Serupa tapi tak Sama, Inilah 7 Perbedaan Solo dan Yogya

Yogya dan Solo, dua kota yang mewarisi budaya Jawa ini seolah merupakan dua kota yang serupa tapi tak sama. Sejak Perjanjian Giyanti tahun 1775, yang memecah kekuasaan Mataram menjadi dua yaitu Keraton Surakarta Hadiningrat atau Solo, nama lain dari kota Surakarta dan Ngayogyakarta Hadiningrat, keduanya, Yogya dan Solo kemudian menerima konsekuensi atas perjanjian tersebut.

Pakubuwono lll yang kala itu menjadi penguasa Mataram, memberikan semua warisan budaya Mataram lama kepada adiknya, Pangeran Mangkubumi yang berkuasa di Yogya, kelak bergelar Hamengkubuwono I. Semua budaya Mataram lslam Jawa klasik diteruskan sang adik, sementara Solo sebagai kakak, mengalah dan kemudian menciptakan budaya Mataram lslam Jawa yang baru yang banyak dipengaruhi budaya eropa. Hal ini tercermin dari peninggalan-peninggalan patung bergaya eropa yang terdapat di sekitar halaman Keraton Surakarta.

seorang abdi dalem keraton solo tampak duduk mengenakan samir berwarna kuning di lehernya
patung bergaya eropa tampak di pendopo utama keraton, bukti adanya pengaruh dan kedekatan keraton surakarta dengan eropa

Jadi, jika kalian ingin melihat budaya Mataram lslam yang klasik, silakan kunjungi kota Yogya. Meskipun berbeda, Solo dan Yogya mempunyai banyak kesamaan. Keduanya sama-sama menjadi poros budaya Jawa yang dianut seluruh masyarakat Jawa. Jika bicara tentang pakem budaya Jawa, yang pertama kali menjadi pertanyaan adalah pakem gagrak (aliran), menggunakan gagrak Yogya atau gagrak Solo. Ini meliputi segala hal, mulai dari baju, gamelan, batik, wayang, adat pernikahan dan lain sebagainya.

Disisi lain, keduanya mempunyai kesamaan dari segi bahasa, kosakatanya tidak jauh berbeda. Beberapa terminologi yang sering saya dengar berbeda adalah penggunaan kata “nuwun sewu” untuk Solo dan “nderek langkung” untuk Yogya. Keduanya mengandung makna yang sama yaitu : permohonan permisi. Sementara dari segi citarasa makanan, kedua kota tersebut cenderung sama : manis. Ngomong-ngomong kalian tahu nggak sih perbedaan antara budaya Yogya dan Solo? Simak yuk 7 perbedaannya berikut ini

Blangkon

Blangkon adalah penutup kepala bagi masyarakat Jawa. Masyarakat nusantara, khususnya suku Jawa menganggap kepala merupakan bagian terhormat, untuk itu perlu diberikan pakaian khusus. Sebelum ada blangkon masyarakat Jawa selalu menggunakan ikat kepala yang dibentuk sedemikian rupa menyerupai blangkon atau topi. Pada zaman kolonial seni lipat ini membutuhkan waktu lama untuk memakainya. Demi kepraktisan diciptakanlah blangkon seperti yang kita kenal sekarang.

Ciri khas blangkon kota Yogya adalah bagian belakangnya yang terdapat mondolan (benjolan) sebagai tempat gelungan rambut, karena adat zaman dahulu tradisi rambut pria dipanjangkan, sementara blangkon Solo cenderung trepes (rata) karena pada masa kolonial masyarakat Solo atau Surakarta mengikuti budaya cukur seperti orang eropa. Ciri lain jika dilihat dari depan blangkon Yogya lebih membentuk huruf “A” di bagian dahi, sementara blangkon Solo lebih melebar.

perlengkapan baju jawa pria blangkon, sabuk timang, lonthong atau stagen, jarik dan samir solo
surjan kembang, lurik dan blangkon jogja

Surjan dan Beskap

Surjan merupakan baju laki-laki Jawa khas Yogya. Sering pula disebut baju takwa, surjan lebih banyak menggunakan motif bunga-bunga seperti yang sering dipakai Sri Sultan Hamengkubuwono. Sementara beskap merupakan baju laki-laki Jawa gaya Solo. Warnanya cenderung hitam, gelap atau solid. Baju lurik yang sering kita jumpai, umumnya dipakai oleh rakyat biasa, baju lurik terdapat di Jogja maupun Solo.

blangkon solo, beskap dan jarik solo
beskap dan blangkon solo

surjan, blangkon dan jarik jogja
jarik, blangkon dan surjan jogja

Wayang

Secara postur tubuh, bentuk wayang Jogja lebih kekar sedangkan wayang Solo berpostur jangkung dan lebih langsing. Bahu dan wajah wayang jogja lebih menunduk. Jika kalian hobi menonton wayang, dari tata cara memainkan hingga suara kecrekan dalang, juga bisa dilihat perbedaan antara wayang Solo dan Yogya.

Wayang solo
btara kala, foto saya ambil dari http://www.hadisukirno.co.id karena saya tidak mempunyai contoh foto wayang Yogya

Batik

Batik Solo cenderung berwarna coklat sogan, sementara ciri khas batik jogja berwarna dasar putih. Motif batik Jogja cenderung lebih besar, sementara motif Solo batik lebih kecil. Cara mewiru atau melipat kainnya pun berbeda. Wiru atau hiasan lipatan kain batik atau jarik Solo, pada bagian pinggiran yang berwarna putih disembunyikan, sehingga tidak terlihat dari luar. Sedangkan wiru kain jarik Yogya, bagian pinggiran kain yang berwarna putih ditampakkan atau diperlihatkan.

Blangkon jogja, surjan dan batik jogja

Gamelan

Secara sepintas gamelan Yogya dan Solo terlihat sama. Bagi orang awam yang tidak biasa melihat atau mendengarkan gamelan Yogya dan Solo, pasti susah membedakannya. Dari bentuk fisiknya, gamelan Solo cenderung lebih rapat susunannya, sementara Yogya justru sebaliknya, lebih renggang atau lebar. Selain itu warna dasar gamelan Solo umumnya berwarna coklat atau warna asli kayu dengan hiasan warna emas. Gamelan Yogya cenderung berwarna cerah seperti merah, hijau serta hiasan warna emas.

gamelan jogja di rumah kanjeng ratu hemas

bonang panerus
gamelan solo
belajar gamelan solo

Bagi penikmat musik gamelan seperti saya, sangat mudah membedakan suara gamelan dari jenis gending-gendingnya serta cara memainkan alatnya. Gending-gending Solo cenderung dinamis dan berkembang, sementara gending-gending Yogya sangat klasik karena harus melestarikan pakem dan tidak boleh diubah.

Adat pernikahan

Jika dilihat dari runutan upacara pernikahan, adat Solo dan Yogya tidak jauh berbeda. Satu-satunya perbedaan yang mudah terlihat adalah riasan dahi pengantin wanita. Solo menggunakan riasan dahi (paes) berwarna hijau atau hitam pekat dan Yogya menggunakan hiasan emas pada pinggiran paes

pengantin solo
pengantin yogya

Keris

Keris sebagai pelengkap busana pria Jawa merupakan penanda kematangan bagi seseorang. Keris adalah senjata, diletakkan dibagian belakang saat menggunakannya bukan tanpa alasan. Ini adalah symbol bagi orang Jawa untuk tidak mengedapankan amarah yang membabi buta, hingga melukai seseorang dalam menyelesaikan suatu masalah. Sehingga posisi keris diletakkan di bagian belakang. Lain halnya jika dalam kondisi perang keris diletakkan di bagian depan.

keris solo
keris jogja, surjan dan blangkon jogja

Perbedaan besar antara keris Solo dan Yogya, dapat dilihat dari sarung penyimpannya atau biasa disebut warangka. Warangka pada bagian pangkal keris Solo cenderung lancip, sementara Yogya cenderung tumpul. Ornamen ukiran keris Yogya lebih sederhana, sedangkan keris Solo lebih bermotif dan halus.

Sudah tau kan perbedaan budaya Solo dan Yogya? Jika sudah paham, sebaiknya jangan sampai mencampuradukkan pemakaian simbol budaya tersebut. Menggunakan surjan Jogja dengan blangkon Solo adalah komposisi yang buruk. Selain tidak pas, umumnya nanti akan jadi bahan guyonan atau obrolan, so hati-hati ya sebelum memakai, jangan asal :). Bukan bermaksud untuk memperlebar perbedaan, tetapi, justru buat saya perbedaan dapat memperkaya khasanah budaya, serta tidak menghilangkan identitas.

Sebagai orang yang berdarah Jawa, sebisa mungkin saya berusaha untuk tidak menghilangkan apa yang sudah diwariskan oleh para leluhur. Jika ingin dijabarkan lebih detil lagi, tentunya akan sangat banyak perbedaannya. Apalagi perbedaan dalam upacara adat pernikahan, kelahiran hingga prosesi kematian.

Saya hanya mengambil perbedaan dari simbol yang mudah dilihat. Mudah-mudahan suatu saat bisa menuliskannya lagi. Sesungguhnya budaya adalah warisan untuk anak cucu kita, tidak selayaknya kita memutus warisan tersebut hingga berhenti sampai di zaman kita. Yuk, lestarikan budaya kita. Salam budaya.

Prosa Sunyi Untukmu Puanku

Jpeg

Wahai Puanku,
Seribu juta tahun lalu, nun jauh di lauhul mahfuz, Tuhan melukiskan takdir kita.
Seperti daun rapuh yang jatuh, takkan pernah lepas dari catatan-Nya.

Wahai Puanku, bumi yang kita pijak saat ini, menyatukan kita dalam takdir-Nya. Takdir yang entah di mana ujungnya.

Puanku, kutemukan gelora api dalam gelapmu. Tumpukan bara yang tersulut nestapa.
Dalam papa doaku, gelapnya pun sama. Namun, minyak dan air takkan pernah bisa bersama.
Kunyalakan suluh-suluh yang enggan membara, sungguh aku pun tak bisa berdusta.

Puanku, seringkali aku mencumbuimu dalam doa. Pun jua dalam tangis dan tawa. Namun, aku tak hendak memadamkan unggun yang menyala.

Puanku, tahukah engkau arti cinta? Seribu lembar kertas takkan cukup menuliskannya.
Kamarku sepi, namun, gila karenamu semakin ramai menemani. Malam ini, seperti malam-malam yang lalu, selalu kusujudkan rindu.

Puanku, minyak dan air takkan pernah bersatu, namun bisa bersisian setiap waktu.

Puanku, pernahkah kau bertanya? Mengapa takdir mendekatkan sekaligus menjauhkan? Jagad pramudita seringkali bercerita, bagaskara dan sasadara yang takkan pernah bersama, hanya bersisian waktu, kisah anak cucu Adam selalu berulang, takkan pernah padam. Hingga sangkakala diteriakkan waktu.

Dalam gema doa aku bercerita, semoga kita tetap bersama. Aku tak ingin suluh rindu kita penuh nafsu, biarkan Tuhan bercerita dengan takdir-Nya.

Puanku, api yang membara sulit padam. Biarkan ia dipeluk doa yang diam. Biarkan dia menjadi hangat untuk kita berdiang.

Tatkala senja kulabuhkan doa, kusauhkan dera rindu yang enggan reda.

Puanku, penaku mungkin takkan pernah habis tintanya untuk menyapamu. Dalam diam, dalam rindu, aku selalu melukiskanmu.

Puanku, jarak diantara kita begitu dekat, bagaikan Kamaratih dan Kamajaya. Bagaikan Loro-Blonyo, bagaikan Mimi dan Mintuno.
Namun puanku, minyak dan air takkan pernah bisa menyatu, hanya bisa bersisian, biarlah itu tugas sang waktu.

Puanku, kujaga engkau seperti api dalam sekam. Semoga tak menghanguskan dan memusnahkan.
Aku takut baraku tersiram hujan. Meskipun nyalanya tak pernah sempurna. Kejap-kejap sang waktu seolah begitu cepat berlalu. Sungguh aku tak ingin padam hanya karena diam. Sungguh apa yang ingin kusimpan, takkan pernah ingin kuenyahkan.

Wahai puanku, seribu juta kali pun engkau tahu. Minyak dan air takkan bisa bersatu, kugelintirkan gabah dalam nyiru, seperti itu rinduku beradu, biarlah aku dan Tuhan yang tahu.

Mendaki Gunung Salak : Kemah di Gunung Bunder, Naik ke Puncak Manik

Dikenal sebagai gunung paling angker di Jawa Barat, tak membuat para pendaki ciut nyali untuk naik ke Gunung Salak. Jangan arogan dan jangan pernah menanyakan di mana letak buah salak, jadi dua dari beberapa pantangan jika kamu ingin mendaki salah satu tempat wisata di Bogor yang satu ini. Tentu saja, ada banyak cerita mistis yang bakal kamu dengar jika orang-orang mendengar niatmu untuk naik ke gunung ini.

Di balik kisah-kisah seperti ditemukannya babi sebesar truk tronton atau ular emas yang konon dipercaya sebagai penunggu Gunung Salak, tempat ini menyimpan keindahan yang bikin kamu berdecak kagum jika sudah melihatnya sendiri. Ada beberapa tempat yang wajib kamu datangi jika naik ke gunung ini. Kamu bisa camping di sana, dan menikmati apa yang dipersembahkan oleh alam, untuk kita manusia yang wajib menjaganya.

  1. Gunung Bunder

sumber: wisatagunungbunderbogor.wordpress.com

Hal pertama yang bisa kamu lakukan bareng keluarga atau teman-teman adalah menuju Gunung Bunder yang berada di kaki Gunung Salak. Sebelum mendaki lebih tinggi, kamu bisa berkemah di sini. Pemandangannya yang menakjubkan dijamin bikin kamu tak kehabisan spot untuk berfoto. Tempat ini juga punya beberapa curug yang indah. Sampai di Gunung Bunder ini saja rasanya sudah sangat puas dan fikiran pun segar kembali.

Jika kamu ingin naik lebih tinggi lagi atau memang punya tujuan untuk menuju puncak, tempat ini menjadi lokasi untuk beristirahat mengumpulkan tenaga sebelum melanjutkan perjalanan. Namun kalau kamu tak ingin ke puncak, ada Kawah Ratu yang juga menarik untuk dikunjungi. Kamu yang memang punya hobi mendaki gunung pasti bakal memilih untuk melanjutkan perjalanan sampai ke puncak, bukan?

Baca juga : Ranu Kumbolo, Danau Cantik Yang Misterius

  1. Kawah Ratu

sumber:kompas.com

Perjalanan selanjutnya setelah melewati kaki gunung, jika kamu memang bertujuan menjelajah Gunung Salak berarti kamu wajib mampir ke Kawah Ratu. Untuk menuju sini, lewat jalur Pasir Reungit, harus trekking dulu sejauh 3,6 km yang bisa ditempuh sekitar 2 jam lebih. Jangan khawatir, medan yang lebih banyak landai tak akan membuat kamu lebih cepat lelah. Sebelum sampai ke Kawah Ratu, ada dua kawah yang bakal kamu lewati, yaitu Kawah Mati I dan Kawah Mati II dengan bau belerang yang cukup menyengat.

Berbeda dengan Kawah Ijen atau Tangkuban Perahu yang membentuk kaldera luas atau cekungan dari puncak gunung, Kawah Ratu memang tidak terlalu luas. Bentuknya lebih menyerupai bukit kapur yang berasap di berbagai titik. Sebaiknya memang tidak lama-lama berada di tempat ini. Setelah mengabadikan momen dengan foto atau video, segera lanjutkan perjalanan menjauhi kawah dengan asap belerang yang bisa membahayakan pernafasanmu.

  1. Puncak Manik

sumber:dakatour.com

Bagi yang memang bertujuan untuk naik sampai ke puncak, Gunung Salak dapat didaki dari beberapa jalur. Puncak yang paling sering didaki adalah Puncak Salak II dengan ketinggian 2.180 mdpl dan Puncak Salak I dengan ketinggian 2.211 mdpl. Kamu bisa lewat melalui jalur paling ramai dari arah utara, yaitu Curugnangka yang bakal membawamu ke Puncak Salak II. Dari sini, kamu bisa lanjut ke Puncak Salak I.

Jika tak mau lewat Puncak Salak II, Puncak Salak I bisa juga didaki dari timur, lewat Cimelati, dekat Cicurug, Sukabumi. Di Puncak Salak I ini terdapat petilasan berupa makam, yang disebut-sebut sebagai petilasan Embah Salak. Makam ini kabarnya sempat hancur saat tragedi pesawat Shukoi. Puncak inilah yang disebut Puncak Manik, yang terkenal dengan keindahan pemandangannya. Ini merupakan tempat instagramable yang tak boleh kamu lewatkan untuk mengabadikannya dalam bentuk gambar atau video.

Nah, dari tiga destinasi di atas, kira-kira kamu mau ke mana saja? Jika sudah menginjakkan kaki di area Gunung Salak, memang lebih baik sekalian menuju Puncak Manik, ya. Namun jika kamu hanya ingin berkemah santai, kamu bisa menghentikan penjelajahanmu sampai Gunung Bunder saja. Dan jika kamu masih ingin berkunjung ke tempat wisata lain di Bogor, kamu bisa kunjungi saja halaman Traveloka dan mencari alternatif liburan lainnya.

Ngopi Unik A la Public Holiday

Saya sebenarnya bukan coffee lover, tapi bukan berarti saya tidak suka menikmati kopi. Saya sering kok meet up bareng teman-teman di warung kopi. Entah di warung kopi pinggir jalan ataupun warung kopi-kopi centil. Bedanya kalau lagi ngopi, teman saya pasti milihnya Espresso alias biang kopi alias kopi original dan tanpa gula, sementara saya sudah pasti kopinya yang banyak susu atau creamer dengan tambahan gula atau symple syrup. Maklumlah bukan kopiholic, jadi kalau pesan kopi juga sebatas cappuccino atau café latte, dengan cita rasa manis tentunya.

Kebetulan banget beberapa waktu yang lalu saya diajak meet up sama teman-teman di warung kopi Public Holiday. Konsep warung kopi ini unik, beda dengan café-café kebanyakan yang berlokasi di dalam mall ataupun di kawasan pusat jajan. Warung kopi Public Holiday mencoba membuat konsep ‘drive thru caffe’, memang nggak ‘drive thru’ banget dan kita tetap harus turun dari kendaraan kalau mau ngopi, tapi lumayan menghemat waktu, jadi kalau kita buru-buru pengen ngopi tinggal melipir di pinggir warung dan pesan take away. Gak perlu repot nunggu, oh iya Public Holiday ini juga menyediakan bangku kok kalau memang pengen nongkrong di sana.

Dari soal konsep dan pilihan kopi yang dibuat unik, saya suka banget dengan cita rasanya. Ada 2 pilihan rasa, tinggal pilih  yang dominan kopi dengan rasa yang lebih strong atau yang dominan susu dengan rasa kopi yang lebih ringan. Kalau saya jelas pilih kopi dengan dominan susu, apalagi kalau dinikmati siang hari, segar.

Keunikan lain dari Public Holiday ini adalah coffee booth-nya yang di desain minimalis. Dengan memanfaatkan lahan yang ada, coffee booth-nya dibuat cerah dengan pilihan warna kuning terang. Sepintas memang tidak terlihat seperti warung kopi kebanyakan. Informasinya sih, tempat ini awalnya adalah ruang atm yang kemudian disulap sedemikian rupa menjadi warung kopi dengan konsep take away. Unik ya!

Public Holiday buka setiap hari mulai dari pukul  7 pagi hingga 9 malam (weekday) dan pukul 8 pagi hingga 4 sore (saat weekend). Lokasinya juga sangat strategis di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

So tunggu apalagi, buat kalian yang hobi ngopi dan nggak punya waktu, Public Holiday sudah tersedia kok di @gofoodjakarta. Gak bakal ribet kan kalau mau ngopi, tinggal klik dan Public Holiday siap diantar.

Public Holiday

Jl. Panglima Polim I No. 95

Jakarta Selatan

3 Langkah Mudah Mengatur Keuangan Bagi Pemula

Beberapa waktu yang lalu, saya dengan teman-teman dari Klub Buku dan Blogger Backpacker Jakarta (Kubbu BPJ) mengadakan kopdar. Kopdar kali ini mengusung tema Resolusi Keuangan, mumpung masih di awal tahun, kami saling sharing masalah keuangan. Memang sih ya, ngobrolin keuangan itu seru-seru mendebarkan. Mendebarkan kalau sudah ketahuan kondisi kesehatan keuangan setelah dicek hehehe.

Serunya adalah kami menjadi lebih sadar kalau mengatur keuangan itu bukan masalah yang susah. Susah-susah gampang lebih tepatnya, banyak factor yang membuat keuangan kita menjadi tidak sehat dan amburadul. Meskipun masih single kita wajib membuat perencanaan keuangan supaya masa depan kita lebih terjamin. Buat kalian yang bingung mengatur keuangan 3 hal sederhana berikut ini bisa kalian terapkan.

  1. Cek kondisi keuangan saat ini

Saya sendiri memang bekerja di bidang keuangan, dan seringkali melihat bahwa banyak orang yang hidupnya nyaman dengan disiplin mengatur keuangan. Dari mereka saya belajar banyak hal, utamanya dalam mengelola asset supaya tidak ‘lebih besar pasak daripada tiang’

Penting sekali untuk mengetahui kondisi keuangan kita saat ini, apakah sudah sehat atau belum. Indicator sederhananya adalah apakah pengeluaran kita masih lebih besar daripada pendapatan. Jika jawabannya iya berarti masih banyak yang harus kita benahi. Boleh jadi pengeluaran bulan ini lebih besar daripada bulan lalu, namun ada cadangan dari pendapatan bulan sebelumnya, sehingga masih cukup untuk mengcover pengeluaran bulan ini. Ini tidak terlalu bermasalah.

  1. Cek rasio harta kita

Nah, jika sudah melihat indicator diatas, selanjutnya adalah mengecek rasio harta kita. Apakah total asset yang kita miliki sudah lebih besar daripada total hutang. Jika jawabnya ya, berarti kondisi keuangan kalian boleh dikatakan sehat. Jika tidak segera benahi dan atur, jangan sampai masih muda tapi hutang konsumtif sudah menggunung, ngeri kan?

Pastikan untuk selalu membuat daftar asset yang kita miliki. Apa saja yang sudah kita kumpulkan selama ini. Mulai dari simpanan di tabungan, deposito, logam mulia, reksadana, saham, properti, asset bisnis dan lain sebagainya. Buatlah daftarnya dalam satu kolom berikut dengan saldonya. Jangan lupa untuk menuliskan total asset. Setelah membuat daftar asset, sekarang buatlah rincian total saldo hutang yang kita miliki. Mulai dari saldo hutang kendaraan bermotor, saldo hutang KPR dan saldo hutang lainnya, termasuk hutang ke teman atau saudara. Jumlahkan semua total saldonya. Ingat ya saldo hutang bukan cicilan.

Jika kedua hal tersebut sudah kita lakukan, coba sekarang kurangkanlah total saldo asset dengan total saldo hutang. Itulah total asset yang kita miliki. Jika surplus, Alhamdulillah berarti kondisi keuangan kita sehat, jika defisit itu berarti kondisi keuangan kita tidak sehat. Sederhananya langkah-langkah tersebut adalah cara kita membuat neraca keuangan pribadi. Dari neraca pribadi tersebut kita bisa mengontrol keuangan kita.

  1. Segera miliki proteksi

Zaman now banyak ragam produk asuransi ditawarkan. Rumus dasarnya adalah pastikan kita memiliki asuransi yang membuat kita nyaman melakukan berbagai kegiatan yaitu asuransi kesehatan dan asuransi jiwa (ini sangat penting jika kita menjadi tulang punggung keluarga) tulang punggung keluarga tidak harus seorang suami atau istri, intinya mereka yang menanggung kebutuhan keluarga, bisa jadi mereka anak. Pokoknya jika si penanggung utama kebutuhan keluarga ini meninggal, semua kebutuhan pengeluaran menjadi berantakan.

Setelah memiliki asuransi dasar kesehatan, segera beli asuransi jiwa. Sesuaikan besarnya unit pertanggungan dengan kebutuhan yang kita inginkan. Minimal jika si tulang punggung keluarga ini meniggal, kondisi keuangan tetap terjamin hingga beberapa tahun ke depan, hingga kondisi keluarga mandiri.

Nah, itu tadi 3 langkah mudah mengatur keuangan bagi pemula. Jangan lupa untuk selalu memantau kondisi keuangan kita, minimal sebulan sekali.

Membeli asuransi digital melalui FWD MAX

Setelah tahu 3 langkah awal, tahap selanjutnya adalah memilih asuransi yang tepat. Banyak orang yang bingung memilih asuransi. Ada juga nggak punya waktu untuk memilih asuransi yang sesuai? Zaman now tinggal unduh FWD MAX, berbagai fitur asuransi FWD Life lengkap tersedia. FWD MAX menggabungkan gaya hidup dan perlindungan dalam satu aplikasi. Dengan FWD MAX kita bisa mengecek poin dan diskon yang diberikan khusus  kepada nasabah FWD Life yang bisa ditukarkan secara real time di ribuan merchant ternama di Indonesia, caranya cukup gampang, tinggal klik menu ‘Offer’ di dalam aplikasi FWD MAX, selain itu kalian juga bisa lho chatting langsung dengan agen FWD dengan menggunakan fitur Click to Meet.

Nggak  cuma itu, bagi kalian generasi millennial yang memiliki beragam hobi, ‘Passion Story’ yang dimiliki  FWD MAX menjadikan gaya hidup millennial yang dinamis dan penuh warna, menjadi lebih seru dengan tersedianya ragam artikel yang sesuai passion kalian. Informasi unik mulai dari traveling, sport, music hingga kuliner siap memanjakan kita.

Selain itu dengan FWD MAX kita bisa menemukan banyak kemudahan dalam membeli polis asuransi, cukup dengan klik iFWD, membeli polis asuransi menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Hari gini, nggak perlu ribet lagi membeli asuransi. Intinya dengan FWD MAX semua ‘kebaikan’ asuransi terpenuhi. Meskipun pemula dalam hal merencanakan, kita bisa kok mulai mengatur keuangan. Have fun go MAX!

Cara mudah menggunakan FWD MAX

Sudah tau kan fitur-fitur asyik FWD MAX? Supaya kalian nggak bingung menggunakan FWD MAX, ikutin langkah-langkah mudah berikut ini :

  1. Masuk ke Play Store atau App Store kemudian ketik FWD MAX
  2. Klik “install” atau “pasang”
  3. Buka Aplikasi Program FWD MAX
  4. Register dan login FWD MAX
  5. Klik menu login jika sudah pernah mendaftar sebelumnya atau register untuk pertama kalinya. Supaya lebih mudah kalian juga bisa login dengan menggunakan akun Facebook atau Google.
  6. Register akan memilih kalian sebagai salah satu kategori berikut ini :
  7. Fans yang berarti kalian pengunjung yang wajib mengisi user info ke dalam kolom yang tersedia.
  8. Nasabah Individual : kalian wajib menginput nomor polis dan tanggal lahir, OTP (One Time Password) akan dikirim melalui nomor HP yang terdaftar atas nomor polis, masukkan OTP ke dalam program.
  9. Nasabah Corporate : nasabah wajib menginput nomor polis+member ID dan tanggal nomor polis terdaftar, masukan OTP ke dalam program.
  10. Agen : agen menginput kode dan tanggal lahir, OTP akan dikirimkan ke nomor HP agen yang terdaftar, masukan OTP ke dalam program.

Cara mudah menghubungi FWD Life melalui FWD MAX

Jika ingin menghubungi FWD Life kalian tinggal masuk ke menu “Contact” supaya bisa berkomunikasi langsung dengan Customer Care FWD Life yang tersedia melalui saluran berikut ini :

  • Telepom di nomor1500391
  • WA/SMS di nomor 08111893910
  • Atau akun sosial media FWD Life di FB, Twitter, Ig dan Youtube

 

10 Kuliner Tradisional Unik yang Mungkin Belum Pernah Kamu Cicipi

Berburu kuliner tradisional merupakan kegiatan yang mengasyikan. Bagi saya, kuliner tradisional memiliki citarasa yang istimewa jika dibandingkan dengan kuliner modern seperti fastfood. Memang terkadang harus diakui, restoran fastfood lebih unggul dalam menjaga kualitas kebersihan. Tetapi, semua itu tidak membuat saya kapok berburu kuliner tradisional.

Semakin ke pelosok sebuah daerah, terkadang saya justru menemukan makanan yang unik dan enak. Seperti gado-gado contohnya, meskipun hampir di berbagai kota besar makanan ini sering kita jumpai, tapi saya pernah menemukan gado-gado terenak sepanjang sejarah saya. Warung gado-gado tersebut ada di daerah Srowot, Klaten. Tidak punya nama, hanya warung sederhana dan yang menjajakan adalah mbah-mbah yang sudah sepuh. Namun, soal citarasa  sudah pasti nyamleng, saya dan teman saya Fauzan sampai pesan untuk dibungkus ketika selesai makan gado-gado di warungnya. Ohya, saya juga punya list beberapa kuliner tradisional yang barangkali bisa dicicipi saat berkunjung ke daerah tersebut. Ini daftarnya :

1. Soto Ayam Bu Sum

Lain lagi soal soto, makanan ini sangat mudah ditemui. Namun buat saya rasa soto paling otentik dan nyamleng adalah soto yang dimasak langsung dengan anglo (kompor dari tanah liat) dengan bara api arang. Ayamnya pun harus ayam kampung, bukan ayam broiler atau ayam suntikan 28 hari. Saya menemukan soto dengan rasa otentik dan nyamleng ini di Pasar Beringharjo. Memang agak mblusuk ke dalam, tapi rasanya buat saya tak pernah salah dan pasti nyamleng. Selain rasa yang otentik, harganya pun tergolong murah.

Soto ayam Bu Sum, warungnya sederhana di pinggiran Pasar Beringharjo. Semua makanan di sini dimasak langsung dari anglo. Tidak memakai kompor gas maupun minyak, jadi kalau berkunjung ke sini siap-siap aja kebulekan asap.

2. Pecel Wader

Salah satu kuliner favorit saya adalah Pecel Wader. Ikan Wader yang digoreng garing dengan sambal terasi dan lalapan. Rasanya? Saya bisa nambah 2 porsi sekali makan. Pecel Wader maknyus ini adanya di seberang Kolam Segaran, Trowulan, Mojokerto. Ditambah botok dan es temulawak, rasanya bikin ketagihan. Sayangnya Pecel Wader yang fresh begini nggak ada di Jakarta. Kalaupun ada, dijamin Wadernya sudah digoreng dalam bentuk keripik/gereh. Nggak fresh lagi. Buat kalian yang jalan-jalan ke Mojokerto, silakan dicicipi.

pecel wader

3. Sop Matahari

Kalau lagi main ke Solo jangan lupa nyicipin Sop Matahari. Isinya cacahan daging ayam, sayur, serutan wortel, jamur, kacang polong. Rasanya seger! Biasanya menu ini cuma muncul di hajatan. Sekarang banyak yang jual di Solo, karena banyak yang suka. Salah satu yang paling hits adalah Selat Solo Mbak Lies, di situ ada sop matahari. Selain Sop Matahari, ada juga Selat Solo, Sop Manten, Galantine dan nasi liwet.

sop matahari

4. Manuk Enom

Pernah gak sih kalian tertarik dengan sesuatu setelah membaca buku? Saya sih sering, salah satunya makanan ini, dalam Serat Centhini disebutkan daftar kuliner kuno masyarakat Jawa pada saat itu. Nah, salah satu restoran di Jogja, sebut saja Gadri Resto menyediakan kuliner kuno tersebut, ada semur piyik, gudeg manggar dan makanan favorit para raja. Salah satunya yang di tengah itu. Namanya Manuk Enom, puding yang terbuat dari campuran susu dan tape hijau. Uniknya hidangan ini tidak disajikan dengan vla, melainkan emping melinjo sebagai pendampingnya. Rasanya enak dan unik. By the way, salah satu minuman tersebut namanya Pipis Kopyor, entah yang kanan atau kiri, saya lupa.

manuk enom

5. Bubur Lemu

Kalau di Jakarta, salah satu menu andalan sarapan pagi adalah bubur ayam. Di Jawa jarang banget ada bubur ayam, bubur ini namanya Bubur Lemu (gemuk). Isinya bubur yang dibungkus daun pisang, sayur terik tempe, krecek dan telur pindang. Zaman kecil dulu makannya pakai suru (sendok yang dibuat dari daun pisang). Beberapa daerah di Jawa variasi sayurnya berbeda-beda. Ini khas Jogja, beli di emperan pasar Kota Gedhe bareng sahabat yang doyan jajan @muclassy Seporsi sekitar 5K. Rasanya? Udah pasti maknyusss.

bubur lemu

6. Sego Gandul

When you in Pati, Sego Gandul atau nasi gandul ini harus dicoba! Sejarah awalnya dibuat dari daging kerbau, karena untuk menghormati umat Hindu yang tidak mengonsumsi daging sapi. Seiring berjalannya waktu, resepnya dikonversi dengan menggunakan daging sapi. Teksturnya mirip gulai, kuahnya manis gurih, tapi rasanya beda.

sego gandul

Disebut Nasi Gandul karena ada 2 versi. Yang pertama karena zaman dahulu penjualnya menggunakan pikulan, jadi kalau jalan, pikulannya gondal-gandul. Versi yang kedua karena nasi dan kuahnya dialasi daun pisang. Jadi terkesan nggandul atau menggantung di atas daun, tidak menyentuh piring. Seporsi kisaran 15K. Di Jakarta banyak yang jual, di daerah Sabang dan Meruya. Tentu rasanya tak seotentik di daerah asalnya.

7. Gudeg Bu Menor

“Gudeg Bu Menor” sebutan sahabat saya @muclassy karena warung gudeg ini nggak punya nama. Dandannya ibunya memang menor dan sedikit galak. Lokasinya di sebelah utara Tugu. Meski galak, tapi rasa gudegnya dijamin gak kalah sama gudeg Yu J*m. Apalagi liat lauknya yang berlimpah. Bisa kalap dan khilaf mata.

gudeg bu menor

8. Ketupat Blengong

Sejujurnya saya kurang tahu Blengong itu hewan apa, mungkin sejenis unggas karena kalau dilihat dari tampilannya dalam bentuk matang, mirip paha ayam. Ketupat Blengong ini merupakan kuliner khas kota Tegal. Saya suka sekali dengan ketupat blengong, ketupatnya lembut dan kenyal, kuahnya kental, daging blengongnya garing dan gurih. Belum lagi sate jeroannya, potongannya gede-gede. Yang doyan pedas cocok banget sama sate-sate jeroan ini.

ketupat blengong

Salah satu warung ketupat blengong favorit saya terletak di sebuah tanah lapang, dikelilingi ilalang-ilalang yang cukup tinggi. Jujur saya nggak tahu nama warungnya, bulek saya yang pertama kali ngajak makan ketupat blengong di warung ini. Rasanya maknyus banget, apalagi makannya waktu sore hari, saat matahari sedang angslup, suasananya jadi romantis.

9. Gudeg Ceker Bu Kasno

Boleh dibilang ini adalah gudeg ceker paling hits di kota Solo. Bukannya jam 1 malam sampai subuh, jadi kalau makan di tempat ini berasa sedang sahur atau harus niat banget buat begadang. Rasa gudegnya nggak terlalu manis seperti gudeg Jogja, justru cenderung gurih dan asin, kulit cekernya juga empuk dan gampang dikelupas.

Sewaktu ke sini, pas banget jam sekitar jam 4 subuh, turun dari kereta api langsung mampir sebelum pindah ke Jogja. Meskipun subuh tapi tetap ramai pengunjung, pilihan lauknnya ada telur pindang, ayam, sambal goreng krecek dan tahu-tempe bacem. Diijamin sih bakal habis dalam sekejap.

10. Teh Gula Batu Angkringan Suparjo

Memang, salah satu kelemahan saya adalah mengingat nama, entah itu nama orang atau tempat. Begitu juga dengan nama angkringan ini, angkringan Suparjo, banyak orang juga menyebutnya angkringan Karjo atau Sukarjo, entahlah nama tepatnya. Angkringan ini boleh dibilang salah satu angkringan paling hits di Jogja. Letaknya stratetegis di tengah-tengah kota, tidak seperti kebanyakan angkringan yang cuma gerobakan di emperan toko atau jalan, angkringan ini memiliki lahan luas. Ada tempat parkirnya juga.

teh angkringan sukarjo

Begitu masuk, kita langsung disuguhi bermacam-macam jajanan : nasi kucing, deretan tumis-tumisan sayur, tahu, tempe, tahu bakso, berbagai macam sate dan lauk lainnya. Yang paling saya suka dari angkringan ini adalah menu tehnya yang sangat njawani atau istilahnya Nasgitel (panas, legi/manis, kentel), dengan seduhan teh yang dipisah dengan gula batu. Rasanya? Coba sendiri deh.

Nah, dari 10 kuliner tradisional di atas, kalian pernah mencicipi yang mana? Tulis komentarmu ya.

nyamleng : maknyus/enak

kebulekan : terpapar asap

angslup : tenggelam

 

5 Resolusi Ringan untuk Tahun 2018

    DCIM299MEDIA

Tahun 2017 segera berlalu, tahun 2018 akan menyambut kita. Banyak hal di tahun 2017 yang selayaknya saya syukuri, meskipun hidup terkadang memberikan kita banyak ‘kejutan’. Namun, semua itu buat saya adalah anugerah dari Tuhan, supaya saya selalu ingat kepada-Nya. Di akhir tahun 2017, seperti kebanyakan manusia lainnya, saya selalu membuat resolusi di setiap akhir tahun.

Resolusi tahunan buat saya, semacam garis besar yang akan memandu saya untuk mengejar target-target dalam setahun ke depan. Saya menyadari ketika membuat resolusi tahunan, daftar yang saya buat bisa sangat detail. Lengkap dengan waktu, target, serta strategi pencapaian.  Mungkin bisa dibilang perfeksionis.

Di akhir tahun 2017 ini banyak ‘kejutan’ buat saya, yang akhirnya saya sadari, tidak semua hal dalam kehidupan bisa berjalan 100% sesuai dengan apa yang saya ingin capai. Saya diberi anugerah oleh Tuhan untuk membuat jeda dalam kehidupan. Rutinitas kegiatan dan kurangnya rasa syukur untuk menjaga kesehatan yang sudah diberikan-Nya selama bertahun-tahun, membuat badan saya ambruk dan mengharuskan saya untuk beristirahat selama beberapa waktu.

Saya lupa, saking sibuknya mengejar resolusi tahunan, saya tidak mengimbangi dengan pola hidup sehat. Pola makan saya berantakan, istirahat kurang teratur, sering pulang malam dan jarang berolah raga. Tuhan menegur saya dengan cara-Nya. Bahwa keseimbangan dalam hidup itu penting, tubuh punya hak untuk beristirahat. Tubuh punya hak untuk diberi asupan yang baik dan halal. Tubuh punya hak untuk dilatih supaya tetap kuat. Saya ingat, saat lagi senang-senangnya mengejar resolusi traveling, saya ambruk di tengah perjalanan. Itulah akibatnya kalau kita lupa memenuhi hak tubuh.

Selama dalam masa pemulihan, saya harus bedrest dan tidak diijinkan untuk beraktifitas berat seperti pergi ke luar kota, naik gunung, trekking dan sejenisnya. Saya akui meninggalkan sementara hobi yang saya suka memang berat. Rasa rindu akan keindahan alam, suara deburan ombak, harum tanah pegunungan selepas hujan dan keramahan budaya penduduk lokal begitu menggebu. Saya iri melihat teman-teman yang dianugerahi kesehatan dan bisa traveling ke sana-sini, sementara saya hanya bisa berbaring di tempat tidur.

Di sisi lain tahun 2017 memberikan saya banyak hadiah manis. Beberapa pencapaian resolusi yang saya buat di akhir tahun 2016 begitu membahagiakan. Buat saya resolusi tahunan itu sangat penting, memang benar Tuhan Maha Pengatur segalanya, namun Tuhan tidak ikut bertanggung jawab secara detail dengan apa yang kita lakukan, Dia hanya akan menunjukkan jalan jika kita salah.

Di tahun 2018, saya tidak akan banyak membuat resolusi seperti tahun-tahun sebelumnya. Juga tidak akan mendetail. Saya ingin 2018 target lebih simpel, ringan dan aplikatif, sesuai dengan kondisi tubuh saya yang masih dalam masa pemulihan. Saya hanya akan membuat 5 resolusi.

  1. Hidup sehat

Bicara kesehatan di kala tubuh sedang bugar seperti membicarakan hal tabu, namun jika sudah merasakan betapa sakit itu mahal dan kesehatan adalah rezeki yang sangat berharga, baru kita akan menyadari. Saya akan mulai (lebih tepatnya sudah dimulai dari saat ini sih) mengonsumsi makanan sehat, no fried food, junk food dan sejenisnya. Jika sudah pulih total, saya akan mulai berolah raga kembali. Istirahat yang cukup dan teratur akan menjadi bagian hidup saya.

  1. Berat badan 70 Kg

Menyedihkan memang memiliki tubuh ectomorph seperti saya. Susah sekali untuk gemuk, orang ectomorph sangat boros kalori. Untuk mengimbangi metabolisme yang tinggi dibutuhkan asupan kalori yang lebih banyak daripada mereka yang berbadan endomorph maupun mesomorph. Daftar menu makanan pun sudah saya susun.

  1. Belajar bermain biola

Kenapa biola? Entahlah, karena penasaran sewaktu iseng diajari teman main biola. Dari situ saya langsung tertarik. Saya memang menyukai hal-hal baru yang membuat tertantang. Seperti halnya dulu sewaktu ingin bisa main gamelan. Saya akan serius belajar dan disiplin. Alhamdulillah, biolanya pun sudah terbeli akhir tahun ini. Insha Allah awal tahun 2018 sudah bisa belajar rutin.

  1. Umroh

Ini sebenarnya resolusi yang sudah lama saya buat. Karena banyak hal jadi tertunda dan belum tercapai hingga sekarang. Mohon doanya semoga 2018 bisa segera tercapai. Amin

  1. Mulai traveling lagi

Selama masa pemulihan, saya memang tidak diijinkan melakukan aktivitas berat, termasuk bepergian jauh, harus lebih banyak beristirahat. Termasuk kegiatan traveling yang menjadi hobi saya selama ini. Insha Allah jika sudah pulih total, saya ingin memulai traveling lagi dengan sahabat dan teman-teman.

Dari 5 resolusi di atas, ada satu hal yang ingin saya tekankan. Sesempurna dan sebagus apapun sebuah resolusi, semua itu tidak akan tercapai jika kita sakit. Tetap resolusi utama saya di tahun 2018 adalah menjaga kesehatan. Jangan pernah tunggu hingga sakit untuk menyadari bahwa sehat itu rezeki mahal yang tidak terlihat. Selama masa pemulihan, saya sangat terbantu Theragran-M vitamin ini bagus untuk mempercepat masa penyembuhan. Selama ini saya selalu berprinsip, kalau sakit jangan lama-lama. Selain mengonsumsi obat-obatan yang diberikan dokter, saya juga mengonsumsi suplemen tambahan.

Itulah 5 resolusi ringan yang saya buat untuk tahun 2018. Apa resolusi kalian di tahun 2018? Semoga semesta ikut mengaminkan.

 

Staycation di Guesthouse, Liburan Seru yang Makin Hits

Libur long weekend akhir tahun sudah tiba, bingung mau ke mana? Berhubung saya sedang dalam masa pemulihan, jadi memang tidak bisa pergi jauh. Tapi kalau hanya menghabiskan 4 hari libur di kamar, pastinya bakalan boring. Akhirnya, saya memutuskan untuk staycation 3D2N di Maharani Guesthouse. Lokasinya masih di Jakarta Selatan. Tepatnya di Jl. Kebon Baru 2 no 8 Tebet. Dekat dengan stasiun Cawang dan tempat nongkrong di sekitaran Tebet.

Staycation ngapain aja sih? Begini, berhubung saya cuma pengen leyeh-leyeh dan nggak mau beraktivitas berat, maka saya putuskan mengisi staycation dengan baca buku, ngeteh, nulis blog, chit-chat bareng teman dan tiduran. Maklum kondisi tubuh sedang dalam masa pemulihan. Jadi saya benar-benar menghindari aktivitas berat seperti pergi ke luar kota.

Maharani Guesthouse, tempat saya menginap ini awalnya memang rumah tinggal. Berada di komplek perumahan di kawasan Tebet. Jadi akses transportasinya tergolong gampang, dekat ke mana-mana. Dari stasiun Cawang maupun dari jalan MT Haryono. Maharani Guesthouse mempunyai 5 kamar tidur dengan ukuran dan fasilitas yang berbeda-beda. 3 kamar di lantai bawah mempunyai fasilistas deluxe yang cukup lumayan dengan kamar mandi di dalam. Ruangan ber-AC dengan pilihan tempat tidur berkapasitas 2 hingga 6 orang dengan tambahan extra bed.

Saya menghabiskan 3 hari 2 malam di Maharani Guesthouse. Lumayan untuk memulihkan badan setelah sakit. Meghabiskan staycation dengan membaca buku, ngeteh sore-sore sambil ngobrol bareng teman-teman menjadi kegiatan menyenangkan buat saya. Dan tentunya tidak membutuhkan budget besar untuk liburan akhir tahun.

chit-chat sambil ngerjain tugas bareng teman-teman membuat staycation makin seru

Fasilitas Maharani Guesthouse ini cukup lengkap. Disediakan sarapan pagi, air minum dan air hangat untuk mandi (khusus untuk kamar suite). Selain itu juga di lantai 2 dilengkapi dengan meeting room. Di lantai 1 terdapat co-working space yang bisa digunakan untuk bekerja. Bean bag, sofa dan kasur lipat di area tv bisa jadi tempat leyeh-leyeh yang menyenangkan. Buat yang muslim jangan kawatir untuk beribadah. Di lantai 1 tersedia musola, jika ingin solat berjamaah di masjid tinggal keluar lewat taman, di sana ada ‘pintu rahasia’ yang menghubungkan guesthouse langsung dengan masjid milik warga.

Taman di belakang guesthouse ini bisa dipakai loh untuk barbeque party. Jadi kalau lagi kumpul sama teman-teman buat ngerayain ultah bisa juga dengan pesta barbeque. Wiiih, makin seru kan? Fasilitas lain seperti dapur, ruang makan, parkir serta toilet juga memadai. Ada 3 toilet, jadi gak usah takut buat ngantri.

leyeh-leyeh sambil baca di ruang tv

By the way, ngomongin liburan dengan konsep staycation memang lagi hits belakangan ini. Selain menjadi alternatif liburan yang murah meriah, bisa juga menjadi ajang reunian bareng teman-teman. Gak perlu jauh-jauh ke luar kota, di dalam kota pun juga asyik.  Staycation sambil ngobrolin proyek bareng teman juga seru kok, dijamin liburan kalian makin berfaedah.

Etika menggunakan fasilitas guesthouse

Staycation dengan budget murah di guesthouse memang seru, namun jangan lupa perhatikan etika menggunakan fasilitas guesthouse. Guesthouse bukan hotel, jadi jangan harap kita akan dilayani seperti layaknya menginap di hotel. Semua fasilitas serba self service, setelah menggunakan fasilitas seperti alat makan, peralatan dapur, kabel colokan, meja kerja dan lain sebagainya. Jangan lupa untuk dicuci dan dibereskan kembali ke tempat semula. Fasilitas tersebut akan digunakan oleh tamu lain, jangan biarkan mereka menggunakan alat bekas pakai kita yang masih kotor dan berantakan.

Ingat setiap guesthouse mempunyai peraturan yang berbeda-beda. Jangan bertindak asusila ketika  staycation, jika ada larangan untuk merokok, patuhi, namun jika masih ingin tetap merokok tanyakan pada petugas di ruang mana yang bebas merokok.

Ketika memilih kamar tipe bunkbed kita akan berbagi ruang dengan tamu lain, pastikan untuk menjaga sopan santun, jangan berisik atau menyalakan lampu utama ketika semua tamu sedang tidur, jika masih ingin beraktivitas gunakan lampu kecil di samping tempat tidur (sayangnya di Maharani Guesthouse belum ada). Alternatifnya kita bisa menggunakan lampu senter dari hp. Atau jika memang ada tamu lain ingin menggunakan lampu utama dan kita ingin beristirahat, gunakan tutup mata untuk tidur. Kalau ingin mendengarkan musik gunakan headset. Saling jaga privasi untuk tidak ‘kepo’ dengan aktivitas tamu lain.

Gunakan toilet sesuai etika kebersihan, jangan pernah meninggalkan jejak, tissue ataupun sampah di dalam kloset. Pastikan sebelum keluar, tamu lain akan nyaman menggunakan toilet setelah kita.

Nah, itulah beberapa aturan tidak tertulis ketika menginap di sebuah guesthouse. Ingat ya attitude kita adalah cerminan siapa kita. Selamat berlibur dan menikmati staycation.

Maharani Guesthouse

Jl. Kebon Baru II No 8, Tebet, Jakarta Selatan

Phone : 0852-2649-5070

 

Cegah Diabetes Dengan 3 Hal Berikut

“Diabetes adalah ibu dari segala penyakit tidak menular..”

Saat mengikuti simposium hari diabetes sedunia, saya baru sadar kalau diabetes itu adalah pangkal dari semua penyakit tidak menular. Saya suka banget makanan dan minuman yang manis-manis, es krim, kue, teh pokoknya yang serba manis saya suka. Saat mengikuti simposium ini, saya jadi ngeri dengan kadar gula di dalam tubuh saya. Akhirnya saya ikut pemeriksaan gula darah yang ada di lokasi simposium. Hasilnya, alhamdulillah gula darah saya masih normal : 97.

Berkaca dari acara simposium tersebut, saya menyimak dengan serius bagaimana cara kita mencegah diabetes sejak dini. Ini gak boleh disepelekan, karena begitu kita terkena diabetes, dampaknya penyakit lain akan mudah masuk ke dalam tubuh kita.

Ada 3 cara sederhana untuk mencegah diabetes, saya yakin semua orang bisa melakukannya.

  1. Mulailah mengonsumsi makanan dan minuman yang sehat

Obesitas adalah salah satu penyebab diabetes, kurangi makanan yang banyak mengandung karbohidrat, hindari mengonsumsi gula yang berlebihan. Utamakan makanan yang rendah kalori seperti sayuran dan buah, kacang-kacangan dan biji-bijian. Jika masih ingin mengonsumsi karbohidrat, bisa diganti dengan gandum. Melakukan diet secara sehat juga bisa mencegah diabetes.

      2. Rajin berolahraga

Hidup di kota besar seringkali membuat kita malas untuk berolahraga. Ini menjadi momok bagi kaum urban yang tingkat kesibukannya tinggi. Sebenarnya kita bisa melakukan olahraga ringan sambil melakukan aktivitas rutin seperti : Gunakan tangga untuk naik ke lantai kantor atau rumah, sering-seringlah menggunakan transportasi umum seperti Transjakarta, karena mau tidak mau kita harus berjalan kaki untuk menuju halte. Selain itu kita juga masih bisa mengikuti klub kebugaran yang ada di sekitar rumah maupun kantor. Olahraga lain seperti : Lari, bersepeda, berenang, senam aerobik juga bisa membantu mencegah diabetes

     3. Berhenti merokok dan mengonsumsi alkohol

Rutin merokok dan mengonsumsi alkohol, bisa menjadi penyebab meningkatnya risiko diabetes. Perokok mempunyai risiko lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok. Mulailah hidup sehat dengan berhenti merokok. Batasi konsumsi alkohol, Gantilah dengan mengonsumsi air putih minimal 1 liter per hari. Ini bisa membantu mencegah diabetes.

Nah, mudah kan untuk mencegah diabetes sejak dini, ingat loh kesehatan itu sangat mahal. Jaga kesehatan dengan 3 cara sederhana di atas. Jangan lupa untuk selalu melakukan pengecekan gula darah secara rutin. Kurangi camilan yang tidak sehat, ganti dengan camilan yang mengandung serat tinggi agar perut kita merasa kenyang lebih lama.

 

Konser Sheila on 7 dan 5UPER GROUP Manjakan Generasi 90an

Menikmati konser musik hidup adalah pengalaman yang menyenangkan buat saya. Sebagai generasi 90an alias generasi millenial yang menikmati hidup di zaman kekinian, adalah hal yang lumrah untuk menonton musik dari laman youtube. Tapi buat saya konser musik hidup, jauh lebih seru jika dibandingkan dengan nonton langsung dari youtube.

Seolah mengobati kerinduan saya dengan musik-musik yang berjaya di tahun 90an, Selasa [21/11] di Jakarta Convention Center sebuah konser musik hidup bertema 5UPER GROUP sukses digelar. 5 band papan atas yang sudah berkiprah selama 20 tahun di dunia musik lndonesia berhasil membuat ribuan penonton di JCC berjingkrak-jingkrak.

5 band terbaik yang dimiliki lndonesia tersebut adalah God Bless, Krakatau, Gigi, Kahitna dan Sheila on 7. Masing-masing grup band tersebut membawakan 5-7 lagu favoritnya. Sebagai penikmat musik tahun 90an, tentunya ini obat mujarab untuk kembali bernostalgia.

Mulai pukul 5 sore, ribuan penonton sudah mengantri di depan gate JCC, termasuk saya dan teman-teman. Tak sabar rasanya menunggu, sementara konser sendiri dijadwalkan mulai pada pukul 08.00 wib. Begitu masuk saya mencoba menikmati beberapa stand pendukung acara. Mulai dari live band, coffee corner sampai booth foto.

Salah satu hal yang paling seru bagi saya dan teman-teman adalah mencoba foto experience 360 di sebuah booth. Pose foto yang sedang hits di instagram ini menampilkan pose foto 360 derajat. Bolehlah selera musik tahun 90an, tapi kita harus tetap menikmati momen zaman now.

Konsep background foto sendiri dibuat colorful seperti poster-poster tahun 90an. Tapi tetap dengan nuansa modern dan kekinian. Seru banget deh!

Puas berfoto, saya dan teman-teman langsung menuju tribun A. Sambil asik menunggu konser dimulai, saya browsing lirik lagu yang bisa dibuat jejingkrakan nanti.

Tepat pukul 20.30 lampu mulai dipadamkan, memang agak molor setengah jam dari waktu yang dijadwalkan. Namun tetap tak mengurangi semangat saya dan teman-teman. Ahmad Albar muncul dengan lagu pembuka Panggung Sandiwara, kemudian dilanjutkan dengan lagu-lagu andalan dari grup band God Bless. Meski usianya sudah tak muda lagi, namun power dan suara Ahmad Albar patut diacungi jempol.

Sejujurnya dari 5 grup band yang ditampilkan, hanya God Bless dan Krakatau yang kurang familiar buat saya. Maklum 2 grup band tersebut salah satunya lahir saat bapak-ibu saya masih muda, dan tentu saja saya belum lahir. Namun musik-musiknya cukup membuat saya terhibur.

Setelah penampilan Ahmad Albar dengan God Bless-nya, Gigi tampil memukau dengan lagu Terbang. Saya yang pada awalnya diam, kini mulai sedikit jingkrak-jingkrk mengikuti beat lagu Terbang. Beberapa lagu yang pernah hits seperti : Jomblo, 11 Januari, Nirwana dan beberapa lagu lainnya sukses dibawakan Armand Maulana. Suaranya masih khas dan enerjik.

Dari tengah tribun penonton, tiba-tiba Tri Utami muncul dengan kostum berwarna hitam-merah. Rambutnya panjang dan pirang, awalnya saya kurang mengenali penampilan baru Tri Utami. Penampilannya dalam konser tersebut cukup membuat saya pangling, dengan sepatu boots hitam tinggi membuat dia terlihat lebih maskulin dan powerful sebagai lady rocker tahun 90an

Kahitna mengawali penampilannya dengan membawakan lagu Takkan Terganti, kemudian berturut-turut Cantik, Cerita Cinta. Hedy Yunus, Mario Ginandjar dan Carlo Saba sukses membuat penonton baper. Konser makin romantis tatkala lampu dimatikan dan penonton diminta menyalakan lampu gawai.

Sebagai penampil pamungkas, Sheila on 7 mengawali penampilannya dengan lagu Jadikan Aku Pacarmu, kemudian disusul Dan, Kita, Melompat Lebih Tinggi, Seberapa Pantas hingga Itu Aku. Suasana makin panas dengan tatkala Sheila on 7 membawakan lagu terakhir Kisah Klasik untuk Masa Depan. Kepuasan kami belum reda karena di sesi terakhir semua pendukung konser tampil bersama.

Dukungan penuh FWD Life Indonesia untuk Industri Kreatif

Sejalan dengan program yang dicanangkan pemerintah, FWD Life Indonesia mendukung penuh konser 5UPER GROUP ini. Industri musik sebagai salah satu pilar ekonomi kreatif memang selayaknya kembangkan. Dari hasil survey, 5 passion yang diminati masyarakat Indonesia mulai dari musik, kuliner, fashion, traveling hingga sport, FWD Life mendukung penuh kelima passion tersebut.

Salah satu dukungan yang diberikan oleh FWD Life dalam konser tersebut adalah, asuransi bagi seluruh penonton dan pendukung acara yang berlaku selama 24 jam penuh. Jadi semua pihak yang terlibat dalam konser 5UPER GROUP tak perlu kawatir selama konser tersebut berlangsung.


Suksesnya konser 5UPER GROUP menjadi tolok ukur untuk konser-konser 5UPER GROUP berikutnya, bocorannya sih tahun depan bakalan dibuat konser 5 diva. Siapa saja mereka? Tunggu saja tahun depan. Semoga.