taman burung jakarta
Wahana Bird Land Jakarta, Ancol

Sabtu Siang di Wahana Bird Land Jakarta

Mari berbagi cerita tentang #RuangKeajaiban Bird Land Jakarta di Ancol — @jakartabirdland

Hidup itu, terkadang harus bisa menikmati hal-hal baru yang mungkin belum pernah kita temui sebelumnya. Termasuk menikmati ajakan untuk berkeliling wahana baru Ancol, Bird Land Jakarta. Bagi saya yang seumur-umur tidak pernah memelihara burung, sangat excited saat menerima ajakan jalan-jalan ke wahana yang berada di kawasan Ancol ini.

Apa menariknya wahana Bird Land Jakarta?

burung di bird land
Koleksi burung langka di Bird Land Jakarta

***

Suatu ketika, saya pernah menonton acara bincang-bincang Desi Anwar dengan Sarah Sechan. Entah di program tv mana, saya lupa. Yang jelas, dalam perbincangan yang sungguh menginspirasi tersebut, Desi Anwar menyebutkan kalau dia punya cita-cita yang belum kesampaian sampai sekarang. Ada yang tau apa cita-citanya? Jawabannya adalah berkunjung ke benua Antartika.

Mungkin, bagi sebagian besar orang, cita-cita mengunjungi Antartika tampak aneh. Apa yang bisa dinikmati dari dataran es yang membeku sepanjang tahun tersebut? Tapi bagi saya tidak. Obrolan Desi Anwar dengan Sarah Sechan tersebut justru sangat menginspirasi. Saya jadi membayangkan perjalanan naik kapal super besar melintasi samudera Antartika yang super dingin. Tentu saja, perjalanan ke sini sangat menantang.

Baca juga: “DO FUN” DI DUFAN NYOBAIN WAHANA KERETA MISTERI

Dari balik jendela kapal saya bisa melihat sekelompok burung penguin menyelam lautan mencari ikan. Melihat kawanan burung lucu yang lebih pintar berenang ketimbang terbang ini menjadi mimpi saya suatu saat nanti. Ya, semoga saja mimpi saya dan cita-cita Mbak Desi Anwar untuk mengarungi Antartika bisa tercapai suatu hari nanti. Amin.

Tapi, apakah tidak ada alternatif lain selain melihat kawanan burung penguin? Pastinya ada. Alternatif paling realistis saat ini, ya, mengunjungi wahana baru Ancol, Bird Land Jakarta. Meski di sana belum ada burung penguin, beragam burung cantik bisa saya lihat langsung di depan mata. Tidak dikurung atau pun dirantai kakinya. Semuanya diterbangkan bebas dalam sebuah kandang (sangkar) raksasa.

Wahana Baru Ancol yang Luasnya 6ribu Meter Persegi

taman burung ancol
Burung merak

Seluas apa memangnya 6ribu meter persegi itu? Bisa kamu bayangkan wahana ini luasnya hampir setara dengan lapangan bola. Sangkar raksasa tersebut menampung ratusan ekor burung  dari 50 spesies, baik lokal maupun mancanegara. Mereka hidup dengan nyaman di sana. Wahana ini menjadi rumah yang ramah bagi sejumlah merak, macaw, rangkong, dan beragam burung lainnya.

Saya sendiri cukup kaget saat di Jakarta Bird Land. Burungnya cantik-cantik dan sehat. Saya yang tidak pernah memelihara burung saja jadi betah di sana. Apalagi buat bird lover. Ada sensasi tersendiri saat saya memegang langsung burung-burung cantik tersebut. Sebagai pengunjung yang awam banget dengan dunia perburungan, saya bisa memberi mereka umpan yang berupa biji-bijian.

burung jinak
Bermain burung

Burung-burung tersebut dengan jinak bertengger di lengan saya. Saya jadi tidak takut dipatuk atau dicakar. Domestikasi burung-burung liar ini menurut saya sangat mengagumkan.

Beberapa burung favorit saya ternyata ada di sini. Ada merak hijau dan black swan alias angsa hitam. Sejujurnya, dari dulu saya sangat penasaran dengan merak. Hewan cantik ini seperti burung dari surga. Apalagi saat ekornya yang indah beribar seperti kipas. Rasanya pengen ngelus-ngelus mereka. Hanya saja, kata si Mas Pawang burung merak bisa liar kalau kita menggodanya. Yo wis, saya hanya melihat-lihatnya saja dari dekat.

Di sebuah kolam air yang jernih, sekawanan black swan berenang dengan bebas. Angsa hitam–dalam arti yang sesungguhnya–ini jadi mengingatkan saya pada istilah trading. Terminologi yang sering diucapkan saat melihat sesuatu yang tidak bisa kita prediksi. Warna angsa hitam yang langka ini menjadi simbol untuk hal-hal luar biasa yang bisa saja terjadi tanpa bisa diprediksi alias force majeure.

Istilah black swan ini berasal dari asumsi warga Eropa yang terbiasa melihat angsa berwarna putih. Padahal, di alam liar memang beneran ada angsa hitam yang benar-benar hidup dan nyata. Hanya karena kita tidak pernah melihat, bukan berarti mereka tidak ada.

Menikmati Atraksi Burung di Bird Land Jakarta

burung macaw
Burung Macaw merah yang cantik.

Saya seumur-umur belum pernah nonton atraksi burung. Paling banter nonton atraksi topeng monyet abang-abang di jalanan. Eh, ini sih, bukan burung. Waktu dikasih tau ada atraksi burung di wahana Bird Land Jakarta, saya langsung excited. Maklum, atraksi semacam ini tergolong langka buat saya.

Baca juga: DUNIA KARTUN, WAHANA BARU DUFAN YANG SPEKTAKULER

Di tengah area Bird Land Jakarta, ada spot buat burung-burung menunjukkan keahliannya bermain-main. Mini show ini digelar setiap hari. Konsep mini show ini adalah fun education. Setiap area ada mini show-nya sendiri-sendiri.

Selain bisa menikmati mini show, kita bisa menikmati pertunjukkan utama alias main show di panggung utama yang lebih besar.  Panggung utama ini kapasitasnya mencapai 850 penonton. Setidaknya, ada 5 spesies burung yang ditampilkan. Untuk hari-hari biasa, pertunjukkan hanya digelar sekali. Sedangkan untuk hari libur, ada 2 kali pertunjukkan dalam sehari.

Selain tribun utama, ada tribun yang lebih kecil berkapasitas 150 penonton. Di sini kita bisa puas menikmati atraksi burung. Tribun yang lebih kecil ini menggelar show 3 kali sehari saat weekday dan 4 kali saat weekend. Semua show di sini gratis. Tidak perlu bayar lagi.

Setidaknya ada enam area yang bisa dikunjungi saat ke Bird Land Jakarta.  Ada Area Makau dan Kakaktua, Area Hornbill Family, Area Para Pemangsa, Area Burung Perairan (Water Bird), Kandang Burung, dan area Mini Show.

Alasan Saya Menikmati Wahana Dunia Burung di Ancol

angsa hitam
Koleksi Black Swan di Bird Land Jakarta

Seperti yang saya tulis di atas, dalam hidup setidaknya kita perlu menikmati pengalaman baru yang belum pernah kita coba sebelumnya. Saya memang bermimpi suatu saat bisa main-main ke Antartika menikmati kawanan burung penguin. Berhubung mimpi itu membutuhkan effort yang super dan extraordinary, saya coba menggantinya lebih dulu dengan menikmati wahana dunia burung di Ancol. Menikmati kawanan burung-burung yang hanya bisa saya lihat di channel National Geographic adalah solusi paling realistis untuk saat ini.

Dengan berkeliling Bird Land Jakarta, dahaga dengan dunia baru lumayan terpuaskan. Selain itu, tiket untuk berkunjung ke sini juga lumayan murah. Hanya 75ribu saat weekday dan 90ribu saat weekend. Akses menuju ke sana pun lumayan gampang. Tinggal naik bus Trans Jakarta turun di halte Ancol, lalu ganti naik wahana Wara-Wiri gratis menuju Bird Land Jakarta.

Selain mendapatkan pengalaman baru yang menyenangkan, saya bisa meningkatkan empati untuk lebih peduli dengan alam. Di sini, saya bisa berinteraksi langsung dengan beragam burung.

Buat teman-teman yang berkunjung ke Bird Land Jakarta, info lengkapnya bisa di cek langsung ke sini.