Bus, Solusi Mobilitas Kaum Urban

Sebagai ibu kota negara, Jakarta memiliki sejumlah masalah yang cukup pelik dan memerlukan solusi yang begitu kompleks. Masalah transportasi misalnya. Jika kita diminta untuk menyebutkan satu hal yang identik dengan Jakarta selain Monas, maka pastilah macet yang terlintas. Yah, karena macet Jakarta seolah sudah menjadi identitas. Padahal kalau kita cermati, sumber kemacetan bukan berasal dari Jakarta. Kenapa? Kalian taulah dari mana asalnya kendaraan yang menumpuk di Jakarta pada hari kerja dan seolah lenyap saat hari libur. Kota penyangga seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi merupakan penyumbang utama kemacetan Jakarta. Sistem transportasi dari 5 wilayah perkotaan yang kerap kita kenal dengan Jabodetabek ini memang harus diperbaharui.

Sistem transportasi wilayah perkotaan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi merupakan bagian dari sistem transportasi nasional mempunyai peran yang strategis dalam mendukung pembangunan nasional. Peningkatan pelayanan, konektivitas, dan mobilitas harian orang dan barang, di wilayah perkotaan memerlukan perencanaan, pembangunan, pengembangan, pengelolaan, pengawasan, dan evaluasi sistem transportasi yang terintegrasi, efelitif, efisien, dan terjangkau oleh masyarakat dengan tidak dibatasi oleh wilayah administrasi pemerintahan. Bayangkan jika peningkatan itu terus terjadi seperti air yang mengalir tanpa kran yang mengatur laju alirannya, maka akan semakin runyamlah hidup di daerah Jabodetabek. Utamanya di Jakarta yang menjadi pusat dari semuanya.

Sadar perlu adanya kran, dalam hal ini adalah kebijakan untuk mengatur peningkatan daya fungsi transportasi, pemerintah pun berbenah dan terus mencari solusi. Karena tanpa atribut pemerintahan mereka juga bagian dari masyarakat yang mengeluhkan masalah transportasi ini bukan? Mereka tetap bagian dari kita.

Belum lama ini Pak Jokowi mengeluarkan Peraturan Presiden yang konsen untuk memperbaiki sistem transportasi. Perpres Nomor 55 Tahun 2018 tentang Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (RITJ) untuk memberikan kejelasan tentang bagaimana pembenahan dan pengelolaan transportasi Jabodetabek harus dilakukan. Keseriusan pemerintah menangani hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Pengelolaan Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Bambang Prihartono saat Perpres ini disosialisasikan. Beliau menyampaikan hanya dalam 1 minggu rancangan perpres ini diajukan, presiden telah menandatanganinya. Boleh dibilang, ini adalah bukti besarnya perhatian presiden tentang pembenahan transportasi Jabodetabek.

RITJ merupakan pedoman bagi pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam perencanaan pembangunan, pengembangan, dan pengelolaan, serta pengawasan dan evaluasi transportasi di wilayah perkotaan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Pelaksanaan RITJ dilaksanakan secara bertahap, tidak bisa simsalabim dalam semalam. Kenapa? Karena ini bangun sistem, bukan bangun candi. Lagipula pemerintah bukan Bandung Bondowoso. RITJ memiliki 3 tahapan: Tahap I tahun 2018–2019. Tahap II tahun 2020–2024. Tahap III tahun 2025-2029.

Kenapa harus terintegrasi? Karena masing-masing wilayah tersebut memiliki Pemerintahannya masing-masing, jika tidak ada aturan khusus yang menjembatani, akan sangat sulit mewujudkan transportasi yang lancar, nyaman dan maju di ibu kota dan kota-kota satelitnya.

Pepres ini memiliki misi dimana penyelenggaraan dan pengelolaan transportasi Jabodetabek perlu memadukan pembangunan dan pengembangan sistem jaringan prasarana transportasi dan jaringan pelayanan transportasi baik intra moda maupun antar moda.Memadukan pembangunan dan pengembangan transportasi perkotaan antar wilayah Jabodetabek dalam satu kesatuan wilayah perkotaan. Mengintegrasikan pengoperasian transportasi perkotaan dan mengintegrasikan rencana pembiayaan transportasi perkotaan.

Pada 2029, pemerintah berjanji untuk sasaran terukur dalam penyelenggaraan transportasi di kawasan Jabodetabek, seperti sebagai berikut:

  1. Pergerakan orang dengan menggunakan angkutan umum perkotaan harus mencapai 60% (enam puluh persen) dari total pergerakan orang,
  2. Waktu perjalanan orang rata-rata di dalam kendaraan angkutan umum perkotaan adalah 1 (satu) jam 30 (tiga puluh) menit pada jam puncak dari tempat asal ke tujuan,
  3. Kecepatan rata-rata kendaraan angkutan umum perkotaan pada jam puncak di seluruh jaringan jalan minimd 30 (tiga puluh) kilometer per jam,
  4. Cakupan pelayanan angkutan umum perkotaan mencapai 80% (delapan puluh persen) dari panjang jalan,
  5. Akses jalan kaki ke angkutan umum maksimal 500 m (lima ratus meter),
  6. Setiap daerah harus mempunyai jaringan layanan lokal jaringan pengumpan (feeder) yang diintegrasikan dengan jaringan utama (trunk), melalui satu simpul transportasi perkotaan,
  7. Simpul transportasi perkotaan harus memiliki fasilitas pejalan kaki dan fasilitas parkir pindah moda (park and ride) dengan jarak perpindahan antar moda tidak lebih dari 500 m (lima ratus meter),
  8. Perpindahan moda dalam satu kali perjalanan maksimal 3 (tiga) kali.

Untuk mewujudkan RITJ, kini mulai dibangun terminal-terminal yang terintegrasi. Misal di beberapa stasiun, kini sudah ada halte transjakarta feeder, akses ke bandara dibuka dari berbagai titik, halte MRT dekat dengan perkantoran dan jalur TransJakarta, penambahan rel ganda di beberapa stasiun, dan lain lain. Bahkan ke depannya, fasilitas  terminal dan stasiun akan dikembangkan tidak saja sesuai fungsinya, tetapi juga dibangun pusat perbelanjaan dan perkantoran di dalamnya.

Jika sasaran RITJ itu dapat terlaksana dengan baik, pasti hidup di Jabodetabek khususnya di Jakarta akan semakin nyaman, semakin terukur kalau mau kemana-mana, semakin hemat, dan tentu semakin sehat karena terhindar dari stress macet. Selagi menunggu hal itu terwujud kita bisa lakukan akselerasi penyelesaian masalah juga kok, dengan naik kendaraan umum.

Memang sulit beralih, jika sudah terbiasa naik kendaraan pribadi. Tapi daripada kita sekedar mengkritik pemerintah karena Jakarta macet, lebih baik kita bantu pemerintah dengan apa yang bisa kita lakukan. Salah satunya dengan “Happy naik kendaraan umum”. Fasilitas kendaraan umum ini terus dibenahi, jalanan macet pun terus diatasi. Kalau kita membantu dengan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, pasti kemacetan lebih mudah diatasi.

Mengenal Credit Scoring di Dunia Perbankan

Roadshow Finhacks 2018 #DataChallenge di Jakarta

Saya teringat, beberapa tahun yang lalu, pernah nyemplung dan berususan dengan dunia credit scoring. Apa itu sebenarnya credit scoring? Credit scoring atau penilaian kredit adalah sistem yang digunakan oleh bank atau lembaga pembiayaan lainnya yang bertujuan untuk menilai sebuah perusahaan maupun individu layak atau tidak untuk mendapatkan pinjaman. Jadi begini, ketika kita mempunyai sejarah utang dengan dunia perbankan, baik utang usaha, utang konsumtif ataupun kartu kredit, nama kita sebagai nasabah, secara langsung akan terekam ke dalam database Bank lndonesia. Laporan yang dikeluarkan BI (sebelum berpindah ke OJK) sering disebut dengan istilah BI Checking.

Sejak bulan Januari 2017, OJK Mengambil alih layanan tersebut dan berganti nama menjadi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) atau istilah lainnya Informasi Debitur (Indeb). Tetapi kalangan perbankan masih sering menyebutnya dengan  istilah BI Checking.

Semua lembaga keuangan, baik bank maupun industri keuangan non bank wajib melaporkan setiap bulan kepada OJK, tentang jejak rekam pembayaran utang nasabahnya. Big data dari semua bank ini nantinya akan diolah menjadi satu laporan. Idealnya setiap nasabah hanya memiliki 1 DIN (Debtor Information Number) meskipun dia tercatat memiliki beberapa rekening pembiayaan di berbagai bank yang berbeda.  Dari sejarah pembayaran utang atau cicilan tersebut, OJK akan membuat 5 kategori nasabah mulai dari: Lancar, Dalam Perhatian Khusus, Kurang Lancar, Diragukan, hingga Macet.

Sebelum kredit yang kita ajukan disetujui, bank terlebih dahulu akan meminta informasi jejak rekam utang calon nasabahnya ke OJK melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) untuk mengecek status calon nasabah tersebut. Semua jejak rekam utang tersebut terlihat jelas dalam laporan Indeb. Pertukaran informasi antara bank dengan OJK tersebut akan menjadi bagian dari penentu, apakah kredit calon nasabahnya akan disetujui atau ditolak.

So, buat kalian yang ingin memiliki laporan yang clean dengan status lancar, jangan sekali-kali menunggak dalam pembayaran cicilan utang ya, termasuk kartu kredit. Laporan tersebut oleh bank akan menjadi referensi atau credit scoring dalam pengajuan kredit atau pembiayaan seperti KPR, Kredit Kepemilikan Mobil atau kredit yang lain.

Bahkan, saya dan teman-teman di kantor dulu sering bercanda, sebelum yakin menikah dengan calon pasangan, cek dulu history utangnya di OJK. Jangan sampai punya tunggakan utang yang sangat besar dan baru ketahuan setelah menikah. Menyedihkan kalau sampai di-blacklist dari perbankan karena punya tunggakan utang. Bukan apa, biasanya kan setelah menikah, pasangan baru pengen membeli rumah dengan KPR, gimana kalau ditolak?

BCA Gelar Finhacks 2018 #DataChallenge

Seberapa penting data science untuk kelangsungan sebuah perusahaan? Kalau boleh saya jawab, tentu sangat penting. Data science sendiri berarti mengekstrak suatu data agar bisa difilter dan ditemukan data yang benar untuk menghasilkan produk data yang valid. Sayangnya, data science yang dikembangkan oleh OJK  melalui Sistem Layanan  Informasi Keuangan (SLIK) tidak mengakomodir semua elemen yang dibutuhkan oleh bank dalam memberikan referensi credit scoring. Data ini belum terintegrasi dengan informasi laporan pajak, pembayaran tagihan listrik, tagihan telepon maupun informasi tagihan lainnya.

Bank sebagai lembaga keuangan dengan prinsip kehati-hatian tertinggi, mutlak memerlukan semua data tersebut untuk menganalisa calon nasabahnya. Tujuannya jelas, untuk deteksi dini Fraud (Fraud Detection). Fraud Detection sendiri bisa diartikan mendeteksi kecurangan yang dilakukan dengan memanipulasi informasi. Peluang inilah yang ditangkap oleh BCA untuk menemukan solusi melalui data science dengan menggelar Finhacks 2018 #DataChallenge.

Tiga kategori permasalahan utama yang akan dikompetisikan dalam Finhacks 2018 #DataChallenge  adalah Credit scoring, Fraud Detection dan ATM Cash Optimization. Peluang bagus buat kalian yang memiliki passion di bidang data science, karena kalian bisa mengembangkan talenta dan bereksplorasi untuk menemukan solusi perbankan. Apalagi dalam 3 tahun ke depan, BCA menargetkan punya 1000 data scientist dan data analyst. Siapa tau kalian berminat menjadi bagian dari insan BCA.

Jika di atas sudah saya jelaskan mengenai Credit scoring dan Fraud Detection, kategori yang ke-3 adalah ATM Cash Optimization. Dalam banyak hal, perlu dilakukan kegiatan analitik agar kegiatan ATM Cash Otimization dapat dilakukan dengan akurat. Terkadang, solusi yang feasible tidak dapat diperoleh secara optimal hanya dengan memperhatikan batasan-batasan tertentu yang sudah diterapkan oleh bank. Contohnya: dalam pengisian uang di mesin ATM, di mana mesin ATM di komplek perkantoran lebih cepat habis pada saat hari kerja, sementara pola penarikan di beberapa tempat hiburan seperti mall terjadi sebaliknya, cepat habis pada saat akhir pekan.

Dalam kompetisi ini peserta dituntut untuk mengembangkan model matematika (mathematical methods) supaya bisa memberikan solusi untuk tiga kategori tersebut. Yang menarik, masing-masing kategori akan dipilih lima tim terbaik dengan total hadiah senilai Rp. 480 juta. Mayan kan buat jajan cilok sekampung J.

Jadi kapan bisa daftar? Kompetisi ini terbuka untuk umum. Syaratnya cuma satu, WNI berusia 18 tahun keatas. Boleh sendiri atau tergabung dalam satu tim dengan jumlah maksimal 3 orang. Pendaftaran dibuka mulai tanggal 8 Agustus 2018 – 8 Oktober 2018 melalui website http://finhacks.id/ Pada saat pendaftaran ini sekaligus dilakukan online pre assessment test. Bagi yang lolos pre assessment test bisa mengikuti babak online data challenge. Babak final atau Demo Day akan diselenggarakan pada tanggal 14 November 2018.

Ayo! Semakin cepat kalian mendaftar, semakin banyak waktu untuk memecahkan masalah secara komprehensif. Good luck!

Totalitas! Inilah Kemeriahan di Balik Pertunjukan Drama Musikal Mamma Mia

Biasanya opera  atau drama musikal hanya ditampilkan di negara Eropa dan Amerika, kalau kita lihat negara-negara yang maju, hampir semuanya punya gedung opera. Meskipun di lndonesia masih jarang ada pementasan opera  atau drama musikal, namun bukan berarti tidak ada. Memang sih, pementasan opera atau drama musikal masih dinilai asing oleh masyarakat kita.

Pas banget tanggal 28 Agustus – 9 September 2018, drama musikal Mamma Mia (The Smash Hit Musical based on the songs of ABBA) sedang mengadakan tour ke Jakarta. Untuk pertama kalinya Mamma Mia ditampilkan, seru banget! Akhirnya bisa nonton langsung drama musikal yang kece ini di Theater Jakarta, Taman Ismail Marzuki. Beruntungnya lagi, lndonesia menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang didatangi langsung.

Baca juga Mau Nonton Mamma Mia? Baca dulu Panduannya

Drama musikal ini emang lahir dari negaranya Ratu Elizabeth II, di West End London. Mamma Mia mengisahkan cerita cinta lintas generasi yang berpusat pada kehidupan ibu dan anak. Tau dong, lagu Dancing Queen-nya ABBA? Lagu hits tahun 70-an ini, memang asyik dipakai untuk ng-dance. Percaya deh, meskipun tahun segitu saya belum lahir, tapi lagu ini cukup familiar di telinga saya. Lagu ini memang legend banget, buktinya sampai sekarang masih sering diputar, kan? Lagu-lagu ABBA ini yang akan menjadi backsong dalam semua adegan Mamma Mia.

Highlight dari Mamma Mia

Apa saja yang menarik dari pertunjukan Mamma Mia? Berikut ini beberapa keseruannya:

Drama yang Ditampilkan, Sesuai dengan Kisah Asli dari Negara Asalnya

Beberapa  adegan yang menjadi highlight di pertunjukkan ini adalah ketika Donna pertama kali menyadari bahwa ketiga pria di masa lalunya muncul di rumahnya. Pada awalnya Donna enggan menemui mereka dan memilih untuk bersembunyi. Tapi akhirnya, secara tidak terduga mereka malah bertemu.

Adegan “Dancing Queen” , menampilkan 3 pemeran utama wanita. Mereka adalah Donna, Tanya, dan Rosie, ketiganya adalah ibu-ibu paruh baya yang sedang bernostalgia dengan masa lalunya. Masa muda yang penuh semangat, energik dan sangat menikmati hidup. Cerita ini disadur sesuai dengan pertunjukkan aslinya di West End, London maupun di Broadway (New York) yang sudah bertahan selama lebih dari 10 tahun. Tidak ada yang dirubah sama sekali, jadi kalau kalian menonton pertunjukkannya di Jakarta, dijamin sama persis dengan apa yang ditampilkan di negara asalnya

Setting Panggung yang Sederhana namun Elegan

Boleh dibilang setting panggung Mamma Mia ini sangat minimalis. Eitss, tapi jangan salah, meskipun setting panggungnya minimalis, tapi sangat elegan. Setiap perubahan adegan, dalam sekejap setting-nya langsung berubah. Meskipun tidak ditutupin tirai saat set-nya berubah, seperti pada pertunjukkan opera pada umumnya, namun mata penonton dijamin tidak terganggu dengan perubahan tata letak property, karena perubahan set-nya sangat smooth. Konsep panggungnya less is more.

Masih tayang, lho sampai tanggal 9 September 2018

Di sisi lain, yang membuat saya takjub adalah pemilihan material dan desain background panggung. Bentuknya unik, berupa dinding setengah lingkaran yang dilengkapi pintu pada bagian tengahnya. Dinding ini terdiri dari dua buah. Karena bentuknya setengah lingkaran, jika digeser dengan sudut tertentu dan digabungkan satu dengan yang lain, maka akan membentuk latar sesuai adegan. Di satu saat bisa menjadi halaman depan rumah, namun di adegan lain bisa membentuk kamar tidur, halaman pantai dan sebagainya. Keren, ya!

Tata Musik yang Ciamik

Waktu pertama kali nonton Mamma Mia, saya mikir kalau musiknya menggunakan konsep Minus One alias sudah direkam lebih dulu. Ternyata saya salah, tidak semua musiknya direkam, lebih tepatnya mereka memankan keyboard secara langsung. Musisi yang memainkannya berada tepat di depan panggung. Dengan adanya musik yang dimainkan secara langsung, tentu meminimalisir kesalahan, baik dalam penggunaan musik latar adegan maupun nyanyian.

Kerennya lagi, para pemain tidak hanya pandai berakting tapi juga piwai dalam bernyanyi. Ya iya sih, namanya juga drama musikal, kan enggak lucu kalau suaranya di-dubbing. Energinya juga luar biasa dalam menari.

Kostum yang Eye Catching

Selain tata musik dan suara para pemain yang berkualitas, kostum pun tak kalah serunya. Pertunjukan yang berlangsung selama kurang lebih 3 jam ini menampilkan kostum-kostum keren. Kostum tersebut juga tidak sembarang dipilih, beberapa didesain secara khusus. Maklum, Mamma Mia memiliki desainer sendiri dalam pembuatan kostum.

Penampilan Mamma Mia juga didukung oleh aktor panggung yang sangat professional. Sayang banget saya tidak begitu tau siapa aja mereka. Yang saya tau, Mamma Mia ini karya sensasional Judy Craymer. Toh, yang penting penampilan mereka tidak mengecewakan.

Totalitas! Satu kata yang menggambarkan pertunjukan Mamma Mia pada malam tersebut. Ini terbukti dari desain pencahayaan, alur cerita, tata artistik dan lain sebagainya. Satu hal yang kurang, hanyalah soal bahasa pengantar. Karena mereka berasal dari lnggris, tentu saja dialog yang digunakan juga dalam bahasa inggris. Seandainya di atas panggung disediakan running text, tentu penonton akan lebih menikmati lagi. Kekurangan ini tidak terlalu berarti, karena mayoritas penonton yang hadir, bisa memahami adegan yang ditampilkan dengan bantuan ekspresi yang disuguhkan.

Saya pun berfikir bahwa mereka yang hadir, rata-rata juga mampu berbahasa inggris. Ini terbukti dari reaksi kompak dalam beberapa adegan. Saya sendiri, meskipun tidak fasih dalam berbahasa inggris, masih bisa menikmati dialognya.

Keseruan lain, penampilan Mamma Mia juga mengajak penonton untuk bernyanyi dan bernostalgia dengan lagu-lagu 90-an seperti I Have a Dream, Dancing Queen dan lagu-lagu hits ABBA lainnya. By the way, buat kalian yang belum nonton, Mamma Mia masih akan digelar sampai tanggal 9 September 2018, di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM). Jangan kelewatan nonton ya! Kapan lagi nonton pertunjukan drama musikal kelas dunia di Jakarta.

Film Sultan Agung, Tahta, Perjuangan, Cinta

    Sumber gambar tirto.id

“Marsudi Ajining Diri” – Kita harus bisa menghargai diri sendiri sebelum menghargai orang  lain – Kanjeng Sunan Kalijaga

Jauh hari, sebelum film Sultan Agung tayang di bioskop, dan masih dalam proses, saya sudah membatin, nanti kalau sudah tayang harus nonton film ini. Film kolosal tentang perjuangan Raja Mataram ke-3 pengganti Panembahan Hanyakrawati ini, memang lumayan epic. Saya sampai follow semua akun instagram para pemain dan sutradaranya, agar semata-mata nggak ketinggalan jadwalnya.

Nah, pas banget tanggal 23 Agustus 2018 kemarin, filmnya tayang serentak di XXI. Buat penyuka sejarah seperti saya, film ini lumayan menghibur. Sutradaranya nggak asing lagi sih, Mas Hanung Bramantyo. Setelah menyuguhkan film Kartini tahun lalu, Mas Hanung kembali dengan debut barunya: Sultan Agung, Tahta, Perjuangan, Cinta. Apa saja yang menarik dari film ini? Mari kita kupas satu per satu:

Aktor-aktor yang lkut Bermain

Dari sisi pemain, boleh dibilang lumayan berkualitas. Ada Adinia Wirasti yang berperan sebagai Lembayung, si Lembayung ini adalah “wanita masa lalu”nya Mas Rangsang alias Sultan Agung yang diperankan oleh Ario Bayu. Sementara Lembayung muda diperankan oleh Putri Marino berpasangan dengan Martino Lio yang berperan sebagai Mas Rangsang (Sultan Agung) saat masih muda.

Actor kawakan seperti Deddy Sutomo (alm), Cristine Hakim dan Merriam Belina pun tak ketinggalan ikut bermain. Acting mereka bertiga nggak usah diceritakan lagi. Cristine Hakim berperan sebagai Gusti Raden Banowati, istri ke-2 Panembahan Hanyakrawati, ayah dari Raden Mas Rangsang. Sementara sang permaisuri, Gusti Raden Tulung Ayu diperankan oleh Merriam Belina. Deddy Sutomo (alm) memerankan Ki Jejer dengan totalitas. Ki Jejer adalah sosok guru yang bijaksana dalam membentuk karakter Mas Rangsang sebagai Raja Mataram kelak.

Selain deretan actor berkualitas, masih banyak lagi actor pendukung yang ikut bermain. Ada Anindya Putri yang berperan sebagai permaisuri Sultan Agung, Asmara Abigail, Teuku Rifnu Wikana, Lukman Sardi dan masih banyak lagi. Dukungan acting mereka lumayan membuat epic film ini.

Selain kualitas para pemain yang mumpuni, seluruh aktor utama dalam film ini diwajibkan berlatih berkuda guna mendalami peran secara totalitas. Ini elemen penting dan keren menurut saya, sih.

Set Lokasi Studio yang Berkualitas

Banyak hal yang saya sukai dari film Sultan Agung. Film kolosal ini tak hanya menghadirkan pemain yang mumpuni, tapi juga set yang digunakan untuk shooting film. Untuk sebuah film kolosal, set yang digunakan cukup artistik. Replika keraton Mataram dibuat seperti keraton Jawa pada umumnya. Pembangungan pendopo istana dan benteng VOC di Batavia dibangun di sebuah studio alam di Sleman, Jogjakarta.

Tidak seperti bangunan gimmick, pendopo istana dan benteng bekas film Sultan Agung ini dibuat asli, yang kemudian dihibahkan kepada masyarakat sekitar setelah pembuatan film selesai. Mooryati Soedibyo Cinema sebagai produser, sengaja membangun set dan lokasi yang sangat menyerupai aslinya. Benteng dan istana dibangun dengan sangat serius.

Bagi Mooryati, penting sekali menunjukkan keaslian sebuah kerajaan Mataram. Untuk membangun studio alam, dibutuhkan lahan luas dan kontruksi khusus untuk mewujudkannya. Nantinya, lokasi ini akan menjadi tempat wisata bagi penikmat sejarah dan film lndonesia.

Kostum dan Tata Artistik Lainnya

Selain studio alam yang dibuat sangat serius, pemilihan kostum juga dilakukan sangat detil. Memang sih, beberapa waktu lalu sempat ada kritik dari salah satu putri keraton Jogja, terkait penggunaan motif batik yang keliru. Sangat dimaklumi, karena risetnya mungkin kurang mendalam.

Secara keseluruhan kostum yang digunakan para pemain sangat berkualitas dan sesuai dengan kondisi masyarakat Jawa abad ke-16. Penggunaan kostum motif lurik untuk tokoh tertentu, anggota keraton beserta abdi dalemnya juga kostum untuk para prajurit tidak terlihat asal-asalan.

Tata Musik dan Tata Suara

Mungkin dari semua usaha yang dilakukan untuk membuat film Sultan Agung terlihat totalitas, koreksi saya hanya soal tata musik. Untuk tata suara, sudah baguslah menurut orang awam seperti saya. Dalam beberapa adegan, diperlihatkan seperangkat alat gamelan. Sebagai seorang yang hobi main gamelan, buat saya rasanya sayang banget kalau gamelan tersebut tidak dimainkan secara maksimal.

Memang sih, sewaktu adegan pembuka diselipkan vocal sindenan. Namun, di beberapa adegan seperti penobatan raja, sebaiknya penggunaan suara gamelan lebih di-highlight. Penggunaan Gending Monggang mungkin akan membuat adegan penobatan raja semakin terlihat dramatis. Adegan tari bedhaya pun, akan terlihat lebih hidup jika diselipkan gending Ketawang-an. Juga saat adegan perang, mungkin akan lebih ‘wow’ jika suara gamelan ‘dikawinkan’ dengan music latarnya.

Namun, pemilihan lagu Lir- ilir karya kanjeng Sunan Kalijaga saat ending, lumayan menutupi kekecewaan saya. Mungkin, alasan pemilihan lagu Lir – ilir, selain memiliki makna filosofis yang sangat dalam, lagu ini juga lumayan familiar di telinga para penonton.

Well, dengan sedikit kekuranganya, secara keseluruhan, untuk sebuah karya kolosal, film ini memang sangat layak ditonton. Khususnya buat generasi milenial seperti saya. Ya, selain menyuguhkan keindahan alam pulau Jawa abad ke-16, banyak pesan moral yang diselipkan dalam film ini. Keotentikan cerita serta tokohnya mungkin sedikit berubah, namun tetap tidak mengurangi estetika yang disuguhkan. Semoga review singkat ini bisa jadi bahan referensi sebelum menonton.

Pendekar Nusantara Menantang Sun Tzu

Zaman dahulu, senjata modern dan teknologi bukanlah barang yang mudah ditemukan. Bagi seorang panglima militer, untuk memenangkan suatu peperangan tidak cukup hanya mengandalkan senjata. Kunci utama dari kemenangan dalam sebuah peperangan adalah strategi.

Jauh sebelum nusantara dikenal oleh dunia, tersebutlah seorang panglima perang bernama Sun Tzu atau Sun Zi (nama lain Sun Tzu). Sun Tzu adalah seorang jenderal yang ahli dalam strategi perang dari Tiongkok. Gaya kepemimpinannya sudah sangat tua, karena dia lahir sekitar enam abad sebelum Masehi.

Baca juga Sroedji, Sang Patriot

Sejarah Sun Tzu memiliki beberapa versi. Namun, secara umum sejarawan meyakini bahwa buku Seni Perang Sun Tzu (The Art of War) diperkirakan ditulis sekitar abad ke-6 SM. Meskipun sebagai pengarang, nama Sun Tzu sendiri masih menjadi perdebatan di kalangan sejarawan.

Beberapa hal yang menjadi alasan diantaranya adalah suku kata “Zi” dalam nama Sun Zi (nama lain Sun Tzu) dalam kosakata Tiongkok mengacu pada kedudukan seorang filsuf atau ahli pikir. Sehingga Sun Zi bisa diartikan sebagai “Filsuf Sun” atau ahli pikir bernama Sun.

Bila ditelaah lebih jauh, keberadaan Sun Tzu memiliki rentang waktu yang cukup lama bila dibandingkan dengan eksistensi bumi nusantara. Ada satu hal yang sangat menarik, ketika saya membaca buku berjudul “Pendekar Nusantara Menantang Sun Tzu” karya Singgih Pambudi Arinto dan Dawit Tornado Pidjath. Kumpulan strategi perang yang tertulis dalam buku The Art of War karya Sun Tzu, ternyata berabad-abad kemudian diterapkan oleh pendekar nusantara dalam meraih kekuasan maupun mengusir penjajah.

Apakah ini berarti para pendahulu nusantara membaca buku The Art of War? Saya tidak yakin, rentang waktu dan jarak antara bumi nusantara dengan Tiongkok terlalu jauh. Selain itu, teknologi serta transportasi belum secanggih dan secepat sekarang untuk melakukan pertukaran informasi. Belum lagi dengan perbedaan bahasa dan huruf atau alfabet.

Nusantara, pada masa-masa kerajaan abad ke-8 sampai dengan abad ke-16, telah menorehkan sejarah emas sebagai kekuatan yang disegani di Asia Tenggara. Sebagai contoh, Kertanegara yang mampu melaksanakan Ekspedisi Pamalayu dan berhasil menaklukan puluhan kerajaan, tentulah ahli strategi yang mumpuni. Raden Wijaya, pendiri kerajaan Majapahit yang merupakan kerajaan terbesar di Asia Tenggara, pada saat itu tentulah ahli strategi yang hebat.

Selain Kertanegara dan Raden Wijaya, masih banyak tokoh lain yang secara tidak langsung menerapkan strategi perang yang telah ditulis oleh Sun Tzu. Beberapa karya gemilang yang berisi strategi perang, yang kemudian dijadikan acuan para raja dan panglima perang, salah satunya adalah Kakawin Bharatayudha.

Karya termashyur tersebut ditulis oleh Mpu Sedah dan Mpu Panuluh dari Kerajaan Kediri, yang saat itu dipimpin oleh Prabu Jayabaya sekitar tahun 1157 Masehi. Dalam Kakawin ini ada 10 strategi (disebut “wyuha”), antara lain:

  1. Wukir Sagara Wyuha (strategi perang dengan susunan pasukan berbentuk bukit dan samudera).
  2. Wajratiksna Wyuha (strategi perang dengan susunan pasukan berbentuk wajra).
  3. Kagapati/Garuda Wyuha (strategi perang dengan susunan pasukan berbentuk garuda).
  4. Gajendramatta/Gajamatta Wyuha (strategi perang dengan susunan pasukan berbentuk gajah mengamuk).
  5. Cakra Wyuha (strategi perang dengan susunan pasukan berbentuk cakra).
  6. Makara Wyuha (strategi perang dengan susunan pasukan berbentuk makara/udang).
  7. Sucimuka Wyuha (strategi perang dengan susunan pasukan yang ujungnya berbentuk jarum).
  8. Padma Wyuha (strategi perang dengan susunan pasukan berbentuk bunga teratai).
  9. Ardhacandra Wyuha (strategi perang dengan susunan pasukan berbentuk bulan sabit).
  10. Kannaya Wyuha (strategi perang dengan susunan pasukan berbentuk lingkaran berlapis).

Bumi nusantara tercinta ini, menyimpan ribuan misteri dan kisah heroik yang membuat kita merasa bangga. Dalam buku “Pendekar Nusantara Menantang Sun Tzu”, kita juga diajak untuk lebih mengenal kearifan lokal, tentang nilai-nilai kepahlawanan yang inspiratif. Dari Sabang sampai Marauke, puluhan strategi perang maupun strategi untuk memperoleh kekuasaan, telah diimplementasikan para pendekar nusantara.

Satu hal yang menjadi catatan penting adalah, para tokoh nusantara ini, pada saat melaksanakan strategi perang, tidaklah dipengaruhi oleh ajaran Sun Tzu.

Strategi tersebut, bisa jadi mirip dengan apa yang telah ditulis Sun Tzu, namun, bukan berarti para pendekar nusantara ‘mencontek’ ataupun membaca teori Sun Tzu sebelumnya. Beberapa di antaranya adalah:

Strategi Sun Tzu ke-1:

“Perdaya Langit untuk Melewati Samudera”

Bergerak dalam kegelapan dan bayang-bayang, menggunakan tempat-tempat tersembunyi, atau bersembunyi di belakang layar, hanya akan menarik kecurigaan. Untuk memperlemah pertahanan musuh, Anda harus bertindak di tempat terbuka menyembuyikan maksud tersembunyi Anda, dengan aktivitas biasa sehari-hari. Bersikap natural seperti biasanya.

Strategi Nusantara:

“Siasat Sang Teuku perdaya Kompeni”

Pada tahun 1883, Belanda berdamai dengan pasukan Teuku Umar. Selama berdamai dengan Belanda, Teuku Umar masuk dinas militer dan justru banyak membantu pejuang Aceh melawan Belanda, dengan jalan melatih mereka bertempur.

Tahun 1884, Teuku Umar berhasil merampas senjata dan perlengkapan perang milik Belanda yang dipercayakan kepadanya, saat Belanda membebaskan kapal Niecro milik lnggris dari Raja Teunom. Pada saat berdamai dengan Belanda, Teuku Umar menunjukkan kesetiaanya dengan sangat meyakinkan. Setiap pejabat Belanda yang datang ke rumahnya, selalu disambut dengan menyenangkan. Ia selalu memenuhi setiap panggilan dari Gurbenur Belanda di Kutaraja, dan memberikan laporan yang memuaskan, sehingga ia mendapat kepercayaan yang besar dari Gurbenur Belanda.

Istrinya, Cut Nyak Dien sempat malu, bingung dan marah atas keputusan yang diambil suaminya tersebut. Namun, kepercayaan yang diberikan Belanda tersebut, dimanfaatkan dengan baik demi kepentingan perjuangan rakyat Aceh.

Dalam peperangan, Teuku Umar hanya melakukan perang pura-pura dan hanya memerangi Ulee Balang yang memeras rakyat (misalnya Teuku Mat Amien). Pasukan yang ia sebar bukan untuk mengejar musuh, melainkan untuk menghubungi para pemimpin dan pejuang Aceh dan menyampaikan pesan rahasia.

Cut Nyak Dien pun sadar, bahwa selama ini suaminya hanya bersandiwara di hadapan Belanda, kesetiaanya kepada Belanda hanyalah strategi untuk membantu perjuangan rakyat Aceh.

Analisis:

Strategi Teuku Umar ialah berpura-pura tunduk pada Belanda. Hal ini sama saja dengan memperdaya langit (Belanda) untuk melewati samudra (mendapatkan dana dan senjata perang serta peluru). Dengan modal inilah Teuku Umar berhasil mendapatkan modal yang cukup untuk berperang melawan Belanda.

Strategi Sun Tzu ke-13:

“Pinjam Mayat Orang Lain untuk Menghidupkan Kembali Jiwanya”

Menghidupkan kembali orang mati. Ambil sebuah lembaga, teknologi atau satu cara yang telah dilupakan atau tidak digunakan lagi untuk kepentingan diri sendiri. Hidupkan kembali sesuatu dari masa lalu dengan member tujuan baru dan bawa ide-ide lama, kebiasaan, dan tradisi ke dalam kehidupan sehari-hari.

Strategi Nusantara:

“Siasat Usung Tandu Untung Surapati”

Pada bulan September 1706 gabungan VOC, Kartasura, Madura, dan Surabaya dipimpin Mayor Goovert Knole menyerbu Pasuruan. Pertempuran tersebut menewaskan Untung Surapati alias Wiranegara. Namun, ia berwasiat kematiannya dirahasiakan. Makamnya diratakan dengan tanah. Perjuangan dilanjutakan putra-putranya dengan membawa tandu berisi Surapati palsu. Hasilnya pihak Belanda tertipu. Anak buah Surapati pun tetap semangat bertempur.

Analisis:

Strategi Untung Surapati yang mewasiatkan untuk merahasiakan kematiannya dilaksanakan dengan baik oleh keturunannya. Sehingga pengikutnya tetap setia berjuang melawan Belanda dan Belanda tertipu oleh tandu kosong. Melihat tandu yang diusung anak-anak Surapati, semangat juang pengikutnya semakin bertambah.

Teuku Umar dan Untung Surapati hanyalah salah satu dari sekian banyak pendekar nusantara. Dalam buku “Pendekar Nusantara Menantang Sun Tzu” disebutkan bahwa Sun Tzu memiliki 36 strategi perang lainnya. Semua strategi tersebut berhasil diterapkan oleh para pendekar nusantara dalam merebut kekuasaan. Tidak hanya Teuku Umar dan Untung Surapati, tapi juga ada Raden Inten, Ken Arok, Ra Kuti, Gajah Mada hingga Pattimura dan pendekar-pendekar lainnya.

Pada saat ini, sejarah keemasan lndonesia sudah mulai dilupakan oleh generasi muda. Sebagai imbas dari efek negatif globalisasi, serta masuknya budaya asing ke lndonesia. Alangkah baiknya, bila generasi milenial seperti saya, kembali mempelajari khasanah budaya dan kearifan lokal. Tidak perlu mengagung-agungkan sejarah bangsa lain yang belum tentu lebih hebat dari yang kita miliki.

Untuk menjadi bangsa yang besar, kita telah memiliki modal yang besar, serta perjalanan panjang sejarah perjuangan bangsa. Mari mengenal nusantara dengan lebih baik, sehingga membentuk warganegara yang berbudaya dan berkepribadian di abad modern ini.

Judul Buku: Pendekar Nusantara Menentang Sun Tzu

Pengarang: Singgih Pambudi Arinto & Dawit Tornadi Pidjath

Penerbit: Gramedia

Serunya Belajar Food Photography

Selama ini, saya menganggap kalau yang namanya food photography itu, cuma sekedar memotret makanan. Setelah mengikuti kelas food photography yang diadakan oleh Sigma yang bertempat di Grom Gelato, lotte Shopping avenue lantai GF, saya jadi tahu kalau food photography terbagi dua jenis yaitu Still food dan food style.

Dua genre food photography tersebut mempunyai arti yang berbeda. Still food yaitu jenis fotografi yang hanya mengandalkan makanan sebagai objek. Sementara Food style sendiri jenis fotografi makanan dengan menambahkan property atau talent untuk membuat tampilan semakin menarik.

Food Photography sendiri adalah sebuah genre dari still life photography. Intinya sih, bagaimana membuat makanan yang merupakan benda mati, bisa tampak hidup dan bercerita.

Tips Memotret Makanan

Terus gimana sih, supaya foto makanan tampak menarik? Ternyata gampang, supaya hasil fotonya maksimal ada beberapa teknik yang harus diperhatikan. Tantangan terberatnya adalah bagaimana membuat objek makanan sebagai benda mati bisa terlihat menggiurkan. Buat kalian yang ingin mencoba menjadi food photographer, perhatikan detil berikut ini:

Pencahayaan

Biasanya kan, kalau motret makanan itu seringnya di dalam ruangan. Sudah pasti pencahayaanya kurang maksimal. Nah, saran dari food fotografer Mas Antonius Adisubroto, perhatikan sumber cahaya berasal. Hindari menggunakan cahaya flash, karena akan memberikan efek yang kurang bagus pada makanan.

Ketahui sumber pencahayaan, apakah pencahayaan berasal depan, belakang atau dari samping. Kuncinya, hindari sumber cahaya yang terlalu besar karena akan membuat obyek makanan menjadi over. Disamping itu juga, jangan terlalu sedikit, karena akan membuat tampilan makanan menjadi rusak. Ingat! Cahaya adalah raja, karena dia yang akan memberikan atmosfir dalam setiap foto.

Subyek

Pemilihan subyek, apakah bentuknya bulat, oval atau kubus. Memperhatikan bentuk subyek sangat mempengaruhi hasil foto. Selain itu, bayangkan dulu hasil foto yang kita inginkan, dengan begitu, kita bisa dengan mudah menempatkan subyek foto. Dengan konsep yang baik akan memudahkan kita menentukan background, foreground, dan pengaturan makanannya.

Komposisi

Komposisi juga wajib diperhatikan. Contohnya nih, kalau ingin hasil foto tampak seimbang, atur sedemikian rupa supaya komposisi warna dan gradasinya pas. Jika ada elemen makanan yang ingin di-highlight, atur kontras warnanya supaya tidak bertubrukan. Tampilan wadah dan susunannya juga harus diatur karena akan mempengaruhi hasil foto.

Angle

Manfaatkan setiap angle (sudut foto) supaya tidak kehilangan elemen penting dari suatu makanan. Contoh: jika subyek makanannya ingin terlihat banyak, ambil angle dari atas.

Memang sih, buat saya belajar food photography itu gampang-gampang susah. Tapi, sangat menyenangkan kalau hasil fotonya bisa maksimal.

Belajar Memotret Gelato dengan Grom Gelato

Pada awalnya, saya mengira, yang namanya nama es krim dari ltalia ini, identik dengan es krim gelato pada umumnya. Yang namanya es krim, pasti rasanya super manis dengan pemanis tambahan. Kandungan buah yang sekedarnya, asal ada. Terus ditambah bahan pengawet ini itu, supaya tidak cepat lumer.

Ternyata Grom Gelato ini beda banget. Grom Gelato adalah gelato organik yang kandungan buahnya, dihasilkan dari kebun buah milik sendiri. Nama kebunnya Mura-mura yang berada di Italia dan ditanam secara organik. Luasnya sekitar dua puluh hektar dengan berbagai jenis buah-buahan. Mulai dari Pear, Apricot, Peach, Melon hingga Stroberi.

By the way, Grom Gelato dibuat secara natural tanpa pengawet, pengental atau emulsifier dan pewarna buatan. Selain bahan bakunya yang alami, penggunaan cup dan sendoknya pun juga didesain supaya gampang terurai dengan alam. Nama Grom sendiri, berasal dari nama foundernya, Frederico Grom.

Gampang sih, membedakan gelato dengan pengawet atau bukan. Tunggu saja beberapa menit setelah gelato dihidangkan. Kalau dia tidak mudah lumer, pasti ada tambahan pengental dan pengawet. Beda halnya dengan Grom Gelato. Karena ini gelato organik, kalau didiamkan gampang lumer. Sewaktu belajar pemotretan, kita menggunakan gelato dummy supaya ‘gelatonya’ tidak lumer.

Pilihan rasanya juga macam-macam. Mulai dari Crema Grom, Stracciatella, Fruit Sorbets dan Hot chocolate.

Grom Gelato juga menyediakan affogato organik. Itu lho, minuman unik yang merupakan perpaduan es krim vanilla dengan espresso. Rasanya? Unik kok, karena campuran panas, dingin, manis dan pahit. Bikin penasaran, kan? Selain itu juga ada hot chocolate, shake, granita siciliana dan sorbetto atau sorbet.

Tertarik ingin mencoba?

Mengenal Wakaf Tunai Berkala

Penandatanganan kerjasama pengelolaan dana wakaf antara Sun Life Financial Syariah dengan Dompet Dhuafa

Setiap hari Selasa dan Jumat, di kantor tempat saya bekerja, selalu diadakan pengajian rutin. Buat saya pengajian rutin seperti ini semacam vitamin jiwa yang membuat hidup lebih seimbang. Karena pada hakikatnya bekerja adalah bagian dari ibadah. Beberapa waktu lalu di pengajian kantor sempat membahas mengenai aspek perencanaan financial secara islami. Sebagai seorang muslim, kita diwajibkan untuk selalu terus belajar. Termasuk dalam hal ini merencanakan keuangan.

Satu hal yang saya ingat dalam kajian tersebut adalah mempelajari apa itu rezeki. Dalam pandangan orang awam, makna rezeki selalu dikaitkan dengan uang maupun materi. Tidak salah memang, uang dan materi adalah bagian rezeki yang terlihat. Sedangkan rezeki yang tidak terlihat meliputi kesehatan, teman baik, rasa aman dan semua hal yang bisa kita nikmati.

Sedangkan yang menjadi milik kita sesungguhnya hanya 3: apa yang kita makan, apa yang kita pakai dan apa yang kita sedekahkan.

Dalam pengelolaan perencanaan keuangan secara islami, ada aspek yang harus kita perhatikan setelah kita tiada. Diantaranya adalah mengeluarkan zakat yang merupakan hak Allah, membayar hak dan kewajiban kita terhadap orang lain yang berupa hutang, membayar hak dan kewajiban kita di dunia maupun di akhirat.

Setelah memenuhi kewajiban investasi untuk keluarga yang meliputi pasangan, anak dan orang tua atau siapa pun yang hidupnya bergantung kepada kita, ada baiknya di akhir perencanaan keuangan, dilengkapi dengan perencanaan wakaf. Mengapa perlu merencanakan wakaf?

Saya teringat, ustaz menyebutkan tiga hal yang akan menemani kita setelah tiada kelak yaitu: doa dari anak yang soleh dan solehah, ilmu yang bermanfaat dan amal jariyah. Dalam hal ini, wakaf termasuk bagian dari amal jariyah yang pahalanya akan terus mengalir, setelah kita tiada. Ibarat berinvestasi, kita hanya ‘menanamkan modal’ berupa wakaf dan pahalanya tidak akan pernah putus.

Dalam pandangan awam saya selama ini, saya menganggap bahwa yang namanya wakaf itu harus dalam bentuk lahan, tanah pemakaman atau bangunan seperti masjid, pesantren, rumah sakit yang kalau dipikir-pikir nominal dananya relative besar. Kalau begini, sampai kapan kita akan bisa menunaikan wakaf? Dan ternyata, pandangan saya yang sempit itu keliru. Objek wakaf tidak harus dalam bentuk tanah atau bangunan, tapi bisa dalam bentuk uang. Itu pun tidak harus dalam jumlah banyak.

Orang yang ingin menunaikan wakaf juga tidak harus beragama lslam, agama apa pun boleh, lho. Karena ini adalah hal yang baik. Siapa pun yang memiliki rasa peduli, tentunya ingin berwakaf.

Satu contoh gampangnya adalah jika kita menyumbang pembangunan masjid atau rumah sakit dengan cara ikut membeli semen, pasir atau pun keramik, itu sudah termasuk wakaf yang insha Allah pahalanya akan terus mengalir. Ikut membangun fasilitas umum di daerah terpencil seperti fasilitas mck, rumah sakit atau pun bangunan yang memiliki manfaaat bagi umat juga bagian dari wakaf.

Dari mana alokasi investasi untuk wakaf? Nah, di sinilah kita harus cerdas, supaya tidak mengganggu jalannya kewajiban yang lain, pos wakaf bisa diambil dari pos investasi. Perencanaan dananya pun harus disesuaikan dengan pendapatan masing-masing. Jika kita alokasi investasi wakaf kita sebesar Rp. 500.000 ya jangan merencanakan wakaf yang dananya melebihi Rp. 500.000 setiap bulan.

Konsep wakaf tunai berkala semacam tersebut, bisa kita lakukan secara rutin setelah menerima gaji. Jika alokasi dananya belum mencukupi, cukup diturunkan standar wakafnya. Selain itu, amal yang akan menemani kita nanti tidak semata-mata wakaf. Masih ada doa-doa dari anak-anak yang soleh, ilmu yang memiliki manfaat bagi banyak orang dan sedekah-sedekah lainnya.

Memilih Instrumen Wakaf yang Bisa Mengakomodir Kebutuhan Perencanaan Keuangan

Sharing mengenai edukasi wakaf tunai berkala dengan para blogger

Setelah memiliki pos perencanaan wakaf tunai berkala, kini saatnya memilih instrument wakaf yang tepat dan terpercaya. Beberapa produk keuangan memang memiliki produk hybrid yang menggabungkan antara proteksi dan investasi. Produk hybrid ini sering kita kenal dengan unitlink, Namun produk yang menggabungkan antara proteksi dengan wakaf tunai berkala belumlah banyak (atau mungkin baru satu dua).

Satu-satunya yang saya ketahui adalah produk Asuransi Brilliance Hasanah Maxima (ABHM) dari Sun Life Financial Syariah. Dengan hadirnya produk ini, nasabah tidak perlu repot-repot untuk melakukan wakaf tunai berkala setiap bulannya.

Beberapa kelebihan dari wakaf tunai yang dimiliki Sun Life Financial Syariah ini diantaranya: tanpa potongan, pasti aman dengan tenaga pemasar tersertifkasi, serta aman dalam penyalurannya karena Sun Life Financial Syariah bekerjasama dengan Dompet Dhuafa. Reputasi Dompet Dhuafa dalam penyaluran dana wakaf tidak perlu diragukan lagi. Selain Dompet Dhuafa masih ada pengelola asset wakaf seperti: Rumah Wakaf, Daarut Tauhid (DT), Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan 174 lembaga sejenis yang telah terdaftar.

Dana wakaf dari nasabah ini nantinya akan disalurkan oleh nazhir (pengelola asset wakaf) ke berbagai sektor sosial yang membutuhkan seperti: kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi. Di antaranya yang sudah berjalan adalah pembangunan rumah sakit di Lampung Timur. Daerah Lampung Timur dipilih Dompet Dhuafa dan Sun Life Financial Syariah karena mutu kesehatan di propinsi ini paling rendah di Lampung.

Ide Sun Life Financial Syariah dalam memberikan fitur wakaf bagi pemegang polis syariah ini mendapat dukungan dari Dewan Syariah Nasional (DSN)-MUI.

Jadi, ingat ya! Berwakaf tidak harus menunggu punya tanah atau bangunan. Dengan membeli Asuransi Brilliance Hasanah Maxima (ABHM) dari Sun Life Financial Syariah, selain mendapatkan proteksi, kita pun bisa mendapatkan manfaat wakaf pasti kini nanti. Karena, orang yang berbahagia adalah orang yang sudah berhenti napasnya, namun pahalanya tetap mengalir.

Mengunjungi Pameran Seni, Ketahui 6 Aturan Dasar Ini

“Art is something that makes you breathe with a different kind of happiness” — Anni Albers

Memang benar adanya bahwa seni adalah segala sesuatu yang membuat kita bernapas dengan berbagai kebahagiaan yang berbeda. Seni buat saya adalah ekspresi paling jujur dari manusia yang menciptakannya. Seni menggambarkan siapa kita sesungguhnya. Seni adalah keindahan yang membuat dunia terasa lebih lentur tanpa sekat, tidak kaku.

Buat saya, mengunjungi pameran seni menjadi hal yang menyenangkan. Selain bisa menemukan inspirasi, memahami makna yang tersembunyi dibalik sebuah karya seni, membuat saya betah berlama-lama di ruang pameran.

Aturan Tak Tertulis Ketika Menikmati Sebuah Seni

Karya seni yang indah, selain memanjakan mata, pastinya juga mengundang kita untuk mengabadikannya dengan menggunakan gadget. Tapi, perlu diingat bahwa di setiap pameran seni terdapat beberapa aturan dasar yang harus kita ketahui. 6 hal berikut ini, mungkin bisa menjadi panduan saat berkunjung ke sebuah pameran atau galeri seni:

  1. Jangan pernah menyentuh sebuah karya seni. Ini sudah menjadi aturan wajib ketika mengunjungi pameran seni, kecuali seni yang dipamerkan merupakan karya seni yang bersifat interaktif yang membutuhkan interaksi dengan pengunjung. Aturan ini semata-mata untuk menghargai karya seniman dan menjaga supaya kualitas benda seni yang dipamerkan tetap terjaga.
  2. Jangan pernah memotret dengan lampu flash, cahaya lampu kamera secara tidak langsung dapat mengurangi kualitas benda seni yang dipamerkan. Terutama untuk seni lukis, cahaya kamera akan mempengaruhi kualitas warna. Itulah mengapa kita seringkali membaca aturan ini di berbagai galeri seni.
  3. Titipkan tas dan barang bawaan sebelum memasuki ruang pameran. Dengan menitipkan barang bawaan, berarti meminimalisir resiko rusak atau pecahnya benda seni dari kecerobohan kita. Selain itu juga memudahkan kita mengeksplorasi sebuah karya seni tanpa perlu membawa barang tentengan.
  4. Jangan membawa makanan dan minuman ke dalam ruang pameran. Resiko tumpahnya makanan dan minuman menjadi kesalahan fatal ketika kita sedang menikmati karya seni. Untuk itu jangan pernah sekali-kali membawa makanan dan minuman masuk ke dalam pameran atau galeri seni.
  5. Patuhi aturan yang diterapkan oleh penyelenggara pameran. Setiap pameran seni memiliki aturan yang berbeda-beda. Ada yang sifatnya interaktif namun ada pula yang bersifat non-interaktif di mana pengunjung hanya diperbolehkan melihat tanpa menyentuh.
  6. Ketahui garis pembatas di setiap ruang pameran. Untuk menjaga jarak aman pandang, sebaiknya ketahui garis batas yang sudah ditetapkan pihak penyelenggara.

Nah, dengan mengetahui aturan dasar tersebut, kita bisa menjadi pengunjung yang menghargai sebuah karya seni yang dipamerkan.

Art Jakarta 2018 Hadir Kembali bagi Pelaku dan Pecinta Seni lndonesia Melalui Pergelaran 10 tahun yang Lebih Komprehensif

Beberapa waktu yang lalu, saya mengunjungi Art Jakarta 2018. Saya suka banget menikmati beragam karya seni yang dipamerkan dalam ajang tersebut. Lebih dari seribu benda seni dari sekitar lima puluh stand dipamerkan. Ajang tahunan ini ternyata sudah satu dasawarsa diselenggarakan. Memasuki usianya yang ke-10, Art Jakarta 2018 semakin mengalami proses penyempurnaan.

Dilihat dari ragam stand yang ada, Art Jakarta 2018 semakin memanjakan mata dengan ditampilkannya beragam seni modern yang kekinian dan kontemporer dari lndonesia dan internasional. Gelaran tahunan ini menempatkan Jakarta sebagai pusat seni terkemuka di Asia.

Selain menempatkan Jakarta sebagai pusat seni, Art Jakarta 2018 juga menjadi ajang reuni yang bergengsi bagi para kolektor, art dealer, seniman, penikmat dan pecinta seni.

Benda seni yang ditampilkan pun tidak hanya sekedar lukisan atau benda pajangan, tetapi juga perkakas rumah tangga yang sudah diberikan sentuhan seni. Salah satunya yang menarik perhatian saya adalah lemari pendingin dari Modena. Jika biasanya lemari pendingin tampil ‘flat’ dan cenderung berwarna solid, kali ini Modena membuat kulkas produksinya tampil lebih stylish dan elegan. Tiga buah lemari pendingin dilukis secara artistik.

Selain ragam seni rupa, Art Jakarta 2018 juga menghadirkan Art Gram yaitu persona-persona instagram dengan tampilan posting bernuansa seni seperti; NAFA, Biennale Yogya, Museum & Educational (MACAN, Ciputra Artpreuner Museum, SCAD dan Erudio School of Art). Selain itu, Art Jakarta juga mengadakan art talkshow, special exhibition dan art workshop supaya pengunjung mendapatkan insight yang lebih komprehensif.

Dari tahun ke tahun, antusiasme masyarakat terhadap Art Jakarta semakin meningkat. Ini terbukti tidak hanya para pengunjung yang semakin banyak, namun juga para pelaku seni yang mengikuti ajang tahunan ini.

Setiap tahunnya Art Jakarta selalu diselenggarakan di Hotel Ritz-Carlton, Pasific Place, di kawasan Sudirman Central Bussiness District (SCBD), Jakarta. Terhitung mulai dari tahun 2009 hingga sekarang dengan total area sekitar 7500 meter persegi.

Ritz-Carlton sendiri merupakan salah satu ikon hotel bergengsi di kawasan SCBD. Sementara Pasific Place sendiri merupakan mal yang memadukan gaya hidup dan hiburan mewah di Jakarta Selatan. Lokasinya sangat strategis dan memiliki konsep layanan dan sarana yang terbaik.

Dengan adanya kerjasama yang baik antara Art Jakarta, Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), The Ritz-Carlton dan Pasific Place, gelaran Art Jakarta 2018 boleh dibilang sukses. Semoga gelaran tahun berikutnya semakin memberikan wawasan terhadap dunia senirupa yang lebih baik.

Kreativitas Budaya lndonesia dalam Pembukaan Asian Games 2018

Banyak hal menarik selama penyelenggaraan Asian Games 2018, buat saya yang paling seru adalah Opening ceremony  (upacara pembukaan) Asian Games. Diperkirakan milyaran orang di dunia menonton acara tersebut. Saking takjubnya, saya sampai mencari tau bagaimana video reaction para youtuber asing ketika melihat videonya. Sebagai orang lndonesia asli, tentunya saya bangga, takjub, sekaligus terharu saat menikmati tontonan langka tersebut. Terus, bagaimana sih reaksi orang asing ketika menyaksikan acara tersebut? Apakah reaksinya biasa saja, kagum atau juga penasaran.

Dari semua video reaction yang saya lihat, hampir semua reaksi orang asing yang menonton siaran ulang opening asian games begitu kagum, salut, bingung sekaligus kaget. Mereka tidak menyangka kalau negara kita mampu menyelenggarakan acara opening dengan waktu persiapan yang begitu singkat. Ya, kurang lebih sekitar setahun. Selain waktu yang sangat singkat, keterbatasan dana juga menjadi tantangan tersendiri bagi tuan rumah sebagai penyelenggara acara.

Namun, di balik kekurangan, kemeriahan serta kemegahan acara, banyak cerita seru yang bisa saya ulas dibalik persiapan acara tersebut. So, apa saja yang menarik  hingga para youtuber berdecak kagum? Baca ulasannya berikut ini.

Opening ceremony Asian Games 2018 begitu memukau, diawali oleh adegan Presiden Joko Widodo yang mengendarai sepeda motor ke GBK karena terjebak macet. Sosok Pak Jokowi terlihat humble saat membantu menyeberangkan murid-murid sekolah. Adegan ini menjadi topik hangat di seluruh dunia

Acara opening yang berlangsung sekitar tiga jam tersebut, menampilkan sentuhan budaya lndonesia yang dirangkum dalam sebuah gelaran kolosal. Mulai dari tari Ratoeh Jaroe dengan kostum yang colorful, kekompakan pemain, hingga musik latarnya yang sangat unik. Tentunya yang paling unik dan menarik adalah pergantian kostum para penari karena dalam hitungan detik mereka harus sigap mengganti kostum.

Penari yang terbagi dalam beberapa kelompok tersebut membentuk formasi belah ketupat, formasi kubus, diagonal dengan gradasi warna yang menarik, hingga lambang negara kita bendera merah putih. Nggak kebayang betapa rumit, detil dan cerdasnya mereka yang membuat konsep tersebut, sehingga yang terlihat dari kamera adalah formasi sempurna.

Begitu tarian Ratoeh Jaroe selesai, panggung megah di tengah Gelora Bung Karno, kembali menyuguhkan alam lndonesia dengan latar lautan luas. Pertunjukan tersebut melambangkan bahwa negara kita adalah negara bahari dengan kekayaan fauna yang begitu beragam. Di tengah panggung ditampilkan pula replika kapal Phinisi yang sangat indah. Beberapa pendekar dan prajurit nusantara dengan kostum tempo dulu melengkapi adegan tersebut.

Pemilihan latar panggung juga tidak main-main. Untuk menunjukan betapa indahnya alam lndonesia, dibuatlah air terjun buatan sebagai latar panggung. Di kanan-kirinya dibuat bukit-bukit indah serta gunung-gunung yang menyerupai demografi wilayah nusantara. Nggak kebayang kan, cara pembuatannya?

Parade atlet dari seluruh negara, juga menjadi salah satu dari kemeriahan acara tersebut. Para kontingen dipimpin oleh orang dengan kostum garuda lndonesia berwarna emas.

Best moments Asian Games 2018 tidak hanya menunjukan kekayaan tradisi dan budaya. Beberapa atraksi lainnya justru menunjukkan bahwa budaya lndonesia juga mampu mengikuti selera internasional. Konsep penampil, lighting, pertunjukkan kembang api dan modern dance juga menjadi bagian dari pertunjukkan

Dari rangkaian acara pembukaan Asian Games 2018 tersebut, membuktikan bahwa lndonesia mampu menyelenggarakan pertunjukan kelas dunia.  Boleh dibilang, kesuksesan acara tersebut menjadi salah satu pertunjukan terbaik di dunia. Bravo lndonesia!

Throwback Konser The Professor Band di Makara UI

“Music expresses that which cannot be said and on which it is impossible to be silent” – Victor Hugo

Ungkapan Victor Hugo di atas memang benar adanya. Musik adalah salah cara kita untuk mengekpresikan diri apa yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata dan tidak mungkin didiamkan. Saya sendiri menyukai musik dan juga sesekali menikmati konser musik hidup. Sementara untuk bermain musik saya lebih menyukai gamelan. Musik adalah bahasa yang paling universal untuk saling memahami.

Meskipun tergolong generasi millenial, saya juga suka kok lagu-lagu jadul seperti Koes Plus & Panbers. By the way, Jumat 27 Juli 2018 kemarin, saya dan teman-teman seseruan bareng liat konser The Professor Band (TPB) Plus bawain lagu-lagunya band legendaris Koes Plus & Panbers. Konser selama kurang lebih 3 jam di Auditorium Makara Art Center Universitas Indonesia berlangsung sukses dan meriah. Kita throwback yuk, mengingat-ingat keseruan konsernya yang lalu.

Buat kalian yang belum tau The Professor Band (TPB), nih saya kasih bocoran. Grup band ini memiliki personel dari kalangan akademisi mulai dari professor, dosen hingga mahasiswa dari civitas akademika Universitas lndonesia (Ul).  Dibentuk dari tahun 2002 dan masih eksis hingga sekarang. So, kurang lebih sudah lima belas tahun berkarya.

Hingga sekarang TPB sudah memiliki banyak anggota. Beberapa nama yang ikut tampil dalam konser malam itu diantaranya: Prof. DR. Triyatno Yudoharyoko dan Prof. DR. Agus Sardjono, SH. MH sebagai gitaris, Prof. DR. Roni Nitibaskara – Mandolin, Prof. DR. Paulus Wiroutomo. MSc. Sebagai drummer sekaligus ketua TPB, Prof. DR. Budi Susilo Supanji – Flute, sedangkan vokalis digawangi oleh Dr. Iriani Shopiaan, MSi, Drs. AG. Sudibyo, MSi dan Eki Melinawati, dan masih banyak lagi.

Meskipun personelnya dari kalangan akademisi yang terkenal kaku dan serius, namun penampilan mereka malam itu sangat cair dan menghibur, nggak main-main dan sekedar asal lho! Semua personel tampil maksimal. Kostumnya pun sangat elegan, seperti laiknya konser musik pada umumnya. Paduan blazer hitam untuk pemain musik dan warna merah untuk para vokalis. Sangat stylish dan ciamik serta tidak meninggalkan unsur lndonesia dengan pemilihan kostum lurik. Sementara untuk choir yang digawangi ibu rektor tampil dengan kostum warna hijau.

Filosofi dibentuknya grup band ini adalah untuk menyeimbangkan kinerja otak kanan dan otak kiri. Ya maklumlah, sebagai pendidik, keseharian mereka lebih banyak dihabiskan untuk mengajar yang notabene lebih dominan menggunakan otak kiri, mulai dari kata-kata, logika, matematika, urutan, analisis dan lain sebagainya.  Nah, supaya otak kanan dan kiri seimbang, maka dibentuklah band TPB ini untuk menyeimbangkan kinerja otak kanan.  Tau kan, kalau musik dan semua kegiatan yang meliputi kreativitas, irama dan imajinasi adalah tugas otak kanan.

Dengan bermusik membuat para akademis tampak awet muda karena menyenangkan. Satu hal yang harus diingat: belajar dan bermain musik itu sama pentingnya.

Kiprah The Professor Band Plus pun sudah mendunia. Beberapa kali diundang manggung ke luar negeri dan sudah menelurkan album pada tahun 2015 yang berjudul Seribu Satu Malam. Selain tampil di ‘kandang sendiri’ di UI untuk berbagai event kampus, TPB juga sudah 3 kali ikut Jakarta Jazz Festival dan 6 kali Java Jazz Festival. TPB juga pernah mendapat penghargaan dari Muri sebagai band dengan jumlah anggota professor terbanyak. Keren ya!

Konser yang berlangsung beberapa waktu yang lalu, memang dipersembahkan untuk band legendaris: Koes Plus dan The Panbers. Konser langsung digeber dengan lagu Muda Mudi-nya Koes Plus. Beberapa hits yang pernah menjadi andalan band tersebut sukses ditampilkan. Lagu-lagu seperti: Bujangan, Kisah Sedih di Hari Minggu, Andaikan Kau Datang Kembali, Kembali ke Jakarta dan masih banyak lagi membuat antusias penonton semakin meriah.

Satu pesan yang dititipkan TPB kepada para penonton adalah mari turut melestarikan lagu-lagu Indonesia pop-klasik ditengah menjamurnya lagu-lagu pop sekarang yang cepat popular namun cepat pula dilupakan. TPB juga ingin berperan aktif agar lagu-lagu lndonesia kembali berjaya di ’rumah’-nya sendiri.

Lagu Bujangan – Koes Plus yang menjadi penutup konser malam itu, sukses mengajak penonton bergoyang. Wah, senang banget rasanya bisa melihat langsung konser TPB. Semoga tahun depan TPB bisa menghibur kembali.