Jangan Malas, Ada Banyak Manfaat Jalan Kaki

Sejujurnya, dari dulu saya suka jalan kaki kalau ke mana-mana. Namun, karena satu dan lain hal, selama tinggal di Jakarta saya jadi sering malas jalan kaki. Alasan utamanya karena panas dan banyak trotoar nggak bener. Trotoar nggak bener ini maksudnya lebih sering dipakai sama pedagang kaki lima daripada digunakan untuk jalan kaki. Jadi, hak-hak kita sebagai pejalan kaki diambil alih oleh mereka.

Belum lama ini, ketika saya menyusuri pedestrian di sekitar jalan Sudirman, saya melihat ada kampanye Jalan Hijau yang diinisiasi oleh BPTJ dan Kemenhub. Ternyata, kampanye ini adalah upaya pemerintah untuk mengurangi kemacetan lalu lintas yang makin parah. Sebagai warga negara yang baik (ciyeee) saya pun berusaha mendukung gerakan #JalanHijau tersebut.

Btw, udah ada yang tau belum ya apa itu gerakan #JalanHijau itu?

Yes, gerakan #JalanHijau merupakan upaya BPTJ untuk mendorong masyarakat menggunakan transportasi publik yang dilanjutkan dengan jalan kaki menuju lokasi yang dituju. Selain bisa menghemat pengeluaran untuk transportasi daripada harus menggunakan kendaraan pribadi, jalan kaki juga menyehatkan.

Jujur, saya sendiri belum bisa selalu rutin jalan kaki. Tapi seenggaknya kalau ada kesempatan di akhir pekan, saya lebih suka menggunakan kendaraan umum seperti Transjakarta, KRL, atau MRT yang dilanjut jalan kaki. Bus-bus antarkota pun juga sudah nyaman dan menyenangkan. Faktornya: selain nyaman, dengan transportasi publik, saya lebih cepat sampai ke tujuan ketimbang harus menggunakan kendaraan pribadi.

Apa manfaat lain dari kampanye #JalanHijau ini?

Gini, lho, semakin banyak masyarakat yang sadar untuk menggunakan transportasi publik yang dilanjut dengan jalan kaki, tentunya bisa membantu pemerintah untuk menjaga lingkungan. Semakin sedikit orang yang menggunakan kendaraan pribadi, tentu akan semakin ramah lingkungan. Kualitas udara tempat kita tinggal pun semakin bagus. Tau, kan? Belakangan ini Jakarta diklaim sebagai kota dengan udara terburuk.

Ya, kalau kita nggak sadar, nggak mau peduli, dan cuma bisa berkomentar apalagi mengeluh, artinya kita nggak punya kontribusi sedikit pun untuk menjaga lingkungan. Sampai sekarang kesadaran masyarakat termasuk saya untuk berjalan kaki perlu digalakkan kembali. Nggak salah rasanya kalau BPTJ dan Kemenhub menggelar kampanye #JalanHijau ini yang diselenggarakan mulai dari 19-22 Agustus 2019.

Manfaat Jalan Kaki

Sebagai orang yang sudah lama dimanjakan oleh transportasi pribadi (baca motor), setelah mengikuti kampanye #JalanHijau kemarin, saya semakin sadar bahwa banyak manfaat yang bisa kita dapatkan dengan rutin berjalan kaki. Beberapa di antaranya adalah menyehatkan jantung, meningkatkan fungsi otak, membakar kalori dan mengurangi berat badan, meningkatkan mood, dan meningkatkan daya kreativitas.

Beruntung banget saya diingatkan kembali tentang pentingnya jalan kaki ini. Apalagi kalau lagi stress, tips paling mudah untuk menghilangkan stress buat saya, cukup dengan melepas sandal, terus jalan kaki keliling taman atau pedestrian yang banyak ijo-ijonya. Hiburan penghilang stress yang murah meriah sekaligus menyehatkan.

Oya, dalam kampanye #JalanHijau ini banyak kuote yang ‘menjewer’ saya. Salah satunya “Jalan kaki setiap hari, mengurangi risiko stroke 20-40 persen” dan “Kalau deket jalanin aja”. Haaa … malu rasanya karena kalau lagi malas jalan kaki, saya lebih suka pakai ojol. Padahal mah, jaraknya deket banget. Cuma ‘sak nyuk-an’ kalau kata orang Jawa.

Selain kampanye #JalanHijau BPTJ dan Kemenhub juga membagikan masker buat pejalan kaki atau pengendara motor. Menurut saya, kampanye positif ini tentu perlu didukung dan digalakkan.  

Menariknya lagi, buat pejalan kaki yang melintasi area kampanye #JalanHijau ini juga diapresiasi dengan mendapatkan tumbler. Untuk memperoleh tumbler ini, pejalan kaki cukup mengisi survei yang berikan oleh BPTJ.

Nggak cuma itu, lho, kampanye #JalanHijau ini juga membagikan pin dan kipas serta penyampaian pesan lewat poster-poster yang dibawa oleh petugas. Dengan kampanye. Nggak Cuma ada di Jakarta aja, kok, kegiatan serupa juga diadakan di wilayah Bekasi dan Depok. Saya rasa, upaya BPTJ dan Kemenhub untuk mengedukasi masyarakat lewat isu-isu terkait dengan kesehatan ini cukup manjur. Buktinya, dalam sehari petugas bisa membagikan souvenir hingga dua ratus buah. `

Uniknya lagi, petugas kampanye #JalanHijau ini justru menggunakan kostum berwarna kuning. Hanya di bagian leher diberi slayer warna ijo. Warna kuning ini menyimbolkan energi yang diberikan oleh matahari. Maklum, aktivitas jalan kaki, kan, lebih banyak terpapar sinar matahari yang bisa memberikan dampak kesehatan untuk tubuh.

So, gimana? Udah mulai tergerak lagi untuk merutinkan diri berjalan kaki? Ingat, ya, gerak kaki untuk menurunkan risiko kesehatan ini minimal enam ribu langkah per hari atau idealnya sepuluh ribu langkah per hari. Yuk, bareng-bareng mulai lagi berjalan kaki.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *