Solo Traveling, Jangan Lupakan Ini

in semua tulisan by

“To travel is to take a journey into yourself.”

Mumpung masih single, banyak lho kegiatan yang bisa dilakukan. Sesekali dalam hidup, coba lakukan hal-hal yang di luar kebiasaan. Solo traveling misalnya. Saya sih pernah beberapa kali melakukannya. Bukan buat sok-sokan atau apa, tapi emang benar-benar pengen melakukan hal-hal yang antimainstream. 

Dan solo traveling adalah jawaban yang paling ampuh menurut saya.

Mengapa? 

Karena dengan solo traveling saya bisa bertemu dengan banyak orang. Orang-orang baru yang bisa ditemui di sepanjang jalan. Ngobrol ngalor-ngidul dan tentunya saya bisa “ngangsu kawruh lan pitutur” (menimba inspirasi) dari mereka. 

Buat saya solo traveling mengajarkan banyak hal: kemandirian, kebebasan, dan kebahagiaan bertemu dengan orang-orang baru. 

Namun, buat sebagian orang solo traveling itu nggak mudah. Khususnya buat wanita, perlu pertimbangan matang-matang sebelum melakukannya. Ya izin dari orangtualah, izin dari suami dan anak-anak (kalau sudah berkeluarga). Bukan berarti nggak boleh lho,ya!

Kalau belum berani sendiri beberapa tips ini bisa lho buat panduan:

Minta Satu Hari Bebas

Kalau traveling sama teman-teman sudah mainstream-lah. Coba deh kalau lagi traveling ramai-ramai, minta ke tour leader buat nyisihin satu hari bebas. 

Bebas ke mana aja dan bebas ngapain apa aja. Yang penting tetap sesuai kesepakatan di awal. Jangan nyusahin teman dan kembali ke penginapan sesuai jadwal yang dijanjikan. Biar teman-teman yang lain nggak bingung nyariin posisi kita. 

Cari Informasi Sebanyak-banyaknya.

Mengumpulkan informasi selengkap-lengkapnya tentang tempat tujuan kita untuk solo traveling merupakan hal yang sangat penting dan membantu biar nggak terlihat ceroboh. Informasi tempat menginap, transportasi di sekitar lokasi wisata hingga jam malam yang mungkin berlaku di sana. Zaman sekarang juga gampang kan nyari infonya di internet. Atau bisa juga tanya ke teman yang pernah ke sana sebelumnya.

Jangan Menundang Perhatian Penjahat

Khusus buat wanita, sebisa mungkin jangan menggunakan perhiasan berlebihan. Gunakan baju yang membuat aman dan nyaman jangan sampai mengundang penjahat mendekat deh, pokoknya. Yang wajar-wajar aja. Kalaupun sedang dalam situasi yang kurang aman, segera mencari tempat aman seperti kantor polisi, pos satpam atau keramaian. Cara lain adalah bisa langsung masuk ke restoran. Intinya sebisa mungkin bersikap tenang dan tidak gegabah.

Pelajari Bahasa Lokal

Jika kalian memutuskan untuk melakukan solo traveling ke daerah tertentu yang bahasanya berbeda dengan bahasa ibu, pelajari dulu bahasa dasarnya. Minimal tahulah cara mengucapkan terima kasih, beberapa kalimat pertanyaan dasar. Hal ini bisa membantu kalau kalian dalam kesulitan.

Jangan Lupakan Proteksi

Kalau belum berani solo trip ke luar negeri, cobain dulu solo trip di dalam negeri. Simpel kan? Eh, tapi satu hal yang perlu diperhatikan adalah faktor perlindungan. Yah, namanya juga keluyuran di kota atau negara orang lain. Kan, serem kalau ada apa-apa. Amit-amit, deh!

Cara yang paling gampang adalah beli asuransi perjalanan. Contohnya bisa beli HappyTrip dari HappyOne ini sih yang paling gampang dan harganya lumayan terjangkau di kantong.

An amateur blogger & life enthusiast by night ● Ancient ● Art ● Travel ● Book ● Culture ● Finance ● Food ● Gamelan ● Javanese

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*