Kampung Zakat, Bentuk Kepedulian Kemenag terhadap Ekonomi Masyarakat

Meski pandemi covid mulai berangsur hilang, dampak negatifnya bagi masyarakat masih sangat terasa, terutama dalam sektor ekonomi. Covid melumpuhkan banyak sektor usaha yang menjadikan masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan hidup, menurunnya daya beli dan secara umum berpengaruh pada tingkat kesejahteraan. 

Melihat kondisi tersebut, Kemenag melalui BAZNAS mengambil langkah untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat dengan membangun Kampung Zakat. Kemenag mengoptimalkan zakat dari masyarakat untuk memulihkan perekonomian dengan memberikan bantuan modal. Sedangkan jenis pengembangan usahanya disesuaikan dengan potensi wilayah masing-masing. 

Perhatian dan keseriusan Kemenag dalam upaya mempercepat pemulihan perekonomian masyarakat diwujudkan dengan melakukan pendampingan pada pelaku usaha binaannya. Dengan pemanfaatan potensi lokal dan pendampingan, harapannya masyarakat akan cepat bangkit dan dampak global dari covid segera teratasi. 

Untuk wilayah Kalimantan, program Kemenag ini dilaksanakan di dua pulau terluar, yaitu Nunukan dan Sebatik, Kalimantan Utara sebagai pulau Sadar Zakat. Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamarudin Amin menyampaikan, “Pulau Sadar Zakat pantas menjadi model di Indonesia. Mari kita sebarluaskan, mari kita viralkan, agar Sebatik menjadi contoh sadar Zakat Nasional.”

Kamarudin melanjutkan bahwa Islam mempunyai konsep yang sangat dahsyat dalam membangun perekonomian. Islam juga mengajarkan ibadah dalam bidang sosial dengan membayar zakat, infak dan sedekah. Ini merupakan kekuatan dan potensi besar dalam mempercepat pemulihan kondisi perekonomian masyarakat. 

Kepedulian pemerintah melalui Kemenag terhadap ekonomi masyarakat yang pertama adalah dengan melakukan recovery pasca covid. Sedangkan program ini manfaatnya bukan hanya untuk kaum Muslim saja. Banyak masyarakat non-Muslim yang ikut mendapat manfaat dari program tersebut. 

Masyarakat non-Muslim bisa mengembangkan usaha dan mendapat keuntungan dari adanya program baik ini. Dengan mengembangkan dan memanfaatkan interaksi sosial masyarakat, semua pihak bisa saling mendorong untuk segera bangkit dari kondisi ekonomi yang terpuruk. 

Diawali dengan 18 Kampung Zakat

Program Kampung Zakat sendiri dimulai secara resmi dengan launching oleh Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas. Sebelumnya sudah dibangun sebanyak 18 Kampung Zakat yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Dengan demikian masyarakat di seluruh wilayah mempunyai kemudahan untuk mengakses pelayanan, mendapatkan modal dan pembinaan usaha. 

Karena menitikberatkan pada kearifan lokal dan potensi daerah, masyarakat lebih mudah untuk memulai, mengelola dan mengembangkan usaha yang dijalankan tersebut.  Ciri khas daerah masih kental terlihat dari setiap usaha yang dikelola pelaku ekonomi binaan Kampung Zakat. 

Ditjen Bimas Islam membuat Diseminasi Kampung Zakat yang bertujuan memperbaiki, menumbuhkan, dan memperkuat ekonomi masyarakat di tengah kondisi yang kurang baik. Dengan demikian masyarakat lebih mudah mencapai kemandirian dan pemulihan kondisi ekonomi pasca covid. 

Selama tahun 2018 tersebut, program ini sudah tersebar di beberapa provinsi di Indonesia. Di antaranya NTT, NTB, Maluku Utara, Banten, Kalimantan Barat, Bengkulu dan Papua Barat. Selanjutnya, diharapkan jumlah dan wilayah pelayanan akan terus bertambah sampai ke seluruh pelosok Indonesia. 

Baca juga: MENGENAL WAKAF TUNAI BERKALA

Target 514 Lokasi Kampung yang Diinisiasi Kemenag

Untuk mewujudkan program yang dicanangkan oleh Kementerian Agama tersebut, pada tanggal 24 November 2022 bertempat di Asrama Haji Pondok Gede dilaksanakan Diseminasi Kampung Zakat. Kegiatan tersebut melibatkan pengelola zakat dari seluruh Indonesia di semua tingkat pemerintahan. 

Hadir dalam acara tersebut perwakilan BAZNAS pusat, 34 BAZNAS provinsi dan 464 BAZNAS kabupaten atau kota serta 137 Lembaga Amil Zakat atau LAZ. Kegiatan ini merupakan upaya mempercepat pelaksanaan program Kampung Zakat yang sebelumnya sudah dimulai di beberapa pulau dan kabupaten di Indonesia. 

Target dari program diseminasi tersebut adalah untuk memberikan bantuan dan pendampingan terhadap 1,3 juta mustahik. Harapannya akan tumbuh pelaku usaha baru yang mempercepat penanganan masalah perekonomian masyarakat. 

Menurut Direktur Zakat dan Wakaf Ditjen Bimas Islam, Tarmizi Tohor, pembangunan Kampung Zakat ditargetkan akan ada di seluruh kabupaten dan kota. Jumlahnya diperkirakan mencapai 514 Kampung Zakat. Pihaknya juga akan memperkuat sinergi dengan BAZNAS dan pemerintah daerah untuk mempercepat program strategis tersebut. 

Pada awal Desember nanti, rencana launching Kampung Zakat akan dilaksanakan di Kabupaten Kepulauan Meranti yang merupakan kampung halaman Tarmizi Tohor. Tarmizi melanjutkan bahwa daerah Kampung Zakat akan mendapat pendampingan selama 3 tahun untuk mempercepat pemulihan kondisi ekonomi dan membantu masyarakat di daerah sekitarnya.