Hati-Hati, Nyeri Tulang Belakang Bisa Berakibat Fatal

Pernah mengalami nyeri tulang belakang? Alhamdulillah, saya sih kayaknya jarang banget. Kalau dipikir-pikir, sekitar berapa tahun silam pernah mengalami. Bangun tidur punggung rasanya nyeri, bahu dan leher kaku. Mau berangkat kerja jadi males. Gerak dikit sakit. Duh, sumpah. Itu nggak enak banget. Apalagi pekerjaan saya lebih banyak duduk di belakang meja.

Akhirnya, untuk meredakan nyeri tulang belakang (punggung) tersebut, saya periksa ke dokter dan diberi obat pereda nyeri (pain killer). Oleh dokter, saya juga dianjurkan untuk sering-sering melakukan gerakan ringan untuk relaksasi dan olahraga. Jujur, yang namanya olahraga dulu tuh, memang jarang banget. Sebagai budak korporat, saya memang terbiasa pergi kerja dari matahari belum terbit sampai matahari nyungsep lagi. Jadi, waktu untuk berolahraga memang minim banget. Sampai rumah kalau kecapean langsung tidur. Pas libur kalau nggak tidur, ya ngelayap.

Baca juga Mengenal Parkinson dan Cara Mengobatinya

Di kantor pun, saya jarang melakukan aktivitas fisik. Lebih sering duduk di depan layar dengan posisi semau-maunya. Dan ternyata, belakangan ini baru tau kalau sikap duduk yang ‘tidak sempurna’ tersebut, ditambah kurangnya aktivitas fisik, bisa berakibat fatal nyeri tulang belakang.

Ikut Blogger dan Vlogger Gathering untuk Mencegah dan Mengatasi Nyeri Tulang Belakang

Nah, Minggu (29/12) kemarin saya ikut acara Blogger dan Vlogger Gathering yang rutin diadakan oleh RS Premier Jatinegara. Gathering kali ini, temanya tentang “Pencegahan dan mengatasi nyeri tulang belakang”. Narsumnya diisi langsung oleh dr. Wismaji Sadewo, Sp. BS(K). Beliau ini ahli bedah syaraf (neuro surgery) RS Premier Jatinegara, Jakarta Timur.

Dari acara ini, saya jadi tau banyak penyebab gangguan nyeri tulang belakang. Penyebabnya macam-macam. Beberapa di antaranya adalah sikap duduk yang tidak sempurna. Duduk yang bagus posisinya harus tegak. Tidur dengan posisi yang sama tanpa perpindahan. Pemakaian high heels sepanjang hari tanpa ada istirahat. Warning banget ini buat para cewek yang kerja kantoran dan ber-heels ria setiap saat.

Faktor lain nyeri tulang belakang juga bisa disebabkan karena stress, usia, pekerjaan seperti atlet, kecelakaan, hingga keseleo karena mengangkat beban berat. Nyeri tulang belakang bisa timbul karena gangguan pada struktur tulang belakang, serta menderita penyakit tertentu. Misalnya, penyempitan tulang belakang dan sebagainya. Wah! Banyak juga ya, penyebab terjadinya.

“Problemnya adalah nyeri tulang belakang bisa terkena gangguan seperti saraf, bantalannya bisa, bisa karena kerusakan akibat ada tarikan, dan kondisi medis (sakit bawaan, pecah trauma, infeksi atau posisi yang baik),” ungkap dr. Wismaji saat mengisi materi.

Sebenarnya, nyeri tulang belakang ini hal yang wajar dan bisa dialami oleh siapa saja. Baik pria maupun wanita dengan rentang usia di atas 30-40 tahun. Nyeri pada tulang belakang biasanya akan sembuh dengan sendirinya. Yang nggak wajar tuh, kalau sakitnya terus-terusan. Kalau ini sih, harus waspada dan disarankan untuk segera konsultasi ke dokter. Kalau bingung harus ke mana, bisa kok, konsultasi langsung sama dr. Wismaji Sadewo di RS Premier Jatinegara.

Lalu, gimana mencegah dan mengatasi nyeri tulang belakang?

Kalau sudah kejadian, ada beberapa alternatif pengobatan untuk meringankan nyeri tulang belakang. Di antaranya bisa dengan menggunakan fisioterapi, teknik akupuntur, yoga, berenang, hingga pemberian obat-obatan seperti pain killer dan Botox. Iya, mungkin banyak para wanita yang bertanya: emang Botox bisa dipakai untuk mengobati nyeri tulang belakang? Mungkin, selama ini kita mengenal Botox hanya digunakan untuk dunia kecantikan alias permak wajah. Tapi nyatanya, Botox alias Botolinum Toxin ini digunakan dalam dunia medis untuk mengatasi gangguan atau masalah otot tertentu.

Untuk mencegahnya, dr Wismaji menyarankan agar kita sering melakukan latihan fisik seperti berenang. Mengurangi konsumsi obat-obatan. Buat cewek, boleh kok menggunakan heels¸ asal diimbangi dengan istirahat dan relaksasi. Simple, kan?

Sekilas tentang RS Premier Jatinegara

RS Premier Jatinegara merupakan rumah sakit umum swasta yang melayani siapa saja dan menyediakan pelayanan kesehatan umum dan spesialistik yang berkualitas. RS Premier Jatinegara ini telah berdiri sejak tahun 1989 dan letaknya sangat strategis di jantung kota, Jakarta Timur. Lokasinya tidak begitu jauh dari Stasiun Jatinegara atau halte Transjakarta.

RS Premier Jatinegara juga menyediakan pelayanan yang terintegrasi mulai dari konsultasi dokter, tindakan operatif, tindakan diagnostik, layanan rawat inap hingga pasca-rawat inap dengan beragam fasilitas dan alat penunjang medis yang lengkap.

Bagi pasien yang ingin melakukan pendaftaran bisa melalui whatsapp whatsapp di nomer 08111637666 atau sms ke nomer 08129777666.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *