Manfaat main game itu banyak. Salah satunya untuk merangsang kreativitas.

Kata Orang Tua Dulu Bikin Bodoh, Mereka Nggak Tau 4 Manfaat Main Game

Masih ingat nggak sih, dulu zaman kita kecil—kita? Lo aja kali—adalah masa keemasaan gamewatch alias orang kampung menyebutnya dengan gimbot. Penggunaan kosakata gimbot lebih familiar di telinga anak kecil ketimbang spelling aslinya: gamewatch. Lah iya, wong saya sendiri juga lebih sering menyebutnya gimbot. Orang tua kita dulu memang nggak tau bahwa manfaat main game ini bisa mengembangkan syaraf motorik anak.

Ini sih bisa dimaklumi. Dulu belum ada dunia parenting. Orang tua kita dulu produk asuhan dari nenek-simbah moyang kita yang jangankan mengenal gimbot. Sudah bisa makan tiga kali sehari aja udah syukur. Anak lebih sering diberdayakan untuk membantu pekerjaan orang tua di dalam atau luar rumah.

Nah, begitu ada produk gimbot, mereka menganggap ini sebagai distraksi untuk belajar dan membantu pekerjaan orang tua. Mereka takut anaknya nggak mau lagi membantu pekerjaan rumah karena lebih asyik main game.

Orang tua dulu karena nggak tau manfaat main game, sering melabeli anak yang sering bermain game sebagai anak pemalas dan bisa menyebabkan kebodohan. Padahal ya, dunia anak adalah dunia bermain, dan game itu adalah salah satu cara merangsang otak untuk kreatif memecahkan masalah. Perkara malas atau bodoh itu bukan karena game. Bisa jadi itu hanya persepsi dan akal-akalan orang tua kita saja.

Baca juga: SUGUHKAN SENSASI BERMAIN GAME, JAJARAN ASUS ROG TERBARU SIAP MANJAKAN GAMERS

Mengenali Lima Manfaat Main Game untuk Anak

Siapa yang masa kecilnya bahagia bisa main gimbot? Cung! Tentu saja saja pernah mencicipi gimbot waktu masih kecil. Gimbot favorit saya dulu Tetris. Itu lho permainan yang numpuk-numpuk bata. Masih ingat, kan? Selain Tetris saya juga sempat mencicipi permainan gimbot perang: Battlefield War Tank Casio. Yang pasti seru banget jika bernostalgia.

Ngomongin gimbot, taukah kamu wahai orang tua milenial? Game itu tidak hanya memberikan hiburan semata untuk anak. Game ternyata punya banyak manfaat untuk mendukung tumbuh kembang otak dan syaraf motorik anak. Nah, buat para ortu milenial, mari kita kenali empat manfaat main game untuk anak. Berikut ini beberapa di antaranya:

  • Punya Peran Besar Mengembangkan Daya Imajinasi Anak

Usia anak-anak adalah momen emas untuk mengembangkan semua potensinya. Salah satunya adalah daya imajinasi. Dengan bermain game, anak dirangsang untuk mengembangkan kreativitas dan imajinasi. Kemampuan berimajinasi ini memberikan keseimbangan dalam kehidupan. Antara dunia imajinasi dan dunia nyata. Tentunya dalam konteks yang positif dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Kita, baik sebagai orang tua maupun calon orang tua, pastinya akan bangga jika tumbuh kembang anak sempurna. Memberi keleluasaan anak untuk bermain game adalah salah satu bentuk tanggung jawab orang tua dalam memenuhi kebutuhan anak. Jika waktu yang diberikan untuk bermain game tidak berlebihan, ini bisa merangsang anak untuk belajar menjadi seorang kreator.

  • Melatih Logika Anak

Permainan game tentu saja membutuhkan strategi untuk menjadi pemenang. Dengan bermain game, anak bisa sekaligus belajar menganalisa, menciptakan strategi, melatih logika untuk memecahkan masalah yang dihadapi, dan lain sebagainya.

Dengan seringnya melatih logika saat bermain game, kemampuan ini secara tidak langsung akan terbawa dalam kehidupan nyata.

  • Merangsang Otak

Saat bermain game, anak diberi kebebasan untuk memilih dan menentukan karakternya sendiri. Dengan begini, akan merangsang otak anak agar bisa berpikir dan untuk mengembangkan skenario yang dipilih. Saat bermain game, otak anak secara tidak langsung diajak untuk berpikir terampil dan abstrak. Dengan cara berpikir seperti ini anak bisa memenangkan permainan.

  • Game adalah Sarana Belajar yang Menyenangkan

Sudah tidak diragukan lagi, bermain game adalah salah satu sarana belajar yang menyenangkan untuk anak. Rasa hepi dan bahagia saat belajar berperan penting dalam menyerap informasi. Materi pelajaran yang njelimet bisa dengan mudah diserap oleh anak. Apalagi zaman now banyak banget aplikasi game yang interaktif.

Belajar Sambil Bermain di Web Game Online

Wahai orang tua dan calon orang tua milenial, kalian nggak perlu bingung untuk memilih permainan online yang cocok untuk anak. Saat ini, banyak pengembang yang menyediakan ratusan game yang bisa dipilih secara gratis. Salah satunya adalah Plays.org

Yang punya obsesi anaknya bisa menjadi seorang programmer atau developer game, coba saja permainan Ben 10 Omnicode. Game ini melatih anak untuk belajar coding atau bahasa pemrograman dengan cara yang menyenangkan.

Saya pernah iseng mencobanya. Lumayan seru. Ben sebagai karakter utamanya pada game Ben 10 Omnicode diceritakan sedang terjebak di dalam dunia video game. Kita bisa membantu Ben dari jebakan dengan membuat dasar-dasar pengkodean.

Cara bermainnya nggak terlalu sulit, kok. Kita cukup menempatkan kode yang berisi intruksi agar Ben bisa bergerak. Jangan sampai salah. Kalau salah memberikan kode perintah, Ben bisa jatuh ke dalam lubang.

Selain game Ben 10 Omnicode, kita juga bisa bermain game coding lainnya. Nah, yang suka sama pesan rahasia, coba saja Secret Message Maker. Game ini melatih kita untuk membaca pesan melalui sebuah kode.

Perkembangan teknologi yang semakin pesat selalu mempunyai dua sisi. Negatif atau positif. Selama tidak kecanduan, bermain game lumayan untuk mengasah kreativitas. Baik untuk anak maupun orang dewasa. Siapa tau nantinya anak bisa menjadi salah satu atlet e-sport profesional yang membanggakan.