gunung paling angker di Jawa Barat, tak membuat para pendaki ciut nyali untuk naik ke Gunung Salak. Jangan arogan dan jangan pernah menanyakan di mana letak buah salak, jadi dua dari beberapa pantangan jika kamu ingin mendaki salah satu tempat wisata di Bogor yang satu ini. Tentu saja, ada banyak cerita mistis yang bakal kamu dengar jika orang-orang mendengar niatmu untuk naik ke gunung ini.

Di balik kisah-kisah seperti ditemukannya babi sebesar truk tronton atau ular emas yang konon dipercaya sebagai penunggu Gunung Salak, tempat ini menyimpan keindahan yang bikin kamu berdecak kagum jika sudah melihatnya sendiri. Ada beberapa tempat yang wajib kamu datangi jika naik ke gunung ini. Kamu bisa camping di sana, dan menikmati apa yang dipersembahkan oleh alam, untuk kita manusia yang wajib menjaganya.

  1. Gunung Bunder

sumber: wisatagunungbunderbogor.wordpress.com

Hal pertama yang bisa kamu lakukan bareng keluarga atau teman-teman adalah menuju Gunung Bunder yang berada di kaki Gunung Salak. Sebelum mendaki lebih tinggi, kamu bisa berkemah di sini. Pemandangannya yang menakjubkan dijamin bikin kamu tak kehabisan spot untuk berfoto. Tempat ini juga punya beberapa curug yang indah. Sampai di Gunung Bunder ini saja rasanya sudah sangat puas dan fikiran pun segar kembali.

Jika kamu ingin naik lebih tinggi lagi atau memang punya tujuan untuk menuju puncak, tempat ini menjadi lokasi untuk beristirahat mengumpulkan tenaga sebelum melanjutkan perjalanan. Namun kalau kamu tak ingin ke puncak, ada Kawah Ratu yang juga menarik untuk dikunjungi. Kamu yang memang punya hobi mendaki gunung pasti bakal memilih untuk melanjutkan perjalanan sampai ke puncak, bukan?

Baca juga : Ranu Kumbolo, Danau Cantik Yang Misterius

  1. Kawah Ratu

sumber:kompas.com

Perjalanan selanjutnya setelah melewati kaki gunung, jika kamu memang bertujuan menjelajah Gunung Salak berarti kamu wajib mampir ke Kawah Ratu. Untuk menuju sini, lewat jalur Pasir Reungit, harus trekking dulu sejauh 3,6 km yang bisa ditempuh sekitar 2 jam lebih. Jangan khawatir, medan yang lebih banyak landai tak akan membuat kamu lebih cepat lelah. Sebelum sampai ke Kawah Ratu, ada dua kawah yang bakal kamu lewati, yaitu Kawah Mati I dan Kawah Mati II dengan bau belerang yang cukup menyengat.

Berbeda dengan Kawah Ijen atau Tangkuban Perahu yang membentuk kaldera luas atau cekungan dari puncak gunung, Kawah Ratu memang tidak terlalu luas. Bentuknya lebih menyerupai bukit kapur yang berasap di berbagai titik. Sebaiknya memang tidak lama-lama berada di tempat ini. Setelah mengabadikan momen dengan foto atau video, segera lanjutkan perjalanan menjauhi kawah dengan asap belerang yang bisa membahayakan pernafasanmu.

  1. Puncak Manik

sumber:dakatour.com

Bagi yang memang bertujuan untuk naik sampai ke puncak, Gunung Salak dapat didaki dari beberapa jalur. Puncak yang paling sering didaki adalah Puncak Salak II dengan ketinggian 2.180 mdpl dan Puncak Salak I dengan ketinggian 2.211 mdpl. Kamu bisa lewat melalui jalur paling ramai dari arah utara, yaitu Curugnangka yang bakal membawamu ke Puncak Salak II. Dari sini, kamu bisa lanjut ke Puncak Salak I.

Jika tak mau lewat Puncak Salak II, Puncak Salak I bisa juga didaki dari timur, lewat Cimelati, dekat Cicurug, Sukabumi. Di Puncak Salak I ini terdapat petilasan berupa makam, yang disebut-sebut sebagai petilasan Embah Salak. Makam ini kabarnya sempat hancur saat tragedi pesawat Shukoi. Puncak inilah yang disebut Puncak Manik, yang terkenal dengan keindahan pemandangannya. Ini merupakan tempat instagramable yang tak boleh kamu lewatkan untuk mengabadikannya dalam bentuk gambar atau video.

Nah, dari tiga destinasi di atas, kira-kira kamu mau ke mana saja? Jika sudah menginjakkan kaki di area Gunung Salak, memang lebih baik sekalian menuju Puncak Manik, ya. Namun jika kamu hanya ingin berkemah santai, kamu bisa menghentikan penjelajahanmu sampai Gunung Bunder saja. Dan jika kamu masih ingin berkunjung ke tempat wisata lain di Bogor, kamu bisa kunjungi saja halaman Traveloka dan mencari alternatif liburan lainnya.

Ngopi Unik A la Public Holiday

Saya sebenarnya bukan coffee lover, tapi bukan berarti saya tidak suka menikmati kopi. Saya sering kok meet up bareng teman-teman di warung kopi. Entah di warung kopi pinggir jalan ataupun warung kopi-kopi centil. Bedanya kalau lagi ngopi, teman saya pasti milihnya Espresso alias biang kopi alias kopi original dan tanpa gula, sementara saya sudah pasti kopinya yang banyak susu atau creamer dengan tambahan gula atau symple syrup. Maklumlah bukan kopiholic, jadi kalau pesan kopi juga sebatas cappuccino atau café latte, dengan cita rasa manis tentunya.

Kebetulan banget beberapa waktu yang lalu saya diajak meet up sama teman-teman di warung kopi Public Holiday. Konsep warung kopi ini unik, beda dengan café-café kebanyakan yang berlokasi di dalam mall ataupun di kawasan pusat jajan. Warung kopi Public Holiday mencoba membuat konsep ‘drive thru caffe’, memang nggak ‘drive thru’ banget dan kita tetap harus turun dari kendaraan kalau mau ngopi, tapi lumayan menghemat waktu, jadi kalau kita buru-buru pengen ngopi tinggal melipir di pinggir warung dan pesan take away. Gak perlu repot nunggu, oh iya Public Holiday ini juga menyediakan bangku kok kalau memang pengen nongkrong di sana.

Dari soal konsep dan pilihan kopi yang dibuat unik, saya suka banget dengan cita rasanya. Ada 2 pilihan rasa, tinggal pilih  yang dominan kopi dengan rasa yang lebih strong atau yang dominan susu dengan rasa kopi yang lebih ringan. Kalau saya jelas pilih kopi dengan dominan susu, apalagi kalau dinikmati siang hari, segar.

Keunikan lain dari Public Holiday ini adalah coffee booth-nya yang di desain minimalis. Dengan memanfaatkan lahan yang ada, coffee booth-nya dibuat cerah dengan pilihan warna kuning terang. Sepintas memang tidak terlihat seperti warung kopi kebanyakan. Informasinya sih, tempat ini awalnya adalah ruang atm yang kemudian disulap sedemikian rupa menjadi warung kopi dengan konsep take away. Unik ya!

Public Holiday buka setiap hari mulai dari pukul  7 pagi hingga 9 malam (weekday) dan pukul 8 pagi hingga 4 sore (saat weekend). Lokasinya juga sangat strategis di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

So tunggu apalagi, buat kalian yang hobi ngopi dan nggak punya waktu, Public Holiday sudah tersedia kok di @gofoodjakarta. Gak bakal ribet kan kalau mau ngopi, tinggal klik dan Public Holiday siap diantar.

Public Holiday

Jl. Panglima Polim I No. 95

Jakarta Selatan