seputar skoliosis
Mitos dan fakta skoliosis

Mitos dan Fakta Skoliosis, Oleh-Oleh Cerita dari RS Premier Bintaro

Mitos dan fakta Skoliosis itu banyak. Sebaiknya kita paham agar tidak keliru mengenali gejalanya.

Pernahkah kamu melihat orang yang tampak dari belakang bahunya tidak seimbang? Jika, iya, berarti kamu pernah melihat orang yang menderita Skolisis. Misalnya, kita pernah melihat bentuk punggung orang yang  tampak melengkung seperti huruf S atau C. Itulah yang dinamakan Skoliosis.

Saya sendiri baru tau istilah Skoliosis saat mengikuti acara gathering dengan Rumah Sakit Premier Bintaro. Sharing tentang mitos dan fakta Skoliosis yang disampaikan dalam gathering tersebut, membuat saya lebih berhati-hati saat beraktivitas.

Apakah saya jadi takut setelah tau tentang Skoliosis? Nggak juga. Lebih tepatnya saya jadi lebih waspada.

Memang, banyak banget mitos dan fakta Skoliosis yang sering disalahpahami. Mitos yang sering kita dengar biasanya seputar penyebab Skoliosis itu sendiri. Banyak yang bilang kelainan pada tulang belakang ini disebabkan oleh seringnya melakukan aktivitas berat. Misalnya, mengangkat galon dari warung ke rumah. Ini sih, ngga bikin Skoliosis, tapi bikin pinggang encok. Apalagi kalau jarak warungnya ratusan meter dari rumah. 😀

Di lain waktu, kita pasti sering mendengar orang yang sering ngomong ‘salah posisi duduk’ menjadi biang kerok Skoliosis. Tapi benarkah kedua aktivitas ini merupakan fakta penyebab Skoliosis. Jawabannya adalah TIDAK!

Baca juga: HATI-HATI, NYERI TULANG BELAKANG BISA BERAKIBAT FATAL

Mitos dan Fakta Seputar Skoliosis

Pagi itu (9/6), di salah satu ruang pertemuan di Rumah Sakit Premier Bintaro, saya antusias mengikuti seminar mitos dan fakta Skoliosis. Sembari menyeruput segelas kopi cappucino, saya menyimak betul apa yang disampaikan oleh dokter Asrafi Rizki Gatam, SpOT-Spine Orthopaedic Spine Surgeon Rumah Sakit Premier Bintaro.

Buat saya, ini adalah ilmu mahal. Mahal bukan karena saya nggak bisa bayar, tapi pengetahuan mitos dan fakta Skoliosis ini jarang banget bisa diperoleh secara cuma-cuma. Dari seminar ini saya jadi tau banyak mitos dan fakta penyebab Skoliosis yang sering disalahpahami. Berikut ini beberapa di antaranya:

Mitos:

Aktivitas berat dan ‘salah posisi duduk’ bukan penyebab dari Skoliosis.

Skoliosis menyebabkan nyeri. Skoliosis dapat dicegah.

Berenang dapat mengurangi sudut Skoliosis.

Kelainan ini bisa disembuhkan dengan posisi duduk yang baik.

Manipulasi spine dapat mengurangi sudut Skoliosis.

Fisioterapi dapat mengurangi sudut Skoliosis.

Wanita dengan Skoliosis tidak dapat hamil.

Fakta:

Skoliosis ini sering banget menimbulkan keluhan ringan. Tentu saja, keluhan ringan ini cukup menganggu kegiatan kita. Tapi perlu diingat. Pertambahan usia tidak akan menyebabkan Skoliosis berkembang menjadi lebih parah.

Faktanya, semakin cepat melakukan tindakan operasi Skoliosis semakin baik. Operasi Skoliosis relatif sangat aman dengan risiko lumpuh dan risiko kematian minimal.

Penyebab yang Benar tentang Skoliosis

Saat menyimak paparan dari dokter Asrafi, saya jadi tau kalau penyebab Skoliosis itu setidaknya ada tiga. Masing-masing mempunyai ciri yang berbeda. Berikut ini beberapa penyebab Skoliosis:

Idiopatik

  • Tidak diketahui penyebabnya
  • Paling sering ditemukan
  • Umumnya perempuan usia remaja

Neuromuscular

  • Gangguan fungsi saraf dan kelainan otot

Congenital

  • Kelainan bawaaan
  • Ada bagian tulang belakang yang tidak terbentuk sempurna

Selain itu, ada beberapa kondisi yang bisa memicu terjadinya Skoliosis.

  • Bantalan dan sendi tulang belakang yang mulai aus akibat usia (skoliosis degeneratif)
  • Bawaan lahir (skoliosis kongenital)
  • Gangguan saraf dan otot (skoliosis neuromuskular), misalnya penyakit distrofi otot atau cerebral palsy
  • Cedera atau infeksi tulang belakang
  • Cacat tulang belakang

Nah, kondisi di atas inilah yang bisa memicu terjadinya Skoliosis. Betewe, jika kita atau keluarga kita ada yang menderita Skoliosis, tidak perlu takut untuk melakukan aktivitas normal. Orang yang menderita Skoliosis masih bisa berkarya. Banyak kok contohnya. Usain Bolt misalnya. Bolt adalah salah satu pelari tercepat di dunia yang menderita Skoliosis. Kondisi tulang Bolt yang melengkung ke arah kanan, membuat kaki kanannya setengah inci lebih pendek dari kaki kirinya. Meski begitu ia masih tetap bisa menjadi salah satu sprinter tercepat di dunia.

Mengenali Tanda dan Gejala Skoliosis yang Harus Diwaspadai

Hampir setengah hari menyimak paparan mitos dan fakta tentang Skoliosis, membuat saya semakin waspada dengan kelainan tulang ini. Dokter Asrafi berpesan agar kita secara mandiri bisa mengenali gejala-gejala yang ditimbulkan dari kelainan tulang ini. Berikut ini beberapa gejala untuk mengenali Skoliosis:

  • Pada umumnya Skoliosis banyak yang tidak memiliki gelaja.
  • Tidak sengaja terlihat. Ini bisa diketahui dari bentuk bahu yang tidak simetris. Terdapat punuk di punggung payudara terlihat besar sebelah.
  • Sering merasa pegal pada punggung atau pinggang.

Dari penjelasan dokter Asrafi tadi, bisa disimpulkan jika Skoliosis idiopatik hingga saat ini belum diketahui penyebab pastinya. Salah satu cara terbaik untuk mencegah kurva semakin besar bisa dilakukan dengan deteksi dini Skoliosis. Olahraga harus tetap dilakukan walaupun tidak dapat mencegah pertambahan sudut dan mengurangi sudut Skoliosis.

Memang, kadang tidak mudah ditebak gejala tanda dan gejala Skoliosis ini. Jika dirasa ada sesuatu yang ganjil, lebih baik segera memeriksakan diri ke dokter. Ini adalah solusi yang terbaik.

Rumah Sakit Premier Bintaro Layani Operasi Skoliosis

Tindakan operasi bisa menjadi solusi yang tepat bagi pasien Skoliosis. Semakin cepat semakin baik. Salah satu rumah sakit yang bisa melakukan tindakan operasi ini dengan baik adala Rumah Sakit Premier Bintaro yang memiliki fasilitas Ramsay Spine Center.

Ramsay Spine Center sendiri merupakan pusat layanan untuk mengatasi seluruh problem tulang belakang secara terpadu dan komprehensif. Di sini, semua keluhan dan problem tulang belakang dilayani secara terpadu dan komprehensif.

Penanganan problem tulang belakang dilakukan oleh tim yang terdiri dari berbagai bidang spesialistik, yaitu dokter Spesialis Orthopedi Tulang Belakang, Spesialis Neurologi, Spesialis Neurofisiologi, Spesialis Rehabilitasi Medik, dan Spesialis Radiologi. Dengan segala fasilitas yang tersedia, pasien Skoliosis akan mendapatkan pelayanan yang maksimal.

RS Premier Bintaro Punya Fasilitas Berstandar Internasional

Sebagai salah satu rumah sakit yang memilik cabang di berbagai negara, fasilitas RS Premier Bintaro juga memililki beragam fasiltas berstandar internasional. Rumah sakit yang satu ini bagian dari Ramsay Sime Darby Health Care yang merupakan grup rumah sakit swasta terbesar di dunia. Beragam fasilitasnya menjadi layanan unggulan. Berikut ini beberapa di antaranya:

Fasilitas Endoskopi. Ini merupakan fasilitas yang digunakan untuk pemeriksaan organ dalam seperti lambung atau usus. Endoskopi bisa membantu mendiagnosis penyakit dalam sebelum diambil tindakan medis lanjutan. Misalnya operasi.

Fasilitas ESWL alias Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy. ESWL ini digunakan untuk menghancurkan batu ginjal tanpa harus dioperasi.

Fasilitas Cathlab. Cathlab menjadi salah satu layanan unggulan RS Premier Bintaro untuk menangani pasien penyakit jantung. Di sini melayani laboratorium kateterisasi jantung dan angiografi.

Fasilitas MRI atau Magnetic Resonance Imaging. Fasilitas ini merupakan salah satu dari pemeriksaan radiologi yang cara mendapatkan gambarnya dengan menggunakan medan magnet dan radio frekuensi (gelombang radio).

Fasilitas MRI 3 Tesla di RS Premier Bintaro menjadi fasilitas unggulan dengan teknologi tercanggih. Fasilitas ini bisa digunakan untuk mendeteksi saraf, otak, tulang belakang, dan lain sebagainya.

Jadi gimana? Apakah kamu memiliki tanda dan gejala seperti di atas? Jika iya, segera periksakan diri.