Mengunjungi Pameran Seni, Ketahui 6 Aturan Dasar Ini

in semua tulisan by

“Art is something that makes you breathe with a different kind of happiness” — Anni Albers

Memang benar adanya bahwa seni adalah segala sesuatu yang membuat kita bernapas dengan berbagai kebahagiaan yang berbeda. Seni buat saya adalah ekspresi paling jujur dari manusia yang menciptakannya. Seni menggambarkan siapa kita sesungguhnya. Seni adalah keindahan yang membuat dunia terasa lebih lentur tanpa sekat, tidak kaku.

Buat saya, mengunjungi pameran seni menjadi hal yang menyenangkan. Selain bisa menemukan inspirasi, memahami makna yang tersembunyi dibalik sebuah karya seni, membuat saya betah berlama-lama di ruang pameran.

Aturan Tak Tertulis Ketika Menikmati Sebuah Seni

Karya seni yang indah, selain memanjakan mata, pastinya juga mengundang kita untuk mengabadikannya dengan menggunakan gadget. Tapi, perlu diingat bahwa di setiap pameran seni terdapat beberapa aturan dasar yang harus kita ketahui. 6 hal berikut ini, mungkin bisa menjadi panduan saat berkunjung ke sebuah pameran atau galeri seni:

  1. Jangan pernah menyentuh sebuah karya seni. Ini sudah menjadi aturan wajib ketika mengunjungi pameran seni, kecuali seni yang dipamerkan merupakan karya seni yang bersifat interaktif yang membutuhkan interaksi dengan pengunjung. Aturan ini semata-mata untuk menghargai karya seniman dan menjaga supaya kualitas benda seni yang dipamerkan tetap terjaga.
  2. Jangan pernah memotret dengan lampu flash, cahaya lampu kamera secara tidak langsung dapat mengurangi kualitas benda seni yang dipamerkan. Terutama untuk seni lukis, cahaya kamera akan mempengaruhi kualitas warna. Itulah mengapa kita seringkali membaca aturan ini di berbagai galeri seni.
  3. Titipkan tas dan barang bawaan sebelum memasuki ruang pameran. Dengan menitipkan barang bawaan, berarti meminimalisir resiko rusak atau pecahnya benda seni dari kecerobohan kita. Selain itu juga memudahkan kita mengeksplorasi sebuah karya seni tanpa perlu membawa barang tentengan.
  4. Jangan membawa makanan dan minuman ke dalam ruang pameran. Resiko tumpahnya makanan dan minuman menjadi kesalahan fatal ketika kita sedang menikmati karya seni. Untuk itu jangan pernah sekali-kali membawa makanan dan minuman masuk ke dalam pameran atau galeri seni.
  5. Patuhi aturan yang diterapkan oleh penyelenggara pameran. Setiap pameran seni memiliki aturan yang berbeda-beda. Ada yang sifatnya interaktif namun ada pula yang bersifat non-interaktif di mana pengunjung hanya diperbolehkan melihat tanpa menyentuh.
  6. Ketahui garis pembatas di setiap ruang pameran. Untuk menjaga jarak aman pandang, sebaiknya ketahui garis batas yang sudah ditetapkan pihak penyelenggara.

Nah, dengan mengetahui aturan dasar tersebut, kita bisa menjadi pengunjung yang menghargai sebuah karya seni yang dipamerkan.

Art Jakarta 2018 Hadir Kembali bagi Pelaku dan Pecinta Seni lndonesia Melalui Pergelaran 10 tahun yang Lebih Komprehensif

Beberapa waktu yang lalu, saya mengunjungi Art Jakarta 2018. Saya suka banget menikmati beragam karya seni yang dipamerkan dalam ajang tersebut. Lebih dari seribu benda seni dari sekitar lima puluh stand dipamerkan. Ajang tahunan ini ternyata sudah satu dasawarsa diselenggarakan. Memasuki usianya yang ke-10, Art Jakarta 2018 semakin mengalami proses penyempurnaan.

Dilihat dari ragam stand yang ada, Art Jakarta 2018 semakin memanjakan mata dengan ditampilkannya beragam seni modern yang kekinian dan kontemporer dari lndonesia dan internasional. Gelaran tahunan ini menempatkan Jakarta sebagai pusat seni terkemuka di Asia.

Selain menempatkan Jakarta sebagai pusat seni, Art Jakarta 2018 juga menjadi ajang reuni yang bergengsi bagi para kolektor, art dealer, seniman, penikmat dan pecinta seni.

Benda seni yang ditampilkan pun tidak hanya sekedar lukisan atau benda pajangan, tetapi juga perkakas rumah tangga yang sudah diberikan sentuhan seni. Salah satunya yang menarik perhatian saya adalah lemari pendingin dari Modena. Jika biasanya lemari pendingin tampil ‘flat’ dan cenderung berwarna solid, kali ini Modena membuat kulkas produksinya tampil lebih stylish dan elegan. Tiga buah lemari pendingin dilukis secara artistik.

Selain ragam seni rupa, Art Jakarta 2018 juga menghadirkan Art Gram yaitu persona-persona instagram dengan tampilan posting bernuansa seni seperti; NAFA, Biennale Yogya, Museum & Educational (MACAN, Ciputra Artpreuner Museum, SCAD dan Erudio School of Art). Selain itu, Art Jakarta juga mengadakan art talkshow, special exhibition dan art workshop supaya pengunjung mendapatkan insight yang lebih komprehensif.

Dari tahun ke tahun, antusiasme masyarakat terhadap Art Jakarta semakin meningkat. Ini terbukti tidak hanya para pengunjung yang semakin banyak, namun juga para pelaku seni yang mengikuti ajang tahunan ini.

Setiap tahunnya Art Jakarta selalu diselenggarakan di Hotel Ritz-Carlton, Pasific Place, di kawasan Sudirman Central Bussiness District (SCBD), Jakarta. Terhitung mulai dari tahun 2009 hingga sekarang dengan total area sekitar 7500 meter persegi.

Ritz-Carlton sendiri merupakan salah satu ikon hotel bergengsi di kawasan SCBD. Sementara Pasific Place sendiri merupakan mal yang memadukan gaya hidup dan hiburan mewah di Jakarta Selatan. Lokasinya sangat strategis dan memiliki konsep layanan dan sarana yang terbaik.

Dengan adanya kerjasama yang baik antara Art Jakarta, Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), The Ritz-Carlton dan Pasific Place, gelaran Art Jakarta 2018 boleh dibilang sukses. Semoga gelaran tahun berikutnya semakin memberikan wawasan terhadap dunia senirupa yang lebih baik.

An amateur blogger & life enthusiast by night ● Ancient ● Art ● Travel ● Book ● Culture ● Finance ● Food ● Gamelan ● Javanese

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*