Mencicipi Kuliner Jawa di Rumah Sarwono

in food/semua tulisan by

Tradisi kuliner nusantara khususnya di Jawa memang susah dipisahkan dari budaya ‘ngiras’ di warung-warung jalanan. Entah hanya sekedar ngopi atau ngeteh sore-sore di angkringan maupun sekedar menikmati camilan ubi rebus, sate usus, gorengan dan sejenisnya. Nuansa seperti itu akan sangat mudah ditemui saat kita berada di Jogja ataupun di Solo. Dua kota yang notabene mewarisi akar budaya Jawa yang sangat kuat. Lain halnya jika kita tinggal di ibukota, akan sangat sulit mencari tempat nongkrong yang bernuansa homey layaknya rumah eyang di pedalaman Jawa.

dsc_6756
Pendopo Rumsar. Sumber  www.rumahsarwono.com

Beruntung sekali saya dan teman-teman diundang untuk mencicipi menu-menu dari www.rumahsarwono.com konsep budaya ‘marung’ yang sangat khas layaknya di Jawa dihadirkan kembali untuk mengobati rasa kangen akan kampung halaman. Menu-menu rumahan seperti Sayur Lodeh, Sayur Asem, Oseng-oseng Jantung Pisang, Sate, lauk-pauk ala angkringan, teh kental yang direbus langsung dengan anglo, Teh Sereh dan sebagainya diusung kembali untuk menciptakan nostalgia makan di rumah eyang. Meskipun menu rumahan tapi rasanya dijamin tidak murahan. Semua disajikan secara buffet dengan sistem all you can eat, cukup sekali bayar kita bisa makan sepuasnya.

Berlokasi di bilangan Pejaten Jaksel, www.rumahsarwono.com mengusung kembali konsep warung jalanan yang nyaman di tengah-tengah ibukota. Bangunan Joglo khas Jawa lengkap dengan pendopo yang berada di bagian belakang, bisa digunakan untuk acara gathering atau wedding party yang mampu menampung hingga seribu tamu. Di areal tengah juga bisa digunakan untuk outdoor party.

area_sawah
wedding venue

Atmosfir Jawa semakin terasa bila masuk ke dalam area pendopo. Teras dan pajangan kuno sengaja dibiarkan seperti aslinya tanpa mengurangi nilai estetika. Mushola serta toilet pun dibuat sedemikian rupa mirip bangunan di desa-desa. Seperti menginjakkan kaki di halaman rumah eyang. Saat senja tiba, suasana halaman menjadi lebih temaram dan romantis karena dilengkapi dengan lampu-lampu hias. Kombinasi ubin kuno dengan penataan furnitur yang penuh gebyok menambah keistimewaan www.rumahsarwono.com

Kembali mengulas menu-menu yang disajikan www.rumahsarwono.com saya suka sekali dengan Teh Serehnya, kombinasi antara teh dan rasa sereh yang segar cukup membuat saya ketagihan mencicipinya. Untuk makanan berat saya suka dengan tumis Jantung Pisang campur  ikan Teri, sudah lama sekali saya tidak menikmati makanan tersebut selama tinggal di Jakarta. Penyajian kuliner www.rumahsarwono.com memang terkesan sederhana namun rasanya tetap istimewa buat penikmat kuliner ibukota yang merindukan nuansa jalanan ala kampung halaman. Apalagi diiringi  uyon-uyon suara gamelan tentu semakin menambah nikmatnya suasana. Selamat mencicipi!

*ngiras/marung : makan di warung

*uyon-uyon : tembang karawitan

An amateur blogger & life enthusiast by night ● Ancient ● Art ● Travel ● Book ● Culture ● Finance ● Food ● Gamelan ● Javanese

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*