Belajar lagi di Gelaran Indonesia Knowledge Forum VII

in semua tulisan by

Buat saya, bisa menghadiri acara-acara yang membuat pikiran fresh dan semangat, sangatlah menyenangkan. Seperti acara diskusi Indonesia Knowledge Forum (IKF) yang diadakan oleh BCA misalnya. Kenapa seru? Soale, gelaran IKF VII tahun ini, banyak menghadirkan pembicara yang kompeten dibidangnya. Salah satunya adalah Pak Jahja Setiaatmadja. Tau kan, siapa beliau? Yap, beliau adalah Presdir BCA.

Fyi, gelaran IKF tahun ini ternyata sudah memasuki tahun ke 7. Temanya pas banget sama kondisi kekinian, ‘Fostering Innovation and Creating Value Through Transformation’.  Suka banget pokoknya datang ke acara ini.

Opening IKF VII sendiri dimulai pukul 9 pagi. Tapi berhubung pembicara acara ini keren-keren, saya bela-belain deh, datang pagi. Saking semangatnya jam 8 saya udah sampai di lokasi. Maklum takut macet. Kan sayang kalau sampai ketinggalan.

Speech dari Pak Jahja Setiaatmadja

Setelah daftar ulang (maksudnya ngisi daftar hadir), saya segera masuk. Liat-liat berbagai stan pameran yang kece-kece. Diantara orang-orang yang hadir dengan baju batik, saya cuma pakai kemeja lengan panjang. Padahal sih, niat awalnya mau pakai batik juga.

Sebetulnya, acara ini berlangsung selama dua hari. Dari tanggal 9-10 Oktober 2018. Tapi sayang, saya cuma bisa hadir sehari. Gak papa deh, daripada nggak sama sekali ya, kan?

Serunya lagi, forum ini juga diikuti serangkaian expo dan exhibition yang diikuti exhibitor penyedia pengetahuan dan teknologi. Untuk mengikuti acara ini, ada investasi yang harus kita keluarkan. Sekitar Rp 1 juta per hari, kalau mau ikut full 2 hari Rp 3,5 juta. Lumayan, kan? Maklum sih, lokasinya di Hotel Ritz Carlton, Pasific Place, Jakarta. Tapi, biaya segitu sebanding kok, dengan ilmu keren yang diperoleh.

Waktu opening ceremony-nya, bikin saya takjub. Panggung utamanya super lebar, dilengkapi big screen di bagian belakang. Kalau diitung, mungkin lebarnya hampir tiga kali layar bioskop. Selain panggung utamanya yang megah, yang saya suka dari acara opening IKF ini, karena adanya DJ yang menjadi penampil kolaborasi dengan musik gamelan. Indonesia banget deh, pokoknya!

Selesai opening, acara dibuka oleh Presdir BCA, Bapak Jahja Setiaatmadja, beliau menyampaikan bahwa zaman now, bisnis fintech itu banyak banget. Namun, nggak semua bisnis fintech berkembang. Untuk bisa bertahan di bidang ini nggak mudah, harus tangguh dan kreatif serta memiliki beberapa syarat: Harus user friendly, bisa menciptakan critical mass, memiliki produk yang berkualitas, financing dan dipercaya konsumen.

Memang sih, dengan adanya disrupsi digital kayak sekarang, mau nggak mau kita harus bisa beradaptasi. Kalau nggak mau kegilas zaman, kita harus berubah. Baik swasta maupun pemerintah. BCA sendiri sudah beradaptasi dengan masuk dunia digital.

Selain beradaptasi dengan perubahan zaman, kita juga harus bisa melakukan perubahan mindset. Tetap berprinsip pada gaya hidup yang sudah out of fashion, atau mengikuti kebutuhan ilmu pengetahuan. Ini sih, balik ke prinsip masing-masing.

Terus Financing  tuh, buat apa? Ya kalau mau serius bisnis harus berani burning money buat promosi di awal-awal. #NgomongAlaJaksel. 😀 Tuh, buat yang lagi merintis bisnis start-up, saran Pak Jahja bisa dicontek.

Selesai speech dari Pak Jahja, pembicara selanjutnya dari Kementrian Perhubungan yang diwakili oleh Pak Djoko Sasono selaku Sekjen Kemenhub. Beliau menyampaikan informasi bahwa Pemerintah melalui Kemenhub, ikut menjembatani kegiatan dan pertanggungjawaban terhadap konektifitas dalam dunia digital di seluruh wilayah Indonesia.

Speech dari Pak Djoko Sasono

Kemenhub sendiri juga sudah melakukan berbagai adaptasi, dengan menerapkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam mengambil kebijakan. Misalnya, penerapan TIK dalam pelayanan perijinan online atau daring. Kemenhub menyadari bahwa, aplikasi online bertujuan untuk meningkatkan pelayanan dan menjadi faktor penggerak untuk mewujudkan penyelenggaraan transportasi efisien, efektif, transparan dan akuntabel.

Terobosan lain yang juga dilakukan oleh Kemenhub adalah penerapan Electronic Toll Collection System (ETCS). Sistem pembayaran dengan menggunakan On Board Unit (OBU). Dengan berlakunya ETCS secara otomatis waktu transaksi di gardu tol menjadi lebih singkat dan mengurangi kemacetan.

Selain dua pembicara di atas, masih ada 20 pembicara lain yang inspiratif dari beragam industri. Saya merasa beruntung bisa turut berpartisipasi dan menambah ilmu pengetahuan di gelaran Indonesia Knowledge Forum VII ini. Semoga tahun-tahun berikutnya bisa ikut lagi. Amin.

An amateur blogger & life enthusiast by night ● Ancient ● Art ● Travel ● Book ● Culture ● Finance ● Food ● Gamelan ● Javanese

5 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*