Dukungan Nyata Saratoga untuk SMK Era et Labora

Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Ora et Labora (SMK OeL).

Apa yang sudah kita lakukan untuk membantu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia?

Jika pertanyaan tersebut ditujukan ke saya, sudah pasti jawaban saya masih nol alias belum bisa berbuat apa-apa. Paling sekadar sharing pengalaman dengan teman-teman komunitas. Itu pun bukan pengalaman yang besar dan “sesuatu”. Maklum, dibutuhkan skill dan pengetahuan yang luar biasa untuk berbagi di dunia pendidikan. Itu jika pertanyaan tersebut ditujukan secara personal ke saya.

Lain halnya jika ngobrolin bantuan pendidikan yang diberikan oleh sebuah institusi atau lembaga swasta maupun korporasi. Ternyata banyak, lho, perusahaan yang konsisten dalam mendukung kemajuan pendidikan bangsa. Salah satunya yang dilakukan oleh PT Saratoga Investama Sedaya, Tbk melalui Sekolah Menengah Kejuruan Ora et Labora (SMK OeL).

Mengenal Sekolah Menengah Kejuruan Ora et Labora (SMK OeL)

Pelepasan siswa Sekolah Menengah Kejuruan Ora et Labora (SMK OeL).

Banyak cara untuk menyiapkan SDM yang siap terjun di dunia kerja. Salah satunya melalui pendidikan vokasi. Kelebihan sekolah vokasi adalah menawarkan jurusan yang lebih beragam. Anak didik bisa fokus belajar bahasa asing, agroindustri, teknik, teknologi jaringan, perhotelan, pariwisata, dan lain-lain. Saat lulus pun mereka bisa terjun langsung ke berbagai sektor. Bisa ke sektor energi atau non-energi.

Salah satu sekolah yang layak diapresiasi dalam meningkatkan mutu pendidikan anak didiknya adalah Sekolah Menengah Kejuruan ORA et LABORA (SMK OeL). Buat kalian yang memiliki keluarga dan ingin mendapatkan pendidikan vokasi, sekolah kejuruan ini layak direkomendasikan. Terutama bagi mereka yang ingin mendapatkan pekerjaan setelah lulus.

SMk ini sangat cocok untuk siswa-siswa yang tertarik untuk terjun di bidang kelistrikan. Apalagi PT. Saratoga Investama Sedaya Tbk. (Saratoga) memberikan dukungan penuh bagi anak didik SMK OeL yang memiliki kompetensi Keahlian Teknik Pembangkit Listrik.

Siswa magang Sekolah Menengah Kejuruan Ora et Labora (SMK OeL).

Nah, sekolah vokasi atau kejuruan SMK Ora et Labora (SMK OeL) menjadi salah satu pilot project dari PT SARATOGA INVESTAMA SEDAYA Tbk (Saratoga) agar lulusannya bisa langsung masuk ke dunia kerja. Karenanya, Saratoga berkomitmen penuh untuk terus mendukung pendidikan vokasi SMK ORA et LABORA. Lulusan SMK ORA et LABORA sendiri dikenal sebagai SDM yang terampil, berkompeten, dan siap terjun di dunia kerja.

Dukungan PT Saratoga Investama Sedaya, Tbk untuk Dunia Pendidikan

Buat yang belum tau, PT Saratoga Investama Sedaya, Tbk sendiri merupakan perusahaan investasi yang berperan dalam mengelola perusahaan Investee dan mengembangkan peluang investasi di Indonesia sejak 1998. Perusahaan ini fokus membaca peluang investasi dari tahap awal hingga tahap pertumbuhan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi di sektor infrastruktur, konsumen, dan sumber daya alam.

Saratoga yang memiliki kode saham: SRTG di lantai bursa BEI ini dikenal aktif sebagai perusahaan yang berperan aktif dalam pengembangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (human capital development). Saratoga sendiri telah memberi dukungan penuh dengan berinvestasi pada sektor pendidikan, khususnya pada Sekolah Menengah Kejuruan Ora et Labora (SMK OeL) jurusan keahlian Teknik Pembangkit Listrik untuk menyiapkan sumber daya manusia yang terampil, berkualitas, dan siap kerja.

Jumat lalu (16/7), SMK OeL telah mengadakan pelepasan kelulusan angkatan pertama, yang menjadi gerbang bagi lulusannya untuk menjalankan program kerja atau magang di beberapa perusahaan ternama di Indonesia. Ibu Lany D. Wong selaku Direktur Keuangan Saratoga Investama Sedaya mengucapkan rasa syukur atas kelulusan angkatan pertama SMK Ora et Labora.

“Program pembelajaran selama tiga tahun ditambah satu tahun praktik kerja, mampu membekali siswa-siswi dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh industri. Terbukti lulusan sekolah ini telah diterima di perusahaan yang memiliki kredibilitas tinggi baik di sektor energi maupun (sektor) non- energi,” demikian seperti yang dijelaskan Ibu Lany dalam pernyataan resminya di Jakarta beberapa waktu lalu.

Sekadar informasi, lulusan SMK ora et Labora akan bekerja di perusahaan energi seperti PT Shandong Licun Power Plant Tecknology, PT GPOS Daya Energi (O&M di Gorontalo), Pt Tanjung Power Indonesia, dan perusahaan non energi seperti Primaya Hospital dan Pt Astra Daihatsu Motor. Pastinya, kesempatan untuk mendapatkan peluang kerja setelah lulus ini menjadi privilledge bagi siswa sekolah vokasi.

“SMK Ora et Labora didirikan sejak tahun 2017 telah berperan aktif dan ikut andil dalam menciptakan kurikulum serta memantau proses belajr mengajar di sekolah. Hal ini dilakukan agar program yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan sektor kelistrikan,” jelas Lany D. Wong.

Program ini menarik minat PT Saratoga untuk memberi dukungannya di sekolah kejuruan tersebut. Meski masih berumur 4 tahun, SMK OeL telah memiliki fokus mendidik siswanya dengan durasi pembelajaran selama tiga tahun, baru kemudian menjalani training profesional selama tiga bulan di dunia kerja sektor kelistrikan.

Tidak hanya sampai di situ, siswa yang telah lulus akan mengikuti magang di industri pembangkit listrik selama sembilan bulan untuk mendapat pengalaman kerja secara langsung. Saat ini, SMK OeL bekerja sama dengan Swiss German University untuk menghadirkan pengajar yang handal dan berkompeten di bidangnya.

Untuk pelatihan kelistrikan, SMK OeL menggandeng lembaga berbasis industri dan berorientasi sosial yakni Central Industrial Technology Enterprise (CITE). Keseriusan SMK Ora et Labora dalam mencetak sumber daya manusia berkompeten, merupakan dukungan nyata bagi bangsa dan pemerintah dalam meningkatkan sekolah vokasi yang berorientasi pada penerapan ilmu.

Hal ini sesuai amanat Presiden Joko Widodo agar pendidikan vokasi menempati posisi penting dalam strategi pengembangan sumber daya manusia yang lebih produktif dan kompetitif. Sandi Rahaju selaku Ketua Yayasan Ora et Labora turut menuturkan:

“SMK OeL merupakan vokasional teknik ingin menekankan pembejaran yang terstruktur dan keahlian yang lebih driven atau terarah. Apalagi sektor kelistrikan tahan krisis dan dan dalam situasi apapun akan dibutuhkan. Dengan kebutuhan listrik nasional yang terus meningkat, ketersediaan SDM yang memahami dan menguasai sektor kelistrikan menjadi sangat penting.” Ungkap Sandi.

Ucapan syukur dan kebanggaan juga diberikan oleh Deputi IV Kemenko Perekonomian, Rudy Salahuddin karena siswa SMK OeL berhasil lulus dalam kondisi pandemi dan prose pembejaran tetap berjalan dengan baik. Sedangkan Junus Widjaja selaku Direktur PT Sandong Licun Power Plant menginginkan kerja sama dalam jangka panjang, dan berharap perusahaan lain mendukung penyerapan tenaga kerja untuk meminimalisir pengangguran.

Kerja sama yang baik antara sektor swasta dan dunia pendidikan, diharapkan bisa menciptakan SDM yang unggul demi tercapainya pembangunan nasional berkelanjutan. Semoga kolaborasi seperti ini semakin menular di semua lini.

Jadi bagaimana? Sudah siapkah kalian masuk sekolah vokasi?

 

0 Shares:
8 comments
  1. Yes sepakat kak..Kerja sama yang baik antara sektor swasta dan dunia pendidikan memang penting untuk kemajuan anak bangsa.suka banget kalau ada pihak d luar dunia pendidikan tapi terua ikut berpartisipasi memajukan pendidikan

  2. Jurusannya kelistrikan ya berarti. Jarang juga nih ada SMK yang jurusannya seperti ini. Enaknya SMK ini sudah bekerja sama dengan banyak perusahaan ya. Jadi nambah nilai nih buat yang mau sekolah di sini dan juga buat lulusannya.

  3. Keren banget mas. Bukan mustahil sekolah ini nantinya bakal terus berkembang dan menjadi sekolah terbaik di Indonesia bahkan dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like
Continue Reading

Soto Kemangi Pasar Kotagede

Jogja bagi saya adalah rumah kedua. Meski saya bukan warga asli Jogja, tapi, kota pelajar ini selalu memberikan…

Manunggaling Kawula Rindu

Suatu hari, di sepotong pagi, di balik jajaran kursi dan kubikel sepi. Kutemukan senyummu di antara cangkir kopi.…