Me time buat healing adalah hak semua manusia.

3 Hal yang Saya Lakukan saat Healing atau Me Time dan Ini Penting

Belakangan ini, saya sering banget baca kata healing di status teman-teman di medsos. Nampaknya, kosakata ini tengah naik daun. Secara harfiah, kata healing bermakna penyembuhan. Tapi, saat ini kata ini mengalami perluasan makna. Kata healing lebih sering dikaitkan dengan liburan saat seseorang tengah mengalami kesedihan, kegagalan terhadap suatu hubungan, kelelahan jiwa, emosional, mental health, dan lain sebagainya. Lha, kalau saya sendiri lebih suka me time untuk healing. Alias saya butuh waktu untuk menarik diri dari segala aktivitas yang melelahkan jiwa dan raga.

Kalau dibandingkan dengan generasi zaman dulu, sebelum Generasi Milenial dan Gen Z membludak, rasanya saya hampir tak pernah mendengar istilah me time dan healing. Jarang banget orang yang dikit-dikit butuh me time atau healing. Yha, maklum. Lha wong dulu belum ada medsos. Secapek apa pun kehidupan yang dijalani, orang akan memendamnya sendiri. Tidak ada dunia maya yang bisa diajak berkeluh kesah. Me time untuk healing nggak salah kok. Selama tidak berlebihan dan keseringan. Apalagi kalau healing atau me time-nya tiap minggu dengan cara “kabur” ke luar kota. Kasian kantongnya. Bisa napas Senen-Kamis.

Saya sendiri punya trik jitu buat healing atau me time. Ini cuma berlaku buat saya lho, ya. Belum tentu cocok buat kamu yang membaca tulisan ini. Etapi, kalaupun cocok, ya, monggo aja dicoba. Yang jelas nggak butuh bujet besar buat liburan ke luar kota. Cukup di rumah aja.

Me Time dengan Membaca Buku yang Belum Tuntas

Cara pertama saya buat healing atau me time adalah dengan menghabiskan buku-buku yang sudah saya beli. Well, buat saya buku adalah teman setia. Ada salah satu kutipan favorit tentang buku yang terus tertancap di kepala saya yang ditulis oleh Mas George R. R. Martin: “A reader lives a thousand lives before he dies.”  

Dengan buku, saya banyak mendapatkan insight dan “kehidupan baru”. Rasanya ini adalah cara terbaik saya buat healing atau me time. Bukan berarti saya ndak suka healing dengan traveling. Saya masih tetap suka “kabur” dari rumah, kok, kalau memang waktu dan bujetnya ada. Membaca buku saya anggap sebagai “penebusan dosa” terhadap buku-buku yang sudah dibeli, tapi masih dianggurkan begitu saja. Kasian, kan. Betapa kesepiannya mereka tak pernah disentuh.

Me Time Means Ngeteh Sambil Dengerin Musik

Teh adalah cara terbaik dan paling murah buat me time atau healing

Kamu tim teh atau kopi? Halah! Kok ya ada dikotomi seperti ini. Seperti tim bubur diaduk atau tidak. Kalau saya pribadi memang lebih cocok dengan secangkir teh ketimbang kopi. Eh, bukan berarti saya ndak pernah ngopi lho, ya. Sesekali saya juga ngopi. Tapi itu hanya waktu-waktu tertentu saja. Maklum, saya punya sedikit masalah dengan tidur kalau ngopi. Jadi, ya, pastinya akan pilih-pilih waktu yang tepat kalau diajak ngopi.

Lain halnya kalau secangkir teh. Apalagi saat hujan ditemani musik, camilan, dan buku favorit. Rasanya seperti Iron Man yang memiliki armor bertenaga yang memberinya kekuatan dan daya tahan super, terbang, dan sederet senjata. Halah! Preet!

Ini bukan kegiatan roman menye-menya, ya. Beneran kok. Paduan teh, musik favorit, buku, dan camilan saat hujan itu memang energi yang luar biasa buat healing atau me time. 3 M-lah, alias Murah, Meriah, Muntah.

Me Time dengan Main Game Klasik Favorit: Solitaire

Main Solitaire salah satu cara buat me time atau healing.

Coba sebutin game PC klasik favoritmu saat kecil. Sebagian besar pasti udah tau dengan game PC jadul ini. Game legendaris ini sudah dimasukkan oleh Eyang Bill Gates ke dalam Windows seri 3.0. Yha, kurang lebih tahun 1990-an. Yang jelas saya masih piyik saat itu dan tentu saja belum tau game legend ini.

Nah, baru sekitar tahun 2000an, saya mulai kenal dengan Solitaire. Seru aja sih main game sendiri. Ndak perlu ada lawan yang berhadapan langsung. Karena nggak jago main game yang saling adu kekuatan atau super hero.

Game ini boleh dibilang awet sepanjang masa. Berasa main gaple tapi nggak berdosa. Irit karena ndak perlu beli kuota internet dan bisa dimainkan kapan aja saat offline. Kalau dulu game ini hanya bisa dimainkan lewat PC, sekarang udah bisa diakses lewat beragam device. Baik dari handphone atau laptop.

So, buat kamu yang pengen healing atau me time dengan 3 M, game ini cocok banget. Bisa juga kok buat ngisi waktu biar nggak bosan saat menunggu sesuatu. Cusss! Meluncur langsung ke webnya solitaire.org.

Di halaman depan webnya, akan terpampang nyata permainan Solitaire klasik. Bisa juga sedikit bernostalgia saat main game ini zaman kuliah. Yang belum pernah nyoba, ndak usah bingung. Di situ juga ada tutorial dalam bentuk video.

Nggak cuma main kartu, sih. Di web game Solitaire saya juga nemu beberapa game seru lainnya yang bisa dimainkan sendiri. Contohnya: Mahjong, Word, Logic Puzzles, Card, Hidden Object, dan Match 3. Masing-masing kategori game masih ada pilihan permainannya lagi.

Solitaire ini game paling “introvert” buat saya.

Yang suka main game acak huruf cobain aja Letter scramble. Di sini kita akan ditampilkan sejumlah huruf yang bisa disusun menjadi kata. Kalau main pakai laptop kudu pakai tetikus alias mouse. Lebih enak sih kalau pakai device layar sentuh. Tinggal tap-tap aja. Di game ini ada 3 level permainan yang bisa dicoba buat healing atau me time.

So, gimana cara kamu buat healing atau me time? Bolehlah sharing di kolom komentar sambil main game Solitaire.