Cari Tau Yuk, Mudik Nyaman bareng TRAC

Lebaran sebentar lagi, buat kalian yang belum kebagian tiket mudik, yuk mudik bareng TRAC. Pas banget beberapa hari lalu, saya ikut keseruan bukber bareng TRAC, jadi tau donk, tentang apa itu TRAC? Nah, buat yang belum tau apa itu TRAC, simak yuk, ulasan berikut!

Keseruan bukber bareng TRAC

***

Musim mudik 2019 sudah di depan mata. Yesss! Lebaran tanpa mudik rasanya kurang afdol. Ngomongin mudik, pasti nggak lepas dari macetnya jalan raya, padatnya terminal bus, stasiun kereta api, pelabuhan penyeberangan, hingga bandara. Tapi, di situlah seninya mudik. Euforianya bisa dirasakan semua orang.

Beragam cara dilakukan orang agar bisa merayakan Lebaran bersama keluarga di kampung halaman. Moda transportasi yang dipakai pun bermacam-macam. Mulai dari sepeda motor, mobil pribadi, angkutan umum seperti bus, kapal laut, hingga pesawat udara. Rasanya semua orang bebas mengekspresikan diri untuk melakukan perjalanan mudik. Tergantung kebutuhan dan kemampuan kantong.

Mudik nyaman bareng TRAC

Biasanya kan, kalau mudik pakai mobil pribadi, bakalan capek karena harus nyetir sepanjang perjalanan. Faktor risiko dan keselamatannya juga perlu dipertimbangkan. Apalagi kalau membawa keluarga besar dan yang bisa nyetir cuma satu orang. Berjam-jam dalam kemacetan, pasti membuat fisik lelah. Ini sangat berisiko untuk keselamatan perjalanan. Apalagi keluarga besar di kampung halaman sudah menunggu.

Apa solusinya?

Nah, buat salah satu cara hemat, aman dan nyaman selama mudik adalah dengan menyewa mobil. Kenapa sewa mobil jadi hemat? Gini ya, misal kita punya teman/keluarga yang satu kampung halaman 4-5 orang kan, bisa sewa mobil. Biayanya tinggal di-sharecost alias bagi rame.

Keseruan bukber bareng TRAC

Aman karena nggak perlu takut kehabisan tiket kereta atau pesawat yang harganya gila-gilaan, apalagi kalau sesama teman pemudik bisa nyetir semua, bisa sewa mobil Self Drive alias lepas kunci, kalau capek tinggal gantian nyetir. Atau kalau mau yang lebih nyaman lagi, tinggal sewa mobil sepaket dengan driver-nya alias Chaffaeur Service. Kita tinggal duduk, tidur dan istirahat dengan nyaman di dalam mobil diantar hingga kampung halaman.

Fasilitas berkelas layaknya cabin First Class

Emang ada provider sewa mobil terpercaya dengan fasilitas komplit?

Zaman now gitu, lho! Nyewa mobil nggak perlu ribet. Nggak harus datang ke pool penyewaan mobil langsung. Tinggal download aja aplikasi TRAC. Anyway, ada yang belum tau apa itu TRAC? Well, TRAC adalah cara baru buat sewa mobil semudah tunjuk jari. TRAC ini punya ASTRA. So, nggak perlu ragu lagi kualitas layanannya ya.

Cara order via apps atau web-nya gampang, kok! Alikasinya user friendly banget! Kalau sudah download apps-nya, kita tinggal login dengan mencantumkan alamat email, nomor handphone, dan ID card (bisa KTP atau SIM A kalau mau nyetir sendiri). TRAC ini eksekusi ordernya cepat banget.

Apa bedanya dengan aplikasi sewa mobil lain?

Nah ini, kelebihan TRAC dibanding aplikasi sewa mobil lain adalah stock ketersediaan mobilnya yang selalu real time. Kepastian sewa mobil dengan TRAC lebih tinggi karena statusnya milik sendiri. Nggak mau kan, begitu order statusnya langsung fully booked!

Eksekusi ordernya cepat

Selain itu, fasilitas dan pilihan mobilnya juga beragam mulai dari Avanza, Innova, sampai Toyota Alphard maupun Toyota Camry. Lengkap!

Apa saja jenis sewanya?

Fyi, TRAC itu nggak cuma buat sewa mobil tok, lho! Buat yang hobi road trip atau berniat tur/mudik Lebaran dengan keluarga besar, TRAC juga menyediakan layanan sewa bus. Pilihan sewanya ada tiga: rental mobil, bus dan airport service, layanan terakhir ini bisa digunakan untuk drop off maupun pick up di bandara.

Meski bukan mantan, urusan kenyamanan, TRAC ini paling handal manjain penumpangnya. Kalian yang berencana sewa bus premium bakalan betah selama perjalanan. Soale TRAC melengkapi bus premiumnya dengan beragam fasilitas dan hiburan seperti: wifi, toilet, kursi pijat, ruang meeting, pantry sama karaoke.

Kursi premium bus

Setiap kursi penumpang, juga dilengkapi tablet personal untuk kebutuhan hiburan selama perjalanan. Nggak bakal berasa deh, perjalanan jauh ataupun macet. Kalau gini, perjalanan darat udah berasa naik pesawat di cabin First Class, ye!

Plusnya lagi, kalau sewa mobil sepaket dengan driver-nya kita nggak perlu repot urus ini-itu. Biasanya kan, kalau sewa mobil konvensional, penyewa harus mikirin gimana makan drivernya, di mana nanti driver-nya tidur, berapa jumlah tipsnya, sampai kalau ada kendala mobilnya mogok, penyewa nggak perlu repot. Semua sudah diurus sama TRAC.

Oya, driver TRAC ini punya standar khusus yang ditetapkan perusahaan: rapi, capable, menguasai defensive driving dan berwawasan luas, sehingga pengemudi TRAC akan mampu berpikir jauh ke depan dan lebih siaga.

Dan pastinya, sebelum berangkat TRAC punya kebiasaan untuk mengajak seluruh penumpang dan driver doa bersama sebelum memulai perjalanan. Nggak cuma nyaman, perjalanan kalian juga semakin tenang dan berkesan.

Bagaimana system keamanan sewa mobil lewat TRAC?

Satu hal yang ditakutkan penyewa mobil adalah masalah keamanan. Nggak seperti sewa mobil konvensional, TRAC memberikan banyak kelebihan pada system keamanan bagi penyewanya. Salah satunya dengan melengkapi mobil dengan fitur emergency service dan asuransi khusus yang terhubung langsung dengan provider dalam kondisi darurat.

Call center TRAC bisa dihubungi dan siap membantu selama 24 jam penuh. So, nggak perlu khawatir lah ya masalah keamanan.

Selain itu, TRAC juga dilengkapi dengan fitur keamanan dalam pembayaran. Notifikasi dan historical-nya lengkap. Kalian juga bisa menggunakan kode PROMO jika punya.

Ke mana menghubungi TRAC?

Well, TRAC mudah banget kok dihubungi, kalian bisa menghubungi langsung via whatssap di nomor 081111-77087 atau telepon langsung juga bisa di nomor (021) 877-877-87. Info lengkap mengenai TRAC bisa klik langsung ke www.trac.astra.co.id.

So, udah siap mudik aman dan nyaman bareng TRAC?

Umrah Selagi Muda, Kenapa Nggak?

Yeay! Ramadan tiba. Bulan suci yang dinantikan umat Muslim sedunia ini memang spesial. Beragam cara dilakukan umat Muslim untuk bisa mendekatkan diri sama Yang Di Atas. Salah satunya dengan melaksanakan perjalanan spiritual umrah. Tapi, yang namanya umrah enggak harus di bulan Ramadan. Bulan-bulan lain juga bisa kok. Sepanjang tahun! Misalnya dengan mengambil paket umroh November Karena pada bulan November, cuaca di Makkah relatif lebih sejuk. Suhunya sekitar 24-36 derajat.

Beberapa waktu lalu, saya nggak sengaja bongkar-bongkar file lama di laptop. Saat membereskan folder-folder foto yang berantakan, tiba-tiba mata saya tertuju pada sebuah folder berlabel umrah. Pas banget dibuka, saya jadi teringat bahwa perjalanan umrah ini sudah setahun lalu. Perjalanan umrah saya selesai tepat sehari sebelum Ramadan. Di mana saya harus kembali ke Tanah Air setelah kurang lebih 11 hari di Tanah Suci.

Nggak terasa memang, rasanya baru kemarin saya sibuk sana-sini menyiapkan berbagai printilan dan administrasi untuk perjalanan umrah. Kalau diingat, keinginan saya umrah sebenarnya sudah lama banget, kira-kira tahun 2012 silam. Ya, namanya juga keinginan, nggak tau kapan bisa merealisasikannya.

Baca juga A Spiritual Journey to Mecca and Medina part 1

Lucunya, waktu itu saya beli kain ihram di Tanah Abang tanpa ada rencana kapan mau umrah. Niat saya cuma satu: beli aja dulu kain ihram, kalau belum kepakai bisa dibuat koleksi atau sekadar mengingatkan untuk berumrah ketika membuka lemari pakaian. Enam tahun berlalu, akhirnya niat umrah baru terlaksana tahun 2018 lalu.

Kenapa sih pengin umrah?

Well, sebenarnya buat saya, umrah adalah reward/hadiah perjalanan spiritual pribadi. Saya yakin kok, setiap manusia memiliki beragam aspirasi dalam hidupnya. Termasuk dalam memberikan reward bagi dirinya sendiri. Nah, umrah buat saya adalah fase di mana saya harus tau, kapan saya berhak mendapatkan reward tersebut.

Umrah nggak harus menunggu usia lanjut, karena ibadah umrah butuh kesiapan fisik yang lebih

Umrah bukanlah perjalanan wisata rohani yang menghambur-hamburkan uang. Lebih dari itu, buat saya umrah bisa memberikan ketenangan batin. Semacam perjalanan religi yang setidaknya harus dilakukan sekali seumur hidup. Yakan, kalau mau naik haji daftar tunggunya pasti lama. Lagipula, biaya untuk naik haji jauh lebih besar daripada umrah.

Berumrah buat saya bukan berarti kita langsung menjadi manusia yang paling suci atau harus ‘suci’ dulu dari segala macam dosa. Justru menurut saya, umrah bisa menjadi tolok ukur awal untuk menjadi manusia yang lebih baik. Karena, pada hakikatnya manusia itu berproses, dan ‘proses’ untuk menjadi manusia yang lebih baik, tidak akan pernah berhenti hingga kita meninggal.

Terus apa saja persiapannya?

Jujur, saya sendiri tidak banyak melakukan persiapan yang macam-macam. Kalau banyak yang bilang: Jangan umrah kalau belum ‘bersih’, nanti kamu bakal ‘dibalas’ di sana. Well, saya katakan itu ungkapan yang keliru. Saya sendiri merasa masih sangat ‘kotor’ saat mau berumrah. Tapi saya yakin, kalau kita mau bertamu ke rumah Tuhan, pasti Tuhan akan sangat senang menyambut kita di rumahNya. Ingat ya, kalau kita mendekat satu meter dengan Tuhan, Dia akan lebih cepat mendekat seratus meter dengan hambaNya.

Toh, bukankah agama selalu mengajarkan kita untuk selalu mengedepankan husnuzan atau berprasangka baik dalam segala hal? Alhamdulillah, dengan memilih berpositif thinking sebelum berumrah, saya justru merasa semuanya dilancarkan. Enggak ada tuh, yang namanya perbuatan buruk selama hidup dibalas di sana.

Baca juga A Spiritual Journey to Mecca and Medina part 2 (Tamat)

So, saya ulangi lagi kalau ada ungkapan seperti itu, keliru besar! Kalau pun ada yang mengalami hal seperti itu, bisa jadi sedari awal dia memang sudah berprasangka buruk dengan Tuhan. Bukankah Tuhan sesuai dengan prasangka hambaNya? Beware of your mouth, Guys! Pokok’e, jangan takut berumrah hanya karena merasa kita belum ‘suci’.

Masjid Nabawi

Saya hanya perlu menyiapkan fisik agar nggak sakit selama menunaikan ibadah umrah. Selebihnya, saya membaca buku-buku panduan ibadah umrah, dan minta restu dari ibu sebelum berangkat. Bahkan, saya tidak mengadakan pengajian atau semacamnya sebelum berangkat. Bagi yang ingin mengadakan pengajian sebelum berangkat umrah, itu sah-sah saja, dan itu baik. Bagi yang tidak seperti saya, juga sah-sah saja. Itu pilihan. Yang penting bagi saya niat untuk beribadah.

Bagaimana persiapan biayanya?

Fyi, umrah itu enggak harus mahal kok! Kita bisa menyiasatinya dengan mencari program umroh promo dari beragam biro travel. Biaya umrah masih lebih terjangkau bila dibandingkan biaya traveling ke Eropa. So, mumpung masih muda jangan sia-siakan kalau punya kesempatan dan kesiapan biaya untuk berumrah. Umrah selagi masih muda tentu lebih nikmat rasanya dibandingkan ketika beribadah umrah saat usia lanjut, karena umrah membutuhkan kesiapan fisik yang lebih.

Selamat menunaikan umrah dan selamat berpuasa!

Kay’s Cafe and Bar, Tempat Nongkrong Asik yang Ciamik

Yes! Weekend is here. Buat saya, akhir pekan adalah waktu yang pas buat nongkrong atau ngumpul bareng teman-teman. Nggak afdol rasanya kalau nongkrong, tanpa ditemani live music sama jajanan yang mantul.

Syarat tempat yang nongkrong yang asyik buat saya itu, harus nyaman buat ngetik, wifi kenceng plus makanannya maknyus. Belum lama ini, saya nyobain salah satu tempat nongkrong yang asyik di sekitaran Jakpus. Masih baru, namanya Kay’s Cafe and Bar. Lokasinya berada di Marc Hotel di dalam komplek Pasar Baru Mansion.

Meski baru, Kay’s Bar and Café ini mewakili syarat tempat nongkrong yang asyik buat saya. Nggak cuma menunya yang mantul, tapi juga lokasinya strategis dan yahud abis! Udah gitu, wifinya juga kenceng. Berasa banget kalau tempat ini semacam paket komplit. One stop service entertainment-lah! Jadi, Kay’s Café and Bar ini terdiri dari dua lantai. Lantai dasar untuk kafe dan lantai dua untuk bar.

Mau tau menunya apa aja yang ada di Kay’s Cafe?

Banyak varian dessert yang bisa dicoba

Mulai dari Chikecken Cordon Blue, Dory Sambal Matah, Nasi Goreng Kampung, Nasi Goreng Nanas, sampai Nasi Goreng Ayam, ada. Bosan sama nasi-nasian? Tenang, banyak varian mie yang bisa dipilih. Ada Bihun Goreng Ayam, Cwi Mie, Kway Teow Goreng sampai Mie Goreng Aceh. Range harganya juga terjangkau untuk makanan sekelas hotel. Mulai dari 35K sampai 50K rupiah. Murah, kan?

Dari semua jenis makanan yang ada, saya suka banget sama Nasi Goreng Kampung. Empingnya gede, mirip kerupuk. Terus, ada telur setengah matang yang lumer di mulut. Acarnya juga seger, plus ada sayur-mayurnya. Jadi nggak plain banget tampilannya.

Boleh dibilang, satu porsi nasi goreng ini cukup mengenyangkan kalau dimakan sendirian. Buat yang nggak suka nasi goreng, menu lainnya bisa jadi alternatif pilihan. Selain makanan berat kay’s Café juga menyediakan beragam pilihan dessert dan pastry.

Nasgor kampung ini favorit saya

Terus, menu minumannya apa aja?

Favorit saya sih, Red Velvet sama Iced Tea Flavoured. Minuman lain juga masih banyak. Beragam teh sama kopi-kopian juga ada. Specialty Coffee Shop menggunakan biji kopi wamena asal tunggal. Buat yang nggak suka kopi atau teh, varian lain juga tersedia, terutama buat yang suka coklat. Super komplit, deh. Untuk range harganya juga terjangkau. Mulai dari 25K-50K. Dengan kualitas yang disuguhkan, harga ini tergolong ramah di kantong. Pokoknya, harga, porsi, dan rasa, benar-benar sesuai.

Pilihan kopinya beragam

Selain menu, desain interior kafenya juga kece. Banyak spot instagramable buat selfie-selfiean. Kafenya sendiri berada di lantai dasar. Ruangannya terbagi dua: indoor dan outdoor.

Buat pengunjung Muslim yang ingin salat, musala tersedia di lantai tujuh.

Bar dengan Nuansa Oldiest

Puas makan, kita bisa langsung naik ke lantai dua. Buat yang hobi clubbing, disediakan bar lengkap dengan live music. Di ruang ini, pengunjung bebas merokok. Beragam minuman beralkohol juga tersedia. Berhubung saya nggak minum alkohol, jadi, cuma menikmati suasananya aja.

Suasana bar lumayan nyaman dan santai, dengan alunan lagu-lagunya yang romantis plus oldiest. Ruangannya terbagi dua, area dalam dan beranda dengan view halaman hotel.

Secara keseluruhan, Kay’s Café and Bar ini asyik banget buat nongkrong rame-rame sama teman. Nggak usah ragu, yang pengin hangout Kay’s Café and Bar ini buka tiap hari kok. Dari Minggu sampai Senin, mulai pukul 10 pagi hingga 22 malam.

Alamat:
Marc Hotel
Jl. Pintu Air V No.53, Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat 11710

Kontak:
021 3890 1295

Berpuasa, Penyandang Diabetes Wajib Waspadai Risikonya

Mas Osi, penyandang diabetes yang sangat inspiratif

Yeay! Bulan Ramadan sebentar lagi datang. Udah nyiapin apa aja nih, gaes? 

Selain persiapan mental dan spiritual, tentu kita membutuhkan persiapan fisik yang prima. Maklum, ibadah yang satu ini cukup istimewa. Istimewa karena datangnya cuma setahun sekali, dan istimewa karena fisik kita, harus siap melakukan beragam kegiatan, tetapi asupan yang masuk ke dalam tubuh justru berkurang. 

Biasanya, selama bulan Ramadan itu kegiatan fisik justru meningkat. Meskipun jam kerja kantoran umumnya berkurang, tapi kan, badai bukber dan kegiatan Ramadan di mana-mana. Ajang reunian beragam angkatan sekolah, instansi, dan komunitas rasanya nggak pernah habis. Betul nggak? 

Sehabis bukber, ibadah salat tarawih juga menjadi prioritas utama. Belum lagi tambahan ibadah-ibadah sunah lainnya, seperti tadarus Alquran dan salat malam. Yakan, mumpung bulan ‘panen pahala’. 

Istirahat justru semakin berkurang, karena selama Ramadan, kita harus bangun jauh lebih awal untuk makan sahur. Sementara, pada siang hari, tubuh benar-benar tidak boleh mengonsumsi makanan. 

So, gimana fisik nggak harus prima kalau gitu? 


Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, SpPD-KEMD.

Beberapa waktu lalu, saya sempat mengikuti bincang-bincang dengan dokter Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, SpPD-KEMD terkait persiapan kesehatan bagi penyandang diabetes. Tau kan ya, penderita diabetes di Indonesia cukup banyak. Menurut data statistik, hampir 30 juta penduduk Indonesia menyandang diabetes. Baik tipe 1 maupun tipe 2.

Jika mengacu pedoman agama dan organisasai medis, mayoritas penyandang diabetes ini dibebaskan kok, untuk tidak menjalankan ibadah puasa. Alternatifnya, penyandang diabetes ini bisa menggantinya dengan membayar fidiah/denda, dengan menyalurkan bahan makanan pokok seperti beras kepada fakir miskin.

Bukan tanpa alasan bagi penyandang diabetes dibolehkan untuk tidak berpuasa. Meningkatnya risiko kesehatan seperti hipoglikemia, hiperglikemia, dehidrasi, dan thrombosis, patut menjadi pertimbangan tersendiri.

Lha, terus gimana donk kalau tetap pengin berpuasa?

Bagi penyandang diabetes, terutama tipe 2, jika memilih untuk tetap berpuasa ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Paling tidak memahami beberapa risiko kesehatan yang bisa meningkat berikut ini:

Hipoglikemia

Ini adalah risiko atau kondisi kadar gula darah terlalu rendah, berada di bawah 70 mg/dL. Umumnya, penyandang diabetes menggunakan insulin buatan atau obat-obatan tertentu untuk menurunkan kadar gula dalam darah. Gejala yang sering terjadi adalah keringat dingin, pusing, gemetar, jantung berdebar, kurang fokus, mudah ngantuk dan gampang marah.

Gangguan ini jika tidak segera ditangani, bisa membuat kondisi kesehatannya memburuk. Atau mungkin bisa menimbulkan masalah serius. Sebaliknya, jika cepat-cepat diobati, bisa mengembalikan kadar gula darah rendah ke kisaran normal. So, beware ya!

Hiperglikemia

Kondisi sebaliknya dari Hipoglikemia, risiko Hiperglikemia adalah kondisi di mana kadar gula darah meningkat drastis. Faktornya banyak, apalagi penyandang diabetes tipe 2 yang tetap menjalankan ibadah puasa. Setelah seharian asupan makanan berkurang, saat berbuka puasa, umumnya ingin mengonsumsi yang manis-manis.

Selain makanan, kondisi ini juga bisa disebabkan oleh pengurangan dosis yang berlebihan obat diabetes. Gejalanya bisa ditandai dengan munculnya sering haus, ingin buang air kecil, kelelahan, penglihatan kabur dan penurunan berat badan yang drastis.

Thrombosis

Risiko pembekuan darah dalam pembuluh darah vena ini harus diwaspadai. Risiko ini bisa terjadi dengan dehidrasi. Gejalanya beragam, mulai dari nyeri, bengkak, dan kemerahan di sekitar lokasi pembekuan darah, kulit terasa hangat di bagian tubuh yang terkena, seperti tubuh bagian bawah.

Dehidrasi

Sekitar 60 persen tubuh kita terdiri dari cairan. Kandungan air yang ideal membantu kerja sistem pencernaan. Kurang minum selama bulan Ramadan, bisa membuat kita dehidrasi. Gejalanya seperti mulut dan kulit kering, haus, jarang buang air kecil, urine berwarna pekat dan berbau, kelelahan. Kondisi ini disebabkan minimnya asupan cairan yang masuk ke dalam tubuh.

Salah satu kondisi risiko di atas, wajib banget diwaspadai bagi penyandang diabetes yang tetap ingin berpuasa. Usahakan untuk menghindari faktor penyebabnya.

Apa solusinya?

Nah, bagi penyandang diabetes yang masih tetap ingin berpuasa, wajib hukumnya untuk melakukan diet sederhana selama bulan Ramadan. Tips dari MSD alias Merck Sharp & Dohme ini bisa kok, jadi panduan. Btw, pada tau kan ya, MSD adalah perusahaan biofarmasi  global terkemuka di bidang obat-obatan dan vaksin. Perusahaan ini sudah beroperasi di lebih dari 140 negara. So, simak tipsnya berikut ini!

Saat sahur, upayakan untuk selalu mengonsumsi makanan yang melepaskan energinya secara lambat seperti kacang-kacangan, semolina, roti coklat dan teman-temannya.

Saat buka puasa, usahakan asupan yang masuk ke dalam tubuh berupa buah-buahan, diikuti karbohidrat rendah kalori seperti beras merah dan sayur-sayuran. Sebisa mungkin hindari mengonsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh seperti pakora, samosa dan ghee.

Terakhir, jangan lupa untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan cairan. Perbanyak minum pada waktu sahur dan buka puasa.

Bagi penyandang diabetes, sangat penting untuk selalu memonitor kondisi tubuh secara intensif selama bulan Ramadan. Jangan ragu untuk segera berkonsultasi ke dokter jika kondisi tubuh kurang optimal. Tetap semangat dan selamat berpuasa! J

Wajah Baru Pos Indonesia

Kapan terakhir kali menggunakan jasa Pos Indonesia?

Eh, udah lama banget ya, pakai jasa Pos Indonesia, kayaknya udah sekian tahun lalu terakhir kali saya menggunakan  jasa pos. Waktu itu, saya ke kantor pos untuk urusan pembayaran pajak kantor secara tunai, karena system pembayaran melalui bank, seringkali offline menjelang tenggat akhir tanggal pembayaran pajak. Dan Pos Indonesia, satu-satunya media pembayaran yang jarang offline, meskipun sudah memasuki tenggat akhir.

Terus, sekarang ternyata Pos Indonesia udah berubah drastis, donk. Kalau tahun 90-an, Pos Indonesia itu identik dengan layanan surat menyurat, pengiriman paket, kirim telegram dan pengiriman uang pakai wesel pos. Kira-kira anak zaman now tau nggak ya, produk-produk itu? Kini, setelah sekian puluh tahun berlalu, wajah Pos Indonesia sudah jauh berbeda.

Btw, nostalgia dulu yuk, sejarah Pos Indonesia dari dulu sampai sekarang.

Pos Indonesia Zaman Dulu

Kalau menurut sejarahnya, Pos Indonesia sendiri berdiri sejak 26 Agustus tahun 1746. Nah kan, Udah lama banget! Bahkan sejak Indonesia belum lahir, tapi Pos Indonesia udah ada. Kurang lebih udah sekitar 272 tahun lalu.

Pada awalnya Pos Indonesia bertujuan untuk lebih menjamin keamanan surat-surat penduduk, terutama bagi mereka yang berdagang dari kantor-kantor di luar Jawa dan bagi mereka yang datang dari dan pergi ke Negeri Belanda.

Pos Indonesia pada awalnya didirikan di Batavia atau yang sekarang ini dikenal sebagai ibukota Indonesia, Jakarta.

Tahun 90-an

Kriiing kriing … !!! Hore pak pos datang. Bagi yang pernah memiliki sahabat pena tahun 90-an, pasti akan kegirangan ketika mendengar bunyi bel sepeda pak pos, yang datang mengantarkan surat.  

Tahun 90-an, hampir setiap hari yang namanya surat, menjadi salah satu alat komunikasi jarak jauh yang paling efektif, murah dan terjangkau bagi siapa saja. Hanya bermodalkan selembar perangko, surat yang ingin kita kirimkan, bisa sampai ke tujuan.

Jenis perangkonya pun beragam: perangko untuk pengiriman surat kilat khusus dengan pengiriman reguler juga berbeda. Prinsipnya, makin banyak perangko yang kita tempel, makin cepat surat yang kita kirimkan.

Bahkan, tahun segitu saya sempat hobi mengoleksi beragam perangko dari berbagai negara. Hobi filateli ini cukup mengasyikan dan bergengsi.

Nggak cuma itu sih, sebagai anak yang sempat mencicipi dunia tahun 90-an di mana semua masih serba analog, pengiriman uang melalui wesel pos juga menjadi salah satu produk unggulan Pos Indonesia kala itu. Beda banget dengan zaman sekarang, pengiriman uang udah makin praktis tinggal kirim melalui transfer bank atau dompet digital.

Pengiriman uang melalui wesel pos ini boleh dibilang cukup ngehitz di zamannya. Mulai dari mahasiswa, siswa sekolah, pekerja rantau, semua menggunakan wesel untuk media pengiriman uang. Selain itu, Pos Indonesia juga merajai jasa pengiriman barang atau paket pada zamannya. Hayoo! Ngaku deh, siapa yang dulu seneng banget kalau dapat wesel pos?

Awal tahun 2000-an

Menjelang awal abad millennium perubahan zaman terjadi. Pos Indonesia meskipun memiliki infrastruktur yang mumpuni dengan jaringan kantor yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia, mulai kembang kempis.

Pasalnya, apalagi kalau bukan teknologi yang semakin canggih. Orang tidak lagi menggunakan surat sebagai media untuk mengirimkan informasi. Surat elektronik (email), whatssap, SMS, Line dan beragam media online menggantikan semua yang dulu dilakukan Pos Indonesia.

Padahal, Pos Indonesia memiliki jaringan kantor dan sumber daya manusia yang tidak sedikit. Tau nggak sih, terdapat 4.561 Kantor Pos, dengan 24.000 titik layanan, yang melayani 100 persen wilayah Indonesia hingga kota/kabupaten, bahkan kecamatan. Kekuatan ini belum tentu dimiliki perusahaan lain.

Wajah Pos Indonesia Kini

Setelah sekian tahun berlalu, kini Pos Indonesia punya wajah baru. Singkat kata, Pos Indonesia masih punya harapan untuk terus hidup.

Tahun 2009 jadi titik tolak Pos Indonesia untuk berubah. Pos Indonesia memulai proses liberalisasi — keluar dari gendongan pemerintah, melihat ke luar, dan menerima tantangan dunia digital dengan merengkuhnya, mengadopsinya, dan jadi bagian darinya.

Era baru dimulai bagi perusahaan berwarna oranye itu.

Pilihan Produk yang Makin Beragam

Kini, kita kalau Pos Indonesia punya beragam produk yang sesuai kebutuhan masyarakat kekinian. Nggak cuma layanan pengiriman logistik, tetapi juga beragam produk-produk yang mempermudah generasi zaman now.

Nggak kalah kok dengan jasa kurir logistik yang makin menjamur. Layanan utama pengiriman surat atau dokumen bisa dilakukan dengan layanan Pos Express, layanan standar, Paket Pos, maupun Pos Kilat Khusus.

Selain itu, Pos Indonesia juga melayani jasa keuangan seperti: Pospay (untuk ragam pembayaran tagihan), Weselpos, Giropos, Fund Distribution, dan Bank Channeling.

Urusan pengiriman logistik juga makin beragam. Mulai dari Transporting, Warehousing, Freight Forwarding, Distribusi Barang, hingga Supply Chain Management. Untuk tarif, boleh dibilang paling murah bila dibandingkan dengan jasa pengiriman logistik sejenis. Distribusi barang dalam negeri atau kargo ritel  menggunakan Publish Rate (masih di dalam Jawa)

Mau beli emas?

Nggak usah bingung, bisa kok melalui Pos Indonesia simak deh, alurnya berikut ini:

Belanja saat Harbolnas juga makin hemat dengan memakai jasa pengiriman Pos Indonesia. Atau mau jadi agen pos? Bisa juga kok. Cek dulu caranya berikut ini.

Pos Indonesia kini punya wajah baru yang lebih fresh dan akomodatif. So, jangan ragu lagi menggunakan jasa Pos Indonesia.

Pengen Punya Bayi Tabung? Konsultasi Dulu dengan dr. Indra NC Anwar Sp. OG

“Duh, umur segini belum hamil dan punya anak” kalimat ini pendek dan sederhana, tapi rasanya menyedihkan kalau keluar dari bibir sahabat atau teman sendiri. Ada lho, beberapa teman saya yang suka curhat begini. Saya mengerti betul perasaan mereka. Meskipun saya belum menikah (bukan tjurhat) dan nggak akan hamil karena saya laki-laki, saya bisa memahami kekhawatiran mereka. 

Apalagi budaya patriarki yang mayoritas dianut oleh negara kita, seringkali memberikan stigma buruk tentang wanita yang belum memiliki anak setelah bertahun-tahun menikah. Beragam cap negatif ditempelkan pada wanita. Padahal, faktor kehamilan kan, nggak cuma dari istri, tapi juga dari tingkat kesuburan suami.

Kalau mau ikhtiar lebih, ada banyak cara kok, untuk bisa hamil dan memperoleh keturunan. Salah satunya adalah dengan program bayi tabung.

Eh, ini mau ngomongin apa sih? 

Maaf, maaf … konten kali ini agak dewasa. Semoga nggak dianggap pornografi, sudah pada besar, kan?

dr. Indra N.C. Anwar Sp. OG

Sedikit sharing sih, setelah beberapa waktu lalu saya bertemu dengan dr. Indra NC Anwar, Sp. OG, beliau ini dokter spesialis kandungan, saya jadi banyak tau tentang prosedur bayi tabung.  Selama ini saya babar blas nggak tau apa-apa tentang bayi tabung. Ya maklumlah.

Jadi apa itu bayi tabung?

Zaman sekarang, praktik reproduksi buatan seperti  bayi tabung adalah salah satu solusi bagi mereka yang ingin memiliki anak, tapi terhambat oleh beragam faktor seperti kesehatan, kesuburan maupun faktor genetik. Teknik ini sudah lama dipakai oleh banyak pasangan untuk mendapatkan momongan. Kalau menurut sejarahnya sih, bayi tabung pertama di dunia lahir pada tahun 1978. Jadi sudah lumayan lama.

Praktik bayi tabung ini nama kerennya In Vitro Fertilisation atau IVF.

Prosesnya cukup panjang dan harus dikerjakan oleh ahlinya.  Bayi tabung ini melibatkan sel telur wanita dewasa yang diambil dari ovarium dan akan ditempatkan dalam tabung khusus di laboratorium buat dibuahi sperma. Kalau proses fertilisasinya berhasil, maka sel telur akan dipindahkan ke rahim wanita dengan harapan akan terjadinya kehamilan.

Diskusi seru soal bayi tabung dengan dr. Indra

Nah, proses pembuahan yang terjadi di dalam tabung ini yang menjadi awal mula istilah bayi tabung. Jadi bukan bayi yang berasal dari tabung cem gelas ya. 😀

Di Indonesia sendiri praktik bayi tabung syaratnya sangat ketat dan nggak bisa sembarangan. Pasangan yang ingin mendapatkan momongan bayi tabung haruslah pasangan resmi dan wajib menunjukkan buku nikah serta kartu KTP. Syarat administratif ini wajib,  jadi nggak bisa sembarangan ya!

Mengapa harus melalui bayi tabung, apakah nggak ada cara lain? Apa alasannya?

Jadi gini, pasangan suami istri yang sudah menikah cukup lama dan belum punya momongan, sebaiknya segera periksa ke dokter. Kondisi infertil atau kurang subur ini, bisa dialami pasangan suami istri yang secara teratur melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan alat kontrasepsi selama setahun dan belum hamil.

Nggak cuma istrinya saja yang diperiksa, tapi suaminya juga, keduanya wajib ya. Faktor yang memengaruhi kesuburan ini banyak, lho. Kalau laki-laki tolong jangan biasakan memakai celana terlalu ketat. Celana dalam yang ketat, menimbulkan lingkungan yang kurang ramah untuk produksi sperma.

Penggunaan laptop  pada posisi yang terlalu dekat dengan area vital laki-laki bisa meningkatkan suhu skrotum hingga 35 derajat. Peningkatan suhu ini punya efek yang merugikan pada proses pembentukan gamet jantan. So, ati-ati ya, jangan terlalu dekat meletakkan laptop dekat area vital. Nah, kalau faktor kesehatan istri bisa dicek dulu, apakah ada kista, myom, polip dan faktor kesehatan lainnya.

Faktor klinis lainnya banyak, jadi kalau mau tau lebih detail bisa langsung periksa ke dokter. Salah satunya dengan dr. Indra tadi. Beliau ini praktik di Morula IVF BIC (Bunda Internasional Clinic).

Berapa biayanya?

Tahapan untuk mendapatkan momongan itu nggak harus langsung dengan bayi tabung. Tahap awal bisa dilakukan inseminasi. Inseminasi buatan adalah proses pembuahan dengan cara memasukkan sperma ke dalam rahim.

Kesempatan hamil dengan program ini rata-rata berkisar 5-25 persen. Usia juga turut memengaruhi. Usia istri dibawah 35 tahun tingkat keberhasilannya antara 15-25 persen. Lebih dari 35 atau kurang dari 40 tahun sekitar 5 persen. Balik lagi tergantung dengan kondisi klinis pasangan.

Empat sampai enam minggu sebelum jadwal inseminasi, calon ibu diminta minum pil hormonal untuk merangsang terjadinya ovulasi, yakni proses matang dan keluarnya sel telur. Biayanya sekitar 15jutaan. Cek laboratorium darah sekitar 8jutaan. Biaya obat-obatan antara 10-40juta. Frozen embriyo transfer alias simpan beku sperma dan embrio antara 5-6jutaan.

Masing-masing pasien berbeda-beda, tergantung kasusnya. Sementara jika harus melalui bayi tabung, total biaya dari awal sampai hamil sekitar 80jutaan.

Berapa usia yang cocok untuk melakukan program bayi tabung bagi istri?

Faktor usia menjadi penentu tingkat kesuburan. Jika istri sudah memasuki usia lebih dari 35 tahun, sebaiknya langsung ambil tindakan bayi tabung. Semakin muda usia calon ibu, semakin besar peluang keberhasilan program bayi tabung. Karena semakin bertambahnya usia, membuat jumlah dan kualitas sel telur semakin berkurang. Meskipun begitu, usia paling tinggi yang pernah berhasil melakukan program bayi tabung adalah 45 tahun.

Seandainya dokter menyarankan untuk langsung mengambil program bayi tabung, jangan langsung keburu pengen bikin anak kembar ya. Bukan apa-apa, meskipun bisa, risiko bayi kembar itu sangat tinggi. Bisa lahir premature, tumbuh kembang janinnya berbeda, serta membutuhkan biaya yang cukup besar. Tujuan untuk melahirkan bayi tunggal supaya bisa menghasilkan embrio yang bagus.

Kapan waktu yang cocok untuk program bayi tabung?

Langkah awal sebelum melakukan program bayi tabung adalah dengan menentukan masa subur pasangan suami istri untuk mengatur hubungan seksual pada masa tersebut. Bagi istri, program bayi tabung baru bisa dilakukan saat hari ke-2 menstruasi.

Berapa persen tingkat keberhasilannya?

Nggak ada yang menjamin semua program bayi tabung yang dijalani pasangan suami istri berhasil seratus persen. Yah, namanya juga ikhtiar, hukumnya wajib. Perkara hasil serahkan saja sama Yang Di Atas. Kuncinya: semakin dini usia untuk melakukan program bayi tabung, semakin besar peluang keberhasilannya.

Jika pasangan suami istri sudah menikah dua tahun dan belum dikaruniai momongan, lebih baik mulai mempertimbangkan program bayi tabung. Karena semakin lama menunggu, peluangnya akan semakin berkurang.

Buat yang bingung ke mana harus konsultasi dan pengen punya momongan melalui program bayi tabung, cek aja akun instagram dr. Indra. Alamat praktiknya di dua tempat berikut ini ya:

Morula IVF The BIC, Jl. Teuku Cik Ditiro No.12, Gondangdia, Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Telp (021) 291 86133

Klinik Teratai RS Gading Pluit – Lt 4 Jalan Boulevard Timur Raya, Kelapa Gading Jakarta. Telp (021) 456-6663/452-1001 sms center 0888-858-6663

Ada Bangsal Rawat Inap Khusus Remaja di RS Dharmais

Salah satu sudut bangsal rawat inap remaja di RS Dharmais, lucu ya!

Jujur, ketika saya mendapat ajakan untuk mengunjungi rumah sakit, saya langsung merasa kurang nyaman. Ya, saya salah satu orang yang kurang menyukai suasana rumah sakit. Bukan hanya itu, bau obat-obatan, emergency room, ruang operasi dan segala macamnya, membuat saya pusing dan mual.

Selain itu, ketika mengunjungi rumah sakit, saya seperti diajak flashback beberapa tahun lalu saat dirawat dan melakukan operasi kecil. Saya sadar, rasa trauma seperti ini memang nggak mudah dihilangkan. Alasan-alasan inilah yang membuat saya kurang suka dengan suasana rumah sakit.

Sebagai orang yang tidak menyukai hawa-hawa rumah sakit, saya sangat salut dengan teman-teman yang memilih jalur profesi dan terjun ke dunia medis, yang buat saya seperti memiliki hawa negatif. Entah itu dokter, perawat, apoteker atau profesi apapun yang berhubungan dengan dunia medis.

Sedikit cerita, belum lama ini saya diajak untuk mengunjungi peresmian bangsal rawat inap remaja bagi teman-teman cancer fighter. Tepatnya di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta. Nggak gampang buat saya berdamai dengan situasi seperti ini. Namun, saya berpikir ulang, apakah saya mau terus-terusan dijajah dengan rasa khawatir dan trauma seperti ini?

Mirip ruang belajar, pasien remaja pun jadi lebih semangat.

Akhirnya, dengan mantap saya menerima ajakan tersebut. Sekali lagi, nggak mudah buat saya untuk melangkahkan kaki ke sana. Selain itu, di rumah sakit tersebut saya serasa diingatkan kembali oleh sahabat baik saya, yang beberapa tahun silam berpulang di sana. Sedih? Tentu saja, tapi saya harus kuat.

Belajar dari Seorang Survivor dan Cancer Fighter

Sedikit mengenang, sebelum saya berpindah profesi dan beralih kerja di tempat yang baru, saya mempunyai nasabah seorang survivor dan cancer fighter. Saya cukup dekat dengan beliau sewaktu masih bekerja di dunia perbankan. Beliau ini kakak kandungnya mantan petinggi negeri.

Meskipun sekarang saya sudah berpindah profesi, kami masih berhubungan baik dan masih keep in touch. Dulu, saya sering berkunjung ke rumahnya untuk sekadar silaturahmi dan belajar banyak dari beliau. Mantan nasabah saya ini seorang ibu-ibu yang sudah berumur.

Beliau cukup kuat dalam menghadapi cobaan yang demikian berat. Pada akhirnya, beliau mampu sembuh dan terbebas dari kanker. Sewaktu melakukan pengobatan atau kemoteraphy, beliau selalu mengajak “alat-alat medis berkomunikasi”. Dengan begitu, ia akan merasa nyaman saat melakukan kemoteraphy. Ibu ini selalu mengajak komunikasi alat infuse, suntikan, obat-obatan untuk “berdamai” dengan dirinya, jangan memberikan rasa sakit dan sebagainya.

Seperti ruangan bermain anak-anak yang cheerful

Ia berusaha tabah dan sabar serta selalu berpikiran positif. Dan sekarang beliau sudah dinyatakan sembuh oleh dokter yang menanganinya. Pengalamannya sebagai seorang survivor membuat saya terinspirasi.

YOAI dan Prudential Indonesia Menginisiasi Pembangunan Bangsal Rawat Inap Remaja untuk Pasien Kanker

Lain halnya jika seorang survivor cancer dialami oleh remaja. Menurut WHO, remaja di bawah usia 18 tahun dikategorikan anak-anak, tetapi mereka bukanlah anak kecil. Usia remaja sangat rentan dalam pencarian jati diri.

Dalam menangani pasien kanker remaja, tentu dibutuhkan perlakuan khusus. Termasuk dalam penyediaan ruang rawat inap yang tidak bisa disamaratakan dengan orang dewasa. Karena remaja bukanlah orang dewasa mini.

Pembangunan bangsal khusus remaja di RS Kanker Dharmais ini, diinisiasi oleh Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI) dengan Prudential Indonesia. Tujuan pembanguan bangsal ini untuk menciptakan lingkungan rumah sakit yang kondusif, agar pasien kanker anak-anak dan remaja merasa nyaman selama masa perawatan dan pengobatan medis.

Selama berkunjung ke sini, saya cukup salut dengan relawan dan tenaga medis yang menangani pasien kanker. Bangsal rawat inap remaja ini didesain khusus dengan suasana segar dan cheerful. Tidak kaku dan menyeramkan sebagaimana ruang rawat inap di rumah sakit pada umumnya.

Dindingnya penuh mural dan hiasan anak-anak maupun remaja. Bahkan di beberapa ruangan tampak seperti ruangan bermain. Saat saya menyusuri koridor bangsal, dinding kanan kirinya dicat warna-warni. Bangsal rawat inap khusus remaja dan anak ini berada di lantai empat RS Kanker Dharmais.

Bangsal yang diresmikan tanggal 27 Februari 2019 kemarin ini diresmikan oleh Ibu Menkes, Nila Moeloek. Ibu Menkes sangat mendukung setiap inisiatif yang memfasilitasi pengobatan kanker, terutama pasien anak-anak dan remaja.

Peresmian bangsal rawat inap remaja juga dihadiri oleh Presdir Prudential Indonesia, Jens Reisch. Jens turut mengungkapkan dukungan Prudential Indonesia dalam upaya menciptakn Indonesia yang lebih sehat. “Kesehatan dan keselamatan merupakan salah satu inti dari Program Community Investment Prudential Indonesia,” demikian seperti yang disampaikan Jens saat peresmian.

Di sisi lain, dukungan ini juga hasil inisiasi dari  YOAI. Ketua Umum YOAI Rahmi Adi Putra Tahir turut memberikan speech “Melalui kerja sama dengan berbagai pihak, baik dari pemerintah maupun swasta YOAI bisa sejumlah inisiatif untuk mendukung pengobatan kanker anak di Indonesia,”.

Oh ya, sekedar informasi ruang rawat khusus remaja ini merupakan yang ruang inap pertama di Indonesia. Semoga dengan makin meningkatnya beragam fasilitas di bangsal ini, adik-adik cancer fighter semakin ceria dan semangat dalam menjalani perawatan.

Teruntuk teman-teman cancer fighter, never give up! We do good.

Serunya Expoversary yang ke-2 BCA

Buat saya, mengunjungi pameran adalah kegiatan yang menyenangkan. Selain bisa cuci mata dan melihat produk-produk menarik, sekaligus bisa menambah wawasan dan inspirasi. Bonus lainnya, kita sering mendapatkan penawaran dan diskon-diskon dari beragam produk yang memang kita butuhkan.

Seperti beberapa waktu lalu, saya datang ke BCA Expoversary 2019 yang digelar untuk kali keduanya pada tahun ini. Sungguh, saya sangat beruntung bisa datang ke acara ini. Selain seru, BCA Expoversary ini juga menghadirkan berbagai kebutuhan kekinian. BCA Expoversary ini digelar dari tanggal 22-24 Februari 2019.

Mulai dari food and beverages yang lagi ngehits, fashion trendi, barang-barang elektronik, kendaraan idaman, rumah idaman hingga promo tiket pesawat murah ke dalam dan luar negeri. Yang terakhir ini sih,yang suka bikin saya ngiler. Lha iya, siapa yang nggak mau dapat tiket promo gede-gedean buat jalan-jalan. Saya sih, mau pakai banget! Lokasi yang dipilih juga nggak main-main, di ICE BSD Tangerang.

BCA Expoversary ini, boleh dibilang sebagai wadah one stop service buat saya sebagai nasabah. Ngomong-ngomong, saya sudah 16 tahun lho, jadi nasabah BCA. Satu hal yang membuat saya nyaman, betah dan setia dengan BCA adalah banyaknya solusi keuangan dan perbankan yang saya butuhkan.

Dari dulu, zaman kuliah sampai sekarang, semua fasilitas dan kemudahannya semakin memanjakan nasabah. Kalau udah gitu, siapa yang mau pindah? 18 juta lebih lho, nasabah yang sudah setia sampai sekarang.

Balik lagi ke BCA Expoversary 2019 kemarin, acara tersebut dilangsungkan serentak di tiga kota besar di Indonesia: Jakarta, Palembang dan Surabaya.

Cari Mobil dan Rumah di Expoversary BCA 2019 Sekaligus Leyeh-leyeh

Mumpung banget, lagi ada promo special pas Expoversary kemarin, pasti yang ambil KPR idaman kayak ketiban durian runtuh. Gimana enggak, lha wong di acara itu, BCA ngasih bunga cicilan special 3,5 persen untuk tenor satu tahun. Udah gitu ya, masih ada penawaran program bunga special KPR BCA dengan suku bunga fix 5,6 persen.

Sewaktu opening acara, Bapak Jahja Setiaatmadja selaku Presiden Direktur BCA sempat menyampaikan speech “BCA Expoversary 2019 ini melibatkan kurang lebih 23 dealer mobil, 11 developer terkemuka, 11 dealer motor, puluhan tenant food & beverages, fashion & beauty ternama, dan masih banyak lagi,” kurang lebih begitulah speech yang disampaikan oleh Bapak Jahja.

Eh, nggak cuma itu lho. Sebagai nasabah BCA, kita juga dimanjakan dengan beragam penukaran reward dan diskon menarik kalau bertransaksi menggunakan channel pembayaran BCA. Misalnya Debit BCA, Kartu Kredit BCA, Flazz, Sakuku hingga QRku. Duh, ya … pasti sayang banget deh kalau kelewatan kemarin.

Enaknya lagi, kalau kita menjadi nasabah BCA Solitaire dan BCA Prioritas, kita bisa leyeh-leyeh di private lounge pas transaksi di gelaran ini. Dijamin deh, nggak bakalan capek muterin seluruh area pameran. Plusnya lagi, nasabah Prioritas sama Solitaire ini, bisa menikmati ragam layanan dan penawaran dari brand-brand kece seperti Da Vinci, Parkway Hospital Singapore, Sunway Medical Centre, Campina dan brand-brand lain. 

Event ini, selain menggelar pameran rumah, mobil idaman dan menghadirkan beragam tenant kece, juga ada acara seru yang bertemakan Indoestri Workshop. Tema-tema yang diusung juga nggak kalah menarik kok buat milenial. Mulai dari Smartphone Photography Essentials, Compact Leather Wallet Making, Leather Pencil Case Making, Silvering: Ring Making, Canvas Sling Bag Making, hingga Bookbinding Techniques.

Satu hal yang pasti, saya melihat kalau BCA nggak cuma fokus pada pelayanan nasabah, tetapi juga berusaha untuk memberikan kemudahan bagi nasabah dalam memenuhi segala kebutuhannya. Ibaratnya, seperti kata pepatah penjual “PALUGADA” alias  “apa lu mau, gua ada”.

Sebagai nasabah yang sudah belasan tahun, saya makin yakin kalau BCA layak untuk mengukuhkan posisinya, sebagai bank andalan masyarakat. Tepat sesuai usianya yang saat ini sudah menginjak 62 tahun. Usia yang nggak bisa dibilang kemarin sore, untuk sebuah industri perbankan bertahan.

Anyway, selamat ulang tahun yang ke-62 untuk BCA, semoga gelaran Expoversary tahun depan semakin meriah dan semakin memanjakan nasabah. Live long and prosper!

5 Tips Memilih Proteksi Pendidikan Anak

Jadi, beberapa hari lalu saya teman kantor lama saya curhat. “Eh, anakku sekarang udah mau masuk SD, enak ya kamu masih single dan belum punya tanggungan.” Sekilas pernyataan tersebut membuat saya tersenyum bahagia.  Ya, bahagia karena belum punya tanggungan.

Eh, belum punya tanggungan bukan berarti kita nggak menyiapkan masa depan. Dalam hal menyusun keuangan, boleh dibilang saya sangat concern. Sudah lama saya tertarik dengan yang namanya perencanaan keuangan.

Kalau boleh flashback, tahun 2006-an, saya beli bukunya Safir Senduk. Safir Senduk ini boleh dibilang sebagai pionir dalam hal perencanaan keuangan. Bahkan, saya dulu sering mengikuti artikel-artikel yang dia tulis di laman blognya. Namun, sepertinya, laman blog tersebut kini sudah hilang.

Makin ke sini dunia perencanaan keuangan semakin marak. Literasi keuangan juga semakin banyak, kita jadi semakin mudah mencari informasi keuangan. Tapi, semakin banyak informasi, kok ya kita jadi semakin bingung ketika mau memilih produk keuangan.

Nah, pas saya ketemu teman lama, saya ngobrol banyak tentang keuangan dengan dia. Emang sih, dia ini kerjanya di bidang keuangan juga. So, saya makin banyak mendapat pencerahan ketika ingin memilih produk-produk baru keuangan yang jika suatu saat saya butuhkan.

Sebagai teman baik yang sudah lama saya kenal, teman saya ini memberikan lima tips mudah buat orang awam untuk membeli produk asuransi pendidikan.

Apa saja?

Buat teman-teman yang bingung memilih produk asuransi apa yang cocok, simak tips berikut ini:

Pelajari Produk yang Ditawarkan

Hal pertama yang harus dilakukan ketika ditawari produk asuransi oleh seorang agen: pelajari! Emang ya, kadang agen asuransi itu gigih banget memberikan informasi. Saran dia sih, jangan ditolak. Simak dan dengarkan baik-baik produk yang ditawarkan. Kemudian tanyakan apa saja kelebihannya dibandingkan dengan produk sejenis dari perusahaan lain.

Kemudahan apa saja yang kita peroleh ketika membeli produk tersebut. Terus dia menyarankan untuk tanya langsung ke agennya, apa saja kekurangannya. Jika agen tersebut mau menjelaskan lebih rinci, tentu akan semakin banyak informasi yang bisa kita jadikan pertimbangan untuk memilihnya.

Riset Terlebih Dahulu Biaya Pendidikan Sebelum Memilih Produk

Langkah selanjutnya adalah melakukan riset tentang biaya pendidikan anak. Ini penting banget! Kenapa? Karena biaya pendidikan itu, rata-rata mengalami inflasi atau kenaikan antara 10-20 persen per tahun.

Coba deh, hitung dulu biaya pendidikan sekarang, kemudian tambahkan kenaikannya per tahun untuk memperoleh biaya pendidikan di masa mendatang sesuai sekolah yang diinginkan.

Ini baru biaya pokoknya aja, lho. Belum termasuk biaya-biaya pelengkap lainnya seperti: buku, seragam, les tambahan, uang saku dan beragam kebutuhan tambahan lainnya. Kalau sudah tau gambaran biayanya berapa, kita bisa dengan mudah memilih produk yang cocok.

Pelajari Proteksi yang Ditawarkan

Ini adalah bagian paling penting. Kita memutuskan untuk membeli produk asuransi pendidikan, salah satu alasannya adalah untuk memproteksi hal-hal yang nggak kita inginkan di masa mendatang. Ya, namanya juga hidup, banyak hal-hal yang nggak bisa diprediksi.

Dengan memilih produk proteksi, setidaknya kalau ada apa-apa, dana pendidikan yang kita siapkan jadi  terjamin. Fyi, program proteksi atau asuransi ini sebenarnya nggak seperti menabung di bank yang bisa ditarik kapan aja, lho. Asuransi pendidikan ini fungsinya untuk proteksi jangka panjang.

Pelajari Fasilitas-fasilitas yang Ditawarkan

Sebelum membuat rencana dana asuransi pendidikan, penting banget sih untuk mengedukasi diri dengan mempelajari fasilitas-fasilitas yang ditawarkan agen. Enggak salah kok, karena kebanyakan orang cenderung abai dengan fasilitas-fasilitas ini.

Padahal, kalau mau lebih detil membaca klausul-klausul yang tertulis di perjanjian, banyak kok fasilitas yang tersembunyi dan menguntungkan untuk nasabah.

Pilih Perusahaan yang Terpercaya

Ini sih paling penting, perusahaan asuransi kan banyak banget. Baik yang baru maupun yang sudah lama. Salah satu cara mudah adalah pilih perusahaan yang sudah punya nama dan track record yang jelas dan terpercaya. Perlu diperhatikan juga kekuatan keuangan perusahaan tersebut, yaitu aset dan liabilitas, kualitas serta  jumlah tenaga kerjanya.

Coba deh, sesekali ajukan pertanyaan atau case khusus, misalnya apabila pencari nafkah mengalami musibah dan meminta solusi yang bisa diberikan oleh perusahaan asuransi tersebut. Perusahaan yang punya track record dan terpercaya pasti akan memberikan rincian secara detil. Enggak perlu susah-susah, kita bisa kok datang langsung ke kantornya.

Merencanakan dana pendidikan sejak dini adalah kewajiban orangtua

Yang namanya kemungkinan dalam hidup itu, sekecil apapun pasti ada. Daripada masa depan pendidikan anak dihantui kecemasan, karena banyaknya faktor risiko yang bisa saja terjadi, toh, lebih bijak kita menyiapkan segala sesuatunya, bukan?

Salah satu produk proteksi pendidikan untuk anak yang paling terpercaya adalah Proteksi Edukasi Maksima EduPlan. Produk ini bisa kok menjadi solusi persiapan dana pendidikan anak di masa depan.

Alasannya?

Jadi, beberapa waktu lalu saya sempat menghadiri bincang-bincang produk ini, terus saya jadi tau, kalau produk ini tidak hanya memiliki manfaat dana pendidikan untuk anak, tapi juga memberikan manfaat pembebasan premi apabila terjadi risiko pada pemegang polis.

Udah gitu, jumlah pembayaran preminya juga tetap dan tidak berubah selama 5, 10 hingga 15 tahun, lho! Manfaat lain EduPlan ini juga memberikan jaminan pasti pemberian manfaat dana pendidikan dengan empat kali pembayaran, yaitu 80 persen UP di usia 18 tahun, 40 persen UP di usia 19-21tahun.

Selain itu, yang bikin kita yakin keunggulan produk ini, karena diinisiasi oleh dua brand besar AIA dan BCA. Yakin, kan, dua brand besar ini sangat berpengalaman di industri keuangan.

So, tunggu apa lagi?

Sajian Piring Terbang di Resepsi Pernikahan

“Duh, sudah lama nggak pulang kampung,” biasanya kalimat itu yang sering muncul kalau saya lagi ngobrol sama teman-teman SMP di WAG. Banyak banget kenangan sewaktu tinggal di Ngawi.

Dulu, sewaktu tinggal di Ngawi saya sering ikut kegiatan-kegiatan di yang diadakan oleh pemuda di lingkungan RT. Salah satu yang paling saya ingat adalah Sinoman. Apa itu?

Nasi pupuk yang terdiri dari nasi, daging lapis, acar putih, dan kerupuk bawang pic: Picdeer.com

Jadi gini, sesuai tradisi di kampung, khususnya daerah Solo-Madiun dan karesidenan di sekitarnya, setiap ada acara hajatan pernikahan, selalu dibentuk panitia yang diakomodir oleh keluarga dan warga setempat. Enggak ada tuh yang namanya wedding organizer seperti di Jakarta.

Baca juga: Perbedaan Budaya Solo dan Jogja

Kalau di kampung ada hajatan, pemuda-pemuda dan warga di lingkungan RT yang selalu sibuk. Semua turut mangayu bagya (turut berbahagia). Mulai dari pra-hajatan hingga pasca hajatan. Setidaknya ada tiga tahapan: yang pertama adalah pra hajatan sekitar satu atau dua minggu sebelum acara, si pemangku hajat akan mengundang seluruh warga.

Undangan ini dimaksudkan untuk berembug dan bermusyawarah menentukan panitia. Rembugan pra hajatan ini namanya Kumbokarnan. Panitia akan dibagi-bagi sesuai jobdesc yang dibutuhkan. Ada yang rewang (masak-masak) dekorasi (bikin janur dan kembar mayang), pelayan atau sinoman, biasanya para pemuda (ini yang sering saya jabat :D).

Sinoman ini akan bertugas pas hari H saat upacara resepsi berlangsung. Kenapa memakai sinoman? Karena sesuai tradisi, resepsi pernikahan di kampung menggunakan sistem piring terbang.

Apa itu, UFO?

No, bukan, jadi pesta resepsi pernikahan itu tidak menggunakan sistem prasmanan atau standing party cem pesta di kota-kota besar. Semua tamu yang hadir harus datang sesuai jam yang tertera di undangan. Semua wajib duduk di bangku masing-masing yang sudah disediakan. Mengikuti seluruh rangkaian upacara adat dan hiburan dari awal sampai akhir.

Baca juga: 11 Tradisi Jawa yang Sudah Langka

Tamu nggak boleh selonong boy ke pelaminan, salam-salaman terus selfie sama pengantin. Salam-salaman hanya dilakukan di akhir acara.

Terus ngapain aja selama itu?

Sebagai tamu undangan kita harus duduk khidmat menikmati acara yang disediakan pemangku hajat. Hiburannya: kalau nggak gamelan, campur sari atau wayangan semalam suntuk.

Terus kapan kita makannnya? Nah ini, makanan untuk para tamu akan diantarkan langsung oleh petugas yang dinamakan sinoman tadi. Kalau dirujuk dari sejarah bahasa mungkin artinya mungkin “sing enom”. Masih muda, masih kuat angkut-angkut baki berisi makanan dan minuman. Seterong man! Sistem pengantaran makanan satu per satu ini yang dinamakan piring terbang.

Urutannya menunya begini: USDEK, U merujuk dari kata unjukan atau minuman, pertama kali para tamu yang hadir biasanya akan disuguhi teh manis panas. Baik acaranya pagi, sore, maupun siang bolong dengan matahari bersinar panas di atas kepala. Teh manis panas ini hukumnya wajib, kalaupun ada gantinya biasanya teh botol tanpa es.

Sop Manten pic: cookpad.com

Sajian yang ke dua adalah huruf S alias Sop tanpa nasi. Satu piring sop isinya berupa suwiran daging ayam, kapri, wortel dan macaroni. Tambahan lainnya adalah jamur es. Sop ini porsinya kecil dan rasanya sangat segar. Sewaktu nulis ini, saya kangen cita rasa sop yang nggak bisa dilupain dan nggak bisa ditemuin di Jakarta.

Sajian ke tiga: Dahar (hidangan utama), menu utama ini biasanya antara nasi Pupuk (bukan pupuk tanaman ya :D) atau Selat Solo. Nasi Pupuk ini semacam nasi rames yang terdiri dari secentong nasi yang dicetak dalam mangkok, daging lapis, acar putih, pindang telur, dan kerupuk udang.

Nah, kalau Selat Solo biasanya isinya berupa potongan daging sapi dibentuk bulat, kentang goreng, buncis, wortel dan telur rebus. Tanpa nasi ya gaes! Terus atasnya disiram kuah berwarna coklat.

Karena porsinya kecil jadi rasanya mantul banget, buat yang lapar pasti rasanya kurang nampol. Tapi, apa daya, tamu-tamu yang hadir enggak bisa nambah. Satu orang cukup satu porsi, udah gitu ya, orang Jawa kalau makan di acara resepsi, sudah ada aturan tidak tertulis: harus disisain supaya nggak dibilang rakus dan nggak pernah makan. 😀 Saya pun kadang suka kangen menu makanan ini.

Es Podeng pic: cookpad.com

Kemudian sajian terakhir adalah es, biasanya es podeng dengan isian agar-agar, kolang kaling, dan setup nanas. Beda banget kan ya, sama es podeng yang dijual abang-abang di Jakarta.

Dan yang terakhir Kondur (pulang), sebelum kondur, tamu-tamu harus salam-salaman sama pengantin, beruntung kalau bisa selfie-selfiean. Eh, tapi kan zaman dulu belum ada kamera hp, jadi jarang banget tuh tamu pepotoan sama pengantin.

Nah, di situlah peran sinoman alias menjadi pramusaji. Jadi misalkan ada dua ribu tamu undangan, akan ada dua ribu piring, gelas dan teman-temannya. Satu hal yang membahagiakan bagi sinoman adalah mereka boleh makan sepuasnya.

Maklum lah ya, butuh energi besar buat ngangkut-ngangkut semua peralatan makan tersebut. Dan di situ, kita semua nggak dibayar sepeserpun alias gratis.  Kita sadar kok, kalau ini adalah kerja sosial. So, nggak harus nunggu ditunjuk pun kita tau diri. Kalau keluarga kita ada hajatan, semua juga pasti akan membantu kita tanpa diminta.

Yang dibayar hanya mereka yang bekerja keras rewang di dapur, biasanya ibu-ibu yang menjadi kepala koki, penanak nasi, pembuat minuman dan petugas cuci piring. Selebihnya, yang rewang (membantu) ya enggak dibayar. Sebagai gantinya tuan rumah akan membagikan hantaran berupa nasi lengkap dengan sayur dan lauk pauk untuk keluarganya karena mereka sudah rewang di rumahnya. Kita semua bekerja sukarela mangayubagya (turut berbahagia).

Satu hal lagi yang membuat saya bahagia ketika ada hajatan di kampung adalah ketika keluarga menerima punjungan. Biasanya ini sebagai undangan kehormatan. Punjungan ini berupa makanan hantaran yang terdiri dari satu susun rantang (zaman dulu) yang dikirimkan untuk tamu undangan khusus. Isinya nasi, ayam ingkung, sayur tempe atau kentang, kerupuk, dan jajan pasar.

Karena punjungan ini statusnya istimewa, so penerima punjungan harus tau diri dengan memberikan amplop lebih dari rata-rata saat pesta resepsi. Ya, karena kita menerima hantaran istimewa tadi. Nggak ada aturan baku terkait jumlah nominalnya. Penerima punjungan harus tanggap ing waskita (peka) bahwa kita dihormati oleh pemangku hajat.

Terus, biasanya seminggu setelah acara biasanya ada penutupan panitia. Namanya Sumsuman, ini bentuk rasa terima kasih keluarga pemangku hajat dengan mengundang mereka makan bubur sumsum. Filosofinya adalah biar rasa capek selama acara hilang sampai ke tulang sumsum.

Kalaupun acara penutupan panitia ini tidak diadakan di rumah pemangku hajat, sebagai pengganti, biasanya mereka mengirimkan sepiring bubur sumsum kepada para tetangga.

Ah, betapa saya merindukan momen-momen guyub rukun selama tinggal di kampung. Hal yang sama tidak pernah saya temui setelah hijrah di Jakarta. Jangankan menerima punjungan, sekadar njagong manten saja, hanya sebatas setor muka. Tak lebih dari sepuluh menit, isi buku tamu salaman dengan manten, nyicipin makanan sekadarnya, langsung pulang.

Kalaupun njagong teman dekat, bisa jadi saya sekalian reunian bareng teman-teman. Menu-menu dan acara yang sama sewaktu di kampung tidak pernah saya temukan lagi. Iya, saya paham, di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. Saya hanya mengikuti adat perkotaan, tempat saya kini tinggal.

Kalau tradisi di kampung kalian seperti apa? Komen di bawah ya J