Jangan Cuma Berprinsip YOLO, Asuransi Astra Ajarkan Milenial Melek Finansial

Milenial melek masalah finansial? Saya berpendapat bahwa milenial memang wajib hukumnya ‘melek finansial’. Mungkin, banyak di antara kita nggak sadar bahwa kaum milenial sering dikaitkan dengan istilah generasi YOLO alias generasi yang memiliki prinsip You Only Live Once. Dengan prinsip tersebut, mereka bisa dengan mudah membelanjakan uangnya untuk hal-hal yang sifatnya experience dengan nilai yang nggak sedikit. Nggak salah sih, tapi juga sebaiknya diimbangi dengan literasi finansial yang bagus, supaya kondisi finansialnya seimbang. Prinsipya: Hepi-hepi boleh, tapi investasi dan proteksi juga harus diprioritaskan.

Beruntung banget beberapa waktu lalu saya menghadiri halalbihalal sekaligus talkshow finansial dari Asuransi Astra. Dari situ, saya jadi makin melek masalah finansial yang banyak dihadapi milenial. Terutama dalam hal proteksi. Iya, saya sadar bahwa saya juga harus sering belajar masalah proteksi.

Continue reading “Jangan Cuma Berprinsip YOLO, Asuransi Astra Ajarkan Milenial Melek Finansial”

Mengenal Dana Darurat yang Wajib Kita Punya

Dana darurat, apa tuh? Hmm, mungkin banyak di antara kita yang belum tau apa itu dana darurat. Yes! Kali ini saya mau sharing tentang dana darurat. Sebenere, ini adalah salah satu komponen dalam menyusun perencanaan keuangan. Punya dana darurat itu hukumnya wajib, tapi masih banyak orang yang meremehkan tujuan keuangan yang satu ini.

Padahal, kebayang nggak sih kalau tiba-tiba kita membutuhkan uang dalam jumlah besar dan mendesak. Misalnya ketika lagi ada musibah, sakit, kehilangan pekerjaan, menanggung biaya pengobatan yang tidak ditanggung asuransi, memperbaiki rumah/kendaraan saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kecelakaan atau bencana alam dan huru-hara.

Continue reading “Mengenal Dana Darurat yang Wajib Kita Punya”

5 Tips Memilih Proteksi Pendidikan Anak

Jadi, beberapa hari lalu saya teman kantor lama saya curhat. “Eh, anakku sekarang udah mau masuk SD, enak ya kamu masih single dan belum punya tanggungan.” Sekilas pernyataan tersebut membuat saya tersenyum bahagia.  Ya, bahagia karena belum punya tanggungan.

Eh, belum punya tanggungan bukan berarti kita nggak menyiapkan masa depan. Dalam hal menyusun keuangan, boleh dibilang saya sangat concern. Sudah lama saya tertarik dengan yang namanya perencanaan keuangan.

Continue reading “5 Tips Memilih Proteksi Pendidikan Anak”

Cara Mudah Rencanakan Pendidikan Anak

“Pendidikan adalah cara terbaik untuk mengubah masa depan”

“lng ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani” kalau ini adalah kutipan lokal yang sering banget saya dengar. Ketika masih SD, pasti sering baca tulisan ini di logo-logo seragam sekolah dasar. Leluhur kita Ki Hajar Dewantara menanamkan pendidikan itu dimulai dari keluarga.

How do we know?

Pernah liat acara mantenan Jawa? Seenggaknya pernah lihat kan, acara pernikahan adat Jawa, yang salah satu prosesinya adalah “Sindur binayang”. Itu lho yang mantennya dikrukupin pakai kain merah yang pinggirannya garis putih meliuk-liuk. Si bapak berjalan di depan megang ujung kain, manten di tengah dan si ibu mendorong dari belakang menuju kursi pelaminan. 

Prosesi itu adalah lambang kutipan dari Ki Hajar Dewantara di atas. Si bapak pengantin, sebagai kepala keluarga mengajarkan anak, untuk menjadi pemimpin di depan. Di belakang pengantin, si ibu turut mendorong dari belakang.

Pinggiran kain sindur yang meliuk-liuk adalah perlambang bahwa kehidupan itu, nggak selamanya lurus. Banyak kerikil (cobaan) dan keluarga adalah support system pertama untuk menghadapi pasang surut kehidupan.

Ing ngarsa sung tuladha: di depan memberi contoh (bapak), ing madya mangun karsa: di tengah menciptakan semangat (manten), tut wuri handayani: di belakang memberikan daya kekuatan (ibu).

Pranata ini adalah lambang tanggung jawab orangtua dalam memberikan tuntunan dan pendidikan yang baik. Termasuk menyiapkan segala antisipasinya.

Sebagai calon orangtua yang belum memiliki tanggungan anak, tentu bukan berarti kita berhenti belajar. Belajar tidak melulu di bangku formal, kan? Berhubung saya sudah nggak duduk di bangku kuliah, tetapi saya masih tetap berusaha mengembangkan diri dengan berbagai kegiatan.

Tau kan, yang namanya pendidikan itu investasi yang nggak akan pernah rugi. Makanya, sebagai calon orangtua yang baik, kita wajib belajar setiap saat. Termasuk dalam menyiapkan dana pendidikan. Ya, mumpung masih single dan belum banyak kebutuhan.

Jangan sampai mentang-mentang masih single, kita bebas membelanjakan pendapatan sesuai keinginan. Udah gitu kan, faktanya biaya pendidikan di Indonesia (catat di dalam negeri) setiap tahunnya semakin mahal.

Itu baru biaya pendidikan di dalam negeri, di luar negeri sudah pasti jauh lebih mahal. Yah.. memang kita tahu biaya pendidikan sekarang sangat mahal, terutama biaya untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Kalau sering baca-baca informasi statistik, biaya pendidikan itu selalu mengalami inflasi 15-20 persen setiap tahunnya. Bayangkan berapa nilainya 15 atau 18 tahun ke depan? Namun, bukan berarti kita nggak bisa merencanakannya.

Sebagai calon orangtua, kita juga harus paham bahwa biaya pendidikan itu ada yang wajib dan juga ada yang sifatnya tambahan. Di negara kita kan, menganut wajib belajar 12 tahun, mulai dari SD sampai SMA, sehingga orangtua punya opsi untuk mendapatkan biaya pendidikan secara gratis.

Namun, biaya pendukung wajib ada, seperti seragam, buku-buku, les-les tambahan dan beragam biaya pendukung lainnya. Mulai dari pre-school hingga perguruan tinggi. Orangtua juga harus mawas diri dan bijak mengatur pendapatannya untuk menyiapkan dana pendidikan anak.

Menabung dan menyiapkan asuransi adalah langkah yang paling mudah. Salah satu cara yang paling mudah adalah merencanakan pendidikan anak dengan HappyEdu. Mudah karena kita tinggal memilih produk asuransi dari Astra ini hanya dengan satu ID.

Nggak perlu repot-repot, terus manfaatnya juga banyak. Mulai dari santunan biaya pendidikan anak jika tertanggung meninggal dunia karena kecelakaan, hingga manfaat tambahan seperti tunjangan kehilangan pendapatan karena cacat tetap atau keseluruhan, dan beragam manfaat tambahan lainnya.

Dari segi biaya juga nggak terlalu mahal kok. Range preminya mulai dari Rp100ribu-Rp180ribu. So, pengen pendidikan buah hati kita terlindungi? Serahkan saja sama HappyEdu dari HappyOne.

Selamat merencanakan!   

Mengenal Lima Kebiasaan Baik tentang Keuangan

Tahun 2019 masih single? Hmm, mumpung masih single bukan berarti kita nggak melakukan apa-apa untuk menyiapkan masa depan, kan? Apalagi kalau sudah menikah nanti, banyak printilan-printilan rumah tangga yang bisa kita siapkan dari sekarang, lho!

Apa saja?

Sedikit curhat neh, tahun lalu saya berubah haluan, dari dunia keuangan beralih ke dunia literasi. Meskipun berbeda arah, tapi tetap kok, masih berkaitan di dunia yang masih ada sangkut pautnya dengan dunia keuangan.

Intinya gini, saya mau sharing lagi masalah masalah keuangan. Nggak papa, kan? Dua belas tahun menggeluti dunia perbankan, saya jadi belajar banyak. Terutama dari yang saya amati dan pelajari secara langsung karena seringnya bertemu dan berinteraksi dengan nasabah.

Khususnya cara mereka dalam mengelola keuangan mulai dari nol. Maklum, mantan Funding Officer, jadi sedikit banyak tau dari pengalaman dan curhatan nasabah hingga mampu mencapai tujuan keuangan mereka.

Beberapa kebiasaan dari mereka dari saya rangkum dan saya kumpulin. Dan menurut saya ini berguna banget terutama buat bekal nanti ketika berumah tangga.

Tau kan, kebiasaan yang kita jalankan setiap harinya menentukan seperti apa masa depan kita, lho! Tak terkecuali dalam hal keuangan. Coba amati cara dan kebiasaan kita mengelola uang. Kalau saat ini kondisi keuangan kita masih carut marut, meskipun memiliki penghasilan rutin bulanan, tetapi kita nggak dapat menikmatinya atau pas-pasan bahkan defisit setiap akhir bulan, saatnya instrospeksi diri.

Mengenal beberapa kebiasaan baik tentang keuangan yang udah dipraktikkan oleh mantan nasabah-nasabah deposan saya berikut ini, bisa menjadikan hidup saya lebih positif.

Yuk, kita mulai!

Menabung

Ini sih simpel ya kedengarannya. Dari kecil dulu kita udah diajarin sama orangtua dan guru buat menabung. Tapi kenyataanya, banyak lho teman-teman saya yang penghasilannya dua digit tapi selalu defisit setiap bulan. Banyak juga dari mereka yang berprinsip YOLO (You Only Live Once) so, nggak peduli seberapa besarnya penghasilan kalian, kalau nggak pernah menabung ya bakalan abis.

Saya sih selalu rutin menabung setelah terima gaji. Produk tabungan banyak kok, nggak cuma tabungan reguler tapi juga ada tabungan rencana. Sistemnya bisa autodebet tiap abis gajian, uang kita masuk ke rekening tabungan rencana yang nggak bisa diambil setiap saat lewat atm atau tarik tunai. Produk tabungan rencana ini cocok banget buat kalian yang nggak bisa disiplin menabung.

Mencatat pengeluaran

Tau nggak sih, mantan nasabah saya dulu teliti banget kalau mengatur masalah keuangan. Setiap pengeluaran rata-rata dicatat secara rutin. Tujuannya untuk mengendalikan pengeluaran, dengan mencatat pengeluaran kita bisa lebih bijak dalam menata masa depan, iya nggak? Aseek.

Catatan pengeluaran ini bisa jadi acuan dalam membuat anggaran bulanan. Biar nggak jebol, selain itu dengan mencatat pengeluaran kita juga bisa memperbaiki kebiasaan buruk dalam mengelola keuangan.

Bijak dalam berutang

Sepanjang yang saya amati sih ya, mantan nasabah saya jarang banget berutang. Apalagi sekadar buat beli barang-barang yang nilainya turun seperti barang elektronik, kendaraan bermotor, baju atau perlengkapan yang boleh dibilang pengeluaran konsumtif.

Kalaupun terpaksa berutang mereka akan mengalokasikan utangnya untuk barang-barang yang nilainya akan naik di masa mendatang. Atau mereka akan benar-benar berutang dalam kondisi yang sangat darurat. Jarang banget menggunakan kartu kredit untuk belanja karena mereka tau bunga kartu kredit sangat tinggi. Bisa mencapai 36 persen per tahun. Ngeri, ya! Saya sendiri juga nggak pernah punya kartu kredit satu pun. Lebih suka belanja dengan kartu debit.

Menjaga keamanan finansial keluarga

Caranya gampang sih, yang saya tau dan saya pelajari, mantan nasabah-nasabah saya mengalokasikan sebagian pengeluarannya untuk membeli asuransi. Asuransi ini berfungsi untuk melindungi diri dari segala kerugian dan hal-hal yang tidak kita inginkan.

Asuransi juga berfungsi sebagai perencanaan risiko karena sakit dan pengganti nafkah karena pemberi nafkah tidak bisa bekerja saat sakit. Salah satu cara mudah membeli asuransi adalah melalui platform HappyOne. Kenapa mudah? Karena cukup dengan satu ID, kita bisa lho membeli beragam asuransi. Apalagi buat pasangan muda. Asuransi ini cocok banget karena jenis perlindungannya banyak dengan biaya cukup terjangkau.

Berinvestasi

Banyak cara untuk berinvestasi. Bisa dengan menabung atau membeli logam mulia, deposito, reksadana, saham ataupun membeli properti. Ini sih tergantung tujuan keuangan dan jangka waktu kapan uangnya mau dipakai lagi. Mantan nasabah saya dulu melakukan diversifikasi untuk melakukan investasi. Ibaratnya sik, nggak menaruh telur dalam satu keranjang. Mereka

Selain itu, produk investasi bisa disesuaikan dengan profil risiko masing-masing. Mulai dari yang konservatif, moderat atau agresif. Kalau masih muda dan belum banyak tanggunan, bisa kok masuk ke saham atau reksadana saham. Pengalaman dari membeli reksadana saham, imbal hasilnya lumayan kok.

Dari lima kebiasaan di atas, mana saja yang udah diterapkan? Saya sih, insyaallah udah semuanya. Yuk, mumpung masih di awal tahun. Dengan mulai menerapkan perencanaan keuangan dengan baik, insyaallah masa depan kita jauh lebih baik. Iya, nggak?

Menyiapkan Dana dan Asuransi Pendidikan, Perlukah?

“Education is the passport to the future, for tomorrow belongs to those who prepare for it today” ~ Malcolm X

Bencana tsunami yang terjadi di Selat Sunda beberapa waktu lalu menyadarkan kita bahwa yang namanya musibah atau bencana bisa terjadi kapan saja dan tidak bisa diprediksi. Ngeri ya, tapi sebagai manusia yang percaya Tuhan, kita harus yakin bahwa tidak ada di dunia ini yang terjadi tanpa kehendakNya.

Eh, tapi kan yang namanya ikhtiar wajib hukumnya. Ya, kan?

Saya jadi teringat, beberapa tahun lalu teman kantor saya meninggal mendadak tanpa didahului sakit. Melihat anak-anaknya yang masih kecil, saya jadi kasihan. Apalagi istrinya tidak bekerja dan hanya mengandalkan penghasilan dari suaminya. Akhirnya saya dan teman-teman di kantor sepakat untuk membantu meringankan biaya pendidikan anak-anaknya.

Yah, meskipun jumlahnya tidak banyak, setidaknya bisa meringankan beban. Dari sini saya jadi berpikir bahwa sangat penting mempersiapkan segala sesuatu. Termasuk dalam mempersiapkan biaya pendidikan anak.

Bagi sebagian orang, kesadaran untuk merencanakan dan mempersiapkan masa depan dan keuangan adalah hal yang amat penting. Termasuk saya, bukan apa-apa, ketidakpastian akan masa depan harus disikapi dengan bijak. Salah satunya adalah dengan membekali diri dengan asuransi.

Terlebih, bila kita sudah memiliki keluarga. Jaminan pendidikan anak yang berkualitas, merupakan hal yang paling utama. Meskipun belum berkeluarga, toh nggak ada salahnya mencoba untuk memikirkan masa depan calon buah hati.

Dari beberapa kali konsultasi keuangan ke teman saya yang kebetulan seorang perencana keuangan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika merencanakan kebutuhan dana pendidikan. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mencari informasi mengenai biaya pendidikan saat ini, hingga tingkat dan kualitas institusi pendidikan yang  diinginkan, misalnya sekolah negeri, swasta, atau bahkan hingga ke luar negeri.

Lah, terus bagaimana dengan asuransi pendidikan?

Selain menyiapkan dana pendidikan, membekali anak dengan asuransi pendidikan tentu hal yang sangat bijak. Dana pendidikan dengan asuransi pendidikan adalah dua hal yang berbeda. Dana pendidikan adalah dana yang sudah dipersiapkan, sedangkan asuransi pendidikan melindunginya. Dengan memiliki keduanya, asuransi dan dana pendidikan yang dipersiapkan sekaligus, membuat masa depan anak menjadi lebih aman dan terjamin. Iya, nggak?

Memilih Asuransi Pendidikan yang Tepat

Nah, kalau kita merasa kewalahan dan nggak punya cukup waktu untuk memilih beragam asuransi pendidikan. Bisa kok, memiliki asuransi dengan konsep single ID. Jadi, kita cukup punya satu ID untuk membeli beragam jenis asuransi. Salah satunya adalah asuransi HappyEdu dari HappyOne.id. Platform asuransi dari Astra ini menyediakan beragam asuransi mulai dari asuransi pendidikan (HappyEdu atau HappyEdu Micro), asuransi perjalanan (HappyTrip), asuransi kecelakaan diri (HappyMe atau HappyMe Micro), dan asuransi kebakaran (HappyHome)

HappyEdu, apa saja manfaatnya?

Manfaat utama bagi pemegang polis HappyEdu adalah santunan pendidikan anak jika tertanggung meninggal dunia karena kecelakaan. Manfaat tambahannya berupa santunan meninggal dunia atau cacat keseluruhan karena kecelakaan.

Selain itu, juga ada kok manfaat lainnya, yaitu santunan rawat inap di rumah sakit karena kecelakaan minimal lima hari berturut-turut. Santunan biaya pemakaman dan tunjangan kehilangan pendapatan karena cacat tetap keseluruhan.

Terus, kalau HappyEdu Micro apa bedanya?

Jadi, yang membedakan antara HappyEdu dengan HappyEdu Micro itu biaya preminya. HappyEdu Micro biaya preminya lebih terjangkau mulai dari Rp 10 ribu – Rp 30 ribu. Sedangkan HappyEdu mulai dari Rp 50 ribu – Rp 180 ribu. Murah, kan?

Oya, usia tertanggung keduanya mulai dari 17-64 tahun dengan periode pertanggungan satu tahun. Sedangkan usia anaknya sendiri mulai dari 1-21 tahun.

Sudah tau kan, manfaat asuransi pendidikan? So, nggak ada alasan lagi deh, nggak membekali buah hati dengan asuransi pendidikan. Saat kita sudah pensiun nanti dan ada hal-hal yang nggak diinginkan terjadi, kita sudah memiliki persiapan yang matang dari sekarang.

Bukankah sangat membahagiakan jika kita bisa menikmati masa pensiun tanpa harus memikirkan masalah biaya pendidikan anak? Jadi, jangan tunda-tunda lagi, mulailah persiapkan dana dan asuransi pendidikan sekarang juga!

Ingat, pendidikan adalah investasi penting untuk masa depan anak kita, dan pastikan kita akan merencanakan yang terbaik untuk mereka.

Generasi Milenial Melek Finansial

fun banget belajar perencanaan keuangan

Ngobrolin generasi milenial alias generasi Y atau orang sering menyebutnya sebagai generasi langgas  memang seru. Meskipun sering kali dicap sebagai generasi instan dan dicap sebagai  experience seekers, toh, masih banyak kok dari mereka yang berpikir jauh ke depan.

Jadi, beberapa hari lalu saya datang ke acara Tomorrow Today Fun(d) Festival. Kenapa mau datang ke acara ini? Saya sih memang seneng banget yang namanya bahas financial planning. Khususnya buat milenial seperti saya. Mumpung kan, mau akhir tahun. Biasanya saya suka buat resolusi tahunan, salah satunya financial goals. Sebenarnya hampir tiap tahun sih bikin resolusi semacam ini.

Dan akhirnya saya ketemu Mbak idola Ligwina Hananto alias @mrshananto. Tau kan, siapa dia? Yap, Mbak Wina ini salah satu financial trainer favorit saya dari dulu. Orangnya seru, smart, lucu dan enerjik kalau lagi bahas keuangan. Nggak bikin boring apalagi ngantuk.

Lalu, belajar apa aja di sana?

Acara Tomorrow Today Fun(d) Festival yang diadakan tanggal 1 Desember lalu, bikin kita melek lagi tentang keuangan. Kita diajari tentang pentingnya financial checkup, cara bikin financial goals yang benar, menabung, berinvestasi dan membiasakan diri tidak berutang untuk hal konsumtif, belajar saham, cash flow, reksadana dan lain-lain.

Mbak Wina ini seru banget kalau lagi jelasin perencanaan keuangan. Peserta yang datang juga diajarin kalau mau bikin financial goals, tetapin dulu tujuannya apa. Tujuan keuangan itu ada tiga yaitu jangka pendek kurang dari (kurang dari dua tahun), menengah (lebih dari satu tahun sampai lima tahun) dan jangka panjang (di atas lima tahun). Biar apa? Ya biar bisa menentukan instrumen investasi apa yang cocok.

Financial goals itu gampangnya gini, kalau kita mau pergi, kita harus tau dulu tujuannya ke mana? Nggak mungkin kan kita langsung naik angkot, terus  ikut saja sama abangnya mau ke mana dan turun di mana. Kita harus tau tujuan kita mau ke mana? Misalnya mau ke Jogja, dari situ kita tau mau pakai kendaraan apa. Kita bisa pakai bus, kereta api atau pesawat terbang.

Begitu juga dengan financial goals. Mau bikin goals apa dalam lima tahun ke depan? Uang muka DP rumah, biaya resepsi pernikahan, beli mobil, atau umroh. Setelah tau tujuannya apa, kita bisa menentukan instrumen investasi yang tepat. Bisa pakai reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran atau reksadan saham.

Sebagai generasi milenial, kita rentan dengan kebutuhan gaya hidup yang tinggi. Biaya gengsi ini yang bikin uang kita cepat habis kalau nggak dianggarkan seperti traveling, shopping dan hangout. Apalagi kalau tinggal di kota besar seperti Jakarta. Sekali ngopi di warung gaul bisa ngabisin Rp 50 ribu. Kalau sehari sekali ngopi tinggal hitung aja dalam sebulan. Berapa besar biaya ngopi dan hangout. Padahal buat sebagian orang itu kebutuhan tersier lho! Bukan primer.

selalu seru kalau diskusi keuangan

Tiga Cara Mengalokasikan Keuangan

Sebenarnya nggak masalah sih ngopi-ngopi cantik dan hangout, sesekali bolehlah. Namun, jangan lupa untuk berinvestasi. Kalau kata Mbak Wina, jangan sampai pas hari tua kita masih ngontrak gara-gara keasikan ngabisin duit buat beli gaya hidup. Hindari prinsip “Biar Tekor Asal Sohor”. Kan, yang susah kita sendiri nantinya.

Di acara Tomorrow Today Fun(d) Festival Mbak Wina memberikan tips tentang buat milenial untuk mengatur penghasilan. Yang pertama jangan lupa untuk membiasakan mencatat pengeluaran. Fungsinya buat apa? Ya, biar kita tau ke mana larinya penghasilan atau gaji kita dalam sebulan. Dari situ kita bisa membuat alokasi penghasilan untuk menabung (besaranya sih minimal 10 persen dari penghasilan, makin besar makin bagus), terus untuk membayar cicilan, maksimum 30 persen dari penghasilan, 40 persennya untuk biaya hidup rutin, 10 persen untuk lifestyle dan terakhir 10 persen untuk tujuan sosial keagamaan.

Proporsi di atas memang tidak harus baku, bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing tentunya. Yang penting jangan sampai besar pasak daripada tiang.

Jangan lupa pula untuk bikin dana pensiun. Meski masih muda, justru semakin dini berinvestasi, semakin kecil nilai yang harus kita sisihkan untuk masa pensiun.

Milenial Bisa Kaya dengan Berinvestasi

Terus, yang bikin saya makin takjub ternyata anggapan tentang generasi milenial yang doyan foya-foya selama ini, nggak sepenuhnya benar. Fyi, data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan kalau sekitar 1,5 juta investor perorangan, sebanyak 34 persennya ternyata generasi milenial which is usianya antara 20-30 tahun.

Contohnya Founder & Creative Director Chic & Darling Kania Annisa Anggiani. Ia mengungkapkan kalau investasi itu juga penting buat mengembangkan bisnis. Ia menyarankan agar menginvestasikan sebagian dari pendapatan bisnis untuk mengantisipasi siklus untung rugi bisnis. Sebagian lagi bisa dipakai untuk modal tambahan untuk mengembangkan bisnis. Intinya jangan taruh telur dalam satu keranjang, biar nggak pecah semua kalau jatuh. Iya,nggak?

Di acara Tomorrow Today Fun(d) Festival saya mendapatkan banyak insight dalam berinvestasi. Investasi itu milik semua orang, bukan orang kaya aja. Kita bisa kok berinvestasi mulai dari Rp 100 ribuan. Caranya juga gampang, buat pemula bisa kok beli reksadana buat investasi. Reksadana ini gampang cara belinya dan gampang pula buat dicairkan. Kalau mau beli reksadana bisa cari infonya ke  Narada Aset Manajeman.

Terakhir yang bikin acara Tomorrow Today Fun(d) Festival makin seru karena menggabungkan edukasi finansial dengan musik dan art. Ada Tulus, HiVi, Jevin Julian feat. Andini ada juga travel blogger Kenny Santana dan banyak lagi.

Nah, kalau kita merasa sebagai generasi milenial jangan sampai dunk ketinggalan untuk belajar berinvestasi.

Happy Traveling with HappyOne Id

pura lempuyang luhur

pura gua lawah

sovereign hotel

desa adat panglipuran

Buat saya, traveling itu jeda yang paling menyenangkan untuk memperlambat ritme hidup. Salah satu wishlist tempat yang pengen saya kunjungi adalah Pura Lempuyang Luhur di Bali timur. Kenapa pengen ke sini? Menurut saya, tempat ini unik banget, lokasinya berada di ketinggian dengan latar pemandangan menghadap langsung ke Gunung  Agung.

Selain Lempuyang Luhur, saya juga pengen banget mengunjungi desa adat Panglipuran. Ketika melihat feed instagram dengan hastag desa Panglipuran, rasanya pengen banget tinggal di sana. Desa ini pernah dinobatkan sebagai desa adat terbersih di dunia.

Alhamdulillah wishlist mengunjungi tempat tersebut terwujud beberapa waktu lalu.

Desa Adat Panglipuran

Matahari sudah mulai terbenam ketika mobil kami memasuki desa ini. Sekitar pukul empat sore, memang kami agak terlambat ketika berangkat dari hotel. Maklum, kami baru berangkat pukul dua siang.

Boleh dibilang lokasi desa adat ini cukup jauh dari pusat kota di Denpasar. Kurang lebih sekitar dua jam-an dari hotel tempat saya menginap. Meskipun jauh, saya sangat menikmati perjalanan menuju desa adat tersebut.

Desa adat Panglipuran berada di Bangli, lokasinya cukup sejuk karena berada di ketinggian, sekitar 700 mdpl. Tiket masuknya Cuma 15ribu untuk WNI dan 30ribu untuk WNA. Desa ini masih menjunjung tinggi kearifan lokal.

nonton tari barong

sovereign hotel

gua lawah

pura gua lawah

Pura Lempuyang Luhur

Berawal dari keseringan ngecek feed instagram para traveler, saya tertarik banget sama foto pura ini. Pemandangan gerbang pura ini langsung ke langit luas dengan latar Gunung Agung. Untuk ke sini memang butuh sedikit effort. Namun, semua terbayar kok. Lokasinya sekitar 3 jam dari kota Denpasar.

Beberapa lokasi wisata yang bisa dieksplore sekaligus saat menuju Pura Lempuyang Luhur antara lain: Tirta Gangga, Gua Lawah dan pesisir pantai yang berada di sepanjang jalan. Tirta Gangga adalah kolam ikan, taman dan deretan patung-patung Bali yang berada di tengah kolam. Dulunya, sebelum menjadi tempat wisata, Tirta Gangga adalah tempat persinggahan raja dari Puri Karangasem. Hawanya sejuk dan bersih.

Kalau Gua Lawah sendiri berupa pura yang berada di depan gua yang dipenuhi kelelawar. Pura kuno ini sudah berusia 10 abad. Pura ini dikelilingi pohon rindang, di atas gua juga terdapat pura yang menghadap ke laut lepas. Lokasinya berada di atas bukit kecil.

Saya sangat puas bisa mengunjungi tempat-tempat yang sudah lama saya impikan.

tirta gangga

air mancur tirta gangga

tirta gangga

nonton tari kecak

Traveler punya asuransi? Wajib banget!

Namun, tak lama berselang setelah saya pulang dari liburan di Bali, terjadilah musibah jatuhnya pesawat Lion Air 610 saat terbang menuju Pangkal Pinang. Saya jadi  mikir, kalau sering traveling harusnya kita punya asuransi, nih. Tapi amit-amit, jangan sampai deh kejadian yang nggak-nggak. Ya, minimal buat jaga-jaga supaya bisa traveling dengan aman dan tenang. Iya, nggak?

Hari gini, siapa sih yang nggak mau punya proteksi? Punya asuransi merupakan satu pilihan penting bagi setiap orang, tak terkecuali buat traveler. Asuransi memberi keuntungan dalam bentuk perlindungan terhadap resiko kerugian atas kehilangan dan yang lainnya. Tapi, milih asuransi itu kayak milih jodoh, gampang-gampang susah.

Sebenarnya, ada nggak sih asuransi yang murah dan cocok untuk kantong traveler? Btw, kalau mau lebih cermat milih, ada lho asuransi yang preminya cuma 399ribu per bulan. Premi segitu setara beberapa cangkir kopi yang sering kita habiskan setiap bulan. Iya, nggak?

Terus dengan premi segitu, kita sebagai nasabah dapat proteksi apa aja? Asuransi Astra melalui program happyone.id memberikan solusi all-in-one insurance untuk semua perlindungan. HappyOne id memproteksi semua kebutuhan traveler. Mulai dari resiko keselamatan diri, resiko hal-hal tidak terduga saat perjalanan, resiko keamanan rumah saat ditinggal traveling, hingga perlindungan pendidikan anak.

Dengan premi sebesar 399ribu, kita sebagai nasabah mendapatkan perlindungan all-in-one. Karena Happy One ID menyediakan program perlindungan HappyMe, HappyTrip, HappyHome dan HappyEdu dan semuanya bisa di-bundling mulai dari 399 ribu saja! Tuh, kan! Kurang murah apa coba.

pantai apa lupa 😀

pura lempuyang luhur

Tahaka SiMuda, Nabung Rutin Bebas Biaya Admin

layanan bca memang makin keren

Usia muda seperti mahasiswa atau first jobber bukan berarti tidak bisa memiliki investasi. Banyak kok, produk keuangan yang cocok buat usia tersebut. Toh, semakin muda dalam memulai investasi, semakin besar goals yang bisa diraih.

Menabung adalah salah satu cara untuk meraih goals yang ingin dicapai waktu dekat. Menabung berarti menyisihkan sebagian penghasilan untuk digunakan dalam jangka waktu kurang dari satu tahun. Memang sedikit berbeda dengan investasi yang memiliki waktu lebih lama. Tujuan investasi sendiri adalah untuk mengharapkan kenaikan jumlah aset dalam jangka panjang.

Yang harus dipahami adalah investasi memiliki resiko terjadinya penurunan aset dalam waktu pendek.

tahaka simuda

Kalau mau sedikit mencari informasi, banyak kok pilihan tabungan berjangka yang bisa digunakan untuk menabung. Selain meminimalkan resiko penurunan nilai aset, dengan menabung kita bisa lebih disiplin dalam mengelola keuangan. Salah satunya adalah Tahapan Berjangka SiMuda (Tahaka SiMuda) dari BCA. Hanya dengan menyisihkan 100 ribu (kelipatan 50 ribu) per bulan kita bisa mulai membuat tabungan berjangka.

Mumpung ya, masih belum banyak tanggunan, banyak-banyakin deh nabung. Selain mendisiplinkan diri mengelola keuangan, kelebihan lain dari tabungan berjangka ini adalah kita nggak mudah tergoda untuk membelanjakan uang karena kita tidak dapat melakukan penarikan tabungan selama jangka waktu menabung.

Selain itu, Tahaka SiMuda ini bisa debet otomatis dari rekening sumber dana. Dan kita boleh punya lebih dari satu rekening Tahaka SiMuda. Jangka waktunya mulai dari 12 bulan hingga 240 bulan. Bisa juga autodebet setoran bulanan dari rekening TabunganKu.

Pokoknya, Tahaka SiMuda ini cocok banget buat kalian yang berusia 18-30 tahun. Udah gitu dilengkapi sama asuransi jiwa selama periode menabung. Uang pertanggungan sebesar setoran rutin yang belum disetorkan. Jadi makin tenang, deh. Keuntungan lain dari Tahaka SiMuda ini suku bunganya lumayan tinggi, bebas biaya admin dan bebas biaya tambah dana.

Btw, Tahaka SiMuda ini memang diperuntukan bagi generasi muda yang memiliki banyak keinginan. BCA memang concern dengan kebutuhan nasabah yang berbeda-beda tiap fase kehidupannya. Toh, kalau anak muda terbiasa menabung sejak dini, secara rutin keinginannya pasti terwujud.

Dengan memiliki Tahaka SiMuda kita bisa merencanakan keinginan yang ingin kita wujudkan. Misalnya buat ngumpulin biaya pernikahan atau DP rumah. Yakan?

BCA Luncurkan Mobil Layanan ke Sekolah “SimPel Bank Goes to School”

Bca goes to school

Beberapa waktu lalu, dalam acara OJKFineEXPO & Sundown Run 2018 BCA meluncurkan mobil layanan ke sekolah. Menurut saya sih, layanan BCA sekarang makin keren. Jujur, saya sudah jadi nasabah BCA selama kurang lebih lima belas tahun.

Dari dulu sampai sekarang selalu puas dengan segala layanan yang diberikan BCA. Boleh dibilang BCA selalu terdepan dalam melayani nasabah. Segala printilan-printilan kecil yang dibutuhkan nasabah selalu direspon BCA.

Ya, sebagai nasabah saya makin merasa nyaman ketika harus bertransaksi dengan BCA. Saya setuju banget dengan ungkapan Pak Armand Hartono selaku Wakil Presiden Direktur BCA yang mengatakan bahwa BCA sebagai bank turut mendorong peningkatan literasi keuangan. Toh, mengedukasi masyarakat untuk terus belajar tenang dunia keuangan lewat berbagai program yang diinisiasi OJK merupakan kegiatan positif.

jangan berhenti belajar literasi keuangan

Selain membantu masyarakat menjadi lebih cerdas, tentu saja membantu mereka untuk lebih peduli dengan masa depan melalui aktivitas menabung. Yang pada intinya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu sendiri. Iya, nggak?

Pas di acara FinEXPO kemarin, saya merasa harus terus belajar tentang literasi keuangan. Sebagai nasabah, saya makin puas lagi karena di acara tersebut, BCA raih penghargaan Perlindungan Konsumen di Sektor Jasa Keuangan Tahun 2018. BCA dinilai sebagai salah satu Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) Ter-Kooperatif dalam upaya perlindungan konsumen.

So gimana, sudah siap menabung abis gajian bulan ini?

harus rajin nabung sejak muda