Sajak-mu piye?

in semua tulisan by

Kelak, apa yang disebut cinta ialah saat bahuku menjadi tempat singgah bebanmu, dan kita bahu membahu @samudra_hening

Pada roda yang berputar, kita adalah jeruji yang saling mengejar, berdekatan namun saling menghindar. ~ @samudra_hening

Matamu mulai terlihat hujan, disini aku berteduh dibawah payung rindu @samudra_hening

Puisi adalah baju, caramu untuk mempercantik rindu, caraku merindukanmu. – @samudra_hening

Sajak memang tak pernah mencintaimu, namun ia setia menghiburmu. ~ @samudra_hening

Bekas pelukmu, serupa takbir malam ini, menggema di penjuru langit ingatanku. – @samudra_hening

Cinta itu cuma pinjaman, jaminannya hati, kalo jatuh tempo lunasilah dengan ikhlas,kembalikan hati kepada yang punya hak milik #random

Di sini, rindu diciptakan waktu, direkatkan jarak dalam langit ingatanku. – @samudra_hening

Hatimu, tempat tidur yang nyaman tanpa takut diberi mimpi. – @samudra_hening

Saat matamu terlihat mendung, buru-buru aku berteduh di hatimu. – @samudra_hening

Bola matamu, ruang santai tempat pikiranku berbaring tanpa diam @samudra_hening

Mencintaimu, seperti memamah biak waktu, tak cukup menelan ribuan jam untuk mencernamu. – @samudra_hening

Bahkan gulapun berteman kopi, tak nikmat jika diseduh sendirian,habis pahit terbitlah manis,berlaku juga untuk hidup #NgomyangSamaKopi

Barangkali inilah rindu yang dikacaukan waktu, seperti Adam menunggu tulang rusuk seratus juta tahun lalu. – @samudra_hening

Disudut meja, seringkali anganku terjebak, akankah kau sang sosok yang berada diantara asbak dan puntung rokok? @samudra_hening

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*