Padang Merdeka, Restoran Padang Kekinian di Kawasan Kota Tua

Seruas jalan yang membujur dari ujung jalan Lada menuju stasiun Kota selalu ramai dipadati pejalan kaki yang berlalu-lalang. Jalur satu arah ini juga marak dengan pedagang kaki lima dan pengunjung kawasan wisata Kota Tua. Berdiri tepat di seberang gedung bank BNI 46, sebuah restoran bernuansa Indonesia baru saja dibuka. Padang Merdeka, cukup unik untuk sebuah nama restoran dengan menu andalan masakan Padang. Ini adalah tempat yang tepat untuk menikmati kuliner Padang dengan nuansa modern nan nyaman. Continue reading “Padang Merdeka, Restoran Padang Kekinian di Kawasan Kota Tua”

Yuk, Ngintip Pembuatan Terowongan MRT Jakarta!

Berawal dari melihat postingan instagram beberapa teman yang memajang foto di dalam terowongan MRT Jakarta, membuat saya penasaran seperti apa sih pembuatan terowongan MRT alias Mass Rapid Transit. Pun ketika melintasi jalur protokol Sudirman – Thamrin yang sedang dilakukan pengerjaan proyek MRT, saya selalu melipir ke jendela Transjakarta untuk sekedar melongok bentuk terowongan MRT. Dan selalu yang terlihat hanyalah mobil-mobil proyek serta alat berat, sementara terowongan yang membuat saya penasaran tak pernah terlihat. Continue reading “Yuk, Ngintip Pembuatan Terowongan MRT Jakarta!”

Mencicipi Kuliner Jawa di Rumah Sarwono

Tradisi kuliner nusantara khususnya di Jawa memang susah dipisahkan dari budaya ‘ngiras’ di warung-warung jalanan. Entah hanya sekedar ngopi atau ngeteh sore-sore di angkringan maupun sekedar menikmati camilan ubi rebus, sate usus, gorengan dan sejenisnya. Nuansa seperti itu akan sangat mudah ditemui saat kita berada di Jogja ataupun di Solo. Dua kota yang notabene mewarisi akar budaya Jawa yang sangat kuat. Lain halnya jika kita tinggal di ibukota, akan sangat sulit mencari tempat nongkrong yang bernuansa homey layaknya rumah eyang di pedalaman Jawa. Continue reading “Mencicipi Kuliner Jawa di Rumah Sarwono”

Pupuh Rindu, The Anguish of Love

“I’m sick of it…”

Dua cangkir kopi saling beradu tatap. Entahlah, satu diantara mereka menyimpan dingin dendam, sedangkan cangkir lain menuangkan kehangatan. Hei! Berapa gulir waktu yang kamu diamkan di seberang meja? Sudah lama kita sepi dari sapa. Aku tahu ini bukan hal yang mudah, membebaskanmu merupakan pilihan tersulit dari yang paling sulit. Namun otakku kian sadar bahwa kebebasanmu adalah kebahagiaanmu. Tak kupungkiri bahwa sedikit hari-hari kemarin adalah anugrah singkat yang diberikan Tuhan untuk mengenalmu. Mengenalkan kerinduan yang belum pernah kutemui sebelumnya. Ah, rindu adalah jarak tersingkat untuk menyapamu, meski menurutmu itu adalah kata yang paling absurd. Di atas meja cangkir-cangkir kopi sudah mulai mendingin, untuk terakhir kalinya aku membayarkan tagihanmu. Menatapmu lekat sebelum hujan bulan desember menghapus segala keluku.

Continue reading “Pupuh Rindu, The Anguish of Love”

Napak Tilas di Bumi Majapahit

“Untuk mewujudkan mimpi kita semua, aku bersumpah akan menjauhi hamukti wiwaha sebelum cita-citaku dan cita-cita kita bersama itu terwujud… Aku bersumpah untuk tidak beristirahat. Lamun huwus kalah Nusantara ingsun amukti palapa…” –Sumpah Palapa

Gelegar suara Maha Patih Gajah Mada serasa menggema saat saya dan teman-teman menyusuri kawasan Trowulan Mojokerto. Kutipan dari novel Gajah Mada itu mampu membuat kami melakukan perjalanan napak tilas di bumi Majapahit. Tujuh abad lalu kawasan ini merupakan wilayah ibukota kerajaan Majapahit dengan sebutan Kotaraja Continue reading “Napak Tilas di Bumi Majapahit”

Cinta? Embuhlah..

“I didn’t mean to fall in love, but you made it so easy…”

Jika ada yang mengatakan bahwa jatuh cinta membuat manusia gila, mungkin aku sudah masuk rumah sakit jiwa. Entahlah, ini cangkir kopi yang kesekian kalinya aku nikmati bersamamu, namun pahitnya tetap setia membumbui lidahku. Di luar sana, rintik hujan tak peduli tentang Jonggrang yang sering kau sebutkan. Tidak pula tentang fragmen Mendut yang seringkali kau impi-impikan. Dari dulu wanita memang berkuasa menaklukan laki-laki. Pikiranku muak dengan segala pongah mimpi-mimpimu. Continue reading “Cinta? Embuhlah..”