4 Jenis Asuransi yang Cocok bagi Milenial

Manusia boleh berencana, tetapi Tuhan juga yang menentukan takdir. Sering kan, dengar ungkapan itu? Kalau kita perhatikan, ungkapan klasik ini memang benar adanya. Hidup memang penuh resiko, tetapi bukan berarti kita menyerah pada takdir. Bukankah Tuhan juga sudah memerintahkan manusia, untuk mengubah takdir dengan segala kekuatan yang diberikan olehNya.

Apa saja sih, resiko dalam hidup? Contoh dari yang paling kecil: jatuh di kamar mandi, kehilangan motor atau mobil, kebakaran rumah, kehilangan anggota tubuh, atau bahkan kehilangan nyawa. Hidup yang penuh resiko ini, bukan tidak ada tidak ada maksudnya. Dengan adanya resiko tersebut, Tuhan mengajarkan kita untuk selalu berpikir mencari solusi. Supaya menjadi manusia yang tangguh dan kuat

Pertanyaannya sekarang, ketika ada potensi resiko resiko yang akan menimpa kita, apakah sebaiknya pasrah saja, atau justru melakukan persiapan terbaik untuk berjaga-jaga seandainya resiko itu tiba.

Dalam ajaran agama yang saya yakini, Tuhan mengajarkan manusia untuk mempersiapkan diri dalam segala kondisi. Tuhan memberi petunjuk untuk mempersiapkan lima perkara sebelum lima perkara lainnya datang. Yaitu waktu muda sebelum datang waktu tuamu, waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, waktu kayamu sebelum datang waktu miskin, waktu luangmu sebelum datang waktu sibukmu, dan hidupmu sebelum datang matimu.

Perintah tersebut bukan bermaksud untuk mengajak berpikir pesimis, tetapi sebaliknya justru mengajak kita berpikir jauh ke depan. Ada banyak tujuan di depan sana yang masih ingin dicapai. Karena itu, dalam mencapai tujuan-tujuan tadi, seyogianya kita juga mempersiapkan diri menghadapi sejumlah risiko yang mungkin saja terjadi.

Salah satu cara untuk mengantisipasi resiko di atas adalah dengan cara mengambil asuransi. Ya, meskipun masih muda, sebaiknya kita belajar berpikir jauh ke depan. Toh, manfaat asuransi banyak. Btw, apa saja sik asuransi yang cocok untuk milenial seperti kita? Simak uraian berikut:

Asuransi Perjalanan

Milenial zaman now pasti hobi kan, sama yang namanya traveling. Saya juga sik, terus biar kita bisa traveling dengan aman, nyaman dan tenang selama perjalanan, sebaiknya persiapkan dengan asuransi. Bukan untuk apa-apa, tapi yang namanya resiko kan pasti bisa aja terjadi. Minimal kehilangan barang atau koper selama perjalanan. Atau amit-amit kalau sampai sakit dan kenapa-kenapa selama traveling. Jangan sampai deh, ya. Tapi kalau sudah beli asuransi kan jadi lebih tenang. Betul, nggak?

Asuransi Jiwa

Barangkali, banyak di antara kita yang menjadi kepala keluarga. Kepala keluarga tidak berarti harus seorang suami atau ayah. Siapapun yang menanggung nafkah utama dalam keluarga, bisa diartikan sebagai kepala keluarga. Intinya, jika penghasilan dari penanggung utama sebuah terhenti, maka keluarganya bisa mengalami kesulitan. Bisa jadi penanggung utama penghasilan keluarga adalah seorang anak. Maka asuransi jiwa seperti ini harus kita miliki.

Asuransi Pendidikan

Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia. Seberapa buruknya kondisi kita, pendidikan harus tetap diupayakan. Bagi keluarga muda milenial, memiliki asuransi pendidikan untuk anak wajib hukumnya. Toh, dengan memiliki asuransi pendidikan, berarti kita memiliki jaminan untuk masa depan mereka. Dengan menginvestasikan sebagian kecil pendapatan kita untuk pendidikan mereka, berarti kita telah berikhtiar untuk melindungi pendidikan mereka jika hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi.

Asuransi  Kebakaran

Memiliki rumah bagi milenial muda adalah bukti kematangan sebuah keluarga. Namun, ketika sudah memiliki rumah, jangan melupakan aspek proteksi. Potensi kebakaran misalnya, bisa menimpa siapapun, supaya rumah yang kita tinggali aman dari potensi tersebut, kita harus memiliki asuransi kebakaran. Kalau ada hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi, kita masih bisa memperoleh manfaat dari asuransi.

Nah, empat jenis asuransi di atas sebaiknya kita miliki. Bukan berharap untuk yang terburuk, tapi untuk mempersiapkan kondisi yang tidak kita inginkan terjadi.

Memilih Asuransi yang Tepat bagi Milenial

milenial harus punya asuransi untuk melindungi masa depan

Gaya dinamis yang dimiliki milenial memang tak bisa dipisahkan dari kehidupan zaman now. Dengan segala kesibukan yang dimiliki milenial, waktu yang digunakan untuk memilih dan memilah asuransi pun semakin terbatas. Tidak banyak pilihan asuransi yang bisa mengcover semua kebutuhan di atas hanya dengan mengandalkan satu Id.

Salah satu asuransi yang pas dengan kebutuhan di atas adalah HappyOne.id. Dengan konsep perlindungan All in-One  dengan menggunakan satu ID. Jadi tidak perlu repot-repot lagi untuk beli satu per satu asuransi yang kita butuhkan. Mulai dari asuransi perjalanan dengan HappyTrip, asuransi pendidikan atau HappyEdu, asuransi jiwa HappyMe dan asuransi perlindungan rumah HappyHome.

Cukup dengan menggunakan OneID kalian bisa mendapatkan seluruh perlindungan hingga cek riwayat polis yang kalian miliki dengan lebih mudah. Prosesnya pun lebih cepat dengan fitur download e-Policy kapan saja melalui website.

So, buat yang ingin merasa aman, nyaman dan terlindungi, segera miliki asuransi ya!

Mengenal Credit Scoring di Dunia Perbankan

Roadshow Finhacks 2018 #DataChallenge di Jakarta

Saya teringat, beberapa tahun yang lalu, pernah nyemplung dan berususan dengan dunia credit scoring. Apa itu sebenarnya credit scoring? Credit scoring atau penilaian kredit adalah sistem yang digunakan oleh bank atau lembaga pembiayaan lainnya yang bertujuan untuk menilai sebuah perusahaan maupun individu layak atau tidak untuk mendapatkan pinjaman. Jadi begini, ketika kita mempunyai sejarah utang dengan dunia perbankan, baik utang usaha, utang konsumtif ataupun kartu kredit, nama kita sebagai nasabah, secara langsung akan terekam ke dalam database Bank lndonesia. Laporan yang dikeluarkan BI (sebelum berpindah ke OJK) sering disebut dengan istilah BI Checking.

Sejak bulan Januari 2017, OJK Mengambil alih layanan tersebut dan berganti nama menjadi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) atau istilah lainnya Informasi Debitur (Indeb). Tetapi kalangan perbankan masih sering menyebutnya dengan  istilah BI Checking.

Semua lembaga keuangan, baik bank maupun industri keuangan non bank wajib melaporkan setiap bulan kepada OJK, tentang jejak rekam pembayaran utang nasabahnya. Big data dari semua bank ini nantinya akan diolah menjadi satu laporan. Idealnya setiap nasabah hanya memiliki 1 DIN (Debtor Information Number) meskipun dia tercatat memiliki beberapa rekening pembiayaan di berbagai bank yang berbeda.  Dari sejarah pembayaran utang atau cicilan tersebut, OJK akan membuat 5 kategori nasabah mulai dari: Lancar, Dalam Perhatian Khusus, Kurang Lancar, Diragukan, hingga Macet.

Sebelum kredit yang kita ajukan disetujui, bank terlebih dahulu akan meminta informasi jejak rekam utang calon nasabahnya ke OJK melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) untuk mengecek status calon nasabah tersebut. Semua jejak rekam utang tersebut terlihat jelas dalam laporan Indeb. Pertukaran informasi antara bank dengan OJK tersebut akan menjadi bagian dari penentu, apakah kredit calon nasabahnya akan disetujui atau ditolak.

So, buat kalian yang ingin memiliki laporan yang clean dengan status lancar, jangan sekali-kali menunggak dalam pembayaran cicilan utang ya, termasuk kartu kredit. Laporan tersebut oleh bank akan menjadi referensi atau credit scoring dalam pengajuan kredit atau pembiayaan seperti KPR, Kredit Kepemilikan Mobil atau kredit yang lain.

Bahkan, saya dan teman-teman di kantor dulu sering bercanda, sebelum yakin menikah dengan calon pasangan, cek dulu history utangnya di OJK. Jangan sampai punya tunggakan utang yang sangat besar dan baru ketahuan setelah menikah. Menyedihkan kalau sampai di-blacklist dari perbankan karena punya tunggakan utang. Bukan apa, biasanya kan setelah menikah, pasangan baru pengen membeli rumah dengan KPR, gimana kalau ditolak?

BCA Gelar Finhacks 2018 #DataChallenge

Seberapa penting data science untuk kelangsungan sebuah perusahaan? Kalau boleh saya jawab, tentu sangat penting. Data science sendiri berarti mengekstrak suatu data agar bisa difilter dan ditemukan data yang benar untuk menghasilkan produk data yang valid. Sayangnya, data science yang dikembangkan oleh OJK  melalui Sistem Layanan  Informasi Keuangan (SLIK) tidak mengakomodir semua elemen yang dibutuhkan oleh bank dalam memberikan referensi credit scoring. Data ini belum terintegrasi dengan informasi laporan pajak, pembayaran tagihan listrik, tagihan telepon maupun informasi tagihan lainnya.

Bank sebagai lembaga keuangan dengan prinsip kehati-hatian tertinggi, mutlak memerlukan semua data tersebut untuk menganalisa calon nasabahnya. Tujuannya jelas, untuk deteksi dini Fraud (Fraud Detection). Fraud Detection sendiri bisa diartikan mendeteksi kecurangan yang dilakukan dengan memanipulasi informasi. Peluang inilah yang ditangkap oleh BCA untuk menemukan solusi melalui data science dengan menggelar Finhacks 2018 #DataChallenge.

Tiga kategori permasalahan utama yang akan dikompetisikan dalam Finhacks 2018 #DataChallenge  adalah Credit scoring, Fraud Detection dan ATM Cash Optimization. Peluang bagus buat kalian yang memiliki passion di bidang data science, karena kalian bisa mengembangkan talenta dan bereksplorasi untuk menemukan solusi perbankan. Apalagi dalam 3 tahun ke depan, BCA menargetkan punya 1000 data scientist dan data analyst. Siapa tau kalian berminat menjadi bagian dari insan BCA.

Jika di atas sudah saya jelaskan mengenai Credit scoring dan Fraud Detection, kategori yang ke-3 adalah ATM Cash Optimization. Dalam banyak hal, perlu dilakukan kegiatan analitik agar kegiatan ATM Cash Otimization dapat dilakukan dengan akurat. Terkadang, solusi yang feasible tidak dapat diperoleh secara optimal hanya dengan memperhatikan batasan-batasan tertentu yang sudah diterapkan oleh bank. Contohnya: dalam pengisian uang di mesin ATM, di mana mesin ATM di komplek perkantoran lebih cepat habis pada saat hari kerja, sementara pola penarikan di beberapa tempat hiburan seperti mall terjadi sebaliknya, cepat habis pada saat akhir pekan.

Dalam kompetisi ini peserta dituntut untuk mengembangkan model matematika (mathematical methods) supaya bisa memberikan solusi untuk tiga kategori tersebut. Yang menarik, masing-masing kategori akan dipilih lima tim terbaik dengan total hadiah senilai Rp. 480 juta. Mayan kan buat jajan cilok sekampung J.

Jadi kapan bisa daftar? Kompetisi ini terbuka untuk umum. Syaratnya cuma satu, WNI berusia 18 tahun keatas. Boleh sendiri atau tergabung dalam satu tim dengan jumlah maksimal 3 orang. Pendaftaran dibuka mulai tanggal 8 Agustus 2018 – 8 Oktober 2018 melalui website http://finhacks.id/ Pada saat pendaftaran ini sekaligus dilakukan online pre assessment test. Bagi yang lolos pre assessment test bisa mengikuti babak online data challenge. Babak final atau Demo Day akan diselenggarakan pada tanggal 14 November 2018.

Ayo! Semakin cepat kalian mendaftar, semakin banyak waktu untuk memecahkan masalah secara komprehensif. Good luck!

Mengenal Wakaf Tunai Berkala

Penandatanganan kerjasama pengelolaan dana wakaf antara Sun Life Financial Syariah dengan Dompet Dhuafa

Setiap hari Selasa dan Jumat, di kantor tempat saya bekerja, selalu diadakan pengajian rutin. Buat saya pengajian rutin seperti ini semacam vitamin jiwa yang membuat hidup lebih seimbang. Karena pada hakikatnya bekerja adalah bagian dari ibadah. Beberapa waktu lalu di pengajian kantor sempat membahas mengenai aspek perencanaan financial secara islami. Sebagai seorang muslim, kita diwajibkan untuk selalu terus belajar. Termasuk dalam hal ini merencanakan keuangan.

Satu hal yang saya ingat dalam kajian tersebut adalah mempelajari apa itu rezeki. Dalam pandangan orang awam, makna rezeki selalu dikaitkan dengan uang maupun materi. Tidak salah memang, uang dan materi adalah bagian rezeki yang terlihat. Sedangkan rezeki yang tidak terlihat meliputi kesehatan, teman baik, rasa aman dan semua hal yang bisa kita nikmati.

Sedangkan yang menjadi milik kita sesungguhnya hanya 3: apa yang kita makan, apa yang kita pakai dan apa yang kita sedekahkan.

Dalam pengelolaan perencanaan keuangan secara islami, ada aspek yang harus kita perhatikan setelah kita tiada. Diantaranya adalah mengeluarkan zakat yang merupakan hak Allah, membayar hak dan kewajiban kita terhadap orang lain yang berupa hutang, membayar hak dan kewajiban kita di dunia maupun di akhirat.

Setelah memenuhi kewajiban investasi untuk keluarga yang meliputi pasangan, anak dan orang tua atau siapa pun yang hidupnya bergantung kepada kita, ada baiknya di akhir perencanaan keuangan, dilengkapi dengan perencanaan wakaf. Mengapa perlu merencanakan wakaf?

Saya teringat, ustaz menyebutkan tiga hal yang akan menemani kita setelah tiada kelak yaitu: doa dari anak yang soleh dan solehah, ilmu yang bermanfaat dan amal jariyah. Dalam hal ini, wakaf termasuk bagian dari amal jariyah yang pahalanya akan terus mengalir, setelah kita tiada. Ibarat berinvestasi, kita hanya ‘menanamkan modal’ berupa wakaf dan pahalanya tidak akan pernah putus.

Dalam pandangan awam saya selama ini, saya menganggap bahwa yang namanya wakaf itu harus dalam bentuk lahan, tanah pemakaman atau bangunan seperti masjid, pesantren, rumah sakit yang kalau dipikir-pikir nominal dananya relative besar. Kalau begini, sampai kapan kita akan bisa menunaikan wakaf? Dan ternyata, pandangan saya yang sempit itu keliru. Objek wakaf tidak harus dalam bentuk tanah atau bangunan, tapi bisa dalam bentuk uang. Itu pun tidak harus dalam jumlah banyak.

Orang yang ingin menunaikan wakaf juga tidak harus beragama lslam, agama apa pun boleh, lho. Karena ini adalah hal yang baik. Siapa pun yang memiliki rasa peduli, tentunya ingin berwakaf.

Satu contoh gampangnya adalah jika kita menyumbang pembangunan masjid atau rumah sakit dengan cara ikut membeli semen, pasir atau pun keramik, itu sudah termasuk wakaf yang insha Allah pahalanya akan terus mengalir. Ikut membangun fasilitas umum di daerah terpencil seperti fasilitas mck, rumah sakit atau pun bangunan yang memiliki manfaaat bagi umat juga bagian dari wakaf.

Dari mana alokasi investasi untuk wakaf? Nah, di sinilah kita harus cerdas, supaya tidak mengganggu jalannya kewajiban yang lain, pos wakaf bisa diambil dari pos investasi. Perencanaan dananya pun harus disesuaikan dengan pendapatan masing-masing. Jika kita alokasi investasi wakaf kita sebesar Rp. 500.000 ya jangan merencanakan wakaf yang dananya melebihi Rp. 500.000 setiap bulan.

Konsep wakaf tunai berkala semacam tersebut, bisa kita lakukan secara rutin setelah menerima gaji. Jika alokasi dananya belum mencukupi, cukup diturunkan standar wakafnya. Selain itu, amal yang akan menemani kita nanti tidak semata-mata wakaf. Masih ada doa-doa dari anak-anak yang soleh, ilmu yang memiliki manfaat bagi banyak orang dan sedekah-sedekah lainnya.

Memilih Instrumen Wakaf yang Bisa Mengakomodir Kebutuhan Perencanaan Keuangan

Sharing mengenai edukasi wakaf tunai berkala dengan para blogger

Setelah memiliki pos perencanaan wakaf tunai berkala, kini saatnya memilih instrument wakaf yang tepat dan terpercaya. Beberapa produk keuangan memang memiliki produk hybrid yang menggabungkan antara proteksi dan investasi. Produk hybrid ini sering kita kenal dengan unitlink, Namun produk yang menggabungkan antara proteksi dengan wakaf tunai berkala belumlah banyak (atau mungkin baru satu dua).

Satu-satunya yang saya ketahui adalah produk Asuransi Brilliance Hasanah Maxima (ABHM) dari Sun Life Financial Syariah. Dengan hadirnya produk ini, nasabah tidak perlu repot-repot untuk melakukan wakaf tunai berkala setiap bulannya.

Beberapa kelebihan dari wakaf tunai yang dimiliki Sun Life Financial Syariah ini diantaranya: tanpa potongan, pasti aman dengan tenaga pemasar tersertifkasi, serta aman dalam penyalurannya karena Sun Life Financial Syariah bekerjasama dengan Dompet Dhuafa. Reputasi Dompet Dhuafa dalam penyaluran dana wakaf tidak perlu diragukan lagi. Selain Dompet Dhuafa masih ada pengelola asset wakaf seperti: Rumah Wakaf, Daarut Tauhid (DT), Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan 174 lembaga sejenis yang telah terdaftar.

Dana wakaf dari nasabah ini nantinya akan disalurkan oleh nazhir (pengelola asset wakaf) ke berbagai sektor sosial yang membutuhkan seperti: kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi. Di antaranya yang sudah berjalan adalah pembangunan rumah sakit di Lampung Timur. Daerah Lampung Timur dipilih Dompet Dhuafa dan Sun Life Financial Syariah karena mutu kesehatan di propinsi ini paling rendah di Lampung.

Ide Sun Life Financial Syariah dalam memberikan fitur wakaf bagi pemegang polis syariah ini mendapat dukungan dari Dewan Syariah Nasional (DSN)-MUI.

Jadi, ingat ya! Berwakaf tidak harus menunggu punya tanah atau bangunan. Dengan membeli Asuransi Brilliance Hasanah Maxima (ABHM) dari Sun Life Financial Syariah, selain mendapatkan proteksi, kita pun bisa mendapatkan manfaat wakaf pasti kini nanti. Karena, orang yang berbahagia adalah orang yang sudah berhenti napasnya, namun pahalanya tetap mengalir.

TanamDuit, Gaya Baru Generasi Milenial Menabung

Kalian pernah dengar kan, istilah reksadana? Apa yang ada dalam pikiran kalian, saat pertama kali mendengar kata tersebut? Nggak ngerti, serem, ribet atau sebaliknya? Gampang. Biasanya, kalau kita pengen menabung, ya tinggal datang ke bank terus buka rekening, mendapatkan buku tabungan, kartu ATM, fasilitas E-banking serta fasilitas-fasilitas lainnya. Punya uang lebih tinggal dimasukan ke tabungan, tapi harus menunggu beberapa bulan dulu, untuk melihat hasil pengembangannya. Itupun belum dikurangi biaya administrasi dan pajak.

Saat ini, ada lho aplikasi yang memudahkan kita untuk berinvestasi, tanpa harus ribet seperti membuka rekening tabungan di bank. Agen penjual reksadana (APERD) PT. Star Mercato Capitale melalui aplikasi TanamDuit, ingin mengubah ‘segala keribetan’ di atas, khususnya bagi generasi milenial, yang memiliki anggapan bahwa menyimpan uang atau berinvestasi dalam bentuk reksadana itu ribet dan mengerikan, menjadi semakin mudah dan aman. Berinvestasi itu merupakan hak bagi semua kalangan, bukan hanya pemilik dana besar. Seperti yang dituturkan Director of Business Development TanamDuit, Muhammad Hanif di Jakarta, Selasa, [17 April 2018] “Selama ini, banyak banyak yang beranggapan hanya mereka yang memiliki dana besar yang bisa berinvestasi melalui reksadana, padahal semua orang bisa mengembangkan uangnya melalui reksadana dan bisa menikmati hasil pengembangannya.”

Aplikasi TanamDuit dibuat “easy to use”, dengan platform isian yang tidak begitu rumit, tersedia 12 produk reksadana pilihan yang sudah disaring, serta memiliki imbal hasil yang kompetitif, reliable, informasi yang mudah dimengerti, dan tentunya telah mendapat izin legal dari OJK. Mulai dari Rp.50,000 kita sudah bisa berinvestasi melalui TanamDuit, dana kita ini, nantinya akan dikelola oleh manajer investasi terpilih, untuk dikembangkan sesuai produk yang kita inginkan.

Per Desember 2017, TanamDuit telah menghimpun underlying asset atau dana kelolaan sebesar Rp.10 miliar dengan jumlah nasabah sebanyak 1.400. Ini menunjukan kepercayaan nasabah terhadap TanamDuit semakin meningkat. “Saat ini sasaran kami adalah nasabah ritel, kami ingin menghapus pemikiran bahwa menyimpan dana di reksadana itu mengerikan” kata Managing Director TanamDuit Rini Hapsari.

FWD LooP, Membeli Asuransi dan Investasi Semudah Memesan Transportasi Daring

Kebayang nggak sih, kalau kita lagi asyik jalan-jalan tiba-tiba hujan dan nggak bawa payung ataupun jas hujan? Ya, kalau kehujanannya lagi jalan-jalan di kota sih, mungkin bisa neduh di warung atau mall, tapi kalau lagi jalan-jalan di hutan atau gunung? Tanpa sedia jas hujan atau minimal payung, kebayang kan? Pepatah lama mengatakan “sedia payung sebelum hujan” memang ampuh tak lekang zaman. Intinya sih, kita wajib menyiapkan bekal sebelum masa tidak diinginkan terjadi.

Well, saya sedang tidak ingin membicarakan masalah traveling, tapi masih related kok topiknya. Beberapa waktu yang lalu saya sempat “window shopping” beberapa produk keuangan. Lumayan buat nambah-nambah referensi tentang produk keuangan yang kebetulan saya butuhkan. Anyway, produk keuangan kan gak cuma tabungan, deposito atau produk investasi, tapi juga meliputi produk proteksi.

Memang benar sih, secara proteksi saya di-cover oleh asuransi dari kantor. Maklumlah masih jadi kuli perusahaan, sebagai tambahan, saya juga peserta BPJS yang preminya juga ditanggung kantor. Cukup? Bisa jadi iya, bisa jadi nggak. Kenapa? Karena saya pernah mengalami sakit hingga harus dirawat inap. Secara logika dengan dua jenis proteksi seharusnya sudah cukup aman.

FWD Life hari ini (12/02) meluncurkan FWD LooP, produk asuransi inovatif yang memberikan perlindungan yang lengkap, harga terjangkau dan proses pembelian yang mudah.

Namun yang saya rasakan adalah, ketika biaya rawat inap bisa dibilang gratis, ternyata biaya rawat jalan itu juga tak kalah fantastisnya. Alhamdulillah, setelah diizinkan pulang saya tetap harus menjalani rawat jalan dan kontrol rutin selama beberapa waktu. Dan biaya rawat jalan ini kadang melebihi limit asuransi yang difasilitasi kantor. Beruntungnya saya masih punya cadangan dana darurat, sehingga kalaupun ada kekurangan, saya masih bisa menggunakan dana darurat tersebut.

 Jika kalian tanya, kenapa tidak menggunakan asuransi BPJS? Jawabannya adalah : rumah sakit yang paling strategis dengan tempat tinggal saya, membatasi jumlah pelayanan pasien berasuransi BPJS setiap harinya. Kalau tetap ingin menggunakan fasilitas BPJS saya harus antri dari subuh, sementara kondisi fisik masih belum pulih, tidak mungkin bagi saya untuk antri dari pagi hingga siang.

Dengan pengalaman ini saya jadi berpikir, jangan sampailah hal-hal buruk terjadi. Sebagai anak sulung saya merasa berkewajiban membantu keluarga. Disinilah saya merasa perlu produk proteksi yang komprehensif, tidak sekedar melindungi tapi juga memiliki kelebihan lain : proses mudah, tidak berbelit, harga premi terjangkau dan mengerti kebutuhan praktis jiwa muda millennial seperti saya.

FWD LooP mengombinasikan jalur distribusi online dan keagenan sehingga memberikan pengalaman baru dalam berasuransi.

FWD LooP, Memahami kebutuhan proteksi dan investasi bagi millennial.

Saat ini, Indonesia tengah menikmati bonus demografi yang ditandai dengan meningkatnya jumlah penduduk berusia muda dan produktif. Bagi mereka yang lahir pada tahun 1980-2000, atau boleh dibilang generasi millennial, jumlahnya melebihi usia non produktif. Generasi yang menguasai dunia digital ini membutuhkan kepraktisan dalam segala hal. Termasuk dalam memenuhi kebutuhan investasi dan proteksi.

Kebutuhan akan produk investasi plus proteksi yang mengerti dunia para millennial inilah yang akhirnya membuat FWD Life meluncurkan FWD LooP. Diantara produk hibrid lain, FWD LooP memiliki 3 keunggulan yang jarang dimiliki unitlink lain. 3 keunggulan tersebut adalah :

  1. Value, dengan harga yang sangat terjangkau FWD LooP bisa meraih pasar besar dari kalangan millennial yang berkategori first jobber. Dijamin tidak akan menguras dompet, setara kok dengan 5 cup kopi amerika yang kalian minum setiap akhir pekan. Bayangkan cuma dengan setoran premi mulai dari Rp. 250K kalangan millennial sudah bisa mendapatkan fasilitas komplit. Coba baca detilnya berikut ini :
  • IDR 250.000 per bulan untuk usia 18-25 tahun
  • IDR 500.000 per bulan untuk usia 26-40 tahun
  • IDR 750.000 per bulan untuk usia 41-45 tahun
  • IDR 1.000.000 per bulan untuk usia 46-55 tahun

Dengan setoran premi diatas, kalian bisa mendapatkan 4 (empat) manfaat asuransi sekaligus. Yaitu: manfaat meninggal dunia senilai IDR125 juta, manfaat cacat total karena kecelakaan senilai IDR125 juta, manfaat penyakit kritis senilai IDR125 juta dan penggantian biaya rawat inap sampai kamar IDR500 ribu per hari. Dijamin paket komplit banget sih ini, ibaratnya dengan sekali bayar langsung dapat 4 paket.

  1. Fairness, perlindungan tanpa banyak syarat embel-embel seperti produk hibrid lain.

Sering kan kalau ada produk bagus sering ditambahi embel-embel bla..bla..blaa. Belum lagi suka dikasih syarat yang njelimet. Beda halnya dengan FWD LooP, sangat sedikit pengecualian dan tidak ada potongan didepan, semua setoran premi yang dibayarkan langsung diinvestasikan sejak tahun pertama

  1. Simplicity, kalian bakal menikmati segala kemudahan yang diberikan FWD LooP. Dengan dukungan inovasi digital, kaum millennial seperti kita dengan mudah membeli FWD LooP semudah belanja daring. Kalian tidak perlu bingung untuk mempelajari produk dan manfaatnya. Tinggal klik fwd.co.id/FWDLooP

Nah, dengan 3 keunggulan diatas, gak perlu bingung lagi kalau ingin belanja produk investasi dan proteksi sekaligus. Keunggulan lain yang jarang dimiliki produk serupa adalah: kombinasi jalur distribusi secara daring dan keagenan yang mempersingkat dan mempercepat proses pembelian asuransi. Melalui  media daring, sebagai nasabah zaman now  kita dipermudah untuk memilih agen dan membuat janji untuk bertemu. Nggak perlu ribet seperti membeli asuransi konvensional zaman old.

Singkatnya, membeli asuransi dan proteksi sekaligus, semudah menggunakan transportasi daring. Cukup melalui gawai kalian dan klik www.fwd.co.id/FWDLooP setelah itu kalian cukup bertemu 1 kali dengan agen dan semua kebutuhan asuransi serta investasi langsung terpenuhi. Selamat berbelanja.

3 Langkah Mudah Mengatur Keuangan Bagi Pemula

Beberapa waktu yang lalu, saya dengan teman-teman dari Klub Buku dan Blogger Backpacker Jakarta (Kubbu BPJ) mengadakan kopdar. Kopdar kali ini mengusung tema Resolusi Keuangan, mumpung masih di awal tahun, kami saling sharing masalah keuangan. Memang sih ya, ngobrolin keuangan itu seru-seru mendebarkan. Mendebarkan kalau sudah ketahuan kondisi kesehatan keuangan setelah dicek hehehe.

Serunya adalah kami menjadi lebih sadar kalau mengatur keuangan itu bukan masalah yang susah. Susah-susah gampang lebih tepatnya, banyak factor yang membuat keuangan kita menjadi tidak sehat dan amburadul. Meskipun masih single kita wajib membuat perencanaan keuangan supaya masa depan kita lebih terjamin. Buat kalian yang bingung mengatur keuangan 3 hal sederhana berikut ini bisa kalian terapkan.

  1. Cek kondisi keuangan saat ini

Saya sendiri memang bekerja di bidang keuangan, dan seringkali melihat bahwa banyak orang yang hidupnya nyaman dengan disiplin mengatur keuangan. Dari mereka saya belajar banyak hal, utamanya dalam mengelola asset supaya tidak ‘lebih besar pasak daripada tiang’

Penting sekali untuk mengetahui kondisi keuangan kita saat ini, apakah sudah sehat atau belum. Indicator sederhananya adalah apakah pengeluaran kita masih lebih besar daripada pendapatan. Jika jawabannya iya berarti masih banyak yang harus kita benahi. Boleh jadi pengeluaran bulan ini lebih besar daripada bulan lalu, namun ada cadangan dari pendapatan bulan sebelumnya, sehingga masih cukup untuk mengcover pengeluaran bulan ini. Ini tidak terlalu bermasalah.

  1. Cek rasio harta kita

Nah, jika sudah melihat indicator diatas, selanjutnya adalah mengecek rasio harta kita. Apakah total asset yang kita miliki sudah lebih besar daripada total hutang. Jika jawabnya ya, berarti kondisi keuangan kalian boleh dikatakan sehat. Jika tidak segera benahi dan atur, jangan sampai masih muda tapi hutang konsumtif sudah menggunung, ngeri kan?

Pastikan untuk selalu membuat daftar asset yang kita miliki. Apa saja yang sudah kita kumpulkan selama ini. Mulai dari simpanan di tabungan, deposito, logam mulia, reksadana, saham, properti, asset bisnis dan lain sebagainya. Buatlah daftarnya dalam satu kolom berikut dengan saldonya. Jangan lupa untuk menuliskan total asset. Setelah membuat daftar asset, sekarang buatlah rincian total saldo hutang yang kita miliki. Mulai dari saldo hutang kendaraan bermotor, saldo hutang KPR dan saldo hutang lainnya, termasuk hutang ke teman atau saudara. Jumlahkan semua total saldonya. Ingat ya saldo hutang bukan cicilan.

Jika kedua hal tersebut sudah kita lakukan, coba sekarang kurangkanlah total saldo asset dengan total saldo hutang. Itulah total asset yang kita miliki. Jika surplus, Alhamdulillah berarti kondisi keuangan kita sehat, jika defisit itu berarti kondisi keuangan kita tidak sehat. Sederhananya langkah-langkah tersebut adalah cara kita membuat neraca keuangan pribadi. Dari neraca pribadi tersebut kita bisa mengontrol keuangan kita.

  1. Segera miliki proteksi

Zaman now banyak ragam produk asuransi ditawarkan. Rumus dasarnya adalah pastikan kita memiliki asuransi yang membuat kita nyaman melakukan berbagai kegiatan yaitu asuransi kesehatan dan asuransi jiwa (ini sangat penting jika kita menjadi tulang punggung keluarga) tulang punggung keluarga tidak harus seorang suami atau istri, intinya mereka yang menanggung kebutuhan keluarga, bisa jadi mereka anak. Pokoknya jika si penanggung utama kebutuhan keluarga ini meninggal, semua kebutuhan pengeluaran menjadi berantakan.

Setelah memiliki asuransi dasar kesehatan, segera beli asuransi jiwa. Sesuaikan besarnya unit pertanggungan dengan kebutuhan yang kita inginkan. Minimal jika si tulang punggung keluarga ini meniggal, kondisi keuangan tetap terjamin hingga beberapa tahun ke depan, hingga kondisi keluarga mandiri.

Nah, itu tadi 3 langkah mudah mengatur keuangan bagi pemula. Jangan lupa untuk selalu memantau kondisi keuangan kita, minimal sebulan sekali.

Membeli asuransi digital melalui FWD MAX

Setelah tahu 3 langkah awal, tahap selanjutnya adalah memilih asuransi yang tepat. Banyak orang yang bingung memilih asuransi. Ada juga nggak punya waktu untuk memilih asuransi yang sesuai? Zaman now tinggal unduh FWD MAX, berbagai fitur asuransi FWD Life lengkap tersedia. FWD MAX menggabungkan gaya hidup dan perlindungan dalam satu aplikasi. Dengan FWD MAX kita bisa mengecek poin dan diskon yang diberikan khusus  kepada nasabah FWD Life yang bisa ditukarkan secara real time di ribuan merchant ternama di Indonesia, caranya cukup gampang, tinggal klik menu ‘Offer’ di dalam aplikasi FWD MAX, selain itu kalian juga bisa lho chatting langsung dengan agen FWD dengan menggunakan fitur Click to Meet.

Nggak  cuma itu, bagi kalian generasi millennial yang memiliki beragam hobi, ‘Passion Story’ yang dimiliki  FWD MAX menjadikan gaya hidup millennial yang dinamis dan penuh warna, menjadi lebih seru dengan tersedianya ragam artikel yang sesuai passion kalian. Informasi unik mulai dari traveling, sport, music hingga kuliner siap memanjakan kita.

Selain itu dengan FWD MAX kita bisa menemukan banyak kemudahan dalam membeli polis asuransi, cukup dengan klik iFWD, membeli polis asuransi menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Hari gini, nggak perlu ribet lagi membeli asuransi. Intinya dengan FWD MAX semua ‘kebaikan’ asuransi terpenuhi. Meskipun pemula dalam hal merencanakan, kita bisa kok mulai mengatur keuangan. Have fun go MAX!

Cara mudah menggunakan FWD MAX

Sudah tau kan fitur-fitur asyik FWD MAX? Supaya kalian nggak bingung menggunakan FWD MAX, ikutin langkah-langkah mudah berikut ini :

  1. Masuk ke Play Store atau App Store kemudian ketik FWD MAX
  2. Klik “install” atau “pasang”
  3. Buka Aplikasi Program FWD MAX
  4. Register dan login FWD MAX
  5. Klik menu login jika sudah pernah mendaftar sebelumnya atau register untuk pertama kalinya. Supaya lebih mudah kalian juga bisa login dengan menggunakan akun Facebook atau Google.
  6. Register akan memilih kalian sebagai salah satu kategori berikut ini :
  7. Fans yang berarti kalian pengunjung yang wajib mengisi user info ke dalam kolom yang tersedia.
  8. Nasabah Individual : kalian wajib menginput nomor polis dan tanggal lahir, OTP (One Time Password) akan dikirim melalui nomor HP yang terdaftar atas nomor polis, masukkan OTP ke dalam program.
  9. Nasabah Corporate : nasabah wajib menginput nomor polis+member ID dan tanggal nomor polis terdaftar, masukan OTP ke dalam program.
  10. Agen : agen menginput kode dan tanggal lahir, OTP akan dikirimkan ke nomor HP agen yang terdaftar, masukan OTP ke dalam program.

Cara mudah menghubungi FWD Life melalui FWD MAX

Jika ingin menghubungi FWD Life kalian tinggal masuk ke menu “Contact” supaya bisa berkomunikasi langsung dengan Customer Care FWD Life yang tersedia melalui saluran berikut ini :

  • Telepom di nomor1500391
  • WA/SMS di nomor 08111893910
  • Atau akun sosial media FWD Life di FB, Twitter, Ig dan Youtube