Serunya Belajar Food Photography

in food by

Selama ini, saya menganggap kalau yang namanya food photography itu, cuma sekedar memotret makanan. Setelah mengikuti kelas food photography yang diadakan oleh Sigma yang bertempat di Grom Gelato, lotte Shopping avenue lantai GF, saya jadi tahu kalau food photography terbagi dua jenis yaitu Still food dan food style.

Dua genre food photography tersebut mempunyai arti yang berbeda. Still food yaitu jenis fotografi yang hanya mengandalkan makanan sebagai objek. Sementara Food style sendiri jenis fotografi makanan dengan menambahkan property atau talent untuk membuat tampilan semakin menarik.

Food Photography sendiri adalah sebuah genre dari still life photography. Intinya sih, bagaimana membuat makanan yang merupakan benda mati, bisa tampak hidup dan bercerita.

Tips Memotret Makanan

Terus gimana sih, supaya foto makanan tampak menarik? Ternyata gampang, supaya hasil fotonya maksimal ada beberapa teknik yang harus diperhatikan. Tantangan terberatnya adalah bagaimana membuat objek makanan sebagai benda mati bisa terlihat menggiurkan. Buat kalian yang ingin mencoba menjadi food photographer, perhatikan detil berikut ini:

Pencahayaan

Biasanya kan, kalau motret makanan itu seringnya di dalam ruangan. Sudah pasti pencahayaanya kurang maksimal. Nah, saran dari food fotografer Mas Antonius Adisubroto, perhatikan sumber cahaya berasal. Hindari menggunakan cahaya flash, karena akan memberikan efek yang kurang bagus pada makanan.

Ketahui sumber pencahayaan, apakah pencahayaan berasal depan, belakang atau dari samping. Kuncinya, hindari sumber cahaya yang terlalu besar karena akan membuat obyek makanan menjadi over. Disamping itu juga, jangan terlalu sedikit, karena akan membuat tampilan makanan menjadi rusak. Ingat! Cahaya adalah raja, karena dia yang akan memberikan atmosfir dalam setiap foto.

Subyek

Pemilihan subyek, apakah bentuknya bulat, oval atau kubus. Memperhatikan bentuk subyek sangat mempengaruhi hasil foto. Selain itu, bayangkan dulu hasil foto yang kita inginkan, dengan begitu, kita bisa dengan mudah menempatkan subyek foto. Dengan konsep yang baik akan memudahkan kita menentukan background, foreground, dan pengaturan makanannya.

Komposisi

Komposisi juga wajib diperhatikan. Contohnya nih, kalau ingin hasil foto tampak seimbang, atur sedemikian rupa supaya komposisi warna dan gradasinya pas. Jika ada elemen makanan yang ingin di-highlight, atur kontras warnanya supaya tidak bertubrukan. Tampilan wadah dan susunannya juga harus diatur karena akan mempengaruhi hasil foto.

Angle

Manfaatkan setiap angle (sudut foto) supaya tidak kehilangan elemen penting dari suatu makanan. Contoh: jika subyek makanannya ingin terlihat banyak, ambil angle dari atas.

Memang sih, buat saya belajar food photography itu gampang-gampang susah. Tapi, sangat menyenangkan kalau hasil fotonya bisa maksimal.

Belajar Memotret Gelato dengan Grom Gelato

Pada awalnya, saya mengira, yang namanya nama es krim dari ltalia ini, identik dengan es krim gelato pada umumnya. Yang namanya es krim, pasti rasanya super manis dengan pemanis tambahan. Kandungan buah yang sekedarnya, asal ada. Terus ditambah bahan pengawet ini itu, supaya tidak cepat lumer.

Ternyata Grom Gelato ini beda banget. Grom Gelato adalah gelato organik yang kandungan buahnya, dihasilkan dari kebun buah milik sendiri. Nama kebunnya Mura-mura yang berada di Italia dan ditanam secara organik. Luasnya sekitar dua puluh hektar dengan berbagai jenis buah-buahan. Mulai dari Pear, Apricot, Peach, Melon hingga Stroberi.

By the way, Grom Gelato dibuat secara natural tanpa pengawet, pengental atau emulsifier dan pewarna buatan. Selain bahan bakunya yang alami, penggunaan cup dan sendoknya pun juga didesain supaya gampang terurai dengan alam. Nama Grom sendiri, berasal dari nama foundernya, Frederico Grom.

Gampang sih, membedakan gelato dengan pengawet atau bukan. Tunggu saja beberapa menit setelah gelato dihidangkan. Kalau dia tidak mudah lumer, pasti ada tambahan pengental dan pengawet. Beda halnya dengan Grom Gelato. Karena ini gelato organik, kalau didiamkan gampang lumer. Sewaktu belajar pemotretan, kita menggunakan gelato dummy supaya ‘gelatonya’ tidak lumer.

Pilihan rasanya juga macam-macam. Mulai dari Crema Grom, Stracciatella, Fruit Sorbets dan Hot chocolate.

Grom Gelato juga menyediakan affogato organik. Itu lho, minuman unik yang merupakan perpaduan es krim vanilla dengan espresso. Rasanya? Unik kok, karena campuran panas, dingin, manis dan pahit. Bikin penasaran, kan? Selain itu juga ada hot chocolate, shake, granita siciliana dan sorbetto atau sorbet.

Tertarik ingin mencoba?

An amateur blogger & life enthusiast by night ● Ancient ● Art ● Travel ● Book ● Culture ● Finance ● Food ● Gamelan ● Javanese

22 Comments

  1. Terus terang, saya sampai hari ini nggak bisa motoin makanan dengan hasil yang bagus. Susah cari sudut pandang yang menarik. Kalau saya yang moto, hasilnya nggak menggiurkan. Makanya, jarang-jarang mengulas makanan hehee

  2. Saya juga baru tahu dari postingan ini bahwa genre food photography itu ada dua yaitu Still food dan food style. Selama ini foto makanan asal jadi aja. ternyata ada trik-triknya, makasih postingannya ya.. indahnya berbagi,

  3. Jadi pengen mengunjungi kebun organiknya di Itali.. Juga mau cobain AFP Gayo ya haha banyak maunya ya saya.. ups! teknik fotografinya aku paling pusing mikirin komposisi hehe mudah tali sulit

  4. Asyik ya jadi tahu beda dan detailnya masing2
    Aku baca ini juga jadi tahu ya kalau liat foto makanan mana yang fokus makanan aja mana yang dengan tambahan property. Nice info kakak bro 😄

  5. Terus terang, saya belum bisa njepret makanan hasilnya bagus. Susah cari sudut pandang yang menarik. Makanya, jadi jarang-jarang mengulas makanan. Maunya makannya doang.. hehehe..

  6. Duh.. Aku jdi tergtarik pengen ikut kelas photohraphi ni… Soalnya masih belum tau, gimana sih komposisi kontras dan lighting yang benar… Biar enak dipandang,biar hidup gitu…

  7. Betul banget, pernah motret dengan pencahayaan terang/ keras malah jelek. Bagusnya sih yg terang tapi soft. Kalau gk ada alatnya bisa ditutup pakai kertas kyk yg diajari mas Anton kmrn.

  8. Setiap kali baca artikel Mas Achi, saya selalu mendapatkan informasi baru. Penulisannya yang rapi dan sesuai PUEBI membuat saya betah berlama-lama membaca artikel di sini. Bahkan tentang food photography yang biasanya kurang menarik bagi saya.

  9. Hobby banget nih motoin makanan, tapi ya rada susyeh aja nyari the best fotonya kadang satu menu makanan bisa sampai 20 kali jepret dgn aneka angel, untung ya jaman sekarang foto gampang dihapus trus jepret lagi 😂.
    Yang pasti suka kepoin postingan para IGers tentang food photography yg syantik-syantik itu lho jadi menginspirasi sekali. Tapi kalo ilmunya masih tau sedikit-sedikit aja.
    Sedikit curcol ya pak….hehe

  10. Hobby banget nih motoin makanan. Tapi ilmu food photographynya masih cetek bangets maklum nyari ilmunya dengan suka kepoin IGers ttg postingan makanan2nya. Tapi koq eyke lebih minat nyobain resepnya yeeeeaaayyy #eh

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*