Suntuk? Liburan Murah Aja ke Bandung

“Duh, sumpek banget ya Jakarta, pengen kabur sejenak deh kayaknya,”  kalimat itu sering banget saya ucapin kalau udah bosan banget sama aktivitas di ibukota. Maklum ya, sebagai orang yang masih menjemput rezeki from nine to five plus-plus, yang namanya liburan di luar kota seperti saya, kok rasanya wajib banget.

Nggak usah jauh-jauh juga sih, yang penting otak bisa segar lagi balik liburan. Btw, Happy New Year 2019, masih awal tahun, kan? Semoga di tahun baru, rezeki makin berlimpah, amin. Gimana liburan tahun barunya? Masih pengen diperpanjang? Uhuhu saya juga mau. 😀

Kegiatan masih sepi kan, di awal tahun?

Bersyukur deh, buat yang masih sepi. Saya mah, teteup. :D. Pas di meja kantor, kalau lagi sepi kegiatan yang paling seru buat saya adalah lingkarin kalender. Apalagi kalau bukan nyari tanggal merah, terus belakangan ini tiba-tiba kepikiran banget pengen ke Bandung. Tumbenan amat, ya?

kuote yang bikin kangen bandung

Ngomongin Bandung, kan, nggak jauh banget dari Jakarta. Seringnya kalau ke Bandung itu nebeng mobil sama teman. Kalau nggak ya naik travel atau bus, yang paling cepat sih naik kereta. Eh, bisa juga sih pakai pesawat, tapi kan? You know-lah, mahal dan pe-er banget ke bandaranya.

Saya pengen banget ke Bandung nyobain transportasi lain. Yang belum pernah dicoba sih xtrans shuttle.

Terus, ke Bandung mau ngapain? Incaran saya sih tiga kegiatan di bawah ini:

Jalan-jalan di Braga

Sebenarnya nggak ada tujuan yang adventurous banget di Bandung. Seperti halnya Yogyakarta, Bandung buat saya sekadar tempat untuk melepas penat. Jalan-jalan santai di sekitaran jalan Braga merupakan kegiatan yang asik. Apalagi sejak ada program Braga Culinary Night sejak 2014 lalu.

Boleh dibilang, jalan Braga yang merupakan jalan hits di Bandung ini, seperti Malioboro-nya Jogja. Saya pengen menikmati suasanan malam di Braga. Menikmati pemandangan dan hilir mudik traveler dari luar kota Bandung. Sesederhana itu? Iya, buat saya menikmati bangunan tua di kiri kanan jalan Braga adalah kegiatan yang mengasyikan. Toh, jalan ini hidup dan nggak pernah sepi selama 24 jam. Rasanya nggak sabar jalan-jalan ke Jalan Braga buat menikmati keramaian dan sejumlah wisata di dalamnya.

ramainya bandung beda sama jakarta

Ngopi atau Ngeteh di Dago Pakar

Sebenarnya saya kurang menyukai kopi. Tapi entah kenapa kalau ke Bandung, rasanya pengen banget ngopi-ngopi, sesekali aja. Atau kalau nggak, ngeteh juga boleh. Suasana Dago Pakar yang sejuk kayaknya cocok buat ngopi atau ngeteh di sore menjelang malam.

Apalagi di bawah pohon pinus sambil liatin pemandangan. Pokoknya wajib banget ini kalau kabur ke Bandung. Nggak boleh kelewatan kalau nongkrong di Bandung.

kafe di bandung lucu-lucu, nggak kalah sama jakarta

Ngicipin Kuliner Sunda

Nyari makanan Sunda di Jakarta emang banyak sih. Tapi kan, makan masakan Sunda di daerah asal, rasanya pasti nggak pernah salah. Nasi tutug oncom, nasi liwet atau nasi bakar. Ditambah lagi dengan gurame goreng dan berbagai jenis pepes. Duh, saya nulis ini kok jadi ngiler sambil ngebayangin. Apalagi terakhir ke Bandung malah nggak sempat kulineran masakan Sunda.

terakhir ke bandung malah makan soto betawi

Awal tahun gini seru ya kalau bisa kabur buat relaksasi. Apalagi saya akhir tahun kemarin masih nguli, nggak kebagian deh itu yang namanya long weekend. Libur cuma pas tahun baru aja, itupun masih lembur di kantor malamnya.

Pokoknya tiga keinginan sederhana di atas cukuplah buat ngilangin stres. Semoga dalam waktu dekat ini bisa segera kabur ke Bandung. Lagian juga nggak terlalu mahal, kan? Kuy, ke Bandung!

Kilas Balik 2018 dan Resolusi untuk 2019

Tahun 2018, baru saja berlalu. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, saya membuat beberapa resolusi dan mengevaluasi target-target yang saya buat di 2018. Memang sih, awal tahun kemarin saya nggak banyak membuat resolusi. Maklum, pas banget akhir tahun 2017 ngedrop. So, prioritas saya saat itu cuma pengen sehat dulu. Selebihnya, hanya membuat lima resolusi ringan.

Alhamdulillah, saya bisa kembali sehat dan bisa mengejar semua resolusi yang saya buat. Di tahun ini pula saya banyak mendapatkan kejutan manis. Ya, meskipun nggak semua resolusi yang saya buat tercapai, tapi setidaknya hampir 95 persen tercapai.

umrah adalah resolusi terbesar saya di 2018

Di awal tahun, belajar instrumen biola menjadi salah satu resolusi yang saya tulis. Alasannya simpel, karena alat musik yang satu ini memang menantang untuk dipelajari. Tapi sayang, saya hanya sempat mencicipi selama tiga bulan. Maklum, setelah sembuh dari sakit, saya kembali sok sibuk. Dan jadwal latian biola yang ngepas banget tiap wiken jadi terbengkalai.

Di sisi lain, saya sangat bersyukur karena pada bulan Mei lalu, salah satu resolusi terbesar saya tercapai. Yaitu mengunjungi Baitullah untuk menunaikan ibadah umrah. Ini adalah perjalanan spiritual yang saya impikan dari dulu. Bersyukur ketika di akhir tahun menuliskan resolusi tersebut, Allah SWT mengabulkan keinginan saya.

Resolusi lain yang saya buat pada awal tahun kemarin adalah menaikkan berat badan 70kg, puji syukur, akhir tahun ini targetnya terlampaui. Dari 54kg (saat sakit) menjadi 73kg, naik sekitar 19kg dalam kurun waktu satu tahun. Bersyukur banget dengan pencapaian yang satu ini, karena biasanya berat saya dari dulu sekitar 63-65kg.

Resolusi ringan lainnya adalah hidup sehat dengan menjaga makanan dan berolahraga. Selain itu, saya juga ingin traveling. Mulai dari naik gunung, main ke pantai, maupun ke liburan ke pulau-pulau. Alhamdulillah bisa saya lakukan semua.

traveling adalah hadiah untuk diri sendiri

Selain beberapa resolusi yang sudah tercapai, saya juga banyak mendapatkan kejutan-kejutan lain. Salah satunya adalah tahun ini saya bisa menulis dua buah buku sekaligus. Menulis buku adalah salah satu impian dan masuk bucket list yang harus direalisasikan. Alhamdulillah dua naskah buku saya bisa diterbitkan.

salah satu buku saya terbit di tahun ini, alhamdulillah

Di sisi lain, saya juga bersyukur bisa mengembangkan hobi bermain gamelan. Meskipun bukan seniman murni, tapi saya bisa tampil bermain gamelan di berbagai acara. Mulai dari pernikahan, opening perusahaan, penyambutan tamu-tamu asing, pentas mandiri dan lain sebagainya.

blessings in disguise bisa pentas gamelan di berbagai event

Intinya, saya bersyukur telah melewati 2018 dengan banyak nikmat yang nggak bisa dihitung. Saya yakin, ketika kita menuliskan keinginan atau mimpi-mimpi yang ingin kita wujudkan, mimpi tersebut akan lebih mudah dicapai.

Resolusi untuk 2019

Tahun 2019, banyak banget ide berlarian di kepala. Untuk menjaga supaya ide-ide yang kadang muncul secara random dan sporadis di kepala, saya membuat buku kecil yang saya namakan Buku Ide 2109. Receh banget, ya? Mungkin menurut orang lain seperti itu. Namun, buat saya Buku Ide 2019 sangat membantu saya untuk menabung ide-ide yang ingin direalisasikan.

Beberapa ide yang ingin saya realisasikan di tahun 2019 adalah ingin membuat perform lintas komunitas. Dengan mengawinkan pentas gamelan, sastra (puisi), tari, dan stand up comedy.

Mengapa?

Saya ingin banget mengenalkan generasi muda, bahwa gamelan itu bisa dinikmati oleh semua kalangan. Tidak hanya untuk orang-orang sepuh dan generasi baby boomers.

Selain itu, di tahun 2019 ini saya punya target untuk membaca buku sebulan 2-4 kali. Timbunan buku yang ada di rak sudah mulai memanggil. Semangat membeli, ternyata lebih besar daripada semangat membaca. So, tahun ini saya berkomitmen untuk lebih banyak membaca buku dibanding tahun sebelumnya.

Wishlist lainnya adalah bisa traveling ke Jepang, Toraja, Wai Rebo. Syukur-syukur bisa menginjakkan kaki ke benua biru Eropa. Amin.

Yah, yang namanya rezeki kan nggak ada yang tau. Siapa tau dapat rezeki nomplok bisa traveling ke Yurep. Ditulis aja dulu, seperti halnya pepatah: “When there is a will there is a way”, setuju, nggak? Saya sih setuju banget.

Memulai hidup sehat dengan memperhatikan pola makan dan berolah raga juga menjadi resolusi saya di tahun 2019. Mulai lagi food combining yang pernah saya lakukan di tahun 2013.

Resolusi keuangan juga saya masukkan di tahun 2019. Belajar lagi untuk meningkatkan aset dan investasi. Selain itu saya juga ingin memperhatikan aspek proteksi, salah satunya adalah dengan melengkapi resolusi keuangan dengan asuransi.

Dari beragam produk asuransi, salah satu asuransi yang cocok untuk milenial seperti saya adalah asuransi HappyOne dari Astra. Asuransi ini menawarkan beragam produk yang terjangkau bagi milenial. Mulai dari HappyMe (asuransi kecelakaan diri), HappyTrip (asuransi perjalanan), HappyEdu (asuransi perlindungan/santunan pendidikan), dan HappyHome (asuransi kebakaran).

Mengapa pilih HappyOne?

Alasannya simpel sih, tarif asuransi ini cukup terjangkau bagi kantong milenial. Dengan perlindungan yang maksimal pastinya akan melengkapi resolusi 2019 semakin mantul.

Oke, segitu aja kilas balik 2018 dan resolusi untuk 2019. Anyway, selamat tahun baru 2019. Semoga di tahun ini kita makin optimis untuk menyongsong masa depan. Amin.

 

Museum di Tengah Kebun, Koleksi Pribadi yang Dilindungi


ruang tamu museum tengah kebun

Matahari belum terlalu tinggi, ketika saya menginjakkan kaki di depan sebuah gerbang rumah dengan ornamen kayu yang sangat khas. Ya, ini adalah kali ke-3 saya mengunjungi Museum di Tengah Kebun yang berlokasi di daerah Kemang. Dari arah pintu gerbang saya menyusuri jalan setapak sepanjang kurang lebih 40 meter menuju sebuah teras dengan pintu kayu dari abad ke-10.

Di sisi kanan kirinya terdapat soko guru (tiang) yang berhiaskan topeng-topeng kayu dari abad 18-an akhir. Di depan kuncung (teras luar untuk drop off tamu) pada bagian tengahnya terdapat sebuah patung Dwarapala. Bila kita sering mengunjungi rumah joglo atau berasitektur Jawa, tentu sering melihat dua buah arca yang berada di bagian kanan dan kiri gerbang. Ya, arca tersebut bernama Dwarapala.

Mengapa di Museum Tengah Kebun ini arcanya berjumlah satu?

Ternyata, sang pemilik museum Bapak Sjahrial Djalil menghendaki semua koleksinya harus asli dan autentik. Arca Dwarapala yang merupakan koleksi Museum di Tengah Kebun merupakan arca asli dan tidak memiliki kembaran.

Begitu masuk ke dalam ruangan pertama, mata saya langsung disuguhkan dengan ruang Loro Blonyo. Ikon di ruang tersebut merupakan sepasang patung pengantin Jawa yang terbuat dari kayu dari abad 19-an. Di tengah ruang, terdapat sebuah patung Buddha yang terbuat dari perunggu.

Menuju ruang makan, sebuah meja dari kayu abad ke 18-an yang berasal dari Denmark menjadi penanda utama ruang Dewi Sri. Peralatan makan yang terbuat dari kayu disusun rapi dengan jarak yang sama. “Beliau masih menggunakan ruang makan ini, bisa dilihat tatanan piring, gelas, sendok, pisau dan berbagai peralatan lainnya masih tersedia lengkap,” ungkap Afifah, sang tour guide dari Museum di Tengah Kebun.

Berseberangan dengan meja makan, deretan wayang golek tampak berjejer rapi. Sebuah kaca besar diletakkan di belakang barisan wayang. Salah satu sisi dindingnya dihiasi lukisan-lukisan dan stupa kecil yang terbuat dari batu.

Begitu keluar dari ruang makan, saya diantar Afifah menuju ke ruangan berikutnya. Akses yang menuju ruang kerja tersebut dibatasi oleh sebuah “pringgitan”. Mata saya langsung tertuju pada sesosok patung wanita dengan ukiran halus. Nandiswara, salah satu arca tercantik dan terhalus yang pernah saya lihat. Ia berdiri di sebelah kiri pintu masuk.

Menurut informasi dari tour guide, Nandiswara ditemukan di daerah Kedu era Mataram Kuno.  Dari sini saya dibawa Afifah menjelajahi ruangan demi ruangan. Ratusan artefak disusun secara estetis, tidak seperti pada umumnya sebuah museum. Mulai dari peninggalan-peninggalan sebelum masehi hingga buku asli milik sufi kenamaan Jalaludin Rumi.

ruang tidur dan koleksi artefak yang ternilai

Museum di Tengah Kebun menurut saya adalah salah satu museum terbaik yang pernah saya kunjungi. Meskipun sebenarnya ini merupakan  rumah pribadi dari Bapak Sjarial Djalil, tetapi dikelola dengan sangat baik dan professional.

Sepulangnya dari museum, saya jadi berpikir jika terjadi hal-hal buruk (semoga tidak pernah) misalnya kebakaran, kehilangan, pencurian atau berbagai kejadian merugikan lainnya, saya yakin Bapak Sjahrial Djalil telah mengantisipasinya dengan berbagai perlindungan termasuk asuransi. Asuransi adalah hal yang mutlak diperlukan untuk melindungi koleksinya yang begitu luar biasa dan tak ternilai.

kuncung, area teras untuk drop off tamu dihiasi topeng-topeng klasik

Berkaca dari situ, memang sudah sewajarnya kita memiliki upaya untuk melindungi tempat tinggal. Meskipun tidak memiliki koleksi artefak yang tak ternilai, memang sudah sepatutnya tempat-tinggal wajib dilindungi dari berbagai kejadian yang merugikan dan tidak terduga.

ruang makan dewi sri
jajaran wayang golek menjadi penanda salah sisi ruang makan

Salah satu produk perlindungan rumah yang mudah untuk didapatkan dan terjangkau untuk semua kalangan adalah asuransi HappyHome dari HappyOneID. Dengan premi mulai dari Rp 98.750 – Rp 750.000, bisa melindungi rumah dari kerugian akibat kebakaran, sambaran petir, ledakan hingga santunan bagi pemilik rumah jika terjadi kecelakaan diri akibat kebakaran.

Selain itu, HappyHome juga memberikan jaminan jika ada kerusuhan, pemogokan, perbuatan jahat dan huru-hara. Dengan manfaat yang beragam HappyHome bisa menjadi pilihan untuk melindungi rumah dan memberikan ketenangan akibat kejadian yang tidak diinginkan.

halaman belakang museum tengah kebun
arca dwarapala di depan kuncung

 

 

 

Menyiapkan Dana dan Asuransi Pendidikan, Perlukah?

“Education is the passport to the future, for tomorrow belongs to those who prepare for it today” ~ Malcolm X

Bencana tsunami yang terjadi di Selat Sunda beberapa waktu lalu menyadarkan kita bahwa yang namanya musibah atau bencana bisa terjadi kapan saja dan tidak bisa diprediksi. Ngeri ya, tapi sebagai manusia yang percaya Tuhan, kita harus yakin bahwa tidak ada di dunia ini yang terjadi tanpa kehendakNya.

Eh, tapi kan yang namanya ikhtiar wajib hukumnya. Ya, kan?

Saya jadi teringat, beberapa tahun lalu teman kantor saya meninggal mendadak tanpa didahului sakit. Melihat anak-anaknya yang masih kecil, saya jadi kasihan. Apalagi istrinya tidak bekerja dan hanya mengandalkan penghasilan dari suaminya. Akhirnya saya dan teman-teman di kantor sepakat untuk membantu meringankan biaya pendidikan anak-anaknya.

Yah, meskipun jumlahnya tidak banyak, setidaknya bisa meringankan beban. Dari sini saya jadi berpikir bahwa sangat penting mempersiapkan segala sesuatu. Termasuk dalam mempersiapkan biaya pendidikan anak.

Bagi sebagian orang, kesadaran untuk merencanakan dan mempersiapkan masa depan dan keuangan adalah hal yang amat penting. Termasuk saya, bukan apa-apa, ketidakpastian akan masa depan harus disikapi dengan bijak. Salah satunya adalah dengan membekali diri dengan asuransi.

Terlebih, bila kita sudah memiliki keluarga. Jaminan pendidikan anak yang berkualitas, merupakan hal yang paling utama. Meskipun belum berkeluarga, toh nggak ada salahnya mencoba untuk memikirkan masa depan calon buah hati.

Dari beberapa kali konsultasi keuangan ke teman saya yang kebetulan seorang perencana keuangan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika merencanakan kebutuhan dana pendidikan. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mencari informasi mengenai biaya pendidikan saat ini, hingga tingkat dan kualitas institusi pendidikan yang  diinginkan, misalnya sekolah negeri, swasta, atau bahkan hingga ke luar negeri.

Lah, terus bagaimana dengan asuransi pendidikan?

Selain menyiapkan dana pendidikan, membekali anak dengan asuransi pendidikan tentu hal yang sangat bijak. Dana pendidikan dengan asuransi pendidikan adalah dua hal yang berbeda. Dana pendidikan adalah dana yang sudah dipersiapkan, sedangkan asuransi pendidikan melindunginya. Dengan memiliki keduanya, asuransi dan dana pendidikan yang dipersiapkan sekaligus, membuat masa depan anak menjadi lebih aman dan terjamin. Iya, nggak?

Memilih Asuransi Pendidikan yang Tepat

Nah, kalau kita merasa kewalahan dan nggak punya cukup waktu untuk memilih beragam asuransi pendidikan. Bisa kok, memiliki asuransi dengan konsep single ID. Jadi, kita cukup punya satu ID untuk membeli beragam jenis asuransi. Salah satunya adalah asuransi HappyEdu dari HappyOne.id. Platform asuransi dari Astra ini menyediakan beragam asuransi mulai dari asuransi pendidikan (HappyEdu atau HappyEdu Micro), asuransi perjalanan (HappyTrip), asuransi kecelakaan diri (HappyMe atau HappyMe Micro), dan asuransi kebakaran (HappyHome)

HappyEdu, apa saja manfaatnya?

Manfaat utama bagi pemegang polis HappyEdu adalah santunan pendidikan anak jika tertanggung meninggal dunia karena kecelakaan. Manfaat tambahannya berupa santunan meninggal dunia atau cacat keseluruhan karena kecelakaan.

Selain itu, juga ada kok manfaat lainnya, yaitu santunan rawat inap di rumah sakit karena kecelakaan minimal lima hari berturut-turut. Santunan biaya pemakaman dan tunjangan kehilangan pendapatan karena cacat tetap keseluruhan.

Terus, kalau HappyEdu Micro apa bedanya?

Jadi, yang membedakan antara HappyEdu dengan HappyEdu Micro itu biaya preminya. HappyEdu Micro biaya preminya lebih terjangkau mulai dari Rp 10 ribu – Rp 30 ribu. Sedangkan HappyEdu mulai dari Rp 50 ribu – Rp 180 ribu. Murah, kan?

Oya, usia tertanggung keduanya mulai dari 17-64 tahun dengan periode pertanggungan satu tahun. Sedangkan usia anaknya sendiri mulai dari 1-21 tahun.

Sudah tau kan, manfaat asuransi pendidikan? So, nggak ada alasan lagi deh, nggak membekali buah hati dengan asuransi pendidikan. Saat kita sudah pensiun nanti dan ada hal-hal yang nggak diinginkan terjadi, kita sudah memiliki persiapan yang matang dari sekarang.

Bukankah sangat membahagiakan jika kita bisa menikmati masa pensiun tanpa harus memikirkan masalah biaya pendidikan anak? Jadi, jangan tunda-tunda lagi, mulailah persiapkan dana dan asuransi pendidikan sekarang juga!

Ingat, pendidikan adalah investasi penting untuk masa depan anak kita, dan pastikan kita akan merencanakan yang terbaik untuk mereka.

Hobi Traveling? Jangan Lupa Bekali dengan Asuransi

Terkadang, banyak hal di dunia ini yang tidak diinginkan terjadi. Kecelakaan, kehilangan, jatuh sakit, sampai pembatalan mendadak dari sebuah moda transportasi saat melakukan perjalanan bisa saja terjadi dan menimpa siapa saja.

Sebagai orang yang punya hobi jalan-jalan, saya memang pernah merasakan sakit ketika traveling, tepatnya di Yogyakarta, kurang lebih setahun lalu dan semoga cukup sekali saja. Rasanya? Hmm, nggak usah dibayangkan. Pokoknya, begitu sampai Jogja, saya segera memutuskan untuk mencari klinik atau rumah sakit terdekat. Nggak kepikiran lagi untuk jalan-jalan atau menikmati traveling. Yang penting segera sembuh.

Saat itu, dalam pikiran saya cuma pengen istirahat dan bisa segera kembali ke Jakarta dengan sehat. Beruntungnya, saya memang punya asuransi dari kantor lama. Jadi ya gak banyak mikir biaya, tapi kenyataanya  nyari klinik atau rumah sakit yang bekerjasama dengan perusahaan asuransi dengan kantor saya itu gampang-gampang susah.

Karena sudah nggak kuat, akhirnya saya langsung masuk ke klinik yang paling strategis. Saya putuskan untuk membayar sendiri semua keperluan di klinik. Begitu kondisinya membaik, saya segera beristirahat di penginapan. Meskipun banyak teman yang membantu di sana, tapi saya nggak ingin merepotkan mereka. Rasanya pengen buru-buru pulang ke Jakarta.

Tips Mencari Asuransi Perjalanan

Pada dasarnya, asuransi perjalanan dibutuhkan untuk meng-cover biaya jika ada kejadian yang nggak diinginkan seperti yang saya alami di atas. Jenis asuransi perjalanan itu sendiri beragam sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, tergantung juga pada lamanya perjalanan dan destinasi yang ingin kita tuju.

Sebelum mendaftar asuransi perjalanan, ketahui dulu perbedaan asuransi travel dengan asuransi kesehatan yang merupakan fasilitas dari maskapai penerbangan, serta asuransi jiwa. Asuransi kesehatan yang berasal dari maskapai penerbangan hanya meng-cover dari spot keberangkatan hingga ke spot kedatangan.

Sementara asuransi  jiwa meng-cover semua aspek medis. Lain halnya dengan asuransi perjalanan meng-cover semua kerugian dan gangguan medis  selama traveling. Harganya pun bermacam-macam, sesuai dengan kebutuhan. Dari yang paling murah hingga yang paling mahal lengkap tersedia.

Keuntungan menggunakan asuransi perjalanan itu banyak. Biasanya, biaya yang keluar saat ada insiden yang nggak diinginkan saat traveling lumayan besar. Seperti yang pernah saya alami. Membekali diri dengan  asuransi perjalanan setidaknya membuat kita lebih tenang. Selain itu juga untuk melindungi diri dari kondisi yang tidak terduga dan kerugian-kerugian yang bisa saja terjadi saat melakukan perjalanan.

Bandingkan harga dengan fasilitas yang dijamin

Pada dasarnya, fasilitas-fasilitas yang ditawarkan perusahaan asuransi memiliki kebijakan yang nggak jauh berbeda kok. Mulai dari biaya medis akibat kecelakaan hingga santunan rawat inap akibat kecelakaan.

Satu hal yang harus diperhatikan adalah sistem asuransi. Biasanya asuransi memakai sistem reimburse alias traveler harus membayar lebih dulu baru kemudian direimburse. Selain itu jangan lupa cek harga-harga yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi. Bisa kok membandingkan harga-harga dari beberapa produk yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi. Sehingga beban yang yang dikenakan nggak terlalu besar.

Pilih asuransi yang tepat

Meski banyak perusahaan asuransi di Indonesia, tapi nggak banyak yang menyediakan asuransi perjalanan. Salah satu asuransi yang menawarkan kebutuhan bagi traveler adalah asuransi HappyTrip dari happyone.id. HappyTrip adalah asuransi yang menawarkan perlindungan perjalanan dalam negeri (domestic) dan luar negeri (international).

Beberapa kelebihan asuransi HappyTrip ini adalah biayanya yang murah dan terjangkau menurut saya dibandingkan dengan asuransi sejenis. Dilihat dari fasilitasnya juga lumayan oke. Untuk lebih detilnya, simak deh, tabel berikut ini.

Nah, kalau sudah tau fungsi dan cara memilih asuransi perjalanan yang tepat. Jangan lupa, selalu bekali diri dengan asuransi perjalanan sebelum traveling.

Btw, happyone.id ini juga menawarkan pilihan asuransi lain kok. Ada HappyHome (asuransi kebakaran) HappyMe (asuransi kecelakaan diri) dengan manfaat santunan meninggal dunia karena kecelakaan dan HappyEdu dengan manfaat santunan biaya pendidikan anak.

Oya, untuk mendapatkan empat jenis asuransi di atas, caranya gampang banget. Kita cukup menggunakan fitur OneID untuk melakukan proses pembelian asuransi. Fitur ini memudahkan kita untuk cek semua riwayat polis yang kita miliki. Gampang kan?

Sakit Jantung, Begini Penanganannya

Dulu, sewaktu masih bekerja di kantor lama, saya punya teman yang secara fisik terlihat sehat. Teman saya itu hobi banget olahraga futsal. Setelah beberapa tahun resign, akhirnya kami bertemu lagi. Sambil menemani makan siang, teman saya itu cerita tentang kondisi kesehatannya. Dia cerita ke saya kalau dia hampir saja “pulang” sewaktu habis main futsal beberapa tahun lalu.

Dia menceritakan pengalamannya saat  terkena serangan jantung mendadak. Atau orang awam sering menyebutnya dengan istilah “angin duduk”. Sehabis main futsal, dia istirahat, gejalanya dada di sebelah kiri dekat ulu hati terasa sesak seperti ditekan benda tumpul. Menyadari hal tersebut, dia segera minta diantar istrinya ke dokter dan melakukan pengecekan.

Untungnya dia segera mendapat pertolongan dan  penanganan. Alhamdulillah kondisinya bisa segera ditangani. Padahal, kalau dilihat dari postur tubuhnya dia tidak memiliki riwayat obesitas atau diabetes. Secara postur malah lebih ideal dibanding saya.

Gejala Serangan Jantung

Beberapa waktu lalu saya mengikuti seminar tentang penyakit jantung koroner (PJK). PJK ini merupakan kontributor terbesar yang menyebabkan kematian pada pasien dengan PJK. Serangan jantung ini disebabkan oleh oleh mendadak hilangnya aliran darah ke pembuluh darah jantung, atau orang sering menyebutnya dengan nama pembuluh darah koroner.

Gejalanya memang bisa dideteksi. Jika tiba-tiba dada merasa nyeri di sebelah kiri seperti ditekan-tekan oleh benda tumpul. Rasa nyerinya bisa menjalar ke pundak, napas sesak dan keluar keringat dingin sebaiknya tidak melakukan aktivitas fisik apapun, bahkan termasuk berhubungan seks.

Lebih spesifik, ada juga yang disertai kembung pada ulu hati seperti masuk angin atau maag. Cara yang paling tepat adalah segera pergi ke rumah sakit yang menyediakan fasilitas penanganan gawat darurat jantung. Ingat, penanganannya harus cepat. Tidak boleh lebih dari 15 menit setelah serangan nyeri pertama.

Karena serangan jantung terjadi mendadak dan menyebabkan kerusakan yang dahsyat pada otot jantung, maka diperlukan tindakan segera untuk membuka sumbatan pembuluh darah koroner. Gampangnya sih, di dunia kedokteran sering disebut PPCI atau Primary Percuntaneous Coronary Intervention.

Tindakan PPCI harus segera dilakukan dalam waktu kurang dari 12 jam sejak terjadinya serangan jantung. Tindakan ini harus dilakukan oleh dokter jantung konsultan intervensi di ruang kateterisasi. PPCI ini menggunakan bius lokal melalui pembuluh darah di pergelangan tangan atau paha.

Fyi, pasang PPCI ini enggak lama kok, sekitar 1-2 jam. Ini sih, tergantung dari beratnya sumbatan yan ditemukan. Begitu sumbatan ditemukan, dokter segera memasang “stent atau ring”. Begitu selesai pasien langsung dirawat di Intensive Cardiac Care Unit (ICCU). Jika nggak ada komplikasi, pasien boleh langsung pulang dalam waktu 4-5 hari. So, enggak perlu takut ya!

Lalu, di mana sih rumah sakit yang menyediakan layanan PPCI ini?

Satu-satunya rumah sakit yang memiliki layanan ini adalah RS Jantung Diagram di Cinere – Depok. Layananya 24 jam sehari, seminggu penuh tanpa ada libur. Dibandingin dengan rumah sakit jantung lain, RS Jantung Diagram ini memiliki banyak kelebihan.

Jika ada yang mikir kalau pergi ke rumah sakit jantung itu mahal dan susah menerima asuransi BPJS, anggapan itu salah besar. RS Jantung Diagram justru mengutamakan layanan berbasis asuransi BPJS dibandingkan dengan asuransi swasta.

Apa saja fasilitasnya?

RS Jantung Diagram memiliki layanan Diagnostik Non Invasif. Layanan ini merupaka tindakan diagnostic dengan berbagai tes untuk mendeteksi penyebab keluhan dan penyakit seakurat mungkin dengan menggunakan peralatan moderen.

Mulai dari Electrocardiography untuk merekam aktivitas listrik jantung guna mendeteksi berbagai penyakit jantung. Terus, ada Treadmill Test untuk pendeteksi awal PJK. Ada juga Echocardiography alias USG jantung, Trans Esophageal Echocardiography (TEE) untuk memeriksa kelainan struktur anatomi dan fungsi jantung.

Selain itu juga ada Vascular Doppler untuk mendeteksi kelainan struktur dan aliran pembuluh darah, Holter Monitoring untuk merekam EKG 24 jam guna mendeteksi kelainan jantung, Ambulatory Blood Pressure Monitoring untuk mengukur tekanan darah 24 jam. Dobutamine Stess Echocardiography untuk melihat gangguan kontraksi otot jantung dan Multi Slice CT Scan untuk melihat penyempitan pembuluh darah koroner.

Di samping itu juga ada fasilitas Diagnostik Invasif dan Intervensi Non Bedah. Layanannya mulai dari Coronary Angiography alias kateterisasi pembuluh koroner. Percutaneous Transluminal Coronary Angioplasty atau tindakan invasive non bedah pada pembuluh darah koroner yang mengalami penyempitan.

Layanan lainnya Peripheral Vascular Intervention untuk tindakan non bedah pada pembuluh darah selain pembuluh darah koroner, Permanent Pace Maker atau pacu jantung permanen, electrophysiology study atau pemeriksaan non bedah untuk mengetahui sumber kelainan irama jantung

Yang terakhir adalah Heart Ablation atau tindakan non bedah pada penderita irama jantung dengan kateter yang menggunakan radion frekuensi dan paket medical check up (MCU) mulai dari Rp 299 ribu sampai Rp 349 ribu. Terjangkau, kan?

Alamat RS Jantung Diagram di Jalan Maribaya No 1, Puri Cinere – Depok telepon (021) 7541919, 0812 8982 1919, untuk medical check up 7545499 – 0813 1422 3838.

 

 

Cara Aman Traveling di Musim Hujan

Hari gini, yang namanya traveling kan lagi hits banget. Coba deh liat di feed instagram, ribuan foto traveling bersliweran setiap saat. Mulai dari tempat wisata di dalam negeri, sampai di luar negeri lengkap tersedia.

Traveling itu membuat kita merasa happy karena bisa mengunjungi tempat-tempat baru yang belum pernah kita lihat. Semua tempat memiliki kesan dan memberikan pengalaman yang berbeda-beda. Saya sendiri menyukai semua tempat-tempat baru yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Mulai dari pantai, gunung, museum maupun kota-kota unik yang asik buat dieksplore.

Memang saya belum banyak pengalaman mendaki gunung. Cuma beberapa kali saja. Saya lebih menyukai udara pantai yang segar dan banyak angin daripada kedinginan di atas gunung. Eh, tapi bukan berarti saya nggak menyukai gunung, lho! Berbeda dengan aktivitas liburan lainnya yang jauh lebih santai, buat saya  mendaki gunung membutuhkan energi dan ketahanan fisik, sehingga saya harus meluangkan waktu untuk rutin berolahraga, selama minimal seminggu sebelum hari pendakian.

Apalagi sekarang lagi musim hujan, kalau ada teman yang mengajak saya naik gunung, sudah pasti saya menolaknya.

Beda lagi kalau traveling di pantai atau menginap di pulau. Meskipun aman dari hawa dingin, tapi saya pernah mengalami hujan badai sewaktu camping di Pulau Air. Pada awalnya cuaca cerah, sampai kap tenda saya buka supaya bisa tidur sambil lihat bintang.

Jpeg

Tiba-tiba saja, pas tengah malam hujan badai sampai air masuk  ke dalam tenda. Dapur yang kita siapkan buat masak-masak di depan tenda pun jadi berantakan. Kejadiannya pas banget di musim hujan seperti sekarang.

Lain halnya kalau traveling seperti city tour. Meski tidak seekstrim seperti naik gunung atau camping di pulau, city tour juga bisa berpotensi memiliki risiko.

Traveling di musim penghujan seperti ini memang butuh persiapan ekstra. Apa saja yang harus disiapkan?

Payung

Benda yang satu ini wajib banget dibawa. Pepatah sedia payung sebelum hujan memang mutlak dilakukan saat traveling. Apalagi cuaca zaman sekarang susah diprediksi. Selain bisa dipakai untuk melindungi hujan, payung juga bisa dipakai untuk property foto.

Jas hujan

Ini penting banget kalau lagi mendaki gunung. Cuaca di gunung yang sering hujan memang bisa berbahaya kalau nggak bawa jas hujan. Bisa berakibat hipotermia.

Vitamin dan obat-obatan

Siapa sih yang pengen sakit sewaktu jalan-jalan. Saya yakin semua orang nggak mau mengalami sakit sewaktu traveling. Namun, yang namanya sakit bisa terjadi kapan saja. Sewaktu ikut city tour ke Jogja saya juga sempat mengalami sakit.

Perlindungan diri

Belum lama ini, sahabat saya menunjukan rekaman video saat tenggelamnya kapal sewaktu musim penghujan. Isi rekaman tersebut membuat saya bergidik ngeri kalau bepergian tanpa memiliki perlindungan. Yang namanya traveling itu nggak cuma senang-senang, tapi risikonya juga banyak, mulai dari kehilangan barang sampai kecelakaan. Amit-amit deh, ya!

Saya jadi berpikir, mungkin saatnya cari asuransi yang bisa melindungi kita saat melakukan traveling. Ini penting banget sih! Biar kalau ada apa-apa nggak bingung. Salah satu rekomendasi saya dalam memilih asuransi perlindungan diri adalah layanan HappyMe dari Happy One ID.  Happy Me adalah layanan asuransi yang disediakan oleh Asuransi Astra. Happy Me akan membantu kita memberikan perlindungan atas risiko kecelakaan diri dengan nilai premi terjangkau.

Jpeg

Generasi Milenial Melek Finansial

fun banget belajar perencanaan keuangan

Ngobrolin generasi milenial alias generasi Y atau orang sering menyebutnya sebagai generasi langgas  memang seru. Meskipun sering kali dicap sebagai generasi instan dan dicap sebagai  experience seekers, toh, masih banyak kok dari mereka yang berpikir jauh ke depan.

Jadi, beberapa hari lalu saya datang ke acara Tomorrow Today Fun(d) Festival. Kenapa mau datang ke acara ini? Saya sih memang seneng banget yang namanya bahas financial planning. Khususnya buat milenial seperti saya. Mumpung kan, mau akhir tahun. Biasanya saya suka buat resolusi tahunan, salah satunya financial goals. Sebenarnya hampir tiap tahun sih bikin resolusi semacam ini.

Dan akhirnya saya ketemu Mbak idola Ligwina Hananto alias @mrshananto. Tau kan, siapa dia? Yap, Mbak Wina ini salah satu financial trainer favorit saya dari dulu. Orangnya seru, smart, lucu dan enerjik kalau lagi bahas keuangan. Nggak bikin boring apalagi ngantuk.

Lalu, belajar apa aja di sana?

Acara Tomorrow Today Fun(d) Festival yang diadakan tanggal 1 Desember lalu, bikin kita melek lagi tentang keuangan. Kita diajari tentang pentingnya financial checkup, cara bikin financial goals yang benar, menabung, berinvestasi dan membiasakan diri tidak berutang untuk hal konsumtif, belajar saham, cash flow, reksadana dan lain-lain.

Mbak Wina ini seru banget kalau lagi jelasin perencanaan keuangan. Peserta yang datang juga diajarin kalau mau bikin financial goals, tetapin dulu tujuannya apa. Tujuan keuangan itu ada tiga yaitu jangka pendek kurang dari (kurang dari dua tahun), menengah (lebih dari satu tahun sampai lima tahun) dan jangka panjang (di atas lima tahun). Biar apa? Ya biar bisa menentukan instrumen investasi apa yang cocok.

Financial goals itu gampangnya gini, kalau kita mau pergi, kita harus tau dulu tujuannya ke mana? Nggak mungkin kan kita langsung naik angkot, terus  ikut saja sama abangnya mau ke mana dan turun di mana. Kita harus tau tujuan kita mau ke mana? Misalnya mau ke Jogja, dari situ kita tau mau pakai kendaraan apa. Kita bisa pakai bus, kereta api atau pesawat terbang.

Begitu juga dengan financial goals. Mau bikin goals apa dalam lima tahun ke depan? Uang muka DP rumah, biaya resepsi pernikahan, beli mobil, atau umroh. Setelah tau tujuannya apa, kita bisa menentukan instrumen investasi yang tepat. Bisa pakai reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran atau reksadan saham.

Sebagai generasi milenial, kita rentan dengan kebutuhan gaya hidup yang tinggi. Biaya gengsi ini yang bikin uang kita cepat habis kalau nggak dianggarkan seperti traveling, shopping dan hangout. Apalagi kalau tinggal di kota besar seperti Jakarta. Sekali ngopi di warung gaul bisa ngabisin Rp 50 ribu. Kalau sehari sekali ngopi tinggal hitung aja dalam sebulan. Berapa besar biaya ngopi dan hangout. Padahal buat sebagian orang itu kebutuhan tersier lho! Bukan primer.

selalu seru kalau diskusi keuangan

Tiga Cara Mengalokasikan Keuangan

Sebenarnya nggak masalah sih ngopi-ngopi cantik dan hangout, sesekali bolehlah. Namun, jangan lupa untuk berinvestasi. Kalau kata Mbak Wina, jangan sampai pas hari tua kita masih ngontrak gara-gara keasikan ngabisin duit buat beli gaya hidup. Hindari prinsip “Biar Tekor Asal Sohor”. Kan, yang susah kita sendiri nantinya.

Di acara Tomorrow Today Fun(d) Festival Mbak Wina memberikan tips tentang buat milenial untuk mengatur penghasilan. Yang pertama jangan lupa untuk membiasakan mencatat pengeluaran. Fungsinya buat apa? Ya, biar kita tau ke mana larinya penghasilan atau gaji kita dalam sebulan. Dari situ kita bisa membuat alokasi penghasilan untuk menabung (besaranya sih minimal 10 persen dari penghasilan, makin besar makin bagus), terus untuk membayar cicilan, maksimum 30 persen dari penghasilan, 40 persennya untuk biaya hidup rutin, 10 persen untuk lifestyle dan terakhir 10 persen untuk tujuan sosial keagamaan.

Proporsi di atas memang tidak harus baku, bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing tentunya. Yang penting jangan sampai besar pasak daripada tiang.

Jangan lupa pula untuk bikin dana pensiun. Meski masih muda, justru semakin dini berinvestasi, semakin kecil nilai yang harus kita sisihkan untuk masa pensiun.

Milenial Bisa Kaya dengan Berinvestasi

Terus, yang bikin saya makin takjub ternyata anggapan tentang generasi milenial yang doyan foya-foya selama ini, nggak sepenuhnya benar. Fyi, data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan kalau sekitar 1,5 juta investor perorangan, sebanyak 34 persennya ternyata generasi milenial which is usianya antara 20-30 tahun.

Contohnya Founder & Creative Director Chic & Darling Kania Annisa Anggiani. Ia mengungkapkan kalau investasi itu juga penting buat mengembangkan bisnis. Ia menyarankan agar menginvestasikan sebagian dari pendapatan bisnis untuk mengantisipasi siklus untung rugi bisnis. Sebagian lagi bisa dipakai untuk modal tambahan untuk mengembangkan bisnis. Intinya jangan taruh telur dalam satu keranjang, biar nggak pecah semua kalau jatuh. Iya,nggak?

Di acara Tomorrow Today Fun(d) Festival saya mendapatkan banyak insight dalam berinvestasi. Investasi itu milik semua orang, bukan orang kaya aja. Kita bisa kok berinvestasi mulai dari Rp 100 ribuan. Caranya juga gampang, buat pemula bisa kok beli reksadana buat investasi. Reksadana ini gampang cara belinya dan gampang pula buat dicairkan. Kalau mau beli reksadana bisa cari infonya ke  Narada Aset Manajeman.

Terakhir yang bikin acara Tomorrow Today Fun(d) Festival makin seru karena menggabungkan edukasi finansial dengan musik dan art. Ada Tulus, HiVi, Jevin Julian feat. Andini ada juga travel blogger Kenny Santana dan banyak lagi.

Nah, kalau kita merasa sebagai generasi milenial jangan sampai dunk ketinggalan untuk belajar berinvestasi.

Baran Energy, Sumber Energi Terbarukan Karya Anak Negeri

Belakangan ini, sejak energi listrik menggunakan sistem top-up, ibu saya sering ngeluh, listrik kok cepat banget habisnya. Belum seminggu isi ulang token, udah habis. Apalagi dalam setahun tarif dasar listrik (TDL) bisa naik beberapa kali sehingga menambah besar pengeluaran dalam membeli pulsa listrik.

Belum lagi beberapa item tambahan biaya macam-macam yang dibebankan kepada konsumen listrik seperti beban biaya administrasi sebesar Rp 1.300-1.600 per transaksi oleh bank, Pajak Penerangan Jalan (PPJ) yang besarnya maksimal 10% sesuai Pemerintah Daerah masing-masing pelanggan, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10%, dan tambahan potongan bea materai untuk pembelian pulsa listrik diatas 300 ribu rupiah. Makin boros deh, ya.

Udah tau kan, ya? Energi yang selama ini kita pakai kan rata-rata sumbernya berasal dari fosil. Dan fosil itu kan jumlahnya terbatas. Lalu, kalau persediaan energi tak terbarukan tersebut habis, kita mau pakai daya apa untuk listrik?

Wajar kan ya kalau kita harus memikirkan sumber energi lain yang bisa digunakan untuk menggantikan energi yang berasal dari fosil itu. Beruntungnya, Indonesia itu dikaruniai Tuhan dengan berbagai sumber energi terbarukan misal sinar matahari, air, angin, panas bumi dan lain sebagainya.

Nah, beberapa hari lalu saya ikut seminar yang diisi oleh Bapak Victor Wirawan. Pak Victor ini punya ide cemerlang untuk mengembangkan sumber energi terbarukan tersebut, supaya suatu hari nanti kita bisa pakai listrik secara gratis.

pak victor dan timnya sedang mengenalkan sumber daya listrik terbarukan

Ide brilian ini memang kadang bikin kita bertanya-tanya. Kok bisa? Caranya gimana? Dulu, sebelum ada pesawat terbang, Wright bersaudara punya mimpi dan berani membuat alat transportasi yang bisa terbang ke angkasa. Saat itu Wright bersaudara ditertawakan karena manusia berpikir mana mungkin besi bisa terbang.

Thomas Alfa Edison juga mengalami ribuan kali percobaan untuk menciptakan bohlam listrik. Dan akhirnya kita mengenal karyanya hingga sekarang. Di dunia ini kan tidak ada yang mustahil. Kalau Tuhan sudah berkehendak, pasti bisa terjadi. Apalagi ide ini bisa membantu jutaan manusia untuk meningkatkan kualitas hidupnya.

Nah, sehabis ngikutin presentasi dari Pak Victor, saya jadi makin yakin ke depan energi listrik konvensional ini bakal bisa diganti dan jauh lebih hemat. Namanya Baran Power, bentuknya seperti baterai tipis atau ‘power bank’ versi jumbo. Sumbernya pun bisa berasal dari angin, air, sinar matahari dan energi lisrik dari PLN. Baran Energy ini jenisnya juga macam-macam.

Baran Powerwall

Yang ini sih sangat praktis buat di rumah. Bentuknya tipis dan bisa ditempel di dinding rumah. Jangan takut bikin tembok jadi jelek karena ditempeli Baran Powerwall. Pak Victor dan timnya juga memikirkan estetika bentuknya supaya enak dipandang mata. Bisa diletakan di dinding seperti pigura. Sistemnya seperti solar panel, energinya bisa didapat dari sinar matahari, air, angin dan panas bumi. Satu panel bbisa mendistribusikan daya listrik ke berbagai alat rumah tangga seperti televisi, ac, lampu, kipas angin dan lain sebagainya. Udah gitu daya tahannya bisa mencapai sepuluh tahun. Hemat banget, kan?

bentuknya praktis dan stylish ya, bisa langsung ditempel di dinding rumah

Barran EV (Electric Vehicle)

Kalau Baran Energy yang ini dipakai untuk kendaraan dengan memanfaatkan kekuatan yang berasal dari Barran EV. Sekali men-charge bisa dipakai untuk jarak ratusan kilometer. Lumayan banget buat yang tinggal di Jabodetabek yang rata-rata menempuh jarak 70 kilometer per hari untuk aktivitas di luar rumah. Nggak perlu takut kehabisan bahan bakar di tengah jalan. Praktis lagi! Barran EV menyediakan efisiensi daya yang luar biasa. Cukup dipasang di sasis mobil dan bisa langsung dipakai.

Barran Property

Nah, kalau Baran Energi ini udah tau kan ya dari namanya dipakai untuk apa. Yup, Baran Property ini dipakai untuk memasok energi listrik dalam satu cluster perumahan. Banyak pengembang yang sudah bekerjasama dengan Baran Property. Enak kan, beli rumah langsung gratis daya listrik? Udah nggak ribet lagi buat pasang listrik konvensional.

Kelebihan Baran Energy ini memiliki daya saing yang patut diacungi jempol bila dibandingkan dengan sumber energi konvensional seperti listrik PLN. Dari segi harga juga jauh lebih murah. Memang sih kalau dihitung-hitung mahal di awal saat beli alatnya, tetapi tetap lebih murah. Sama kayak mau beli kendaraan, sekali beli bisa awet sampai sepuluh tahun. Anggap aja investasi, iya nggak?

elemen yang menjadi sumber energi ini bisa bertahan sampai 10 tahun, lho!

Fyi, Baran Energy hasil karya anak negeri, lho. Orang-orang yang berada di balik layar ini masih muda-muda dan prestasinya sangat membanggakan. Rata-rata berasal dari lulusan universitas ternama di Indonesia, banyak pula yang sudah berpengalaman di luar negeri dan rela kembali untuk berkarya di Tanah air. Jadi nggak sabar kan punya listrik gratis? Tunggu tahun depan, ya! Info terbaru bisa dicek langsung ke @baranenergy

Happy Traveling with HappyOne Id

pura lempuyang luhur
pura gua lawah
sovereign hotel
desa adat panglipuran

Buat saya, traveling itu jeda yang paling menyenangkan untuk memperlambat ritme hidup. Salah satu wishlist tempat yang pengen saya kunjungi adalah Pura Lempuyang Luhur di Bali timur. Kenapa pengen ke sini? Menurut saya, tempat ini unik banget, lokasinya berada di ketinggian dengan latar pemandangan menghadap langsung ke Gunung  Agung.

Selain Lempuyang Luhur, saya juga pengen banget mengunjungi desa adat Panglipuran. Ketika melihat feed instagram dengan hastag desa Panglipuran, rasanya pengen banget tinggal di sana. Desa ini pernah dinobatkan sebagai desa adat terbersih di dunia.

Alhamdulillah wishlist mengunjungi tempat tersebut terwujud beberapa waktu lalu.

Desa Adat Panglipuran

Matahari sudah mulai terbenam ketika mobil kami memasuki desa ini. Sekitar pukul empat sore, memang kami agak terlambat ketika berangkat dari hotel. Maklum, kami baru berangkat pukul dua siang.

Boleh dibilang lokasi desa adat ini cukup jauh dari pusat kota di Denpasar. Kurang lebih sekitar dua jam-an dari hotel tempat saya menginap. Meskipun jauh, saya sangat menikmati perjalanan menuju desa adat tersebut.

Desa adat Panglipuran berada di Bangli, lokasinya cukup sejuk karena berada di ketinggian, sekitar 700 mdpl. Tiket masuknya Cuma 15ribu untuk WNI dan 30ribu untuk WNA. Desa ini masih menjunjung tinggi kearifan lokal.

nonton tari barong
sovereign hotel
gua lawah
pura gua lawah

Pura Lempuyang Luhur

Berawal dari keseringan ngecek feed instagram para traveler, saya tertarik banget sama foto pura ini. Pemandangan gerbang pura ini langsung ke langit luas dengan latar Gunung Agung. Untuk ke sini memang butuh sedikit effort. Namun, semua terbayar kok. Lokasinya sekitar 3 jam dari kota Denpasar.

Beberapa lokasi wisata yang bisa dieksplore sekaligus saat menuju Pura Lempuyang Luhur antara lain: Tirta Gangga, Gua Lawah dan pesisir pantai yang berada di sepanjang jalan. Tirta Gangga adalah kolam ikan, taman dan deretan patung-patung Bali yang berada di tengah kolam. Dulunya, sebelum menjadi tempat wisata, Tirta Gangga adalah tempat persinggahan raja dari Puri Karangasem. Hawanya sejuk dan bersih.

Kalau Gua Lawah sendiri berupa pura yang berada di depan gua yang dipenuhi kelelawar. Pura kuno ini sudah berusia 10 abad. Pura ini dikelilingi pohon rindang, di atas gua juga terdapat pura yang menghadap ke laut lepas. Lokasinya berada di atas bukit kecil.

Saya sangat puas bisa mengunjungi tempat-tempat yang sudah lama saya impikan.

tirta gangga
air mancur tirta gangga
tirta gangga
nonton tari kecak

Traveler punya asuransi? Wajib banget!

Namun, tak lama berselang setelah saya pulang dari liburan di Bali, terjadilah musibah jatuhnya pesawat Lion Air 610 saat terbang menuju Pangkal Pinang. Saya jadi  mikir, kalau sering traveling harusnya kita punya asuransi, nih. Tapi amit-amit, jangan sampai deh kejadian yang nggak-nggak. Ya, minimal buat jaga-jaga supaya bisa traveling dengan aman dan tenang. Iya, nggak?

Hari gini, siapa sih yang nggak mau punya proteksi? Punya asuransi merupakan satu pilihan penting bagi setiap orang, tak terkecuali buat traveler. Asuransi memberi keuntungan dalam bentuk perlindungan terhadap resiko kerugian atas kehilangan dan yang lainnya. Tapi, milih asuransi itu kayak milih jodoh, gampang-gampang susah.

Sebenarnya, ada nggak sih asuransi yang murah dan cocok untuk kantong traveler? Btw, kalau mau lebih cermat milih, ada lho asuransi yang preminya cuma 399ribu per bulan. Premi segitu setara beberapa cangkir kopi yang sering kita habiskan setiap bulan. Iya, nggak?

Terus dengan premi segitu, kita sebagai nasabah dapat proteksi apa aja? Asuransi Astra melalui program happyone.id memberikan solusi all-in-one insurance untuk semua perlindungan. HappyOne id memproteksi semua kebutuhan traveler. Mulai dari resiko keselamatan diri, resiko hal-hal tidak terduga saat perjalanan, resiko keamanan rumah saat ditinggal traveling, hingga perlindungan pendidikan anak.

Dengan premi sebesar 399ribu, kita sebagai nasabah mendapatkan perlindungan all-in-one. Karena Happy One ID menyediakan program perlindungan HappyMe, HappyTrip, HappyHome dan HappyEdu dan semuanya bisa di-bundling mulai dari 399 ribu saja! Tuh, kan! Kurang murah apa coba.

pantai apa lupa 😀
pura lempuyang luhur