Mendaki Gunung Salak : Kemah di Gunung Bunder, Naik ke Puncak Manik

in semua tulisan by

Dikenal sebagai gunung paling angker di Jawa Barat, tak membuat para pendaki ciut nyali untuk naik ke Gunung Salak. Jangan arogan dan jangan pernah menanyakan di mana letak buah salak, jadi dua dari beberapa pantangan jika kamu ingin mendaki salah satu tempat wisata di Bogor yang satu ini. Tentu saja, ada banyak cerita mistis yang bakal kamu dengar jika orang-orang mendengar niatmu untuk naik ke gunung ini.

Di balik kisah-kisah seperti ditemukannya babi sebesar truk tronton atau ular emas yang konon dipercaya sebagai penunggu Gunung Salak, tempat ini menyimpan keindahan yang bikin kamu berdecak kagum jika sudah melihatnya sendiri. Ada beberapa tempat yang wajib kamu datangi jika naik ke gunung ini. Kamu bisa camping di sana, dan menikmati apa yang dipersembahkan oleh alam, untuk kita manusia yang wajib menjaganya.

  1. Gunung Bunder

sumber: wisatagunungbunderbogor.wordpress.com

Hal pertama yang bisa kamu lakukan bareng keluarga atau teman-teman adalah menuju Gunung Bunder yang berada di kaki Gunung Salak. Sebelum mendaki lebih tinggi, kamu bisa berkemah di sini. Pemandangannya yang menakjubkan dijamin bikin kamu tak kehabisan spot untuk berfoto. Tempat ini juga punya beberapa curug yang indah. Sampai di Gunung Bunder ini saja rasanya sudah sangat puas dan fikiran pun segar kembali.

Jika kamu ingin naik lebih tinggi lagi atau memang punya tujuan untuk menuju puncak, tempat ini menjadi lokasi untuk beristirahat mengumpulkan tenaga sebelum melanjutkan perjalanan. Namun kalau kamu tak ingin ke puncak, ada Kawah Ratu yang juga menarik untuk dikunjungi. Kamu yang memang punya hobi mendaki gunung pasti bakal memilih untuk melanjutkan perjalanan sampai ke puncak, bukan?

Baca juga : Ranu Kumbolo, Danau Cantik Yang Misterius

  1. Kawah Ratu

sumber:kompas.com

Perjalanan selanjutnya setelah melewati kaki gunung, jika kamu memang bertujuan menjelajah Gunung Salak berarti kamu wajib mampir ke Kawah Ratu. Untuk menuju sini, lewat jalur Pasir Reungit, harus trekking dulu sejauh 3,6 km yang bisa ditempuh sekitar 2 jam lebih. Jangan khawatir, medan yang lebih banyak landai tak akan membuat kamu lebih cepat lelah. Sebelum sampai ke Kawah Ratu, ada dua kawah yang bakal kamu lewati, yaitu Kawah Mati I dan Kawah Mati II dengan bau belerang yang cukup menyengat.

Berbeda dengan Kawah Ijen atau Tangkuban Perahu yang membentuk kaldera luas atau cekungan dari puncak gunung, Kawah Ratu memang tidak terlalu luas. Bentuknya lebih menyerupai bukit kapur yang berasap di berbagai titik. Sebaiknya memang tidak lama-lama berada di tempat ini. Setelah mengabadikan momen dengan foto atau video, segera lanjutkan perjalanan menjauhi kawah dengan asap belerang yang bisa membahayakan pernafasanmu.

  1. Puncak Manik

sumber:dakatour.com

Bagi yang memang bertujuan untuk naik sampai ke puncak, Gunung Salak dapat didaki dari beberapa jalur. Puncak yang paling sering didaki adalah Puncak Salak II dengan ketinggian 2.180 mdpl dan Puncak Salak I dengan ketinggian 2.211 mdpl. Kamu bisa lewat melalui jalur paling ramai dari arah utara, yaitu Curugnangka yang bakal membawamu ke Puncak Salak II. Dari sini, kamu bisa lanjut ke Puncak Salak I.

Jika tak mau lewat Puncak Salak II, Puncak Salak I bisa juga didaki dari timur, lewat Cimelati, dekat Cicurug, Sukabumi. Di Puncak Salak I ini terdapat petilasan berupa makam, yang disebut-sebut sebagai petilasan Embah Salak. Makam ini kabarnya sempat hancur saat tragedi pesawat Shukoi. Puncak inilah yang disebut Puncak Manik, yang terkenal dengan keindahan pemandangannya. Ini merupakan tempat instagramable yang tak boleh kamu lewatkan untuk mengabadikannya dalam bentuk gambar atau video.

Nah, dari tiga destinasi di atas, kira-kira kamu mau ke mana saja? Jika sudah menginjakkan kaki di area Gunung Salak, memang lebih baik sekalian menuju Puncak Manik, ya. Namun jika kamu hanya ingin berkemah santai, kamu bisa menghentikan penjelajahanmu sampai Gunung Bunder saja. Dan jika kamu masih ingin berkunjung ke tempat wisata lain di Bogor, kamu bisa kunjungi saja halaman Traveloka dan mencari alternatif liburan lainnya.

An amateur blogger & life enthusiast by night ● Ancient ● Art ● Travel ● Book ● Culture ● Finance ● Food ● Gamelan ● Javanese

6 Comments

  1. Entah kenapa aku gak suka proses naik gunung. Padahal penasaran, pemandangan di puncak itu bagus2 dan tiap gunung beda2. Gak punya jiwa petualang, jadi nikmatin pemandangan puncak gunung cukup lewat foto aja 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*