“Do Fun” di Dufan Nyobain Wahana Kereta Misteri

Selama pandemi, saya selalu membatasi diri untuk beraktivitas di luar rumah kalau nggak penting-penting banget. Terutama saat harus bertemu banyak orang di kerumunan. Karena udah jenuh banget, akhirnya saya memberanikan diri keluar rumah dengan mencoba naik transportasi umum. Satu hal yang tak pernah saya lakukan sebelumnya selama pandemi Covid19 sejak bulan Maret lalu.

Tetap ya pake masker dan jaga jarak aman.

Yap, setelah sekian lama mengurung diri, akhirnya saya mulai memberanikan diri untuk “kabur”. Ya, nggak jauh-jauh juga, sih. Cuma ke Dufan aja, kok. Awalnya memang merasa ngeri-ngeri sedap untuk keluar rumah. Tapi, hasrat ingin liburan nggak bisa dibendung lagi. Gimana, dong?

Meski agak sedikit takut, saya coba tetap berpositif thinking. Toh, yang penting protokol kesehatan tetap diutamakan. Pastinya dengan menerapkan prosedur 3M: memakai masker, mencuci tangan, dan tetap menjaga jarak.

Selain itu, saya juga merasa lebih aman dengan memakai face shield dan membawa hand sanitizer sendiri saat beraktivitas di luar rumah. Ini merupakan upaya saya pribadi untuk menjaga diri sendiri saat harus bertemu orang. Yang namanya ikhtiar, tetap harus diutamakan. Iya, nggak? Termasuk saat naik bus Transjakarta. Saya pilih posisi paling aman dan menghindari jam-jam sibuk.

Amankah Liburan di Dufan?

Pertanyaan ini mungkin mewakili sejuta umat di Jakarta dan sekitarnya yang udah kebelet pengin liburan. Jadi, sewaktu ke Dufan beberapa waktu lalu, saya melihat Dufan menerapkan protokol kesehatan secara ketat selama pandemi. Mulai dari pemeriksaan suhu sebelum masuk wahana, mewajibkan pengunjung menggunakan masker, penyediaan sanitizer di setiap sudut, dan aturan physical distancing yang sangat ketat diterapkan di semua wahana. Termasuk saat antre, hingga naik wahana.

Protokol kesehatan diterapkan secara ketat di Dufan, termasuk physical distancing.

Setiap permainan hanya diisi lima puluh persen dari kapasitas pada saat normal. Hal ini juga berlaku dalam pengelolaan fasilitas publik seperti musala, toilet, hingga aturan makan di setiap kantin di Dufan. Dengan penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat, saya sebagai pengunjung merasa aman dan nyaman.

Bahkan, hingga tulisan ini saya buat, Dufan hanya mengizinkan pengunjung yang memiliki kartu identitas sebagai warga Jakarta (ber-KTP DKI) yang boleh memesan tiket masuk. Sementara ini, bagi pengunjung non-DKI masih belum diizinkan memesan tiket. Hal ini sejalan dengan aturan dari gurbernur DKI yang membatasi mobilitas warga non-Jakarta untuk mencegah penyebaran virus Covid19 selama PSBB transisi berlangsung.

Nyobain Wahana Baru Kereta Misteri

Wahana Kereta Misteri

Bukan Dufan namanya kalau nggak pernah bikin inovasi dengan menghadirkan wahana-wahana baru yang seru-seru. Pas ke sini beberapa waktu lalu, saya sempat penasaran dengan salah satu wahana baru yang belum sempat saya coba. Wahana baru ini bernama: Kereta Misteri. Yap, sesuai namanya yang punya embel-embel misteri, wahana ini berada di dalam ruangan alias indoor. Nggak lucu juga kalau wahana misteri berada di luar dengan suasana terang benderang.

Karena saya berkunjung ke Dufan pada saat weekday, jadi antrean menuju wahana ini tidak terlalu panjang. Setelah mengantre kurang lebih lima menit, akhirnya saya naik juga. Suasana di dalam wahana ini cukup remang-remang. Sekeliling dindingnya bercat gelap dengan penerangan yang terbatas. Setelah antre, kita dipersilakan duduk di bangku kereta. Desain keretanya mirip wahana Halilintar dengan pengaman yang menempel di bagian paha.

Awalnya, saya berpikir kita akan diajak keliling ruangan yang gelap dengan kereta seperti di Istana Boneka, terus ditakut-takuti dengan suasana horror seperti rumah hantu. Tapi saya jadi mikir, kalau penumpang diberi pengaman seperti wahana Halilintar, pasti akan ada kejutan-kejutan istimewa. Berhubung saya berada di bagian depan, jadilah pandangan saya lebih leluasa dan “tahu duluan” apa yang akan terjadi. Suasana wahana cukup gelap, hanya beberapa spot display patung-patung yang disorot cahaya.

Pada mulanya kereta berjalan lambat mengelilingi wahana. Beberapa patung hewan dan manusia, tampak mengeluarkan suara seram dengan sorot lampu yang dibuat remang-remang. Di bagian bawah wahana terlihat asap yang terbuat dari dried ice. Kereta berjalan mengambang melilingi ruangan. Yang saya takutkan sebenarnya bukan suasana horornya, tapi lebih ke kejutan-kejutan yang akan terjadi. Benar saja, setelah beberapa saat, tiba-tiba kereta ditarik dengan cepat naik ke atas. Saya sedikit kaget tapi menikmati sensasi kejutan tarikan seperti wahana Halilintar.

Karena duduk di bagian depan, saya bisa sedikit ‘membaca keadaan’ supaya nggak kaget lagi. Benar dugaan saya, dalam sekejap setelah laju kereta melandai, tiba-tiba kereta ditarik ke belakang dengan cepat. Sensasinya mirip wahana halilintar yang berjalan mundur. Seru banget! Setelah diam sejenak, tepat berada di pertigaan rel, tiba-tiba kereta meluncur ke bawah dengan deras. Selanjutnya kereta ditarik berputar-putar seperti spiral. Ini sih, beneran seru abis. Berhubung suasananya gelap, jadi penumpang tidak bisa melihat keadaan sekelilingnya. Saya cuma teriak-teriak keasyikan. Hehehe.

Menurut saya, wahana Kereta Misteri ini lumayan seru. Kita benar-benar dibuat kaget dengan sensasi-sensasi yang disuguhkan. Next, kalau ke Dufan, saya bakalan balik ke wahana ini lagi. Yang penasaran sama sensasinya, bisa dicoba sendiri.

Wahana Baling-Baling

Selain wahana Kereta Misteri, wahana favorit saya yang lain adalah Baling-Baling. Wahana ini baru dibuka tahun lalu. Konsepnya seperti naik baling-baling raksasa yang diputar, dijungkirbalikin ke atas-bawah. Sepintas emang agak ngeri, sih. Apalagi buat mereka yang acrophobia (takut ketinggian). Tapi yakin, deh, sekali nyoba dijamin langsung ketagihan.

Karena pengunjung Dufan masih terbatas, saya sangat puas menikmati beberapa wahana seperti, Niagara-gara, Giant wheel Bianglala, Istana Boneka, dan Baku Toki. Beberapa kali ke Dufan, ini jadi salah satu wahana favorit yang saya naiki. Baku Toki sering juga disebut “bomb bomb car” karena di wahana ini kita mengendarai mobil mini yang kerjanya tabrak sana, tabrak sini. Nggak asyik rasanya kalau main Baku Toki tanpa menabrakkan mobil ke sana kemari. Yang jelas ini adalah salah satu wahana paling seru.

Istana Boneka yang legend dari dulu

Setelah puas berkeliling seharian, sorenya saya langsung cabut pulang. Sebenarnya saya masih ingin menikmati senja di Pantai Ancol. Sayangnya, karena badan udah capek dan kaki udah bengkak, saya terpaksa pulang. Biasanya, kalau ke Dufan saya pasti pulang malam biar puas.

Nah, buat kalian yang pengin berkunjung ke Dufan, jangan lupa cobain wahana-wahana baru dan seru di atas. Karena selama pandemi pengunjungnya masih terbatas, jadi kita lebih leluasa untuk mencoba berbagai wahana sampai puas. Selamat ber-Dufan ria!

1 Shares:
12 comments
  1. Lega deh bacanya kalau Dufan ketat sm protokol kesehatan karna menurutku main2 ke Dufan itu gada matinya!

    Tp harus KTP Jakarta yah Mas? Kalau bukan tp sudah lama tinggal di Jakarta ga boleh dong yah? 🙁

  2. Emang bagi yang sudah kebelet banget liburan, bakal senang ya Dufan sudah buka. Walau ada pembatasan pengunjung rupanya semua wahana tetap buka ya. Sebetulnya rugi sih ya untuk Dufan. Tapi ketimbang tutup sama sekali mending buka tapi dengan protokol kesehatan yang ketat seperti ini

  3. Kangen bangeeet ke Dufan. Pengin juga. Apalagi masa pandemi gini harganya miring. Sayang nggak punya KTP Jakarta. Bye bye deh Dufan. Seru juga ya naik kereta misteri gini. Apa semacam wahana mummy ya kalau di Universal Studios Singapura .

  4. Sebenernya di masa pandemi begini malah jadi kesempatan lebih menikmati Dufan karena pengunjung dibatasi yak. Kan protokol kesehatannya dijaga ketat. Tapi tapi tapi,, aku nggak punya KTP Jakarta 🙁

  5. Saya baru tahu nih kalau kunjungan ke DUfan dan mungkin beberapa destinasi wisata lain di Jakarta dibatasi hanya untuk mereka yang berKTP Jakarta.

    Jadi Kereta Misteri ini lebih ke pergerakannya ya yang penuh misteri, bukan suasana di sekitar kereta yang penuh misteri? Nice Idea 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Kutipan Tafsir Al Misbah

Berikut ini adalah kutipan-kutipan dari #TafsirAlMisbah yang disampaikan oleh Pak Quraish Shihab selama bulan Ramadan kemarin Jangan pernah…

Hepi-hepi dengan HappyOne.id

Saya nggak setuju kalau ada yang bilang Millenial zaman now hobinya cuma foya-foya. Memang sih, dibandingkan generasi sebelumnya…

Cegah Diabetes Dengan 3 Hal Berikut

“Diabetes adalah ibu dari segala penyakit tidak menular..” Saat mengikuti simposium hari diabetes sedunia, saya baru sadar kalau…

lbel Tenny – Bahasa Tubuh

Sudah tahu kan bedanya Single dengan Album? Single itu kalau aku dan kamu masih sendiri-sendiri, sedangkan album itu…