Ngobrol Kemanusiaan Bareng ACT

in review/semua tulisan by

“Life is like breathing, in times we inhale and in other times we exhale. Hopefully, the many breaths we can take can be beneficial for others”

Pagi itu di sebuah meja sembari menikmati teh stroberi, saya termenung membaca sebuah kutipan yang tertulis di sebuah kalender. Singkat namun maknanya mendalam. “Kehidupan itu laksana tarikan nafas, suatu saat kita menarik nafas, pada saat yang lain kita menghembuskan nafas. Berharap, sebanyak apapun nafas yang kita hirup hendaknya menjadi bermanfaat untuk orang lain”. Kehadiran saya di Rumah Makan Raja Rasa hari itu memang sudah saya jadwalkan. Meskipun saat bangun tidur saya sempat salah baca waktu yang tertera dalam surat elektronik, namun Alhamdulillah dapat mengikuti keseluruhan acara dengan baik.

Tahun ini, dalam rangka meningkatkan pelayanan dunia filantropi Indonesia, Aksi Cepat Tanggap (ACT) sebagai salah satu foundation yang memfokuskan kiprahnya dalam bidang kemanusiaan, kembali menggandeng para penggiat media sosial, komunitas blogger dan komunitas sosial untuk sharing bareng sekaligus mensosialisakan beberapa programnya dengan menggelar talkshow yang bertajuk Greatness Starts from Humanity. Berlokasi di sebuah rumah makan di bilangan Ampera, ACT memperkenalkan program-program filantropi dengan konsep yang berbeda di kalangan anak muda.

img-20170225-wa0030
Blogger ngobrolin kemanusiaan

ACT pada awalnya identik dengan penanganan bencana, namun seiring kebutuhan di lapangan ACT mulai memperluas programnya. Jika selama ini bencana selalu identik dengan sesuatu yang negatif, ACT justru melihatnya dari sisi yang berbeda. Bencana adalah lahan kebaikan bagi seluruh umat manusia yang membuat peradaban manusia menjadi lebih baik dari sebelumnya. Melalui tiga pilar utama ACT Humanity, Philantrophy dan Volunteerism, ACT mengusung tiga program utamanya yaitu Global Zakat, Global Wakaf dan Global Kurban.

Bencana kemanusiaan itu sifatnya darurat, bisa diprediksi namun tidak bisa dipastikan secara tepat. Begitu pula penanganan bencana, tidak cukup hanya dengan acara yang bersifat seremonial seperti pembagian sembako. Penanganan bencana itu sifatnya berkelanjutan mulai dari mitigasi, pencegahan, recovery hingga rekontruksi yang pada akhirnya diharapkan mendapatkan output yang lebih baik dari sebelum terjadinya bencana.

Jika dahulu sebuah negara dapat dikatakan hebat apabila indikator pertumbuhan ekonominya positif, indikator lainnya negara yang hebat harus memiliki kekuatan militer yang dapat diandalkan. Namun kedua indikator tersebut pada saat ini sudah mulai bertambah, yaitu indikator sosial. Salah satunya adalah kemampuan sebuah negara untuk menjadi manfaat bagi negara lain. Bapak Ahyudin, selaku Presiden sekaligus Founder ACT memberikan contoh, Turki saat ini bisa disebut menjadi role model sebagai negara yang memiliki indikator sosial yang cukup baik. Turki menjadi satu-satunya negara yang mampu menampung sekitar empat juta pengungsi karena konflik dari berbagai negara tetangganya. Salah satunya adalah Suriah.

Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang resmi diluncurkan pada tanggal 21 April 2005, tetap konsisten memfokuskan kiprahnya dalam bidang kemanusiaan dengan mengenalkan salah satu programnya  yaitu Kurban Progresif, semakin dini pekurban berakad kurban, akan semakin murah harga hewan kurbannya. Dengan adanya layanan tersebut diharapkan masyarakat bisa membeli hewan kurban dengan harga terjangkau.

Sebesar apapun masalah kemanusiaan, insha Allah dapat diatasi dengan adanya kesadaran masyarakat untuk lebih  peduli dengan sesamanya melalui filantropi. Jika ada bencana namun masyarakat tetap tidak peduli, maka bencana akan tetap ada. Dengan berbagi kita belajar untuk menjadi manfaat bagi orang lain. Jika kita mengorbankan waktu dan tenaga untuk membantu masalah orang lain, Tuhanpun akan membantu urusan kita. Tutur Ahyudin.

Kedepan, ACT diharapkan mampu menggerakan dunia filantropi Indonesia menjadi lebih baik. Diskusi menarik Greatness Starts from Humanity siang itu kita akhiri dengan santap siang bersama. Jamuan cita rasa Indonesia ala Raja Rasa sudah menunggu. Betapa indahnya dunia jika semua umat manusia mengerti untuk saling berbagi.

Bagi yang ingin bergabung atau ingin menjadi relawan, informasi ACT bisa diakses melalui sosial media twitter dan instagram  @ACTforhumanity  dan facebook AksiCepatTanggap dan yang ingin menyalurkan dana Ziswaf informasinya bisa diakses melalui www.globalwakaf.com www.globalqurban.com dan www.sedekahpangan.com Salam.

An amateur blogger & life enthusiast by night ● Ancient ● Art ● Travel ● Book ● Culture ● Finance ● Food ● Gamelan ● Javanese

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*