Wajah Baru Pos Indonesia

Kapan terakhir kali menggunakan jasa Pos Indonesia?

Eh, udah lama banget ya, pakai jasa Pos Indonesia, kayaknya udah sekian tahun lalu terakhir kali saya menggunakan  jasa pos. Waktu itu, saya ke kantor pos untuk urusan pembayaran pajak kantor secara tunai, karena system pembayaran melalui bank, seringkali offline menjelang tenggat akhir tanggal pembayaran pajak. Dan Pos Indonesia, satu-satunya media pembayaran yang jarang offline, meskipun sudah memasuki tenggat akhir.

Terus, sekarang ternyata Pos Indonesia udah berubah drastis, donk. Kalau tahun 90-an, Pos Indonesia itu identik dengan layanan surat menyurat, pengiriman paket, kirim telegram dan pengiriman uang pakai wesel pos. Kira-kira anak zaman now tau nggak ya, produk-produk itu? Kini, setelah sekian puluh tahun berlalu, wajah Pos Indonesia sudah jauh berbeda.

Btw, nostalgia dulu yuk, sejarah Pos Indonesia dari dulu sampai sekarang.

Pos Indonesia Zaman Dulu

Kalau menurut sejarahnya, Pos Indonesia sendiri berdiri sejak 26 Agustus tahun 1746. Nah kan, Udah lama banget! Bahkan sejak Indonesia belum lahir, tapi Pos Indonesia udah ada. Kurang lebih udah sekitar 272 tahun lalu.

Pada awalnya Pos Indonesia bertujuan untuk lebih menjamin keamanan surat-surat penduduk, terutama bagi mereka yang berdagang dari kantor-kantor di luar Jawa dan bagi mereka yang datang dari dan pergi ke Negeri Belanda.

Pos Indonesia pada awalnya didirikan di Batavia atau yang sekarang ini dikenal sebagai ibukota Indonesia, Jakarta.

Tahun 90-an

Kriiing kriing … !!! Hore pak pos datang. Bagi yang pernah memiliki sahabat pena tahun 90-an, pasti akan kegirangan ketika mendengar bunyi bel sepeda pak pos, yang datang mengantarkan surat.  

Tahun 90-an, hampir setiap hari yang namanya surat, menjadi salah satu alat komunikasi jarak jauh yang paling efektif, murah dan terjangkau bagi siapa saja. Hanya bermodalkan selembar perangko, surat yang ingin kita kirimkan, bisa sampai ke tujuan.

Jenis perangkonya pun beragam: perangko untuk pengiriman surat kilat khusus dengan pengiriman reguler juga berbeda. Prinsipnya, makin banyak perangko yang kita tempel, makin cepat surat yang kita kirimkan.

Bahkan, tahun segitu saya sempat hobi mengoleksi beragam perangko dari berbagai negara. Hobi filateli ini cukup mengasyikan dan bergengsi.

Nggak cuma itu sih, sebagai anak yang sempat mencicipi dunia tahun 90-an di mana semua masih serba analog, pengiriman uang melalui wesel pos juga menjadi salah satu produk unggulan Pos Indonesia kala itu. Beda banget dengan zaman sekarang, pengiriman uang udah makin praktis tinggal kirim melalui transfer bank atau dompet digital.

Pengiriman uang melalui wesel pos ini boleh dibilang cukup ngehitz di zamannya. Mulai dari mahasiswa, siswa sekolah, pekerja rantau, semua menggunakan wesel untuk media pengiriman uang. Selain itu, Pos Indonesia juga merajai jasa pengiriman barang atau paket pada zamannya. Hayoo! Ngaku deh, siapa yang dulu seneng banget kalau dapat wesel pos?

Awal tahun 2000-an

Menjelang awal abad millennium perubahan zaman terjadi. Pos Indonesia meskipun memiliki infrastruktur yang mumpuni dengan jaringan kantor yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia, mulai kembang kempis.

Pasalnya, apalagi kalau bukan teknologi yang semakin canggih. Orang tidak lagi menggunakan surat sebagai media untuk mengirimkan informasi. Surat elektronik (email), whatssap, SMS, Line dan beragam media online menggantikan semua yang dulu dilakukan Pos Indonesia.

Padahal, Pos Indonesia memiliki jaringan kantor dan sumber daya manusia yang tidak sedikit. Tau nggak sih, terdapat 4.561 Kantor Pos, dengan 24.000 titik layanan, yang melayani 100 persen wilayah Indonesia hingga kota/kabupaten, bahkan kecamatan. Kekuatan ini belum tentu dimiliki perusahaan lain.

Wajah Pos Indonesia Kini

Setelah sekian tahun berlalu, kini Pos Indonesia punya wajah baru. Singkat kata, Pos Indonesia masih punya harapan untuk terus hidup.

Tahun 2009 jadi titik tolak Pos Indonesia untuk berubah. Pos Indonesia memulai proses liberalisasi — keluar dari gendongan pemerintah, melihat ke luar, dan menerima tantangan dunia digital dengan merengkuhnya, mengadopsinya, dan jadi bagian darinya.

Era baru dimulai bagi perusahaan berwarna oranye itu.

Pilihan Produk yang Makin Beragam

Kini, kita kalau Pos Indonesia punya beragam produk yang sesuai kebutuhan masyarakat kekinian. Nggak cuma layanan pengiriman logistik, tetapi juga beragam produk-produk yang mempermudah generasi zaman now.

Nggak kalah kok dengan jasa kurir logistik yang makin menjamur. Layanan utama pengiriman surat atau dokumen bisa dilakukan dengan layanan Pos Express, layanan standar, Paket Pos, maupun Pos Kilat Khusus.

Selain itu, Pos Indonesia juga melayani jasa keuangan seperti: Pospay (untuk ragam pembayaran tagihan), Weselpos, Giropos, Fund Distribution, dan Bank Channeling.

Urusan pengiriman logistik juga makin beragam. Mulai dari Transporting, Warehousing, Freight Forwarding, Distribusi Barang, hingga Supply Chain Management. Untuk tarif, boleh dibilang paling murah bila dibandingkan dengan jasa pengiriman logistik sejenis. Distribusi barang dalam negeri atau kargo ritel  menggunakan Publish Rate (masih di dalam Jawa)

Mau beli emas?

Nggak usah bingung, bisa kok melalui Pos Indonesia simak deh, alurnya berikut ini:

Belanja saat Harbolnas juga makin hemat dengan memakai jasa pengiriman Pos Indonesia. Atau mau jadi agen pos? Bisa juga kok. Cek dulu caranya berikut ini.

Pos Indonesia kini punya wajah baru yang lebih fresh dan akomodatif. So, jangan ragu lagi menggunakan jasa Pos Indonesia.

One Reply to “Wajah Baru Pos Indonesia”

  1. wahaha jadul skali ya emg klo inget Pos Indonesia ini. Sampai di bawah tahun 2010an aku jg masih ke kantor pos sih. Ada tugas ngirim surat ke sekolah tp lewat kantor pos gtu. Dan skrg, baru trakhir ke kantor Pos itu kemarenan, buat beli materai 6000 buat kpentingan kantor. Buat jasa pngiriman barang jg bisa ya pdhal, udh tau sih, tp baru tau klo trnyata jaman dulu jg udh ada yg ngirim paket2an barang. cuman blm ada belanja online aja ya wkwk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *