Nguri(p)-uri(p) Kabudayan Jawi

Pesatnya perkembangan dunia teknologi informasi dalam kurun waktu satu dasawarsa ini telah membuat kita menjadi manusia yang serba instan dan digital. Tanpa kita sadari, perlahan tapi pasti banyak peninggalan budaya yang kita warisi kian terkikis. Ditengah kondisi yang kekinian, produk budaya adalah sesuatu yang semakin tampak kekunoan di mata generasi muda, tidak banyak yang mau melestarikannya. Continue reading “Nguri(p)-uri(p) Kabudayan Jawi”

Macapat, our life cycle

Sudah lama saya ingin menulis tentang macapat, beruntung masa kecil saya masih sempat mendengar tembang-tembang asli Jawa tersebut. Almarhumah Mbah Buyut dan Mbah Kakung sewaktu saya kecil sering nembang macapat, meskipun pada saat itu saya tidak begitu tertarik dan menyukai macapat. Tetapi memori masa kecil itu membuat saya kangen saat dewasa dan ketika saya belajar gamelan. Macapat merupakan tembang yang penuh filsafat dan ajaran Jawa. Urutan macapat merupakan tahapan atau fase kehidupan manusia dari jabang bayi hingga alam barzah. Macapat berasal dari ‘maca papat-papat’ atau membaca empat-empat. Berikut ini adalah 11 urutan macapat yang merupakan fase kehidupan manusia. Continue reading “Macapat, our life cycle”

Kota Solo

Kalau mendengar kota Solo mungkin dalam bayangan kita yang muncul adalah kota tempat presiden RI ketujuh berasal. Apa yang menarik dari kota kecil ini? Kota yang memiliki slogan The Spirit of Java ini ternyata memiliki banyak destinasi wisata yang mungkin kurang populer di banding Jogja tapi tak kalah menariknya untuk dikunjungi. Berikut ini beberapa diantaranya Continue reading “Kota Solo”

Peringatan Unik di Malaysia

Indonesia dan Malaysia memang bertetangga, walau bahasa kedua Negara tersebut berasal dari rumpun yang sama yaitu bahasa melayu tetapi pada kenyataannya artinya bisa sangat jauh berbeda, saat keliling KL kemarin saya sempat mendokumentasikan beberapa papan informasi atau penunjuk yang sering membuat saya tersenyum sendiri. Berikut ini catatan saya :

BALAI KETIBAAN — Mungkin maksudnya terminal kedatangan

TUNTUTAN BAGASI — kalau di Indonesia tempat pengambilan bagasi, kasian kalau bagasi dituntut beneran

AMARAN. LIF ATAU ESKALATOR SEDANG DISELENGGARAKAN,SEGALA KESULITAN ADALAH AMAT DIKESALI — Terjemahan bebas ala saya mungkin : Peringatan, lift sedang dalam perbaikan, mohon maaf atas ketidaknyamanannya

AMARAN. DILARANG MASUK TANPA KEBENARAN — Peringatan, dilarang masuk tanpa izin

PAPAN KENYATAAN — Papan informasi. Bukan papan lari dari kenyataan ya hehehe..

SEWA KERETA — Rental mobil. Hebat kalau jalan-jalan bisa sewa kereta

PINTU KECEMASAN — Pintu darurat

TEMPAT LETAK KERETA — Parkir Mobil

BUKA SEMASA KECEMASAN SAHAJA — Pecahkan dalam kondisi darurat. Peringatan ini saya lihat di kaca LRT

DILARANG MASUK TANPA KEBENARAN — Dilarang masuk tanpa izin

PENGKHIDMATAN PERCUMA — Layanan gratis. Tulisan ini saya baca di bus GO KL, saya dan teman-teman suka memplesetkanya menjadi bus GOKIL

Oya, jangan sekali-kali meminta air putih kepada pelayan restoran kalau tidak mau dipelototi mereka, karena dalam bahasa Malaysia, air putih adalah air sperma. Kata-kata berikut juga jangan diucapkan ketika di Malaysia : Butuh yang artinya P*nis dan Pantat yang berarti v*gin*. Selain itu ada beberapa penggunaan kata yang tak biasa kita gunakan untuk penyebutan suatu benda atau tempat. Seperti penggunaan kata kedai yang dalam bahasa indonesia lazim digunakan untuk menyebut warung makan, di malaysia kata kedai bisa dipakai untuk salon menjadi kedai potong rambut atau toko furniture menjadi kedai perabot, minimart biasa disebut pasar mini. Terkadang kalau membaca kata-kata tersebut saya suka ngikik sendiri. Hihihi.

note : tulisan ini dibuat tidak untuk mendiskreditkan bahasa suatu bangsa

Jpeg
Jpeg
Jpeg
Jpeg
Jpeg
Jpeg
Jpeg
Jpeg

bandara

Jpeg
Jpeg
Jpeg
Jpeg
Jpeg
Jpeg
Jpeg
Jpeg

Pertama ke luar negeri

Menjejakkan kaki di negara lain memang menjadi impian saya dari dulu, hamdalah keinginan itu terwujud tanpa sengaja. Berawal dari iseng-iseng bikin paspor yang entah kapan akan dipakai. Sebulan setelah paspor jadi, dua orang teman dekat saya menawarkan tiket promo CGK-SIN pp seharga IDR 700K. Tanpa pikir panjang sayapun mengiyakan ajakan tersebut. Mulailah saya mengumpulkan informasi tentang Singapura dan berikut ini adalah Do’s and Don’ts ketika di Negara kota tersebut Continue reading “Pertama ke luar negeri”

Sajak-mu Piye? Part 4

Cangkir matamu yang manis, tempatku menyeduhkan puisi, tempatku pulang mengaduhkan tangis @samudra_hening

Tubuh yang tabah, menasbihkan namaMu, menisbahkan seluruh rindu. PadaMu @samudra_hening

Di rekah udara subuh, kuderetkan namaMu dari bait-bait sunyi, yang ditadabburkan sepi, ditadarruskan pagi @samudra_hening

Rinduku terdalam lalu lalang menuju pulang, di bening keningmu yang hening @samudra_hening

Ing reh pepuntoning tekad, santa-santosipun kapti, wijanging ngelmu jatmika, neng kaanan eneng ening, atilar wasita jati ~Kinanti/SS Djenar

Bertamulah di kerinduanku, cicipi secangkir sepi dingin, semaumu. @samudra_hening

Serupa bahtera Nuh, kita adalah sepasang, yang terselamatkan dari banjir rindu, lalu berlabuh di bukit-bukit pelukmu @samudra_hening

Di altar Prambanan, kau serupa kinanthi yang kunantikan, senyummu, seribu rindu yang kucandikan @samudra_hening

Di wajahmu, musim gugur telah tiba, daun-daun berjatuhan. Di kakimu, aku tertunduk memunguti harapan. – @samudra_hening

Di bening matamu, maut adalah airmata yang menembus dinding hati. Mencerabut nyawa dari sebuah mimpi @samudra_hening

Kangen kuwi pengen ketemu, nek rindu gak pengen ketemu biar tetap ada dihati #fatwarindu

Ingin kucium bening maut di keningmu, menemani rindu yang dihijrahkan hati, mengamini mimpi-mimpi sunyi @samudra_hening

Akan kurawat cemas ini, supaya aku terus menikmati rindu #fatwarindu

Kecemasan adalah rindu, yang tenggelam dalam doa masing-masing @samudra_hening

Sajak ini, pusara paling diam, peristirahatan terakhir dimana kesedihan dimakamkan. @samudra_hening

Aku terdampar di tepian matamu, tempat terindah untukku terjatuh, di kedalaman cintamu @samudra_hening

Rindu adalah nikmat yang tertunda, dari kumpulan sajak-sajak yang terbuang @samudra_hening

“1000 puisi dalam satu malam..!” pintamu. Fajar terbit, tubuhmu menjelma bait-bait, terperangkap melengkapi kutukan puisi terakhir @samudra_hening

Tak bisa kupadamkan nyala rindu yang berapi-api, yang berpijar diam-diam dalam pejam @samudra_hening

Tak ada yang lebih tabah selain sinar bulan, yang tak pernah mengeluh untuk apa dia diciptakan sendirian @samudra_hening

Inilah aminku, langkahku mengamankanmu, meneguhkan takdirmu yang setia menemani imanku @samudra_hening

Pada hening subuh, aku mencintai namamu, yang disyahdukan butiran tasbih, dibeningkan hati penuh gigih @samudra_hening

Kutipan Tafsir Al Misbah

Berikut ini adalah kutipan-kutipan dari #TafsirAlMisbah yang disampaikan oleh Pak Quraish Shihab selama bulan Ramadan kemarin

Jangan pernah merasa kau bisa membalas jasa orangtua, karena yang mampu melakukannya hanyalah Tuhan. #TafsirAlMisbah

Membalas itu menciptakan musuh, memaafkan itu menciptakan teman. #TafsirAlMisbah

Setan selalu berusaha mengajak manusia kejalan keburukan, oleh krn itu dimana ada keburukan disitu ada setan #TafsirAlMisbah

Jangan menafsirkan Quran secara harafiah. Karena banyak sekali makna luas yang terkandung di dalamnya. #TafsirAlMisbah

Kalau iblis yg membuat kedurhakaan saja doanya dikabulkan Tuhan, apalagi doa orang yang taat kepadaNya. #TafsirAlMisbah

Manusia dapat berusaha memperpanjang ajalnya (batas umur) salah satunya dengan silaturahim (menjaga hub baik) #TafsirAlMisbah

Dalam agama tidak diajarkan 5+5:10 tp 10 itu berapa tambah berapa? Semua mengandung kemungkinan benar jk hasilnya 10 #TafsirAlMisbah

Kitab suci mengandung berbagai macam penafsiran supaya kita mempunyai pilihan #TafsirAlMisbah

Orang yang putus asa seakan-akan tidak percaya Tuhan mampu mengubah hidupnya #TafsirAlMisbah

Seseorang jika melihat kekurangan pada pasangannya hendaknya menutup mata sambil berusaha menyempurnakannya #TafsirAlMisbah

Cara agar keinginan kita bisa sinkron dg Tuhan: buat Tuhan mencintai kita lewat doa #tafsiralmisbah

Jangan mau mengalah dengan mengorbankan prinsip #TafsriAlMisbah

tugas manusia itu sangatlah berat didunia,kecuali dia mendekat kpd penciptanya #tafsiralmisbah

Sajak-Mu Piye? Part 3

Tubuh yang tabah, menasbihkan namaMu, menisbahkan seluruh rindu. PadaMu @samudra_hening

Rinduku terdalam lalu lalang menuju pulang, di bening keningmu yang hening @samudra_hening

Bertamulah di kerinduanku, cicipi secangkir sepi dingin, semaumu. @samudra_hening

Serupa bahtera Nuh, kita adalah sepasang, yang terselamatkan dari banjir rindu, lalu berlabuh di bukit-bukit pelukmu @samudra_hening

Di altar Prambanan, kau serupa kinanthi yang kunantikan, senyummu, seribu rindu yang kucandikan @samudra_hening

Tak lagi kudongengkan tentang Jonggrang,jika rindu ini menggenapi seribu kutukan dalam wujud Bondowoso yang berbeda @samudra_hening

Yang tersisa dari udara subuh ialah rindu yang tak lagi rapuh. Nun jauh, puasamu mencipta puisiku. @samudra_hening

Dalam setangkup doa, rindu adalah kejap matamu, yang setia menangkap aminku, yang setia nenemani imanku @samudra_hening

Telah tiba masanya, segala yang disingkirkan rindu satu per satu akan disangkarkan waktu @samudra_hening

Kutemukan senja lain, terbenam disudut matamu,cahayanya redup sejak rindu sering bertiup @samudra_hening

Secangkir puisi kau buatkan, barangkali syair hanyalah pemanis bagi kopi yang kau seduhkan dalam kata @samudra_hening

Di pelupuk matamu, awan hujan mulai turun, rintik airnya tergenang hingga ke dasar hatiku @samudra_hening

Sore ini, kulihat matahari terbenam di mata kananmu, gerimis mulai turun di mata kirimu, dan hatiku mulai basah oleh airmata @samudra_hening

Sajak-Mu Piye? Part 2

Hatimu memang terlampau dalam, namun disana aku rindu rasanya tenggelam @samudra_hening

Lepas senja seorang lelaki pergi ke bulan “langitnya dicat warna apa sayang?” Sang kekasih menggantungkan pelangi @samudra_hening

Pergilah ke langit, disana puisi tak pernah kehilangan sunyi. Tertanda – penyair bumi @samudra_hening

Memang, senyum mautmu selalu ditebar diam-diam, namun ia mampu membunuhku hidup-hidup @samudra_hening

Berhati-hatilah mencintaiku karena aku tak mampu mencintaimu setengah hati @samudra_hening

Disini, rindu membeku diantara bongkahan waktu, jangan biarkan ia meleleh lalu menggenangi sudut matamu @samudra_hening

Disini, rindu membeku diantara bongkahan waktu, jangan biarkan ia meleleh lalu menggenangi sudut matamu @samudra_hening

Di sudut meja, secangkir kopi panas perlahan mendingin, kekasihnya pergi mencari pemanis lain @samudra_hening

Dalam sekotak wayang, kita adalah sepasang peran yang saling mempermainkan dalang,dan penonton siap berkisah @samudra_hening

Sore ini, kulihat matahari terbenam di mata kananmu, gerimis mulai turun di mata kirimu, dan hatiku mulai basah oleh airmata @samudra_hening

Tak perlu lagi asam cuka jika senyum yang kau masamkam terfermentasi hingga detik yang kesekian. — @samudra_hening

Tak lagi kudongengkan tentang Jonggrang,jika rindu ini menggenapi seribu kutukan dalam wujud Bondowoso yang berbeda @samudra_hening

Berhati-hatilah mencintaiku karena aku tak mampu mencintaimu setengah hati @samudra_hening

Sementara aku mencemaskanmu diam-diam,rinduku kau kubur hidup-hidup @samudra_hening

Saat embun berebut turun, sepiring senyum dan secangkir puisi sudah kau hidangkan pagi ini @samudra_hening