Sajak-Mu Piye? Part 2

Hatimu memang terlampau dalam, namun disana aku rindu rasanya tenggelam @samudra_hening

Lepas senja seorang lelaki pergi ke bulan “langitnya dicat warna apa sayang?” Sang kekasih menggantungkan pelangi @samudra_hening

Pergilah ke langit, disana puisi tak pernah kehilangan sunyi. Tertanda – penyair bumi @samudra_hening

Memang, senyum mautmu selalu ditebar diam-diam, namun ia mampu membunuhku hidup-hidup @samudra_hening

Berhati-hatilah mencintaiku karena aku tak mampu mencintaimu setengah hati @samudra_hening

Disini, rindu membeku diantara bongkahan waktu, jangan biarkan ia meleleh lalu menggenangi sudut matamu @samudra_hening

Disini, rindu membeku diantara bongkahan waktu, jangan biarkan ia meleleh lalu menggenangi sudut matamu @samudra_hening

Di sudut meja, secangkir kopi panas perlahan mendingin, kekasihnya pergi mencari pemanis lain @samudra_hening

Dalam sekotak wayang, kita adalah sepasang peran yang saling mempermainkan dalang,dan penonton siap berkisah @samudra_hening

Sore ini, kulihat matahari terbenam di mata kananmu, gerimis mulai turun di mata kirimu, dan hatiku mulai basah oleh airmata @samudra_hening

Tak perlu lagi asam cuka jika senyum yang kau masamkam terfermentasi hingga detik yang kesekian. — @samudra_hening

Tak lagi kudongengkan tentang Jonggrang,jika rindu ini menggenapi seribu kutukan dalam wujud Bondowoso yang berbeda @samudra_hening

Berhati-hatilah mencintaiku karena aku tak mampu mencintaimu setengah hati @samudra_hening

Sementara aku mencemaskanmu diam-diam,rinduku kau kubur hidup-hidup @samudra_hening

Saat embun berebut turun, sepiring senyum dan secangkir puisi sudah kau hidangkan pagi ini @samudra_hening

Tatuning Ibu

Lakon lelaku..

Laku jantraning kodrat,

Kodrating wanito, tinoto toto neng tatu..

Tatu tetesing eluh, eluh tangis

Nanging dudu tangis kanalungso

Nanging.. Nanging tangising ibu kang kebak esem

Esem sinawung ngidung

Ngidung tembanging kaswargan

Oh ibu kowe loro nanging ora kok roso

Rasane njerit koyo diiris

Sakujur badan adus kringet.. kringet..

Kringeting getih.. getih..

Getih pangorbanan

babu babon, babuning urip kang sejati

Luka Ibu

Cerita

Cerita tentang sebuah kodrat

Kodrat wanita, begitu tertata namun terluka

Luka meneteskan airmata, airmata tangis

Namun bukan tangis kesedihan

Namun, namun tangis seorang ibu yang penuh senyum

Tersenyum sambil bernyanyi

Nyanyian tembang surgawi

Oh ibu.. Engkau terluka namun tidak kau rasakan

Rasanya menjerit seperti teriris

Sekujur badan berpeluh keringat, keringat

Keringat darah.. darah

Darah pengorbanan

Pengabdian ibu, pengabdian sejatinya hidup

Fiksi mini

DI GEDUNG BIOSKOP – “Kami tidak mendapatkan kursi”, para penonton masuk ke dalam layar, memerankan tokoh masing-masing @fiksimini

BANYAK DOSA – Di pundak kiri, malaikat pencatat amal meminta asisten kepada Tuhan @fiksimini

TOKO MOTIVASI – Big Sale akhir tahun, jual semangat dalam bentuk kemasan isi tiga @FMRush

MIMPI BASAH – Ada payung dibalik selimutnya @FMRush

DIALOG IMAJINER – Ritual pemangggilan sudah dilakukan, para arwah mulai kesurupan @fiksimini

BALAS DENDAM – Para wayang memainkan dalang, sebagian duduk bersorak sorai di barisan penonton @FMRush

LANGIT KETUJUH – Malaikat menyodorkan sekotak uang receh amalnya,pintu surga tak bisa dibuka. “Tiket promo belakangan”tegur malaikat @FMRush

UNDANGAN PERNIKAHAN – NB : Maaf, ungkapan kasih yang diberikan tdk dalam bentuk cinderamata,penerima tamu kami lengkapi mesin EDC @Liputan9

RUMAH TUA Atapnya mulai beruban, garis jendelanya semakin berkerut @fiksimini

SOEMPAH PEMOEDA – Takut diberi mimpi, para pemuda mengikrarkan sumpah pocong @FMRush

MONEY LAUNDRY – 2 Saksi dihadirkan dalam persidangan, setrika dan mesin cuci saling bungkam @FMRush

UANG PALSU 3 – Bapak proklamator menitikkan airmata, sesaat usai pembacaan sumpah pemuda. @FMRush

WNI NASIONALIS – Sudah satu jam terlambat “kami belum ganti kewarganegaraan, ini budaya kami” rapat dipertahankan. @fiksimini

UANG PALSU 2 – Jubah sang pangeran terlepas,beberapa lembar ubannya tergerai di dalam dompet @fiksimini

UANG PALSU – Kacamata plokamator itu retak saat aku melipatnya @fiksimini

BUKU NIKAH – 7 hari setelah jasadnya dikebumikan, ayah minta buku barunya segera dibuat @fiksimini

DOA CATATAN AMAL – Semoga malaikat penghuni bahu kanan ini menjadi penulis best seller bukuku kelak. Amin @fiksimini

REKENING GENDUT – Mulai diet ketat dan mati-matian belajar sit up supaya terlihat sixpacks @FMRush

PENGADILAN MAYA – Begitu disidang, ia terbangun dari mimpi @fiksimini

PROMO KE SURGA – Kotak amal berkeliling memungut tarif, pecahan ribuan mendominasi @fiksimini

Sajak-mu piye?

Kelak, apa yang disebut cinta ialah saat bahuku menjadi tempat singgah bebanmu, dan kita bahu membahu @samudra_hening

Pada roda yang berputar, kita adalah jeruji yang saling mengejar, berdekatan namun saling menghindar. ~ @samudra_hening

Matamu mulai terlihat hujan, disini aku berteduh dibawah payung rindu @samudra_hening

Puisi adalah baju, caramu untuk mempercantik rindu, caraku merindukanmu. – @samudra_hening

Sajak memang tak pernah mencintaimu, namun ia setia menghiburmu. ~ @samudra_hening

Bekas pelukmu, serupa takbir malam ini, menggema di penjuru langit ingatanku. – @samudra_hening

Cinta itu cuma pinjaman, jaminannya hati, kalo jatuh tempo lunasilah dengan ikhlas,kembalikan hati kepada yang punya hak milik #random

Di sini, rindu diciptakan waktu, direkatkan jarak dalam langit ingatanku. – @samudra_hening

Hatimu, tempat tidur yang nyaman tanpa takut diberi mimpi. – @samudra_hening

Saat matamu terlihat mendung, buru-buru aku berteduh di hatimu. – @samudra_hening

Bola matamu, ruang santai tempat pikiranku berbaring tanpa diam @samudra_hening

Mencintaimu, seperti memamah biak waktu, tak cukup menelan ribuan jam untuk mencernamu. – @samudra_hening

Bahkan gulapun berteman kopi, tak nikmat jika diseduh sendirian,habis pahit terbitlah manis,berlaku juga untuk hidup #NgomyangSamaKopi

Barangkali inilah rindu yang dikacaukan waktu, seperti Adam menunggu tulang rusuk seratus juta tahun lalu. – @samudra_hening

Disudut meja, seringkali anganku terjebak, akankah kau sang sosok yang berada diantara asbak dan puntung rokok? @samudra_hening

Wudhu yang aneh

Melakukan ibadah di negara yang umat muslimnya minoritas itu gampang-gampang susah. Boro – boro ada musola di setiap tempat atau mall seperti di Indonesia, mencari masjidpun juga susah. Setelah keliling Mustafa Center di Singapura saya dan teman-teman ingin menunaikan solat dzuhur karena waktu solat sudah tiba. Capek keliling dan nanya orang sana-sini akhirnya ketemulah sebuah masjid di sekitar kawasan belanja tersebut. Cukup luas dan lumayan buat leyeh-leyeh sejenak. Continue reading “Wudhu yang aneh”

Toilet oh Toilet

Traveling dengan perut mules itu benar-benar menyiksa, saya pernah mengalami kejadian ini sewaktu ke Bangkok. Pagi itu saya dan tiga orang teman yang baru nemu di bandara berencana mengunjungi Grand Palace, karena ada beberapa tempat yang harus kita kunjungi dalam satu hari maka disepakati kita akan berangkat dari hotel di kawasan Sukhumvit sepagi mungkin.

Continue reading “Toilet oh Toilet”