3 Tempat Wisata Gratis dan Instagramable di Jakarta

in semua tulisan by

Mungkin banyak yang belum tahu kalau di Jakarta banyak tempat-tempat unik dan gratis yang bisa dikunjungi untuk menghabiskan liburan akhir pekan. Nah, kalau ingin menikmati sesuatu yang berbeda, kalian bisa mengunjungi tiga tempat yang  hits dan instagramable di Jakarta di bawah ini.

Ramlie Musofa, Masjid yang hits di Jakarta

Masjid yang sedang hits ini memang baru diresmikan pada tanggal 15 Mei 2016. Lokasinya berada di perumahan warga di daerah Sunter. Dengan arsitektur khas gaya timur tengah yang klasik dan minimalis, masjid berwarna putih ini mirip sekali dengan Taj Mahal. Di halaman depan masjid tampak kaligrafi huruf China bertuliskan surat Al Fatihah dengan terjemahan dalam bahasa Indonesia. Tangga masuk masjid terbuat dari marmer hitam, terasa sangat kontras dengan warna masjid yang didominasi warna putih. Masuk ke dalam masjid suasananya begitu damai dan sejuk. Paduan dinding dengan warna putih dan karpet berwarna hijau memberikan kesan tentram dan nyaman.

img-20170205-wa0085_1

Begitu menginjakan kaki ke lantai dua, kita bisa mengeksplorasi bagian dalam masjid dan sekelilingnya. Sebenarnya masjid ini terdiri dari tiga lantai, namun lantai ketiga tidak dibuka untuk umum maupun jamaah masjid. Lantai tiga ini khusus untuk area kubah dan dikunci, kubah masjidnya sangat indah dan megah jika dilihat dari dekat. Masjid ini akan dibuka pada saat jam-jam sholat, pastikan datang kesana pada waktu tersebut. Perhatikan pula ketika mengunjungi tempat ibadah untuk selalu menggunakan pakaian yang sopan dan tertutup.

Ereveld Menteng Pulo, Pemakaman Belanda yang sangat indah

Komplek pemakaman belanda ini berada di dekat Mall Kota Cassablanca, luasnya sekitar 29.000 meter persegi  (sumber Wikipedia). Dibangun khusus untuk mantan perwira militer Belanda. Di sebelah makam terdapat sebuah gereja Simultan yang sangat cantik arsitekturnya, gereja ini mengadopsi empat simbol agama yang berbeda. Kemungkinan besar simbol tersebut memiliki arti bahwa siapapun mereka yang dimakamkan disini adalah manusia yang memiliki kesamaan hak untuk dihormati di peristirahatan terakhir mereka tanpa memandang agama.

Yang unik dari gereja ini adalah adanya salib yang terbuat dari bantalan rel kereta api. Kayu bekas bantal rel ini didatangkan khusus dari Thailand dan Myanmar. Tepat di samping gereja terdapat  Columbarium, koridor dengan jajaran tabung berisi abu jenazah korban perang yang dikremasi. Masing-masing tabung bertuliskan nama, tanggal lahir serta tanggal wafat. Perlu diperhatikan pula ketika mengambil gambar kita dilarang untuk memotret langsung dengan berfokus pada nama tersebut. Cukup mengambil gambar dari jarak jauh, ini adalah bentuk penghormatan kita kepada mereka yang telah gugur

.

Komplek pemakaman ini sangat indah dan bersih. Papan nisan berwarna putih, kontras dengan hamparan rumput hijau yang menjadi latarnya. Jika beruntung, kita diperbolehkan pula untuk melihat hamparan pemakaman ini dari atas menara gereja.

Jpeg
Air mancur di halaman gereja

Museum Tengah Kebun, berkelana ke dunia masa lampau

Ini adalah salah satu museum terbaik yang pernah saya lihat di Jakarta. Dikelola oleh yayasan pribadi milik Bapak Sjahrial Djalil. Lokasinya berada di Kemang Timur, siapa sangka di tengah-tengah kawasan elit Kemang, terdapat sebuah rumah kebun yang mengoleksi hampir empat ribu lebih artefak kuno yang tak ternilai harganya. Rumah pribadi ini setiap ruangnya mempunyai nama yang diambil dari artefak yang menjadi ikon dari ruang tersebut. Salah satu contohnya adalah ruang Loro Blonyo, sebuah foyer yang disisinya terdapat sepasang patung pengantin Jawa.

Bangunan utama rumah ini mengadopsi gaya rumah Jawa, meskipun  bukan bangunan Joglo. Di bagian belakang terdapat sebuah kolam renang yang dikelilingi pepohonan. Disamping kanan rumah utama terdapat sebuah gazebo yang bisa digunakan untuk bersantai sambil menikmati teh. Beberapa artefak kuno juga dipajang disini. Suasananya benar-benar hijau asri dan menyejukkan, hampir tak menyangka kalau tempat ini berada di tengah-tengah kota Jakarta.

fa8801a812483167c28c2989cee9ec31
Menikmati sejuknya hawa kebun

Ribuan koleksi museum ini dikumpulkan sendiri oleh Bapak Sjahrial Djalil selama 42 tahun. Beliau seringkali mendapatkan barang-barang ini dari balai lelang ternama di seluruh dunia, seperti balai lelang Christie. Tak jarang pula beliau harus menebus benda-benda langka ini dengan membangun sebuah sekolah sebagai gantinya, seperti sebuah patung yang didapatkan dari daerah Kedu.

blog3
Salah satu koleksi museum

Penataan museum ini sangat indah dan artistik, tidak menjemukkan seperti layaknya sebuah ruang pameran. Setiap koleksi dilengkapi dengan keterangan nama, asal benda dan tahun penemuannya. Tak heran bila museum ini mendapatkan penghargaan sebagai museum swasta terbaik dari ajang Museum Award 2013 yang lalu. Membutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk mengelilingi museum ini, itupun rasanya belum cukup untuk menikmati setiap detail koleksinya.

Jadi, dari ketiga tempat unik dan cantik diatas, manakah yang sudah kalian kunjungi? Selain indah, tentu ketiga tempat tersebut juga gratis. Kecuali masjid Ramlee Musofa, kita perlu reservasi terlebih dahulu untuk mengunjunginya. Yuk, sesekali meluangkan waktu untuk melihat oase disekitar Jakarta.

Reservasi Makam Ereveld (021) 89777877 Museum Tengah Kebun 081311273300 (Ryan)

An amateur blogger & life enthusiast by night ● Ancient ● Art ● Travel ● Book ● Culture ● Finance ● Food ● Gamelan ● Javanese

28 Comments

  1. Informatif dan bikin mupeng. Destinasi pertama yg gagal di kunjungi abis semak daun kemaren huhuhu jadi pengen!

  2. Penasaran sama evereld, tiap hari ngelewatin, tapi lucu juga kalo ujug2 foto sendirian, smoga next agenda jdwal ga bntrok dgn keg. Lain..

    Btewe Ramlie Mustofa masih d Jakarta mas? Keknya jauuuuuh bingitz ya waktu itu, yg akhirnya gak nyampe 😂😂

  3. Masjid yg di sunter itu. Dulu pernah punya rencana ya anak2 semak daun. Tp batal. Poor me.
    Pemakaman dan museum itu kubbu pernah datang ya. Kapan2 adakan lg dong Mas. Eh, yg diAncol pemakamannya mirip ya sama yg di Menteng.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*