Milenial Bebas Masalah Finansial

Milenial butuh perjalanan spiritual

Siapa bilang kalau generasi milenial itu nggak bisa berinvestasi? Memang sih, banyak yang bilang kalau milenial itu, identik dengan generasi yang suka menghabiskan penghasilannya untuk experience seeker, alias hobi mengonsumsi pengalaman ketimbang barang (goods).

Tapi, nggak semua milenial punya hobi yang sama. Saya kenal banyak kok, teman-teman yang konsisten membangun fundamental finansial. Termasuk dalam merencanakan dana darurat, dana untuk tujuan jangka menengah, maupun dana pensiun.

Sekadar berbagi pengalaman, sekian tahun lalu saya mengenal produk reksa dana. Iya, reksa dana ini produk investasi buat orang yang nggak mau ribet, dan nggak punya waktu untuk memantau pergerakan produk investasi seperti saham. Reksadana merupakan penggabungan dana yang dinvestasikan dalam bentuk saham, obligasi atau instrumen lain yang bikin untung investor. Yah, sebagai generasi milenial yang udah melek dengan dunia finansial, kadang kita memang mengalami kebingungan.

Penginnya mulai investasi, tetapi nggak tahu mesti investasi di mana. Karena produk investasi ada banyak, masing-masing dengan manfaat yang berbeda, kita pun jadi bingung mau memilih yang mana. Ada rasa waswas juga, kalau nanti duit malah hilang, gimana? Nah, reksa dana ini pilihan investasi yang tepat buat investor newbie. Intinya, dengan reksa dana kita tinggal setor uang dan pilih produk reksa dana yang bisa disesuaikan dengan tujuan keuangan kita. Praktis banget, kan?

Jenisnya pun beragam, ada reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran dan reksa dana saham. Reksa dana pasar uang dan pendapatan tetap, cocok untuk tujuan keuangan jangka pendek alias kurang dari satu tahun.

Reksa dana campuran cocok untuk tujuan jangka menengah atau dana yang kita simpan akan kita pakai sekitar lima tahun lagi. Sementara reksa dana saham cocok untuk tujuan keuangan jangka panjang di atas sepuluh tahun seperti dana pensiun.

Waktu itu, membeli reksa dana tidak semudah sekarang. Yang saya ingat kita harus ke bank sebagai agen penjual reksa dana. Kemudian dijelasin semua produk reksa dana dan diminta mengisi profil risiko nasabah. Setelah itu baru memilih produk reksa dana yang kita inginkan.

Lalu, bagaimana dengan sekarang?

Yes, sekarang beli reksa dana semakin gampang. Bisa kok beli online, jadi nggak harus datang ke agen langsung. Fyi, reksa dana ini bukan alat investasi untuk orang kaya aja, lho. Semua orang bisa berinvestasi melalui reksa dana. Termasuk milenial.

Milenial Butuh Perjalanan Spiritual

Beberapa waktu lalu, saat saya mengikuti acara bincang-bincang Ramadan, saya jadi tau kalau banyak milenial yang merencanakan dana perjalanan umrah melalui produk reksa dana. Memang, untuk merencanakan perjalanan umrah membutuhkan biaya yang tidak sedikit, tapi juga nggak sebanyak mempersiapkan dana haji.

Umrah tergolong perjalanan spiritual yang banyak diminati umat Muslim, karena daftar tunggunya tidak selama ibadah haji yang mencapai puluhan tahun.

Buat milenial, dana umrah ini cukup terjangkau. Instrumen yang bisa digunakan untuk merencanakan dana umrah salah satunya adalah reksa dana pendapatan tetap atau reksa dana pasar uang. Dua jenis reksa dana ini memang paling cocok untuk merencanakan dana umrah dalam waktu satu atau dua tahun. Kemudahan lainnya adalah flesksibilitas waktu. Tidak seperti haji, umrah bisa dilakukan kapan saja. Sepanjang tahun.

Namun, kalau ingin merencanakan perjalanan spiritual dalam jangka panjang seperti haji. Dengan masa tunggu yang cukup panjang hingga puluhan tahun, reksa dana saham cocok untuk digunakan. Toh, rata-rata untuk merencanakan perjalanan haji, biaya yang dibutuhkan saat ini antara 45-275 juta rupiah. Tergantung dari jenis layanan yang diinginkan. Mau yang regular, ONH Plus, maupun Haji Khusus lainnya.

Untuk mengumpulkan dana haji sebesar itu, tentu kita membutuhkan instrumen investasi yang memiliki imbal hasil maksimal dalam jangka panjang. Kalau dana yang dimiliki cuma ditempatkan dalam instrumen investasi seperti emas atau deposito, tentu imbal hasilnya tidak sebesar jika memilih reksa dana saham.

Selain biaya pokok ibadah, kita juga wajib memperhatikan kebutuhan tidak terduga seperti kenaikan kurs dollar, kebutuhan komunikasi, kelebihan bagasi, hingga uang saku untuk belanja beragam keperluan selama di Tanah Suci.

Kini, semua orang bisa berinvestasi

Ke mana bisa beli reksa dana tersebut?

Sewaktu acara bincang-bincang Mbak Anie dari Narada Asset Management memberikan tips buat milenial, supaya bisa mengatur keuangannya. Termasuk merencanakan biaya ibadah umrah/haji. Berikut ini tipsnya:

Pertama, memiliki komitmen untuk menyisihkan dana, baik untuk tabungan dan investasi.

Kedua, wajib memperhatikan pos-pos pengeluaran, sebisa mungkin hindari pos pengeluaran tidak penting.

Ketiga, memilih instrumen investasi yang sesuai dengan profil risiko, jangka waktu, dan kemampuan finansial.

Nah, buat yang bingung ke mana kalau kita mau beli reksa dana, bisa kok, kalian beli melalui Narada Aset Management. Perusahaan manajemen investasi ini sudah berdiri sejak 2012 dan sudah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Yuk! Mulai berinvestasi, karena investasi bukan untuk orang kaya saja, semua orang punya kesempatan yang sama untuk merencanakan masa depan yang lebih baik.

1 Shares:
2 comments
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Kutipan Tafsir Al Misbah

Berikut ini adalah kutipan-kutipan dari #TafsirAlMisbah yang disampaikan oleh Pak Quraish Shihab selama bulan Ramadan kemarin Jangan pernah…