Tren Green Jobs Meningkat, Ini Peluang dan Tantangannya

“We won’t have a society if we destroy the environment” – Margaret Mead

Ungkapan di atas benar adanya. Keberlangsungan hidup sebuah peradaban akan punah jika lingkungan tempat di mana mereka tinggal dihancurkan.

Kutipan tersebut mengingatkan saya pada sebuah diskusi tentang “Memahami Green Jobss dan Peluangnya di Indonesia” yang diinisiasi oleh organisasi nirlaba Koaksi beberapa waktu yang lalu dalam sebuah platform daring. Tujuan diskusi ini untuk memberikan wawasan dan mengenalkan tren green jobss sebagai pilihan utama bagi generasi muda Indonesia.

Buat saya, diskusi ini sangat menarik untuk diulas, mengingat akhir-akhir ini isu tentang peningkatan ekonomi hijau alias green economy di Indonesia marak dicanangkan oleh pemerintah. Hal ini didasari oleh beragam isu yang berkembang di seluruh dunia terkait dengan meningkatnya kerusakan lingkungan, global warming, climate change, dan isu-isu lingkungan lainnya.

Tren “green” dalam berbagai gerakan semakin diminati. Dalam satu dasawarsa terakhir kata “green” seringkali digunakan untuk menggaet konsumen. Sebut saja green economy, green city, green plastic bag, green sukuk, dan “green-green” lainnya. Kata “green” ini pada akhirnya melahirkan istilah “green jobs”

Apa itu green jobss dan apa manfaatnya untuk sistem ekonomi?

Climate change drive change in industry and infrastructure

Sebelum mengulasnya lebih jauh, mari kita sepakati dulu istilah green jobs dan kaitannya dengan green economy. Mengutip dari Wikipedia, yang dimaksud dengan green jobs alias pekerjaan hijau/pekerjaan ramah lingkungan merupakan jenis pekerjaan yang mendukung pelestarian lingkungan. Sedangkan menurut International Labour Organization (ILO), green jobs juga meliputi beragam sektor yang turut memberikan kontribusi terhadap pemulihan lingkungan dari kerusakan.

Pada prinsipnya, secara luas green jobs ini tidak hanya berkutat pada sebuah pekerjaan yang berhubungan tanaman organik, pertanian, dan sejenisnya, tetapi juga semua jenis pekerjaan yang berbasis pada pemanfaatan teknologi ramah lingkungan, baik sektor tradisional, industri jasa, keuangan, kontruksi, manufaktur, teknologi informasi, infrastruktur, utilitas, transportasi, dan lain-lain.

Sedangkan green economy atau ekonomi hijau sendiri bisa diartikan dengan perekonomian yang tidak menghasilkan emisi karbon dioksida dan polusi lingkungan. Jika pun ada, kadar dan jumlahnya sangat rendah. Secara sempit, keduanya merupakan sistem ekonomi yang berbasis pada kelestarian alam dan ramah lingkungan. Ekonomi hijau memiliki mesin penggerak di lapangan yang berbasis pada energi hijau yakni energi yang terbarukan (renewable energy).

Perubahan iklim berdampak pada industri

Green jobs dan green economy sudah menjadi tren di negara-negara maju, keduanya saling berkaitan. Tren dan peluang keduanya di masa depan akan meningkat di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Dalam membangun sistem ekonomi yang berkelanjutan (sustainable economic development), green jobs memiliki peran, fungsi, dan manfaat yang beragam. Mulai dari peningkatan efisiensi energi dan bahan baku, membatasi emisi gas dan efek rumah kaca, membantu memulihkan ekosistem dari kerusakan, mengurangi limbah dan polusi, hingga merespon gelombang perubahan iklim.

Dengan meningkatnya alternatif pekerjaan yang ramah lingkungan, membuat generasi muda Indonesia lebih cepat dalam merespon perubahan iklim industri yang lebih bermanfaat bagi lingkungan. Kolaborasi antara pemerintah dengan dunia usaha memiliki peranan penting dalam mengatasi perubahan iklim, dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

Ragam Pilihan Pekerjaan Hijau (Green jobs) bagi Generasi Z dan Generasi Milenial

Pemulihan ekonomi hijau menciptakan peluang kerja

Menurut tren global, industri 4.0 yang ditandai dengan adanya teknologi otomasi seperti artificial intelligent (AI) dan penggunaan robot untuk menggantikan pekerjaan manusia, menjadi faktor pendorong yang paling dekat terhadap perubahan industri.

Semakin meningkatnya ekonomi sebuah negara, selalu memberikan ragam efek, baik yang positif maupun yang negatif. Peningkatan ini menuntut penduduknya untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dan berkualitas. Jika peningkatan ekonomi ini tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas pekerjaan dan kehidupan yang lebih baik, tentunya akan menimbulkan ketidakseimbangan ekosistem.

Dalam diskusi bersama Koaksi, energi terbarukan menjadi isu yang paling menarik. Sektor energi terbarukan dianggap memiliki potensi yang sangat besar untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan sosial. Pengembangan dan penyebaran energi terbarukan di seluruh Indonesia mampu membuka banyak peluang kerja, terlebih di masa pandemi seperti sekarang.

Alasan mengapa harus memilih green jobs

Saat ini, prospek kerja lulusan Teknik Energi Terbarukan terbilang cukup mumpuni dan luas. Seiring berkembangnya zaman dan teknologi, pencarian akan sumber-sumber energi yang lebih ramah lingkungan pun semakin gencar. Seorang lulusan Teknik Energi Terbarukan dapat bekerja sebagai ahli rekayasa energi terbarukan, ahli manajemen energi dan energi terbarukan, pelaku bisnis energi terbarukan, dan konsultan energi terbarukan.

Indonesia yang dikenal dengan kekayaan alam dan keragaman hayati (biodiversity) terbaik di dunia, menjadi peluang tersendiri bagi generasi milenial untuk mendapatkan maupun menciptakan pekerjaan yang ramah lingkungan ke depan. Hal ini didukung oleh fakta bahwa negara-negara yang berada di jalur khatulistiwa, berhujan lebat dan matahari bersinar sepanjang tahun, sangat kaya dengan keanekaragaman hayati dibandingkan dengan negara-negara bermusim empat.

Di Indonesia sendiri potensi green jobs sangatlah besar. Terlebih, jika dilihat dari trennya, anak muda yang tertarik menggeluti pekerjaan yang ramah lingkungan meningkat pesat dalam beberapa tahun belakangan. Potensi yang besar ini jika digarap dengan baik mampu menciptakan lapangan kerja sekaligus mengurangi angka pengangguran.

Peluang green jobs di Indonesia

Beragam jenis pekerjaan hijau di bawah ini sangat menarik untuk digeluti demi menciptakan kelesetarian alam. Beberapa di antaranya adalah sektor pertanian dan produksi pangan yang berkelanjutan, sektor kehutanan yang berkelanjutan, sektor kontruksi hijau, sektor transportasi umum berbasis energi terbarukan, sektor kontruksi hijau, suplai dan efisiensi energi, sektor pelestarian biodiversitas dan ekosistem, dan masih banyak lagi.

Sektor-sektor tersebut di atas juga bisa diadopsi oleh generasi milenial yang tinggal di kota-kota besar. Misalnya dengan menciptakan dan mengampanyekan urban farming sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan. Jika dilihat dari pasarnya, hampir setengah dari potensi green jobs di perkotaan berkaitan dengan efisiensi energi dan keseimbangan di bidang pengelolaan transportasi, sanitasi dan limbah berkelanjutan, serta suplai air bersih.

Tantangan dalam Pengembangan Green jobs di Indonesia

Kontribusi green jobs

Bencana alam akibat kerusakan sebuah lingkungan menjadi topik yang hangat di awal tahun. Bencana banjir yang melanda sejumlah daerah di Indonesia, mengingatkan kita bahwa sebenarnya negara kita berdiri dan tinggal atas tanah yang sudah rapuh akibat keserakahan manusia. Jika tidak ada upaya dan keinginan yang serius untuk mengubahnya, lama-lama akan semakin hancur.

Green jobs sebagai salah satu tools untuk menyeimbangkan ekosistem alam dan memiliki peran besar dalam mengangani kerusakan lingkungan, dihadapkan dengan beragam tantangan. Mengutip pernyataan dari ILO, tantangan dari green jobs adalah banyaknya pekerjaan yang “green” tapi tidak layak (green but not decent).

Bahkan, ada beberapa anggapan yang menyatakan bahwa pekerjaan yang berhubungan dengan lingkungan dianggap kurang prestise, cenderung kotor, tidak nyaman, sulit untuk dikembangkan, faktor keamanan yang tidak memadai, dan tidak sebanding dengan gaji yang diterima.

Tantangan-tantangan ini seharusnya menjadi tanggung jawab bersama. Baik masyarakat maupun pemerintah. Bukankah setiap manusia punya peran dan tanggung jawab untuk memelihara keberlangsungan hidup sebuah peradaban?

1 Shares:
1 comment
  1. Green jobs bakalan tumbuh dan berkembang di dunia, bukan hanya di Indonesia saja. Kesadaran akan kelestarian lingkungan akan menjadi sebuah pola pikir yang dituntut kepada semua orang , jadi bisa diprediksi bahwa industri dan berbagai bidang pekerjaan akan dituntut untuk mengadopsi pola pikir seperti ini di masa datang kalau mau bertahan.

    Memang, masih akan butuh waktu untuk berkembang dengan pesat, tetapi kalau melihat pergerakannya sekarang ini, pekerjaan seperti ini akan tumbuh terus.

    Hanya sayangnya, Indonesia, sepertinya masih seperti biasa akan menjadi negara paling belakangan mengadopsinya.. hahaha.. harus diakui negara kita memang masih lelet dalam hal-hal yang kayak beginian. Untuk membuang sampah dengan benar saja masih susah, apalagi berpikir berat kayak green jobs..

    Hikkss..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Trip Dadakan ke Pulau Seribu

Membatalkan rencana liburan yang sudah kita susun rapi memang tidak menyenangkan. Beberapa waktu lalu saya dan teman-teman merencanakan…