Wajah Baru Pos Indonesia

Kapan terakhir kali menggunakan jasa Pos Indonesia?

Eh, udah lama banget ya, pakai jasa Pos Indonesia, kayaknya udah sekian tahun lalu terakhir kali saya menggunakan  jasa pos. Waktu itu, saya ke kantor pos untuk urusan pembayaran pajak kantor secara tunai, karena system pembayaran melalui bank, seringkali offline menjelang tenggat akhir tanggal pembayaran pajak. Dan Pos Indonesia, satu-satunya media pembayaran yang jarang offline, meskipun sudah memasuki tenggat akhir.

Terus, sekarang ternyata Pos Indonesia udah berubah drastis, donk. Kalau tahun 90-an, Pos Indonesia itu identik dengan layanan surat menyurat, pengiriman paket, kirim telegram dan pengiriman uang pakai wesel pos. Kira-kira anak zaman now tau nggak ya, produk-produk itu? Kini, setelah sekian puluh tahun berlalu, wajah Pos Indonesia sudah jauh berbeda.

Btw, nostalgia dulu yuk, sejarah Pos Indonesia dari dulu sampai sekarang.

Pos Indonesia Zaman Dulu

Kalau menurut sejarahnya, Pos Indonesia sendiri berdiri sejak 26 Agustus tahun 1746. Nah kan, Udah lama banget! Bahkan sejak Indonesia belum lahir, tapi Pos Indonesia udah ada. Kurang lebih udah sekitar 272 tahun lalu.

Pada awalnya Pos Indonesia bertujuan untuk lebih menjamin keamanan surat-surat penduduk, terutama bagi mereka yang berdagang dari kantor-kantor di luar Jawa dan bagi mereka yang datang dari dan pergi ke Negeri Belanda.

Pos Indonesia pada awalnya didirikan di Batavia atau yang sekarang ini dikenal sebagai ibukota Indonesia, Jakarta.

Tahun 90-an

Kriiing kriing … !!! Hore pak pos datang. Bagi yang pernah memiliki sahabat pena tahun 90-an, pasti akan kegirangan ketika mendengar bunyi bel sepeda pak pos, yang datang mengantarkan surat.  

Tahun 90-an, hampir setiap hari yang namanya surat, menjadi salah satu alat komunikasi jarak jauh yang paling efektif, murah dan terjangkau bagi siapa saja. Hanya bermodalkan selembar perangko, surat yang ingin kita kirimkan, bisa sampai ke tujuan.

Jenis perangkonya pun beragam: perangko untuk pengiriman surat kilat khusus dengan pengiriman reguler juga berbeda. Prinsipnya, makin banyak perangko yang kita tempel, makin cepat surat yang kita kirimkan.

Bahkan, tahun segitu saya sempat hobi mengoleksi beragam perangko dari berbagai negara. Hobi filateli ini cukup mengasyikan dan bergengsi.

Nggak cuma itu sih, sebagai anak yang sempat mencicipi dunia tahun 90-an di mana semua masih serba analog, pengiriman uang melalui wesel pos juga menjadi salah satu produk unggulan Pos Indonesia kala itu. Beda banget dengan zaman sekarang, pengiriman uang udah makin praktis tinggal kirim melalui transfer bank atau dompet digital.

Pengiriman uang melalui wesel pos ini boleh dibilang cukup ngehitz di zamannya. Mulai dari mahasiswa, siswa sekolah, pekerja rantau, semua menggunakan wesel untuk media pengiriman uang. Selain itu, Pos Indonesia juga merajai jasa pengiriman barang atau paket pada zamannya. Hayoo! Ngaku deh, siapa yang dulu seneng banget kalau dapat wesel pos?

Awal tahun 2000-an

Menjelang awal abad millennium perubahan zaman terjadi. Pos Indonesia meskipun memiliki infrastruktur yang mumpuni dengan jaringan kantor yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia, mulai kembang kempis.

Pasalnya, apalagi kalau bukan teknologi yang semakin canggih. Orang tidak lagi menggunakan surat sebagai media untuk mengirimkan informasi. Surat elektronik (email), whatssap, SMS, Line dan beragam media online menggantikan semua yang dulu dilakukan Pos Indonesia.

Padahal, Pos Indonesia memiliki jaringan kantor dan sumber daya manusia yang tidak sedikit. Tau nggak sih, terdapat 4.561 Kantor Pos, dengan 24.000 titik layanan, yang melayani 100 persen wilayah Indonesia hingga kota/kabupaten, bahkan kecamatan. Kekuatan ini belum tentu dimiliki perusahaan lain.

Wajah Pos Indonesia Kini

Setelah sekian tahun berlalu, kini Pos Indonesia punya wajah baru. Singkat kata, Pos Indonesia masih punya harapan untuk terus hidup.

Tahun 2009 jadi titik tolak Pos Indonesia untuk berubah. Pos Indonesia memulai proses liberalisasi — keluar dari gendongan pemerintah, melihat ke luar, dan menerima tantangan dunia digital dengan merengkuhnya, mengadopsinya, dan jadi bagian darinya.

Era baru dimulai bagi perusahaan berwarna oranye itu.

Pilihan Produk yang Makin Beragam

Kini, kita kalau Pos Indonesia punya beragam produk yang sesuai kebutuhan masyarakat kekinian. Nggak cuma layanan pengiriman logistik, tetapi juga beragam produk-produk yang mempermudah generasi zaman now.

Nggak kalah kok dengan jasa kurir logistik yang makin menjamur. Layanan utama pengiriman surat atau dokumen bisa dilakukan dengan layanan Pos Express, layanan standar, Paket Pos, maupun Pos Kilat Khusus.

Selain itu, Pos Indonesia juga melayani jasa keuangan seperti: Pospay (untuk ragam pembayaran tagihan), Weselpos, Giropos, Fund Distribution, dan Bank Channeling.

Urusan pengiriman logistik juga makin beragam. Mulai dari Transporting, Warehousing, Freight Forwarding, Distribusi Barang, hingga Supply Chain Management. Untuk tarif, boleh dibilang paling murah bila dibandingkan dengan jasa pengiriman logistik sejenis. Distribusi barang dalam negeri atau kargo ritel  menggunakan Publish Rate (masih di dalam Jawa)

Mau beli emas?

Nggak usah bingung, bisa kok melalui Pos Indonesia simak deh, alurnya berikut ini:

Belanja saat Harbolnas juga makin hemat dengan memakai jasa pengiriman Pos Indonesia. Atau mau jadi agen pos? Bisa juga kok. Cek dulu caranya berikut ini.

Pos Indonesia kini punya wajah baru yang lebih fresh dan akomodatif. So, jangan ragu lagi menggunakan jasa Pos Indonesia.

Pengen Punya Bayi Tabung? Konsultasi Dulu dengan dr. Indra NC Anwar Sp. OG

“Duh, umur segini belum hamil dan punya anak” kalimat ini pendek dan sederhana, tapi rasanya menyedihkan kalau keluar dari bibir sahabat atau teman sendiri. Ada lho, beberapa teman saya yang suka curhat begini. Saya mengerti betul perasaan mereka. Meskipun saya belum menikah (bukan tjurhat) dan nggak akan hamil karena saya laki-laki, saya bisa memahami kekhawatiran mereka. 

Apalagi budaya patriarki yang mayoritas dianut oleh negara kita, seringkali memberikan stigma buruk tentang wanita yang belum memiliki anak setelah bertahun-tahun menikah. Beragam cap negatif ditempelkan pada wanita. Padahal, faktor kehamilan kan, nggak cuma dari istri, tapi juga dari tingkat kesuburan suami.

Kalau mau ikhtiar lebih, ada banyak cara kok, untuk bisa hamil dan memperoleh keturunan. Salah satunya adalah dengan program bayi tabung.

Eh, ini mau ngomongin apa sih? 

Maaf, maaf … konten kali ini agak dewasa. Semoga nggak dianggap pornografi, sudah pada besar, kan?

dr. Indra N.C. Anwar Sp. OG

Sedikit sharing sih, setelah beberapa waktu lalu saya bertemu dengan dr. Indra NC Anwar, Sp. OG, beliau ini dokter spesialis kandungan, saya jadi banyak tau tentang prosedur bayi tabung.  Selama ini saya babar blas nggak tau apa-apa tentang bayi tabung. Ya maklumlah.

Jadi apa itu bayi tabung?

Zaman sekarang, praktik reproduksi buatan seperti  bayi tabung adalah salah satu solusi bagi mereka yang ingin memiliki anak, tapi terhambat oleh beragam faktor seperti kesehatan, kesuburan maupun faktor genetik. Teknik ini sudah lama dipakai oleh banyak pasangan untuk mendapatkan momongan. Kalau menurut sejarahnya sih, bayi tabung pertama di dunia lahir pada tahun 1978. Jadi sudah lumayan lama.

Praktik bayi tabung ini nama kerennya In Vitro Fertilisation atau IVF.

Prosesnya cukup panjang dan harus dikerjakan oleh ahlinya.  Bayi tabung ini melibatkan sel telur wanita dewasa yang diambil dari ovarium dan akan ditempatkan dalam tabung khusus di laboratorium buat dibuahi sperma. Kalau proses fertilisasinya berhasil, maka sel telur akan dipindahkan ke rahim wanita dengan harapan akan terjadinya kehamilan.

Diskusi seru soal bayi tabung dengan dr. Indra

Nah, proses pembuahan yang terjadi di dalam tabung ini yang menjadi awal mula istilah bayi tabung. Jadi bukan bayi yang berasal dari tabung cem gelas ya. 😀

Di Indonesia sendiri praktik bayi tabung syaratnya sangat ketat dan nggak bisa sembarangan. Pasangan yang ingin mendapatkan momongan bayi tabung haruslah pasangan resmi dan wajib menunjukkan buku nikah serta kartu KTP. Syarat administratif ini wajib,  jadi nggak bisa sembarangan ya!

Mengapa harus melalui bayi tabung, apakah nggak ada cara lain? Apa alasannya?

Jadi gini, pasangan suami istri yang sudah menikah cukup lama dan belum punya momongan, sebaiknya segera periksa ke dokter. Kondisi infertil atau kurang subur ini, bisa dialami pasangan suami istri yang secara teratur melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan alat kontrasepsi selama setahun dan belum hamil.

Nggak cuma istrinya saja yang diperiksa, tapi suaminya juga, keduanya wajib ya. Faktor yang memengaruhi kesuburan ini banyak, lho. Kalau laki-laki tolong jangan biasakan memakai celana terlalu ketat. Celana dalam yang ketat, menimbulkan lingkungan yang kurang ramah untuk produksi sperma.

Penggunaan laptop  pada posisi yang terlalu dekat dengan area vital laki-laki bisa meningkatkan suhu skrotum hingga 35 derajat. Peningkatan suhu ini punya efek yang merugikan pada proses pembentukan gamet jantan. So, ati-ati ya, jangan terlalu dekat meletakkan laptop dekat area vital. Nah, kalau faktor kesehatan istri  bisa dicek dulu, apakah ada kista, myom, polip dan faktor kesehatan lainnya.

Faktor klinis lainnya banyak, jadi kalau mau tau lebih detail bisa langsung periksa ke dokter. Salah satunya dengan dr. Indra tadi. Beliau ini praktik di Morula IVF BIC (Bunda Internasional Clinic).

Berapa biayanya?

Tahapan untuk mendapatkan momongan itu nggak harus langsung dengan bayi tabung. Tahap awal bisa dilakukan inseminasi. Inseminasi buatan adalah proses pembuahan dengan cara memasukkan sperma ke dalam rahim.

Kesempatan hamil dengan program ini rata-rata berkisar 5-25 persen. Usia juga turut memengaruhi. Usia istri dibawah 35 tahun tingkat keberhasilannya antara 15-25 persen. Lebih dari 35 atau kurang dari 40 tahun sekitar 5 persen. Balik lagi tergantung dengan kondisi klinis pasangan.

Empat sampai enam minggu sebelum jadwal inseminasi, calon ibu diminta minum pil hormonal untuk merangsang terjadinya ovulasi, yakni proses matang dan keluarnya sel telur. Biayanya sekitar 15jutaan. Cek laboratorium darah sekitar 8jutaan. Biaya obat-obatan antara 10-40juta. Frozen embriyo transfer alias simpan beku sperma dan embrio antara 5-6jutaan.

Masing-masing pasien berbeda-beda, tergantung kasusnya. Sementara jika harus melalui bayi tabung, total biaya dari awal sampai hamil sekitar 80jutaan.

Berapa usia yang cocok untuk melakukan program bayi tabung bagi istri?

Faktor usia menjadi penentu tingkat kesuburan. Jika istri sudah memasuki usia lebih dari 35 tahun, sebaiknya langsung ambil tindakan bayi tabung. Semakin muda usia calon ibu, semakin besar peluang keberhasilan program bayi tabung. Karena semakin bertambahnya usia, membuat jumlah dan kualitas sel telur semakin berkurang. Meskipun begitu, usia paling tinggi yang pernah berhasil melakukan program bayi tabung adalah 45 tahun.

Seandainya dokter menyarankan untuk langsung mengambil program bayi tabung, jangan langsung keburu pengen bikin anak kembar ya. Bukan apa-apa, meskipun bisa, risiko bayi kembar itu sangat tinggi. Bisa lahir premature, tumbuh kembang janinnya berbeda, serta membutuhkan biaya yang cukup besar. Tujuan untuk melahirkan bayi tunggal supaya bisa menghasilkan embrio yang bagus.

Kapan waktu yang cocok untuk program bayi tabung?

Langkah awal sebelum melakukan program bayi tabung adalah dengan menentukan masa subur pasangan suami istri untuk mengatur hubungan seksual pada masa tersebut. Bagi istri, program bayi tabung baru bisa dilakukan saat hari ke-2 menstruasi.

Berapa persen tingkat keberhasilannya?

Nggak ada yang menjamin semua program bayi tabung yang dijalani pasangan suami istri berhasil seratus persen. Yah, namanya juga ikhtiar, hukumnya wajib. Perkara hasil serahkan saja sama Yang Di Atas. Kuncinya: semakin dini usia untuk melakukan program bayi tabung, semakin besar peluang keberhasilannya.

Jika pasangan suami istri sudah menikah dua tahun dan belum dikaruniai momongan, lebih baik mulai mempertimbangkan program bayi tabung. Karena semakin lama menunggu, peluangnya akan semakin berkurang.

Buat yang bingung ke mana harus konsultasi dan pengen punya momongan melalui program bayi tabung, cek aja akun instagram dr. Indra. Alamat praktiknya di dua tempat berikut ini ya:

Morula IVF The BIC, Jl. Teuku Cik Ditiro No.12, Gondangdia, Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Telp (021) 291 86133

Klinik Teratai RS Gading Pluit – Lt 4 Jalan Boulevard Timur Raya, Kelapa Gading Jakarta. Telp (021) 456-6663/452-1001 sms center 0888-858-6663

Ada Bangsal Rawat Inap Khusus Remaja di RS Dharmais

Salah satu sudut bangsal rawat inap remaja di RS Dharmais, lucu ya!

Jujur, ketika saya mendapat ajakan untuk mengunjungi rumah sakit, saya langsung merasa kurang nyaman. Ya, saya salah satu orang yang kurang menyukai suasana rumah sakit. Bukan hanya itu, bau obat-obatan, emergency room, ruang operasi dan segala macamnya, membuat saya pusing dan mual.

Selain itu, ketika mengunjungi rumah sakit, saya seperti diajak flashback beberapa tahun lalu saat dirawat dan melakukan operasi kecil. Saya sadar, rasa trauma seperti ini memang nggak mudah dihilangkan. Alasan-alasan inilah yang membuat saya kurang suka dengan suasana rumah sakit.

Sebagai orang yang tidak menyukai hawa-hawa rumah sakit, saya sangat salut dengan teman-teman yang memilih jalur profesi dan terjun ke dunia medis, yang buat saya seperti memiliki hawa negatif. Entah itu dokter, perawat, apoteker atau profesi apapun yang berhubungan dengan dunia medis.

Sedikit cerita, belum lama ini saya diajak untuk mengunjungi peresmian bangsal rawat inap remaja bagi teman-teman cancer fighter. Tepatnya di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta. Nggak gampang buat saya berdamai dengan situasi seperti ini. Namun, saya berpikir ulang, apakah saya mau terus-terusan dijajah dengan rasa khawatir dan trauma seperti ini?

Mirip ruang belajar, pasien remaja pun jadi lebih semangat.

Akhirnya, dengan mantap saya menerima ajakan tersebut. Sekali lagi, nggak mudah buat saya untuk melangkahkan kaki ke sana. Selain itu, di rumah sakit tersebut saya serasa diingatkan kembali oleh sahabat baik saya, yang beberapa tahun silam berpulang di sana. Sedih? Tentu saja, tapi saya harus kuat.

Belajar dari Seorang Survivor dan Cancer Fighter

Sedikit mengenang, sebelum saya berpindah profesi dan beralih kerja di tempat yang baru, saya mempunyai nasabah seorang survivor dan cancer fighter. Saya cukup dekat dengan beliau sewaktu masih bekerja di dunia perbankan. Beliau ini kakak kandungnya mantan petinggi negeri.

Meskipun sekarang saya sudah berpindah profesi, kami masih berhubungan baik dan masih keep in touch. Dulu, saya sering berkunjung ke rumahnya untuk sekadar silaturahmi dan belajar banyak dari beliau. Mantan nasabah saya ini seorang ibu-ibu yang sudah berumur.

Beliau cukup kuat dalam menghadapi cobaan yang demikian berat. Pada akhirnya, beliau mampu sembuh dan terbebas dari kanker. Sewaktu melakukan pengobatan atau kemoteraphy, beliau selalu mengajak “alat-alat medis berkomunikasi”. Dengan begitu, ia akan merasa nyaman saat melakukan kemoteraphy. Ibu ini selalu mengajak komunikasi alat infuse, suntikan, obat-obatan untuk “berdamai” dengan dirinya, jangan memberikan rasa sakit dan sebagainya.

Seperti ruangan bermain anak-anak yang cheerful

Ia berusaha tabah dan sabar serta selalu berpikiran positif. Dan sekarang beliau sudah dinyatakan sembuh oleh dokter yang menanganinya. Pengalamannya sebagai seorang survivor membuat saya terinspirasi.

YOAI dan Prudential Indonesia Menginisiasi Pembangunan Bangsal Rawat Inap Remaja untuk Pasien Kanker

Lain halnya jika seorang survivor cancer dialami oleh remaja. Menurut WHO, remaja di bawah usia 18 tahun dikategorikan anak-anak, tetapi mereka bukanlah anak kecil. Usia remaja sangat rentan dalam pencarian jati diri.

Dalam menangani pasien kanker remaja, tentu dibutuhkan perlakuan khusus. Termasuk dalam penyediaan ruang rawat inap yang tidak bisa disamaratakan dengan orang dewasa. Karena remaja bukanlah orang dewasa mini.

Pembangunan bangsal khusus remaja di RS Kanker Dharmais ini, diinisiasi oleh Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI) dengan Prudential Indonesia. Tujuan pembanguan bangsal ini untuk menciptakan lingkungan rumah sakit yang kondusif, agar pasien kanker anak-anak dan remaja merasa nyaman selama masa perawatan dan pengobatan medis.

Selama berkunjung ke sini, saya cukup salut dengan relawan dan tenaga medis yang menangani pasien kanker. Bangsal rawat inap remaja ini didesain khusus dengan suasana segar dan cheerful. Tidak kaku dan menyeramkan sebagaimana ruang rawat inap di rumah sakit pada umumnya.

Dindingnya penuh mural dan hiasan anak-anak maupun remaja. Bahkan di beberapa ruangan tampak seperti ruangan bermain. Saat saya menyusuri koridor bangsal, dinding kanan kirinya dicat warna-warni. Bangsal rawat inap khusus remaja dan anak ini berada di lantai empat RS Kanker Dharmais.

Bangsal yang diresmikan tanggal 27 Februari 2019 kemarin ini diresmikan oleh Ibu Menkes, Nila Moeloek. Ibu Menkes sangat mendukung setiap inisiatif yang memfasilitasi pengobatan kanker, terutama pasien anak-anak dan remaja.

Peresmian bangsal rawat inap remaja juga dihadiri oleh Presdir Prudential Indonesia, Jens Reisch. Jens turut mengungkapkan dukungan Prudential Indonesia dalam upaya menciptakn Indonesia yang lebih sehat. “Kesehatan dan keselamatan merupakan salah satu inti dari Program Community Investment Prudential Indonesia,” demikian seperti yang disampaikan Jens saat peresmian.

Di sisi lain, dukungan ini juga hasil inisiasi dari  YOAI. Ketua Umum YOAI Rahmi Adi Putra Tahir turut memberikan speech “Melalui kerja sama dengan berbagai pihak, baik dari pemerintah maupun swasta YOAI bisa sejumlah inisiatif untuk mendukung pengobatan kanker anak di Indonesia,”.

 Oh ya, sekedar informasi ruang rawat khusus remaja ini merupakan yang ruang inap pertama di Indonesia. Semoga dengan makin meningkatnya beragam fasilitas di bangsal ini, adik-adik cancer fighter semakin ceria dan semangat dalam menjalani perawatan.

Teruntuk teman-teman cancer fighter, never give up! We do good.

Serunya Expoversary yang ke-2 BCA

Buat saya, mengunjungi pameran adalah kegiatan yang menyenangkan. Selain bisa cuci mata dan melihat produk-produk menarik, sekaligus bisa menambah wawasan dan inspirasi. Bonus lainnya, kita sering mendapatkan penawaran dan diskon-diskon dari beragam produk yang memang kita butuhkan.

Seperti beberapa waktu lalu, saya datang ke BCA Expoversary 2019 yang digelar untuk kali keduanya pada tahun ini. Sungguh, saya sangat beruntung bisa datang ke acara ini. Selain seru, BCA Expoversary ini juga menghadirkan berbagai kebutuhan kekinian. BCA Expoversary ini digelar dari tanggal 22-24 Februari 2019.

Mulai dari food and beverages yang lagi ngehits, fashion trendi, barang-barang elektronik, kendaraan idaman, rumah idaman hingga promo tiket pesawat murah ke dalam dan luar negeri. Yang terakhir ini sih,yang suka bikin saya ngiler. Lha iya, siapa yang nggak mau dapat tiket promo gede-gedean buat jalan-jalan. Saya sih, mau pakai banget! Lokasi yang dipilih juga nggak main-main, di ICE BSD Tangerang.

BCA Expoversary ini, boleh dibilang sebagai wadah one stop service buat saya sebagai nasabah. Ngomong-ngomong, saya sudah 16 tahun lho, jadi nasabah BCA. Satu hal yang membuat saya nyaman, betah dan setia dengan BCA adalah banyaknya solusi keuangan dan perbankan yang saya butuhkan.

Dari dulu, zaman kuliah sampai sekarang, semua fasilitas dan kemudahannya semakin memanjakan nasabah. Kalau udah gitu, siapa yang mau pindah? 18 juta lebih lho, nasabah yang sudah setia sampai sekarang.

Balik lagi ke BCA Expoversary 2019 kemarin, acara tersebut dilangsungkan serentak di tiga kota besar di Indonesia: Jakarta, Palembang dan Surabaya.

Cari Mobil dan Rumah di Expoversary BCA 2019 Sekaligus Leyeh-leyeh

Mumpung banget, lagi ada promo special pas Expoversary kemarin, pasti yang ambil KPR idaman kayak ketiban durian runtuh. Gimana enggak, lha wong di acara itu, BCA ngasih bunga cicilan special 3,5 persen untuk tenor satu tahun. Udah gitu ya, masih ada penawaran program bunga special KPR BCA dengan suku bunga fix 5,6 persen.

Sewaktu opening acara, Bapak Jahja Setiaatmadja selaku Presiden Direktur BCA sempat menyampaikan speech “BCA Expoversary 2019 ini melibatkan kurang lebih 23 dealer mobil, 11 developer terkemuka, 11 dealer motor, puluhan tenant food & beverages, fashion & beauty ternama, dan masih banyak lagi,” kurang lebih begitulah speech yang disampaikan oleh Bapak Jahja.

Eh, nggak cuma itu lho. Sebagai nasabah BCA, kita juga dimanjakan dengan beragam penukaran reward dan diskon menarik kalau bertransaksi menggunakan channel pembayaran BCA. Misalnya Debit BCA, Kartu Kredit BCA, Flazz, Sakuku hingga QRku. Duh, ya … pasti sayang banget deh kalau kelewatan kemarin.

Enaknya lagi, kalau kita menjadi nasabah BCA Solitaire dan BCA Prioritas, kita bisa leyeh-leyeh di private lounge pas transaksi di gelaran ini. Dijamin deh, nggak bakalan capek muterin seluruh area pameran. Plusnya lagi, nasabah Prioritas sama Solitaire ini, bisa menikmati ragam layanan dan penawaran dari brand-brand kece seperti Da Vinci, Parkway Hospital Singapore, Sunway Medical Centre, Campina dan brand-brand lain. 

Event ini, selain menggelar pameran rumah, mobil idaman dan menghadirkan beragam tenant kece, juga ada acara seru yang bertemakan Indoestri Workshop. Tema-tema yang diusung juga nggak kalah menarik kok buat milenial. Mulai dari Smartphone Photography Essentials, Compact Leather Wallet Making, Leather Pencil Case Making, Silvering: Ring Making, Canvas Sling Bag Making, hingga Bookbinding Techniques.

Satu hal yang pasti, saya melihat kalau BCA nggak cuma fokus pada pelayanan nasabah, tetapi juga berusaha untuk memberikan kemudahan bagi nasabah dalam memenuhi segala kebutuhannya. Ibaratnya, seperti kata pepatah penjual “PALUGADA” alias  “apa lu mau, gua ada”.

Sebagai nasabah yang sudah belasan tahun, saya makin yakin kalau BCA layak untuk mengukuhkan posisinya, sebagai bank andalan masyarakat. Tepat sesuai usianya yang saat ini sudah menginjak 62 tahun. Usia yang nggak bisa dibilang kemarin sore, untuk sebuah industri perbankan bertahan.

Anyway, selamat ulang tahun yang ke-62 untuk BCA, semoga gelaran Expoversary tahun depan semakin meriah dan semakin memanjakan nasabah. Live long and prosper!

5 Tips Memilih Proteksi Pendidikan Anak

Jadi, beberapa hari lalu saya teman kantor lama saya curhat. “Eh, anakku sekarang udah mau masuk SD, enak ya kamu masih single dan belum punya tanggungan.” Sekilas pernyataan tersebut membuat saya tersenyum bahagia.  Ya, bahagia karena belum punya tanggungan.

Cara terbaik menyiapkan masa depan anak adalah merencanakan biaya dan proteksi pendidikannya

Eh, belum punya tanggungan bukan berarti kita nggak menyiapkan masa depan. Dalam hal menyusun keuangan, boleh dibilang saya sangat concern. Sudah lama saya tertarik dengan yang namanya perencanaan keuangan.

Kalau boleh flashback, tahun 2006-an, saya beli bukunya Safir Senduk. Safir Senduk ini boleh dibilang sebagai pionir dalam hal perencanaan keuangan. Bahkan, saya dulu sering mengikuti artikel-artikel yang dia tulis di laman blognya. Namun, sepertinya, laman blog tersebut kini sudah hilang.

Makin ke sini dunia perencanaan keuangan semakin marak. Literasi keuangan juga semakin banyak, kita jadi semakin mudah mencari informasi keuangan. Tapi, semakin banyak informasi, kok ya kita jadi semakin bingung ketika mau memilih produk keuangan.

Mempelajari produk sebelum membeli adalah cara yang paling bijak

Nah, pas saya ketemu teman lama, saya ngobrol banyak tentang keuangan dengan dia. Emang sih, dia ini kerjanya di bidang keuangan juga. So, saya makin banyak mendapat pencerahan ketika ingin memilih produk-produk baru keuangan yang jika suatu saat saya butuhkan.

Sebagai teman baik yang sudah lama saya kenal, teman saya ini memberikan lima tips mudah buat orang awam untuk membeli produk asuransi pendidikan.

Apa saja?

Buat teman-teman yang bingung memilih produk asuransi apa yang cocok, simak tips berikut ini:

Pelajari Produk yang Ditawarkan

Hal pertama yang harus dilakukan ketika ditawari produk asuransi oleh seorang agen: pelajari! Emang ya, kadang agen asuransi itu gigih banget memberikan informasi. Saran dia sih, jangan ditolak. Simak dan dengarkan baik-baik produk yang ditawarkan. Kemudian tanyakan apa saja kelebihannya dibandingkan dengan produk sejenis dari perusahaan lain.

Kemudahan apa saja yang kita peroleh ketika membeli produk tersebut. Terus dia menyarankan untuk tanya langsung ke agennya, apa saja kekurangannya. Jika agen tersebut mau menjelaskan lebih rinci, tentu akan semakin banyak informasi yang bisa kita jadikan pertimbangan untuk memilihnya.

Riset Terlebih Dahulu Biaya Pendidikan Sebelum Memilih Produk

Terus belajar tentang pentingnya proteksi, menjadi tanggung jawab orangtua

Langkah selanjutnya adalah melakukan riset tentang biaya pendidikan anak. Ini penting banget! Kenapa? Karena biaya pendidikan itu, rata-rata mengalami inflasi atau kenaikan antara 10-20 persen per tahun.

Coba deh, hitung dulu biaya pendidikan sekarang, kemudian tambahkan kenaikannya per tahun untuk memperoleh biaya pendidikan di masa mendatang sesuai sekolah yang diinginkan.

Ini baru biaya pokoknya aja, lho. Belum termasuk biaya-biaya pelengkap lainnya seperti: buku, seragam, les tambahan, uang saku dan beragam kebutuhan tambahan lainnya. Kalau sudah tau gambaran biayanya berapa, kita bisa dengan mudah memilih produk yang cocok.

Pelajari Proteksi yang Ditawarkan

Adalah kewajiban orangtua untuk menyiapkan masa depan anak

Ini adalah bagian paling penting. Kita memutuskan untuk membeli produk asuransi pendidikan, salah satu alasannya adalah untuk memproteksi hal-hal yang nggak kita inginkan di masa mendatang. Ya, namanya juga hidup, banyak hal-hal yang nggak bisa diprediksi.

Dengan memilih produk proteksi, setidaknya kalau ada apa-apa, dana pendidikan yang kita siapkan jadi  terjamin. Fyi, program proteksi atau asuransi ini sebenarnya nggak seperti menabung di bank yang bisa ditarik kapan aja, lho. Asuransi pendidikan ini fungsinya untuk proteksi jangka panjang.

Pelajari Fasilitas-fasilitas yang Ditawarkan

Sebelum membuat rencana dana asuransi pendidikan, penting banget sih untuk mengedukasi diri dengan mempelajari fasilitas-fasilitas yang ditawarkan agen. Enggak salah kok, karena kebanyakan orang cenderung abai dengan fasilitas-fasilitas ini.

Padahal, kalau mau lebih detil membaca klausul-klausul yang tertulis di perjanjian, banyak kok fasilitas yang tersembunyi dan menguntungkan untuk nasabah.

Pilih Perusahaan yang Terpercaya

Ini sih paling penting, perusahaan asuransi kan banyak banget. Baik yang baru maupun yang sudah lama. Salah satu cara mudah adalah pilih perusahaan yang sudah punya nama dan track record yang jelas dan terpercaya. Perlu diperhatikan juga kekuatan keuangan perusahaan tersebut, yaitu aset dan liabilitas, kualitas serta  jumlah tenaga kerjanya.

Coba deh, sesekali ajukan pertanyaan atau case khusus, misalnya apabila pencari nafkah mengalami musibah dan meminta solusi yang bisa diberikan oleh perusahaan asuransi tersebut. Perusahaan yang punya track record dan terpercaya pasti akan memberikan rincian secara detil. Enggak perlu susah-susah, kita bisa kok datang langsung ke kantornya.

EduPlan dari AIA dan BCA ini adalah pilihan produk yang terpercaya

Yang namanya kemungkinan dalam hidup itu, sekecil apapun pasti ada. Daripada masa depan pendidikan anak dihantui kecemasan, karena banyaknya faktor risiko yang bisa saja terjadi, toh, lebih bijak kita menyiapkan segala sesuatunya, bukan?

Salah satu produk proteksi pendidikan untuk anak yang paling terpercaya adalah Proteksi Edukasi Maksima EduPlan. Produk ini bisa kok menjadi solusi persiapan dana pendidikan anak di masa depan.

Alasannya?

Jadi, beberapa waktu lalu saya sempat menghadiri bincang-bincang produk ini, terus saya jadi tau, kalau produk ini tidak hanya memiliki manfaat dana pendidikan untuk anak, tapi juga memberikan manfaat pembebasan premi apabila terjadi risiko pada pemegang polis.

Udah gitu, jumlah pembayaran preminya juga tetap dan tidak berubah selama 5, 10 hingga 15 tahun, lho! Manfaat lain EduPlan ini juga memberikan jaminan pasti pemberian manfaat dana pendidikan dengan empat kali pembayaran, yaitu 80 persen UP di usia 18 tahun, 40 persen UP di usia 19-21tahun.

Selain itu, yang bikin kita yakin keunggulan produk ini, karena diinisiasi oleh dua brand besar AIA dan BCA. Yakin, kan, dua brand besar ini sangat berpengalaman di industri keuangan.

So, tunggu apa lagi?

Sajian Piring Terbang di Resepsi Pernikahan

“Duh, sudah lama nggak pulang kampung,” biasanya kalimat itu yang sering muncul kalau saya lagi ngobrol sama teman-teman SMP di WAG. Banyak banget kenangan sewaktu tinggal di Ngawi.

Dulu, sewaktu tinggal di Ngawi saya sering ikut kegiatan-kegiatan di yang diadakan oleh pemuda di lingkungan RT. Salah satu yang paling saya ingat adalah Sinoman. Apa itu?

Nasi pupuk yang terdiri dari nasi, daging lapis, acar putih, dan kerupuk bawang pic: Picdeer.com

Jadi gini, sesuai tradisi di kampung, khususnya daerah Solo-Madiun dan karesidenan di sekitarnya, setiap ada acara hajatan pernikahan, selalu dibentuk panitia yang diakomodir oleh keluarga dan warga setempat. Enggak ada tuh yang namanya wedding organizer seperti di Jakarta.

Baca juga: Perbedaan Budaya Solo dan Jogja

Kalau di kampung ada hajatan, pemuda-pemuda dan warga di lingkungan RT yang selalu sibuk. Semua turut mangayu bagya (turut berbahagia). Mulai dari pra-hajatan hingga pasca hajatan. Setidaknya ada tiga tahapan: yang pertama adalah pra hajatan sekitar satu atau dua minggu sebelum acara, si pemangku hajat akan mengundang seluruh warga.

Undangan ini dimaksudkan untuk berembug dan bermusyawarah menentukan panitia. Rembugan pra hajatan ini namanya Kumbokarnan. Panitia akan dibagi-bagi sesuai jobdesc yang dibutuhkan. Ada yang rewang (masak-masak) dekorasi (bikin janur dan kembar mayang), pelayan atau sinoman, biasanya para pemuda (ini yang sering saya jabat :D).

Sinoman ini akan bertugas pas hari H saat upacara resepsi berlangsung. Kenapa memakai sinoman? Karena sesuai tradisi, resepsi pernikahan di kampung menggunakan sistem piring terbang.

Apa itu, UFO?

No, bukan, jadi pesta resepsi pernikahan itu tidak menggunakan sistem prasmanan atau standing party cem pesta di kota-kota besar. Semua tamu yang hadir harus datang sesuai jam yang tertera di undangan. Semua wajib duduk di bangku masing-masing yang sudah disediakan. Mengikuti seluruh rangkaian upacara adat dan hiburan dari awal sampai akhir.

Baca juga: 11 Tradisi Jawa yang Sudah Langka

Tamu nggak boleh selonong boy ke pelaminan, salam-salaman terus selfie sama pengantin. Salam-salaman hanya dilakukan di akhir acara.

Terus ngapain aja selama itu?

Sebagai tamu undangan kita harus duduk khidmat menikmati acara yang disediakan pemangku hajat. Hiburannya: kalau nggak gamelan, campur sari atau wayangan semalam suntuk.

Terus kapan kita makannnya? Nah ini, makanan untuk para tamu akan diantarkan langsung oleh petugas yang dinamakan sinoman tadi. Kalau dirujuk dari sejarah bahasa mungkin artinya mungkin “sing enom”. Masih muda, masih kuat angkut-angkut baki berisi makanan dan minuman. Seterong man! Sistem pengantaran makanan satu per satu ini yang dinamakan piring terbang.

Urutannya menunya begini: USDEK, U merujuk dari kata unjukan atau minuman, pertama kali para tamu yang hadir biasanya akan disuguhi teh manis panas. Baik acaranya pagi, sore, maupun siang bolong dengan matahari bersinar panas di atas kepala. Teh manis panas ini hukumnya wajib, kalaupun ada gantinya biasanya teh botol tanpa es.

Sop Manten pic: cookpad.com

Sajian yang ke dua adalah huruf S alias Sop tanpa nasi. Satu piring sop isinya berupa suwiran daging ayam, kapri, wortel dan macaroni. Tambahan lainnya adalah jamur es. Sop ini porsinya kecil dan rasanya sangat segar. Sewaktu nulis ini, saya kangen cita rasa sop yang nggak bisa dilupain dan nggak bisa ditemuin di Jakarta.

Sajian ke tiga: Dahar (hidangan utama), menu utama ini biasanya antara nasi Pupuk (bukan pupuk tanaman ya :D) atau Selat Solo. Nasi Pupuk ini semacam nasi rames yang terdiri dari secentong nasi yang dicetak dalam mangkok, daging lapis, acar putih, pindang telur, dan kerupuk udang.

Nah, kalau Selat Solo biasanya isinya berupa potongan daging sapi dibentuk bulat, kentang goreng, buncis, wortel dan telur rebus. Tanpa nasi ya gaes! Terus atasnya disiram kuah berwarna coklat.

Karena porsinya kecil jadi rasanya mantul banget, buat yang lapar pasti rasanya kurang nampol. Tapi, apa daya, tamu-tamu yang hadir enggak bisa nambah. Satu orang cukup satu porsi, udah gitu ya, orang Jawa kalau makan di acara resepsi, sudah ada aturan tidak tertulis: harus disisain supaya nggak dibilang rakus dan nggak pernah makan. 😀 Saya pun kadang suka kangen menu makanan ini.

Es Podeng pic: cookpad.com

Kemudian sajian terakhir adalah es, biasanya es podeng dengan isian agar-agar, kolang kaling, dan setup nanas. Beda banget kan ya, sama es podeng yang dijual abang-abang di Jakarta.

Dan yang terakhir Kondur (pulang), sebelum kondur, tamu-tamu harus salam-salaman sama pengantin, beruntung kalau bisa selfie-selfiean. Eh, tapi kan zaman dulu belum ada kamera hp, jadi jarang banget tuh tamu pepotoan sama pengantin.

Nah, di situlah peran sinoman alias menjadi pramusaji. Jadi misalkan ada dua ribu tamu undangan, akan ada dua ribu piring, gelas dan teman-temannya. Satu hal yang membahagiakan bagi sinoman adalah mereka boleh makan sepuasnya.

Maklum lah ya, butuh energi besar buat ngangkut-ngangkut semua peralatan makan tersebut. Dan di situ, kita semua nggak dibayar sepeserpun alias gratis.  Kita sadar kok, kalau ini adalah kerja sosial. So, nggak harus nunggu ditunjuk pun kita tau diri. Kalau keluarga kita ada hajatan, semua juga pasti akan membantu kita tanpa diminta.

Yang dibayar hanya mereka yang bekerja keras rewang di dapur, biasanya ibu-ibu yang menjadi kepala koki, penanak nasi, pembuat minuman dan petugas cuci piring. Selebihnya, yang rewang (membantu) ya enggak dibayar. Sebagai gantinya tuan rumah akan membagikan hantaran berupa nasi lengkap dengan sayur dan lauk pauk untuk keluarganya karena mereka sudah rewang di rumahnya. Kita semua bekerja sukarela mangayubagya (turut berbahagia).

Satu hal lagi yang membuat saya bahagia ketika ada hajatan di kampung adalah ketika keluarga menerima punjungan. Biasanya ini sebagai undangan kehormatan. Punjungan ini berupa makanan hantaran yang terdiri dari satu susun rantang (zaman dulu) yang dikirimkan untuk tamu undangan khusus. Isinya nasi, ayam ingkung, sayur tempe atau kentang, kerupuk, dan jajan pasar.

Karena punjungan ini statusnya istimewa, so penerima punjungan harus tau diri dengan memberikan amplop lebih dari rata-rata saat pesta resepsi. Ya, karena kita menerima hantaran istimewa tadi. Nggak ada aturan baku terkait jumlah nominalnya. Penerima punjungan harus tanggap ing waskita (peka) bahwa kita dihormati oleh pemangku hajat.

Terus, biasanya seminggu setelah acara biasanya ada penutupan panitia. Namanya Sumsuman, ini bentuk rasa terima kasih keluarga pemangku hajat dengan mengundang mereka makan bubur sumsum. Filosofinya adalah biar rasa capek selama acara hilang sampai ke tulang sumsum.

Kalaupun acara penutupan panitia ini tidak diadakan di rumah pemangku hajat, sebagai pengganti, biasanya mereka mengirimkan sepiring bubur sumsum kepada para tetangga.

Ah, betapa saya merindukan momen-momen guyub rukun selama tinggal di kampung. Hal yang sama tidak pernah saya temui setelah hijrah di Jakarta. Jangankan menerima punjungan, sekadar njagong manten saja, hanya sebatas setor muka. Tak lebih dari sepuluh menit, isi buku tamu salaman dengan manten, nyicipin makanan sekadarnya, langsung pulang.

Kalaupun njagong teman dekat, bisa jadi saya sekalian reunian bareng teman-teman. Menu-menu dan acara yang sama sewaktu di kampung tidak pernah saya temukan lagi. Iya, saya paham, di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. Saya hanya mengikuti adat perkotaan, tempat saya kini tinggal.

Kalau tradisi di kampung kalian seperti apa? Komen di bawah ya J

Cara Mudah Rencanakan Pendidikan Anak

“Pendidikan adalah cara terbaik untuk mengubah masa depan”

“lng ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani” kalau ini adalah kutipan lokal yang sering banget saya dengar. Ketika masih SD, pasti sering baca tulisan ini di logo-logo seragam sekolah dasar. Leluhur kita Ki Hajar Dewantara menanamkan pendidikan itu dimulai dari keluarga.

How do we know?

Pernah liat acara mantenan Jawa? Seenggaknya pernah lihat kan, acara pernikahan adat Jawa, yang salah satu prosesinya adalah “Sindur binayang”. Itu lho yang mantennya dikrukupin pakai kain merah yang pinggirannya garis putih meliuk-liuk. Si bapak berjalan di depan megang ujung kain, manten di tengah dan si ibu mendorong dari belakang menuju kursi pelaminan. 

Prosesi itu adalah lambang kutipan dari Ki Hajar Dewantara di atas. Si bapak pengantin, sebagai kepala keluarga mengajarkan anak, untuk menjadi pemimpin di depan. Di belakang pengantin, si ibu turut mendorong dari belakang.

Pinggiran kain sindur yang meliuk-liuk adalah perlambang bahwa kehidupan itu, nggak selamanya lurus. Banyak kerikil (cobaan) dan keluarga adalah support system pertama untuk menghadapi pasang surut kehidupan.

Ing ngarsa sung tuladha: di depan memberi contoh (bapak), ing madya mangun karsa: di tengah menciptakan semangat (manten), tut wuri handayani: di belakang memberikan daya kekuatan (ibu).

Pranata ini adalah lambang tanggung jawab orangtua dalam memberikan tuntunan dan pendidikan yang baik. Termasuk menyiapkan segala antisipasinya.

Sebagai calon orangtua yang belum memiliki tanggungan anak, tentu bukan berarti kita berhenti belajar. Belajar tidak melulu di bangku formal, kan? Berhubung saya sudah nggak duduk di bangku kuliah, tetapi saya masih tetap berusaha mengembangkan diri dengan berbagai kegiatan.

Tau kan, yang namanya pendidikan itu investasi yang nggak akan pernah rugi. Makanya, sebagai calon orangtua yang baik, kita wajib belajar setiap saat. Termasuk dalam menyiapkan dana pendidikan. Ya, mumpung masih single dan belum banyak kebutuhan.

Jangan sampai mentang-mentang masih single, kita bebas membelanjakan pendapatan sesuai keinginan. Udah gitu kan, faktanya biaya pendidikan di Indonesia (catat di dalam negeri) setiap tahunnya semakin mahal.

Itu baru biaya pendidikan di dalam negeri, di luar negeri sudah pasti jauh lebih mahal. Yah.. memang kita tahu biaya pendidikan sekarang sangat mahal, terutama biaya untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Kalau sering baca-baca informasi statistik, biaya pendidikan itu selalu mengalami inflasi 15-20 persen setiap tahunnya. Bayangkan berapa nilainya 15 atau 18 tahun ke depan? Namun, bukan berarti kita nggak bisa merencanakannya.

Sebagai calon orangtua, kita juga harus paham bahwa biaya pendidikan itu ada yang wajib dan juga ada yang sifatnya tambahan. Di negara kita kan, menganut wajib belajar 12 tahun, mulai dari SD sampai SMA, sehingga orangtua punya opsi untuk mendapatkan biaya pendidikan secara gratis.

Namun, biaya pendukung wajib ada, seperti seragam, buku-buku, les-les tambahan dan beragam biaya pendukung lainnya. Mulai dari pre-school hingga perguruan tinggi. Orangtua juga harus mawas diri dan bijak mengatur pendapatannya untuk menyiapkan dana pendidikan anak.

Menabung dan menyiapkan asuransi adalah langkah yang paling mudah. Salah satu cara yang paling mudah adalah merencanakan pendidikan anak dengan HappyEdu. Mudah karena kita tinggal memilih produk asuransi dari Astra ini hanya dengan satu ID.

Nggak perlu repot-repot, terus manfaatnya juga banyak. Mulai dari santunan biaya pendidikan anak jika tertanggung meninggal dunia karena kecelakaan, hingga manfaat tambahan seperti tunjangan kehilangan pendapatan karena cacat tetap atau keseluruhan, dan beragam manfaat tambahan lainnya.

Dari segi biaya juga nggak terlalu mahal kok. Range preminya mulai dari Rp100ribu-Rp180ribu. So, pengen pendidikan buah hati kita terlindungi? Serahkan saja sama HappyEdu dari HappyOne.

Selamat merencanakan!   

Menelusuri Keindahan Rumah Joglo

Saya tuh suka banget yang namanya rumah-rumah klasik. Beberapa kali mengunjungi rumah-rumah tradisional berbahan dasar kayu selalu membuat saya takjub. Salah satu rumah tradisional favorit saya adalah rumah Joglo.

Joglo Rumah Tembi di Yogyakarta

Rumah tradisional yang asli berasal dari Jawa ini memang sangat indah. Biasanya dalam satu komplek bangunan lengkap terdiri dari beberapa bagian ruang. Dari arah depan sebuah gerbang dengan pintu kayu atau dalam bahasa Jawa bisa disebut regol.

Di bagian belakang pintu regol dilengkapi dinding pembatas yang disebut rana. Dinding ini berfungsi sebagai pembatas dan penghalang. Sehingga ketika pintu gerbang atau regol dibuka, halaman rumah tidak terlihat langsung dari jalan raya.

pendopo gaya solo dengan warna coklat kayu

Halaman depan biasanya ditanami dengan bunga melati, beringin atau pohon peneduh lainnya. Komplek rumah Joglo yang lengkap bagian depan adalah kuncung. Fungsi kuncung sebagai area drop off untuk tamu-tamu sebelum memasuki rumah.

Di belakang kuncung, atau ruang kedua adalah pendopo. Jenis pendopo ini pun beragam. Ada Joglo Limasan Lawakan atau Joglo Lawakan, Joglo Sinom, Joglo Jompongan, Joglo Pangrawit, Joglo Mangkurat, Joglo Hageng, Joglo Semar Tinandhu, Joglo Jepara, Joglo Kudus, Joglo Pati, dan Joglo Rembang. Banyak, ya!

Krobongan dengan hiasan patung loro blonyo dan kain cindhe merah

Nah, bagian rumah Joglo yang paling menarik adalah bagian langit-langit pendopo. Namanya Tumpang Sari, terdiri dari tumpukan balok-balok kayu yang disusun vertikal menyerupai Piramida terbalik. Jumlah susunan kayu balok Tumpang Sari ini wajib ganjil. Mulai dari 3, 5, 9 hingga 11 susunan.

Empat tiang penyangga tumpang sari ini dinamakan soko guru. Biasanya terbuat dari kayu jati dengan kualitas super. Untuk menjadi penyangga tumpang sari, soko guru ini biasanya dipilih dari kayu yang memiliki percabangan.

pendopo gaya Jogja dengan warna hijau kuning atau gadhung melati

Mengapa?

Karena secara logika batang kayu yang bercabang memiliki kekuatan lebih untuk menjadi penyangga beban. Oh ya, tumpang sari yang berada di tengah-tengah pendopo ini biasanya diukir dengan sangat indah. Cara pemasangannya pun tidak menggunakan paku melainkan dengan menggunakan pasak kayu dengan sistem interlock dan knock down.

Satu bagian pendopo biasanya terdiri dari beberapa tiang penyangga selain empat soko guru utama. Jumlahnya biasanya kelipatan empat di bagian sisi terluar sesuai dengan kebutuhan. Tiang-tiang penyangga dan soko guru ini memiliki pondasi dari tanah yang ditinggikan atau biasa disebut siti hinggil.

gandok

Tiang-tiang dan soko guru ditanam pada sebuah batu alam yang disebut ompak. Bisa berbentuk bulat, persegi empat, segi enam atau segi delapan. Warna-warna utama rumah joglo dibagi menjadi dua coklat kayu alami untuk corak Solo. Istilah lain untuk warna-warna yang menganut keraton Solo/Surakarta biasa disebut Bangun Tulak. Selain coklat biasanya didominasi warna-warna biru.

Sedangkan warna-warna kayu rumah joglo bergaya Yogyakarta biasa disebut Gadung Melati yang cenderung perpaduan antara warna hijau dan kuning. Ragam hias ukiran rumah Joglo biasanya bercorak alas-alasan (tanaman hutan), flora dan fauna. Mulai dari tanaman rambat, bunga teratai hingga bunga melati. Kesan hiasan ukiran ini semakin megah bila dilapisi prada (warna emas).

Denah rumah joglo lengkap
pendopo ndalem kalitan solo milik keluarga cendana

Setelah ruangan pendopo yang sering digunakan untuk menyambut tamu, ruang selanjutnya adalah pringgitan. Area transisi ini pada awalnya sering digunakan untuk menyimpan dan mengadakan pertunjukkan wayang dan gamelan. Maklum lah ya, orang Jawa zaman dulu kan hiburan utamanya wayang.

Setelah area pringgitan, ruangan selanjutnya adalah Omah nDalem. Ruangan ini bersifat pribadi dengan tiga kamar tidur: Senthong Kiwa (ruang kiri), Krobongan (kamar tengah), dan Senthong tengen (kamar kanan). Krobongan biasa menjadi ruang kamar yang paling istimewa. Zaman dahulu digunakan sebagai ruang untuk menyimpan barang-barang pusaka peninggalan keluarga.

omah ndalem kalitan, bagian belakang saya merupakan senthong dan krobongan

Fungsi lain dari ruang Krobongan adalah sebagai kamar pengantin. Nama lain Krobongan adalah Pendaringan (tempat untuk menyimpan gabah atau padi kering), Sepen (tempat untuk menyepi), ruang Dewi Sri (Pasren), yang sering dianggap sebagai dewa kesuburan bagi orang Jawa. Ruang Krobongan biasanya dihias indah dengan kain cindhe berwarna merah.

Di bagian tengahnya biasa dihias dengan tumpukan bantal dan guling dengan dilapisi kain cindhe. Selain bantal dan guling di bagian depan Krobongan biasanya diletakkan barang-barang seperti bokor, paidon (tempat untuk membuang ludah) pusaka seperti  tombak dan payung pusaka. Selain itu di bagian kanan dan kiri diletakkan sepasang patung pengantin dari kayu yang biasa disebut Loro Blonyo.

Desain Omah nDalem ini mirip dengan pendopo dengan langit-langit yang dihiasi tumpang sari.

Di bagian belakang rumah Joglo biasanya terdapat bangunan yang disebut pawon atau dapur dan pakiwan (toilet). Di sisi kanan dan kiri Omah nDalem ada bangunan tambahan yang disebut gandhok tengen dan gandhok kiwa. Bangunan tambahan ini berfungsi sebagai ruang untuk ruang tidur bagi keluarga, saudara, asisten rumah tangga atau tamu-tamu yang menginap.

pendopo pakualaman yogyakarta

Gandhok kiwa berada di bagian kiri bangunan Omah nDalem dan Gandhok Tengen berada di bagian kanan. Keduanya terpisah dari bangunan utama. Sebagai pemisah antara halaman pendopo dan omah ndalem biasanya dibuat Seketheng yang berfungsi sebagai pembatas dan memiliki dua buah gerbang kecil.

Nah, yang menarik lainnya rumah joglo ini biasanya dibangun dengan menggunakan kayu jati berkualitas tinggi. Bahan kayu jati tersebut terbukti sangat awet dan bisa bertahan puluhan hingga ratusan tahun.

Tapi satu hal yang harus diingat, bahan bangunan dari kayu sangat rentan dengan risiko kebakaran. Saya pengen banget punya rumah Joglo seperti ini. Satu-satunya cara untuk melindungi rumah joglo adalah mengasuransikannya.

Asuransi yang paling mudah dan terjangkau untuk rumah adalah HappyHome dari HappyOne.

Solo Traveling, Jangan Lupakan Ini

“To travel is to take a journey into yourself.”

Mumpung masih single, banyak lho kegiatan yang bisa dilakukan. Sesekali dalam hidup, coba lakukan hal-hal yang di luar kebiasaan. Solo traveling misalnya. Saya sih pernah beberapa kali melakukannya. Bukan buat sok-sokan atau apa, tapi emang benar-benar pengen melakukan hal-hal yang antimainstream. 

Dan solo traveling adalah jawaban yang paling ampuh menurut saya.

Mengapa? 

Karena dengan solo traveling saya bisa bertemu dengan banyak orang. Orang-orang baru yang bisa ditemui di sepanjang jalan. Ngobrol ngalor-ngidul dan tentunya saya bisa “ngangsu kawruh lan pitutur” (menimba inspirasi) dari mereka. 

Buat saya solo traveling mengajarkan banyak hal: kemandirian, kebebasan, dan kebahagiaan bertemu dengan orang-orang baru. 

Namun, buat sebagian orang solo traveling itu nggak mudah. Khususnya buat wanita, perlu pertimbangan matang-matang sebelum melakukannya. Ya izin dari orangtualah, izin dari suami dan anak-anak (kalau sudah berkeluarga). Bukan berarti nggak boleh lho,ya!

Kalau belum berani sendiri beberapa tips ini bisa lho buat panduan:

Minta Satu Hari Bebas

Kalau traveling sama teman-teman sudah mainstream-lah. Coba deh kalau lagi traveling ramai-ramai, minta ke tour leader buat nyisihin satu hari bebas. 

Bebas ke mana aja dan bebas ngapain apa aja. Yang penting tetap sesuai kesepakatan di awal. Jangan nyusahin teman dan kembali ke penginapan sesuai jadwal yang dijanjikan. Biar teman-teman yang lain nggak bingung nyariin posisi kita. 

Cari Informasi Sebanyak-banyaknya.

Mengumpulkan informasi selengkap-lengkapnya tentang tempat tujuan kita untuk solo traveling merupakan hal yang sangat penting dan membantu biar nggak terlihat ceroboh. Informasi tempat menginap, transportasi di sekitar lokasi wisata hingga jam malam yang mungkin berlaku di sana. Zaman sekarang juga gampang kan nyari infonya di internet. Atau bisa juga tanya ke teman yang pernah ke sana sebelumnya.

Jangan Menundang Perhatian Penjahat

Khusus buat wanita, sebisa mungkin jangan menggunakan perhiasan berlebihan. Gunakan baju yang membuat aman dan nyaman jangan sampai mengundang penjahat mendekat deh, pokoknya. Yang wajar-wajar aja. Kalaupun sedang dalam situasi yang kurang aman, segera mencari tempat aman seperti kantor polisi, pos satpam atau keramaian. Cara lain adalah bisa langsung masuk ke restoran. Intinya sebisa mungkin bersikap tenang dan tidak gegabah.

Pelajari Bahasa Lokal

Jika kalian memutuskan untuk melakukan solo traveling ke daerah tertentu yang bahasanya berbeda dengan bahasa ibu, pelajari dulu bahasa dasarnya. Minimal tahulah cara mengucapkan terima kasih, beberapa kalimat pertanyaan dasar. Hal ini bisa membantu kalau kalian dalam kesulitan.

Jangan Lupakan Proteksi

Kalau belum berani solo trip ke luar negeri, cobain dulu solo trip di dalam negeri. Simpel kan? Eh, tapi satu hal yang perlu diperhatikan adalah faktor perlindungan. Yah, namanya juga keluyuran di kota atau negara orang lain. Kan, serem kalau ada apa-apa. Amit-amit, deh!

Cara yang paling gampang adalah beli asuransi perjalanan. Contohnya bisa beli HappyTrip dari HappyOne ini sih yang paling gampang dan harganya lumayan terjangkau di kantong.

Mengenal Lima Kebiasaan Baik tentang Keuangan

Tahun 2019 masih single? Hmm, mumpung masih single bukan berarti kita nggak melakukan apa-apa untuk menyiapkan masa depan, kan? Apalagi kalau sudah menikah nanti, banyak printilan-printilan rumah tangga yang bisa kita siapkan dari sekarang, lho!

Apa saja?

Sedikit curhat neh, tahun lalu saya berubah haluan, dari dunia keuangan beralih ke dunia literasi. Meskipun berbeda arah, tapi tetap kok, masih berkaitan di dunia yang masih ada sangkut pautnya dengan dunia keuangan.

Intinya gini, saya mau sharing lagi masalah masalah keuangan. Nggak papa, kan? Dua belas tahun menggeluti dunia perbankan, saya jadi belajar banyak. Terutama dari yang saya amati dan pelajari secara langsung karena seringnya bertemu dan berinteraksi dengan nasabah.

Khususnya cara mereka dalam mengelola keuangan mulai dari nol. Maklum, mantan Funding Officer, jadi sedikit banyak tau dari pengalaman dan curhatan nasabah hingga mampu mencapai tujuan keuangan mereka.

Beberapa kebiasaan dari mereka dari saya rangkum dan saya kumpulin. Dan menurut saya ini berguna banget terutama buat bekal nanti ketika berumah tangga.

Tau kan, kebiasaan yang kita jalankan setiap harinya menentukan seperti apa masa depan kita, lho! Tak terkecuali dalam hal keuangan. Coba amati cara dan kebiasaan kita mengelola uang. Kalau saat ini kondisi keuangan kita masih carut marut, meskipun memiliki penghasilan rutin bulanan, tetapi kita nggak dapat menikmatinya atau pas-pasan bahkan defisit setiap akhir bulan, saatnya instrospeksi diri.

Mengenal beberapa kebiasaan baik tentang keuangan yang udah dipraktikkan oleh mantan nasabah-nasabah deposan saya berikut ini, bisa menjadikan hidup saya lebih positif.

Yuk, kita mulai!

Menabung

Ini sih simpel ya kedengarannya. Dari kecil dulu kita udah diajarin sama orangtua dan guru buat menabung. Tapi kenyataanya, banyak lho teman-teman saya yang penghasilannya dua digit tapi selalu defisit setiap bulan. Banyak juga dari mereka yang berprinsip YOLO (You Only Live Once) so, nggak peduli seberapa besarnya penghasilan kalian, kalau nggak pernah menabung ya bakalan abis.

Saya sih selalu rutin menabung setelah terima gaji. Produk tabungan banyak kok, nggak cuma tabungan reguler tapi juga ada tabungan rencana. Sistemnya bisa autodebet tiap abis gajian, uang kita masuk ke rekening tabungan rencana yang nggak bisa diambil setiap saat lewat atm atau tarik tunai. Produk tabungan rencana ini cocok banget buat kalian yang nggak bisa disiplin menabung.

Mencatat pengeluaran

Tau nggak sih, mantan nasabah saya dulu teliti banget kalau mengatur masalah keuangan. Setiap pengeluaran rata-rata dicatat secara rutin. Tujuannya untuk mengendalikan pengeluaran, dengan mencatat pengeluaran kita bisa lebih bijak dalam menata masa depan, iya nggak? Aseek.

Catatan pengeluaran ini bisa jadi acuan dalam membuat anggaran bulanan. Biar nggak jebol, selain itu dengan mencatat pengeluaran kita juga bisa memperbaiki kebiasaan buruk dalam mengelola keuangan.

Bijak dalam berutang

Sepanjang yang saya amati sih ya, mantan nasabah saya jarang banget berutang. Apalagi sekadar buat beli barang-barang yang nilainya turun seperti barang elektronik, kendaraan bermotor, baju atau perlengkapan yang boleh dibilang pengeluaran konsumtif.

Kalaupun terpaksa berutang mereka akan mengalokasikan utangnya untuk barang-barang yang nilainya akan naik di masa mendatang. Atau mereka akan benar-benar berutang dalam kondisi yang sangat darurat. Jarang banget menggunakan kartu kredit untuk belanja karena mereka tau bunga kartu kredit sangat tinggi. Bisa mencapai 36 persen per tahun. Ngeri, ya! Saya sendiri juga nggak pernah punya kartu kredit satu pun. Lebih suka belanja dengan kartu debit.

Menjaga keamanan finansial keluarga

Caranya gampang sih, yang saya tau dan saya pelajari, mantan nasabah-nasabah saya mengalokasikan sebagian pengeluarannya untuk membeli asuransi. Asuransi ini berfungsi untuk melindungi diri dari segala kerugian dan hal-hal yang tidak kita inginkan.

Asuransi juga berfungsi sebagai perencanaan risiko karena sakit dan pengganti nafkah karena pemberi nafkah tidak bisa bekerja saat sakit. Salah satu cara mudah membeli asuransi adalah melalui platform HappyOne. Kenapa mudah? Karena cukup dengan satu ID, kita bisa lho membeli beragam asuransi. Apalagi buat pasangan muda. Asuransi ini cocok banget karena jenis perlindungannya banyak dengan biaya cukup terjangkau.

Berinvestasi

Banyak cara untuk berinvestasi. Bisa dengan menabung atau membeli logam mulia, deposito, reksadana, saham ataupun membeli properti. Ini sih tergantung tujuan keuangan dan jangka waktu kapan uangnya mau dipakai lagi. Mantan nasabah saya dulu melakukan diversifikasi untuk melakukan investasi. Ibaratnya sik, nggak menaruh telur dalam satu keranjang. Mereka

Selain itu, produk investasi bisa disesuaikan dengan profil risiko masing-masing. Mulai dari yang konservatif, moderat atau agresif. Kalau masih muda dan belum banyak tanggunan, bisa kok masuk ke saham atau reksadana saham. Pengalaman dari membeli reksadana saham, imbal hasilnya lumayan kok.

Dari lima kebiasaan di atas, mana saja yang udah diterapkan? Saya sih, insyaallah udah semuanya. Yuk, mumpung masih di awal tahun. Dengan mulai menerapkan perencanaan keuangan dengan baik, insyaallah masa depan kita jauh lebih baik. Iya, nggak?